Anda di halaman 1dari 46

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

INDIKATOR NASIONAL MUTU


LABORATORIUM

drg. Trihardini S.A, MKM


Balikpapan, 5 Juni 2022
Arah Kebijakan RPJMN 2020-2024
Meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama penguatan pelayanan kesehatan
dasar (Primary Health Care) dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif, didukung inovasi dan
pemanfaatan teknologi, melalui

Peningkatan kesehatan Percepatan perbaikan Peningkatan Pembudayaan Penguatan sistem


ibu, anak, keluarga gizi masyarakat pengendalian penyakit perilaku hidup sehat kesehatan dan
berencana (KB) dan melalui Gerakan pengawasan obat dan
kesehatan Masyarakat Hidup makanan
reproduksi, Sehat

• Angka kematian ibu (per 100.000 • Prevalensi stunting balita (%) • Insidensi TB (per 100.000 • Merokok usia 10-18 • Fasilitas kesehatan tingkat
KH) • Prevalensi wasting balita (%) penduduk) tahun (%) pertama terakreditasi (%)
• Angka kematian bayi (per 1.000 • Insidensi HIV (per 1000 • Obesitas usia >18 • RS terakreditasi (%)
KH) penduduk yang tidak tahun (%) • Puskesmas dengan jenis
• Angka kematian neonatal (per terinfeksi HIV) • Jumlah kab/kota sehat tenaga kesehatan sesuai
1.000 KH) • Eliminasi malaria (Kab/Kota) standar (%)
• Imunisasi dasar lengkap pada anak • Puskesmas tanpa dokter (%)
usia12-23 bulan (%) • Puskesmas dengan
ketersediaan obat esensial
(%)

2
Transformasi Sistem Kesehatan

Visi
Sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan
berkeadilan

Outcome Meningkatkankesehatan Memperkuat sistem


Mempercepatperbaikan Memperbaiki Gerakan kesehatan & pengendalian
RPJMN ibu, anak, keluarga
gizi masyarakat pengendalian Masyarakat Hidup obat dan makanan
bidang berencana dan kesehatan
penyakit Sehat (GERMAS)
kesehatan reproduksi

1 Transformasi layanan 2 Transformasi 3 Transformasi sistem


layanan rujukan ketahanan kesehatan
primer

a b c d a b
Edukasi Pencegahan Pencegahan Meningkatkan Meningkatkan akses Meningkatkan Memperkuat
6 penduduk dan mutu layanan ketahanan sekt ketahanan
primer sekunder kapasitas
kategori dan sekunder &tersier or farmasi & tanggap
utama 7 kampanye utama: Penambahan Skrining 14 penyakit alat kesehatan darurat
imunisasi, gizi imunisasi rutin penyebab kematian
kapabilitas Pembangunan RS di Kawasan
layanan Timur,jejaring pengampuan 6
seimbang, olah raga, menjadi 14 antigen tertinggi di tiap sasaran layanan unggulan, kemitraan
Produksi dalam negeri Jejaring nasional
anti rokok, sanitasi & dan perluasan usia, skrining stunting, & primer 14 vaksin rutin, top 10 surveilans berbasis lab,
dengan world’s top healthcare
kebersihan lingkungan, cakupan di seluruh peningkatan ANC untuk obat, top 10 alkes by tenaga cadangan
Pembangunan Puskesmas centers.
skrining penyakit, Indonesia. kesehatan ibu & bayi. di 171 kec., penyediaan 40
volume & by value. tanggap darurat, table
kepatuhan pengobatan obat esensial, pemenuhan top exercise
SDM kesehatan primer kesiapsiagaan krisis.

