Anda di halaman 1dari 61

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

GOLONGAN II ANGKATAN X TAHUN 2021

RANCANGAN AKTUALISASI
BIDAN TERAMPIL

OPTIMALISASI DETEKSI DINI ANEMIA PADA IBU HAMIL


DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN (HB) DI DESA
MANGKUPUM WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA UYA
KABUPATEN TABALONG

Oleh
HANISA, A.Md.Keb
NIP. 19950424 202012 2 027
NDH : 07

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
BANJARBARU
2021
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN II ANGKATAN X

JUDUL : OPTIMALISASI DETEKSI DINI ANEMIA PADA IBU HAMIL


DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN (HB) DI DESA
MANGKUPUM WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA
UYA KABUPATEN TABALONG
PENULIS : HANISA, A.Md.Keb
JABATAN : BIDAN TERAMPIL
UNIT KERJA : PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)
MUARA UYA KABUPATEN TABALONG
NDH : 07

Telah disetujui Oleh Mentor dan Coach untuk diseminarkan pada hari
Senin tanggal 01 November 2021, di Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru, 01 November 2021

Mentor Coach

H. Tugiargo, S.Kep.Ns Dr. H. Rahmadi, M.Si


NIP.19671014 198903 1 008 NIP.19601030 198003 1 005
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN II ANGKATAN X

JUDUL : OPTIMALISASI DETEKSI DINI ANEMIA PADA IBU HAMIL


DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN (HB) DI DESA
MANGKUPUM WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA
UYA KABUPATEN TABALONG
PENULIS : HANISA, A.Md.Keb
JABATAN : BIDAN TERAMPIL
UNIT KERJA : PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)
MUARA UYA KABUPATEN TABALONG
NDH : 07

Telah diseminarkan dan disahkan pada hari Senin tanggal


01 November 2021 di Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru, 01 November 2021

Mentor Coach

H. Tugiargo, S.Kep.Ns Dr. H. Rahmadi, M.Si


NIP. 19671014 198903 1 008 NIP. 19601030 198003 1 005

Penguji

Eka Rina Pramita, S.IP, M.Si


NIP.19870122 200701 2 002
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha


Esa yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga Penulis dapat
menyelesaikan penyusunan Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan X Tahun 2020 dengan judul
“Optimalisasi Deteksi Dini Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Pemeriksaan
Hemoglobin ( HB ) di Desa Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara
Uya Kabupaten Tabalong”.
Penulis menyadari bahwa selesainya laporan pelaksanaan aktualisasi
habituasi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, petunjuk, saran dan
dukungan dari semua pihak. Untuk itu penulis mengucapkan banyak
terimakasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dalam penulisan
loparan ini khususnya kepada yang terhormat :
1. Bapak Drs. H. Muhammad Nispuani, M.AP selaku Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan
Selatan.
2. Bapak H. Ahmad Bagiawan selaku Kepala Bidang PKMF
3. Bapak Dr. Abdul Haris , S.Sos. S.H, M.Si selaku kepala Sub Bidang
Kompetensi Pimpinan Daerah dan Prajabatan BPSMD Provinsi
Kalimantan Selatan.
4. Bapak H. Rusmadi, S.AP selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Tabalong.
5. Bapak Dr. H. Rahmadi, M.Si selaku Coach yang telah memberikan
bimbingan dan arahan dengan penuh kebijakan dan kesabaran hingga
terselesainya penulisan rancangan aktualisasi ini.
6. Ibu Eka Rina Pramita, S.IP, M.Si selaku Penguji yang telah menguji dan
memberi masukan untuk kesempurnaan penulisan rancangan aktualisasi.

iv
7. Bapak H. Tugiargo, S.Kep.Ns selaku Mentor yang memberikan inovasi,
bimbingan, dan arahan kepada penulis.
8. Bapak Hairun Nasirin, S.AP selaku Kepala Bidang Pendidikan dan
Pelatihan Kab. Tabalong
9. Bapak/Ibu Widyaiswara selaku tutor, fasilitator, pengelola beserta Staf
Badan Pengembangan Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan
yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis.
10. Kedua orang tua, keluarga dan suami yang selalu memberikan segala
bentuk dukungan, semangat dan doa kepada penulis.
11. Para peserta Pelatihan Dasar Golongan II Angkatan X tahun 2021, atas
keceriaan dan kerjasamanya.
12. Seluruh Ibu Hamil Desa Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara
Uya Kec. Muara Uya Kab. Tabalong dan semua pihak yang memberikan
bantuan hingga penulis dapat menyelesaikan penulisan rancangan
aktualisasi ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Pelaksanaan
Aktualisasi Habituasi ini masih jauh dari sempurna dan terdapat banyak
kekurangan. Penulis mengharapkan adanya masukan, saran dan kritik yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga Rancangan
Aktualisasi ini dapat bermanfaat dan berguna bagi semua pihak.

Banjarbaru, 01 November 2021


Penulis,

Hanisa, A.Md.Keb
NIP. 19950424 202012 2 027

v
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL................................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN................................................................... iii
KATA PENGANTAR............................................................................ iv
DAFTAR ISI............................................................................................ vi
DAFTAR TABEL....................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR...............................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................. 1
B. Tujuan ........................................................................................... 5
1. Tujuan Umum.........................................................................5
2. Tujuan Khusus.......................................................................5
C. Manfaat.........................................................................................6
D. Isu Aktual.........................................................................................7
E. Ruang Lingkup.............................................................................8
BAB II GAMBARAN UMUM
A. Profil Organisasi...................................................................…..9
B. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi.............................................16
C. Tugas Pokok dan Fungsi.............................................................17
D. Sasaran Kinerja Pegawai.............................................................19
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
A. Landasan teori.............................................................................22
B. Rancangan Aktualisasi................................................................34
C. Rancangan Penjadwalan Kegiatan Aktualisasi...........................51
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 53
LAMPIRAN

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Data Keadaan Penduduk perdesa wilayah kerja

Puskesmas Muara Uya..............................................................11

Tabel 2.2 Ketenagaan Di Pusat Kesehatan Masyarakat

(Puskesmas) Muara Uya...........................................................15

Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi...............................................34

Tabel 3.2 Rincian Jadwal Rencana Kegiatan............................................51

Tabel 3.3 Matrik Jadwal Rencana Pelaksanaan Aktualisasi.....................52

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)

Muara Uya...............................................................................9

viii
2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan
Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Aparatur Sipil Negara adalah
pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu
jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji
berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pegawai Negeri Sipil yang
selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi
syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai Aparatur Sipil Negara secara
tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan
pemerintahan.
Aparatur Sipil Negara (ASN) berperan sebagai perencana, pelaksana,
pengawas, penyelenggara tugas umum pemerintah, dan pembangunan
nasional. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara menjelaskan bahwa dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan
mewujudkan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Aparatur
sipil negara perlu dibentuk agar memiliki integritas, profesional, netral, dan
bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme
serta mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan
kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
3

Langkah yang dilakukan pemerintah untuk mendapatkan (ASN) yang


profesional dengan cara melakukan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)
Prajabatan. Pada saat ini Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan
dilakukan secara Daring. Pendidikan dan pelatihan dalam masa Prajabatan
yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral
kejujuran, semangat, serta motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat
profesionalisme serta kompeten.
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil ini dilaksanakan dalam
rangka pembentukan karakter Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan membentuk
kemampuan bersikap dan bertindak profesional mengelola tantangan dan
masalah keragaman sosial kultural yang didasari nilai-nilai dasar Pegawai
Negeri Sipil (PNS) yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabilitas, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK) serta berdasarkan
kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) yaitu Manajemen ASN dan Smart ASN.
Saat ini pelayanan kepada masyarakat (public services) sebagaimana
disebutkan dalam UU No.25 tahun 2009 tentang pelayanan publik masih
belum optimal terutama dalam bidang kesehatan. Kesehatan merupakan
salah satu faktor penting penunjang keberhasilan pembangunan suatu
bangsa. Kesehatan adalah hak dasar setiap orang, dan semua warga negara
berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, tanpa membedakan-bedakan
latarbelakang. Namun, faktanya dilapangan masih banyak masyarakat yang
mengalami kesulitan dalam hal mendapatkan akses yang baik, layak dan
adil.
Demi tercapainya kesehatan yang bermutu perlu dukungan dari
banyak pihak. Perlu dukungan dalam peningkatan Sumber Daya Manusia
(SDM) yang memadai adalah prioritas yang harus dilakukan. Tanpa adanya
kualitas Sumber Daya Manusia yang handal, maka sulit rasanya
4

menjalankan program-program pelayanan kesehatan dengan baik yang


berpihak pada masyarakat.
Upaya kesehatan puskesmas mencakup upaya peningkatan
kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), penyembuhan penyakit
(kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang bersifat menyeluruh, terpadu dan
berkesinambungan. Puskesmas sebagai unit organisasi terkecil yang
berperan sebagai ujung tombak pusat pengembangan kesehatan untuk
melaksanakan pembinaan dan memberikan pelayanan upaya kesehatan
secara menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya.
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri
mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Kehamilan,
persalinan, nifas, bayi baru lahir dan pemilihan alat kontrasepsi merupakan
proses fisiologis dan berkesinambungan.
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan diseluruh dunia
terutama dinegara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia
menderita anemia. Penyebab tidak langsung kematian ibu hamil adalah
anemia. Lima penyebab kematian terbanyak masih didominasi perdarahan
(32%), hipertensi dalam kehamilan (25%), infeksi (5%), partus lama (5%),
abortus (1%) dan penyebab lain (32%). Dengan demikian anemia dalam
kehamilan meningkatkan resiko kamtian maternal.
Anemia adalah suatu keadaan yang mana kadar hemoglobin (Hb)
dalam tubuh dibawah nilai normal sesuai kelompok orang tertentu. Anemia
pada ibu hamil berdampak buruk bagi ibu maupun janin. Dari dampak
anemia banyak hal yang dapat timbul diantaranya adalah bahaya terhadap
kehamilan dan janin selama kehamilan berupa abortus, persalinan prematur,
hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, mudah mengalami infeksi,
resiko terjadi dekompensasi kordis pada Hb kurang dari 6 gr%, terjadi
molahidatiosa, hiperemesis gravidarum, perdarahan antepartum dan ketuban
pecah dini.
5

