Anda di halaman 1dari 18

PROPOSAL PENELITIAN

Intensitas Parasite Ikan Laying Di Di Desa Bilunggala, Kac Bone Pantai,


Kabupaten Bone Bolanggo

DOSEN PENGAMPU
Sutianto Pratama Suherman S.Pi M.Si

Disusun Oleh
SITI KHAIRUNNISA DJAINI :1111420002

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

BUDIDAYA PERAIRAN

2022
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan
rahmat dan karunia-Nyalah kita masih diberikan kesehatan sehingga penulis
memperoleh kekuatan lahir batin dalam menyelesaikan penyusunan Proposal yang
berjudul “Intensitas Parasite Ikan Laying Di Di Desa Bilunggala, Kac Bone Pantai,
Kabupaten Bone Bolanggo”.
Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan untuk junjungan kita Nabi Muhamad
SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan dan kebodohan kepada zaman
yang moderen seperti sekarang ini yang merupakan hasil dari pada tuntunan beliau.
Adapun tujuan dari penulisan Proposal ini guna untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh dosen kami pada mata kuliah Manajemen Budidaya Air Tawar,Payau,
Laut di Universitas Negeri Gorontalo.
Penulis menyadari bahwa isi dalam proposal ini masih terdapat banyak
kekeliruan dari segi penulisan. Sehinganya penulis sangat berharap kepada para
pembaca kiranya dapat memberikan kritikan maupun saran yang sifatnya membangun
demi kesempurnaan penyusunan tugas saya ini pada masa-masa selanjutnya.

Gorontalo, Maret 2022

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................................2

DAFTAR ISI.....................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang..........................................................................................................3

1.2 Rumusan masalah...................................................................................................3

1.3 Tujuan.....................................................................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Ikan layang............................................................................................4

2.2 Morfologi Ikan layang.............................................................................................5

2.3 Habitat Ikan Layang.................................................................................................5

2.4 Biologi Ikan Layang................................................................................................6

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Waktu Dan Tempat..................................................................................................7

3.2 Alat Dan Bahan........................................................................................................7

3.3 Metode penelitian....................................................................................................8

3.4 Pertumbuhan Panjang mutlak..................................................................................8

3.5 Bobot mutlak............................................................................................................9

BAB IV HASIL PEMBAHASAN

4.1 Bobot Tubuh Ikan..................................................................................................10

4.2 Intensitas Parasit....................................................................................................11

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan............................................................................................................12

5.2 Saran......................................................................................................................12

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


ikan merupakan sumberdaya alam yang bersifat terbarukan (renewable) dan
milik bersama (common property) namun apabila dieksploitasi secara berlebihan dapat
menyebabkan penurunan populasi. Di Indonesia ikan layang merupakan ikan yang
bernilai ekonomis dan memiliki peranan penting bagi produksi perikanan laut di
kawasan perairan seperti Selat Malaka yang memiliki potensi cukup besar.
(Kusumanigrum et al. 2021)

Ikan layang (Decapterus spp.) adalah ikan pelagis kecil yang memiliki nilai
ekonomis dan melimpah di perairan Indonesia. Ikan layang juga memberi kontribusi
yang cukup besar pada produksi perikanan tangkap dan telah dieksploitasi secara terus-
menerus sejak lama, baik oleh perikanan semi industri (pukat cincin besar dan sedang)
maupun oleh perikanan rakyat (pukat cincin mini, payang). Jenis ikan layang yang
umum ditemukan di Indonesia seperti D. macrosoma, D. ruselli, dan D. macarellus
merupakan jenis-jenis yang dominan dengan daerah penyebarannya luas, ditemukan
hampir di seluruh wilayah perairan (Reza Alnanda 2020)

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah:
1. Apakah terdapat parasit dalam tubuh ikan layang
2. Apakah parasit yang sering terdapat pada ikan layang

1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Mengetahui parasit dalam tubuh ikan layang
2. Mengetahui parasit yang sering terdapat pada ikan layang

