Anda di halaman 1dari 45

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI NILAI DASAR

ASN BerAKHLAK PESERTA PELATIHAN DASAR


CPNS KABUPATEN MAJALENGKA
ANGKATAN 1 TAHUN 2022

“ Optimalisasi Tindakan Perawatan Luka Paska Operasi


Melalui Penerapan Standar Prosedur Operasional
Di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka ”

Diajukan Untuk Memenuhi


Salah Satu Syarat Seminar Rancangan Aktualisasi
Latihan Dasar CPNS tahun 2022

Disusun oleh :
Nama : Januar Isnan Fauzy Husnulludin
NIP : 19870102 202203 1 001
NDH : 10
Jabatan : Ahli Pertama - Perawat
Instansi : RSUD Cideres Kab. Majalengka

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


KABUPATEN MAJALENGKA
2022
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI NILAI DASAR ASN BerAKHLAK


PESERTA PELATIHAN DASAR CPNS KABUPATEN MAJALENGKA
ANGKATAN 1 TAHUN 2022

“Optimalisasi Tindakan Perawatan Luka Paska Operasi


Yang Sesuai Dengan Standar Prosedur Operasional
Di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka”

Nama : Januar Isnan Fauzy Hysnulludin


NDH : 10
NIP : 19870102 202203 1 001
Jabatan : Ahli Pertama - Perawat
Instansi : RSUD Cideres Kabupaten Majalengka

Mengetahui, Majalengka, 28 Juni 2022


Coach Menyetujui,
Mentor

Dr. Hj. Wiwin Winarni M.M.PD Nasim, S.Kep., Ners., M.Kes


NIP. 19650531 199403 2 003 NIP. 19750404 199703 1 005

i
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI NILAI DASAR ASN BerAKHLAK


PESERTA PELATIHAN DASAR CPNS KABUPATEN MAJALENGKA
ANGKATAN 1 TAHUN 2022

“Optimalisasi Tindakan Perawatan Luka Paska Operasi


Yang Sesuai Dengan Standar Prosedur Operasional
Di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka”

Nama : Januar Isnan Fauzy Hysnulludin


NDH : 10
NIP : 19870102 202203 1 001
Jabatan : Ahli Pertama - Perawat
Instansi : RSUD Cideres Kabupaten Majalengka

Majalengka, Juni 2022


Mengetahui, Menyetujui,
Coach Mentor

Dr. Hj. Wiwin Winarni M.M.PD Nasim, S.Kep., Ners., M.Kes


NIP. 19650531 199403 2 003 NIP. 19750404 199703 1 005

Penguji,

Madya Ahdiyat, S.E., M.M


NIP. 19800323 200604 1 005

ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada kehadirat Allah Subhanahu wa
ta’ala, karena atas rahmat dan karunia-Nyalah, Penulis bisa menyelesaikan
rancangan aktulisasi dengan Judul “ Optimalisasi Tindakan Perawatan Luka
Paska Operasi Melalui Penerapan Standar Prosedur Operasional Di RSUD
Cideres Kabupaten Majalengka” dengan baik. Laporan Rancangan
Aktualisasi ini merupakan salah satu tugas dari rangkaian kegiatan Latihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bertujuan untuk menanamkan Core
Values ASN BerAKHLAK sebagai dasar dalam melakukan pekerjaan sebegai
seorang ASN dan meimplementasi nilai-nilai SMART ASN di instansi tempat
kita bekerja.
Rancangan aktualisasi ini juga tidak terlepas dari dukungan dan
bimbingan beberapa pihak yang berperan penting dalam penyusunan rencana
aktualisasi ini. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd., selaku Bupati Majalengka yang telah
memberikan kesempatan kepada Penulis untuk mengikuti kegiatan Pelatihan
Dasar CPNS ini;
2. Bapak Dr. Hery Antasari, S.T., M.Dev.Plg., selaku Kepala BPSDM Provinsi
Jawa Barat yang telah menyelenggarakan dan menfasilitasi kegiatan Pelatihan
Dasar CPNS ini;
3. Bapak H. Maman Fathurochman, S.H., M.Si., selalu Kepala BKPSDM
Kabupaten Majalengka yang telah mendukung kegiatan Pelatihan Dasar
CPNS di Kabupaten Majalengka;
4. Bapak dr. H. Harizal Ferdiansyah Harahap, MM. selalu Direktur RUmah
Sakit Umum Daerah (RSUD) Cideres Kabupaten Majalengka yang telah
mendukung kegiatan Pelatihan Dasar CPNS di Kabupaten Majalengka;
5. Bapak Nasim S.Kep Ners.,M.Kes , selaku mentor yang telah meluangkan
waktu dan membimbing penulis sampai dengan rancangan aktualisasi ini
selesai;

iii
6. Ibu Dr. Hj. Wiwin Winarni, M.M.Pd., selaku coach yang telah meluangkan
waktu dan memberikan bimbingan serta pengarahan dalam proses
penyusunan rancangan aktualisasi ini.;
7. Bapak Slamet Mulyana, S.E, M.T., selaku penguji rancangan aktulisasi yang
telah meluangkan waktunya untuk menguji dan memberi masukan kepada
Penulis.
8. Ibu Fifin Nurfiani S.Kep Ners Kepala Ruagan Dadali RSUD Cideres dan
Rekan-rekan kerja di keperawatan.
9. Istri dan anak-anak tercinta, serta keluarga besar yang selalu memotivasi dan
mendoakan Penulis hingga akhirnya penulis bisa berada di posisi saat ini.
Akhir kata besar harapan Penulis agar rancangan aktulisasi yang Penulis
buat dapat memberikan manfaat khususnya untuk instansi RSUD Cideres
Kabupaten Majalengka,umumnya bagi semua pihak yang melihat rancangan
aktuliasasi ini.

Majalengka, 28 Juni 2022

Januar Isnan Fauzy Husnulludin


NIP. 19870102 202203 1 001

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN......................................................................... ii
KATA PENGANTAR.................................................................................. iii
DAFTAR ISI................................................................................................. iv

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1


1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2 Ruang Lingkup.................................................................................. 3
1.3 Tujuan................................................................................................ 4
1.4 Manfaat.............................................................................................. 5

BAB II PROFIL INSTANSI DAN PESERTA........................................... 6


2.1 Profil Instansi..................................................................................... 6
2.2 Profil Peserta...................................................................................... 12
2.3 Nilai Nilai Dasar ASN Berakhlak...................................................... 14
2.4 Role Model........................................................................................ 18
2.5 Smart Governance............................................................................. 19

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI................................................... 21


3.1 Deskripsi Isu...................................................................................... 21
3.2 Penetapan Core Isu............................................................................ 22
3.3 Analisa Penyebab Core Isu................................................................ 23
3.4 Gagasan Kreatif Penyelesaian Core Isu............................................. 24
3.5 Diagram Alur Gagasan Pemecahan Masalah .................................... 25
3.6 Matrik Rancangan Aktualisasi........................................................... 27
3.7 Matrik Rekapitulasi Rencana Habituasi Core Value ASN 32
BerAKHLAK..................................................................................
3.8 Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi ........................................... 32

BAB IV PENUTUP....................................................................................... 35

REFERENSI................................................................................................... 36

v
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai nilai bela negara
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan
profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan
keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang pada hakikatnya
mendasari proses nation and character building.
Dalam rangka mewujudkan World Class Governance sesuai dengan
peraturan perundang-undangan maka perlu dibentuknya pendidikan dan
pelatihan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui serangkaian
pembelajaran yaitu pembelajaran sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar
ASN BerAKHLAK, kedudukan dan peran ASN, Smart Governance, serta
habituasi dan aktualisasi. Dengan dilakukannya pendidikan dan pelatihan dasar
ini diharapkan nantinya Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat menjalankan tugas
dan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, serta
perekat dan pemersatu bangsa dengan baik
Kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar ini juga bertujuan untuk
membentuk kepribadian dan karakter ASN yang sesuai dengan nilai-nilai dasar
ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif serta Kolaboratif. Dengan demikian nantinya ASN
dapat memiliki sikap berintegritas, nasionalisme, profesionalisme, smart digital,
ramah, networking, entrepreneurship, hospitality dan berwawasan global untuk
mewujudkan World Class Governance.
Pada pelatihan dasar ini para peserta diharapkan dapan menerapkan materi
materi yang telah diberikan pada saat pelatihan dalam kehidupan sehari hari
baik di dalam lingkungan pekerjaan ataupun diluar lingkungan pekerjaan. Oleh
karena itu penulis sebagai Ahli Pertama Perawat di RSUD Cideres