Transformasi Transformasi teknologi


4 Transformasi sistem 5 6 kesehatan
pembiayaan kesehatan SDM Kesehatan
Regulasi pembiayaan kesehatan dengan 3 tujuan: Pengembangan dan pemanfaatan teknologi, digitalisasi,
Penambahan kuota mahasiswa beasiswa
tersedia, cukup, dan berkelanjutan; alokasi yang adil; dan dan bioteknologi di sektor kesehatan.
dalam negeri dan
pemanfaatan yang efektif dan efisien.
kemudahan lulusan nakes luar negeri

3
STRATEGI PENINGKATAN MUTU
TAHUN 2020 - 2024

Pemerataan Fasyankes
Terlaksananya
dasar dan rujukan yang
bermutu melalui intervensi akreditasi Fasyankes
peningkatan mutu yang merata

Meningkatkan
pemerataan
pelayanan Penyempurnaan sistem akreditasi
kesehatan (Standar dan Instrumen Akreditasi,
Sistem Informasi, Penyelenggaraan
dasar dan
Survei)
Terlaksananya
rujukan yang pengukuran mutu
bermutu bagi pelayanan kesehatan
masyarakat
di fasyankes
Penguatan Sistem Manajemen
Mutu (registrasi, lisensi,
sertifikasi)

4
4
AKREDITASI PADA MASA PANDEMI
SE MENKES : 133 TAHUN 2022
18 FEBRUARI 2022

Pengganti SE Menkes No 455 thn 2020

Akreditasi Faskes pelaksanaannya disesuaikan


dengan kondisi pandemic di daerah : Daring
dan/atau Luring

Surat Pernyataan Komitmen dan Sertifikat


Akreditasi dinyatakan masih berlaku 1 tahun
terhitung SE ditetapkan

Surat Pernyataan Komitmen masih dapat


dipergunakan untuk persyaratan kerjasama dengan
BPJS sampai 1 tahun setelah SE ditetapkan
SE MENKES SE MENKES

(DICABUT) 5
RANCANGAN MUTU
TRANSFORMASI TRANSFORMASI AKREDITASI
DAN AKREDITASI LABORATORIUM
PENYEMPURNAAN STANDAR AKREDITASI
LABORATORIUM DITETAPKAN OLEH KEMENKES

PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI MEMBUAT KURIKULUM PELATIHAN CALON


(APLIKASI) DALAM PELAPORAN PENGUKURAN SURVEIOR DAN SURVEIOR DENGAN
INDIKATOR NASIONAL MUTU DAN INSIDEN MENGGUNAKAN STANDAR AKREDITASI BARU
KESELAMATAN PASIEN DI LABORATORIUM

TRANSFORMASI PELATIHAN CALON SURVEIOR DAN


PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI
AKREDITASI SURVEIOR DENGAN MENGGUNAKAN
DALAM PENYELENGGARAAN SURVEI
LABORATORIUM STANDAR AKREDITASI BARU
AKREDITASI LABORATORIUM

MONITORING TERHADAP PELAPORAN PENETAPAN BIAYA SURVEI


SELF ASSESSMENT DALAM AKREDITASI OLEH KEMENKES
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
KAPASITAS LABORATORIUM .
PEMERIKSA COVID-19
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN OLEH DINAS
KESEHATAN KAB/KOTA/PROVINSITERHADAP PELAPORAN
MUTU (INM & IKP) SERTA PENYELENGGARAAN
AKREDITASI LABORATORIUM
6
Indikator Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan

IKP
• % Faskes Rujukan yang Indikator Kinerja Program
terakreditasi DitJen Yankes • % Kepuasan Pasien
• % Faskes Rujukan yang di Faskes Rujukan
• % Faskes rujukan RPJMN 2020-2024
mencapai target INM • Target 2024 : 100%
yang memenuhi
• % Faskes Rujukan yang standar mutu ❑ 100% RS
melaporkan IKP pelayanan TERAKREDITASI
• Target 2024 : 100% • Target 2024 : 100% ISS
❑ 100% FKTP
Indikator Sasaran
Strategis Dit Jen TERAKREDITASI
IKK
Indikator Kinerja Kegiatan Yankes
Dit MPK

Faskes Rujukan : RS, Klinik Utama, Laboratorium dan UTD


7 7
13 INDIKATOR DI RS
Intervensi 6 INDIKATOR DI Puskesmas
Peningkatan 7 INDIKATOR DI LABKES
Mutu 7 INDIKATOR DI UTD
FASYANKES 4 INDIKATOR DI KLINIK