Menurut PMK No.97 Tahun 2014 pelayanan pemeriksaan hemoglobin


pada ibu hamil minimal 2x selama kehamilan, yaitu 1x pada kehamilan
trimester 1 dan 1x pada kehamilan trimester 3. Akan tetapi apabila terdeteksi
anemia pada ibu hamil maka pemeriksaan hemoglobin dapat di ulang setiap
bulan sampai hemoglobin ibu hamil tesebut berada dalam batas normal.
Adapun klasifikasi anemia pada ibu hamil, yaitu anemia ringan kadar HB g/dl
(9-10), anemia sedang kadar HB g/dl (7-8), anemia berat kadar HB g/dl (<7 ).
Anemia menjadi salah satu faktor penyebab dari tingginya AKI dan
AKB. Menurut World Health Organization (WHO), setiap hari pada tahun
2017 sekitar 810 wanita meninggal, pada akhir tahun mencapai 295.000
orang dari 94% diantaranya terdapat di negara berkembang. Pada tahun
2018 angka kematian bayi baru lahir sekitar 18 kematian per 1.000 kelahiran
hidup. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)
disebabkan oleh komplikasi pada kehamilan dan persalinan.
Data yang digunakan dalam perhitungan capaian AKI oleh Dinas
Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan adalah data dari laporan bulanan
fasilitas kesehatan. Pada tahun 2018, Angka Kematian Ibu (AKI) telah
mencapai 108 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini meningkat poin di
bandingkan dengan capaian tahun 2017 sebesar 103,9 per 100.000
kelahiran hidup, yang artinya terjadi penurunan capaian Angka Kematian Ibu
pada tahun 2018, yang artinya capaian kinerja tahun 2017 lebih baik 4,1 poin
di banding tahun 2018. Sedangkan angka Kematian Bayi pada tahun 2018 di
Provinsi Kalimantan Selatan yaitu 10 per 1.000 kelahiaran hidup.
Anemia yang terjadi pada ibu hamil terjadi karena belum optimalnya
deteksi dini anemia pada ibu hamil dengan cara pemeriksaan hemoglobin
(HB) yang seharusnya dilakukan sebanyak 2x selama kehamilan. Rata-rata
ibu hamil desa Mangkupum hanya 1x memeriksa hemoglobin ke fasilitas
kesehatan, hal tersebut tentunya tidak lepas dari kurangnya pengetahuan ibu
hamil akan pentingnya pemeriksaan hemoglobin. Kurangnya pengetahuan
6

ibu hamil akan bahaya anemia membuat ibu tidak patuh akan anjuran tenaga
kesehatan untuk pemeriksaan hemoglobin yang di lakukan minimal sebanyak
2x selama kehamilan. Oleh karena itu, deteksi dini anemia pada ibu hamil
merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menghindari kesalahan
atau keterlambatan diagnosis dan penanganan yang berujung pada
kematian.
Berdasarkan hal di atas maka rancangan aktualisasi ini diberi judul
“Optimalisasi Deteksi Dini Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Pemeriksaan
Hemoglobin (HB) di Desa Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara
Kabupaten Tabalong”.
Adapun tujuan dilakukan deteksi dini yaitu untuk mengoptimalkan
deteksi dini anemia pada ibu hamil dengan cara pemeriksaan hemoglobin
(HB) dan untuk menambah pengetahuan ibu hamil akan faktor resiko anemia
pada masa kehamilan. Dengan diketahuinya faktor risiko anemia dalam
kehamilan secara dini pada ibu hamil maka pencegahan dan pengendalian
dapat dilakukan sedini mungkin.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penyusunan rancangan aktualisasi dan habituasi
Calon Pegawai Negeri Sipil adalah menerapkan nilai-nilai dasar
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu Berorientasi Pelayanan,
Akuntabilitas, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif
(BerAKHLAK) pada kegiatan Optimalisasi Deteksi Dini Anemia Pada
Ibu Hamil Dengan Pemeriksaan Hemoglobin (HB) di Desa
Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya Kabupaten
Tabalong.
7

2. Tujuan Khusus
Berdasarkan identifikasi isu yang telah ditemukan, tujuan yang
akan dicapai dari dilaksanakannya aktualisasi ini adalah sebagai
berikut:
a. Optimalnya pemeriksaan HB pada ibu hamil untuk deteksi dini
anemia yang seharunya di lakukan minimal 2x selama kehamilan
yaitu 1x pada trimester 1 dan 1x pada trimester 3.
b. Mencegah terjadinya anemi dengan deteksi dini (pemeriksaan
HB).
c. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil akan bahaya anemia dalam
kehamilan.

C. Manfaat Aktualisasi
Penyusunan rancangan aktualisasi yang berjudul optimalisasi
deteksi dini anemia pada ibu hamil dengan pemeriksaan hemoglobin
(HB) di wilayah kerja Puskesmas Muara Uya Kabupaten Tabalong ini
diharapkan dapat memberi manfaat kepada:
1. Manfaat bagi peserta
Dalam hal ini manfaat yang dapat diberikan dari penulisan
laporan aktualisasi adalah penulis akan dapat mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar Berorientasi Pelayanan, Akuntabilitas, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK) pada setiap
kegiatan yang dilakukan di Desa Mangkupum Wilayah Kerja
Puskesmas Muara Uya sehingga penulis bisa memberikan output
yang berkualitas bagi instansi dan ibu hamil.
2. Manfaat bagi Organisasi
Organisasi yang berhasil dapat dinilai dari tercapainya visi misi
organisasi. Dengan adanya laporan aktualisasi ini, maka penulis
berharap akan terlaksananya tata kelola organisasi yang baik yang
8

bersumber dari nilai-nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabilitas,


Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK).
3. Manfaat bagi Masyarakat
Menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Berorientasi
Pelayanan, Akuntabilitas, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan
Kolaboratif (BerAKHLAK) dalam setiap kegiatan atau pekerjaan yang
dilakukan maka dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat
terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya dalam Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

D. Isu Aktualisasi
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagai Bidan Terampil
dapat digambarkan isu-isu aktualisasi dan permasalahan yang harus
diselesaikan / dipecahkan yaitu:
1. Belum optimalnya Deteksi Dini Anemia Pada Ibu Hamil Di Desa
Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya Kabupaten
Tabalong
2. Belum Optimalnya Pelayanan Imunisasi di Desa Mangkupum Wilayah
Kerja Puskesmas Muara Uya Uya Kabupaten Tabalong
3. Belum Optimalnya Konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe) Pada Ibu
Hamil di Desa Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya
Uya Kabupaten Tabalong
4. Belum optimalnya pemberian makanan tambahana bagi bayi di di
Desa Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya Uya
Kabupaten Tabalong
5. Belum optimalnya pemberian air susu ibu (ASI) bagi bayi di Desa
Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya Uya Kabupaten
Tabalong
9

Dalam menentukan prioritas isu kami lakukan dengan tapisan isu


APKL (Aktual, Probleme, Kehalayakan dan Layak) dan tapisan isu USG
(Urgency, Seriousness dan Growth).

