Anda di halaman 1dari 2

Nama : TRI WAHYUNI

Kelompok : MALAHAYATI
MENUJU PERKAMPUNGAN WUKIRATAWU
Saya adalah Yuni sebagai guru IPA yang memang saat kuliah sudah lama tidak berkegiatan
pramuka. Guru dan pramuka menurut saya memang hal yang berbeda. Namun setelah terjun
langsung disekolah ternyata guru juga dituntut untuk mampu menjadi Pembina pramuka. KMD
(Kursus Mahir Dasar) adalah kegiatan yang memberi bekal para calon Pembina pramuka.
Pesertanya berasal dari berbagai daerah dan berbagai jenjang mulai SD, SMP, maupun SMA
yang mengikuti KMD. Ketika mendengar telah dibuka KMD di SELOREJO dan dekat dengan
tempat tinggal. Saya segera bergegas daftar dan mengisi formulir peserta. Perkemahan akan
diadakan Senin-Sabtu 11-16 Juli 2022. Tentunya akan sangat menguras tenaga, namun
sebelumnya saya sudah sering mengikuti banyak kegiatan salah satu pramuka saat masih duduk
di bangku sekolah. Sehingga saya semakin yakin dengan kemampuan saya.

Saat waktu perkemahan dimulai, hari senin 11 Juli 2022 pagi hari pukul 07.00 hingga
sampai saat ini tanggal 13 Juli 2022 saya sungguh banyak mendapatkan ilmu baru dan
pengalaman baru. Ternyata apa yang saya pelajari di sekolah dan di KMD ada beberapa hal yang
berbeda dan sudah diperbaharui. Pelatihan ini sungguh sangat luar biasa dan cukup menguras
tenaga. Namun demi menjadi Pembina bagi anak-anak disekolah saya tetap bersemangat.

Disela-sela waktu senggang saya mengerjakan rangkaian tugas KMD dan mempelajari
ilmu baru tentang Pramuka. Saya masih disibukkan dengan tugas akhir studi lanjut saya sehingga
sampai larut malam pun saya belum bisa tidur karena menyiapkan bahan bimbingan thesis dan
bahan yang akan digunakan saat KMD. Walaupun berjalan bersamaan saya tetap melaksanakan
dan mengerjakan tugas-tugas KMD dengan lengkap dan semaksimal mungkin.

Banyak sekali nilai yang saya peroleh disetiap pembelajaran dalam pelatihan ini. Setiap
materi yang dikemas dengan menyenangkan oleh Pembina membuat saya dan teman-teman
menjadi senang walaupun sedang mengerjakan banyak tugas. Kegiatan ini juga mampu melatih
inovatif dan kreatifitas saya. Pada setiap pembelajaran baik disekolah dan pramuka memang
tetap membutuhkan perancangan dan kebermaknaan belajar.
Perubahan kebiasaan baru karena pandemic covid-19 membuat kegiatan terbatas termasuk
kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Hal ini menjadi tantangan baru bagi kami calon Pembina
supaya dapat membentuk karakter peserta di tengah perkembangan zaman dan kebiasaan baru
yang ada saat ini. Pramuka sendiri memang sangat berimplikasi dengan mata pelajaran saya IPA
seperti materi penjernihan air, penghijauan, Kompas dan cara bertahan hidup di alam.

Pelajaran yang tidak bisa saya lupakan dalam perjalanan saya menempa ilmu di
perkampungan Wurikatawu ini adalah bagaimana menjadi seseorang yang bijaksana sebagai
Pembina dan dewasa dalam merencanakan sesuatu. Semoga dengan keikutsertaaan saya dalam
kegiatan ini akan berdampak positif bagi saya pribadi dan masyarakat

Satysaya Kudarmakan, Darmsaya Kubaktikan