Anda di halaman 1dari 11

PEMERINTAH KOTA MALANG

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS MULYOREJO
Jl. Budi Utomo No. 11A Telp. (0341) 5074917
Email : mulyorejopuskesmas@gmail.com
MALANG Kode Pos 65147

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS MULYOREJO


NOMOR : 085/KAPUS/XI/2019

TENTANG
LAYANAN KLINIS PUSKESMAS MULYOREJO

KEPALA PUSKESMAS MULYOREJO,

Menimbang : a. Bahwa Kajian pasien dilakukan secara paripurna untuk


mendukung rencana dan pelaksanaan pelayanan oleh
petugas kesehatan profesional dan/atau tim kesehatan
antar profesi yang digunakan untuk menyusun
keputusan layanan klinis.;
b. Bahwa Pelaksanaan asuhan dan pendidikan
pasien/keluarga dilaksanakan sesuai rencana yang
disusun, dipandu oleh kebijakan dan prosedur, sesuai
peraturan yang berlaku;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b,
perlu menetapkan Keputusan Kepala Puskesmas
Mulyorejo tentang Layanan Klinis Puskesmas Mulyorejo;

Mengingat : 1. UU Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan;


2. UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 75 tahun 2014
tentang Puskesmas;
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 46 tahun 2015
tentang Akreditasi Puskesmas Klinik Pratama dan Dokter
Praktek Mandiri
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI no 62 Tahun 2015
tentang Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter Gigi
6. Keputusan Menteri Kesehatan RI no. 514 Tahun 2015
tentang Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALAPUSKESMAS MULYOREJO TENTANG


LAYANAN KLINIS PUSKESMAS MULYOREJO.

Kesatu : Menentukan pelaksanaan layanan klinis sebagaimana


terlampir dalam lampiran 1 surat keputusan ini.

Kedua : Semua Layanan Klinis yang dilakukan di Puskesmas


Mulyorejo harus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Ketiga : Semua keluhan yang berhubungan dengan pelayanan klinis


harus segera ditindaklanjuti.

Keempat : Dengan berlakunya surat keputusan ini maka semua surat


keputusan yang terdapat dalam lampiran 2 surat keputusan
ini dinyatakan tidak berlaku.

Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya,
maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Malang
Pada tanggal 3 November 2019
KEPALA PUSKESMAS MULYOREJO,

drg. INDRA RATNA SARI


NIP. 19680915 199903 2 005
LAMPIRAN 1 KEPUTUSAN KEPALA
PUSKESMAS MULYOREJO
NOMOR : 085/KAPUS/XI/2019
TENTANG LAYANAN KLINIS
PUSKESMAS MULYOREJO

LAYANAN KLINIS PUSKESMAS MULYOREJO

1. Semua petugas kesehatan yang bertugas di puskesmas mempunyai


kewajiban dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

2. Proses kajian awal dilakukan secara paripurna, mencakup berbagai


kebutuhan dan harapan pasien/keluarga.

3. Kajian awal harus dilakukan oleh dokter, perawat, bidan, dan tenaga
klinis yang lain sesuai dengan rincian kewenangan klinis.

4. Kajian pasien meliputi tiga proses utama, yaitu:


a. Mengumpulkan data dan informasi tentang kondisi fisik, psikologi,
status sosial, riwayat penyakit. Untuk mendapatkan data dan
informasi tersebut dilakukan melalui anamnesis (data Subjektif =
S), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (data Objektif =
O ).
b. Analisis data dan informasi yang diperoleh yang menghasilkan
masalah, kondisi, dan diagnosis untuk mengidentifikasi
kebutuhan pasien (A).
c. Membuat rencana asuhan (Perencanaan asuhan = P), Yaitu
menyusun solusi untuk mengatasi masalah atau memenuhi
kebutuhan pasien.

5. Untuk menjamin kesinambungan pelayanan, maka hasil kajian harus


dicatat dalam rekam medis.

6. Informasi yang ada dalam rekam medis harus mudah diakses oleh
petugas yang bertanggung jawab dalam memberikan asuhan, agar
informasi tersebut dapat digunakan pada saat dibutuhkan demi
menjamin kesinambungan dan keselamatan pasien.

7. Kajian awal sampai pada penegakan diagnosis dan penetapan


pelayanan/tindakan sesuai dengan kebutuhan pasien serta rencana
tindaklanjut dan evaluasinya.