4 INDIKATOR DI TPMD
REGISTRASI &
LISENSI
INDIKATOR PELAPORAN
MUTU IKP
FASYANKES

Sarana

Prasarana
TATA KELOLA DAN PENILAIAN
Alat Kesehatan KEPEMIMPINAN AKREDITASI
Sumber Daya
Kesehatan

8
DIMENSI / KARAKTER MUTU
PELAYANAN KESEHATAN

Aman

Terintegrasi Efektif
Tingkat Pelayanan yang dapat
meningkatkan outcome yang diharapkan,
sesuai standar pelayanan,
Dimensi
perkembangan ilmu, hak pasien dan
Mutu
Berorientasi
pada Efisien
keterlibatan pasien dan masyarakat
Pasien

Tepat
Adil Waktu

9
REGULASI TERKAIT MUTU DAN AKREDITASI
LABORATORIUM KESEHATAN & UTD
KEPMENKES HK.01.07/MENKES
KMK 1267 TAHUN PERMENKES 658 /405 TAHUN 2020 TENTANG JEJ
2004 TENTANG TAHUN 2009 TENTANG PERMENKES 27 TAHUN ARING LABKES KEPMENKES HK.01.07/MENKES
STANDAR JEJARING LAB 2017 TENTANG PEDOM /4642 TAHUN 2021 PENYELENG
PELAYANAN KMK 605 DIAGNOSIS PENYAKIT AN PPI DI FASYANKES GARAAN LABKES COVID
LABORATORIUM TAHUN 2008 INFEKSI NEW PP 47 TAHUN 2016 TENTAN
DINAS TENTANG EMERGING DAN RE G FASYANKES RPMK AKREDTASI
KESEHATAN STANDAR EMERGING KEPMENKES PUSKESMAS, KLINIK,
KAB/KOTA BALAI HK.01.07/MENKES/214 TAHUN LABKES , DAN UTD
LABORATORIU PERMENKES 54 TAHUN 2020 TENTANG JEJARING LAB
KEPMENKES
2015 TENTANG PENGUJIAN PEMERIKSA CORONA VIRUS KEPDIRJEN
M KESEHATAN 1435 TAHUN
DAN BBLK 2011 TENTANG DAN KALIBRASI ALAT HK.02.02/I/1404/2021
KALK KESEHATAN PERMENKES 11 TAHUN 2017 T TENTANG JUKNIS
ENTANG KESELAMATAN PASI PEMANTAUAN DAN RKMK STANDAR
EN EVALUASI KESIAPAN AKREDTASI LABKES ,
LAB PEMERIKSA DAN UTD
COVID

2010 2013 2016


2003 2008 2020

RPMK & RPP

2015 2017 2021


2004 2009 2011
2022
SE HK.02.01/MENKES/234 T
PMK 14 TAHUN 2021
KMK 298 TAHU PERMENK AHUN 2020 TENTANG PEDO
TENTANG STANDAR
N 2008 TENTAN ES 411 MAN PEMERIKSAAN UJI RT-
KEGIATAN USAHA
G PEDOMAN A TAHUN PERMENPAN 14 TAHUPCR BAGI LAB DI LINGK. RS DAN PRODUK PADA
KREDITASI LAB PERMENKES 43 TAHU N 2017 TENTANG SURDAN LAB LAIN YANG MELAK PENYELENGGARAAN
2010
KEPMENKES 364 N 2013 TENTANG CAR VEI KEPUASAN UNIT PUKAN PEMERIKSAAN COVI
TAHUN 2003 ORATORIUM TENTANG D
PERIZINAN
A PENYELENGGARAA ENYELENGGARA PEL BERUSAHA RPMK INM RUMAH SAKIT,
TENTANG KMK 835 TAHUN LAB KLINIK N LAB KLINIK YANG BA
AYANAN PUBLIK BERBASIS RESIKO PUSKESMAS, KLINIK,
LABORATORIUM 2009 TENTANG IK SEKTOR KESEHATAN LABKES , DAN UTD
KESEHATAN
PEDOMAN SE HK.02.01/MENKES/455/2
KEPMENKES HK.02.0
KESELAMATAN 020 TENTANG PERIZINAN D
2/MENKES/400/2016 T RPP STANDAR MUTU
DAN KEAMANAN AN AKREDITASI FASYANKE
ENTANG BBLK SEBA S DAN PENETAPAN RS PEN
SE HK.02.02/III/997 PELAYANAN KESEHATAN
LAB
GAI PENYELENGGAR TAHUN 2021 TENT
MIKROBIOLOGI DIDIKAN PADA MASA PAND 10
A PME TINGKAT NASI EMI COVID ANG REGISTRASI
DAN BIOMEDIK
ONAL LAB KES
ASPEK YURIDIS PENGUKURAN INM

