Anda di halaman 1dari 6

Nama : Riska Purnita, S.E.

NIP : 199307182022032002
Unit Kerja : Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan
Jabatan : Perencana Ahli Pertama

Identifikasi Isu

A. Deskripsi Isu
1. Isu ke - 1 : Belum terealisasi nya data dan informasi kegiatan dari komponen
terkait emonev 2022
Dalam rangka mewujudkan good governance pemerintah reformasi kebijakan
perencanan dan penganggaran. Reformasi perencanaan penganggaran dilakukan
dengan menerapkan budaya kerja birokrasi yang berorientasi pada hasil kerja (result
management) dan pengukuran kinerja (perfomance measurement), sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintah.
a. Data dan fakta yaitu belum terealisasinya data dan informasi kegiatan dari
komponen.
b. Dampak yang ditimbulkan jika tidak diselesaikan yaitu sulit untuk mengkaji
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan apakah telah sesuai dengan rencana atau
belum dan akan mempengaruhi IKPA.
c. Kondisi yang diharapakan dari isu Belum optimalnya data dan informasi realisasi
kegiatan dari komponen terkait emonev yaitu dapat memudahkan untuk melihat
capaian realisasi kegiatan

Hal ini sejalan dengan Manajemen ASN yaitu menghasilkan pegawai ASN yang
professional, memiliki nilai dasar, menjunjung etika profesi, bebas dari
intervensi politik, dan bersih dari praktik KKN. Dan sesuai dengan kode etik yaitu
menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.

Hal ini juga sejalan dengan Smart ASN yaitu integritas, nasionalisme,
profesionalisme, berwawasan global, menguasai informasi dan teknologi, bahasa
asing, hospitality, networking, dan enterpreneurship, serta menerapkan empat pilar
literasi digital, yakni etika, keamanan, budaya, dan kecakapan dalam bermedia
digital.
2. Isu ke – 2 : Perencanaan strategi output dan kinerja satuan kerja Pusat Sistem
dan Strategi Kesehatan belum maksimal pada tahun 2022
Renstra Kementerian Kesehatan merupakan dokumen perencanaan yang bersifat
indikatif memuat program-program pembangunan kesehatan yang akan dilaksanakan
oleh Kementerian Kesehatan dan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja
(Renja) Kementerian Kesehatan. Sesuai dengan Pasal 14 Peraturan Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 5 Tahun 2019
disebutkan bahwa perubahan terhadap Renstra kementerian/lembaga dapat dilakukan
sepanjang: 1). terdapat peraturan perundang-undangan yang mengamanatkan
perubahan Renstra kementerian/lembaga; dan/atau 2). adanya perubahan struktur
organisasi dan/atau tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang ditetapkan melalui
Peraturan Presiden mengenai struktur organisasi dan/atau tugas dan fungsi
kementerian/lembaga
a. Data dan fakta karena satker dalam proses perubahan Susunan Organisasi Dan Tata
Kerja (STOK) dari Pusat Analisis Determinan Kesehatan (PADK) menjadi Sistem
dan Strategi Kesehatan (PSSK) dan mengharuskan pegawai untuk beradapatasi
dengan system kerja baru.
b. Dampak yang ditimbulkan jika tidak diselesaikan yaitu mengharuskan untuk dua
kali kerja karena dari satker lama masih harus melaporkan outputnya dan
merancang dari tahun sebelumnya untuk terkait output dari SOTK baru.
c. Kondisi yang diharapkan dari isu perencanaan output dan kinerja satuan kerja Pusat
Sistem dan Strategi Kesehatan belum maksimal yaitu optimalisasi perencanaan
output dan kinerja.
Hal ini sejalan dengan Manajemen ASN yaitu menghasilkan pegawai ASN yang
professional, memiliki nilai dasar, menjunjung etika profesi, bebas dari
intervensi politik, dan bersih dari praktik KKN. Dengan didasari dari kode etik
yang melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau sejauh tidak
bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan.
Hal ini juga sejalan dengan Smart ASN yaitu integritas, nasionalisme,
profesionalisme, berwawasan global, menguasai informasi dan teknologi, bahasa
asing, hospitality, networking, dan enterpreneurship, serta menerapkan empat pilar
literasi digital, yakni etika, keamanan, budaya, dan kecakapan dalam bermedia
digital.
3. Isu ke – 3 : Dokumen-dokumen yang ada belum terarsip dengan baik tahun 2022
Arsip merupkan sebuah kumpulan catatan dan dokumen yang disimpan secara
otomatis mempunyai kegunaan agar setiap kali mencari dokumen atau data yang
dibutuhkan akan lebih cepat ditemukan. Berkembangnya kemajuan teknologi yang
semakin canggih, sangat berpengaruh terhadap kemajuan sistem pendokumentasian di
sektor swasta dan Pemeintah. Informasi yang akurat sangat dibutuhkan bagi semua
instansi baik berupa dokumen, naskah, buku, foto, gambar peta gambar bagan,
rekaman suaran dan dokumen-dokumen lainya baik asli maupun salinan dan semua
penciptaan itu merupakan sebuah tujuan dari sebuah organisasi.
a. Data dan fakta karena adanya perubahan SOTK baru jadi dokumen-dokumen yang
ada belum terarsip dengan baik, dan karena masih peralihan SOTK baru jadi masih
ada dokumen terkait PADK
b. Dampak yang ditimbulkan jika tidak diselesaikan yaitu sulitnya mencari dokumen
yang dibutuhkan serta mempengaruhi efisiensi dan efektivitas bekerja.
c. Kondisi yang diharapakn dari isu Dokumen-dokumen yang ada belum terarsip
dengan baik yaitu lebih memudahkan dalam pencarian dokumen saat sedang
dibutuhkan

