Anda di halaman 1dari 31

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR ASN

“OPTIMALISASI DATA MINGGUAN DAN BULANAN


SURVEILANS DI PUSKESMAS SALAKAN ”

Oleh
Nama Peserta : CHRISTOVEL ENOK, S.KM
No. Peserta : 36
Unit Kerja : UPTD PUSKESMAS SALAKAN

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN CIII


PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
Kerja sama
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI SULAWESI TENGAH
2022
LEMBAR PERSETUJUAN HASIL PERBAIKAN
EVALUASI RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN CIII


PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN
Kerja Sama
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI SULAWESI TENGAH
TAHUN 2022

Oleh
NAMA : CHRISTOVEL ENOK, S.KM
NIP : 199211192022031002
INSTANSI : UPTD PUSKESMAS SALAKAN
JABATAN : AHLI PERTAMA- EPIDEMIOLOGI KESEHATAN
NDH : 36

JUDUL
“OPTIMALISASI DATA MINGGUAN DAN BULANAN SURVEILANS
DI PUSKESMAS SALAKAN”
Telah diseminarkan dan diperbaiki
Pada Tanggal: 18 Juni 2022
Coach Mentor

Ir. Stintje Uirianto, M.Si Ratno Salim, A.Md.Kep, SKM


NIP.19640905 199003 2 003 NIP. 19771017 200604 1 016

PENGUJI

Rahmat Gunawan, S.Pi.,M.Si


NIP. 19861215 201101 1 005

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas curahan rahmat dan
nikmat-Nya, sehingga penulis sebagai peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III dapat
menyelesaikan “Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Aparatur Sipil Negara” yang merupakan
salah satu persyaratan yang diwajibkan selama mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil.
Rancangan Aktualisasi ini dapat terwujud atas bantuan dari berbagai pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan
penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kedua orang tua yang selalu mendoakan penulis sampai saat ini.
2. Bapak Rais D. Adam selaku Bupati Banggai Kepulauan.
3. Bapak Dr. Drs. Adidjoyo Dauda, M.Si, selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang memberikan dukungan
dalam penyelenggaraan Latsar CPNS Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2022.
4. Ibu Marjam Mahmud Ibaad, S.H. selaku Kepala Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kab. Banggai Kepulauan
5. Ibu Ir. Stintje Uirianto, M.Si, selaku coach yang membimbing penulis dalam menyusun
Rancangaan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS
6. Bapak Ratno Salim, Amd. Kep, SKM selaku Mentor yang memberikan arahan dan
masukan dalam menetapkan isu.
7. Para Widyaiswara yang senantiasa selalu memberikan support peserta Latsar disetiap
pemberian materi.
8. Jajaran panitia pelaksana pelatihan dasar CPNS dan evaluator serta seluruh pihak yang
terlibat dalam penyelenggaraan Latsar.
9. Rekan-rekan peserta Diklat Golongan III Angkatan CIII yang telah memberikan masukan
sehingga dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi ini.
10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu dan telah banyak
membantu penulis.
Penulis berupaya agar Rancangan Aktualisasi ini dapat mencapai tujuan, sehingga
diharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini.

Salakan, 18 Juni 2022


Penulis

Christovel Enok, S.KM


NIP. 19921119 202203 1 002

iv
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN .......................................................................ii

KATA PENGANTAR................................................................................. iii

DAFTAR ISI ............................................................................................ iv

DAFAR TABEL ....................................................................................... v

DAFTAR GAMBAR ................................................................................. vi


BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1
1.2 Visi, Misi, Gambaran Organisasi ............................................... 2
1.3 Tugas dan Fungsi Jabatan ........................................................ 5
1.4 Tujuan Aktualisasi ..................................................................... 6
1.5 Manfaat Aktualisasi ................................................................... 6
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI
2.1 Nilai-nilai Dasar Dasar ASN BerAKHLAK ................................. 7
2.2 Kedudukan Dan Peran PNS Untuk Mendukung Terwujudnya
Smart Governance ................................................................... 13
2.3 Analisa Isu dan Penyebab ........................................................ 16
2.4 Rencana Kegiatan Aktualisasi ................................................... 16
2.5 Rencana Jadwal Aktualisasi ..................................................... 21

v
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Jenis Tenaga Kesehatan Puskesmas Salakan ..................... 3
Tabel 1.1 Luas Wilayah dan Jumlah Dusun ......................................... 4
Tabel 1.2 Distribusi Jumlah Penduduk ................................................. 5
Tabel 2.1 Nilai-nilai Dasar ASN ............................................................ 8
Tabel 2.2 Analisa APKL ....................................................................... 13
Tabel 2.3 Rencana Kegiatan Aktualisasi .............................................. 16
Tabel 2.4 Rencana Jadwal Aktualisasi ................................................. 20

vi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Fish Bone Faktor Penyebab dan Akibat ............................. 23