RANCANGAN PERATURAN MENTERI


KESEHATAN RI Tentang Indikator Nasional
Mutu Pelayanan Kesehatan Tempat Praktik
Pandiri Dokter Dan Dokter Gigi, Klinik,
Pusat Kesehatan Masyarakat, Rumah
Sakit, Laboratorium Kesehatan Dan Unit
Transfusi Darah

11
PELAPORAN
INDIKATOR NASIONAL MUTU

12
INDIKATOR NASIONAL MUTU
Tolok ukur yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan mutu pelayanan
kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan

kepentingan
Untuk menilai apakah transparansi publik
upaya yang telah
dilakukan dapat
meningkatkan keluaran
pelayanan kesehatan;

Memberikan umpan
balik kepada fasyankes
Untuk pembelajaran
menggunakan praktik terbaik
yang diperoleh melalui
proses kaji banding 13
INDIKATOR NASIONAL MUTU
INM Rumah Sakit
Puskesmas, TPMD, Klinik,
RS, Laboratorium Kesehatan
INM Puskesmas dan Unit Transfusi Darah.

INM Laboratorium RUANG Dinas Kesehatan


LINGKUP SASARAN Kabupaten/ Kota
INM Klinik Pratama
Dinas Kesehatan Provinsi
INM UTD

INM TPMD Kementerian Kesehatan

Memberikan acuan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan FASYANKES dalam melakukan
pengukuran dan evaluasi mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan indikator yang ditetapkan.
Fasilitas Pelayanan kesehatan wajib melakukan pengukuran dan evaluasi mutu pelayanan
kesehatan sesuai dengan indikator mutu.
Pengukuran Indikator Mutu dilakukan dengan mengacu pada profil Indikator Mutu 14
PENGUKURAN INDIKATOR NASIONAL MUTU (INM)
LABORATORIUM PERIODE 2021
JUMLAH PELAPORAN INM LABORATORIUM DARI JUMLAH PELAPORAN INM LABORATORIUM DARI JANUARI – DESEMBER
JANUARI - DESEMBER 2021 2021 BERDASARKAN SEBARAN PROVINSI
Laboratroium Laboratorium
yang belum yang sudah 42
34
melapor melapor 27
1340 (86%) 223 (14%)

8 6 5 6 9
4 6 7 3 5 3 4 5 5 2 3 6 4 4 2
1 1
7 5
1 2 2 3 0 1
0

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengukuran INM Lab :


• Menyampaikan surat pemberitahuan pengukuran INM
• Sosialisasi secara daring di 3 regional Indonesia sebanyak 2 kali yang dihadiri 1177 peserta Capaian Indikator Nasional Mutu Periode Januari –
• Live streaming youtube sosialisasi INM untuk panduan pengisian INM Desember 2021
• Sosialisasi secara offline di ± 35 laboratorium
• Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi 100
80
Kendala yang dihadapi melakukan pengukuran INM Lab : 60
• Kurangnya SDM terampil yang dapat mengoperasionalkan aplikasi web INM 40
20
• Terdapat 221 lab terkendala kode username untuk login pada aplikasi web 0
• Keharusan untuk melakukan registrasi fasyankes terlebih dahulu untuk mendapatkan kode
username
• Jaringan internet yang kurang memadai
• Aplikasi web INM yang masih sering berubah karena perbaikan sistem
• Pemahaman SDM yang masih kurang dalam melakukan pengukuran INM Lab
• Kurangnya peran serta aktif dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/Kota 15
Update 24 Januari /11 Februari 2022
PENGUKURAN INDIKATOR NASIONAL MUTU (INM)
LABORATORIUM PERIODE 2022