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Ikan layang


Menurut klasifikasi Bleker dalam Saanin (1968) sistematika ikan layang adalah
sebagai berikut :
Phyllum :Chordata
Kelas :Pisces
Sub kelas :Teleostei
Ordo :Percomorphi
Divisi :Perciformes
Sub divisi :Carangi
Familia :Carangidae
Genus :Decapterus
Spesies :1. Decaptersus russelli (Rupell,1982)
2. Decapterus macrosoma (Bleker,1851)

Gambar 1. Ikan Nila

5
2.2 Morfologi Ikan layang
Marfologi ikan layang (Decapterus russelli), badan memanjang, agak
gepeng. Dua sirip punggung.Sirip punggung pertama berjari-jari keras 9 (1
meniarap + 8 biasa), sirip punggung kedua berjari – jari keras 1 dan 30 – 32
lemah. Sirip dubur berjari-jari keras 2 (lepas) dan 1 bergabung dengan 22 – 27
jari sirip lemah. Baik di belakang sirip punggung kedua dan dubur terdapat 1
jari-jari sirip tambahan ( finlet ) termasuk pemakan plankton, diatomae,
chaetognatha, copepoda, udang- udangan, larva-larva ikan,juga telur-telur ikan
teri (Stolephorus sp,). Hidup di perairan lepas pantai, kadar garam tinggi
membentuk gerombolan besar. Dapat mencapai panjang 30 Cm, umumnya 20 –
25 cm. Warna: biru kehijauan, hijau pupus bagian atas, putih perak bagian
bawah. Sirip siripnya abu-abu kekuningan atau kuning pucat.Satu totol hitam
terdapat pada tepian atas penutup insang (Ditjen Perikanan,1998)

2.3 Habitat Ikan Layang


Daerah sebaran ikan layang sangat luas, yaitu di perairan tropis dan subtropis.
Sebagian besar populasi ikan ini terdapat di Samudera Atlantik bagian utara sampai
ke Cape Cod dan sebelah selatan sampai keBrasilia. Di wilayah Indo-Pasifik ikan
ini tersebar antara Jepang di bagian utara dan pantai Natal di bagian selatan.
Menurut HANDENBERG (1937), di laut Jawa ikan ikan tersebar mengikuti
pergerakan salinitas dan persediaan makanan yang sesuai dengan
hidupnya(Kusumanigrum et al. 2021).
Ikan layang termasuk jenis ikan perenang cepat, bersifat pelagis, tidak
menetap dan suka bergerombol. Jenis ikan ini tergolong “stenohaline”, hidup di
perairan yang berkadar garam tinggi (32 – 34 promil) dan menyenangi perairan
jernih. Ikan layang banyak tertangkap di perairan yang berjarak 20 – 30 mil dari
pantai. Sedikit informasi yang diketahui tentang migrasi ikan , tetapi ada
kecenderungan bahwa pada siang hari gerombolan ikan bergerak ke lapisan air
yang lebih dalam dan malam hari kelapisan atas perairan yang lebih. Dilaporkan
bahwa ikan ini banyak dijumpai pada kedalaman 45 – 100 meter (Hardenberg
dalam Sunarjo ,1990)

6
Ikan layang meskipun aktif berenang, namun terkadang tidak aktif pada saat
membentuk gerombolan di suatu daerah yang sempit atau disekitar benda-benda
terapung(“Oleh Abdul Samad Genisa” 1998).

2.4 Biologi Ikan Layang


Secara biologi ikan layang merupakan plankton feeder atau pemakan
plankton kasar yang terdiri dari organisme pelagis meskipun komposisinya
berbeda masing-masing spesies copepoda, diatomae,larva ikan. Sumber daya
tersebut bersifat ‘multispecies’ yang saling berinteraksi satu sama lain baik
secara biologis ataupun secara teknologis melalui persaingan (competition) dan
atau antar hubungan pemangsaan (predator- prey relationship).Secara ekologis
sebagian besar populasi ikan pelagis kecil termasuk ikan layang menghuni
habitat yang relatif sama(Prihartini 2006), yaitu di permukaan dan membuat
gerombolan di perairan lepas pantai , daerah- daerah pantai laut dalam , kadar
garam tinggi dan sering tertangkap secara bersama(Kusumanigrum et al. 2021).

