Anda di halaman 1dari 38

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

OPTIMALISASI PENENTUAN KLASIFIKASI RESPON UMUM FUNGSI


ADAPTIF (RUFA) PASIEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
LEMBAR BALIK (BOOKLET) PADA PERAWAT RUANGAN
DI UNIT PELAYANAN INTENSIF PSIKIATRI (UPIP) 1
RS JIWA PROF. HB. SA’ANIN PADANG

DISUSUN OLEH :
ROMI RAHMADHANI, A.Md. Kep
NIP.19950210 202012 1 010

COACH:
DR. RAHMEDI YONIS, S.Sos, M.Si.
NIP.19670101 198809 1 001

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN II ANGKATAN VIII
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA
BARAT

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI SUMATERA BARAT
TAHUN 2022
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI – NILAI DASAR CALON
PEGAWAI NEGERI SIPIL

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


DILINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

NAMA : ROMI RAHMADHANI, A.Md.Kep


NIP : 199502102020121010
NDH : 30
JABATAN : PERAWAT TERAMPIL
INSTANSI : RS JIWA PROF. HB. SAANIN PADANG

OPTIMALISASI PENENTUAN KLASIFIKASI RESPON UMUM FUNGSI


ADAPTIF (RUFA) PASIEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
LEMBAR BALIK (BOOKLET) PADA PERAWAT RUANGAN DI
UNIT PELAYANAN INTENSIF PSIKIATRI (UPIP) 1
RS JIWA PROF. HB. SA’ANIN PADANG

Disetujui untuk disampaikan pada Evaluasi Rancangan Aktualisasi Pelatihan


Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan VIII dilaksanakan pada
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Sumatera Barat.

Padang,10 April 2022 Diajukan Oleh,


Peserta

ROMI RAHMADHANI, A.Md.Kep


NIP.199502102020121010
Menyetujui,

Coach Mentor

DR. Rahmedi Yonis, S.Sos, M.Si Ns. Iva Fitri Wahyuni, S.Kep
NIP.19670101 198809 1 001 NIP.19840311 200902 2 002
BERITA ACARA

SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS


GOLONGAN II ANGKATAN VIII DI LINGKUNGAN PEMERINTAH
PROVINSI SUMATERA BARAT

Pada hari ini Rabu tanggal Dua Puluh Tujuh bulan April tahun Dua Ribu Dua
Puluh Dua secara Virtual (Zoom Meeting) telah diseminarkan Rancangan
Aktualisasi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Angkatan VIII
Tahun 2022
JUDUL : OPTIMALISASI PENENTUAN KLASIFIKASI
RESPON UMUM FUNGSI ADAPTIF (RUFA)
PASIEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
LEMBAR BALIK (BOOKLET) PADA PERAWAT
RUANGAN DI UNIT PELAYANAN INTENSIF
PSIKIATRI (UPIP) 1 RUMAH SAKIT JIWA
PROF. HB. SA’ANIN PADANG.
DISUSUN OLEH : ROMI RAHMADHANI, A.Md.Kep.
NIP : 199502102020121010
NDH : 30
JABATAN : PERAWAT TERAMPIL
INSTANSI : RS JIWA PROF. HB. SAANIN PADANG

Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.


Disetujui, Diajukan Oleh
Coach Peserta

DR. Rahmedi Yonis, S.Sos, M.Si Romi Rahmadhani, A.Md. Kep


NIP.19670101 198809 1 001 NIP.19950210 202012 1 010

Diketahui,
Penguji/Narasumber Mentor

Monita, S.Farm. Apt., M.Sc. Ns. Iva Fitri Wahyuni, S. Kep


NIP.19721013 199603 2 002 NIP.19840311 200902 2 002
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI........................i
BERITA ACARA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI..................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A. Latar Belakang..............................................................................1
B. Identifikasi Isu................................................................................3
C. Perumusan dan Penetapan Isu.....................................................4

BAB II DESKRIPSI LOKUS........................................................................... 7


A. Deskripsi Umum.............................................................................7
1. Gambaran Umum Instansi......................................................... 7
2. Struktur Organisasi...................................................................13
B. Deskripsi Khusus.........................................................................15
1. Program dan Kegiatan Saat Ini...............................................15
2. Role Model.................................................................................16

BAB III RENCANA KEGIATAN, TAHAPAN KEGIATAN DAN


OUTPUT YANG DIHARAPKAN..................................................18
A. Rancangan Aktualisasi................................................................18
B. Jadwal Rencana Aktualisasi.......................................................28