8. Kajian awal digunakan untuk membuat keputusan perlu atau tidaknya


dilaksanakan review/kajian ulang pada situasi yang meragukan,dengan
kajian medis, kajian penunjang medis, kajian keperawatan/kebidanan
dan kajian lain wajib didokumentasikan dengan baik. Hasil kajian
tersebut harus dapat dengan cepat dan mudah ditemukan kembali
dalam rekam medis atau dari lokasi lain yang ditentukan untuk dapat
digunakan oleh petugas yang melayani pasien

9. Rencana pemulangan (discharge planning) dilakukan berdasarkan


kriteria yang ditetapkan sesuai dengan keragamankan kebutuhan
pasien :
- Pasien tidak demam dalam 24 jam
- Hasil Laboratorium dalam batas normal

10. Pasien dengan kebutuhan darurat, mendesak, atau segera diberikan


prioritas untuk pengobatan.

11. Pasien dengan kebutuhan darurat, mendesak, atau segera,


diidentifikasi dengan proses triase mengacu pada panduan tatalaksana
triase yang berlaku.

12. Pasien harus distabilkan terlebih dahulu sebelum dirujuk.

13. Dalam penanganan pasien dengan kebutuhan darurat, mendesak, atau


segera, prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi diterapkan untuk
pasien dengan risiko penularan infeksi, misalnya infeksi melalui
udara/airborne.

14. Kewaspadaan isolasi terdiri dari kewaspadaan standar dan kewaspadaan


transmisi.

15. Kajian pasien dan penetapan diagnosis hanya boleh dilakukan oleh
tenaga professional yang kompeten.

16. Kajian pasien baik kajian awal maupun kajian ulang harus dicatat
dalam rekam medis untuk mengetahui histori dan perkembangan
kondisi pasien.

17. Kajian pasien baik kajian awal maupun kajian ulang harus ditulis
dengan lengkap untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu.

18. Tim kesehatan antar profesi dibentuk untuk melakukan kajian jika
diperlukan penanganan secara tim. Tim tersebut terdiri dari :
Dokter, dokter gigi, perawat, perawat gigi, ahli gizi, bidan, sanitarian,
petugas laboratorium, petugas farmasi.

19. Kajian medis dilakukan oleh dokter penanggungjawab pelayanan.


20. Dalam keadaan tertentu jika tidak tersedia tenaga medis, dapat
dilakukan pelimpahan kewenangan tertulis kepada perawat dan/atau
bidan untuk melakukan kajian awal medis.

21. Perawat atau bidan yang diberi kewenangan telah mengikuti pelatihan
untuk melakukan kajian medis dan pemberian asuhan medis sesuai
dengan kewenangan delegatif yang diberikan.

22. Rencana asuhan ditetapkan berdasarkan hasil kajian yang dinyatakan


dalam bentuk diagnosis dan asuhan klinis yang akan diberikan.

23. Jika dalam pemberian asuhan diperlukan tim kesehatan, maka harus
dilakukan koordinasi dalam penyusunan rencana asuhan terpadu.

24. Pasien mempunyai hak untuk mengambil keputusan terhadap asuhan


yang akan diperoleh.

25. Pasien/keluarga diberi peluang untuk bekerjasama dalam menyusun


rencana asuhan klinis yang akan dilakukan.

26. Resiko yang mungkin terjadi pada pasien antara lain resiko alergi,
infeksi, jatuh dan efek samping asuhan serta obat harus disampaikan
pada saat penentuan rencana asuhan.

27. Rencana asuhan mempertimbangkan komunikasi, informasi dan


edukasi pada pasien dan keluarga.

28. Persetujuan tindakan medic diminta sebelum pelaksanaan tindakan bagi


yang membutuhkan persetujuan tindakan medik, sebagai bukti
keterlibatan pasien dalam menentukan rencana pelayanan.

29. Penjelasan tentang tindakan kedokteran minimal mencakup :


a) Diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran
b) Tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan
c) Alternative tindakan lainnya dan risikonya
d) Risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi
e) Prognosis terhadap tindakan yang dilakukan
f) Perkiraan pembiayaan
29.Pasien dan Keluarga Pasien dan keluarga dijelaskan tentang
tes/tindakan ,prosedur, dan pengobatan mana yang memerlukan
persetujuan dan bagaimana mereka dapat menerima persetujuan.

30.Panduan Praktik klinis dipakai Pasien sebagai dasar untuk


melaksanakan asuhan klinis adalah menggunakan Keputusan Menteri
Kesehatan RI nomor 514 tahun 2015.