vii
BAB I
PENDAHULIAN

1.1 Latar Belakang


Dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum
dalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), diperlukan ASN yang profesional,
bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi
masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan
dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk
mewujudkan tujuan nasional dibutuhkan pegawai ASN yang unggul dan
selaras dengan dinamika yang berkembang, sesuai dengan tuntutan
masyarakat akan kinerja pemerintah yang transparan dan akuntabel
dalam bingkai reformasi birokrasi.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) adalah lembaga pemerintah


nonkementrian yang diberi kewenangan melakukan pengkajian dan
pendidikan dan pelatihan ASN sebagaimana diatur dalam undang-
undang yang mengatur mengenai ASN menerbitkan Peraturan LAN
(PerLAN) nomor 1 tahun 2021 tentang pelatihan dasar (Latsar) dimana
metode pelatihan dasar (Latsar) yang dahulu dilaksanakan secara
klasikal kini dilaksanakan secara blended learning yakni memadukan
anara pembelajaran klasikal dan dalam jaringan (daring) untuk
menjalankan Salah satu tugas LAN yaitu membina dan
menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai ASN berbasis
kompetensi. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN
menurut Undang- Undang Nomor 5 tahun 2014 adalah Pegawai Negeri
Sipil dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja yang bekerja
pada instansi pemerintah. Ada banyak ASN yang bekerja disetiap
instansi pemerintah dan menjalankan tugas sebagai jabatan fungsional
serta struktural. Salah satunya yaitu di bawah naungan Dinas Kesehatan
Provinsi/Kab/Kota yaitu Epidemiologi Kesehatan.

1
Epidemiolog Kesehatan adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi
tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat
yang berwenang untuk melakukan kegiatan pengumpulan data,
pengolahan data, Analisa dan interpretasi, melakukan penyelidikan
epidemiologi untuk Tindakan pengamanan, penanggulangan,
penyebaran/penularan penyakit dan factor-faktor yang sangat
berpengaruh (Kepmenpan No 17 Tahun 2000). Sebagai tenaga
epidemiolog Kesehatan, salah satu tugas yang harus dilakukan adalah
melakukan kegiatan epidemiologi, pengamatan epidemiologi,
penyelidikan epidemiologi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu
bentuk kegiatan pengamatan epidemiologi adalah Surveilans Kesehatan.
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan nomor 45 tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Surveilans Kesehatan, Surveilans Kesehatan adalah
kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap data
dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah Kesehatan untuk
memperoleh dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan
pengendalian dan penanggulangan secara efektif dan efisien. Tujuan
Surveilans diantaranya; Monitoring Trend penyakit, Prediksi dampak
penyakit dimasa datang, perencanaan program, bahan pengambilan
keputusan, bahan evaluasi kegiatan/ program, dan respon KLB cepat
tanggap.

Kondisi saat ini di Puskesmas Salakan adalah belum optimalnya


pengumpulan, pengolahan dan analisis data surveilans mingguan dan
bulanan untuk melihat trend penyakit, maupun gambaran grafis
penyajian datanya, sehingga tidak dapat diketahui bagaimana
perkembangan kasus penyakit yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Salakan. Jika Kondisi tersebut tidak diatasi Maka informasi mengenai
kejadian penyakit maupun masalah kesehatan tidak makasimal,
sehingga sehingga kurangnya bahan acuan perencanaan program,
pengambilan keputusan terkait pencegahan dan pengendalian penyakit,
dan bahan evaluasi kegiatan/ program.

2
Kondisi yang diharapkan, perlu dilakukan kegiatan
pengumpulan, pengolahan dan analisis data surveilans penyakit
mingguan dan bulanan yang lebih optimal. Pembuatan laporan hasil
analisis data surveilans penyakit dianggap baik untuk menjadi solusi dari
isu diatas karena memuat informasi yang menyajikan data penyakit
dalam bentuk tabel grafik dan tren. Dalam tabel, grafik dan tren tersebut
dapat dilihat perkembangan suatu penyakit atau masalah Kesehatan
yang dikategorikan dalam variabel orang, tempat dan waktu. Laporan
hasil analisis data surveilans penyakit diharapkan dapat menjadi bahan
informasi maupun acuan dalam melakukan kegiatan pencegahan
penyakit, penyuluhan kesehatan maupun kegiatan lain yang dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

1.2 Visi Misi, Gambaran Organisasi OPD


1. Visi Kabupaten Banggai Kepulauan
“Terwujudnya masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan yang
maju, Mandiri, Bermartabat, Berkeadilan, dan Sejahtera
2. Misi Kabupaten Banggai Kepulauan
a. Menciptakan pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan inovatif
b. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui
pendidikan, kesehatan dan perekonomian.

c. Memperkokoh kerukunan kehidupan beragama dan budaya


lestari

d. Mengembangkan potensi wisata secara serius menuju


peningkatan ekonomi rakyat.
e. Mengembangkan sarana kebutuhan petani dan nelayan yang cukup
memadai.
f. Penyediaan rumah layak huni bagi warga miskin, tunjangan
hari tua dan santunan kematian bagi masyarakat Banggai
Kepulauan.