Tabel 1.1 Analisis Prioritas isu (APKL)

No APKL
Prioritas Isu Total Rangking
. A P K L
Belum optimalnya
Deteksi Dini Anemia
Pada Ibu Hamil Di Desa
1 Mangkupum Wilayah 5 5 5 4 19 I
Kerja Puskesmas Muara
Uya Kabupaten
Tabalong
Belum Optimalnya
Pelayanan Imunisasi di
Desa Mangkupum
2 Wilayah Kerja 4 5 4 3 16 III
Puskesmas Muara Uya
Uya Kabupaten
Tabalong
3 Belum Optimalnya 5 4 4 4 17 II
Konsumsi Tablet
Tambah Darah (Fe)
Pada Ibu Hamil di Desa
Mangkupum Wilayah
Kerja Puskesmas Muara
10

Uya Uya Kabupaten


Tabalong
Belum optimalnya
pemberian makanan
tambahana bagi bayi di
di Desa Mangkupum
4 5 4 3 2 14 IV
Wilayah Kerja
Puskesmas Muara Uya
Uya Kabupaten
Tabalong
Belum optimalnya
pemberian air susu ibu
(ASI) bagi bayi di Desa
5 Mangkupum Wilayah 4 4 3 2 13 V
Kerja Puskesmas Muara
Uya Uya Kabupaten
Tabalong

5 = Sangat besar
4 = Besar
3 = Sedang
2 = Kecil
1 = Sangat Kecil
11

Tabel 1.2 Analisis Prioritas Isu (USG)


USG
No. Prioritas Isu Total Rangking
U S G
Belum optimalnya Deteksi
Dini Anemia Pada Ibu
Hamil Di Desa
1. 5 5 4 14 I
Mangkupum Wilayah
Kerja Puskesmas Muara
Uya Kabupaten Tabalong
Belum Optimalnya
Konsumsi Tablet Tambah
Darah (Fe) Pada Ibu
Hamil di Desa
2 4 4 5 13 II
Mangkupum Wilayah
Kerja Puskesmas Muara
Uya Uya Kabupaten
Tabalong
Belum Optimalnya
Pelayanan Imunisasi di
Desa Mangkupum
3 4 3 5 12 III
Wilayah Kerja Puskesmas
Muara Uya Uya
Kabupaten Tabalong

Berdasarkan ketiga isu diatas didapatkan isu dan permasalahan


yang harus diselesaikan di desa Mangkupum adalah belum optimalnya
deteksi dini anemia pada ibu hamil di desa Mangkupum wilayah kerja
Puskesmas Muara Uya Kabupaten Tabalong. Isu tersebut di atas
12

disebabkan oleh kurangnya penyuluhan, kurangnya kesadaran dan


belum dilakukan pemeriksaan Homoglobin (HB). Apabila isu tersebut
terus dibiarkan maka akan dapat berdampak pada meningkatnya faktor
risiko anemia pada ibu hamil. Setelah saya berkoordinasi dengan pihak
mentor dan isu ini dicarikan solusi demi kelancaran proses deteksi dini
anemia di desa Mangkupum akhirnya saya menetapkan gagasan kreatif
yaitu Pemeriksaan Homoglobin (HB) sehingga Rancangan Aktualisasi ini
berjudul ”Optimalisasi Deteksi Dini Anemia Pada Ibu Hamil Dengan
Pemeriksaan Hemoglobin (HB) di Desa Mangkupum Wilayah Kerja
Puskesmas Muara Uya Kabupaten Tabalong untuk di tangani dan
dicarikan solusinya.

E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi ini meliputi kegiatan
pemeriksaan Hemoglobin (HB) oleh Bidan dan bekerja sama dengan
Laboratorium Puskemas Muara Uya untuk persediaan alat dan bahan
sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI). Kegiatan aktualisasi
nilai-nilai dasar profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) ini akan di terapkan
di Desa Mangkupum Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya Kecamatan
Muara Uya Kabupaten Tabalong dengan jumlah ibu hamil 23 orang dan
kegiatan pelaksanaan dilakukan dimulai tanggal 14 Maret 2022 sampai
dengan tanggal 16 April 2022, dengan kegiatan:
1. Konsultasi dengan mentor
2. Memverifikas data ibu hamil desa Mangkupum
3. Menyusun SAP (Satuan Acara Penyuluhan)
4. Menyusun media pendukung kegiatan dalam bentuk leaflet
5. Melakukan penyuluhan Kesehatan tentang anemia
6. Berkoordinasi dengan pihak Laboratorium untuk kesiapan alat dan
bahan
13

7. Menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan pemeriksaaan hemoglobin


8. Melakukan pemeriksaan hemoglobin (HB)
9. Melakukan evaluasi hasil kegiatan
BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Profil Organisasi

Gambar 2.1. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya


Alamat / Lokasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya
: Jl. Marinjim No. 20 Desa Muara Uya, Kec. Muara Uya, Kab.
Tabalong, Kalimantan Selatan 71573.

9
10

1. Luas Wilayah
Secara geografi wilayah Kecamatan Muara Uya dengan luas
keseluruhan 924,16 km² yang terbagi menjadi 2 (dua) wilayah kerja
Pusat Kesehatan Masyarakat yaitu wilayah kerja Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya dengan luas wilayah 858,16 km²
dan wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ribang
dengan luas wilayah kerja 66 km². Wilayah kerja Pusat Kesehatan
Masyarakat Muara Uya dibatasi oleh wilayah – wilayah sebagai
berikut:
a. Sebelah Utara perbatasan dengan Propinsi Kalteng
b. Sebelah Timur perbatasan dengan Kecamatan Haruai
c. Sebelah Barat perbatasan dengan Propinsi Kalteng
d. Sebelah Selatan perbatasan dengan Kecamatan Jaro
2. Administrasi Wilayah
Secara administrasi wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) Muara Uya mempunyai 11 (sebelas) Desa dengan
kondisi daerah masing – masing yang sangat berbeda. Dari 11 Desa
kondisi wilayah adalah 70 % terdiri dari dataran rendah , 20 % daerah
rawa / perairan dan 10 % pegunungan / dataran tinggi , perkiraan suhu
biasa berkisar dari 27º C – 32º C.
3. Data Demografi
Wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara
Uya yang meliputi 11 Desa dan mempunyai luas wilayah yang sangat
luas dengan kepadatan penduduk rata per Km² mencapai 22 orang.
a. Kependudukan
Data Penduduk menurut Desa di wilayah kerja Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya tahun 2020 dapat dilihat pada
tabel 1 di lembar pendukung data Profil Pusat Kesehatan Masyarakat
Muara Uya.
11

Tabel 2.1 Data Keadaan Penduduk perdesa wilayah kerja Pusat


Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya tahun 2022
Jumlah Penduduk
No Nama Desa Laki – laki Perempuan Jumlah
1. Kampung Baru 364 509 873
2. Mangkupum 1.293 1217 2.510
3. Palapi 769 712 1.481
4. Uwie 1.237 1199 2.436
5. Muara Uya 1.597 1.752 3.349
6. Lumbang 1.657 1.573 3.230
7. Santuun 714 674 1.388
8. Simpung Layung 1.125 1010 2.135
9. Binjai 552 578 1.130
10. Sei Kumap 137 116 253
11. Salikung 434 449 883
JUMLAH 9.879 9789 19.668
Sumber data : Statistik Kecamatan Muara Uya

b. Sosial Ekonomi
Pada dasarnya penduduk di wilayah kerja Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya mayoritas berpencaharian
sebagai petani ( petani kebun dan sawah ) berkisar antara 50% –
65 % sedangkan 35% bervariasi ada yang pegawai maupun
swasta dan buruh.
c. Trasportasi
Hampir semua Desa yang ada di wilayah kerja Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bisa ditempuh dengan sarana
transportasi roda 4 namun ada 2 (dua) desa yang sangat sulit dan
12

dijangkau dengan kendaraan roda 4 yaitu Desa Sei Kumap dan


Desa Salikung hanya Desa Salikung yang bisa ditempuh dengan
sarana perahu kecil (ketinting) dalam waktu tempuh sekitar 1,5 jam
dari Desa Binjai pada musim penghujan sedangkan pada musim
biasa hanya dapat ditempuh dengan sarana roda 4 yang double
gardan.
d. Pendidikan
Pendidikan sebagai fungsi pembinaan kepada masyarakat
untuk hidup sehat terutama pada usia sekolah maka petugas Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berupaya untuk memberikan
pelayanan dan sekaligus pembinaan terhadap anak didik dan
pembinaan terhadap guru UKS dalam memberikan penyuluhan
dan pelaksanaan penjaringan terhadap anak didik secara rutin di
sekolah yang berjumlah:
1) Sekolah tingkat Dasar sederajad berjumlah 20 sekolah
2) Sekolah tingkat Menengah Pertama sederajad sebanyak 7
sekolah
3) Sekolah tingkat Menengah tingkat Atas sederajad 3 sekolah
4) Dan Taman Kanak – kanak 13 sekolah
e. Sarana Kesehatan Jaringan Serta Sarana Rumah Dinas
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya
mempunyai gedung berjumlah 2 (dua) buah yang berseberangan
antara gedung rawat jalan dengan gedung rawat inap.
1) Gedung rawat jalan mempunyai fungsi untuk pelayanan poli
umum rawat jalan, konsultasi Gizi, pelayanan Kesehatan Ibu
dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB), konsultasi
kesehatan lingkungan, poli gigi, Manajemen Terpadu Balita
Sakit (MTBS), pelayanan keur kesehatan (KIR) dan pelayanan
obat (apotek) serta kegiatan lainnya.
13

