Anda di halaman 1dari 4

STUDI KASUS

JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN

O
L
E
H
MUHAMMAD LIWAULHAMDI
(2010010083)

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2022
1.1. PENGERTIAN JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN
Jurnal akuntansi keuangan adalah akun terperinci dari semua transaksi keuangan suatu bisnis.
Ini juga dikenal sebagai buku entri asli karena tempat pertama di mana transaksi dicatat
seperti transaksi keuangan pemasukan ataupun pengeluaran dalam sebuah perusahaan.
Entri dalam jurnal akuntansi digunakan untuk membuat buku besar yang kemudian
digunakan untuk membuat laporan keuangan bisnis. Ketika Anda ingin membuat contoh
jurnal akuntansi keuangan, terlebih dahulu Anda memahami dasar dari akuntansi atau siklus
akuntansi.
Sebab dalam siklus akuntansi tersebut, Anda dapat mengetahui proses penyusunan laporan
keuangan, siklus akuntansi ini juga sangat penting ketika Anda ingin membuat sebuah jurnal.
Ketika Anda sudah menyusun laporan keuangan sesuai siklus akuntansi, dengan begitu Anda
dapat dengan mudah dalam membuat contoh jurnal akuntansi keuangan untuk menghasilkan
laporan keuangan yang ingin Anda inginkan dan hasilkan.
Untuk memudahkan Anda dalam menghasilkan laporan keuangan usaha, Anda juga dapat
menggunakan jurnal lainnya, contoh jurnal khusus. Contoh jurnal khusus ini diperlukan agar
perusahaan dapat melakukan pencatatan sesuai urutan, tanggal, serta jumlah nominalnya
dengan benar.

1.2. JENIS-JENIS JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN


Adapun terdapat jenis-jenis dalam contoh jurnal akuntansi keuangan yaitu:
a. Jurnal umum
Jurnal umum adalah sebuah jurnal sederhana yang hanya mempengaruhi dua akun, satu
akun terkait dengan debit dan akun lainnya terkait dengan kredit. Selain itu jurnal umum
adalah jurnal yang sering digunakan dalam setiap transaksi keuangan.
b. Jurnal Penyesuaian
Jurnal ini dibuat pada akhir periode akuntansi, fungsi jurnal penyesuaian untuk
membandingkan jumlah yang dicatat apakah sudah sama dengan periode pengakuan yang
sama.
c. Jurnal Khusus
Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang
berhubungan dengan penjualan dan pembelian. Adapun contoh jurnal khusus yaitu jurnal
pembelian, jurnal penjualan, dan lainnya.
d. Jurnal Pembalik
Merupakan jurnal yang berfungsi untuk membalikkan jurnal penyesuaian demi tujuan
untuk membentuk akun neraca.
e. Jurnal Penutup
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup
akun-akun nominal sementara.
1.3. CARA PEMBUTAN
Sebelum membuat contoh jurnal akuntansi keuangan , Anda terlebih dahulu harus
mengetahui bagaimana cara membuatnya, dan apa saja yang harus dilakukan dalam membuat
jurnal tersebut:
a. Memahami Karakteristik Setiap Akun
Ada beberapa nama akun yang digunakan untuk membuat sebuah jurnal akuntansi. Maka
Anda harus dapat memahami setiap karakteristik dari masing-masing akun tersebut.
Secara garis besar, akun akan bertambah pada saat berada di posisi normal atau sering
disebut dengan istilah saldo normal.
Sebagai contoh, perusahaan Anda berhutang mobil kepada pihak lain, maka otomatis
utang Anda akan bertambah. Pencatatannya harus berada di posisi kanan atau kredit.
Namun, ketika Anda melunasi hutang mobil, pencatatan utang harus diletakan di sebelah
kiri atau debit.
b. Mengumpulkan Bukti Transaksi
Bukti transaksi adalah bukti yang kuat untuk menghindari kecurangan pada jurnal
akuntansi. Bentuknya bisa beragam, mulai dari nota, faktur, kwitansi, dan lain
sebagainya.
Selain itu hanya transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan saja yang
boleh dicatat dalam jurnal. Dalam satu transaksi, minimal ada dua akun yang pasti
terpengaruh.
c. Mengidentifikasi Setiap Transaksi
Dalam jurnal akuntansi, mengidentifikasi setiap transaksi perlu bersama orang yang
sudah menguasai ilmu pembukuan dikarenakan tidak semua orang bisa memahami
berbagai bentuk transaksi yang ada. Membutuhkan analisa serta identifikasi yang detail
dan mendalam agar menghindari terjadi kesalahan pada contoh jurnal akuntansi
keuangan.
Apabila sudah terkumpul semua bukti transaksi dan telah dilakukan identifikasi, langkah
selanjutnya adalah membuat jurnal transaksi. Istilah yang biasa digunakan untuk aktivitas
membuat jurnal umum adalah penjurnalan. Sistem mencatat dalam jurnal transaksi adalah
bersifat double entry.

1.4. STUDI KASUS – CONTOH JURNAL AKUNTANSI KEUANGAN


Di bawah ini akan dijelaskan contoh jurnal akuntansi keuangan, nantinya Anda dapat
mengerti bagaimana cara menghitung jurnal keuangan pada bisnis Anda.
a. Tanggal 15 April 2008, Bapak Andi membuka usaha toko bangunan dengan
menggunakan nama “ Toko Sinar Bangun”. Sebagai Modal awal Bapak Andi
menyetorkan uang tunai sebesar 18.000.000,-
b. Tanggal 17 April 2008, Toko Sinar Bangun membeli perlengkapan untuk usahanya
sebesar Rp 5.000.000,- secara kredit.
c. Tanggal 20 April 2008, Toko Sinar Bangun membayar beban listrik, dan beban telpon
dengan total sebesar Rp 500.000

Sebelum Anda menjawabnya, sebaiknya kita pindahkan terlebih dahulu dalam bentuk jurnal
sebagai berikut:

Adanya tujuan akuntansi, jurnal akuntansi keuangan merupakan suatu catatan fisik atau
dokumen digital yang disimpan sebagai buku, spreadsheet, atau data dalam perangkat lunak
akuntansi. Ketika transaksi bisnis dilakukan, seorang pembukuan memasuki transaksi
keuangan sebagai entri jurnal.
Jika pengeluaran atau pendapatan mempengaruhi satu atau lebih akun bisnis, entri jurnal
akan merinci itu juga.
Jurnal transaksi adalah bagian penting dari pencatatan objektif dan memungkinkan untuk
tinjauan singkat dan transfer catatan nanti dalam proses akuntansi. Jurnal sering ditinjau
sebagai bagian dari proses perdagangan audit, bersama dengan buku besar umum.