Anda di halaman 1dari 7

REFLEKSI AKTUALISASI NILAI-NILAI BERAKHLAK INSTANSI

Oleh : Ilvilia Saptahani (199309162022032001)

Pegawai ASN mempunyai tugas untuk melaksanakan pelayanan publik, tugas pemerintahan
dan tugas pembangunan tertentu. Perlu akselerasi transformasi manajemen asn menuju birokrasi
berkelas dunia di 2024. Presiden Joko Widodo meluncurkan Core Values ASN yaitu ASN
BerAKHLAK dan diharapkan seluruh ASN di instansi pemerintah dapat menerapkan nilai-nilai dasar
BerAKHLAK, dengan employer branding Bangga Melayani Bangsa. BerAKHLAK merupakan
akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif.
RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai salah satu instansi pemerintah, juga tentunya wajib
menerapkan nilai-nilai dasar berAKHLAK pada setiap pelayanan yang diberikan. Adapun nilai-nilai
BerAKHLAK yang sudah diterapkan di RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai berikut :
A. Berorientasi Pelayanan
Definisi dari pelayanan publik sebagaimana tercantum dalam UU Pelayanan Publik adalah
kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau
pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan public. Penyelenggaranya
adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk
berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain, termasuk
Aparatur Sipil Negara (ASN).
Nilai dasar ini ditunjukkan dengan komitmen dalam memberikan pelayanan prima demi
kepuasan masyarakat. Panduan perilaku berorientasi pelayanan yaitu memahami dan memenuhi
kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan, solutif dan dapat diandalkan serta melakukan perbaikan tiada
henti. Contoh aktualisasi dari nilai berorientasi pelayanan yang telah diterapkan di RSUP dr. M.
Djamil Padang adalah sebagai berikut :
1. Petugas rumah sakit selalu menerapkan budaya 4S (Sapa, Senyum, Sopan dan Santun) dalam
memberikan pelayanan kepada pasein.
Kenapa 4S karena di era Covid 19 ini, dalam memberikan pelayanan kepada pasien , petugas
kesehatan meniadakan bersalaman dengan pasien, cukup dengan menyapa, senyum dan berkata
sopan. Sebagai seorang ASN kita harus memberikan pelayanan yang optimal kepada pasein. Budaya
4S ini sudah menjadi kebiasaan oleh petugas di RSUP Dr. M. Djamil Padang yang diterapkan dalam
memberikan pelayanan kepada pasein. Budaya pelayanan oleh ASN akan sangat menentukan kualitas
pemberian layanan kepada masyarakat, tentu akan berdampak kepada kepuasan pasien.
Namun dalam keadaan tertentu masih ada beberapa petugas yang tidak memberikan senyum
kepada pasei, melayani dengan tergesa-gesa. Keadaan ini disebabkan oleh ramainyanya pasien,
sementara petugas yang melayani sudah kelelahan. Untuk mengatasinya diperlukan penambahan
petugas ketika kunjungan pasie sangat ramai. Sehingga petugas dapat memberikan pelayanan yang
optimal.
2. Adanya aplikasi sisrute untuk penerimaaan pasien rujukan
RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah rumah sakit rujukan tipe A sebagai pusat rujukan dari
wilayah Sumatera Barat, Jambi dan Riau. Dalam menerima pasien rujukan RSUP Dr. M. Djamil
Padang sudah menerapkan prinsip transparan yaitu penyelenggara pelayanan publik harus
menyediakan akses bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan
publik yang diselenggarakan tersebut, seperti persyaratan, prosedur, biaya, dan sejenisnya, karena
melalui aplikasi sisrute, rumah sakita yang akan merujuk pasien RSUP Dr. M. Djamil Padang, lebih
awal sudah mengetahui apakah tersedianya tempat tidur di rumah sakit, karena jika hal ini tidak
diketahui terlebih dahulu, maka pasien akan terlantar jika kondisi tempat tidur rumah sakit penuh.
Pada suatu kondisi jumlah permintaan rujukan yang banyak dan dalam waktu sekaligus,
petugas yang menjawab permintaan rujuk disisrute, kadang melewatkan beberapa permintaan rujuk
sehingga tidak ada kejelasan kepada pasien, hal ini tentu membuat penanganan terhadap pasien pun
terlambat. Untuk itu perlu penambahan petugas cadangan ketika jumlah permintaan rujukan banyak.
3. Adil dalam memberikan pelayanan, tidak melakukan diskriminasi
Dalam konteks ini, petugas di RSUP Dr. M. Djamil Padang dalam memberikan pelayanan
tidak membeda-bedakan pasien, melayani sesuai urutan kedatangan pasien dan tidak memandang
kaya miskin, ras, agama. Contohnya terlihat saat melayani pasien di poliklinik, memberikan
pelayanan yang optimal, mendahulukan pasien dengan sesuai urutan kedatangannya atau nomor
antrian. Namun adakalanya perawat mendahulukan pasien yang tidak sesuai nomor antrian
kedatangan, misalnya kerabat salah seorang petugas yang akan berobat. Nah, ini perlu kita berikan
penjelasan kepada petugas tersebut agar adil dalam memberikan pelayanan. Membuat suatu pelatihan
berkala kepada petugas seperti service excellent dan mengeluarkan suatu SOP pelayanan pasien, agar
petugas memberikan pelayanan sesuai aturan.