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................29

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelatihan dasar merupakan kewajiban bagi calon Aparatur Sipil Negara
(ASN) yang wajib untuk diikuti. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun
2014 tentang ASN dijelaskan bahwa setiap CPNS wajib menjalani masa
percobaan yang dilakukan melalui proses Pelatihan Dasar (Latsar) untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan
kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul, bertanggung jawab dan
memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pasal 65 ayat 1 huruf (a)
Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN menjelaskan bahwa CPNS
yang diangkat menjadi PNS harus memenuhi persyaratan lulus pendidikan dan
pelatihan. Syarat lulus dalam pendidikan dan pelatihan ini salah satunya adalah
pembuatan rancangan aktualisasi untuk pelaksanaan habituasi yang diatur dalam
Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun
2021 pasal 14 ayat 1 huruf (d) yaitu Agenda Habituasi.
Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi mental sejahtera yang
memungkinkan hidup harmonis dan produktif (Stuart, 2016). Menurut UU No 18
tahun 2014 menjelaskan bahwa orang dengan gangguan jiwa yang selanjutnya
disingkat ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku
dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau
perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan
hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Berdasarkan data
Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 (RISKESDAS, 2018) adanya peningkatan
proporsi gangguan jiwa dibanding dengan Riskesdas tahun 2013 dari 1,7%
menjadi 7%. Kesehatan jiwa mencakup disetiap perkembangan individu dimulai
sejak dalam kandungan kemudian dilanjutkan ke tahap selanjutnya yang dimulai
dari bayi (0-18 bulan), masa toddler (1,5-3 tahun), masa anak-anak awal atau pra
sekolah (3-6tahun), usia sekolah (6-12 tahun), remaja (12-18 tahun), dewasa muda
(18-35 tahun), dewasa tengah (35- 65 tahun), hingga dewasa akhir (>65 tahun)
(Wong, D.L, 2009).

1
Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang merupakan Rumah Sakit
Khusus Jiwa milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang memberikan
pelayanan pada klien dengan gangguan jiwa. Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin
Padang berupaya meningkatkan kualitas dan pelayanan publik sesuai dengan visi
Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang yaitu menjadi pusat unggulan
kesehatan jiwa di Indonesia. Salah satu upaya peningkatan kualitas dan pelayanan
publik di Rumah Sakit Jiwa adalah dengan melakukan pendidikan kesehatan
kepada Pasien dan Keluarga. Hal ini sesuai dengan uraian tugas perawat dalam
jabatan fungsional perawat kategori keahlian (Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun
2014) tentang upaya preventif dengan melakukan pendidikan kesehatan pada
individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Kedaruratan psikiatri adalah suatu kondisi gangguan akut pada pikiran,
perasaan, perilaku, atau hubungan sosial yang membutuhkan suatu intervensi
segera (Allen, Forster, Zealberg, dan Currier, 2002). Oleh karena itu, kedaruratan
psikiatri di Indonesia sering disebut dengan Unit Pelayanan Intensif Psikiatri
(UPIP). Adapun skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kedaruratan pasien
adalah skala General Adaptive Function (GAF) dengan rentang skor 1–30 skala
GAF. Kondisi pasien dikaji setiap shift dengan menggunakan skor GAF.
Keperawatan memberikan intervensi kepada pasien berfokus pada respons,
sehingga kategori pasien dibuat dengan skor Respons Umum Fungsi Adaptif
(RUFA) atau General Adaptive Function Response (GAFR) yang merupakan
modifikasi dari skor GAF. Kategori pasien menurut skor RUFA adalah : skor 1–
10 masuk kategori intensif I, skor 11–20 masuk kategori intensif II, skor 21–30
masuk kategori intensif III.
Berdasarkan data pasien di UPIP 1 RS Jiwa Prof. HB Saanin Padang,
jumlah pasien yang masuk terhitung bulan Januari sampai Maret 2022 yaitu
sebanyak 314 orang pasien. Banyaknya jumlah pasien yang masuk diharuskan
petugas ruangan memberikan pelayanan yang tepat, cepat, dan sesuai dengan
dengan apa yang diharapkan salah satunya optimalisasi pemberian asuhan
keperawatan intensif pada pasien sehingga proses intervensi pada pasien gawat
darurat di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) dapat berjalan dengan lancar,

2
cepat, tepat, dan optimal. Buku panduan keperawatan intensif yang ada saat ini
belum optimal digunakan oleh perawat dalam penentuan klasifikasi RUFA,
sehingga dibutuhkan media yang dapat menjadi panduan yang cepat dan tepat
oleh perawat ruangan dalam membantu penentuan klasifikasi RUFA dan
selanjutnya memberikan intervensi yang sesuai.
Selama mengikuti Pelatihan Dasar CPNS yang diselenggarakan oleh
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Barat Tahun
2022, penulis mendapatkan nilai-nilai dasar ASN, yaitu Berorientasi Pelayanan,
Akuntabilitas, Harmonis, Kompeten, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif
(BerAKHLAK). Penerapan nilai-nilai dasar BerAKLHAK tersebut diharapkan
dapat mendorong terwujudnya pelayanan dan asuhan keperawatan jiwa yang
prima di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang secara bertahap,
berkesinambungan dan berkelanjutan. Hal ini terkait dengan UU No 5 Tahun
2014 pasal 10 mengenai fungsi ASN salah satunya yaitu sebagai pelayan publik
serta pasal 11 mengenai tugas ASN salah satunya yaitu memberikan pelayanan
publik yang profesional dan berkualitas. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan
dan asuhan keperawatan jiwa tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan
Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang secara keseluruhan, sehingga
menunjang pencapaian Visi dan Misi Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang.
Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan diatas, maka penulis
menyusun Rancangan Aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Penentuan
Klasifikasi Respon Umum Fungsi Adaptif (RUFA) Pasien Dengan
Menggunakan Instrumen Lembar Balik (Booklet) Pada Perawat Ruangan Di
Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 Rumah Sakit Jiwa Prof. HB.
Saanin Padang”.