3
3. Gambaran Organisasi
a. Profil Puskesmas Salakan
Puskesmas Salakan sebagai salah satu puskesmas perkotaan
yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan didukung oleh tenaga
kesehatan sebagai berikut :

Tabel 1.1: Jenis Tenaga Kesehatan Puskesmas Salakan


NO Jenis Tenaga Kesehatan Jumlah
1. Dokter umum 2 Orang
2. Dokter Gigi 1 Orang
3. Tenaga perawat 15 Orang
4. Perawar Gigi 1 Orang
5. Tenaga bidan (10 orang di 34 Orang
desa dan sub desa)
6. Tenaga farmasi 3 Orang

7. Tenaga analis kesehatan 2 Orang


8. Tenaga kesling 1 Orang

9. Tenaga kesmas 11 Orang


10. Tenaga administrasi 3 Orang
11. Tenaga loket 2 Orang
12. Tenaga cleaning service 1 Orang
Jumlah 76 Orang
Sumber :SP2TP Puskesmas Salakan 2022

Luas Wilayah kerja Puskesmas Salakan Kecamatan


Tinangkung adalah 221,10 km2 yang secara administrasi terbagi
dari 8 desa yaitu 7 desa dan 1 Kelurahan didalamnya terdapat 24
dusun. Terdapat 3 sub desa di wilayah kerja Puskesmas Salakan
yaitu sub desa Kuakon (Desa Ambelang), Sub Desa Lopon (desa
Ambelang), dan sub desa Kauwalu (Desa Kautu).

4
Tabel 1.2: Luas Wilayah dan Jumlah Dusun Dirinci Menurut
Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Salakan
No Desa/Kelurahan Luas Wilayah (KM2) Jumlah
Dusun
1. Kautu 35,50 3

2. Salakan* 21,00 3

3. Baka 18,00 4

4. Bongganan 0,60 3

5. Tompudau 35,00 2

6. Saiyong 54,00 2

7. Ambelang 32,00 4

8. Manggalai 25,00 3

Jumlah 221,10 24

Sumber :SP2TP Puskesmas Salakan 2021

Adapun batas-batas wilayah adalah :


➢ Sebelah Utara berbatasan dengan Pulau Bakalan dan Selat Peling
➢ Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Tinangkung Utara
➢ Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tinangkung Selatan
➢ Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Peling Tengah

Wilayah Puskesmas Salakan Kecamatan Tinangkung secara


administrasi terdiri dari 8 desa ditambah 3 sub desa, dengan jumlah
penduduk sebanyak 11.610 jiwa yang tersebar di 8 desa, data tersebut
dapat dilihat dari tabel dibawah ini :

5
Tabel 1.3: Distribusi Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Salakan
No Desa/Kelurahan Luas Wilayah Jumlah Jumlah Jiwa
(KM2) Dusun

1. Kautu 35,50 3 412

2. Salakan* 21,00 3 1683

3. Baka 18,00 4 2.489

4. Bongganan 0,6 3 2.616


0
5. Tompudau 35,00 2 845

6. Saiyong 54,00 2 468

7. Ambelang 32,00 4 1.238

8. Manggalai 25,00 3 846

Jumlah 221,10 24 10.596

Sumber : SP2TP Puskesmas Salakan 2021

b. Tata Nilai Organisasi


Tata nilai Puskesmas Salakan yaitu: MUTIARA (Melayani, Utama,
Terpercaya, Inovatif, Aman, Ramah, Amanah).

1.3 Tugas dan Fungsi Jabatan (Epidemiologi Kesehatan Ahli Pertama)


Tupoksi jabatan fungsi Epidemiologi di atur dalam Kemenpan No
17/KEP/M.PAN/11/2000 tentang jabatan fungsional Epidemiologi
Kesehatan dan Angka Kreditnya yaitu:
a) Melakukan pengumpulan data
b) Melakukan pengolahan data
c) Melakukan analisa data dan interpretasi data
d) Melakukan penyelidikan epidemiologi

6
1.4 Tujuan Aktualisasi
a. Tujuan Aktualisasi yaitu Untuk terwujudnya Optimalisasi Data minguan dan
bulanan Surveilans di Puskesmas Salakan.

b. Tujuan Aktualisasi Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS


Tujuan Penerapan nilai – nilai dasar PNS BerAKHLAK untuk
membentuk karakter PNS yang profesional dalam pelayanan
masyarakat

