Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS ISU MANAJEMEN ASN DAN SMART ASN DI UNIT KERJA

Disusun
Oleh:
Kelompok
II

Randyka Pratana Irsyal

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN II ANGKATAN II

TAHUN
2022
A. Identifikasi Isu Aktual
Ada beberapa Isu Aktual yang berkembang di Intansi penempatan saya ditempatkan
berikut saya sampaikan Isu-isu Aktual yang berkembang di Instansi ini.yaitu:

1. Penerapan SOP pada pelayanan perkantoran yang belum terlaksana dengan


maksimal.
SOP memiliki peran sebagai pedoman dalam pekerjaan yang sesuai fungsinya. SOP
adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai
berbagai proses penyelenggaraan adminisrasi perkantoran yang berisi cara
melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan, dan aktor yang
berperan dalam kegiatan, SOP juga memilik Peran sebagai Pedoman dalam
pekerjaan yang sesuai fungsinya. Dengan adanya SOP maka pelaksanaan pekerjaan
dapat dilakukan dengan rapi, sistematis serta dapat meningkatkan kualitas pekerjaan.

A. Implementasi dari Manajemen ASN dan Smart ASN.


- Fungsi, Tugas, dan Peran ASN belum optimal terlaksana masih ada pegawai
yang tidak bertanggung jawab pada pekerjaan karena kurang paham dengan
fungsi, tugas, dan peran nya sebagai ASN.
- Dengan SOP yang tidak berjalan maka antara satu manajemen dengan
manajemen lain tidak terlaksana yang mengakibatkan sistem merit tidak
berjalan.
- Hak seseorang untuk mendapatkan pelayanan optimal tidak terlaksana
dengan maksimal dan Kewajiban untuk Melayani secara optimal tidak
terimplementasi seacra maksimal.
- Kurang optimal nya Implementasi Letarasi Digital untuk berinteraksi dan
kolaborasi antar unit kerja dalam satu instansi belum maksimal yang
mengakibatkan SOP belum berjalan dengan sempurna.
- Pilar Literasi Digital belum optimal agar pengetahuan dan sistem SOP yang
dibentuk dapat berjalan dengan sempurna tanpa hambatan dan efisien dalam
menyelesaikan pekerjaan lebih optimal.
B. Data dan Fakta
• Banyak Pekerjaan yang penyelesaiannya tidak tepat waktu.
• Terjadi Penumpukan Pekerjaan yang hanya mengharapkan satu orang.
• Data Kepegawaian berupa hard copy yang tidak jelas keberadaanya.
• Sering terjadi pertanyaan seputar SOP pada saat rapat berlangsung.
• Terjadi Banyak kasus tentang kurang efisen nya dalam menyelesaikan
suatu pekerjaan.

C. dampak dan parapihak yang terkena dampak jika isu-isu tersebut tidak
diselesaikan
• Pekerjaan yang penyelesaian nya kurang efisen dan efekti yang merugikan
banyak pegawai dan masyarakat.
• Kinerja instansi menjadi kurang bagus di kalangan instansi pusat.
• Kurangnya kepercayaan pegawai kepada suatu devisi yang ada di instansi.

2. Disiplin Pegawai yang belum terlaksana dengan maksimal.


Disiplin ASN adalah kesanggupan Pegawain Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah
Perjanjian Kerja untuk menaati keawajian dan menghindari larangan yang ditentukan
dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila
tidak ditaati atau dilanggan akan dijatuhi hukuman disiplin. Disiplin juga dapat
membentuk Karakter yang bertanggung jawab.

A. Implementasi dari Manajemen ASN dan Smart ASN.


- Kode Etik dan Kode Perilaku ASN belum optimal terlaksana masih ada
pegawai yang bertindak tanpa di dasarin kode etik dan kode perilaku sebagai
ASN.
- Nilai Dasar sebagai ASN belum terlaksana optimal yang mengakitbatkan
banyak pelanggaran-peanggaran disiplin kerap terjadi.
- Penilaian Kerja Menjadi Menurun yang di sebabkan disiplin pegawai kurang
optimal.
- Pemberhentian sebagai ASN merupakan hukuman yang harus diterima
pegawai dalam penegakan disipilin pelanggaran tingkat berat.
- Kenaikan Pangkat dan Jabatan menjadi tertunda dikarenakan seringny
pelanggaran displin yang dilakukan pegawai.
- Pilar literasi digital tidak terbangun dengan baik yang diakibatkan kurangnya
dimanfaatkan dalam proses penegakan disiplin.