11
2

berkewajiban menerapkan semua materi pembelajaran yang di dapatkan selama


pelatihan lingkungan kerja RSUD Cideres.
Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit,
yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Berdasarkan Permenkes No. 147 tahun 2010 tentang Perijinan Rumah
Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,
rawat jalan, dan gawat darurat.
Rumah Sakit Umum adalah Rumah Sakit yang memberikan pelayanan
kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Rumah Sakit Umum Daerah
Cideres Kabupaten Majalengka adalah salah satu SKPD di lingkungan
Pemerintah Kabupaten Majalengka yang merupakan Urusan wajib bagi
penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang pelayanan kesehatan. Sebagai
salah satu Satuan Kerja Pemerintah Daerah di lingkungan Daerah yang
menerapkan Pengelolaan Keuangan BLUD dan dibentuk untuk memberikan
pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang/jasa, tanpa
mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya
didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktifitas. Hal tersebut bertujuan
meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Rumah Sakit Umum Daerah Cideres adalah suatu institusi pelayanan
kesehatan yang kompleks, padat pakar, padat modal, padat teknologi.
Kompleksitas ini muncul karena pelayanan di rumah sakit menyangkut berbagai
fungsi.
Pembedahan atau operasi adalah semua tindak pengobatan dengan
menggunakan prosedur invasif, dengan tahapan membuka atau menampilkan
bagian tubuh yang ditangani. Pembukaan bagian tubuh yang dilakukan tindakan
pembedahan pada umumnya dilakukan dengan membuat sayatan, setelah yang

2
3

ditangani tampak, maka akan dilakukan perbaikan dengan penutupan serta


penjahitan luka (Sjamsuhidayat & Jong, 2016).
Luka adalah terputusnya kontinuitas suatu jaringan oleh karena adanya
cedera atau pembedahan. Luka ini bisa diklasifikasikan berdasarkan struktur
anatomis, sifat, proses penyembuhan dan lama penyembuhan. Adapun
berdasarkan sifat yaitu : abrasi, kontusio, insisi (iris), laserasi, terbuka, penetrasi,
puncture, sepsis. Sedangkan perawatan luka adalah suatu tindakan untuk
membunuh mikroorganisme (Potter & Perry, 2006).
Penyembuhan luka adalah respon organisme terhadap kerusakan jaringan
atau organ serta usaha mengembalikan dalam kondisi homeostasis sehingga
dicapai kestabilan fisiologis jaringan atau organ yang pada kulit terjadi
penyusunan kembali jaringan kulit ditandai dengan terbentuknya epitel
fungsional yang menutupi luka (Compton; 1990; Stricklin dkk,1994).
Maka Oleh Sebab Itu Penulis sebagai Perawat di RSUD Cideres bertujuan
Mengoptimalkan penanganan pada perawatan lluka baik luka paska operasi
ataupun luka lainnya sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku di
RSUD Cideres , dimana Perawatan luka bertujuan untuk mencegah kecacatan
dan mencegah timbulnya komplikasi dari luka itu sendiri.
Apabila penanganan perawatan luka pada pasien paska operasi tidak
dilaksanakan berdasarkan SPO maka akan terjadi perburukan atau komplikasi
pada luka dan apabila penanganan perawatan luka pada pasien paska operasi
dilaksanakan dengan menggunaka SPO dengan tepat maka mempengaruhi pada
proses penyembuhan luka.

1.2 Ruang lingkup


1.2.1 Laporan rancangan aktualisasi ini menjabarkan mengenai isu aktual
yang terjadi serta rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan
di unit kerja peserta bertugas, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah
Cideres Kabupaten Majalengka.

3
4

1.2.2 Kegiatan aktualisasi ini meliputi Penerapan Standar Prosedur


Operasional Perawatan Luka serta pengimplementasian nilai-nilai dasar
ASN BerAKHLAK. Pemaparan Standar Prosedur Operasional
Perawatan Luka dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan rekan
kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres Kabupaten Majalengka.
1.2.3 Kegiatan aktualisasi ini bertujuan mengangkat isu yang menjadi kendala
dalam melaksanakantugas pokok dan fungsi.
1.2.4 Kegiatan aktulisasi ini diharapkan dapat merubah kinerja tenaga perawat
dalam meningkankan pelayanan yang memuaskan (Prima)
1.2.5 Aktualisasi ini akan dilaksanakan pada 1 Juli 2022 sampai dengan 6
Agustus 2022.

1.3 Tujuan

1.3.1 Umum
Mengaktualisasikan tentang nilai-nilai dasar ASN yang
BerAKHLAK meliputi Berorientasi Pelayanan , Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam pelaksanaan tugas
sebagai Ahli Pertama Perawat.

1.3.2 Khusus
Adapun tujuan dari aktualisasi ini antara lain untuk
1.3.2.1 Meningkatkan kinerja perawatan dalam melakukan tindakan
perawatan luka sesuai dengan Standar Prosedur
Operasional .
1.3.2.2 Sebagai pedoman atau acuan untuk petugas kesehatan terutama
perawat

4
5

1.3.2.3 Untuk memudahkan melaksanakan tindakan secara professional,


sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bagi
perawat ataupun pasien.
1.3.2.4 Untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien atau
masyarakat.

1.4 Manfaat
Berdasarkan tujuan tersebut, maka peserta diharapkan dapat
memperoleh manfaat sebagai berikut :
1.4.1 Bagi Peserta
Peserta mampu menjadikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK sebagai
nilai dasar dalam melaksanakan pekerjaan di lingkungan kerjanya;
Peserta mampu memahami tentang SPO Perawatan Luka dan
melaksanakan tindakan perawatan luka yang berkualitas sesuai dengan
tugas pokok dan fungsi perawat.

1.4.2 Bagi Unit Kerja


Meningkatkan kualitas pelayanan sesuai peraturan pemerintah
republik indonesia nomor 47 tahun 2021 tentang penyelenggaraan
bidang perumah sakitan pasal 27 poin b adalah memberi pelayanan
kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan
mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan
Rumah Sakit;
1.4.3 Masyarakat / Pasien
Pasien dapat dilayani sesuai dengan standar pelayanan minimal
(Kepuasan Pelanggan).

5
6

BAB II
PROFIL INSTANSI DAN PESERTA

2.1 Profil Instansi


Rumah Sakit Umum Daerah Cideres Kabupaten Majalengka terletak
di Desa Bojong Cideres Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka, dengan
batas-batas :
- Sebelah Timur : Sungai Cideres
- Sebelah Selatan : Jalan Raya Cideres – Kadipaten
- Sebelah Barat : Jalan Desa Bojong Cideres
- Sebelah Utara : Pemukiman Penduduk

Catchman Area RSUD Cideres meliputi jangkauan Wilayah III


Cirebon dan Sumedang. Akses Tersebut Meliputi :
- Sebelah Timur : Mencapai Wilayah Kecamatan Ciwaringin Kabupaten
Cirebon
- Sebelah Selatan : Mencapai wilayah Haurgeulis dan Bango Dua Kabupaten
Indramayu.
- Sebelah Barat : Mencapai wilayah Palasah dan Cadas Ngampar
Kabupaten Sumedang
- Sebelah Utara : Mencapai Wilayah Cikijing, Talaga dan Maja Kabupaten
Majalengka yang berbatasan dengan kabupaten Kuningan.