1.5 Manfaat Aktualisasi


a. Bagi UPTD Puskesmas Salakan

Dapat menjadi kontribusi positif bagi Puskesmas salakan dalam


upaya pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi. Aktualisasi juga
diharapkan menghadirkan data Surveilans sebagai sumber informasi
yang lebih baik.
b. Bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan
Tercapainya misi daerah yang ke-2 yaitu meningkatkan kesejahteraan
masyarakat melalui pendidikan, kesehatan dan perekonomian.
c. Bagi Masyarakat
Meningkatnya kualitas laporan data Surveilans penyakit sehingga dapat menjadi
acuan dalam pengambilan tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit
yang terjadi di masyarakat

d. Bagi Penulis

Bagi Penulis yaitu dapat menambah wawasan dan pengalaman


sehingga menjadi individu yang lebih professional dan Smart.

7
BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

2.1 Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK


Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 20 Tahun
2021 tanggal 26 Agustus 2021 tentang Implementasi Core Values dan
Employer Branding Aparatur Sipil Negara, disebutkan bahwa dalam rangka
penguatan budaya kerja sebagai salah satu strategi transformasi pengelolaan
ASN menuju pemerintahan berkelas dunia (World Class Government),
Pemerintah telah meluncurkan Core Values (Nilai-Nilai Dasar) ASN
BerAKHLAK dan Employer Branding (Bangga Melayani Bangsa). ASN
BerAKHLAK yang merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif. Core Values
tersebut seharusnya dapat dipahami dan dimaknai sepenuhnya oleh seluruh
ASN serta dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan
sehari-hari. Oleh karena tugas pelayanan publik yang sangat erat kaitannya
dengan pegawai ASN, sangatlah penting untuk memastikan bahwa ASN
mengedepankan nilai Berorientasi Pelayanan dalam pelaksanaan tugasnya,
dimaknai bahwa setiap ASN harus berkomitmen memberikan pelayanan
prima demi kepuasan masyarakat.

Setiap ASN harus mempunyai jiwa untuk melayani, untuk membantu


masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, ASN dilengkapi dengan
kewenangan dan sumber daya yang diberikan oleh negara. Otoritas dan
sumber daya ini harus digunakan secara akuntabel dengan loyalitas yang
tinggi kepada pemerintah, bangsa, dan negara, serata menjaga kehidupan
masyarakat yang harmonis. Ditengah dunia yang mengalami perkembangan
teknologi, peningkatan kapasitas dan kompetensi, serta kemampuan
beradaptasi dengan perubahan menjadi mutlak bagi ASN. Selain itu,
diperlukan juga kolaborasi lintas organisasi karena terdapat banyak tantangan
yang tidak bisa dipecahkan oleh satu dinas, satu daerah, satu kementrian
atau Lembaga, maupun satu keahlian dan satu disiplin ilmu.

Dengan lahirnya core values BerAKHLAK diharapkan menguatkan budaya


kerja ASN yang professional dalam melayani masyarakat. Orientasi

8
pelayanan yang berkualitas dan professional terus meningkatkan kinerja
secara terus menerus untuk kemajuan bangsa.

Tabel 2.1 : Nilai-Nilai Dasar ASN


No Nilai Dasar Afirmasi Kata kunci Panduan Perilaku
1 Berorientasi Kami ✓ Responsivitas 1. Memahami dan
Pelayanan berkomitmen ✓ Kualitas memenuhi
memberikan ✓ Kepuasan kebutuhan
pelayanan prima masyakat
demi kepuasan 2. Ramah, cekatan,
masyarakat solutif, dan dapat
diandalkan
3. Melakukan
perbaikan tiada
henti.
2 Akuntabel Kami ✓ Integritas 1. Melaksanakan
bertanggung- ✓ Konsisten tugas dengan jujur,
jawab atas ✓ Dapat bertanggungjawab,
kepercayaan dipercaya cermat, disiplin dan
yang diberikan ✓ Transparan berintegritas tinggi
2. Menggunakan
kekayaan dan
barang milik negara
secara
bertanggung jawab,
efektif, dan efisien
3. Tidak
menyalahgunakan
kewenangan
jabatan
3 Kompeten Kami terus ✓ Kinerja 1. Meningkatkan
belajar dan terbaik kompetensi diri
mengembangkan ✓ Sukses untuk menjawab
kapabilitas ✓ Keberhasilan tantangan yang
✓ Learning selalu berubah
agility 2. Membantu orang
✓ Ahli lain belajar
dibidangnya 3. Melaksanakan
tugas dengan
kualitas terbaik
4 Harmonis Kami saling ✓ Peduli 1. Menghargai setiap
peduli dan ✓ Perbedaan orang apapun latar
menghargai ✓ Selaras belakangnya

