Anda di halaman 1dari 10

15.

Jurnal tentang alat ukur geometri ulir

ANALISA PENGUKURAN DAN ALAT PADA GEOMETRI ULIR


Basuki Widodo1 Teknik Mesin, Institut Teknologi Nasional Malang Masuk: 24 April 2009 , revisi masuk: 26 Juni 2009, diterima: 30 Juli 2009
1Jurusan

ABSTRAK

Analisa kegagalan pada poros sudah banyak dilakukan sebelumnya. Secara umum penyebab kegagalan poros dikategorikan dalam 3 hal yaitu overload, fatigue dan corrosion [1]. Fatigue failure dapat terjadi pada poros akibat adanya konsentrasi tegangan pada daerah alur pasak maupun alir spie [2]. Selain itu faktor - faktor lain seperti factor lingkungan, geomatri dan juga gaya dapat menyebabkan crack initiation [3]. Bila dilihat dari bentuk permukaan patah poros, jenis jenis kagagalan poros dikategorikan dalam Ductile Fracture, Brittle Fracture, Fatigue fracture [4]. Poros ulir akan mengalami dua jenis pembebanan, yakni pembebanan akibat torsi ( momen putar) dan pembebanan akibat beban aksial sehingga poros akan mengalami dua jenis pembebanan (combined torsion and axial load). Torsional fatigue failure pada shaft dikategorikan menjadi 3 hal. Keywords: geometri ulir, pengukuran, vernier, micrometer PENDAHULUAN Ulir (screw thread) mempunyai peranan sangat penting didalam konstruksi suatu mesin atau peralatan teknis lainnya. Fungsi tersebut adalah sebagai alat pengunci atau sebagai alat penerus (transmisi) daya. Salah satucontohpenggunaannyadalam jumbo jet sepetiboeing 747 dan Lockheed L1011 yang memerlukansebanyak 2,5juta alatpengunci. Dalampengukurangeometriuliradatigakomponenutamayaitu :  Jarakpuncak( pitch ) adalahjarakantarabentukulir yang berdekatandiukursejajardengansumbuulir.

 Diameter besar( major diameter ) adalah diameter terbesardariulirsekrup.  Diameter kecil( minor diameter ) adalah diameter terkecildarisekrup. pengukuran geometri ulir dimaksudkan untuk memastikan kekuatan atau daya tahan kelelahan dari ulir atau mungkin juga untuk menjamin ketelitian pengubahan gerak dari gerakkan (rotasi menjadi gerakkan translasi) dari system pengubahan gerakan yang memakai ulir.( Shigley, 1989)

Jenis-JenisAlatuntukPengukuranSpesimendanGeometriUlir Jenis-jenis alat yang digunakan untuk pengukuran specimen dangeometri ulir antara lain sebagai berikut : Vernier Caliper

Gambar.1.2. Vernier Caliper / JangkaSorong

Vernier caliper dapat digunakan untuk mengukur dimensi bagian dalam dan luar suatu benda. Vernier caliper terdiri dari bilah utama dan bilah pembantu. Bilah Utama dibagi dalam milimeter, bilah pembantu dibagi 100.100 garis pada bilah pembantu sama dengan 49 milimeter pada bilah utama. Jadi panjang satu garis pada bilah pembantua dalah = 100/49 mm. Bila suatu garis bilah pembantu berhimpit dengan suatu tanda pada skala utama, maka harga ukuranya adalah jumlah skala dihitung dari angka 0 x 0,02 mm

Mikrometer Ulir Digital

Gambar 1 Mikrometer Ulir Digital

Mikrometer ulir digunakan untuk mengukur diameter pits. Diameter pits adalah diameter dari silinder khayal dengan sumbu yang berimpit dengan sumbu ulir dan memotong sisi ulir sedemikian rupa sehingga tebal ulir dari jarak ruang kosong diantara sisi ulir yang berseberangan adalah sama dengan setengah dari pits. (Asyari Daryus,2000)

Three Wire Unit Gauge

Cara pengukuran diameter pits yang teliti dan banyak dipraktekkan adalah dengan metode tiga kawat. Cara tersebut menggunakan tiga buah kawat dengan diameter sama. Untuk menghindari banyaknya macam diameter kawat, maka kawat pengukur ulir tersebut hanya dibuat menurut set yang tertentu. (Syamsul Arifin, 1981)

Gambar 2. Three Wire Unit Gauge

Carll Zeiss membuat set yang berisi 21 buah kawat dari 0.17mm sampai 6.35 mm yang dapat digunakan untuk mengukur ulir dengan harga pits dari 0.25 mm sampai dengan 12 mm. Jika kawat dari set tersebut dipilih dengan tepat, maka singgungan kawat dengan sisi ulir hanya menyinggung terhadap diameter pits paling jauh sebesar 0.1 p (ke atas atau ke bawah). Screw Pits Gauge Adalah alat untuk menentukan jumlah pitch pada suatu ulir dalam satu satuan panjang tertentu (inch). Missal 20 G, artinya dalam 1 inchi terdapat 20 pits. Dengan angka ini dapat diketahui jarak pits. (Asyari Daryus,2000)

Gambar 3. Screw Pits Gauge Outside Mikrometer Kapasitas ukur dari micrometer yang paling kecil adalah sampai dengan 25 mm. Untuk mengukur dimensi luar yang lebih besar dari 25 mm dapat

digunakan micrometer luar yang mempunyai kapasitas ukur 25-50mm, 5075mm dst. Kenaikan tingkat sebesar 25 mm ini dimaksudkan untuk menjaga ketelitian dari micrometer. (Asyari Daryus,2000)