B. Data dan Fakta


• Banyak Pegawai yang datang tidak tepat waktu.
• Kurangnya kesadaran berpakaian seragam sesuai aturan yang
ditetapakan.
• Pegawai yang masih tidak memanfaatkan waktu luang untuk santai-santai
menonton film.
• Banyak pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan terbukti dengan data
rekap absensi yang dilakukan petugas.

C. dampak dan parapihak yang terkena dampak jika isu-isu tersebut tidak diselesaikan
• Memburuknya Kinerja Pegawai.
• Sikap dan perilaku pegawai yang kurang disiplin menjadi pedoman yang
buruk bagi pegawai baru.
• Nilai Kinerja Pegawai menjadi buruk.
• Pekerjaan menjadi tidak terselesaikan.

3. Inventarisasi Barang Milik Negara pada Stasiun Transmisi TVRI Maluku di Bukit
Gresea.
Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181/PMK.06/2016 tentang
Penatausahaan BMN, penatausahaan BMN adalah rangkaian kegiatan yang
meliputi pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan BMN sesuai ketentuan
Peraturan Perundanga-undangan. Inventarisasi BMN adalah kegiatan
untuk melakukan pendataan, pencatatan dan pelaporan hasil pendataan
BMN.
A. Implementasi dari Manajemen ASN dan Smart ASN.
- Kurang nya Nilai Dasar sebagai ASN yang mengakibatkan pekerjaan menjadi
tertunda.
- Kewajiban sebagai seorang ASN yang selalu di tunda mengakibatkan kegiatan
inventaris tidak terlaksana secara optimal.
- nilai Nasionalisme khususnya ASN sebagai pelaksana kebijakan publik
dimana peraturan mengenai penatausahaan BMN merupakan suatu
kebijakan publik.
- Fungsi, Tugas, dan Peran sebagai ASN kurang optimal yang menyebabkan
penginvetarisan tidak berjalan lancar.
- Digital Skill yang belum terpenuhi dengan baik mengakibatkan pengetahuan
seputar Barang Milik Negara terbatas.

B. Data dan Fakta


• Banyak Barang-barang yang Pelabelan masih belum update.
• Masih banyaknya barang-barang yang tidak dapat digunakan didalam
ruangan yang mengakibatkan minim nya space untuk bekerja.
• Banyak Barang-barang yang belum update di karenakan barang-barang
yang tidak terpakai atau rusak masih tercatat baik pada data terdahulu.
• Data Neraca Yang tidak seimbang pada saat pelaporan.
• Biaya pemeliharan bertambah untuk barang-barang yang sudah tidak
dapat digunakan.

C. Dampak dan parapihak yang terkena dampak jika isu-isu tersebut tidak
diselesaikan
• Laporan Keuangan dan BMN menjadi tidak seimbang yang merugikan
dalam kepercayaan suatu instansi kepada instansi ini.
• Penumpukan Barang yang tidak dipakai lagi dalam suatu ruangan yang
dapat merugikan ASN dalam bekerja.
• Tidak dapat melakukan pembaruan barang yang merugikan suatu instansi
agar lebih maju.
• Tidak dapat menghapus barang rusak yang dapat berakibat barang
tertumpuk dalam ruangan.
• Pelabelan tidak update yang mengakibatkan ASN atau pihak lain tidak tahu
sumber informasi pada suatu barang milik negara yang ada pada instansi.
• Banyak barang miilik negara yang dipakai tanpa sepengetahuan
penanggung jawab sering hilang yang menakibatkan kerugian pada
instansi.
• Pengelolaan BMN yang kurang efisien mengakitbatkan nilai yang diberikan
suatu instansi menjadi kurang sempurna kepada instansi ini.

