Anda di halaman 1dari 3

PENANDAAN LOKASI PEMBEDAHAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

28/OT/XII/2022 01 1 dari 2

Tanggal Terbit Ditetapkan, Direktur


SPO
12 JUNI 2022

OPERATING Ditinjau Kembali


12 JUNI 2022 Dr. Libra
THEATRE

Pengertian 1. Adalah penatalaksanaan penandaan lokasi pembedahan.


2. Merupakan proses pemberian tanda yang jelas pada bagian/sisi tubuh yang
tepat dimana tindakan/prosedur akan dilakukan.

1. Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penandaan lokasi pembedahan.


Tujuan 2. Mencegah Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), termasuk menekan Sentinel
Event.
3. Mengurangi Kejadian Nyaris Cedera (KNC)/Near Miss.
4. Terciptanya Budaya Keselamatan Pasien di Murni Teguh Sudirman Jakarta

Kebijakan Sesuai Surat Keputusan Direktur Murni Teguh Sudirman Jakarta, SK Nomor
186/01.8/MTSJ/XI/2022 tentang Kebijakan Pelayanan Bedah.

1. Tempat yang akan dilakukan pembedahan HARUS diberikan tanda.


2. Penandaan penting dilakukan pada pembedahan dengan kanan/kiri garis tengah,
beberapa tempat (contoh : jari, costa) dan banyak ruas (contoh : columna
vertebra).
3. Protokol menyatakan bahwa penandaan HARUS :
3.1. Penandaan dilakukan di ruangan sebelum pasien masuk ruang operasi/tindakan
1x24 jam.
3.2. Proses pemberian tanda harus pada tempat yang akan dilakukan pembedahan,
Prosedur tempat yang tidak akan dilakukan pembedahan tidak ditandai.
3.3. Proses pemberian tanda harus tidak membingungkan, mudah terlihat dan
digambar dengan SKIN MARKER sehingga tanda tidak dapat dihilangkan
selama persiapan pembedahan.
3.4. Penandaan harus konsisten dan sama pada semua jenis pembedahan, yaitu
berupa tanda panah.bukan tanda lingkaran / garis, bukan titik dan tidak
diwarnai/ ditebalkan.
3.5. Penandaan dibuat oleh dokter yang akan melakukan tindakan.
3.6. Penandaan dibuat saat pasien SADAR dan bangun, kecuali pasien tidak sadar.
PENANDAAN LOKASI PEMBEDAHAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

28/OT/XII/2022 01 2 dari 2
4. Tempat yang ditandai tidak boleh dalam keadaan tertutup waktu akan dilakukan
pembedahan.

1. Persiapan alat
1.1. Siapkan skin marker yg akan digunakan.

2. Pelaksanaan
2.1. Melakukan identifikasi ulang pasien sesuai dengan kebijakan
identifikasi pasien dengan benar.
2.2. Menginformasikan kepada pasien tentang tindakan yang akan dilakukan
2.3. Mengatur posisi pasien sehingga tempat yang akan dilakukan pembedahan
dapat terlihat (exposed).
2.4. Mencuci tangan sesuai dengan prosedur cuci tangan efektif.
2.5. Pasien dilibatkan dalam proses penandaan dengan cara menanyakan kepada
pasien dimana lokasi yang akan dilakukan pembedahan, lalu dicocokkan
dengan medical record pasien/pemeriksaan fisik ulang oleh dokter.
2.6. Lokasi yang akan dilakukan pembedahan, di tandai (tanda panah) dengan
skin marker.
2.7. Memastikan kembali penandaan sudah benar.
2.8. Pasien dirapikan kembali, beri posisi yang nyaman.
2.9. Mencuci tangan sesuai dengan prosedur cuci tangan efektif.
2.10. Mendokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.
1. Instalasi Gawat Darurat
2. Instalasi Rawat Inap
Unit Terkait
3. Instalasi Operating Theater
4. Instalasi Rawat jalan