7
BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu Dan Tempat


Penelitian ini akan dilakukan pada bulan mei pada tanggal bertempat di lab terpadu
pertanian universitas Negri gorontalo

3.2 Alat Dan Bahan

No Alat Jumlah Fungsi


1. Pinset 2 Media
2. Handscoon 1 Alas tangan
3. Pisau bedah 1 Pemotong sample
4. Talenan 1 Alas pemotong
5. Timbangan 1 Mengukur berat hewan uji
6. box 1 Meletakan hewan uji
7. Tisu 1 Membersihkan

No Bahan Jumlah Fungsi


1. Ikan layang 4 Hewan Uji
2. Alcohol secukupnya Perendaman sample
3 Air secukupnya Pembersih hewan uji
4 Sabun 1 saset Pembersih hewan uji

8
3.3 Metode penelitian
Dalam penelitian ini dilakukan
1. Pertama-tama hal yang perlu untuk kita lakukan adalah memperisapkan alat dan
bahan.
2. Setelah mempersiapkan alat dan bahan, hal yang kita lakukan selanjutnya adalah
memotong sample
3. Sample yang di potong tersebut kemudian di timbang
4. Setelah dilakukan penimbangan berat ikan lalu di ukur panjang masing masing
ikan
5. Setelah pengukuran selesai maka kita akan melih di bagian tubuh ikan apa saja
yang terdapat parasit .
6. Bagian bagian yang di lihat yaitu insang, tubuh luar,dan daging
7. Setelah di dapat parasite tersebut di pisahkan dan di letakan di tempat yang
terpisah
8. Parasite yg di temukan di dalam tubuh di dalam tubuh ikan tersebut di larutkan
kedalam alcohol

3.4 Pertumbuhan Panjang mutlak


Pertumbuhan panjang mutlak dihitung menggunakan rumus Effendie 1979
dalam Effendi et al, 2006 sebagai berikut :

3.5 Bobot mutlak


Penghitungan pertumbuhan bobot mutlak Keseluruhan Sample Ikan

3.6 Intensitas parasite pada ikan

Meghitung keseluruhan parasite pada ikan baik itu pada insang, tubuh luar, maupun
daging

9
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASA

4.1 Bobot Tubuh Ikan


Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di lap terpadu kami mendapatkan hasil
yaitu

Gambar 2. Grafik panjang dan berat (gr)

10
4.2 Intensitas Parasit
Intesitas Parasit Yang Ada pada ikan layang didominasi oleh anisakis sp dan
cymothoa exigua yang ada pada insang, tubuh luar dan daging seperti table dibawah in

Gambar 3. Grafik Kelangsungan Hidup (gr)

Berdasarkan data di atas parasite yang paling sering di di jumpai di ikan laying
yaitu anisakis sp pada bagian daging sebanyak 21 selanjutnya yaitu parasite
cymothoa exigua yang terdapat pada bagian insang ikan sebanyak 3 buah

11
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Ikan nila laying sudah lama di kenal masyarakat selain mudah didapat ikan ini memiliki
rasa yang enak akan tetapi seperti ikan air asin lainnya ikan ini memiliki berbagai
macam parasite di dalam tubuhnya sehingga pada saat hendak mengkomsumsi tingkat
kebersihanyya harus sangat di perhatikan.