B. Identifikasi Isu
Pemilihan isu utama dalam rancangan aktualisasi ini dilakukan dengan
mengidentifikasi tugas pokok dan fungsi dari jabatan yang diamanahkan, yaitu
Perawat Terampil di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 Rumah Sakit Jiwa
Prof. HB Saanin Padang. Berdasarkan pengamatan dan latar belakang masalah

3
yang telah penulis uraikan diatas, penulis mengidentifikasi beberapa masalah/isu
yang terjadi di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 Rumah Sakit Jiwa Prof.
HB Saanin Padang sebagai dasar dalam perumusan dan penetapan masalah/isu.
Isu-isu yang terjadi di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 RS Jiwa Prof.
HB Saanin Padang yaitu sebagai berikut:
1. Belum optimalnya perawat ruangan dalam menentukan klasifikasi Respon
Umum Fungsi Adaptif (RUFA) pasien di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri
(UPIP) 1 RS Jiwa Prof. HB Saanin Padang.
2. Belum optimalnya pelaksanaan terapi musik pada pasien di Unit Pelayanan
Intensif Psikiatri (UPIP) 1 RS Jiwa Prof. HB Saanin Padang.
3. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang proses perawatan pasien dengan
gangguan jiwa selama di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang.

C. Perumusan dan Penetapan Isu


Untuk menyikapi berbagai isu aktual yang terjadi, maka perlu ditentukan
skala prioritas permasalahan yang akan ditangani. Salah satu alat yang dapat
digunakan untuk menentukan prioritas masalah/isu yang harus diselesaikan yaitu
Urgent, Seriously, dan Growth (USG). Metode Urgent, Seriously, dan Growth
(USG) merupakan salah satu alat untuk menyusun urutan prioritas isu yang harus
diselesaikan. Caranya dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan
perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1 - 5 atau 1 - 10. Isu yang
memiliki total skor tertinggi merupakan isu prioritas. Proses untuk metode USG
dilaksanakan dengan memperhatikan urgensi dari masalah, keseriusan masalah
yang dihadapi, serta kemungkinan berkembangnya masalah tersebut semakin
besar. Untuk lebih jelasnya, pengertian urgency, seriousness, dan growth dapat
diuraikan sebagai berikut :
a. Urgency atau urgensi yaitu dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau
tidak masalah tersebut diselesaikan.
b. Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah itu yaitu dengan melihat
dampak masalah tersebut terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap
keberhasilan, membahayakan sistem atau tidak.
c. Growth berkaitan dengan pertumbuhan masalah yaitu dengan melihat

4
apakah masalah tersebut berkembang sedemikian rupa sehingga sulit untuk
dicegah. Semakin cepat berkembang masalah tersebut maka semakin tinggi
tingkat pertumbuhannya. Suatu masalah yang cepat berkembang akan makin
prioritas untuk diatasi.
Untuk lebih jelasnya mengenai penyelesaian masalah menggunakan matriks USG,
akan dipaparkan melalui tabel permasalahan dengan metode penyelesaian USG.
Dengan skala prioritas penyelesaian masalah *5=sangat besar, 4=besar, 3=sedang,
2=kecil, dan terendah 1=sangat kecil.

Tabel 1.1 Analisis USG


No Masalah U S G Jumlah Rangking
1 Belum optimalnya perawat ruangan 4 4 5 13 1
dalam menentukan klasifikasi Respon
Umum Fungsi Adaptif (RUFA) pasien
di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri
(UPIP) 1 RS Jiwa Prof. HB Saanin
Padang.
2 Belum optimalnya pelaksanaan terapi 4 3 4 11 2
musik pada pasien di Unit Pelayanan
Intensif Psikiatri (UPIP) 1 RS Jiwa Prof.
HB Saanin Padang.
3 Kurangnya pengetahuan keluarga 4 3 3 10 3
tentang proses perawatan pasien dengan
gangguan jiwa selama di RS Jiwa Prof.
HB Saanin Padang.

Berdasarkan tabel 1.1 diatas maka permasalahan yang harus diselesaikan


berdasarkan urutan prioritas adalah sebagai berikut :
1. Belum optimalnya perawat ruangan dalam menentukan klasifikasi Respon
Umum Fungsi Adaptif (RUFA) pasien di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri
(UPIP) 1 RS Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Hal ini di sebabkan karena
belum adanya media yang cukup cepat, efektif, dan praktis sehingga dalam

5
penentuan klasifikasi RUFA belum optimal. Untuk itu perlu optimalisasi
pelaksanaan penentuan klasifikasi RUFA menggunakan media lembar
balik, sehingga petugas dapat optimal dalam menentukan klasifikasi
RUFA. Isu yang dipilih diatas berkaitan dengan mata pelatihan SMART
ASN.
2. Belum optimalnya pelaksanaan terapi musik pada pasien di Unit
Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 Rumah Sakit Jiwa Prof HB Saanin
Padang. Hal inidisebabkan pelaksanaan kegiatan terapi yang berbeda-beda
setiap pasien sehingga kegiatan terapi belum berjalan optimal. Hal ini
berkaitan dengan mata pelajaran Manajemen ASN (Pelayanan Publik).
3. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang proses perawatan pasien dengan
gangguan jiwa selama di RS Jiwa Prof. HB Saanin Padang. Hal ini
disebabkan kurangnya edukasi berkaitan dengan penyakit pasien. Hal ini
berkaitan dengan mata pelajaran Manajemen ASN (Pelayanan Publik).