9
perbedaan 2. Suka menolong
orang lain
3. Membangun
lingkungan kerja
yang kondusif
5 Loyal Kami ✓ Komitmen 1. Memegang teguh
berdedikasi dan ✓ Dedikasi ideologi Pancasila,
mengutamakan ✓ Kontribusi UUD 1945, setia
kepentingan ✓ Nasionalisme pada NKRI serta
Bangsa dan ✓ Pengabdian pemerintahan yang
Negara sah
2. Menjaga nama
baik sesama ASN,
Pimpinan, Instansi,
dan Negara
3. Menjaga rahasia
jabatan dan negara
6 Adaptif Kami terus ✓ Inovasi 1. Cepat
berinovasi dan ✓ Antusias menyesuaikan diri
antusias dalam terhadap menghadapi
menggerakkan perubahan perubahan
ataupun ✓ Proaktif 2. Terus berinovasi
menghadapi dan
perubahan mengembangkan
kreativitas
3. Bertindak proaktif
7 Kolaboratif Kami ✓ Kesediaan 1. Memberi
membangun bekerja sama kesempatan
kerjasama yang ✓ Sinergi untuk kepada berbagai
sinergis hasil yang pihak untuk
lebih baik berkontribusi
2. Terbuka dalam
bekerja sama
untuk
menghasilkan nilai
tambah
3. Menggerakkan
pemanfaatan
berbagai
sumberdaya untuk
tujuan Bersama.

10
2.2 Kedudukan dan Peran PNS Untuk Mendukung Terwujudnya Smart
Governance
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Menajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai
sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil
negara yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.
a) Kedudukan ASN
Berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 2014 ASN terdiri dari PNS
(Pegawai Negeri Sipil) dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja)
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan warga negara Indonesia yang
memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap
oleh pejabat Pembina kepegawaian untuk memduduki jabatan
pemerintahan, memiliki nomor induk pegawai secara nasional.
2. Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) adalah warga
negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oleh
pejabat Pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian kerja sesuai
dengan kebutuhan instansi pemerintah untuk jangka waktu tertentu
dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
Fungsi ASN meliputi:
1) Pelaksanan kebijakan public
2) Pelayan Publik
3) Perekat pemersatu bangsi
Tugas ASN yaitu:
1) Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat
Pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan perundang
undangan
2) Memberikan pelayanan publik yang professional dan berkualitas
3) Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia

11
Kode etik ASN yaitu :
ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode prilaku.
Kode etik dan kode prilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat
dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode prilaku yang diatur dalan
UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenbggaraan
birokrasi pemerintah
b) Mekanisme pengelolaan ASN
Mekanisme PNS meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan,
pengadaan, pangkat dan jabatan, pengembangan karier, promosi,
mutase, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan, penghargaan,
disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun dan hari tua, dan perlindungan.
Sedangkan manajemen PPPK meliputi penetapan kebutuhan,
pengadaan, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan, pengenbangan
kompetensi, pemberian penghargaan, disiplin, pemutusan hubungan
perjanjian kerja dan perlindungan.
Pengembangan karier PNS dilakukan dengan mempertimbangkan
integritas dan moralitas. Kompetensi meliputi:
1) kompetensi teknis
2) kompetensi manajerial
3) kompetensi sosial kultural
c) Penerapan sistem merit
Sistem merit pada dasarnya adalah konsepsi dalam menajemen SDM
yang menggambarkan diterapkannya obyektifitas dalam keseluruhan
semua proses dalam pengelolaan ASN yakni pada pertimbangan
kemampuan dan prestasi individu untuk melaksanakan pekerjaannya.

12
2. Smart ASN
Smart ASN adalah Pegawai dengan kompetensi kinerja, serta
profesionalisme yang tinggi dan beradaptasi dengan teknologi serta untuk
mencapai tujuan organisasi.
Didalam smart ASN ada 5 kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap
ASN untuk mewujudkan Smart Governance adalah dengan mengusai
kompetensi tersebut. Lima kompetensi itu yaitu:
1. Menguasai IT
ASN dituntut tidak gaptek (gagap teknologi) dan informasi, juga dapat
mengoprasikan dan pemanfaatkan aplikasi-aplikasi produk IT, hal ini
untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi untuk meningkatkan kinerja,
tugas, dan fungsinya dalam pelayanan dan pengabdian kepada
masyarakat. Selain memanfaatkan IT, ASN juga harus bijak
memanfaatkan internet yang digunakan yaitu dengan menggunakan
etika yang baik seperti menghindari berita HOAX, ajaran kebencian,
perkataan SARA, dan hal-hal berbau pornografi dan terorisme.
2. Menguasai Bahasa Asing
Seorang ASN selain menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan
benar juga harus memiliki kemampuan menguasai Bahasa asing seperti
Bahasa inggris dan Bahasa asing lainnya. Hal ini agar ASN mampu
mengembangkan kompetensinya melalui informasi dan teknologi yang
berasal dari seluruh dunia yang biasanya menggunakan Bahasa asing
terutama menggunakan Bahasa inggris.
3. Bersikap Ramah saat melayani public
Keramahan adalah memiliki sifat baik hati dan menarik budi bahasanya,
baik tutur kata dan sikapnya dalam setiap menjalankan aktifitas
melaksanakan tugas dan pekerjaan khususnya dalam menampilkan
pelayanan prima kepada masyarakat.
4. Mempunyai kemampuan Networking atau mampu bekerjasama
Networking yaitu membangundan menjalani hubungan dengan orang lain
atau organisasi yang berpengaruh posistif pada kesuksesan professional
maupun personal. Salah satu manfaat memiliki koneksi yang luas adalah
semakin banyak ilmu dan informasi yang diperoleh untuk memberikan

