Anda di halaman 1dari 10

INTERPOLASI

Untuk mengestimasi suatu nilai diantara beberapa titik data yang telah diketahui nilainya digunakan suatu metode yang disebut metode interpolasi. Dan metode interpolasi yang biasa banyak digunakan adalah metode interpolasi polinomial. Definisi dari suatu persamaan polinomial merupakan persamaan aljabar yang hanya mengandung jumlah dari variabel x berpangkat bilangan bulat. Bentuk umum dari persamaan polinomial order n adalah : f(x) = a0 + a1x + a2x2 + .... + a n x n ................................(1) Di dalam operasi interpolasi ditentukan suatu persamaan polinomial oreder n yang melalui n+1 titik data, yang kemudian digunakan untuk menentukan suatu nilai diantara titik data tersebut. Pada polinomial berderajat satu, maka diperoleh bentuk interpolasi linier yang telah banyak diketahui atau dikenal. Kemudian akan dipelajari interpolasi linier polinomial dengan derajat lebih besar dari satu, sehingga perkiraan fungsi tidak lagi linier.

(a). Order 1 menghubungkan 2 titik (b). Order 2 menghubungkan 3 titik (c). Order 3 menghubungkan 4 titik Selain interpolasi polinomial, juga terdapat macam-macam interpolasi lainnya yaitu sebagai berikut :

1.

Interpolasi Linier Definisi dari metode Interpolasi Linier merupakan metode yang paling sederhana yang

menghubungkan dua buah titik data dengan garis lurus.


F(x)

.E
D

.A

Dari dua segitiga sebangun ABC dan ADE seperti tampak dalam gambar di atas, terdapat hubungan sebagai berikut :


f1(x) f (x0 ) = f(x1) f (x0 ) x - x0 x1 - x0

f1 (x) = f(x0) + f(x1) f (x0 ) ............... (2) x1 - x0

Persamaan di atas merupakan rumus dari interpolasi linier bentuk order satu. Suku [f(x1)f(x0 )] / (x1 - x0) adalah kemiringan garis yang menghubungkan dua titik data dan merupakan perkiraan beda hingga dari turunan pertama. Semakin kecil interval antara titik data, hasil perkiraan akan semakin baik. Contoh saoal Dicari nilai ln 2 dengan metode interpolasi linier berdasar data ln 1 = 0 dan ln 6 = 1,7917595. Hitung juga nilai tersebut berdasar data ln 1 dan ln 4 = 1,3862944. Untuk membandingkan hasil yang diperoleh, diketahui nilai eksak dari ln 2 = 0,69314178.

Solusi ! Menggunakan persamaan rumus interpolasi linier di atas dari x0 = 1 sampai x1 = 6. f1(2) = 0 + Besar kesalahan


(2-1) = 0,35835190


x 100% = 48,3%

Dengan interval lebih kecil, x0 =1 dan x1 = 4 f1 (2) = 0 + Besar kesalahan adalah : E1 = f(x)


( 2- 1) = 0,46209813

x 100 % = 33,3% lnx

nilai benar

f1(x) nilai perkiraan x

2.

Interpolasi Kuadrat Persamaan polinomial order dua adalah : f2(x) = b0 + b1 (x x0) + b2 ( x - x0 ) (x x1) ..............(3)

Pada persamaan di atas tedapat hubungan dengan persamaan (1) sebelumnya, hal tersebut ditunjukkan dengan mengalikan suku-suku dari persamaan (3) sehingga menjadi : f2(x) = b0 + b1 x b1 x0 + b2 x2 + b2 x0 x1 b2 x x0 b2 x x1 atau

f2(x) = a0 + a1 x + a2 x2 dengan a0 = b0 b1 x0 + b2 x0 x1 a1 = b1 b2 x0 b2 x1 a2 = b2 Dari penjabaran tersebut tampak bahwa persamaan (3) sama dengan persamaan (1) Berdasarkan titik dari suatu data, maka untuk menentukan koefisien-koefisien dari b0, b1, b2 adalah sebagai berikut : f(x0 ) = b0 + b1 (x x0) + b2 ( x - x0) (x x1) b0 = f(x0) .................... (3.1) f(x1 ) = b0 + b1 (x x0) + b2 ( x - x0) (x x1) b1 =
   

........................(3.2 )

Jika persamaan 3.2 disubstitusi ke persamaan 3.3 maka didapat nilai b2 adalah : f (x2) = f(x0) +
      

+ b2 ( x - x0 ) (x x1) , hasilnya :


b2 = f (x2 ) - f(x1 ) atau b2 =


   

(x2 x1 )

  



...........................(3.3)

x2 x1 Contoh soal Gunakan polinomial order 2 dengan data sebagai berikut : x0 = 1 x1 = 4 f (x0) = 0 f (x1) = 1,3862944

x2 = 6 cari nilai dari ln 2 !!! Sol i !

f (x2) = 1,7917595

Dengan menggunakan persamaan (3.1) : b0 = 0 Mencari koefisien b1 dengan persamaan (3.2) : b1 = = 0,46209813

Mencari koefisien b2 dengan persamaan (3.3) : b2 =


 

- 0,46209813

= -0,051873116

61 Nilai-nilai dari masing-masing koefisien disubstitusikan ke persamaan 3, dimisalkan x = 2 hasilnya adalah : f2 (x) = 0,5658436 Besar kesalahan : Et =
 

x 100% = 18,4%

3.