Hal ini sejalan dengan Manajemen ASN yaitu menghasilkan pegawai ASN yang
professional, memiliki nilai dasar, menjunjung etika profesi, bebas dari
intervensi politik, dan bersih dari praktik KKN. Dalam melaksanakan tugasnya
pegawai harus sesuai dengan kode etik melaksanakan tugasnya dengan cermat dan
disiplin, serta jujur, bertanggungjawab, dan berintegritas tinggi.

Hal ini juga sejalan dengan Smart ASN yaitu integritas, nasionalisme,
profesionalisme, berwawasan global, menguasai informasi dan teknologi, bahasa
asing, hospitality, networking, dan enterpreneurship, serta menerapkan empat pilar
literasi digital, yakni etika, keamanan, budaya, dan kecakapan dalam bermedia
digital.

B. Penetapan Core Isu


Teknik atau metode penapisan isu yang digunakan dalam aktualisasi ini adalah
Metode USG (Urgency, Seriousness, and Growth). Metode USG merupakan teknik
dengan menggunanakan tingkat urgensi (U), keseriusan (S), dan perkembangan isu (G).
Indikator dalam metode tersebut antara lain:
a. U = Urgency, yaitu seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan
waktu yang tersedia.
b. S = Seriousness, yaitu seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan
akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah.
c. G = Growth, yaitu seberapa kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan
dengan kemungkinan penyebab isu.

Masing-masing indikator menggunakan nilai dengan skala 1-5. Skor yang semakin
tinggi menunjukkan bahwa isu tersebut sangat mendesak dan sangat serius untuk segera
ditangani

Kriteria Jumlah Peringkat


No. Isu
U S G Nilai Kualitas
1 Belum optimalnya data dan informasi
realisasi kegiatan dari komponen terkait 5 4 4 13 II
emonev
2 Perencanaan output dan kinerja satuan
kerja Pusat Sistem dan Strategi 4 5 5 14 I
Kesehatan belum maksimal
3 Dokumen-dokumen yang ada belum
3 3 3 9 III
terarsip dengan baik