2) Gedung rawat inap mempunyai fungsi untuk memberikan


pelayanan bagi pasien yang perlu dirawat inap. Fasilitas ruang
berjumlah 13 ruang dengan jumlah tempat tidur sebanyak 23
buah dan 1 ruang Poned.
Adapun pelayanan kesehatan di Desa dilaksanakan oleh
petugas di desa baik bidan maupun perawat di desa yang
bertugas di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang berjumlah
sebanyak 11 buah meskipun sebagian ada yang perlu
perbaikan dan rehab ringan jumlah Puskesmas Pembantu
(Pustu) sebanyak 7 buah namun semua bangunan Pustu
(Puskesmas Pembantu) sudah tidak layak huni / rusak berat ,
sedang kegiatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
(UKBM) seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
dilaksanakan setiap bulan dengan jumlah 29 posyandu.
3) Pusat Kesehatan Masyarakat Muara Uya mempunyai jejaring
disetiap Desa dengan 11 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
dan disetiap Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) terdapat
petugas bidan kecuali desa Lumbang selain itu Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya mempunyai
Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yaitu
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebanyak 29 buah dan
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) Lanjut Usia (Lansia)
berjumlah 11 buah masing– masing desa mempunyai kader
Pos Pelayaan Terpadu (Posyandu) berjumlah 10 orang kader.
f. Denah Alur Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Muara Uya
Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan, Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya memiliki alur kerja
sebagai berikut:
14

1) Loket kartu
2) Triase
3) Ranap
4) Balai Pengobatan
5) Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
6) Poli Gigi
7) Apotik
8) Ruang Imunisasi
9) Tata Usaha
10) Laboratorium
11) Ruang Keperawatan
g. Struktur dan Ketenagaan
Menurut Permenkes Nomor: 75 Tahun 2014 bahwa Struktur
Puskesmas meliputi:
1) Kepala Puskesmas
2) Kasubbag Tata Usaha
3) Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan
Keperawatan Kesehatan Masyarakat
4) Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP),
Kefarmasian dan Laboratorium
5) Penanggung jawab Jaringan pelayanan Puskesmas dan
Jejaring fasilitas pelayanan Kesehatan.
Peraturan Bupati Tabalong nomor: 47 tahun 2014, tanggal 30
Desember 2014 tentang Struktur organisasi, maka struktur
Puskesmas Muara Uya yaitu sebagai berikut:
Pejabat Struktural Puskesmas Muara Uya hanya berjumlah 2 (dua)
orang yaitu:
a) Kepala Puskesmas
b) Kasubbag Tata Usaha
15

Puskesmas Muara Uya adalah salah satu Puskesmas yang ada di


wilayah Kabupaten Tabalong yang merupakan Puskesmas dengan
pelayanan Rawat inap, tentunya akan membutuhkan tenaga yang
lebih dibanding dengan Puskesmas yang non rawat inap karena
selain melaksanakan program Puskesmas juga akan
melaksanakan poli jaga di ruang rawat inap. Maka dari itu menurut
data Kepegawaian Puskesmas Muara Uya mempunyai
ketenagaan:
a) Pegawai Negeri Sipil (PNS) berjumlah 31 orang
b) Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari Provinsi berjumlah 7 orang
c) Tenaga kontrak Dinas Kesehatan berjumlah 12 org
d) Tenaga Kontrak BLUD yang membantu pelaksanaan kegiatan
Program maupun kegiatan poli di rawat inap berjumlah 18
orang.
Berikut adalah data Ketenagaan Puskesmas Muara Uya :

Tabel 2.2. Data Ketenagaan Di Puskesmas Muara Uya


NO JENIS PEGAWAI PNS PTT DAERAH KONTRAK JUMLAH
BLUD
1 Pejabat Struktural 2 0 0 0 2
1 Dokter Umum 0 0 3 0 3
2 Dokter Gigi 1 0 0 0 1
3 Perawat 10 2 2 6 20
4 Bidan 9 2 2 4 17
5 Petugas Gizi 0 2 0 0 2
6 Sanitarian 1 0 0 1 2
7 Kesehatan 1 1 0 0 2
Masyarakat
16

8 Apoteker 1 0 0 0 1
9 Asisten Apoteker 1 0 0 1 2
10 Administrasi 0 0 0 3 3
11 Perawat Gigi 2 0 0 0 2
12 Rekam Medis 2 0 0 0 2
13 Akuntansi 0 0 1 0 1
14 Petugas Kebersihan 0 0 1 2 3
15 Petugas Keamanan 0 0 1 0 1
16 Petugas Pengemudi 0 0 1 0 1
17 Petugas 1 0 1 0 2
Laboraturium
18 Petugas Lepas 0 0 0 1 1
Jumlah 68

B. Visi, Misi dan Nilai-Nilai Organisasi


Demi terlaksananya dan terwujudnya Visi Pemerintah Kabupaten
Tabalong dan untuk mengemban tugas dan pelaksanaan pelayanan
kesehatan terhadap masyarakat yang bermanfaat dan berhasil guna
maka Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Uya mempunyai
Visi dan untuk mewujudkan visi tersebut telah dituangkan dalam Misi
yaitu:
1. Visi
“Mewujudkan Masyarakat Muara Uya Yang Sehat Dan Mandiri“
2. Misi
a. Menigkatkan pelayanan yang professional, ramah dan santun
b. Meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pelayanan
kesehatan
c. Meningkatkan peran serta lintas sektor dan lintas program
17

d. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat


3. Nilai-nilai Organisasi
Nilai-nilai Budaya yang diterapkan di Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) Muara Uya dalam melaksanakan tugas sehari-hari untuk
mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan dengan menerapkan tata
nilai “PASTI” (Profesional, Akuntabel, Solidaritas, Terdepan dan
Integritas).

C. Tugas Pokok dan Fungsi


Tugas Pokok dan Fungsi Bidan Terampil, meliputi:
1. melakukan pengkajian pada ibu hamil fisiologis.
2. melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana pada pelayanan
kebidanan.
3. merencanakan asuhan kebidanan kasus fisiologis sesuai kesimpulan.
4. memfasilitasi informed choice dan/atau informed consent.
5. melakukan tindakan pencegahan infeksi.
6. Memberikan nutrisi dan rehidrasi/oksigenisasi/ personal hygiene.
7. memberikan vitamin/suplemen pada klien/ asuhan kebidanan kasus
fisiologis.
8. melaksanakan kegiatan asuhan pada kelas Ibu hamil.
9. memberikan KIE tentang kesehatan ibu pada individu/keluarga sesuai
dengan kebutuhan.
10. melakukan asuhan Kala I persalinan fisiologis.
11. melakukan asuhan Kala II persalinan fisiologis.
12. melakukan asuhan Kala III Persalinan fisiologis.
13. melakukan asuhan Kala IV Persalinan fisiologis.
14. melakukan pengkajian pada ibu nifas.
15. melakukan asuhan kebidanan masa nifas 6 jam sampai dengan hari
ke tiga pasca persalinan (KF 1).
18

16. melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 4-28 pasca


persalinan (KF 2).
17. melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 29-42 pasca
persalinan (KF 3).
18. melakukan asuhan kebidanan pada gangguan psikologis ringan
dengan pendampingan.
19. melakukan fasilitasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada persalinan
normal.
20. melakukan asuhan bayi baru lahir normal.
21. melakukan penanganan awal kegawatdaruratan pada Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR).
22. memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang
kesehatan anak pada individu/keluarga sesuai kebutuhan.
23. melakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB) oral dan kondom.
24. memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang
kesehatan reproduksi perempuan dan Keluarga Berencana (KB) pada
individu/keluarga sesuai kebutuhan.
25. melakukan promosi dan edukasi tentang perilaku pola hidup sehat
untuk remaja termasuk personal hygiene dan nutrisi.
26. melakukan pendataan sasaran pada individu (WUS/PUS/Keluarga
Berencana/Ibu hamil/ ibu nifas/ibu menyusui/ bayi dan balita) di
wilayah kerja Puskesmas melalui kunjungan rumah.
27. melakukan tabulasi sasaran pada individu (WUS/PUS/Keluarga
Berencana/Ibu hamil/ ibu nifas/ibu menyusui/ bayi dan balita).
28. mengikuti pelaksanaan kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) atau
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD).
29. melaksanakan pelayanan kebidanan di Posyandu/Posbindu/kampung
Keluarga Berencana (KB) atau tempat lain sesuai penugasan.
19

30. melakukan pemberian imunisasi rutin sesuai program pemerintah


pada anak sekolah.
20

D. SASARAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

NO I. PEJABAT PENILAI NO II. PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DINILAI


1 Nama H. TUGIARGO, S.Kep.Ns 1 Nama Hanisa, A.Md, Keb
2 NIP 19671014 198903 1 008 2 NIP 19950424 202012 2 027
3 Pangkat/Gol.Ruang IV/b - Pembina Tk. I 3 Pangkat/Gol.Ruang Pengatur / II c
4 Jabatan Kepala Puskesmas 4 Jabatan Bidan Terampil
5 Unit Kerja Puskesmas Muara Uya 5 Unit Kerja Puskesmas Muara Uya
TARGET
NO III. KEGIATAN TUGAS JABATAN AK KUAL/
KUANT/OUTPUT WAKTU BIAYA
MUTU