B. Akuntabel
Akuntabel merupakan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Perilaku
akuntabel ditunjukkan dengan melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggungjawab, cermat, disiplin
dan berintegritas tinggi, menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggungjawab,
efektif, dan efisien serta tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. Dalam konteks ASN
Akuntabilitas adalah kewajiban untuk mempertanggungjawabkan segala tindak dan tanduknya
sebagai pelayan publik kepada atasan, lembaga pembina, dan lebih luasnya kepada public. Contoh
aktualisasi dari nilai akuntabel yang telah diterapkan di RSUP dr. M. Djamil Padang adalah sebagai
berikut :
1. Menggunakan barang-barang ditempat kerja sesuai dengan tugas kerja.
Dalam praktek sehari-hari, di bagian lingkungan kerja saya yaitu bidang pelayanan medic, pekerjaan
saya banyak menggunakan kertas, komputer dan mesin printer. Ketiga benda terebut hanya digunakan
untuk keperluan kerja, dan hemat dalam pemakaian kertas, sebelum menggunakannya kita harus teliti
dulu dalam memeriksa agar tidak ada yang salah, sehingga penggunaan kertas jadi lebih efisein.
Namun masih ada beberapa oknum yang tidak teliti dalam bekerja, kertas yang sudah dicetak masih
ada yang salah, akibatnya banyak kertas yang terbuang dan tidak termanfaatkan. Menindaklanjuti
keadaan seperti itu dengan memberikan nasehat dan teguran kepada pegawai yang tidak
memanfaatkan barang seperlunya.
2. Datang ke tempat kerja dengan tepat waktu dan melakukan absensi.
Hampir semua petugas RSUP dr. M. Djamil Padang yang datang tepat waktu dan melakukan
absensi tanda kehadiran seseorang ditempat kerja. Seorang ASN kita harus menunjukkan kedisiplinan
dalam bekerja dimulai dari jam kedatangan yang sesuai dan tidak terlambat. Jika kita tidak tepat
waktu, tentu pelayanan akan tertunda, akibatnya pasien lambat mendapatkan pengobatan. Jika ada
petugas yang terlambat ada punishment yang diberikan dengan pemotongan tunjangan kinerjanya.
3. Selalu mematikan perangkat elektronik sebelum pulang.
Salah satu bentuk penerapan akuntabel adalah dengan menggunakan kekayaan dan barang
milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien. Aktualisasi yang dilakukan di RSUP Dr.
M. Djamil adalah hemat energi, dengan selalu mematikan perangkat elektronik sebelum pulang. Hal
ini dilakukan juga agar dapat mengurangi biaya operasional yang dikeluarkan oleh rumah sakit akibat
penggunaan listrik yang tidak diperlukan. Penerapan ini sudah dilakukan dengan sangat baik oleh
setiap pegawai di RSUP Dr. M. Djamil.