16
PROFIL INDIKATOR
Judul Judul singkat yang spesifik mengenai indikator apa yang akan diukur tanpa
menyebutkan satuan pengukuran.
Dasar Pemikiran Dasar pemilihan indikator, yang berasal dari ketentuan peraturan, literatur, data,
analisis situasi.
Dimensi Mutu Prinsip atau tujuan prioritas dalam memberikan pelayanan, meliputi keselamatan
pasien (safe), efektif (effective), efisien (efficient), berorientasi kepada pasien
(people-centred), tepat-waktu (timely), adil (Equitable) dan terintegrasi
(Integrated)
Tujuan Hasil yang ingin dicapai dengan melakukan indikator mutu
Definisi Operasional Batasan pengertian yang dijadikan pedoman dalam melakukan pengukuran
indikator untuk menghindari kerancuan
Tipe Indikator Input, Proses, Output, Outcome

Satuan Pengukuran Standar atau dasar ukuran yang digunakan


Numerator Jumlah subjek atau kondisi yang ingin diukur dalam populasi atau sampel yang
memiliki karakteristik tertentu
Denumerator Semua peluang yang ingin diukur dalam populasi atau sampel
Target Pencapaian Sasaran yang telah ditetapkan untuk dicapai
17
PROFIL INDIKATOR
Kriteria Inklusi, Eksklusi
Formula Rumus untuk menghasilkan nilai indikator

Desain Pengumpulan Data Retrospektif, Concurrent (Survei harian)


Sumber Data Asal data yang diukur (Data Primer, Data Sekunder)
Instrumen Pengambilan Data Alat atau tools atau formulir yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Besar Sampel Jumlah data yang harus dikumpulkan agar pengukuran menjadi representatif.
Menyesuaikan kaidah statistik
Frekuensi Pengumpulan Data Kekerapan pengumpulan data

Periode Pelaporan Data Kurun waktu yang ditetapkan untuk melaporkan data
Periode Analisa Data Kurun waktu yang ditetapkan untuk melakukan analisis data
Penyajian Data Cara menampilkan data
Penanggung Jawab Petugas yang bertanggung jawab untuk mengakomodir upaya pencapaian
target yang ditetapkan.
18
• Kepatuhan Kebersihan Tangan
1

• Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri


2
INDIKATOR
• Kepatuhan Identifikasi Pasien/Spesimen/Sampel
NASIONAL MUTU 3
(INM)
• Kepatuhan Pelaporan Hasil Kritis
PELAYANAN 4
KESEHATAN
• Kejadian Sampel/Spesimen Yang Hilang
DI LABORATORIUM 5
KESEHATAN
• Pengulangan Hasil Pemeriksaan
6

• Kepuasan Pasien
7

19
1. KEPATUHAN KEBERSIHAN TANGAN
Kebersihan tangan dilakukan dengan
INDIKASI
TARGET ≥ 85% mencuci tangan menggunakan sabun dan
✓ Sebelum kontak dengan pasien
air mengalir bila tangan kotor atau terkena
✓ Sesudah kontak dengan pasien
cairan tubuh, atau menggunakan alkohol
✓ Sebelum melakukan prosedur aseptik
(alcohol-based handrubs) bila tangan tidak
✓ Setelah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien
tampak kotor
✓ Setelah bersentuhan dengan lingkungan pasien

Kebersihan tangan yang benar dilakukan


sesuai dengan 5 indikasi (Five moments) Periode pengamatan adalah kurun waktu
dan 6 Langkah menurut WHO yang digunakan untuk mendapatkan
minimal 200 peluang dalam kebersihan
tangan dalam satu bulan

Penilaian kepatuhan kebersihan tangan


adalah penilaian kepatuhan terhadap Jumlah pemberi pelayanan yang
petugas yang melakukan kebersihan diobservasi pada waktu observasi tidak
tangan dengan benar boleh lebih dari 3 orang agar dapat
mencatat semua indikasi kegiatan yang
dilakukan.
20
1.Kepatuhan Kebersihan Tangan