50
1 Melakukan pengkajian pada ibu hamil fisiologis 0.001 0.5 Laporan Kajian 100 12 bln -
0
40 Lembar Hasil
2 Malakukan pemeriksaan laboratotium sederhana pada pelayanan kebidanan 0.001 0.4 100 12 bln -
0 Laboratorium
50 Laporan Hasil Asuhan
3 Merencanakan asuhan kebidanan kasus fisiologis sesuai kesimpulan 0.001 0.5 100 12 bln -
0 Kebidanan
15
4 Memfasilitasi informed choice dan / atau informed consent 0.001 0.15 Formulir persetujuan 100 12 bln -
0
50
5 Melakukan tindakan pencegahan infeksi 0.001 0.5 Logbook 100 12 bln -
0
6 Memberikan nutrisi dan rehedrasi / oksigenisasi / personal hygiene 0.001 0.048 48 Logbook 100 12 bln -
Memberikan vitamin / suplemen pada klien / asuhan kebidanan kasus 50
7 0.001 0.5 Logbook 100 12 bln -
fisiologis 0
8 Malaksanakan kegiatan asuhan pada kelas ibu hamil 0.002 0.004 2 Laporan Hasil 100 12 bln -
Memberikan KIE tentang kesehtan ibu pada individu/keluarga sesuai 50
9 0.001 0.5 Logbook 100 12 bln -
kebutuhan 0
10 Melakukan asuhan kala I persalinan Fisiologis 0.006 0.288 48 Dokumen asuhan 100 12 bln -
11 Melakukan asuhan kala II persalinan Fisiologis 0.002 0.096 48 Dokumen asuhan 100 12 bln -
21

12 Melakukan asuhan kala III persalinan Fisiologis 0.002 0.096 48 Dokumen asuhan 100 12 bln -
13 Melakukan asuhan kala IV persalinan Fisiologis 0.006 0.288 48 Dokumen asuhan 100 12 bln -
14 Melakukan pengkajian pada ibu nifas 0.001 0.048 48 Laporan Hasil 100 12 bln -
Melakukan asuhan kebidanan masa nifas 6 jam sampai dengan hari ke tiga
15 0.001 0.048 48 Laporan Hasil 100 12 bln -
pasca persalianan ( KF 1 )
Melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 4-28 pasca persalianan ( KF
16 0.001 0.048 48 Laporan Hasil 100 12 bln -
2)
Melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 29-42 pasca persalianan Laporan Asuhan
17 0.001 0.048 48 100 12 bln -
( KF 3 ) Kebidanan
Melakukan asuhan kebidanan pada gangguan psikologis ringan dengan Laporan Asuhan
18 0.001 0.003 3 100 12 bln -
pendampingan Kebidanan
19 Melakukan fasilitasi Inisiasi Menyususi Dini ( IMD ) pada persalinan normal 0.002 0.096 48 Dokumen IMD 100 12 bln -
20 Melakukan asuhan bayi baru lahir normal 0.001 0.048 48 Dokumen 100 12 bln -
Melakukan penanganan awal kegawatdaruratan pada Bayi Berat Lahir
21 0.001 0.006 6 Dokumen 100 12 bln -
Rendah (BBLR)
Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi tentang kesehatan anak pada 24
22 0.001 0.24 Laporan 100 12 bln -
individu/keluarga sesuai kebutuhan 0
30
23 Melakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB) oral dan kondom 0.001 0.3 Dokumen Pelayanan 100 12 bln -
0
Memberikan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang kesehatan
24
24 reproduksi perempuan dan Keluarga Berencana (KB) pada individu/keluaarga 0.001 0.24 Laporan 100 12 bln -
0
sesuai kebutuhan
Melakukan promosi dan edukasi tentang prilaku pola hidup sehat untuk remaja 24
25 0.002 0.48 Laporan 100 12 bln -
termasuk personal hygine dan nutrisi 0
Melakukan pendataan sasran pada individu (WUS/PUS/Keluarga
26 Berencana/Ibu Hamil/Ibu Nifas/ibu menyususi, bayi/balita) di wilayah kerja 0.008 0.12 15 Dokumen Pendataan 100 12 bln -
Puskesmas melalui kunjungan rumah
Melakukan tabulasi sasaran pada individu (WUS/PUS/Keluarga Berencana/Ibu
27 0.004 0.06 15 Dokumen Tabulasi 100 12 bln -
Hamil/Ibu Nifas/ibu menyususi, bayi/balita)
22

Mengikuti pelaksanaan Survei Mawas Diri (SMD) atau Musyawarah


28 0.011 0.022 2 Dokumen Pelaksanaan 100 12 bln -
Masyarakat Desa (MMD)
Melaksanakan pelayanan kebidanan di Posyandu/Posbindu/kampung
29 0.007 0.168 24 Laporan Pelayanan 100 12 bln -
Keluarga Berencana (KB) atau tempat lain sesuai penugasan
Melakukan pemberian imunisasi rutin sesuai program pemerintah pada anak 13
30 0.009 1.35 Logbook 100 12 bln -
sekolah 0
UNSUR PENUNJANG 7.195
Menjadi anggota organisasi profesi IBI

Muara Uya, 02 Januari 2023


Pejabat Penilai, Pegawai Negeri Sipil Yang Dinilai

H. TUGIARGO, S.Kep.Ns Hanisa


NIP. 19671014 198903 1 008 NIP. 19950424 202012 2 027
23

BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Landasan Teori
1. Nilai-nilai dasar BerAKHLAK
Rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi berdasarkan nilai
dasar Berorientasi Pelayanan, Akuntabilitas, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK). Ketujuh nilai dasar tersebut wajib
ditanamkan kepada setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjalankan
tugas dan tanggung jawab di tempat kerja masing-masing, maka perlu
diketahui indikator-indikator dari kelima nilai dasar tersebut, yaitu :
a. Berorientasi Pelayanan
1) Definisi:
Berororientasi pelayanan adalah keinginan memberikan pelayanan
prima demi kepuasan masyarakat.
2) Panduan Perilaku Berorientasi Pelayanan:
a) Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat
b) Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan.
c) Melakukan perbaikan tiada henti.
b. Akuntabel
1) Definisi:
Akuntabel adalah bertanggungjawab atas kepercayaan yang
diberikan.
2) Panduan Perilaku Akuntabel:
a) Melaksanakan tugas dengan jujr, bertanggung jawab, cermat,
disiplin dan berintegrasi tinggi.
b) Menggunakan kekayaan dan barang milik Negara secara
bertanggung jawab, efektif dan efesien.
24

c) Tidak menyalah kewenangan gunakan jabatan.


c. Kompeten
1) Definisi:
Kompeten adalah terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.
2) Panduan Perilaku Kompeten:
a) Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang
selalu berubah.
b) Membantu orang lain belajar.
c) Melaksanakan tugas dengan kualitas erbaik.
d. Harmonis
1) Definisi:
Harmonis adalah saling peduli dan menghargai perbedaan.
2) Panduan Perilaku Harmonisl:
a) MelakMenghargai setiap orang apapun latar belakangnya.
b) Suka menolongorang lain.
c) Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
e. Loyal
1) Definisi:
Loyal adalah berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa
dan negara.
2) Panduan Perilaku Loyal:
a) Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI serta
pemerintahan yang Sah.
b) Menjaga nama baik sesame ASN, Pemimpin, Instansi dan
Negara.
c) Menjaga rahasia jabatan Negara.
25

f. Adaptif
1) Definisi:
Adaptif adalah terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan
serta menghadapi perubahan.
2) Panduan Perilaku Adaptif:
a) Cepat menyesiakan diri menghadapi perubahan..
b) Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas.
c) Bertindak proaktif.
g. Kolaboratif
1) Definisi:
Adaptif adalah terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan
serta menghadapi perubahan.
2) Panduan Perilaku Adaptif:
a) Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk
berkontribussi.
b) Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah.
c) Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya unyuk
tujuan bersama.