2.3.1 Visi RSUD Cideres Kabupaten Majalengka


Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD)
Tahun 2020-2023 Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menetapkan
Visi yaitu : Mewujudkan Masyarakat Majalengka yang Religius, Adil,
Harmonis dan Sejahtera “MAJALENGKA RAHARJA”

6
7

Adapun definisi operasional atau yang dimaksud dengan


MAJALENGKA RAHARJA dalam Visi nya adalah : “Mewujudkan
Tata Kehidupan dan Penghidupan Masyarakat Majalengka yang
Religius, Adil, Harmonis dan Sejahtera dalam arti :
Religius : Seluruh aktivitas kehidupan masyarakat Kabupaten
Majalengka dijiwai oleh nilai-nilai keagamaan, mampu
menjalankan dan mengamalkan ajaran agama dengan
didukung sarana dan prasarana keagamaan yang
memadai;
Adil : Perlakuan yang sama terhadap semua kalangan atau
golongan tanpa adanya diskriminasi sehinggga tercipta
suasana yang tentram, tertib, bebas dari ancaman,
gangguan, ketakutan, dan konflik sosial;
Harmonis : Terbangunnya sinergi, keterpaduan, keselarasan, dan
keserasian antara seluruh pemangku kepentingan
(Stakeholder) pembangunan;
Sejahtera : Tercapainya kondisi masyarakat Majalengka yang
berkecukupan, bahagia secara lahir dan bathin dengan
terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan hidup mereka ;

Maka Dari itu RSUD Cideres pun memiliki Visi “ Terwujudnya


Rumah Sakit Unggulan Trauma Centre di Wilayah Majalengka
dan Sekitarnya” yang mendorong Visi Kabupaten Majalengka
dalam bidang kesehatan.
Definisi operasional Unggulan yaitu pelayanan Rumah Sakit
yang Prima, Profesional, Terjangkau, Cepat, Ramah, Aman, dan
Nyaman dengan menitik beratkan kepada Trauma Center sehingga
mampu memberikan pelayanan kesehatan lebih menyenangkan
8

pelanggan dari rumah sakit lain di wilayah Kabupaten Majalengka


dan Sekitarnya.

2.3.2 Misi RSUD Cideres Kabupaten Majalengka


a. Menyelenggarakan pelayanan rumah sakit yang komprehensif,
profesional dan bermutu.
Tujuan :
Meningkatkan jumlah jenis dan mutu pelayanan rumah sakit.

Sasaran :
− Terwujudnya pelayanan Rawat Jalan, Rawat Inap, Instalasi
Gawat Darurat, Pelayanan Penunjang Medik dan
Penunjang non Medik sesuai standar dan berkualitas.
− Peningakatan jumlah layanan sesuai standar kelas B.

b. Menyediakan Sarana dan prasarana yang refresentatif handal sesuai


IPTEK.
Tujuan :
Menyediakan sarana dan prasarana gedung yang refresentatif
dan sarana nonmedik yang handal sesuai kebutuhan.
Sasaran :
- Pembangunan Gedung yang refresentatif sesuai blok plan.
- Terpenuhinya peralatan medik, peralatan nonmedik yang
handal untuk kelancaran pelayanan pasien.
c. Mengupayakan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia
melalui pendidikan pelatihan berkesinambungan dan terprogram
serta peningkatan kesejahteraan seluruh pegawai.
9

Tujuan :
Meningkatkan kuantitas dan kualitas kemampuan dan
profesionalisme sumber daya manusia.
Sasaran :
- Pembangunan Gedung yang refresentatif sesuai blok plan.
- Terpenuhinya peralatan medik, peralatan non medik yang
handal untuk kelancaran pelayanan pas.
d. Pengelolaan administratif yang efisien efektif berbasis Ilmu dan
Teknologif yang efisien efektif berbasis Ilmu dan Teknologi
Tujuan :
Mewujudkan penyelenggaraan administrasi yang berkualitas
sesuai standar peraturan yang berlaku secara efektif dan
efisien
Sasaran :
− Terwujudnya pelayanan Rawat Jalan, Rawat Inap, Instalasi
Gawat Darurat, Pelayanan Penunjang Medik dan Penunjang
non Medik sesuai standar dan berkualitas.
− Peningakatan jumlah layanan sesuai standar kelas B

2.3.3 Motto RSUD Cideres Kabupaten Majalengka


Adapun selain menetapkan visi dan misi Rumah Sakit Umum
Daerah juga telah menetapkan motto “ MOTEKAR” dengan uraian
sebagai berikut :
a. Maju e. Kreatif
b. Optimal f. Amanah
c. Terpercaya g. Ramah
d. Efektif
Sedangkan Falsafahnya yaitu “ Melayani Dengan Sentuhan Kasih
Sayang”
10

2.3.4 Struktur Organisasi RSUD Cideres Kabupaten Majalengka


DIREKTUR

dr. H. HARIZAL FERDIANSYAH


HARAHAP, MM.

Wakil Direktur Wakil Direktur


Administrasi Umum dan Keuangan
Administrasi Umum dan
ISYE HENDRAYANTI, S.Sos. Keuangan S.Sos.
ISYE HENDRAYANTI,

Kepala Bagian Umum Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Pendidikan dan Kepala Bidang Kepala Bidang Kepala Bidang
Pelatihan, Peneltian dan Pelayanan Medik dan Pelayanan Keperawatan dan Pelayanan Kefarmasian dan
Pengembangan, Perencanaan, Penunjang Medik Kebidanan Penunjang Non Medik
Evaluasi dan Pelaporan

AGUS HERYANTO, S.Kep. Hj. ELI YULIAWATI, S.E, S.ST., Hj. MELLANIA VERONICA, dr. Hj. NINA NUR AINY Hj. EUIS KURNIASARI, Hj. ADE SARIBANON,
Ners M.H. S.E. SYARIEF S.Tr.Keb., M.Keb. S.K.M.b., M.Keb.

Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Pendidikan, Sub Koordinator Pelayanan Sub Koordinator Pelayanan Sub Koordinator Penunjang
Tata Usaha dan Rumah Perbendaharaan dan Pelatihan Penelitian dan Medik Keperawatan Rawat Inap Non Medik
Tangga Mobilisasi Dana Pengembangan SDM

DIDI RASIDIN, S.Kep.Ners. HERI BUDIARTO, S.Sos. HARLIATI, S.Sos. dr. VIRZA NUR HASANAH NASIM, S.Kep, Ners, M.Kes dr. HANY ATUS SHOLIHAH

Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Kepala Sub Bagian Sub Koordinator Penunjang Sub Koordinator Pelayanan Sub Koordinator Pelayanan
Hukum, Kemitraan dan Anggaran dan Akuntansi Perencanaan, Evaluasi Medik Keperawatan Rawat Jalan Kefarmasian
Pemasaran dan Pelaporan

PUJIARTO, S.Kep. Ners., NENENG SRI HARTATI, S.E., DIDI SUHENDI, S.K.M., MM. dr. DEASSY ARIFIANI II SUMARNA, S.Kep, Ners dr. DINI AZORA, MARS
M.H. MM.

SATUAN PENGAMANAN PENJAMIN KESEHATAN 1. IGD


1. IRJ 1. IPJ
2. INSTALASI REHABILITASI MEDIK
2. INSTALASI RAWAT 2. INSTALASI LOUNDRY
3. ICU
INAP 3. INSTALASI SIMRS
4. IBS
1. CUSTOMER SERVICE 4. IPSRS
2. PKRS 1. INSTALASI REKAM MEDIK 5. AMBULANCE
2. INSTALASI LABORATORIUM
3. INSTALASI RADIOLOGI
4. INSTALASI CSSD
5. INSTALASI GIZI
11

2.3.5 Tugas dan Fungsi


Rumah Sakit Umum adalah Rumah Sakit yang memberikan
pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Rumah Sakit
Umum Daerah Cideres Kabupaten Majalengka adalah salah satu SKPD
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka yang merupakan
Urusan wajib bagi penyelenggaraan pemerintah daerah dibidang
pelayanan kesehatan. Sebagai salah satu Satuan Kerja Pemerintah Daerah
di lingkungan Daerah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan BLUD
dan dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa
penyediaan barang/jasa, tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan
dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan
produktifitas. Hal tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan
masyarakat.
Perawat menurut UU 38 tahun 2014 tentang Keperawatan
adalah seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik
di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai
dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Keperawatan adalah
kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, kelompok, atau
masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat.
Pelayanan Keperawatan dalam UU 38 tahun 2014 tentang
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan
pada ilmu dan kiat Keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga,
kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit. Praktik
Keperawatan adalah pelayanan yang diselenggarakan oleh Perawat
dalam bentuk Asuhan Keperawatan. Keperawatan sekarang memiliki
Undang-undang tersendiri.
12

Tugas Pokok perawat menurut PERMENPAH No 25 Tahun


2014 Pasal 4 adalah melakukan kegiatan pelayanan keperawatan yang
meliputi asuhan keperawatan, pengelolaan keperawatan dan pengabdian
pada masyarakat.