Numerator Denumerator Inklusi Eksklusi

Jumlah total Seluruh peluang


Jumlah tindakan
peluang kebersihan yang dimiliki oleh
kebersihan tangan Tidak ada
tangan yang petugas yang
yang dilakukan
seharusnya terindikasi
dilakukan dalam melakukan
periode pengamatan kebersihan tangan

Jumlah Tindakan kebersihan tangan yang dilakukan


X 100 %
FORMULA Jumlah total peluang kebersihan tangan yang seharusnya dilakukan dalam periode pengamatan

21
1. KEPATUHAN KEBERSIHAN TANGAN

Instrumen Sumber Target


Periode Metode Pengambilan
Besar Data
Pelaporan & Pengumpulan Data
Sampel Data
Analisis

85%
Hasil
Formulir
Observasi
Dilakukan melalui Kepatuhan
Observasi harian Kebersihan
Bulanan, Tangan
Minimal Triwulanan,
200 peluang Tahunan

22
2. KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

APD ✓Kepatuhan penggunaan APD adalah


TUJUAN
kepatuhan petugas dalam
menggunakan APD dengan tepat • Mengukur kepatuhan
sesuai dengan indikasi ketika petugas Laboratorium
melakukan tindakan yang dalam menggunakan
memungkinkan tubuh atau membran APD
mukosa terkena atau terpercik darah • Menjamin keselamatan
atau cairan tubuh atau cairan infeksius petugas dan pengguna
lainnya berdasarkan jenis risiko layanan dengan cara
transmisi (kontak, droplet dan airborne) mengurangi risiko
infeksi
✓Penilaian kepatuhan penggunaan APD
adalah penilaian terhadap petugas
dalam menggunakan APD sesuai
indikasi dengan tepat saat memberikan
pelayanan kesehatan pada periode
observasi 23
2. Kepatuhan Penggunaan APD

Numerator Denumerator Inklusi Eksklusi

Jumlah petugas yang Jumlah seluruh petugas Semua petugas yang


patuh menggunakan APD yang terindikasi mengg terindikasi
sesuai indikasi dalam peri unakan APD dalam peri menggunakan APD Tidak ada
ode observasi ode observasi

Jumlah petugas yang patuh menggunakan APD sesuai indikasi


dalam periode observasi
FORMULA X 100 %
Jumlah seluruh petugas yang terindikasi menggunakan
APD dalam periode observasi
24
2. Kepatuhan Penggunaan APD

Instrumen Sumber Target


Metode
Pengambilan
Besar Periode Pengumpulan Data
Data
Sampel Pelaporan & Data
Analisis

100%
Hasil
Formulir
Observasi
Dilakukan melalui Kepatuhan
Observasi Penggunaan
Bulanan, harian/concurrent APD
• Total sampel (apabila Triwulanan,
jumlah populasi ≤ 30) Tahunan

• Rumus Slovin (apabila


jumlah populasi > 30)
25
3. Kepatuhan Identifikasi Pasien

Pemberi pelayanan melakukan identifikasi pasien secara benar


pada setiap keadaan terkait tindakan intervensi pasien yaitu
pengambilan specimen dan penyerahan hasil

Identifikasi dapat dilakukan dengan memilih dua di antara data


pasien seperti nama lengkap, tanggal lahir, NIK, nomor registrasi,
sesuai dengan regulasi yang ditetapkan laboratorium kesehatan

Identifikasi dilakukan dengan cara visual dan atau verbal


(lisan)

Identifikasi pasien dianggap benar jika pemberi


pelayanan melakukan identifikasi seluruh tindakan
intervensi yang dilakukan dengan benar.
26
3. Kepatuhan Identifikasi Pasien

Numerator Denumerator Inklusi Eksklusi

Jumlah pemberi pelayanan Jumlah pemberi pelaya Semua pemberi pelaya


yang melakukan identifikasi nan yang diobservasi nan yang memberikan Tidak ada
pasien secara benar dalam dalam periode pelayanan kesehatan
periode observasi observasi