Interpol i Polinomi l L grange

Metode interpolasi polinomial lagrange memiliki kesamaan dengan polimomial newton, hanya saja perbedaannya pada polinomial lagrange tidak menggunakan bentuk pembagian beda hingga. Interpolasi polinomial lagrange merupakan penurunan dari bentuk persamaan newton. Bentuk polinomial lagrange order satu : f1 (x) = f(x0) + (x x0) f [x1, x0] ............................(4) Jika menggunakan pembagian beda hingga, maka pada persamaan di atas menjadi : f [x1, x0] =
  

f [x1, x0] =

..................... ...(4.1)

Mensubstitusi persamaan (4) dengan persamaan (4.1) maka hasilnya : f1(x) =


 

f(x0) +

 

f(x1) ............................(4.2)

Maka persamaan 4.2 di atas dikenal sebagai persamaan polinomial lagrange order satu. Untuk persamaan polinomial lagrange dua didapat : f2(x) = fn(x) = dengan
Li x !
j !0 j {i n

 

 

f(x0) +

 

 

f(x1) +

 

 

f(x2) .........(4.3)

 

x  xi xi  x j

Sedangkan persamaan untuk interpolasi lagrange order 3 adalah : F3(x) =


             

f(x0) +

 

 

 

f(x1) +

 

 

f(x2) +

f(x3) ............................(4.4)

Contoh soal : Menghitung ln2 dengan menggunakan data pada contoh sebelumnya, gunakan interpolasi Lagrange order satu dan dua. Solusi ! x0 = 1 x1 = 4 x2 = 6 f (x0) = 0 f (x1) = 1,3862944 f (x2) = 1,7917595

menyelesaikan order satu dengan persamaan (4.2), untuk x = 2 adalah : f1(2) =


 

0 +

    

1,3862944 = 0,4620981

menyelesaikan order dua menggunakan persamaan (4.3), untuk x = 2 adalah : f2(2) =


     

0 +

 

 

1,3862944 +

  

 

1,7917595

= 0,56584437 Tampak jelas bahwa pada kedua hasil tersebut memeberikan hasil yang hampir sama dengan hasil pada contoh soal sebelumnya.

4.

Interpolasi Polinomial Newton Pada persamaan polinomial newton, misal :

Diketahui : n titik (x1, y1 ), (x2, y2 ), , (xn, yn )(yi = f(xi), i=1,2,,n) Ditanya : fn(x) = a0 + a1x + a2x2 + + anxn yang melewati n titik tersebut. Maka rumus fn(x) adalah : fn(x) = b0 + b1(x x0 ) + b2(x x0) (x - x1 ) + ... + b n (x x0) ...(x xn-1 ) ...........(5) Dengan menggunakan titk-titik data, persamaan di bawah ini digunakan untuk mengevaluasi koefisien :

b0 ! f x0 b1 ! f ?x1 , x0 A / bn ! f ?x n , xn 1 ,. x1 , x0 A Untuk pembagian beda hingga, misal beda hingga pertama : f xi , x j !

 A f xx  xf x
i j i j

Pembagian beda hingga kedua : f xi , x j , xk !

A f ?x , xx A xf ?x , x A 
i j j k i k

Pembagian beda hingga ke n : f ?xn , xn 1 ,..., x1 , x0 A! f ?xn , xn 1 ,..., x1 A f ?xn 1 , xn  2 ,..., x0 A xn  x0

Untuk pembagian beda hingga yang lebih tinggi terdiri dari pembagian hingga yang lebih rendah, sebagaimana terdapat pada rumus di bawah ini : fn( ) = f(x0) + f [x1, x0] (x x0) + f [x2, x1, x0] (x x0) (x - x1) + ... + f [xn, xn-1, ..., x1, x0] (x x0) ...(x xn-1) Bentuk grafis dari pembagian beda hingga adalah sebagai berikut :

Contoh soal Diketahui sebuah data : x0 = 1 f (x0) = 0

x1 = 4 x2 = 6 x3 = 5

f (x1) = 1,3862944 f (x2) = 1,7917595 f (x3) = 1,6094379

hitung ln2 dengan interpolasi polinomial order tiga. Solusi ! Menghitung pembagian beda hingga pertama : f [x1, x0] =
  

= 0,46209813


f [x2, x2] =

      

= 0,20273255

f [x1, x0] =

= 0,18232160

Menghitung pembagian beda hingga kedua : f [x2, x1, x0] =


  

= -0,051873116 = -0,020410950

f [x3, x2, x1] =

   

Menghitung pembagian beda hingga ketiga : f [x3, x2, x1, x0 ] =


   

= 0,0078655415

Koefisien b1, b2, b3 adalah hasil dari f [x1, x0], f [x 2, x1, x0], f [x3, x2, x1, x0 ] dan bo = 0, maka Nilai dari f3 (x) = 0 + 0,462 (x - 1) 0,051873116 ( x 1) (x 4) + 0,0078655415 ( x 1) (x 4) (x 6) Ketika x = 2 maka didapat : f3(x) = 0,62876869

Besar kesalahan dengan order 3 adalah : Et =


 

x 100% = 9,287%