2.2 Profil Peserta


Berikut ini merupakan Profil Peserta:
Nama : Januar Isnan Fauzy Husnulludin.
NIP : 198701022022031001
Instansi : Dinas Kesehatan – RSUD Cideres
Kabupaten Majalengka
Jabatan : Ahli Pertama - Perawat

2.2.1 Tugas Perawat :


Tugas Perawat Menurut Undang Undang No 38 Tahun 2014
Tentang Keperawatan.
1) Dalam menyelenggarakan Praktik Keperawatan, Perawat bertugas
sebagai :
a. Pemberi Asuhan Keperawatan;
b. Penyuluh dan konselor bagi Klien;
c. Pengelola Pelayanan Keperawatan;
d. Peneliti Keperawatan;
e. Pelaksana tugas berdasarkan pelimpahan wewenang; dan/ atau
f. Pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu.
2) Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (l) dapat dilaksanakan
secara bersama ataupun sendirisendiri.
3) Pelaksanaan tugas Perawat sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan akuntabel.
13

2.2.2 Fungsi Perawat :


Definisi fungsi itu sendiri adalah suatu pekerjaan yang
dilakukan sesuai dengan perannya. Fungsi dapat berubah disesuaikan
dengan keadaan yang ada. dalam menjalankan perannya, perawat akan
melaksanakan berbagai fungsi diantaranya:
a. Fungsi Independen
Merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang
lain, dimana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan
secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan
dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti
pemenuhan kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi,
pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenuhan kebutuhan
nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas dan lain-lain), pemenuhan
kebutuhan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta mencintai,
pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri
b. Fungsi Dependen
Merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya
atas pesan atau instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai
tindakan pelimpahan tugas yang diberikan. Hal ini biasanya
silakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari
perawat primer ke perawat pelaksana.
c. Fungsi Interdependen
Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling
ketergantungan di antara satu dengan yang lainnya. Fungsi ini dapat
terjadi apabila bentuk pelayanan membutuhkan kerja sama tim
dalam pemberian pelayanan seperti dalam memberikan asuhan
keperawatan pada penderita yang mempunyai penyakit kompleks.
Keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat saja melainkan
14

juga dari dokter ataupun lainnya, seperti dokter dalam memberikan


tindakan pengobatan bekerjasama dengan perawat dalam
pemantauan reaksi obat yang telah diberikan.

2.3 Nilai-nilai Dasar ASN BerAKHLAK


BerAKHLAK adalah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Selama proses pendidikan
dan pelatihan dasar CPNS ini Core value BerAKHLAK Harus mampu di
terapkan pada ASN dalam pelaksanaan tugas, jabatan dan kehidupan sehari-hari,
sehingga dapat bekerja secara bertanggung jawab dan professional untuk
menciptakan kinerja world class governance.
2.3.1 Berorientasi Pelayanan
Pelayan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam
rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,
jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disedikan oleh penyelenggara
pelayanan publik.
Nilai dasar berorientasi pelayanan bertujuan agar kita dapat
memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat dengan cara
memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat serta dapat melakukan
perbaikan tanpa henti secara ramah, cekatan, solutif dan dapat diandalkan
agar terciptanya pelayanan yang maksimal. Dengan menerapkan nilai
berorientasi pelayanan akan terciptanya peningkatan pelayanan mutu
yang dapat dilihat dari kejelasan mekanisme pengelengaraan layanan, jam
pelayanan, prosedur, dan biaya penyelenggaraan pelayanan yang sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
15

2.3.2 Akuntabel
Akuntabel merujuk kepada kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk selalu bertanggung jawab atas kepercayaan yang
diberikan. Penerapan akuntabel dapat dilakukan dengan cara
melaksanakan tugas pokok dan fungsi yang diberikan secara tanggung
jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi; Menggunakan kekayaan
dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien; dan
menggunakan kewenangan jabatannya dengan berintegritas tinggi.
Berikut adalah cara yang dapat dilakukan agar terciptanya
lingkungan kerja yang akuntabel:
1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai dan tanggung jawab yang harus
dilakukan;
2. Melakukan perencanaan atas apa yang perlu dilakukan untuk mencapai
tujuan tersebut;
3. Melakukan implementasi dan evaluasi terhadap pencapaian yang telah
didapatkan;
4. Memberikan laporan hasil secara lengkap, mudah dipahami dan tepat
waktu;
5. Melakukan evaluasi hasil dan menyediakan masukan untuk
memperbaiki kinerja kedepannya.
2.3.3 Kompeten
Kompeten yang dimaksud meliputi pengetahuan, keterampilan dan
sikap dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Nilai dasar kompeten
meliputi meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang
selalu berubah; membantu orang lain untuk belajar; serta melaksanakan
tugas dengan kualitas terbaik.
Setiap ASN perlu meningkatkan kompetensi diri untuk dapat
menghadapi dunia yang penuh gejolak (volatility) disertai penuh
16

ketidakpastian (uncertainty) situasi saling berkaitan dan saling


mempengaruhi (complexity) serta ambiguitas (ambiguity). Disisi lain
perkembangan teknologi yang pesat menuntut ASN untuk selalu belajar
dan mengembangkan kapabilitas yang dimilikinya.
Dengan menerapkan nilai dasar kompeten nantinya ASN
diharapkan dapat melahirkan produk-produk kebijakan dan layanan
publik yang semakin berkualitas.
2.3.4 Harmonis
Harmonis dapat diartikan sebagai bentuk kerja sama antara
berbagai faktor dengan sedemikian rupa hingga faktor-faktor tersebut
dapat menghasilkan suatu kesatuan yang luhur.
Nilai dasar harmonis dapat diterapkan dengan menghargai setiap
orang apapun latar belakangnya; suka menolong orang lain; dan
membangun lingkungan kerja yang kondusif
Harmonis menjadi sangat penting karena menjadi salah satu
faktor kunci sukses kinerja suatu organisasi. Dengan menerapkan
nilai-nilai harmonis nantinya akan memberikan efek kepada
produktivitas, hubungan internal dan kinerja secara keseluruhan.
2.3.5 Loyal
Loyal dapat diartikan kepatuhan atau kesetiaan seseorang kepada
orang lain atau sesuatu yang ditunjukkan dengan sikap dan tindakan.
Dalam konteks ASN makna loyal sendiri dapat diartikan sebagai
kepatuhan dan kesetiaan terhadap bangsa dan negara dengan cara
berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara
dibandingkan dengan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Nilai dasar loyal dapat dilakukan dengan cara memegang teguh
ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta setia kepada
negara republik Indonesia dan pemerintahan yang sah; menjaga nama
17

baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara; dan termasuk


didalamnya menjaga rahasia jabatan dan negara.
Dengan menerapkan nilai loyal nantinya ASN diharapkan dapat
menumbuhkembangkan dan meningkatkan sifat nasionalisme di dalam
dirinya.
2.3.6 Adaptif
Adaptif adalah karakteristik alami yang dimiliki makhluk hidup
untuk bertahan hidup dan menghadapi segala perubahan lingkungan
atau ancaman yang timbul. Dengan demikian adaptasi merupakan
kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan tetapi
juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan.
Panduan perilaku adaptif dalam konteks ASN yaitu dengan cara
cepatmenyesuaikan diri menghadapi perubahan; terus melakukan
inovasi dan mengembangkan kreativitas; dan bertindak proaktif untuk
memastikan dan meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik.
Budaya adaptif diperlukan untuk memastikan keberlangsungan
organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2.3.7 Kolaboratif
Nilai dasar terakhir yang harus dimiliki ASN adalah kolaboratif.
Kolaboratif artinya membangun kerja sama yang sinergis untuk
mencapai tujuan Bersama. Kita sepakat bahwa dalam memajukan bangsa
dan negara tidak dapat dilakukan secara individual karena pada dasarnya
membangun bangsa dan negara tidaklah semudah itu sehingga kita
membutuhkan kerja sama yang baik untuk menciptakan kehidupan
kearah yang lebih baik.
Nilai dasar kolaboratif dapat tercapai apabila kita mampu memberi
kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi; terbuka dalam
bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah; dan mampu
18

menggerakan pemanfaatan sumber berbagai sumber daya untuk tujuan


Bersama.
Dengan menerapkan nilai dasar kolaboratif ASN diharapkan
nantinya dapat memecahkan berbagai permasalahan yang ada untuk
dapat memajukan Indonesia.
Nilai-nilai dasar BerAKHLAK perlu dipahami, ditanamkan dan
diterapkan dalam diri ASN untuk menciptakan kondisi negara kearah
yang lebih baik serta menciptakan pemerintahan kelas dunia yang
nantinya dapat mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