Jumlah pemberi pelayanan yang melakukan identifikasi pasien secara


benar dalam periode observasi
FORMULA X 100 %
Jumlah pemberi pelayanan yang diobservasi dalam
periode observasi 27
3. Kepatuhan Identifikasi Pasien

Instrumen Sumber Target


Metode
Pengambilan
Besar Periode Pengumpulan Data
Data
Sampel Pelaporan & Data
Analisis

100%
Hasil
Formulir
Observasi
Dilakukan melalui Kepatuhan
Observasi harian Identifikasi
Bulanan, Pasien
• Dihitung berdasarkan
Triwulanan,
jumlah petugas yg
Tahunan
melakukan identifikasi
• Total sampel (apabila
jumlah populasi ≤ 30)
• Rumus Slovin (apabila 28
jumlah populasi > 30)
4. Kepatuhan Pelaporan Hasil Kritis

• Hasil kritis adalah hasil pemeriksaan yang termasuk


kategori kritis sesuai kebijakan Laboratorium dan
rekomendasi organisasi profesi dan memerlukan
penatalaksanaan segera

• Hasil kritis harus dilaporkan kepada dokter/pihak Hasil


pengirim. kritis

• Hasil kritis sudah diterima oleh dokter/pihak pengirim


paling lama 30 menit sejak petugas mengetahui adanya
hasil pemeriksaan yang tergolong kritis.

• Jika dokter tidak dapat dihubungi, maka petugas


laboratorium harus menghubungi pasien/keluarga
dan menginformasikan bahwa hasil pemeriksaan telah
selesai dan harus segera disampaikan kepada dokter
pengirim. 29
4. Kepatuhan Pelaporan Hasil Kritis

Numerator Denumerator Inklusi Eksklusi

Jumlah hasil kritis labor Jumlah hasil kritis lab Seluruh laporan hasil
atorium yang dilaporkan oratorium yang diobs pemeriksaan dengan Tidak ada
≤ 30 menit ervasi hasil kritis

Jumlah hasil kritis laboratorium yang dilaporkan ≤ 30 menit


FORMULA X 100%
Jumlah hasil kritis laboratorium yang diobservasi
30
4. Kepatuhan Pelaporan Hasil Kritis

Instrumen Sumber Target


Metode
Pengambilan
Besar Periode Pengumpulan Data
Data
Sampel Pelaporan & Data
Analisis

Laporan 100%
Formulir hasil nilai
Data dikumpulkan laporan hasil
secara retrospektif kritis
kritis
Bulanan,
• Total sampel (apabila Triwulanan,
jumlah populasi ≤ 30) Tahunan

• Rumus Slovin (apabila


jumlah populasi > 30)
31
5. Kejadian Sampel/Spesimen Hilang

Definisi Operasional

Kejadian sampel/spesimen
hilang adalah tidak
tersedianya sampel/spesimen
yang telah diterima pada saat
akan dilakukan pemeriksaan
oleh petugas

32
5. Kejadian Sampel/Spesimen Hilang

Numerator Denumerator Inklusi Eksklusi

Jumlah sampel/ Jumlah seluruh


Seluruh
spesimen yang sampel yang Tidak ada
sampel/spesimen
hilang diperiksa

Jumlah sampel/spesimen yang hilang x 100 %


FORMULA Jumlah seluruh sampel yang diperiksa
33
5. Kejadian Sampel/Spesimen Hilang

Instrumen Sumber Target


Metode
Periode Pengambilan Data
Besar Pelaporan &
Pengumpulan
Data
Sampel Data
Analisis

0
Laporan kejadian
Formulir kejadian sampel/spesimen
Data dikumpulkan sampel/spesimen yang hilang
secara retrospektif yang hilang
Bulanan,
• Total sampel (apabila
Triwulanan,
jumlah populasi ≤ 30)
Tahunan
• Rumus Slovin (apabila
jumlah populasi > 30)

34
6. Pengulangan Hasil Pemeriksaan

Definisi Operasional

1. Pengulangan hasil pemeriksaan adalah


proses mengulang kembali pemeriksaan
laboratorium karena tidak memenuhi
syarat baik dari segi jenis, jumlah, kondisi
serta metode yang tidak sesuai