5.2 Saran
Disarankan agar adanya penelitian selanjutnya untuk mendalami tentang parasite
dalam ikan air asin khususnya ikan layang

12
DAFTAR PUSTAKA

Kusumanigrum, Rachma Cintya, Nahla Alfiatunnisa, Murwantoko Murwantoko, dan


Eko Setyobudi. 2021. “Karakter Morfometrik dan Meristik Ikan Layang
(Decapterus macrosoma Bleeker, 1851) di Pantai Selatan Daerah Istimewa
Yogyakarta, Indonesia.” Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 23 (1): 1.
https://doi.org/10.22146/jfs.52348.
“Oleh Abdul Samad Genisa.” 1998 XXIII (2): 27–36.
Prihartini, Ambar. 2006. “Analisis tampilan biologis ikan layang (Decapterus spp) hasil
tangkapan purse seine yang didaratkan di PPN Pekalongan.”
Reza Alnanda, Isdradjad Setyobudiandi dan Mennofatria Boer2. 2020. “Dinamika
Populasi Ikan Layang,” 1–8.

13
LAMPIRAN
A. BERAT PANJANG

  Berat Panjang
A1 65.74 19.3
A2 71.03 20
A3 94.3 20.2
A4 162.31 24.3
Jumlah 393.38 83.8
Rata-
rata 157.352 33.52

Wadah Berat Panjang


B1 164.34 24.9
B2 118.96 22.9
B3 58.48 21.3
B4 107.55 17.6
Jumlah 449.33 86.7
Rata-
rata 179.732 34.68

Wadah Berat Panjang


C1 103 22
C2 106 22
C3 146 24
C4 151 24
Jumlah 506 92
Rata-
rata 202.4 36.8

Wadah Berat Panjang


D1 81.97 20.5
D2 104.88 22
D3 116.49 22.5
D4 152.25 25.5
Jumlah 455.59 90.5
Rata-
rata 182.236 36.2

14
Wadah Berat Panjang
S1 349.31 67.4
S2 329.84 66.9
S3 320.97 67.8
S4 107.55 67.1
Jumlah 1107.67 269.2
Rata-
rata 443.068 107.68

B. INTENSITAS PARASIT

Wadah spesis jumlah Total


    daging Tubuh Luar Insang  
Cymothoa exigua 0 0 0  
A1 Cacing Anisakis sp. 2 0 0 2
Cymothoa exigua 0 0 0  
A2 Cacing Anisakis sp. 2 0 0 2
Cymothoa exigua 0 0 0 0
A3 Cacing Anisakis sp. 0 0 0 0
Cymothoa exigua 0 0 0 0
A4 Cacing Anisakis sp. 0 0 0 0
Total   4 0 0 4

Wadah spesis jumlah Total


    daging Tubuh Luar Insang  
Cymothoa exigua 0 0 0 0
B1 Cacing Anisakis sp. 1 0 0 1
Cymothoa exigua 0 0 0 0
B2 Cacing Anisakis sp. 0 0 0 0
Cymothoa exigua 0 0 2 2
B3 Cacing Anisakis sp. 0 0 0 0
Cymothoa exigua 0 0 0 0
B4 Cacing Anisakis sp. 0 0 0 0
Total   1 0 2 3

15
Wadah spesis jumlah Total
    daging Tubuh Luar Insang  
Cymothoa exigua 0 0 0 0
C1 Cacing Anisakis sp. 1 0 0 1
Cymothoa exigua 0 0 0 0
C2 Cacing Anisakis sp. 0 0 0 0
Cymothoa exigua 0 0 0 0
C3 Cacing Anisakis sp. 2 0 0 2
Cymothoa exigua 0 0 0 0
C4 Cacing Anisakis sp. 3 0 0 3
Total   6 0 0 6

Wadah spesis jumlah Total


    daging Tubuh Luar Insang  
Cymothoa exigua 0 0 0 0
D1 Cacing Anisakis sp. 1 0 0 1
Cymothoa exigua 0 0 2 2
D2 Cacing Anisakis sp. 5 0 0 5
Cymothoa exigua 0 0 0 0
D3 Cacing Anisakis sp. 4 0 0 4
Cymothoa exigua 0 0 1 1
D4 Cacing Anisakis sp. 0 0 0 0
Total   10 0 3 13

Dokumentasi

16
17
18