13
pelayanan prima kepada masyarakat.
5. Kemampuan memiliki jiwa enteprenuership
ASN dituntut memiliki jiwa enteprenuersip yaitu memiliki jiwa
kewirausahaan yang ditandai dengan dimilikinya keberanian, kreatifitas,
inovatif, pantang menyerah, dan cerdas dalam menangkap dan
menciptakan peluang. Enteprenuership juga dapat diartikan berpikir
tentang masa depan orang banyak, kehidupan orang banyak,
kesejahtraan masyarakat, dan bagaimana cara membantu meraka yang
membutuhkan. Dengan kemampuan enteprenuership ini maka seorang
ASN akan mampu terus berinovasi meningkatkan kinerja dalam setiap
waktunya.
Literasi digital berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif sumber
daya manusia di Indonesia agar keterampilannya tidak terbatas
mengoprasikan gawai. Literasi digital juga merupakan kemampuan untuk
secara kreatif terlibat dalam praktik social tertentu, untuk mengasumsikan
identitas social yang tepat, dan untuk membentuk atau mempertahankan
berbagai hubungan diruang sosial.
Kurikulum literasi digital ada 4 kompetensi:
1) Kecakapan menggunakan media digital (digital skills)
2) Budaya menggunakan digital (digital culture)
3) Etika menggunakan media digital (digital ethics)
4) Keamanan menggunakan media digital (digital safety)

14
2.3 Analisa Isu dan Penyebab
a. Identifikasi Isu
1. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mau berobat ke puskesmas
2. Belum Optimalnya Data Mingguan dan Bulanan Surveilans
di Puskesmas Salakan

3. Adanya petugas desa yang tidak mengumpulkan laporan


program rutin di puskesmas
4. Kurangnya kordinasi antar pengelola program dalam melakukan
penyelidikanepidemiologi.

Tabel 2.2: Analisa APKL

No Isu A P K L Total
Kurangnya kesadaran masyarakat
1. untuk mau berobat ke puskesmas 3 2 3 2 10

Belum Optimalnya Data


2. Mingguan Dan Bulanan 4 5 5 4 18
Surveilans di Puskesmas
Salakan
Adanya petugas desa yang tidak
3. mengumpulkan laporan program 1 2 2 2 7
rutin di puskesmas
Kurangnya kordinasi antar
4. pengelola program dalam 3 4 3 3 13
melakukan penyelidikan
epidemiologi.
Keterangan:
1= Sangat Kecil
2= Kecil
3 = Sedang
4 = Besar
5 = Sangat Besar

Berdasarkan tabel tersebut, ditemukan isu/masalah pokok yang menjadi


prioritas yaitu, “Optimalisasi Data Mingguan dan Bulanan Surveilans di
Puskesmas Salakan”.

15
b. Penyebab Masalah
Mengidentifikasi faktor penyebab dan akibat isu dengan menggunakan
Fish Bone

Gambar 2.1 Fish Bone Faktor Penyebab dan Akibat

c. Alternatif Pemecahaan Masalah/Gagasan Ide

Tabel 2.3 Alternatif Pemecahan Masalah/Gagasan Ide


No. Penyebab Pemecahan masalah / gagasan ide

1. Rendahnya Kesadaran Membuat Perencanaan dan


Petugas Surveilans untuk Strategi Pengolahan dan Analisis
melakukan pengolahan dan data Surveilans dengan Membuat
Analisis data Surveilans Kalender Kerja tanggal
Pengumpulan, Pengolahan dan
analisis data.
2. Kurangnya Pemahaman a. Membuat Sosialisasi Mengenai
Petugas Kesehatan Keterlibatan Seluruh Staf Pukesmas dan
Terkait Data Surveilans Pentingnya Data Surveilans
b. Membuat Video Tutorial Terkait Data
Survailas dan Dibagikan di Youtube
3. Kemauan dari petugas Berkoodinasi dengan Pimpinan
atau organisasi untuk Terkait terkait Data Surveilans. Agar
berpartisipasi/ Semua dapat Berpartisipasi dalam
melaksanakan Data Data Mingguan dan Bulanan
Surveilans Surveilans