2. Pemeriksaan ulang karena kesalahan/


kelalaian petugas

35
6. Pengulangan Hasil Pemeriksaan

Numerator Denumerator Inklusi Eksklusi

Duplo atau pemeriksaan


ulang yang harus
Jumlah pemeriksaan Jumlah seluruh Semua pemeriksaan dilakukan bukan
yang diulang pemeriksaan laboratorium termasuk kesalahan/
kelalaian petugas

Jumlah pemeriksaan yang diulang


FORMULA X 100 %
Jumlah seluruh pemeriksaan
36
6. Pengulangan Hasil Pemeriksaan

Instrumen Sumber Target


Metode
Periode Pengambilan Data
Besar Pelaporan &
Pengumpulan
Data
Sampel Data
Analisis

0
Laporan
Formulir pengulangan
Data dikumpulkan pengulangan pemeriksaan
secara retrospektif pemeriksaan
Bulanan,
• Total sampel (apabila
Triwulanan,
jumlah populasi ≤ 30)
Tahunan
• Rumus Slovin (apabila
jumlah populasi > 30)
37
7. Kepuasan Pasien

Unsur Survei Kepuasan Masyarakat


adalah unsur-unsur yang menjadi
indikator pengukuran kepuasan TUJUAN
masyarakat terhadap penyelenggaraan
pelayanan publik, meliputi: mengukur tingkat kepuasan
(PERMENPAN RB NO 14/2017) : masyarakat sebagai dasar
a. Persyaratan upaya-upaya peningkatan
b. Sistem, mekanisme dan prosedur
c. Waktu penyelesaian mutu dan terselenggaranya
d. Biaya/tarif pelayanan di semua unit
e. Produk spesifikasi jenis pelayanan yang mampu memberikan
f. Kompetensi pelaksana
g. Perilaku pelaksa kepuasan pasien.
h. Penanganan pengaduan, saran dan
masukan
i. Sarana dan prasarana

38
7. Kepuasan Pasien

Numerator Denumerator Inklusi Eksklusi

Pasien yang tidak


Total unsur yang kompeten dalam
Total nilai persepsi
terisi dari seluruh Seluruh pasien mengisi kuesioner
- dan/
seluruh responden atau tidak ada keluarga
responden
yang mendampingi

Total nilai persepsi seluruh responden


X 25
FORMULA Total unsur yang terisi dari seluruh
responden

39
7. Kepuasan Pasien

Instrumen Sumber Target


Metode
Periode Pengambilan Data
Besar Pelaporan &
Pengumpulan
Data
Sampel Data
Analisis

≥76,61
Hasil Survei
Kuisioner
Survei sesuai
Permenpan RB
Semesteran,
Sesuai Tabel no 14/2017
Tahunan
Sampel Krajcie
and Morgan

40
7. Kepuasan Pasien
TABEL SAMPEL MORGAN DAN KREJCIE (PERMENPAN RB NO 14/2017)
7. Kepuasan Pasien

Indeks Kepuasan Masyarakat Unit


Pelayanan:

A (Sangat Baik) : 88,31 – 100,00


B (Baik) : 76,61 – 88,30
C (Kurang Baik) : 65,00 – 76,60
D (Tidak Baik) : 25,00 – 64,99

42
PELAPORAN INM MELALUI
APLIKASI MUTU FASYANKES

http://mutufasyankes.kemkes.go.id

Masukkan User Name Laboratorium

Masukkan Password (default 1234)

Contents Title
Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed.

43
Kewajiban Pemerintah Pusat dan Daerah

KEMENKES AKREDITASI
Mendukung
Memotivasi
DINKES
PROVINSI Mendorong
Memperlancar
uality
DINKES
KAB/KOTA
KESIMPULAN

1. Transformasi pelayanan kesehatan merupakan bagian dari transformasi


pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk akselerasi capaian RPJMN 2020-
2024
2. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan upaya
peningkatan mutu dan keselamatan di laboratorium

45
46

Anda mungkin juga menyukai