31. Pelaksanaan layanan bagi pasien gawatdarurat dan atau berisiko tinggi
dipandu oleh kebijakan dan prosedur yang berlaku. Setiap petugas
harus dapat mengidentifikasi kasus-kasus gawat darurat / berisiko
tinggi.

32. Kasus gawat darurat yang bisa ditangani di puskesmas mulyorejo :


 Hipoglikemia / Hyperglikemia
 Trauma Kepala Ringan
 Migrain
 Gastritis
 Pingsan (Sincope)
 Vomiting
 Terkena Benda Asing (Gigitan Serangga)
 Urtikaria
 Ektraksi Clavus
 GEA
 Ekstraksi Kuku

33. Kasus resiko tinggi (memerlukan kewaspadaan universal) yang dapat


ditangani di puskesmas mulyorejo :
 Kejang Demam
 Perawatan Luka ( Hecting )
 Asma

34. Asuhan medis diberikan oleh tenaga medis yang kompeten dengan
kejelasan rincian kewenangan klinis yang sesuai dengan kewenangan
klinis yang dimiliki.

35. Asuhan keperawatan/kebidanan dan asuhan praktisi klinis yang lain


diberikan oleh tenaga klinis yang kompeten dengan kejelasan rincian
kewenangan klinis yang sesuai dengan kewenangan klinis yang dimiliki.

36. Pelaksanaan asuhan terpadu dikoordinir oleh dokter dan dilaksanakan


sesuai dengan rencana asuhan terpadu, yang disusun untuk memenuhi
kebutuhan pasien dan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan.
37. Penanganan, penggunaan, dan pemberian obat atau cairan intravena
dipandu dengan kebijakan dan prosedur yang jelas.

38. Yang berhak memberikan obat dan cairan intravena adalah :


 Dokter umum
 Dokter gigi
 Perawat terlatih
 Bidan terlatih

39. Jenis-jenis obat dan cairan intravena yang ada di Puskesmas Mulyorejo
adalah :
 Lidocain 2%
 NaCL
 Glukosa D5
 Ringer Laktat
 D40%
 Diphenhydramine
 Scopamin

40. Seluruh petugas kesehatan memperhatikan dan menghargai kebutuhan


dan hak pasien selama pelaksanaan layanan. Dalam menentukan
penyusunan rencana klinis, petugas melibatkan pasien dan
keluarganya.

41. Pasien berhak memilih tenaga kesehatan yang diinginkan ( bila


memungkinkan).

42. Pelayanan anastesi sederhana dan pembedahan minor di Puskesmas


dilaksanakan sesuai standar.

43. Tindakan bedah yang dapat dilakukan di puskesmas mulyorejo adalah :


 Ektraksi Clavus
 Ekstraksi Kuku
 Perawatan Luka ( Hecting )

44. Petugas yang mempunyai kewenangan untuk melakukan anastesi


adalah Dokter umum, Dokter Gigi, Perawat Terlatih, Bidan Terlatih.
Obat obat anastesi yang tersedia di puskesmas mulyorejo adalah :
 Lidocain 2%
45. Petugas yang mempunyai kewenangan untuk melakukan sedasi adalah .
Dokter umum, Dokter Gigi, Perawat Terlatih, Bidan Terlatih.
Obat obat sedasi yang tersedia di puskesmas mulyorejo adalah :
 Diazepam tab 2 mg, 5 mg, inj.
 THP
 Carbamazepine
 Halloperidol 0,5 mg; 1,5 mg; 5 mg
 Amitripline
 Phenobarbitalinj.
 Chlorpromazine 3 mg.

46. Pemberian makanan dan terapi gizi sesuai dengan kebutuhan pasien
dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

47. Pemulangan dan tindak lanjut pasien dilakukan dengan prosedur yang
tepat dan dilakukan oleh dokter penanggung jawab pasien (DPJP).

48. Pasien/keluarga pasien memperoleh penjelasan yang memadai tentang


tindaklanjut layanan saat pemulangan.

49. Penanggung jawab pemulangan pasien adalah tenaga medis (dokter)


yang memberikan pengobatan dan perawatan kepada pasien yang
bersangkutan. Dokter tersebut bertugas :
 Berdasarkan kompetensinya menentukan proses perawatan di
puskesmas telah selesai dan pasien diperbolehkan pulang
 Memberikan resep obat yang harus dibawa pulang oleh pasien
 Menentukan kapan pasien harus kontrol di puskesmas
 Memberikan pendidikan kepada pasien tentang penyakit
termasuk diet dan gaya hidup yang mempengaruhi penyakit
yang diderita

50. Pasien dapat di rujuk dengan kriteria sebagai berikut :


 Penanganan lebih lanjut
 Memerlukan penunjang alat medis (Foto Rontgen,CT-Scan, dll)
 Kondisi pasien menurun

51. Sebelum melakukan rujukan pasien harus mengisi surat persetujuan


(inform consent).
52. Pasien berhak menolak tindakan atau rencana layanan yang akan
dilakukan dengan menandatangani surat penolakan tindakan. Bagi
pasien yang menolak tindakan, petugas wajib menyampaikan alternative
layanan yang dapat dilakukan.