Selanjutnya dari 3 isu tersebut maka diperoleh isu Perencanaan strategi output
dan kinerja satuan kerja Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan belum maksimal.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2022 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022
Nomor 156). Situasi pandemi COVID-19 telah memberikan pembelajaran akan
pentingnya kolaborasi dan kerja sama tidak hanya lintas sektor, tetapi juga antar wilayah
dan negara. Sehingga menjadi penting konteks kemitraan dalam dan luar negeri dalam
potensi dan tantangan untuk pencapaian Rencana Strategis Kementerian Kesehatan.
C. Analisis Core Isu
Penentuan penyebab core isu dilakukan berdasarkan kausalitas atau hubungan
sebab-akibat melalui diagram fishbone. Diagram fishbone adalah salah satu metode untuk
menganalisa penyebab dari sebuah masalah atau kondisi. Diagram ini juga disebut dengan
diagram sebab - akibat atau cause effect diagram.
Diagram ini biasa dipergunakan untuk:
1) Mengidentifikasi akar penyebab dari suatu permasalahan.
2) Mendapatkan ide - ide yang dapat memberi solusi untuk pemecahaan suatu
masalah.
3) Membantu dalam pencarian dan penyelidikan fakta lebih lanjut.

Berikut adalah diagram fishbone dari isu Perencanaan output dan kinerja satuan kerja Pusat Sistem
dan Strategi Kesehatan belum maksimal dengan menggunakan 5M

Man Power

Adanya tugas langsung dari


pimpinan yang mendesak untuk
menjawab permasalahan dan isu
yg mendukung keberhasilan Perencanaan
program Kemenkes di luar output output dan
PSSK kinerja satuan
kerja Pusat
Sistem dan
Penyerapan kegiatan paket meeting Strategi
yang tidak sesuai dengan Kesehatan belum
perencanaan (undangan peserta dll)
maksimal tahun
2022
Ketidaksesuaian
antara jadwal
RPK/RPD
Method

Berdasarkan dari hasil diagram fishbone dari isu Perencanaan output dan kinerja
satuan kerja Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan belum maksimal tahun 2022, akar
dari masalah tersebut adalah:
a. Adanya tugas langsung dari pimpinan yang mendesak untuk menjawab
permasalahan dan isu yg mendukung keberhasilan program Kemenkes di luar
output PSSK
b. Ketidaksesuaian antara jadwal RPK/RPD
c. Penyerapan kegiatan paket meeting yang tidak sesuai dengan perencanaan
(undangan peserta dll)

D. Gagasan Kreatif Penyelesaian Core Isu

Kementerian Kesehatan dalam upaya transformasi SDM untuk mendukun smart


Aparatur Sipil Negara (ASN) dan world class government pada 2024, melakukan
internalisasi revolusi mental, peningkatan profesionalisme melalui restrukturisasi
organisasi tata kerja dan penyederhanaan struktur jabatan. Smart ASN bercirikan
berintegritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai informasi
dan teknologi, bahasa asing, hospitality, networking, dan enterpreneurship, sedangkan
world class government mengimplementasikan budaya organisasi dan budaya kerja
BerAKHLAK seperti yang diamanatkan Presiden pada tanggal 27 Juli 2021
Untuk mewujudkan gagasan kreatif tersebut, kegiatan-kegiatan yang akan
dilakukan adalah sebagai berikut:

Isu Penyebab Isu Gagasan Kreatif


Perencanaan output Adanya tugas langsung dari Fokus dalam mengerjakan
dan kinerja satuan pimpinan yang mendesak untuk output
kerja Pusat Sistem menjawab permasalahan dan
dan Strategi isu yg mendukung keberhasilan
Kesehatan belum program Kemenkes di luar
maksimal tahun 2022 output PSSK
Ketidaksesuaian antara jadwal Memperkuat komitmen
RPK/RPD pelaksanaan kegiatan sesuai
dengan jadwal RPK/RPD
Penyerapan kegiatan paket Fleksibilitas regulasi dalam
meeting yang tidak sesuai pencapaian kinerja
dengan perencanaan (undangan
peserta dll)

Anda mungkin juga menyukai