2.4 Role Model


Role model adalah tokoh atau
sosok yang memberikan teladan, bersikap,
serta berperilaku yang baik, dan dapat
dijadikan panutan. Bapak Dr. H.
Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.
Menurut penulis telah memenuhi nilai
BerAKHLAK, maka daripada itu penulis menjadikan beliau role model dalam
penulisan ini.
Ridwan Kamil selalu berinovasi pada tugasnya. Saat menjadi walikota
dia banyak melakukan program-program pro rakyat dan membesarkan kembali
nama Bandung di kancah internasional.
Puncaknya, saat Kota Bandung berhasil menjadi tuan rumah
Konferance Asia Africa (KAA) tidak lepas dari sentuhan Ridwan Kamil. Dia
sudah banyak mendapat penghargaan atas prestasinya. Kerja keras dan
kreasinya tidak sia-sia selama ini.
Pada Pilgub Jabar 2018, ia maju sebagai calon gubernur berpasangan
dengan Uu Ruzhanul Ulum. Berbekal kemampuannya memimpin Kota
19

Bandung, Ridwan Kamil Berhasil Menjadi Gubernur Provinsi Jawa Barat


Hingga saat ini.
2.5 SMART Governance
Smart Governance adalah bentuk perwujudan peningkatan kinerja
pelayanan publik, kinerja birokrasi pemerintahan, dan kinerja efisiensi
kebijakan publik. Dalam upaya perwujudan Smart Governance, terdapat 2 hal
penting yang harus dilakukan yaitu dengan menerapkan Manajemen ASN dan
menjadi Smart ASN.
Undang-Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara ingin
mewujudkan birokrasi yang professional diantaranya dengan melakukan
manajemen ASN. Manajemen ASN sendiri adalah bentuk upaya yang
dilakukan untuk menghasilkan pegawai ASN yang memiliki nilai dasar, etika
profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Dalam rangka mewujukan Manajemen ASN yang baik, terdapat 14 poin
utama yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Penyusunan dan penetapan 8. Penilaian kinerja;
kebutuhan; 9. Penggajian dan tunjangan;
2. Pengadaan; 10. Penghargaan;
3. Pangkat dan jabatan; 11. Disiplin;
4. Pengembangan karier; 12. Pemberhentian;
5. Pola karier; 13. Pensiun dan tabungan hari tua;
6. Promosi; 14. Perlindungan.
7. Mutasi;

Penerapan sistem merit dalam manajemen ASN digunakan dalam


rangka mencapai kebijakan dan manajemen ASN yang berdasaran atas
kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan
20

latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status
pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan.
Penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN mendukung pencapaian
tujuan dan sasaran organisasi dan memberikan ruang bagi tranparansi,
akuntabilitas, obyektivitas dan juga keadilan sehingga berujung pada
peningkatan kinerja dan kualitas hasil kerja organisasi. Manfaat-manfaatnya
adalah sebagai berikut:
− Mendukung keberadaan penerapan prinsip akuntabilitas;
− Dapat mengarahkan SDM untuk dapat mempertanggungjawabkan tugas
dan fungsinya;
− Instansi pemerintah mendapatkan pegawai yang tepat dan berintegritas
untuk mencapai visi dan misinya;
− Menjamin keadilan dan ruang keterbukaan dalam perjalanan karir seorang
pegawai;
− Memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas diri;
Dalam rangka mewujudkan Smart ASN maka dibentuklah kerangka
literasi digital dimana kecapakan seorang ASN tidak terbatas hanya mampu
menggunakan atau mengoperasikan alat tetapi juga mampu menggunakan
media digital dengan penuh tanggung jawab. Literasi digital meliputi kecakapan
bermedia digital, etika bermedia digital, budaya bermedia digital serta
keamanan dalam bermedia digital. Dengan menerapkan sistem manajemen
ASN dan Smart ASN diharapkan nantinya ASN dapat menjadi Digital Talent
dan Digital Leader sehingga tercipta World Class Government.
21

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Deskripsi Isu


Menurut Hainsworth & Meng Isu, rumor, atau desas-desus adalah suatu
konsekuensi atas beberapa tindakan yang dilakukan oleh satu atau beberapa
pihak yang dapat menghasilkan negosiasi dan penyesuaian sektor swasta, kasus
pengadilan sipil atau kriminal atau dapat menjadi masalah kebijakan publik
melalui tindakan legislatif atau perundangan .
Berdasarkan hasil observasi dan Konsultasi dengan Kepala Sub.
Koordinator pelayanan Keperawatan Rawat Inap RSUD Cideres ditemukan
isu-isu yang berkaitan dengan tindakan pelayanan keperawatan di RSUD Cideres
berikut :

1) Isu Ke-1 : Rendahnya monitoring dan evaluasi terhadap petugas.


Pada saat penulis mengamati adanya isu, dalam pelaksanaan tugas
perawat di ruangan atasan langsung masih belum optiml dalam mengawasi
perawat pelaksana di ruangan, maka dari pada itu penulis mengangkat isu
rendahnya monitoring dan evaluasi terhadap petugas.

2) Isu Ke-2 : Belum otimalnya penerapan SOP secara tepat dan benar.
Pada pelaksanaannya penulis melihat adanya isu yang menurut
penulis sangat mempengaruhi pada proses kesembuhan luka, dimana
beberapa prosedur perawatan luka masih dilakukan diluar prosedur, entah
mungkin lupa dalam pelaksanaannya ataupun mungkin petugas kuang
paham dalam pelaksanaan perawatan luka, seperti contohnya masih adanya
instrumen perawatan luka seperti pinset yang sudah tidak steril di satukan

21
22

kembali dengan peralatan yang tidak steril, ataupun cara pengambilan alat
alat steril langsung menggunakan tangan tanpa menggunakan korentang.
Maka daripada itu penulis beranggapan mendiskusikan kembali
Standar Prosedur Operasional perawatan luka dengan atasan lansung ataupun
dengan senior sangat penting, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas
pelayanan Rumah Sakit Terutama dalam hal perawatan luka.

3) Isu Ke-3 : Pelaksanaan Penyuluhan pada pasien dan keluarga pasien


tentang perawatan luka pada pasien pasca operasi.
Pada saat proses perawatan luka paska operasi saya sebagai penulis
masih banyak mendengar keluhan dari pasien maupun keluarga pasien
bagaimana kedepannya setelah pasien pulang kerumah dan melakukan
pemulihan di rumah. Dimana saat pasien berada di rumah luka pasca
operasi masih memerlukan perawata, maka daripada itu saya sebagai
penulis beranggapan pentingnya pelaksanaan penyuluhan bagi pasien
ataupun keluarga pasien paska operasi tentang bagaimana perawatan luka
yang haus di lakukan, dimana dukungan keluarga sangat mempengaruhi
pada proses penyembuhan seperti bagaimana cara menggati kasa atau
mengganti balutan pada pasien pasca operasi.

3.2 Penetapan Core Isu


Kriteria Jumlah Peringkat
No Isu
U S G Nilai Kualitas
1 Rendahnya evaluasi dan monitoring 3 4 4 11 2
Belum otimalnya penerapan SOP secara
2 5 4 5 15 1
tepat dan benar
Tidak adanya penyuluhan dan edukasi pada
3 3 4 3 10 3
pasien terkai pemahaman bahaya pasca oprasi
23

Keterangan:
Urgency: Seriousness: Growth:
5: Sangat Mendesak 5: Sangat Berpengaruh 5:Sangat Berdampak
4: Mendesak 4: Berpengaruh 4: Berdampak
3: Cukup Mendesak 3: Cukup Berpengaruh 3: Cukup Berdampak
2: Tidak Mendesak 2: Tidak Berpengaruh 2: Tidak Berdampak
1: Sangat Tidak 1: Sangat Tidak 1: Sangat Tdk
Mendesak Berpengaruh Berdampak

Berdasarkan Analisis USG di atas, maka isu yang dipilih adalah sebagai
berikut : Mengoptimalkan Tindakan perawatan Luka sesuai Standar Prosedur
Operasional RSUD Cideres Kabupaten Majalengka

3.3 Analisis Faktor Penyebab Core Isu


Man Matherial

tingkat kepatuhan tidak adanya standar


perawat masih rendah Format yang baku di
dalam menerapkan SOP Ruangan

Kurang Pengetahuan Penerapan SOP dalam


dalam perawatan luka Perawatan luka belum
dalaksanakan secara
tepat
Penerpan SOP
yang belum
Meningkatnya komplen optimal
dari masyarakat terkait
penanganan luka