C. Kompeten
Kompeten ditunjukan dengan komitmen terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. ASN
harus meningkatkan kompetensi diri uantuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu
orang belajar dan melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. Contoh aktualisasi dari nilai kompeten
yang telah diterapkan di RSUP dr. M. Djamil Padang adalah sebagai berikut :
1. Banyak pelatihan yang diberikan kepada pegawai
Untuk meningkatkan kompetensi ASN, maka perlunya mengikuti pelatihan-pelatihan baik
yang diadakan diinstansi maupun non instansi. Hal ini pada umumnya telah terlaksana dengan baik
pada tenaga medis. Namun, perlu adanya peningkatan dan membuka kesempatan pelatihan bagi
pegawai non medis
2. Mempunyai standar operasional prosedur yang jelas dalam bekerja
Di RSUP dr. M. Djamil Padang, setiap layanan yang diberikan kepada pasien ada standar
operasionalnya, petugas rumah sakit memberikan pelayanan harus sesuai dengan standar itu. Standar
tentu akan rutin direvisi disesuaikan dengan ilmu-ilmu baru dan teknologi terbaru. Namun masih ada
petugas yang memberikan pelayanan tidak sesuai standar operasional. Tentu hal ini harus diberi
teguran kepada petugas yang tidak mematuhi SOP. Kepala ruangan sebagai atasan harus selalu
memantau petugas agar bekerja sesuai SOP.
3. Mudahnya mendapatkan rekomendasi izin tugas belajar untuk jenjang spesialis
RSUP dr. M. Djamil Padang merupakan rumah sakit tipe A dimana tenaga dokternya harus
subspesialisasi, sehingga dokter yang spesailis diharuskan mengikuti sekolah untuk mengambil
jenjang subspesialis. Masih ada beberapa dokter yang masih belum subspesialis dan masih keberatan
untuk melanjutkan sekolah. Hal ini diatasi dengan mengurangi remunirasi yang didapatkan oleh
dokter tersebut.

D. Harmonis
Harmonis ditunjukkan dengan sikap saling peduli dan mengahargai perbedaan. Menghargai
setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain dan membangun lingkungan kerja
yang kondusif. Contoh aktualisasi dari nilai harmonis yang telah diterapkan di RSUP dr. M. Djamil
Padang adalah sebagai berikut :
1. Tersedianya toilet khusus untuk penyandang disabilitas.
Dengan adanya toilet khusus untuk penyandang disalibilitas di RSUP dr. M. Djamil Padang,
menunjukkan adanya kemudahan bagi penyandang disalibitas untuk akses toilet. Baik yang disalibitas
maupun nondisabililitas mendapatkan hak akses yang sama rata
2. Adanya pertemuan rutin setiap bulannya antar KSM di RSUP dr. M. Djamil Padang
Setiap bulannya direksi mengadakan pertemuan rutin dengan sesama petugas antar bagian di
lingkungan RSUP dr. M. Djamil Padang. Pertemuan ini bertujuan untuk menguatkan silaturahmi antar
petugas dan membahas kendala apa saja yang dihadapi saat bekerja. Masih ada beberapa bagian yang
tidak hadir dalam pertemuan ini. Cara mengatasinya dengan memberikan teguran kepada kepala ruang
yang tidak hadir dalam pertemuan.
3. Saling menghormati dan menghargai petugas cleaning service
Petugas Cleaning service sudah dianggap sama seperti rekan kerja yang lain dan tidak pernah
di diskriminasi. Apabila ada acara makan bersama di ruangan, mereka diikutsertakan. Selanjutnya
untuk mempertahankan sikap tersebut diharapkan agar tetap menjaga perilaku saling menghargai agar
tidak terjadi konflik antara pegawai dan cleaning service di lingkungan kerja.