6
BAB II

DESKRIPSI LOKUS
A. DESKRIPSI UMUM
1. Gambaran Umum Instansi

Gambar 2.1 Gedung Utama Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang

Pada tahun 1932 di Padang terdapat dua tempat penampungan orang sakit
jiwa. Lokasi pertama di belakang Rumah Sakit Tentara di Parak Pisang (sekarang
Rumah Sakit Tentara dr. Reksodiwiryo) disebut Doorganghuis vor Krankzinnigen
dan ini merupakan bagian dan Militaire Hospital dan lokasi kedua ditempat RSJ
sekarang, di sebut sebagai Koloni Orang Sakit Djiwa (KOSD) Ulu Gadut. Di Ulu
Gadut ini orang sakit jiwa melakukan kegiatan pertanian (sawah, ladang dan
perkebunan). Pada zaman Revolusi 1945 terjadi pengungsian orang sakit jiwa
secara keseluruhan dari Parak Pisang ke KOSD Ulu Gadut karena situasi semakin
tidak aman. Pada 21 Januan 1947, waktu agresi Belanda, terjadi lagi evakuasi /
pengungsian, karena situasi tidak aman lagi dari Ulu Gadut pindah ke Sawah
Lunto, menumpang dan bergabung dengan RSU Sawah Lunto (Pimpinan RSU
waktu itu dr. H. Hasan Basri Sa’anin Dt.Tan Pariaman) kemudian bemama
Rumah Perawatan Sakit Jiwa (RPSD).

7
Pada tahun 1954 dilakukan pembangunan kembali serta pemugaran
bangsal-bangsal di Ulu Gadut dan pasien dikembalikan secara bertahap, dan
KOSD diubah namanya menjadi Rumah Sakit Jiwa Ulu Gadut. Pada zaman
Revolusi 1945 terjadi pengungsian orang sakit jiwa secara keseluruhan dari Parak
Pisang ke KOSD Ulu Gadut karena situasi semakin tidak aman. Pada 21 Januari
1947, waktu agresi Belanda, terjadi lagi evakuasi/pengungsian, karena situasi
tidak aman lagi dari Ulu Gadut pindah ke Sawahlunto, menumpang dan
bergabung dengan RSU Sawah Lunto (Pimpinan RSU waktu itu dr. H. Hasan
Basri Sa’anin Dt. Tan Pariaman) kemudian bernama Rumah Perawatan Sakit
Jiwa. Pada tahun 1954 dilakukan pembangunan kembali serta pemugaran
bangsal- bangsal di Ulu Gadut dan pasien dikembalikan secara bertahap, dan
KOSD diubah namanya menjadi Rumah Sakit Jiwa Ulu Gadut.
Pada tahun 2010 terjadi perubahan SOTK berdasakan Perda No. 7 tahun
2010 tentang SOTK RS. Jiwa Prof. HB. Saanin Padang dan Pergub No. 6 Tahun
2011 tentang tupoksi RS Jiwa Prof. HB. Saanin Padang Selanjutnya badasarkan
Keputusan Gubernur Sumbar Nomor : 440-538.2011 RS. Jiwa Prof. HB. Saanin
Padang berubah status menjadi PPK BLUD Provinsi Sumatera Barat secara
penuh.
a. Dasar Hukum

1) Undang-Undang Nomor: 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan;

2) Undang-Undang Nomor: 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit;

3) Undang-Undang Nomor: 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan


Publik;

4) Undang-Undang .Nomor: 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan


Negara;

5) Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan


Daerah;

6) PP. Nomor : 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah


dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;

7) PP. Nomor : 18 Tahun 2016 Tentang Kewenangan Pemerintah

8
dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom.

8) Permendagri Nomor : 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis


Penataan Organisasi Perangkat Daerah;

9) Permendagri Nomor : 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis


Pengelolaan Keuangan BLUD;

10) Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor: 7 Tahun 2010, Tentang


Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Prof. HB.
Saanin Padang;

11) Peraturan Gubernur No. 43 Tahun 2016 Tentang Tata Cara


Pemungutan dan Besaran Tarif Jasa Layanan Kesehatan Pada
BLUD RS.Jiwa Prof.HB.Saanin Padang.

12) Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor: 6 Tahun 2011,


Tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Rumah
Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang.

13) Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor : 440-538-2011


Tentang Penetapan sebagai Badan Layanan Umum Daerah
secara penuh.
b. Visi, Misi, Motto, Tujuan dan Sasaran

 Visi

Pusat Unggulan Kesehatan Jiwa di Indonesia

 Misi

Memberikan Pelayanan Kesehatan Jiwa

Meningkatkan Kemandirian Rumah Sakit


 Motto

Mengutamakan Pelayanan yang Ramah, Cepat, Tepat dan


Terbaik

 Tujuan

9
Mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang setinggi – tingginya
bagi semua lapisan masyarakat, baik kaya maupun miskin serta
status sosial lainnya melalui pendekatan pemeliharaan kesehatan
(Promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan
penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang
dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan peraturan
perundang-undangan serta tuntutan Spiritual yang ada pada
tatanan sosial dengan tidak memandang Agama, golongan dan
kedudukan.
 Sasaran

1) Meningkatkan pendidikan staf dan tersusunnya struktur


organisasi dan staffing yang sesuai dengan ketentuan
organisasi.