16
4. Kurangnya Koordinasi antar Melakukan evaluasi terkait ketepatan
Petugas Surveilans dan PJ dan keterlibatan petugas dalam
Program Terkait mengumpulkan data dengan membuat
pengumpulan Laporan WA grup data Surveilans dan
survailasn Mingguan dan Memodifikasi Form Data Laporan
bulanan Surveilans
5 Belum Adanya Aplikasi Membuat Master Tabel Excel Terkait
Pengolahan dan Analisis Pengolahan Dan Analisis Data
data Surveilans Survailasn

6 Belum adanya SOP terkait Berkoodinasi dengan Pimpinan Terkait


Data Surveilans Standar Operasional Data Surveilans

d. Keterkaitan Isu dengan

Manajemen ASN : Keterkaitan dengan manajemen ASN karena


dalam melakukan kegiatan dibutuhkan ASN
yang profesional dan disiplin untuk dapat
menangani masalah-masalah yang terjadi terkait
dengan tugas dan tanngung Jawab dalam
Pengolahan dan analisis Data Surveilans.
SMart ASN : ASN dituntut tidak gaptek (gagap teknologi) dan
informasi, juga dapat mengoprasikan dan
pemanfaatkan aplikasi-aplikasi produk IT, hal ini
untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi
untuk meningkatkan kinerja, tugas, dan dalam
pengolahan dan analisis data Surveilans

17
2.4 Rencana Kegiatan Aktualisasi
Unit Kerja : UPT Dinas Kesehatan Puskesmas Salakan
Isu yang diangkat : Belum Optimalnya data Mingguan dan Bulanan Surveilans di Puskesmas Salakan
Gagasan pemecahan isu : Optimalisasi Pengumulan, Pengolahan dan Analisis data Surveilans

Tabel 2.3: Rencana Kegiatan Aktualisasi


Konstribusi terhadap visi Penguatan
N Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Keterkaitan Subtansi
misi Pemda Nilai (OPD)
o
mata pelatihan
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan Bahan Konsultasi, - Akuntabel Kontribusi kegiatan Penguatan
Konsultasi dengan Persetujuan - Kolaboratif ini sesuai misi nomor nilai
Persiapan mentor Mentor, saran dan - Harmonis 2 yaitu: organisasi
Pelaksanaan Masukan Mentor meningkatkan yaitu
1 Kegiatan kesejahtraan Melayani,
Aktualisasi 2. Koordinasi dengan Bahan Konsultasi, - Akuntabel masyarakat melalui Ramah,
PJ Surveilans Saran dan - Kolaboratif pendidikan, inovasi,
puskesmas Masukan PJ - Harmonis kesehatan dan amanah
Surveilans perekonomian
masyarakat.
3. Membuat Kalender Adanya Kelender - Akuntabel
Kerja Pengumpulan, Kerja mingguan dan - Kompeten
Pengolahan dan bulanan Surveilans
analisis data Epidemiologi
Surveilans Mingguan
dan Bulanan
1) Manajemen ASN
2) SMART ASN

18
2 Membuat Video 1. Menyiapkan alat dan Adanya Laptop dan - Akuntabel Kontribusi kegiatan ini Penguatan
Tutorial Terkait bahan dan Refrensi Aplikasi Edit Video - Kompeten sesuai misi nomor 2 nilai
Data Surveilans Pumbuatan Video - Adaptif yaitu: meningkatkan organisasi
dan di upload di Adanya Bahan - Kolaboratif kesejahtraan yaitu
Youtube Dan materi terkait masyarakat melalui Melayani
data Surveilans pendidikan, kesehatan inovasi,
amanah
2. Membuat Video dan Adanya Video yang - Kompeten dan perekonomian
Mengupload di diupload di toutube Adaptif masyarakat.
Youtube
Menyimpan Link
Video untuk
dibagikan ke
Pengumpul data
1) Manajemen ASN
2) SMART ASN
3 Membuat 1. Menyampaikan Adanya Undangan - Akuntabel Kontribusi kegiatan Penguatan
Sosialisasi Undangan Kepada Pengumpul - Kolaboratif ini sesuai misi nomor nilai
kepada pertemuan data yaitu Bidan - Harmonis 2 yaitu: organisasi
Pengumpul data sosialisasi desa/ Pengelola meningkatkan yaitu
(PJ desa dan PJ Desa, Pemengang kesejahtraan Melayani,
Prog) tentang Program terkait masyarakat melalui Ramah,
Data Surveilans pendidikan, Terpercaya,
2. Menyiapkan alat, Menyiapkan Materi, - Akuntabel
dan Pentingnya kesehatan dan inovasi,
Bahan dan pre test dan post - Kolaboratif
kolaborasi dalam perekonomian amanah
Ruangan test, LCD, dan - Harmonis
Data Surveilans masyarakat.
Ruangan - Kompeten
Pertemuan
3. Melakukan Pre Terlaksananya - Akuntabel
Test Sebelum Pree Test dan Post - Kolaboratif
Sosialisasi dan Test - Harmonis
Post Test Setelah
Sosialisasi