Gambar 4. Outside Mikrometer Cara Menggunakan Macam-Macam Alat Ukur Spesimen dan Ulir A. Vernier Caliper Padapengukuranmula-mula kit abaca skalapadabilahutama.Hargavernier caliper diperolehdenganmelihatgaris yang berimpit dengan garis pada skala utama B. Mikrometer Ulir Adapun cara penggunaan alat ukur ulir yaitu pertama pilih pana ulir sesuai dengan jarak pits teoritis. Periksa kedudukan nol, dengan cara menyentuhkan kedua sensor pana tersebut. Ukur diameter pits (d2) pada tiga posisi yang berbeda. Ujung kontak dengan sisi yang diperpendek lebih sering digunakan, sebab pengaruh dari kesalahansudut sisi ulir maupun kesalahan dari sudut ujung kontak tersebut dapat dieliminir sehingga dapat diukur diameter fungsional dari ulir. C. Three Wire Unit Gauge Cara pengukuran Three Wire Unit Gauge tersebut menggunakan tiga buah kawat dengan diameter sama. Setelah tiga kawat dengan diameter yang telah diketahui dipasang pada alur ulir, maka jarak M antara kawat yang berseberangan dapat diukur dengan menggunakan mikrometer. Selanjutnya diameter pits yang dicari dapat dihitung dengan menggunakan

rumus. Diameter kawat harus dipilih sedemikian rupa sehingga tepat menyinggung sisi ulir pada lingkaran pits. D. Screw Pits Gauge Pilih screw pits yang sesuai dengan ukuran geometri ulir Setelah terpilih screw pits yang tepat, catat angka yang terdapat pada screw pits tersebut. Missal 20 G, artinya dalam 1 inchi terdapat 20 pits. Dengan angka ini dapat diketahui jarak pits.

E. Outside Mikrometer Posisi pengukuran sedapat mungkin dilakukan secara vertical dengan ditumpu pada rangka di sebelah landasan tetapnya. Apabila hal ini tidak dimungkinkan maka sebelum pengukuran dilakukan kembali setting nol. Penyetelan kedudukan nol ini dilaksanakan dengan memegang micrometer dengan posisi sesuai dengan posisi pengukuran yang akan dilakukan.Caranyarahang micrometer ditempelkansetelahitukuncirahanhdenganpenguncikemudianputarangkaskala sehinggaangkanoltepatpadagarispenunjuk

Teori Perhitungan Geometri Ulir

1. Menghitung harga H, diameter minor (d1 ), diameter pits (d2 )


                   

2. Menghitung

untuk kualitas G
        

3. Menghitung

apabila ulir dimisalkan mempunyai kualitas 6


          

4. Menghitung toleransi jarak M (Mmax dan Mmin)


                     

Aplikasi Pengukuran Geometri Ulir dalam Kehidupan Pengukurangeometri ulir digunakan pada indusri pembuatan ulir yang akan di produksi masal. Langkahpembuatanulir yang pertama kali adalahmembuat prototipenya yang kemudian di ukur menggunakan alat ukur geometri ulir. Dari sini perusahaan atau pabrik mengetahui sejauh mana kepresisian ulir yang akan dibuat si perancang.Sampai saat ini fenomena kepresisianulirmasih menjadi riset oleh para engineer, mengingat penggunaan sekrup, baut, dan semisalnya digunakan pada alat-alat yang vital dan relative tinggi harganya seperti pada komponenmesin.

Selain itu pengukuran geometri ulir juga diterapkan pada roda gigi ulir ( helix gear ) yang merupakankomponendari gear box pada sebuah mesin. Berikut ini salah satu contohnya:

GambarRoda Gigi Ulir( Helix Gear )

Gambaraplikasiulirdalam gearbox Aplikasipengukurangeometriulirjugaditerapkanpadakompresorulir( screw compressor ). Kelebihandarikompresorjenisiniadalah :  Biayainvestasinyarendah,  bentuknyakompak, ringan  mudahperawatannya,  mudahoperasinyadan  fleksibeldalampemasangannya sehinggakompresorinisangat popular di industri. Biasanyadigunakandenganukuran 30 sampai 200 hpatau 22 sampai 150 kW.

GambarKompresor Screw

Kesimpulan
Keakuratan Dari penggunaan metode-metode di atas, yang memberikan keakuratan dan ketelitian adalah mikrometer ulir karena dengan menggunakan micrometer ulir kita dapat memperolah nilai seluruh diameter, baik diameter mayor, minor, maupun diameter pits. Profil Yang Tidak Dapat Diukur Dengan pengunaan mikrometer ulir setiap profil dapat diukur, tetapi dengan metode 3 kawat, diameter mayor tidak dapat ditemukan nilainya.

DAFTAR PUSTAKA Arifin, Syamsul. 1981. Alat Alat Ukur dan Mesin Mesin Perkakas. Jakarta: Yudhistira. Daryus, Asyari. 2000. Alat Bantu dan Alat Ukur. Universitas Darma Persada, Jakarta. Rochim, Taufiq. 1994. Spesifikasi, Metrologi, dan Kontrol Kualitas Geometrik 1, ITB, Bandung.