2) Kunjungan pasien jiwa dan pasien umum Rawat Jalan serta


Rawat Inap meningkat

3) Kapasitas rawat jalan dan rawat inap meningkat

4) Tercapainya kinerja keuangan yang sehat dan tercapainya


tingkat likuiditas rumah sakit dan struktur permodalan yang
kuat

5) Tersedianya gedung, pelayanan kesehatan umum dan


peralatannya sejalan dengan jadwal pengembangan
pelayanan rumah sakit

6) Tersedianya gedung dan peralatan pengembangan pelayanan


kesehatan jiwa sejalan dengan jadwal pengembangan
pelayanan
c. Tugas Pokok dan Fungsi

Rumah Sakit Jiwa Prof HB. Saanin Padang mempunyai tugas dan
fungsi sebagai berikut :
1) Tugas

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSJ Prof.HB Saanin

10
Padang mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan
secara berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan
upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara
serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan, pencegahan,
pengobatan, rehabilitasi dan penyelenggaraan upaya rujukan
serta pengembangan bidang kesehatan.
2) Fungsi
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Rumah Sakit Jiwa Prof.
HB. Saanin Padang mempunyai fungsi :
a) Menyelenggarakan Pelayanan Medis.
b) Menyelenggarakan Pelayanan Penunjang Medis dan Non
Medis
c) Menyelenggarakan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan
d) Menyelenggarakan Pelayanan Rujukan
e) Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan
f) Menyelenggarakan penelitian dan Pengembangan
g) Menyelenggarakan Administrasi Umum dan Keuangan

d. Komposisi Pegawai

11
e. Sarana dan Prasarana Utama

Luas Tanah : 93.609 M2

Luas Bangunan : 34. 778 M2

Jumlah Tempat Tidur : 268 TT + 1 Instalasi Napza
o Flamboyan (Kelas I) : 25 TT
o Anggrek (Utama & VIP) : 18 TT
o Cendrawasih(Kelas I) : 40 TT
o Nuri (Kelas II) : 35 TT
o Teratai (Non Kelas) : 12 TT
o Gelatik (Kelas II) : 25 TT
o UPIP (Kelas II) : 8 TT
o Merpati (Kelas II) : 40 TT
o Melati (Kelas III) : 35 TT
o Anak dan Remaja (Kelas I, II, III) : 10 TT
o Instalasi Napza (Kelas III) : 20TT
o Mawar (Non Kelas) : 12 TT

f. Sarana dan Prasarana Penunjang


o
Areal Parkir : 1.742,5 m2
o
Taman : 3.227m2
o
FasilitasAir : Sumur Artesis (Sumur Bor) dan
PDAM
o
FasilitasListrik : PLN 197/kVA dan Genset 1 Unit
o
Fasilitas Air Limbah : IPAL 1Unit
g. Tugas Pokok dan Fungsi

Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang merupakan Rumah Sakit
Pemerintah Daerah yang aturan pokok Operasionalnya mengacu pada
Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 tahun 2010, sehingga
tugas dan tanggung jawab berada dibawah Pemerintah Daerah Sumatera
Barat.Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa Prof HB.
Saanin Padang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:

12
1) Tugas

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSJ Prof.HB Saanin Padang


mempunyai tugas pokok melaksanakan upaya kesehatan secara
berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya
penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu
dengan upaya peningkatan, pencegahan, pengobatan, rehabilitasi dan
penyelenggaraan upaya rujukan serta pengembangan bidang kesehatan.
2) Fungsi

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Rumah Sakit Jiwa Prof. HB.


Saanin Padang mempunyai fungsi :

a) Menyelenggarakan Pelayanan Medis.

b) Menyelenggarakan Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis

c) Menyelenggarakan Pelayanan dan Asuhan Keperawatan

d) Menyelenggarakan Pelayanan Rujukan

e) Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan

f) Menyelenggarakan penelitian dan Pengembangan

g) Menyelenggarakan Administrasi Umum dan Keuangan

h. Struktur Organisasi

Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang merupakan rumah sakit
pemerintah daerah yang aturan pokok operasionalnya mengacu pada
Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor : 7 Tahun 2010,
Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang dan
Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor: 6 Tahun 2011 tentang
Rincian Tugas Pokok Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Prof. HB.
Saanin Padang. Adapun susunan struktur Organisasi RS Jiwa Prof. Dr.
HB. Saanin Padang terdiri dari: Direktur, Wakil Direktur, Bagian, Bidang,
Komite, SPI, Instalasi, dan Kelompok Jabatan Fungsional.