E. Loyal
Loyal memiliki arti yaitu mempunyai dedikasi dan mengutamkan kepentingan bangsa dan negara.
Contoh aktualisasi dari nilai loyal yang telah diterapkan di RSUP dr. M. Djamil Padang adalah
sebagai berikut :
1. Dokter spesialis bersedia jaga 24 jam
Walaupun jam dinas dokter spesialis telah selesai, namun mereka tetap bersedian dihubungi
dalam 24 jam jika ada konsul pasein. Dalam keadaan daruratpun dokter tetap masuk ke rumah sakit di
saat tengah malam untuk melakukanm pekerjaannya. Kondisi lain, ada dokter yang tidak bisa
dihubungi, saat dia harus menerima konsul pasien. Dokter ini akan mendaptakan teguran dari direktur
dan berkurangnya remunisasi yang didapatkan.
2. Menjaga rahasia pasien dengan baik
Menjaga rahasia pasien merupakan bentuk loyalitas pegawai RSUP Dr. M.Djamil Padang terhadap
masyarakat. Tenaga medis tidak menyebarkan kondisi pasien ke pihak yang tidak berkepentingan. Hal
ini sudah berlangsung sangat baik dan harus terus dipertahankan. Untuk mempertahankan sikap
tersebut adalah dengan tidak pernah mempergunjingkan kekurangan ataupun kondisi pasien yang
ditemukan selama pemeriksaan dan pemberian layanan.
3. Menghormati atasan dan patuh terhadap atasan
Selalu bersikap hormat merupakan wujud dari apresiasi karyawan kepada atasannya. Langsung
mengerjakan disposisi tugas yang diberikan oleh atasan dan mengerjakannya dengan tepat waktu. Hal
ini sudah berjalan dengan baik dilingkungan tempat saya bekerja. Setiap tugas yang telah selesai kita
lakukan, maka tugas itu akan diperiksa oleh atasan dan ditandatngani oleh atasan, nah ini bukti bahwa
kita sebagi ASN menerapkan sifal loyal pada atasan dan instansi tempat bekerja.

F. Adaptif
Adaptif yaitu terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan atau menhadapi perubahan. Contoh
aktualisasi dari nilai adaptif yang telah diterapkan di RSUP dr. M. Djamil Padang adalah sebagai
berikut:
1. Penggunaan rekam medic elektronik
Rekam medic berkas yang berisi catatan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan,
tindakan dan pelayaan lain kepada pasien pada sarana pelayanan kesehatan (Keputusan Menteri
Kesehatan RI Nomor 749 a tahun 1989). Rekam medis berisi fakta yang berkaitan dengan keadaan
pasien, riwayat penyakit dan pengobatan masa lalu serta saat ini yang ditulis oleh profesi kesehatan
yang memberikan pelayanan kepada pasien tersebut.
Dahulu rekam medic ini berupa lembaran kertas yang ditulis tangan, dengan kemajuan teknologi,
rekam medis sudah ada dalam bentuk elektronik, dan ini merupkan inovasi yang sangat bagus yang
berdampakberkurangnya pengunaan kertas dan akses penyimpanan yang tidak memerlukan tempat.
Kendalanya saat kunjungan pasien yang ramai, dokter kewalahan meninput riwayat pasien di
computer dan masih ada beberapa petugas yang belum terbiasa dengan fitur-fitur di rekam medic
elektronik. Dalam mengatasi kendala ini, diberikan pelatihan kepada petugas agar menguasai cara
pengisian rekam medic elektronik
2. Adanya perangkat untuk surat menyurat yaitu TNDE (Tata Naskah Dinas Elektronik)
Aplikasi TNDE adalah aplikasi komputer yang dikembangkan sesuai dengan “Pedoman Umum Tata
Naskah Dinas Elektronik” PERMENPAN No 006 tahun 2011. TNDE adalah bagian dari upaya
pemerintah, khsususnya Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, untuk
penyelenggaraan kepemerintahan yang baik (Good Governance) dan pengembangan kepemerintahan
berbasis elektronik (e-Government).
Hal ini merupakan upaya pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan
efektifitas dan produktivitas kerja serta tertib administrasi di lingkungan administrasi pemerintah. Di
RSUP Dr. M.Djamil Padang, belum semua pegawai yang mengerti cara penggunaanya, sehingga
diperlukan sosialisai dan pelatihan dalam penggunaan TNDE ini
3. Absensi online pegawai dengan menggunakan smartphone.
Absensi yang dapat dilakukan melalui smartphone masing-masing pegawai merupakan wujud adaptif
terhadap teknologi. Dengan menggunakan smartphone masing-masing dapat mengurangi antrian
absensi di mesin dan mengurangi kontak penularan penyakit seperti COVID-19 dengan mesin yang
masih manual (finger atau face detection). Hal ini telah berlangsung dengan cukup baik. Untuk
meningkatkan kualitasnya, sebaiknya akurasi deteksi lokasi lebih ditingkatkan karena beberapa
pegawai masih mengeluhkan deteksi lokasi yang tidak tepat sehingga mengakibatkan keterlambatan
absensi.