2. Kedudukan dan Peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Negara


Kesatuan Republik Indonesia
Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib mengetahui peran dan
kedudukannya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
agar dapat memahami peran dan kedudukan PNS dalam NKRI.
a. Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN)
Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pengelolaan
ASN untuk menghasilkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang
profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Berikut
26

beberapa konsep yang ada dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun


2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
1) Berdasarkan jenisnya, Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)
terdiri atas:
a) Pegawai Negeri Sipil (PNS), merupakan pegawai berstatus
tetap dan memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP)
b) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),
merupakan pegawai dengan perjanjian kerja sesuai kebutuhan
instansi dalam jangka waktu tertentu.
2) Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) berkedudukan sebagai
aparatur Negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh
pimpinan instansi pemerintah dan serta harus bebas dari pengaruh
dan intervensi semua golongan dan politik.
3) Kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) berada di pusat, daerah,
dan luar negeri. Namun demikian merupakan satu kesatuan.
4) Fungsi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, serta perekan dan pemersatu
bangsa.
5) Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) bertugas:
a) Melaksanakan kebijakan dari Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
b) Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
c) Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI).
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan
baik, dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan
Aparatur Sipil Negara (ASN) dan akuntabel, maka setiap Aparatur
Sipil Negara (ASN) diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya
27

maka Aparatur Sipil Negara (ASN) juga berkewajiban sesuai


dengan tugas dan tanggung jawabnya.

b. Smart Aparatur Sipl Negara (ASN)


Era teknologi informasi saat ini memberikan kemudahan
dalam melakukan segala hal. Banyak manfaat yang diperoleh dari
kemajuan teknologi informasi, salah satunya perkembangan pesat
bidang komunikasi. Saat ini, prilaku manusia dalam berkomunikasi
menjadi semakin kompleks. Dahulu, manusia berkomunikasi
dengan cara bertemu, namun kini dengan adanya teknologi,
tersedia media baru dalam berkomunikasi, yaitu melalu jekaring
sosial. Jejaring sosial ini membuat manusia terhubung satu sama
lian tanpa harus bertatap muka. Dengan media baru ini, informasi
juga dapat disebarluaskan dengan cepat.
Komunikasi yang bersifat serba digital menjadikan literasi
digital sebagai salah satu ebutuhan wajib di era serba teknologi
seperti sekarang. pertumbuhan ekonomi digital Indonesia
dipredeksi akan naik mencapai 133 Milyar USD pada 2030
(eConomy SEA 2019). Namun, Indonesia, berdasarkan World
Digital Competitiveness Rangking, berada pada urut 56 dari 62
Negara di dunia. Dengan kondisi ini, indoesia menghadapi
sejumlah ancaman mulai dari penyebaran konten negatif, konten
berbau hoax, ujaran kebencia ata hate speech, perundungan,
ragam praktik penipuan, hingga radikalisme.
Dengan Smart ASN, peserta akan diajak untuk berpikir
secara kritis terkait pemahaman konsep efektivitas, efisien,
inovasi, dan utu dibidang komunikasi. Oleh karena itu pahamilah
setap dasar kompetensi yang harus peserta kuasai, beserta
indikator keberhasilan dan sejumlah capaian belajar untuk
28

mengukur pemahaman peserta tentang modul. Melalui modul ini,


peserta akan dinilai kemampuannya dalam mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar literasi digital.

3. Teori yang berkaitan dengan Isu


a. Pengertian Kehamilan
Kehamilan adalah suatu hal yang fisiologis yang dimulai
dengan konsepsi dan diakhiri oleh proses persalinan. Konsepsi
adalah pertemuan antara ovum matang dengan sperma sehat yang
memungkinkan terjadinya kehamilan. Setelah konsepsi maka
dilanjutkan dengan fertilisasi. Fertilisasi yaitu sperma bertemu
dengan ovum, terjadi penyatuan dengan ovum, sampai dengan
terjadinya perubahan fisik dan kimiawi ovum sperma sehingga
menjadi buah kehamilan.

b. Anemia
1) Pengertian Anemia
Anemia adalah kondisi berkurangnya sel darah merah
(eritrosit) dalam sirkulasi darah atau masa hemoglobin (HB)
sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa
oksigen ke seluruh jaringan. Ibu hamil dikatakan mengalami
anemia apabila kadar hemoglobin ibu kurang dari 11g/dl pada
trimester satu dan tiga, serta kurang dari 10,5 g/dl pada trimester
kedua.
Ada beberapa tingkatan anemia yaitu:
a) Anemia ringan: anemia pada ibu hamil disebut ringan
apabila kadar hemoglobin ibu 10,9 g/dl sampai 10g/dl.
b) Anemia sedang: anemia pada ibu hamil disebut sedang
apabila kadar hemoglobin ibu 9,9g/dl sampai 7,0g/dl.
29

c) Anemia berat: anemia pada ibu hamil disebut berat apabila


kadar hemoglobin ibu berada dibawah 7,0g/dl.
2) Tanda dan Gejala Anemia
Gejala anemia yang dialami oleh ibu hamil diantaranya
adalah:
a) Cepat Lelah
b) Sering pusing
c) Mata berkunang-kunang
d) Lidah luka
e) Nafsu makan turun
f) Konsentrasi hilang
g) Nafas pendek
h) Keluhan mual muntah lebih hebat pada kehamilan muda
Sedangkan tanda-tanda anemia pada ibu hamil
diantaranya yaitu:
a) Terjadinya peningkatan kecepatan denyut jantung karena
tubuh berusaha memberi oksigen lebih banyak ke jaringan.
b) Adanya peningkatan kecepatan pernafasan karena tubuh
berusaha menyediakan lebih banyak oksigen pada darah.
c) Pusing akibat kurangnya darah ke otak.
d) Terasa Lelah karena meningkatnya oksigenasi berbagai
organ termasuk otot, jantung dan rangka.
e) Kulit pucat karena berkurangnya oksigenasi.
f) Mual akibat penurunan aliran darah saluran cerna dan
susunan saraf pusat.
g) Penurunan kualitas rambut dan kulit.
3) Tipe-tipe Anemia
Berdasarkan faktor penyebab, anemia dalam kehamilan
meliputi:
30

a) Anemia defisiensi gizi besi Anemia jenis ini biasanya


berbentuk normositik dan hipokromik. Keadaan ini paling
banyak dijumpai pada kehamilan.
b) Anemia megaloblastik Anemia ini biasanya berbentuk
makrosistik, penyebabnya adalah karena kekurangan asam
folat, namun jenis anemia ini jarang terjadi.
c) Anemia hipoplastik Anemia hipoplastik disebabkan oleh
hipofungsi sumsum tulang dalam membentuk sel-sel darah
merah baru.
d) Anemia hemolitik Anemia hemolitik disebabkan oleh
penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih
cepat dari pembuatannya.
4) Dampak Anemia
Adapun dampak anemia selama kehamian yaitu dapat
terjadi abortus, persalinan prematuritas, hambatan tumbuh
kembang janin dalam rahim (IUGR), mudah terjadi infeksi, mola
hidatidosa, hiperemesis gravidarum, perdarahan antepartum,
ketuban pecah dini (KPD) dan berat bayi lahir rendah (BBLR).
Kemudian,dampak anemia saat persalinan yaitu kurangnya his
(kekuatan mengejan) saat persalinan,kala I lama, dan kala II
lama.

5) Upaya Pencegahan Anemia


Pencegahan dapat dilakukan dengan mengatur pola
makan yaitu dengan mengkombinasikan menu makanan serta
konsumsi buah dan sayuran yang mengandung vitamin C
(seperti tomat, jeruk, jambu) dan mengandung zat besi (sayuran
berwarna hijau tua seperti bayam). Kopi dan teh adalah
31

minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi


sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Pencegahan
anemia juga bisa dilakukan dengan cara deteksi dini anemia,
sehingga dapat megetahui kadar hemoglobin dan dapat
terhindar dari resiko anemia.

B. Rancangan Kegiatan Aktualisasi


Unit kerja : Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) Muara Uya Kabupaten
Tabalong
Isu yang diangkat : Belum Optimalnya Deteksi Dini Anemia
Pada Ibu Hamil di Desa Mangkupum
Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya
Kabupaten Tabalong
Judul : Optimalisasi Deteksi Dini Anemia Pada
Ibu Hamil Dengan Pemeriksaan
Hemoglobin (HB) di Desa Mangkupum
Wilayah Kerja Puskesmas Muara Uya
Kabupaten Tabalong

Gagasan Pemecahan isu:


1. Konsultasi dengan mentor
2. Memverifikas data ibu hamil desa Mangkupum
3. Menyusun SAP (Satuan Acara Penyuluhan)
4. Menyusun media pendukung kegiatan dalam bentuk leaflet
5. Melakukan penyuluhan Kesehatan tentang anemia
32

6. Berkoordinasi dengan pihak Laboratorium untuk kesiapan alat dan


bahan
7. Menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan pemeriksaaan hemoglobin
8. Melakukan pemeriksaan hemoglobin (HB)
9. Melakukan evaluasi hasil kegiatan
37