13
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Rumah Sakit Jiwa Prof. Hb. Saanin Padang

14
B. DESKRIPSI KHUSUS

1. Program dan Kegiatan Saat Ini

Adapun kegiatan yang akan dilakukan pada saat habituasi pada


tanggal 28 April s.d 17 Juni 2022 adalah sebagai berikut ini :

1) Melapor kepada mentor mengenai rencana kegiatan


aktualisasi;

2) Membuat rancangan media lembar balik;

3) Membuat media lembar balik;

4) Memperlihatkan hasil cetakan lembar balik kepada atasan;

5) Melakukan sosialisasi penggunaan media lembar balik

6) Membuat laporan akhir aktualisasi

Kegiatan penulis ini telah disesuaikan dengan tupoksi Perawat


Pelaksana Terampil berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2019 selama
berdinas di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang, yaitu :

1. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu

2. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan


keperawatan

3. Melakukan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka


melakukan upaya promotif

4. Melakukan penggunaan alat pengaman pada pasien untuk


mencegah resiko cedera pada pasien

5. Melakukan restrain / fiksasi pada individu pasien dalam rangka


melakukan upaya preventif

6. Melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area


jiwa (ADL pasien)

7. Melakukan tindakan keperawatan pemenuhan kebutuhan nutrisi

15
8. Melaksanakan tindakan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri

9. Melakukan dokumentasi tindakan keperawatan

10. Melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur

11. Mengintegrasikan prinsip etika, etiket dalam setiap tindakan


keperawatan

12. Menerapkan prinsip-prinsip pencegahan infeksi nosokomial (hand


hygiene)

13. Menciptakan lingkungan perawatan secara aman melalui jaminan


mutu manajemen resiko.

2. Role Model

Gambar 2.3 Role Model


(Ns. Iva Fitri Wahyuni, S.Kep )

Dalam penulisan rancangan aktualisasi ini, penulis memiliki sosok


yang patut dijadikan role model dalam pelaksanaan tugas di tempat penulis
ditugaskan. Sosok tersebut adalah Ka. Sub. Bidang Profesi dan Asuhan
Keperawatan yaitu ibu Ns. Iva Fitri Wahyuni, S.Kep. Beliau merupakan
seseorang yang sudah menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam
keseharian pekerjaannya. Hal ini dapat dilihat dari pekerjaan beliau di
rumah sakit, seperti :
1) Berorientasi Pelayanan
Beliau selalu bersikap sopan dan bersifat ramah kepada semua orang.

16
Beliau selalu membuat dan mengembangkan program-program sesuai dengan
kebutuhan serta aspirasi masyarakat (responsivitas).
2) Akuntabel
Sebagai seorang pemimpin beliau memiliki integritas tinggi dalam
bekerja serta bertanggung jawab dalam membeban amanah, dilihat dari
beliau selalu dapat memecahkan masalah dan memberi solusi dari setiap
permasalahan yang dihadapi.
3) Kompeten

Beliau melalui pemikiran intelektualnya selalu memberikan dan


membagikan ilmunya untuk kemajuan pelayanan di RSJ Prof. HB.
Saanin Padang.
4) Harmonis

Beliau selalu menghargai dan menolong orang lain tanpa memandang


status dan latar belakangnya, serta mampu membangun lingkungan
kerja yang kondusif.
5) Loyal
Beliau sosok yang selalu memegang teguh ideologi Pancasila dilihat
dalam memberi keputusan beliau selalu melakukan musyawarah terlebih
dahulu, dalam bekerja beliau selalu mengutamakan kepentingan bersama
dari pada kepentingan pribadinya.
6) Adaptif
Beliau selalu bekerja dengan inovatif dan selalu memberikan ide-ide
atau gagasan-gagasan yang kreatif dalam menghadapi setiap perubahan.
7) Kolaboratif
Beliau dalam mewujudkan pelayanan prima selalu membangun dan
membina kerjasama yang baik dengan bidang profesi lainnya.

17
BAB III

RENCANA KEGIATAN, TAHAPAN KEGIATAN DAN OUTPUT YANG DIHARAPKAN

A. Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 RS Jiwa Prof. HB Saanin Padang

Identifikasi Isu :1. Belum optimalnya perawat ruangan dalam menentukan klasifikasi Respon Umum Fungsi Adaptif
(RUFA) pasien di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 RS Jiwa Prof. HB Saanin Padang.

2. Belum optimalnya pelaksanaan terapi musik pada pasien di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1
RS Jiwa Prof. HB Saanin Padang.

3. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang proses perawatan pasien dengan gangguan jiwa selama di
Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang.
Isu Yang Diangkat : Belum optimalnya perawat ruangan dalam menentukan klasifikasi Respon Umum Fungsi
Adaptif (RUFA) pasien di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 RS Jiwa Prof. HB Saanin
Padang.
Gagasan Pemecahan Isu : Membuat media lembar balik (Booklet) tentang penentuan klasifikasi Respon Umum
Fungsi Adaptif (RUFA) Pasien Di Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) 1 RSJ Prof.
HB. Saanin Padang.