Market Methode

3.4 Gagasan Kreatif Penyelesaian Core Isu


Gagasan kreatif ataupun ide yang penulis dapat lakukan untuk
penyelesaian isu “ Belum Optimalnya Tindakan perawatan Luka sesuai Standar
Prosedur Operasional RSUD Cideres Kabupaten Majalengka” adalah dengan
meningkatkan kompetensi diri melalui praktek secara langsung, sebagai metode
edukasi , serta memberikan tutorial melalui Video yang akan di bagikan kepada
tenaga perawat sebagai panduan dalam melaksanakan asuhan keperawatan .
24

Gagasan inovasi atas isu yang telah dipilih ini merupakan bentuk usaha
penulis dalam peningkatan pelayanan terutama dalam perawatan luka dimana
sangat mempengaruhi pada proses penyembuhan luka itu sendiri.
Dalam menyukseskan gagasan inovasi ini, maka disusunlah kegiatan
pemecahan isu. Adapun kegiatan yang dilaksanakan untuk mengaktualisasikan
gagasna tersebut adalah sebagai berikut :
a. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait kegiatan aktualisasi;
b. Mengumpulkan bahan pembelajaran mandiri terkait Standar Prosedur
Operasional Perawatan Luka yang ada di RSUD Cideres.
c. Berkoordinasi dengan rekan kerja yang berpengalaman (senior) mengenai
tata cara Perawatan Luka Sesuai Standar Prosedur Operasional.
d. Merancang draf penyempurnaan SOP perawatan luka pasca operasi yang
sesuai dengan kebutuhan
e. Menetapkan dan mengesahkan SPO perawatan luka
f. Uji coba penerapan SOP perawatan luka pasca oprasi
g. Melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap tindakan perawatan Luka yang
tidak sesui dengan Standar Prosedur Operasiolan.
h. Penyusunan Laporan Akhir Aktualisasi.
25

3.5 Diagram Alur Gagasan Pemecahan Masalah


Diagram Alur Gagasan Pemecahan Masalah

IDENTIFIKASI ISU CORE ISU


1. Rendahnya evaluasi dan monitoring Mengoptimalkan
2. Belum otimalnya penerapan SOP secara tepat dan Tindakan perawatan
benar Luka sesuai Standar
3. Tidak adanya penyuluhan dan edukasi pada pasien Prosedur
terkai pemahaman bahaya pasca oprasi Operasional RSUD
Cideres Kabupaten
Majalengka

Tugas dan Fungsi


1. Melakukan Asuhan GAGASAN PEMECAHAN ISU
Keperawatan. Peningkatan kualitas pelayanan Melalui
2. Melakukan Pengkajian meningkatkan kompetensi dan pemahaman
Keperawatan tata cara Perawatan Luka Sesuai Standar
3. Menentukan Diagnosa Prosedur Operasional
Keperawatan
4. Melakukan Perencanaan
Keperawatan
5. Melskukan Evaluasi Keperawatan
6. Melakukan Dokumentasi
Keperawatan Cara Penyelesaian Masalah
Simulasi dan ,Berkoordiasi dengan senior
memberikan edukasi berupa Video tutorial
Terkait Perawatan Luka Sesuai SPO .

Hasil
1. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang tata cara
Perawatan luka sesuai SPO.
2. Meningkatkan kualitas Pelayanan dalam perawatan Luka sesuai aturan
RSUD
3. Menjalin hubungan harmonis dan kolaboratif dengan Atasan dan rekan
perawat demi tercapainya tujuan bersama.
4. Meningkatkan sistem kinerja pelayanan sesuai dengan Standar
Pelayanan Prima.
26

3.6 Matrik Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : Rumah Sakit Umum Daerah Cideres Kabupaten Majalengka


:
1 . Rendahnya evaluasi dan monitoring
Identifikasi Isu 2 . Belum otimalnya penerapan SOP secara tepat dan benar
3 . Tidak adanya penyuluhan dan edukasi pada pasien terkai pemahaman bahaya paska oprasi

Isu yang Diangkat : Mengoptimalkan Tindakan perawatan Luka sesuai Standar Prosedur Operasional RSUD Cideres Kabupaten Majalengka

Gagasan Pemecahan : Meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tata cara Perawatan Luka Pasca Operasi Sesuai SOP dengan cara praktek secara
Isu langsung mengenai Perawatan Luka Pasca Operasi dengan berkoordinasi dengan Mentor, kepala ruangan dan perawat senior .

Matriks Rancangan Aktualisasi

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output / Hasil Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai
Visi & Misi/ Tupoksi Organisasi
Organisasi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Melakukan 1. Menyiapkan dan 1. Foto hasil mentoring Berorientasi Pelayanan Kontribusi terhadap visi Tahapan ini menguatkan
konsultasi dengan menyampaikan bahan Pada tahap ini penulis ingin meningkatkan “Menyelenggarakan pelayanan nilai semangat, inovatif,
konsultasi profesionalisme dengan menjadi pegawai rumah sakit yang komperhensif, amanah dan profesional
mentor terkait yang dapat diandalkan melalui rancangan profesional dan bermutu.
kegiatan aktualisasi; aktualisasi
Kontribusi terhadap misi ke 2
Kolaboratif Mengupayakan pengembangan
Pada tahapan ini, penulis membangun kompetensi Sumber Daya
1 kerjasama dengan mentor melalui Manusia melalui pendidikan
pembahasan Bersama rancangan aktualisasi pelatihan berkesinambungan dan
terprogram serta peningkatan
Harmonis: kesejahteraan seluruh pegawai.
Pada tahap ini penulis dan mentor menjalin
hubungan yang harmonis dengan komunikasi Kontribusi terhadap tupoksi
yang baik. Perawat.
Akuntabel
Adanya catatan mengenai saran dan

26
27

masukan terkait pelaksanaan rancangan


aktualisasi
Harmonis:
Tersampainya maksud dan tujuan untuk
meminta arahan pada atasan pekerjaan
mengindikasikan terjadinya hubungan yang
harmonis antara rekan kerja dan penulis
2.Meminta saran dan arahan 2. Saran, Arahan serta Kolaboratif
kepada mentor terkait masukan terkait Pada tahapan ini, penulis membangun
rancangan rancangan aktualisasi kerjasama dengan Senior melalui
aktualisasi pembahasan Bersama.
3. Meminta Persetujuan 3. Persetujuan Harmonis:
terkait rancangan aktualisasi mengenai rancangan Terjadinya kesepakatan antara mentor dan
aktualiasasi yang dibuat penulis mengenai persetujuan untuk
melakukan aktualisasi di kantor yang
mengindikasikan terjadinya hubungan yang
harmonis antara mentor dan penulis.
Mengumpulkan bahan 1. Mencari bahan 1. Dokumentasi Akuntabilitas Kontribusi terhadap visi Tahapan ini menguatkan
pembelajaran mandiri pembelajaran berupa berupa foto dan Pada tahap ini penulis melakukan “Menyelenggarakan pelayanan nilai semangat, gesit dan
terkait Standar Prosedur Materi, atau SOP Tentang catatan bahan apa pengumpulan bahan pembelajaran dengan rumah sakit yang komperhensif, profesional
Operasional Perawatan Perawatan Luka yang saja yang penuh tanggung jawab dan konsisten profesional dan bermutu.
Luka yang ada di RSUD Berlaku Di RSUD Cideres. dikumpulkan
Cideres. Berorientasi Pelayanan Kontribusi terhadap misi ke 2
Pada tahap ini penulis ingin meningkatkan Mengupayakan pengembangan
profesionalisme dengan menjadi pegawai kompetensi Sumber Daya
yang dapat diandalkan melalui rancangan Manusia melalui pendidikan
aktualisasi pelatihan berkesinambungan dan
terprogram serta peningkatan
2 2. Mengunduh file 2. Diperolehnya Loyal kesejahteraan seluruh pegawai.
mengenai materi perawatan dokumen yang Penulis memegang teguh aturan ataupun
luka berkaitan dengan Standar Prosedur Operasional Mengenai
Perawatan luka. Perawatan luka. Kontribusi terhadap tupoksi
Perawat.
3.Mempelajari bahan 3. Pemahaman dan Kompeten
pembelajaran yang telah pengetahuan Penulis mendapatkan banyak pengetahuan
dikumpulkan mengenai Proses dan pemahaman mengenai tata cara
perawatan luka Perawatan Luka
sesuai prosedur. Adaptif
Penulis mendapatkan pemahaman mengenai
prosedur tPerawatan Luka sesuai peraturan
Berkoordinasi dengan 1. Menyampaikan ide 1. Dokumentasi Harmonis: Kontribusi terhadap visi Tahapan ini menguatkan
3
rekan kerja yang dan gagasan mengenai berupa foto Tersampainya ide dan gagasan untuk “Menyelenggarakan pelayanan nilai semangat
27
28