B. Teknik Analisis Isu


Teknik analisis yang digunakan untuk memprioritaskan isu yang akan ditindaklanjuti
yaitu metode APKL dengan cara menentukan tingkat Aktual, Problematik, Kekhalayakan
dan Layaknya suatu isu segera diselesaikan.

Bobot Nilai Penetapan Kriteria Kualitas Isu dengan APKL

Bobot Keterangan

5 Sangat (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak)

4 Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak

3 Cukup (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak)

2 Tidak (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak)

1 Sangat tidak (Aktual, Problematik, Kekhalayakan,Layak)

Aktual artinya benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Problematik
artinya isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu dicarikan segera
solusinya. Kekhalayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Layak artinya isu
yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Penilaian secara APKL dilakukan menggunakan nilai dengan memberikan skor rentang 1 sampai
5, semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat serius untuk segera
ditangani.

Analisis Isu dengan menggunakan Alat Analisis APKL

Penilaian Isu
No. Isu A P K L Total Ranking
1 Penerapan SOP pada pelayanan 5 4 4 4 17 II
perkantoran yang belum terlaksana
dengan maksimal.
2 Disiplin Pegawai yang belum 5 4 3 4 16 III
terlaksana dengan maksimal.

3 Inventarisasi Barang Milik Negara 5 5 5 4 19 I


pada Stasiun Transmisi TVRI Maluku
di Bukit Gresea.

C. Teknik Analsis Isu

Dalam menentukan sebuah isu, cukup penting bagi Anda untuk mengetahui apakah yang
dimaksud dengan analisis SWOT. Secara umum, pengertian analisis SWOT adalah metode
perencanaan dengan mengevaluasi 4 komponen, yaitu:

S - Strengths
Komponen SWOT yang pertama adalah strengths atau kekuatan.
W - Weakness
Dalam analisis SWOT, W adalah weakness yang artinya kelemahan.
O - Opportunities
Komponen SWOT berikutnya adalah opportunities yang berarti peluang.
T - Threats
Sedangkan, analisis SWOT yang berkaitan dengan ancaman usaha adalah threats.
Berdasarkan pengertian analisis SWOT tersebut, bisa dikatakan bahwa metode ini akan
membantu para pemilik usaha dalam mengatur tingkat kekuatan, kelemahan, peluang, serta
ancaman yang dimiliki secara sistematis.
Analisis strength (kekuatan)
• memperhatikan dan mengutamakan setiap barang milik negara yang di
inventaris seacara benar dan tepat.

• Dapat Memberikan Data yang Update

• Jumlah Barang Milik Negara tersaji secara real.

• Mengoptimalkan Barang Milik Negara secara efektif dan efisen

Analisis weakness (kelemahan)


• Tidak dketahui tanggal perolehan barang.

• Tidak ditemukan barang milik negara dalam suatu ruangan.

• Pencarian data yang cukup susah.

• Barang Milik negara berpindah tangan.

Analisis opportunities (peluang)


• Dapat ditelusuri tahun perolehan.

• Inventaris dapat berjalan lancar dan efisen.

• Invetaris didukung penuh oleh pimpinan kami.

• Terpecahkan Masalah berapa jumlah barang yang tidak dapat digunakan.

Analisis threats (ancaman)


• Pemakai BMN yang tidak bertanggungjawab.

• Kurangnya kontrol dalam penggunaan BMN.

• Laporan Keuangan yang tidak seimbang.

• BMN baru terbatas.

D. Gagasan Yang diberikan

1. Mendata kembali BMN yang ada dimasing-masing ruangan.


2. Menulusuri barang yang hilang.

3. Mencatat data yang sesuai ada di lapangan

4. Memeriksa data yang didapat sesuai apa tidak dengan yang ada diapikasi
simak bmn

5. Membuat daftar barang rungan yang memiliki penanggung jawab disetiap


ruangan agar BMN tersebut dapat diawasin.

6. Menghentikan penggunan barang yang sudah tidak dapat digunakan agar


biaya pemeliharaan dapat di tekan atau dikurangi.

7. Mencantumkan label di setiap BMN yang ad di intansi agar dapat


memberikan kepada publik tentang informasi BMN yang ada.

8. Memperbarui data di aplikasi SIMAK BMN.

Anda mungkin juga menyukai