18
Tabel 3.1 RENCANA KEGIATAN, TAHAPAN KEGIATAN DAN OUTPUT YANG DIHARAPKAN
No Kegiatan Tahapan Hasil/ Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Output Mata Pelatihan Terhadap Nilai
Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1 Melapor kepada Terlaksananya Dalam berkonsultasi saya Membantu Mengutamakan
mentor mengenai pertemuan dengan berkewajiban Rumah Sakit Jiwa pelayanan yang
rencana kegiatan mentor danmenunjukkan integritas Prof. HB. Saanin ramah, cepat
aktualisasi berkonsultasi Padang untuk dan terbaik
dan keteladanan baik
tentang rencana mencapai visi
kegiatan dalam sikap, perilaku memberikan
aktualisasi maupun ucapan. pelayanan
(Manajemen ASN) kesehatan jiwa
a. Membuat janji Persetujuan Dalam membuat janji dan meningkatkan
dengan mentor mentor yang dengan mentor melalui kemandirian
dibuktikan dengan percakapan di whatsapp, rumah sakit
screenshoot saya akan menggunakan
percakapan di Bahasa Persatuan yaitu
Whatsapp Bahasa Indonesia
(Loyal) dan
menggunakan bahasa
yang santun
(Harmonis)

b. Menemui Foto Ketika menemui mentor


mentor saya akan disiplin
dengan datang tepat

19
waktu sesuai kesepakatan
yang telah dibuat
(Akuntabel), berbicara
dengan baik dan sopan
(Harmonis), menerima
masukan mentor
(Kolaboratif)

20
No Kegiatan Tahapan Hasil/ Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Output Mata Pelatihan Terhadap Nilai
Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
c. Menjelaskan - Foto Dalam menjelaskan
tentang rencana - Video tentang rencana kegiatan
kegiatan yang yang akan saya lakukan
akan dilakukan kepada mentor, saya
kepada mentor akan bertutur kata yang
sopan dan santun,
menyampaikan ide-ide
yang saya miliki
(Adaptif), serta
menghargai masukan
yang diberikan
(Harmonis),
bertanggung jawab
dengan apa yang
disampaikan
(Akuntabel),
memahami tentang apa
yang dijelaskan
(Kompeten)
d. Mencatat hasil Catatan hasil Mencatat materi penting
diskusi dengan diskusi dengan yang diberikan
mentor mentor (Kompeten)
Menerima masukan
dari mentor
(Kolaboratif)

21
2. Membuat Draft (rancangan) Dalam membuat Membantu Mengutamakan
rancangan media lembar balik rancangan lembar balik Rumah Sakit Jiwa pelayanan yang
lembar balik saya akan mencari desain- Prof. HB. Saanin ramah, cepat
desain yang menarik di Padang untuk dan terbaik
internet (SMART ASN). mencapai visi
memberikan
a. Mengumpulkan Referensi untuk Dalam mengumpulkan pelayanan
referensi untuk pembuatan lembar referensi untuk kesehatan jiwa
merancang balik berupa foto merancang media lembar dan meningkatkan
media lembar balik saya akan kemandirian
balik melakukannya secara rumah sakit
efektif (Kompeten),
memanfaatkan aplikasi e-
book dan jurnal terkait
(SMART ASN).
Meminta pendapat
dengan teman sejawat
(Kolaboratif).

22
No Kegiatan Tahapan Hasil/ Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Output Mata Pelatihan Terhadap Nilai
Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7

b. Mengumpulkan - Catatanide Dalam mengumpulkan


ide-ide kreatif kreatif ide-ide kreatif untuk
yang diberikan - Foto rancangan lembar balik,
untuk rancangan saya menghargai atas
lembar balik ide yang diberikan
(Harmonis).
Berusaha melakukan
yang terbaik
(Berorientasi
Pelayanan)
Mengumpukan
literatur yang tersedia
(Adaptif)
c. Mengetik dan Print out desain Dalam mengetik dan
membuat desain lembar balik membuat desain lembar
lembar balik balik saya akan
tentang bertanggung jawab
klasifikasi dalam pelaksanaannya
RUFA (Akuntabel)
Membuat lembar balik
yang efektif (Kompeten)

23
d. Berdiskusi - Catatan hasil Saya berdiskusi dengan
dengan mentor diskusi mentor terkait dengan
tentang desain - Foto desain lembar balik
lembar balik (Kolaboratif)
Berdiskusi dengan bahasa
yang santun (Harmonis),
Menulis hasil diskusi
(Kompeten)

24
No Kegiatan Tahapan Hasil/ Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Output Mata Pelatihan Terhadap Nilai
Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Membuat media Adanya media Dalam membuat media Membantu Mengutamakan
lembar balik lembar balik di lembar balik saya akan Rumah Sakit Jiwa pelayanan yang
ruang UPIP 1 RS memanfaatkan Laptop Prof. HB. Saanin ramah, cepat
Jiwa Prof.HB. untuk merancang Padang untuk dan terbaik
Saanin Padang desainnya. mencapai visi
(SMART ASN) memberikan
pelayanan
a. Membuat lembar - Print out Dalam membuat lembar kesehatan jiwa
balik sesuai lembar balik saya akan dan meningkatkan
masukan mentor balik melakukan perbaikan kemandirian
- Foto tiada henti sampai hasil rumah sakit
maksimal. (Berorientasi
pelayanan),
bertanggung jawab
(Akuntabel), dan
memahami substansi
lembar balik
(Kompeten)
b. Meminta - Print out Ketika meminta
persetujuan persetujuan persetujuan mentor dan
mentor dan - Foto pimpinan, saya akan
pimpinan untuk bertanggung jawab
mencetak (Akuntabel) dengan cara
lembar balik menemui
beliau (Kolaboratif), dan
bersikap santun
(Harmonis)
25
No Kegiatan Tahapan Hasil/ Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Output Mata Pelatihan Terhadap Nilai
Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
c. Melakukan - Foto Dalam melakukan
percetakan - Lembar percetakan media lembar
media lembar balik balik saya memilih
balik - Kwitansi tempat terbaik untuk
mendapatkan mutu
yang berkualitas
(kolaboratif)