berpengalaman (senior) Optimalisasi Perawatn Luka diskusi melakukan aktualisasi yang mengindikasikan rumah sakit yang komperhensif,
mengenai tata cara Sesuai Standar Prosedur terjadinya hubungan yang harmonis antara profesional dan bermutu.
Perawatan Luka Sesuai Operasional rekan kerja dan penulis
Standar Prosedur Kontribusi terhadap misi ke 2
Operasional. Kolaboratif Mengupayakan pengembangan
Pada tahapan ini, penulis membangun kompetensi Sumber Daya
kerjasama dengan Senior melalui Manusia melalui pendidikan
pembahasan Bersama. pelatihan berkesinambungan dan
terprogram serta peningkatan
2. Meminta penjelasan 2. Pemahaman Berorientasi pelayanan kesejahteraan seluruh pegawai. Tahapan ini menguatkan
mengenai tata cara mengenai alur Penulis berkomunikasi dengan penuh nilai inovatif dan
Perawatan Luka yang sesuai Tindakan Perawatan keramahan, senyum dan mendengarkan Kontribusi terhadap tupoksi profesionalisme
SOP Luka dengan baik terhadap apa yang dijelaskan Perawat.

Adaptif
Penulis bertindak proaktif dengan cara
meminta penjelasan mengenai tata cara
Perawatan Luka secara sopan

Kolaboratif
Penulis dan rekan saling bekerja sama dalam
menghadapi kesulitan kerja untuk
mencapai tujuan bersama

Harmonis:
Tersampainya maksud dan tujuan untuk
meminta penjelasan pada atasan pekerjaan
mengindikasikan terjadinya hubungan yang
harmonis antara rekan kerja dan penulis

3. Mendapatkan 3. Dokumen berbentuk Kompeten Tahapan ini menguatkan


pengetahuan dan format laporan serta Penulis mendapatkan pengetahuan dan nilai semangat dan amanah
pemahaman mengenai catatan mengenai wawasan baru bagaimana tata cara Peratawan
Tatacara Perawatan Luka saran dan masukan Luka
Sesuai SOP terhadap
pelaksanaan
perawatan luka

Merancang draf 1. Mengajukan Draf 1. Dokumen berbentuk Akuntabel Kontribusi terhadap visi Tahapan ini menguatkan
penyempurnaan SPO Pembaharuan SPO SPO Pada tahap ini penulis melakukan “Menyelenggarakan pelayanan nilai inovatif dan
4
perawatan luka pasca Terhadap Atasan Pembaharuan SPO dengan penuh tanggung rumah sakit yang komperhensif, profesionalisme
operasi yang sesuai jawab dan konsisten dengand ibuktikan profesional dan bermutu.

28
29

dengan kebutuhan adanya SPO yang telah diperbaharui


2. Meminta Persetujuan 2. Draf SPO telah di Akuntabel Kontribusi terhadap misi ke 2 Tahapan ini menguatkan
atasan atas draft SPO setujui dan di Penulis menjalankan tugas dengan jujur, Mengupayakan pengembangan nilai inovatif dan
yang telah diajukan tandatangani cermat dan bertanggung jawab terhadap kompetensi Sumber Daya profesionalisme
pekerjaan Manusia melalui pendidikan
pelatihan berkesinambungan dan
Kolaboratif terprogram serta peningkatan
Pada tahapan ini, penulis membangun kesejahteraan seluruh pegawai.
kerjasama dengan Atasan melalui
pembahasan Pengesahan SPO. Kontribusi terhadap tupoksi
Perawat.
Berorientasi Pelayanan
Pada tahap ini penulis ingin meningkatkan
profesionalisme dengan menjadi pegawai
yang dapat diandalkan melalui rancangan
aktualisasi

Menetapkan dan 1. Menghadap kepada 1. Dokumentasi Berupa Harmonis: Kontribusi terhadap visi Tahapan ini menguatkan
mengesahkan SPO atasan untuk SPO yang telah di Terjadinya kesepakatan antara atasan dan “Menyelenggarakan pelayanan nilai semangat, gesit dan
perawatan luka mengesahkan SPO yang setujui penulis mengenai persetujuan SPO rumah sakit yang komperhensif, profesional
telah di perbaharui Perawatan Luka profesional dan bermutu.

2. Memperbanyak SPO dan 2. Dokumen SPO Akuntabel Kontribusi terhadap misi ke 2 Tahapan ini menguatkan
Penulis menjalankan tugas dengan jujur, Mengupayakan pengembangan nilai semangat, gesit dan
Membuat Video tutorial Dan Video Tutorial
5 cermat dan bertanggung jawab terhadap kompetensi Sumber Daya
Perawatan Luka Sesuai pelaksanaan Perawatan profesional
SPO yang telah disahkan pekerjaan Manusia melalui pendidikan
pelatihan berkesinambungan dan
Berorientasi Pelayanan terprogram serta peningkatan
Pada tahap ini penulis ingin meningkatkan kesejahteraan seluruh pegawai.
profesionalisme dengan menjadi pegawai
yang dapat diandalkan melalui rancangan Kontribusi terhadap tupoksi
aktualisasi Perawat.
Uji coba penerapan 1. Menyiapkan format 1. Dokumentasi Akuntabel Kontribusi terhadap visi Tahapan ini menguatkan
SOP perawatan luka Pelaksanaan Perawatan berupa foto format Penulis menyiapkan dan memeriksa “Menyelenggarakan pelayanan nilai semangat dan amanah
pasca oprasi Luka laporan Tindakan dengan cermat dan bertanggung jawab rumah sakit yang komperhensif,
Perawatn Luka terhadap Pelaksanaan Perawatan Luka profesional dan bermutu.
6
2. Mengidentifikasi 2. Dokumentasi Akuntabel Kontribusi terhadap misi ke 2 Tahapan ini menguatkan
Tindakan perawatan berupa foto Penulis menjalankan tugas dengan jujur, Mengupayakan pengembangan nilai semangat, inovatif,
luka yang sesuai SOP Pelaksanaan cermat dan bertanggung jawab terhadap kompetensi Sumber Daya gesit dan profesionalisme
pekerjaan Manusia melalui pendidikan

29
30

Perawatan Luka pelatihan berkesinambungan dan


Kompeten terprogram serta peningkatan
Penulis berusaha meningkatkan kompetensi kesejahteraan seluruh pegawai.
diri dengan Menyesuaikan dengan SOP
Adaptif Kontribusi terhadap tupoksi
Penulis melakukan penyesuaian diri terhadap Perawat..
tata cara Perawatan Luka
3. Mencetak SOP 3. Berkas SOP Kompeten Tahapan ini menguatkan
Perawatan Luka Perawatan luka Penulis berusaha melaksanakan tugas dengan nilai gesit, amanah, dan
kualitas terbaik dengan mencetak hasil profesionalisme
pekerjaan
Akuntabel
Penulis bertanggung jawab terhadap apa
yang telah dihasilkan dalam pekerjaan
Berorientasi Pelayanan
Pada tahap ini penulis ingin meningkatkan
profesionalisme dengan menjadi pegawai
yang dapat diandalkan melalui rancangan
aktualisasi
Melakukan evaluasi dan 1. Meminta izin kepada 1. Dokumentasi berupa Harmonis: Kontribusi terhadap visi Tahapan ini menguatkan
perbaikan terhadap mentor dan kepala ruangan foto Tersampainya maksud dan tujuan untuk “Menyelenggarakan pelayanan nilai semangat, inovatif,
tindakan perawatan Luka untuk melakukan review meminta review dan evaluasi pekerjaan rumah sakit yang komperhensif, gesit dan profesionalisme
yang tidak sesui dengan dan evaluasi terhadap hasil mengindikasikan terjadinya hubungan yang profesional dan bermutu.
Standar Prosedur pekerjaan harmonis antara rekan kerja dan penulis
Operasiolan. (membuat Kolaboratif Kontribusi terhadap misi ke 2
Checklist) Penulis dan rekan saling bekerja sama dalam Mengupayakan pengembangan
pencapaian Tindakan Perawatan luka yang kompetensi Sumber Daya
baik demi tujuan bersama Manusia melalui pendidikan
Akuntabel pelatihan berkesinambungan dan
Penulis bertanggung jawab terhadap terprogram serta peningkatan
7 kesalahan di dalam pekerjaan kesejahteraan seluruh pegawai.
2. Melakukan evaluasi 2. Dokumentasi berupa Kompeten Tahapan ini menguatkan
dan koreksi atas pekerjaan foto pelaksanaan Penulis mendapatkan pemahaman dan Kontribusi terhadap tupoksi nilai semangat, gesit,
yang salah Tindakan Perawatan pengetahuan baru mengenai kesalahan dalam Perawat. amanah, dan
Luka pelaksanaan tindakan profesionalisme