Tabel 3.1. Rancangan Kegiatan Aktualisasi


Kontribusi
Output / Hasil Keterkaitan Substansi Penguatan Nilai-Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Terhadap Visi Misi
Kegiatan Mata Pelatihan Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1. Menyiapkan isu 1. Isu yang di Melakukan komunikasi Dengan melakukan Dengan melakukan
konsultasi yang di angkat angkat akan dengan mentor ( kepala konsultasi kepada konsultasi kepada
dengan mentor 2. Melakukan menjadi judul Puskesmas untuk mentor tentang isu mentor tentang isu yang
konsultasi rancangan meperoleh persetujuan yang diangkat dapat diangkat menguatkan
3. Melakukan revisi aktualisasi tentang pelaksanaan dijadikan acuan nilai organisasi
sesuai arahan 2. Isu yang di aktualisasi dengan sikap dalam mengatasi “profesional dan
mentor angkat sudah ramh, cekatan, solutif AKI dan AKB akuntabel”, profesional
mendapatkan dan dapat diandalkan. selaras dengan Visi berarti dalam
persetujuan (Berorientasi Puskemasa Muara menetapkan isu tetap
mentor Pelayanan: Ramah, Uya yaitu harus berkonsultasi
cekatan, solutif dan “Mewujudkan kepada mentor secara
dapat diandalkan). Masyarakat Yang professional. akuntabel
Sehat Dan berarti mampu
Dalam proses Mandiri”. bertanggung jawab atas
konsultasi, saya isu yang yang
menyatakan alasan dikonsulkan kepada
mengapa rancangan mentor.
38

aktualisasi tersebut
perlu dilaksanakan
untuk mengembangkan
kreativitas. (Adaptif)

Menerima kritik dan


saran dari mentor/
Kepala Puskesmas
dalam rangka perbaikan
rancangan aktualisasi.
(Loyal)
2. Memverifikasi 1. Mencari data ibu 1. Kohort ibu hamil Melakukan pembuatan Dengan adanya Dengan adanya data ibu
data ibu hamil hamil di kohort menjadi acuan draft data ibu hamil data ibu hamil hamil, maka sesuai
desa Mangkupum kehamilan dalam menentukan desa Mangkupum memberikan dengan nilai
2. Membuat draft sasaran dengan jujur dan jelas. kontribusi pada “Profesional” sesuai
data ibu hamil desa pemeriksaan (Akuntabel) pencapaian misi dengan kompetensi.
Mangkupum hemologlobin Puskesmas yang
2. Draft data ibu Pembuatan draft data pertama yaitu
hamil desa ibu hamil bertujuan “Meningkatkan
mangkupum yang untuk mewujudkan Kualitas Sumber
akan diperiksa efektivitas dan efisiensi Daya Manusia
hemoglobin dalam melakukan (SDM) yang
39

pemeriksaan Profesional”
hemoglobin. (Adaptif)

Pembuatan draft ibu


hamil akan saya
laksanakan dengan teliti
dan tanpa kesalahan.
(Kompeten)
3 Menyusun SAP 1. Mencari materi 1. Menghasilkan Dalam proses Dalam kejelasan Dengan adanya
(Satuan Acara tentang anemia satuan acara penyusunan materi target capaian dan penyusunan SAP
Penyuluhan) pada ibu hamil. penyuluhan yang edukasi saya akan ketepatan serta (Satuan Acara
2. Membuat SAP akan disampaikan bekerja berdasarkan keakuratan Penyuluhan) yang baik,
(Satuan Acara kepada ibu hamil kejelasan target yang penyusunan materi maka sesuai dengan
Penyuluhan) dan diharapkan sudah ditentukan kegiatan maka akan nilai “Profesional”
3. Materi yang telah akan (Akuntabel) mudah dipahami sesuai dengan
disiapkan akan mengoptimalkan sehingga kompetensi
disampaikan proses Penyusunan materi terwujudnya
dengan SAP penyampaian kegiatan harus tepat kemandirian untuk
dalam kegiatan. informasi saat dan akurat agar mutu mencapai
kegiatan yang dicapai bisa Kesehatan sesuai
berlangsung agar semakin meningkat. dengan visi
efektif dan efisien. (Adaptif) puseksmas yaitu
40

2. “Mewujudkan
Saya akan membuat Masyarakat Muara
SAP dengan nilai dasar Uya Yang Sehat
yang dapat dipahami Dan Mandiri “
dengan mudah oleh
peserta. dan saya akan
mencari bahan materi
penyuluhan,
merangkum & membuat
materi penyuluhan.
(Kompeten).
4. Menyusun media 1. Mencari materi 1. Materi leaflet Dalam menyusun Dalam efisiensi, Menyusun media
pendukung terkait dari artikel untuk outline materi, saya kesederhanaan, pendukung kegiatan
kegiatan dalam atau dan jurnal penyusunan akan menyusunnya transparansi dan dalam bentuk leaflet,
bentuk leaflet kesehatan desain. secara sederhana. kejelasan informasi menguatkan nilai
secara jelas. 2. Desain leaflet (Akuntabel) dalam leaflet maka organisasi
2. Membuat konsep dan poster yang diharapkan infomasi “Akuntabel”, yaitu
dan desain isi terkonsep Dalam mengumpulkan yang ada dapat menyusun atau
media leaflet dan selanjutnya materi, saya akan dipahami oleh ibu membuat media
poster dilakukan menggunakan internet hamil sehingga Misi pendukung kegiatan
3. Melakukan pencetakan untuk efisiensi waktu, Puskesmas dalam dalam bentuk leaflet
konsultasi 3. Sarana dalam biaya dan tenaga “mendorong sebagai sarana
41

kepada pimpinan bentuk media (Kompeten) kemandirian informasi tambahan


atau Kepala cetak seperti masyarakat untuk yang bisa setiap saat
Puskesmas leaflet akan lebih Menerima kritik, hidup sehat”. dibaca, penyusunan
terkait media memudahkan pendapat atau masukan perlu dibuat dengan
yang disusun dalam dari atasan terhadap desain yang simple tapi
dan memperbaiki penyebaran media yang telah dibuat menarik dan informatif.
media apabila informasi agar lebih baik dalam
terdapat hal-hal tambahan menjunjung tinggi
yang perlu kepada ibu musyawarah dan
perbaikan. hamil. menghargai pendapat
4. Mencetak media orang lain. (Harmonis)
leaflet
Saya akan membuat
rancangan media
penyuluhan dengan
mengedepankan
kreativitas, mandiri dan
bertanggungjawab.
(Adaptif dan
Akuntabel)
5 Melakukan 1. Menyiapkan 1.Meningkatkan Dalam pemberian Kegiatan Melakukan kegiatan
penyuluhan satuan acara pengetahuan ibu edukasi kesehatan penyuluhan anemia edukasi kesehatan
42

Kesehatan penyuluhan hamil terhadap dengan memanfaatkan pada ibu hamil menguatkan nilai
tentang anemia ( SAP) anemia dan media leaflet agar mempunyai tujuan organisasi “Terdepan”
2. Membagikan pentingnya deteksi berjalan secara efektif yang berbanding Yaitu terdepan dalam
leafleat kepada dini anemia dan efisien, saya akan lurus dengan Misi memberikan pelayanan.
ibu hamil sehingga faktor menyampaikan Puskesmas Muara Dan juga menguatkan
3. Menyampikan resiko dapat di informasi dengan tutur Uya yaitu nilai organisasi
materi cegah. kata yang baik, sopan “mendorong “profesional” yaitu
penyuluhan 2. meningkatkat dan tidak menyinggung kemandirian dalam memberikan
tentang anemia minat ibu hamil perasaan ibu hamil. masyarakat untuk edukasi harus bersifat
kepada ibu hamil. untuk melakukan (Harmonis) hidup sehat”. profesional.
pemeriksaan
hemoglobin guna Saat melakukan edukasi
deteksi dini anemia. saya akan menjelaskan
dengan seksama
tentang anemia agar ibu
hamil benar-benar
mengerti dan
memahami apa yang
telah dijelaskan.
(Kompeten)

Dalam melakukan
43

setiap langkah kegiatan


saya melakukan dengan
sungguh sungguh
(Berorientasi
Pelayanan)

Dalam melakukan
peyuluhan saya tidak
membeda-bedakan
antar ibu hamil.
(Harmonis)
6 Berkoordinasi 1. Menjelaskan 1. Terjalinnya Saya akan kerjasama Dengan adanya Melakukan koordinasi
dengan pihak maksud dan Kerjasama dengan dengan pihak koordinasi dengan dengan lintas program
Laboratorium tujuan kepada pihak laboratorium laboratorium selaku pihak laboratorium dan lintas sektor maka
untuk kesiapan pihak atas kesediaan alat penyedia alat dan terkait kesediaan sesuai dengan Nilai
alat dan bahan. laboratorium atas dan bahan yang bahan dengan asas alat dan bahan Pusat Keshatan
kegiatan yang akan di pakai dalam saling menghormati. untuk pemeriksaan Masyarakat yaitu
ingin kegiatan (Loyal dan hemoglobin pada ”Integrasi”.
dilaksanakan. pemeriksaan Kolaboratif) ibu hamil sesuai
2. Menyampaikan hemoglobin pada dengan Misi
kepala atasan ibu hamil di desa saya akan Puskesmas Muara
( kepala Mangkupum menyampikan terkait Uya
44

puskesmas ) 2.laporan kesediaan alat dan “Meningkatkan


terkait Kerjasama pemeriksaan bahan kepada kepala peran serta listas
dengan hemoglobin di puskesmas selaku sektor dan lintas
laboratorium atas sampaikan kepada atasan dengan sopan program “.
kesediaan alat pihak laboratorium. dan santun. (Loyal)
dan bahan yang
akan digunakan saya akan memberikan
dalam laporan hasil
pelaksanaan pemeriksaan kepada
kegiatan. pihak laboratorium
3. Memberi laporan dengan jujur dan
hasil bertanggung jawab.
pemeriksaan (Akuntabel dan
hemoglobin Kolaboratif)
kepada pihak
laboratorium