19
4. Melakukan Adanya - Berorientasi
Sosialisasi Peningkatan Pelayanan
pemahaman data - Akuntabel
Surveilans, Adanya - Kolaboratif
Komitmen dalam - Harmonis
kolaborasi data - Kompeten
- Loyal
Surveilans,
- Adaptif
Adanya Grup WA
- Kompeten
Terkait Data
Surveilans
Adanya catatan - Akuntabel
5. Diskusi/ tanya Pertanyaan dan - Kolaboratif
jawab, Jawaban terkait - Harmonis
Menyampaikan link Data Surveilans - Loyal
youtube. Link disampaikan - Adaptif
melalui Grup WA - Kompeten
Surveilans
1) Manajemen ASN
2) SMART ASN

4 Evaluasi 1. Melakukan Adanya Hasil - Harmonis Kontribusi kegiatan ini Penguatan


Pelaksaan Pengolahan dan pengolahan dan - Kolaboratif sesuai misi nomor 2 nilai
Kegiatan Analis data Analisasis data - Akuntabel yaitu: meningkatkan organisasi
Pengolahan dan Surveilans Surveilans - Kompeten kesejahtraan yaitu
Analisis data mingguan mingguan berupa - Adaptif masyarakat melalui Melayani
Surveilans - Loyal pendidikan, kesehatan inovasi,
tabel, Grafik dan
dan perekonomian Amanah,
Tren. masyarakat. Terpercaya

20
- Harmonis
2. Melakukan Adanya Hasil - Kolaboratif
Pengolahan dan pengolahan dan - Akuntabel
Analis data Analisasis data - Kompeten
Surveilans bulanan Surveilans Bulanan - Adaptif
berupa tabel, Grafik Loyal
dan Tren.

3. Menyampaian hasil Membagikan Hasil - Harmonis


pengolahan dan pengolahan dan - Kolaboratif
analisis data Analisasis data - Akuntabel
Surveilans ke Surveilans - Kompeten
pengumpul data mingguan dan - Adaptif
(bidan desa, dan PJ - Loyal
Bulanan melalui
terkait)
Grup WA

4. Melaporkan hasil Melaporkan Hasil - Harmonis


Pengolahan dan pengolahan dan - Kolaboratif
alaisis data Analisasis data - Akuntabel
Surveilans kepada Surveilans - Kompeten
Mentor mingguan dan - Adaptif
Bulanan Kepada Loyal
Mentor

1) Manajemen ASN
2) SMART ASN

21
2.5 Rencana Jadwal Aktualisasi
Dalam melakukan kegiatan aktualisasi, diperlukan jadwal kegiatan untuk mempermudah dalam
melakukan tahapan kegiatan aktualisasi untuk mencapai target dengan baik. Jadwal aktualisasi ini dapat dilihat
pada table berikut:
Tabel 2.4: Rencana Jadwal Aktualisasi
No Kegiatan Minggu Minggu Minggu Minggu Minggu
Ke 1 Ke 2 Ke 3 Ke 4 Ke 5
Persiapan Pelaksanaan Kegiatan
1 Aktualisasi
a. Melakukan Konsultasi dengan mentor
b. Koordinasi dengan PJ Surveilans
puskesmas
c. Membuat Kalender Kerja
Pengumpulan, Pengolahan dan
analisis data Surveilans Mingguan
dan Bulanan
2 Membuat Video Tutorial Terkait Data
Surveilans dan di upload di Youtube
a. Menyiapkan alat dan bahan dan Refrensi
Pumbuatan Video
b. Membuat Video dan Mengupload di Youtube

22
3 Membuat Sosialisasi kepada Staf
Pukesmas (PJ desa dan PJ Prog) tentang
Pentingnya kolaborasi dalam Data
Surveilans
a. Menyampaikan Undangan pertemuan
sosialisasi
b. Menyiapkan alat, Bahan dan Ruangan
c. Melakukan Pre Test Sebelum
Sosialisasi
d. Melakukan Sosialisasi
e. Diskusi/ tanya jawab, serta
Menyampaikan link youtube.
f. Melakukan Post Test
4 Evaluasi Pelaksaan Kegiatan Pengolahan
dan Analisis data Surveilans mingguan
a. Melakukan Pengolahan dan Analis data
Surveilans mingguan
b. Melakukan Pengolahan dan Analis data
Surveilans Bulanan
c. Menyampaian hasil pengolahan dan
analisis data Surveilans ke pengumpul
data (bidan desa, dan PJ terkait)
d. Melaporkan hasil Pengolahan dan
alaisis data Surveilans kepada Mentor

23