Adaptif
Penulis melakukan penyesuaian terhadap
tindakan perawatn luka yang salah
3. Membuat Laporan 3. Berkas laporan telah Kompeten Tahapan ini menguatkan
hasil tendakan perawatan di kerjakan Penulis berusaha melaksanakan tugas dengan nilai gesit, amanah dan
Luka kualitas terbaik dengan mencetak kembali profesionalisme

30
31

hasil pekerjaan yang sudah di koreksi


Akuntabel
Penulis bertanggung jawab terhadap
kesalahan di dalam pekerjaan
Penyusunan Laporan 1. Menyusun draft awal 1. Draft awal laporan Kompeten Kontribusi terhadap visi Tahapan ini menguatkan
Akhir Aktualisasi. laporan akhir aktualisasi aktualisasi Penulis memberikan seluruh kemampuan “Menyelenggarakan pelayanan nilai semangat, gesit,
penulis dalam menyusun draft awal rumah sakit yang komperhensif, Amanah dan profisonalisme
laporan aktualisasi profesional dan bermutu.

Akuntabel Kontribusi terhadap misi ke 2


Penulis bertanggung jawab terhadap Mengupayakan pengembangan
kesalahan di dalam pekerjaan kompetensi Sumber Daya
2. Melakukan konsultasi 2. Foto bukti konsultasi Kolaboratif Manusia melalui pendidikan
kepada mentor terkait dan hasil kosultasi Pada tahapan ini, penulis membangun pelatihan berkesinambungan dan
laporan akhir aktualisasi kerjasamadengan mentor melalui terprogram serta peningkatan
kesejahteraan seluruh pegawai.
pembahasan bersama mengenai laporan akhir
aktualisasi Kontribusi terhadap tupoksi
Harmonis: Perawat.
8 Pada tahap ini penulis dan mentor menjalin
hubungan yang harmonis dengan interaksi
dan komunikasi yang baik.
3. Melakukan konsultasi 3. Foto bukti konsultasi Kolaboratif
kepada coach terkait dan hasil kosultasi Pada tahapan ini, penulis membangun
laporan aktualisasi kerjasama dengan coach melalui pembahasan
bersama mengenai laporan akhir aktualisasi
Harmonis:
Pada tahap ini penulis dan mentor menjalin
hubungan yang harmonis dengan interaksi
dan komunikasi yang baik.
4. Melakukan revisi laporan 4. Laporan akhir Kompeten
akhir aktualisasi aktualisasi Penulis memberikan seluruh kemampuan
untuk melaksanakan tugas menyusun laporan
akhir aktualisasi dengan penuh
tanggung jawab

31
32

3.7 Matrik Rekapitulasi Rencana Habituasi Core Value ASN BerAKHLAK

Kegiatan Jumlah
Aktualisasi
Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Ke-5 Ke-6 Ke-7 Ke-8 per
No Mata Pelatihan MP
1. Berorientasi Pelayanan 1 1 1 1 1 1 0 0 6
2. Akuntabel 1 1 1 2 0 2 2 2 11
3. Kompeten 0 1 1 0 0 2 2 2 8
4. Harmonis 1 1 2 0 1 0 1 1 7
5 Loyal 0 1 0 0 0 0 0 0 1
6. Adaptif 0 1 1 0 1 1 1 1 6
7. Kolaboratif 1 0 2 2 0 0 1 1 7
4 4 6 8 5 3 6 7 7

3.8 Tabel Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi

No KEGIATAN Juli Agustus

I II III IV II II

1. Melakukan konsultasi
dengan mentor terkait
kegiatan aktualisasi;
2. Mengumpulkan bahan
pembelajaran mandiri
terkait Standar Prosedur
Operasional Perawatan
Luka yang ada di RSUD
Cideres.
3. Berkoordinasi dengan
rekan kerja yang
berpengalaman (senior)
mengenai tata cara
Perawatan Luka Sesuai

32
33

Standar Prosedur
Operasional.
4. Merancang draf
penyempurnaan SOP
perawatan luka pasca
operasi yang sesuai
dengan kebutuhan
5 Menetapkan dan
mengesahkan SPO
perawatan luka
6 Uji coba penerapan SOP
perawatan luka pasca
oprasi
7 Melakukan evaluasi dan
perbaikan terhadap
tindakan perawatan Luka
yang tidak sesui dengan
Standar Prosedur
Operasiolan. (membuat
Checklist)
8 Penyusunan Laporan
Akhir Aktualisasi.

33
34

3.9 Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi


Waktu Kegiatan
No Keguatan Juli 2022 Agustus 2022
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6
1. Melakukan
konsultasi dengan
mentor terkait kegiatan
aktualisasi;
2. Mengumpulkan bahan
pembelajaran mandiri
terkait Standar
Prosedur Operasional
Perawatan Luka yang
ada di RSUD Cideres.
3. Berkoordinasi dengan
rekan kerja yang
berpengalaman
(senior) mengenai tata
cara Perawatan Luka
Sesuai Standar
Prosedur Operasional.
4. Merancang draf
penyempurnaan
SOP perawatan luka
pasca operasi yang
sesuai dengan
kebutuhan
Menetapkan dan
5 mengesahkan SPO
perawatan luka
Uji coba penerapan
6 SOP perawatan luka
pasca oprasi
Melakukan evaluasi
dan perbaikan
terhadap tindakan
perawatan Luka yang
7 tidak sesui dengan
Standar Prosedur
Operasiolan.
(membuat Checklist)
Penyusunan Laporan
8 Akhir Aktualisasi.

34
35

35
BAB IV
PENUTUP
Rancangan aktualisasi ini disusun berdasarkan isu yang terjadi pada
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi ditempat kerja, sesuai dengan identifikasi isu
yang terpilih berdasarkan skala prioritas juga dicari penyebab dan akibat dari
munculnya isu tersebut yang dapat menghambat pada kinerja organisasi ditempat
penulis bekerja.
Berdasarkan isu tersebut penulis mencoba memilih gagasan kreatif dan
inovatif sesuai dengan kesenjangan yang terjadi dalam organisasi, penulis berharap
gagasan ini dapat bermanfaat kepada semua stakeholder internal maupun eksternal
dengan tujuan meningkatkan kinerja pelayanan khususnya dalam asuhan keperawatan.

35
REFERENSI
Peraturan :
Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara No. 1 tahun 2021 tentang Pelatihan
Dasar.
Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 20 Tahun 2021 tentang Implementasi Core Values dan Employer
Branding Aparatur Sipil Negara.
Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 82 tahun 2020 tentang Kedudukan dan
Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat.

Buku :
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Adaptif: Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Handoko, Ramah. 2021. Modul Akuntabel. Jakarta Pusat: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Jalis, Ahmad. 2021. Modul Kompeten. Jakarta Pusat: Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.
Mirdin, Andi A. 2021. Modul Berorientasi Pelayanan. Jakarta Pusat: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Rahmanendra, Dwi. 2021. Modul Loyal. Jakarta Pusat: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Harmonis: Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Sejati, Tri Atmojo. 2021. Modul Kolaboratif. Jakarta Pusat: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS: Analisis
Isu Kontemporer. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.

36
37

Lembaga Administrasi Negara. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS:


Manajemen Aparatur Sipil Negara. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
Tim Pokja Pedoman SPO Keperawatan DPP PPNI.2021. Pedoman Standar Prosedur
Operasional Keperawatan. Jakarta. Dewan Pengurus Pusat PPNI