7 Menyiapkan alat 1. Menyiapkan alat 1. Alat dan bahan Dalam melakukan Melakukan Melakukan persiapan
dan bahan yaitu alat periksa sudah tersedia persiapan alat dan persiapan alat dan bahan sebelum
pemeriksan hemoglobin dan dan siap bahan saya melakukan merupakan bagian dilakukan kegiatan
pemeriksaaan autoclik. digunakan dengan cermat dan teliti dari kesiapan dari merupakan bentuk sikap
hemoglobin 2. Menyiapkan 2. Lembar sehingga kegiatan sesuai profesional sesuai
45

bahan dokumentasi mempersingkat waktu. dengan misi Pusat dengan nilai


pemeriksaan sudah di cetak (Akuntabel dan Kesehatan Pusat Kesehatan
berupa stik dan sudah siap Adaptif). Masyarakat Masyarakat organisasi
hemoglobin, di gunakan (Puskesmas) yaitu yaitu ” Profesional”
alcohol swab dan 3. Persiapan Dalam mempersiapkan “Meningkatkan
jarum lancet. dilakukan untuk lembar dokumentasi, pelayanan proaktif,
3. Mempersiapkan menghindari saya melakukan dengan bermutu dan solid”
lembar kesalahan alat kualitas terbaik (
dokumentasi dan bahan yang Kompeten)
untuk mencatat digunakan.
hasil
pemeriksaan.
8 Melakukan 1. Mencatat 1. Identitas ibu Saya akan Mencatat Kegiatan deteksi Kegiatan pemeriksaan
pemeriksaan identitas ibu hamil sudah diisi identitas ibu hamil dini anemia ini hemoglobin pada ibu
hemoglobin (HB) hamil yang akan pada lembar dengan singkat dan sesuai dengan visi hamil sesuai dengan
diperiksa dokumentasi. sederahana agar efektif Puskemas Muara penguatan nilai
hemoglobin di 2. Hasil dan efisien.( Uya yaitu organisasi
lembar pemeriksaan Akuntabel ). “Mewujudkan ”profesional“ yaitu
dokumentasi hemoglobin masyarakat Muara memiliki kompetensi
kegiatan. sudah di Mencuci tangan dan Uya yang sehat dan kemampuan dalam
2. Mencuci tangan dapatkan. memakai handscoon dan mandiri“. memberikan pelayanan
dan memakai 3. Hasil sebelum melakukan kesehatan yang terbaik
46

handscoon pemeriksaan di pemeriksa sesuai


dalam catat dalam Standar Operasional
melakukan lembar Prosedur untuk
pemeriksaan dokumntasi dan mencegah infeksi
hemoglobin. buku KIA. nosokomial (infeksi
3. Melakukan yang didapat dari
permeriksaan pelayanan kesehatan),
hemoglobin pada (Berorientasi
ibu hamil pada Pelayanan )
salah satu jari
dengan Saya akan melakukan
menggunakan pemeriksaan dengan
alat dan bahan teliti dan professional
yang sudah serta tidak membeda-
disiapkan. bedakan ibu hamil yang
4. Mencatat hasil akan di periksa.
pemeriksaan (Berorientasi
kedalam lembar Pelayanan dan
dokumentasi harmonis )
kegiatan dan Dalam melakukan
buku KIA. pemeriksaan saya
5. Menyampaikan menggunakan Bahasa
47

dan menjelaskan yang santun dan sopan


hasil agar terjalin suasana
pemeriksaan kekeluargaan yang
kepada ibu akrab (Berorientasi
hamil. Pelayanan dan
Harmonis)

saya akan rela


berkorban untuk
melayani pasien
sepenuh hati dan tidak
mengeluh (Loyal)

Dalam mencatat hasil


pemeriksaan saya akan
jujur (Akuntabel)
9 Melakukan 1. Melakukan Laporan Hasil Saya akan membuat Melaporankan hasil Melakukan evaluasi
evaluasi hasil analisis data Kegiatan laporan hasil kegiatan kegiatan aktualisasi hasil kegiatan
kegiatan akhir yang Aktualisasi aktualisasi sebagai merupakan menguatkan nilai
kemudian akan bentuk tanggung jawab pencapaian visi misi organisasi “akuntabel”,
menjadi tolak saya sebagai penyuluh Puskesmas yaitu saya harus
ukur dalam Kesehatan masyarakat khususnya bertanggung jawab atas
48

pelaporan hasil (Akuntabel dan meningkatkan mutu kegiatan yang saya


aktualisasi. Integritas) dan kualitas lakukan dan melakukan
pelayanan evaluasi dari hasil
Saya akan kesehatan yang kegiatan.
mempertanggungjawab “profesional”
kan pekerjaan saya
dalam menjalankan
tugas dengan hasil
laporan yang benar.
(Loyal dan
Berorientasi
Pelayanan)

Dalam pembuatan
rekap laporan hasil
kegiatan aktualisasi
harus tanpa kesalahan
sesuai dengan hasil
yang didapatkan.
(Kompeten)
49

C. Rancangan Penjadwalan Kegiatan Aktualisasi

Tabel 3.2. Rincian Jadwal Kegiatan Aktualisasi


No. Kegiatan Jadwal Kegiatan Tempat

1 Konsultasi dengan mentor 14 Maret 2022 – 16 Maret 2022 Puskesmas Muara Uya
Memverifikas data ibu hamil desa Desa Mangkupum Wilayah Kerja
2 17 Maret 2022 – 19 Maret 2022
Mangkupum Puskesmas Muara Uya
Desa Mangkupum Wilayah Kerja
3 Menyusun SAP (Satuan Acara Penyuluhan) 21 Maret 2022 – 23 Maret 2022
Puskesmas Muara Uya
Menyusun media pendukung kegiatan Desa Mangkupum Wilayah Kerja
4 24 Maret 2022 – 26 Maret 2022
dalam bentuk leaflet Puskesmas Muara Uya
Melakukan penyuluhan Kesehatan tentang Desa Mangkupum Wilayah Kerja
5 28 Maret 2022 – 31 Maret 2022
anemia Puskesmas Muara Uya
Berkoordinasi dengan pihak Laboratorium
6 1 April 2022 – 2 April 2022 Puskesmas Muara Uya
untuk kesiapan alat dan bahan
Menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan Desa Mangkupum Wilayah Kerja
7 4 April 2022 – 6 April 2022
pemeriksaaan hemoglobin Puskesmas Muara Uya
Desa Mangkupum Wilayah Kerja
8 Melakukan pemeriksaan hemoglobin (HB) 7 April 2022 – 13 April 2022
Puskesmas Muara Uya
Desa Mangkupum Wilayah Kerja
9 Melakukan evaluasi hasil kegiatan 14 April 2022 – 16 April 2022
Puskesmas Muara Uya
50

Tabel 3.3.Matriks Rancangan Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi


Maret April
No kegiatan 15 16
14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

A. Persiapan

1 Konsultasi dengan mentor

Memverifikas data ibu hamil


2
desa Mangkupum

Menyusun SAP (Satuan


3
Acara Penyuluhan)

Menyusun media pendukung


4
kegiatan dalam bentuk leaflet

B. Pelaksanaan

Melakukan penyuluhan
5
Kesehatan tentang anemia

Berkoordinasi dengan pihak


6 Laboratorium untuk kesiapan
alat dan bahan
Menyiapkan alat dan bahan
7 pemeriksaan pemeriksaaan
hemoglobin

Melakukan pemeriksaan
8
hemoglobin (HB)

C. Evaluasi

Melakukan evaluasi hasil


9
kegiatan
DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.


Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 tentang
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Permenkes RI Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa
Sebelum Hamil, Masa Hamil,Persalinan, dan Masa, Sesudah
Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta
Pelayanan Kesehatan Seksual.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Berorientasi Pelayanan:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Akuntabel: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Kompeten: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Harmonis: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Loyal: Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Adaptif: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Kolaboratif: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara. 2017. Modul Manajemen Aparatur Sipil
Negara: Lembaga Administasi Negara, Jakarta.
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Modul Smart Aparatur Sipil Negara
(ASN): Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.
Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan.
Jakarta: Salemba Medika.

51
Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan.
Jakarta: Salemba Medika.
Purwaningtyas, M. L., & Prameswari, G. N. (2017). Faktor kejadian
anemia pada ibu hamil. HIGEIA (Journal of Public Health Research
and Development), 1(3), 43-54.
Astuti, R. Y., & Ertiana, D. (2018). Anemia dalam Kehamilan. Pustaka
Abadi.

52

Anda mungkin juga menyukai