53. Pasien harus dirujuk dalam keadaan stabil (Petugas melakukan


stabilisasi pasien sebelum dirujuk).

54. Pasien dijamin memperoleh pelayanan yang dibutuhkan di tempat


rujukan pada saat yang tepat.

55. Selama proses rujukan pasien secara langsung, petugas yang kompeten
terus memonitor kondisi pasien.

56. Umpan balik dari fasilitas rujukan wajib ditindak lanjuti oleh dokter
yang menangani.

57. Jika pasien tidak memungkinkan untuk dirujuk, petugas wajib


memberikan alternatif pelayanan.

58. Rujukan pasien harus disertai dengan resume klinis, yang terdiri dari
nama pasien, kondisi klinis, prosedur/tindakan yang telah dilakukan
dan kebutuhan akan tindak lanjut.

59. Pasien berhak menentukan fasilitas rujukan

60. Dalam melakukan rujukan gawat darurat, rujukan rawat inap, dan
rujukan persalinan, petugas harus mendampingi dan memantau
keadaan pasien selama proses rujukan

61. Pada saat pemulangan, pasien dan keluarga harus diberikan informasi
tentang tindak lanjut layanan.

Ditetapkan di Malang
Pada tanggal 3 November 2019
KEPALA PUSKESMAS MULYOREJO,

drg. INDRA RATNA SARI


NIP. 19680915 199903 2 005

LAMPIRAN 2 KEPUTUSAN KEPALA


PUSKESMAS MULYOREJO
NOMOR : 085/KAPUS/XI/2019
TENTANG LAYANAN KLINIS
PUSKESMAS MULYOREJO

DAFTAR SURAT KEPUTUSAN YANG DINYAKATAN TIDAK BERLAKU


LAGI SEJAK DIBERLAKUKANNYA SURAT KEPUTUSAN INI

NO. NOMOR SK TENTANG

1 012.2/KAPUS/XII/2016 KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS UPT


PUSKESMAS MULYOREJO

2 011/KAPUS/XII/2016 JENIS – JENIS PELAYANAN


PUSKESMAS MULYOREJO

3 064/KAPUS/II/2017 PEYUSUNAN RENCANA KLINIS YANG


MELIBATKAN PASIEN

4 065/KAPUS/II/2017 HAK PASIEN UNTUK MEMILIH


TENAGA KESEHATAN

5 068/KAPUS/II/2017 PENANGANAN PASIEN GAWAT


DARURAT DAN PASIEN RESIKO
TINGGI

6 069/KAPUS/II/2017 PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN


OBAT ATAU CAIRAN MELALUI
INTRAVENA

7 072/KAPUS/II/2017 LAYANAN KLINIS YANG MENJAMIN


KESINAMBUNGAN LAYANAN DI
PUSKESMAS MULYOREJO

8 075/KAPUS/II/2017 HAK UNTUK MENOLAK ATAU TIDAK


MELANJUTKAN PENGOBATAN

9 076/KAPUS/II/2017 JENIS SEDASI YANG DAPAT


DILAKUKAN DI PUSKESMAS
MULYOREJO

10 077/KAPUS/II/2017 TENAGA KESEHATAN YANG


MEMPUNYAI KEWENANGAN
MELAKUKAN SEDASI

11 078/KAPUS/II/2017 PENANGGUNG JAWAB PEMULANGAN


PASIEN

12 099/KAPUS/II/2017 KETERLIBATAN PETUGAS PEMBERI


LAYANAN KLINIS DALAM
PENINGKATAN MUTU KLINIS

13 100/KAPUS/II/2017 PEMBERIAN KEWENANGAN JIKA


TIDAK TERSEDIA TENAGA
KESEHATAN YANG MEMENUHI
PERSYARATAN

14 156/KAPUS/SK/II/2019 PEMANTAUAN TERAPI OBAT DI


PUSKESMAS MULYOREJO

Anda mungkin juga menyukai