G. Kolaboratif
Kolaboratif berarti memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi, terbuka
dalam bekerjasama untuk menghasilkan nilai tambah dan menggerakkan pemanfaatan berbagai
sumberdaya untuk tujuan bersama. Contoh aktualisasi dari nilai kolaboratif yang telah diterapkan di
RSUP dr. M. Djamil Padang adalah sebagai berikut :
1. Adanya laporan jaga setiap pagi melibatkan direksi, manajemen dan DPJP
Laporan jaga diselenggarakan RSUP Dr. M. Djamil setiap hari senin-jumat pada pukul 8.00
WIB. Kegiatan ini merupakan laporan dari masing-masing DPJP yang bertugas jaga pada hari
sebelumnya. Laporan jagadihadiri oleh direksi, manajemen, DPJP, dll. Sehingga jika ada
permasalahan dalam jangka waktu 24 jam tersebut bisa dibicarakan dan di tindak lanjuti. Kedepannya
morning report tetap diadakan dan bidang terkait yang memaparkan jangan sampai menyembunyikan
permasalahan RS dari direksi dan managemen
2. Adanya Tim Kesehatan Medis untuk suatu kasus penyakit
Tim kesehatan medis akan ditunjukan berdasarkan SK dari direktur utama untuk memberikan
pelayanan yang komprehensif dari berbagai multidisiplin keilmuan spesialis tergantung diagnosa dari
penyakit pasieen. Dengan adanya kolaborasi dari berbagai bidang spesialis yang berbeda, diharapkan
terdapatnya kemajuan yang signifikat dari kondisi pasien. Kegiatan ini sudah berjalan sangat baik,
hanya saja ada beberapa dokter spesialis yang tidak menjalankan tanggungjawabnya di dalam tim ini.
Menindaklanjuti hal tersebut, perlunya koordinasi dari ketua tim agar anggotanya menjalankan
tanggungjawabnya sesuai profesi spesialistiknya.
3. Kerjasama dengan Fakultas Kedokteran dalam pendidikan dokter, maupun penelitian
Bimbingan teknis dalam hal pendidikan dokter dan penelitian yang dibawahi oleh kemeterian
pendidikan dan kebudayaan. Ini merupakan kerjasama yang telah lama berlangsung di RSUP Dr. M.
Djamil Padang antara kementerian kesehatan dan juga melibatkan kementerian pendidikan dan
kebudayaan yang menjadikan rumah sakit pendidikan. Pelaksanaan dari nilai kolaboratif ini juga
sudah sangat baik dan perlu dipertahankan hubungan kerjasamanya.

Anda mungkin juga menyukai