4. Memperlilhatkan Adanya Dalam menghadap atasan Membantu Mengutamakan


hasil cetakan pengesahan saya berkewajiban untuk Rumah Sakit Jiwa pelayanan yang
lembar balik lembar balik bersikap hormat, sopan Prof. HB. Saanin ramah, cepat
kepada atasan (Manajemen ASN) Padang untuk dan terbaik
a. Menghadap Foto Menghadap pimpinan mencapai visi
pimpinan untuk untuk memberikan
memperlihatkan memperlihatkan lembar pelayanan
hasil cetakan balik (Kolaboratif), saya kesehatan jiwa
lembar balik akan bersikap sopan dan meningkatkan
(Harmonis) kemandirian
b. Memperbanyak - Foto Ketika memperbanyak rumah sakit
lembar balik - Print out lembar balik, saya akan
bertanggung jawab
(Akuntabel)
Dan mencari
percetakan yang terbaik.

26
No Kegiatan Tahapan Hasil/ Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Output Mata Pelatihan Terhadap Nilai
Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
(Kolaboratif)

c. Menyerahkan Foto Ketika menyerahkan


lembar balik lembar balik kepada
kepada pihak terkait, saya akan
pimpinan dan melakukannya secara
kepala ruangan mandiri (Akuntabel)
Bersikap sopan ketika
menemui pimpinan
(Harmonis)
5. Melakukan Terlaksananya Dalam melakukan Membantu Mengutamakan
sosialisasi kegiatan sosialisasi saya akan Rumah Sakit Jiwa pelayanan yang
penggunaan sosialisasi menggunakan infocus dan Prof. HB. Saanin ramah, cepat
media lembar penggunaan Padang untuk dan terbaik
Laptop sebagai
balik media lembar mencapai visi
balik medianya. memberikan
(SMART ASN) pelayanan
Bertanggung jawab kesehatan jiwa
menggunakan fasilitas dan meningkatkan
milik RS (Akuntabel) kemandirian
a. Menentukan Jadwal Dalam membuat jadwal rumah sakit
waktu pelaksanaan kegiatan, saya akan
pelaksanaan kegiatan konsisten dengan cara
sosialisasi sosialisasi (draft) menetapkan tanggal dan
waktu (Akuntabilitas)
Meminta bantuan rekan
sejawat untuk kelancaran
27
acara (Kolaboratif)
b. Membuat materi - Foto Dalam membuat materi

28
No Kegiatan Tahapan Hasil/ Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Output Mata Pelatihan Terhadap Nilai
Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
untuk sosialisasi - Materi untuk sosialisasi, saya
sosialisasi akan melakukannya
- PPT secara efektif
menggunakan Microsoft
power point (Kompeten)

c. Membuat surat Surat undangan Dalam pembuatan surat


undangan undangan, saya
sosialisasi menuliskan dengan jelas
rincian kegiatan
sosialisasi mulai dari
waktu, lokasi dan materi
yang diberikan
(Akuntabilitas)

d. Menyebarkan Foto Dalam menyebarkan


undangan undangan sosialisasi,
sosialisasi saya akan bersikap
ramah saat bertemu
(Harmonis) dan
memberikan undangan
secara langsung kepada

29
No Kegiatan Tahapan Hasil/ Keterkaitan Substansi Kontribusi Penguatan
Kegiatan Output Mata Pelatihan Terhadap Nilai
Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
pihak yang bersangkutan
(Berorientasi Pelayanan)

e. Melakukan Video Dalam melakukan


sosialisasi Foto sosialisasi, saya akan
dengan pihak Daftar hadir menghargai pendapat
terkait atau masukan dari orang
lain (Harmonis) dan
bertanggung jawab
dengan materi yang saya
sampaikan (Akuntabel)
Memahami isi materi
yang disampaikan
(Kompeten)
Meminta bantuan rekan
sejawat untuk kelancaran
acara (Kolaboratif)
6 Membuat laporan laporan akhir Dalam membuat laporan Membantu Mengutamakan
akhir aktualisasi aktualisasi aktualisasi saya akan Rumah Sakit Jiwa pelayanan yang
melakukannya dengan Prof. HB. Saanin ramah, cepat
cermat dan penuh Padang untuk dan terbaik
tanggung jawab mencapai visi
(Manajemen ASN) memberikan

30
a. Mengumpulkan Foto Dalam mengumpulkan pelayanan
data serta data serta laporan kesehatan jiwa
laporan aktualisasi, saya akan dan meningkatkan
aktualisasi melakukannya secara kemandirian
jujur (Akuntabel) dan rumah sakit
cermat (Kompeten)
b. Mengetik dan Foto Ketika mengetik dan
mengedit mengedit laporan akhir
laporan akhir aktualisasi, saya akan
aktualisasi melakukannya dengan
sebaik mungkin
(Kompeten).
Menggunakan media
laptop (SMART ASN)
c. Mencetak hasil - Foto Ketika mencetak hasil
laporan akhir - Print out laporan akhir aktualisasi,
aktualisasi saya akan bertanggung
jawab terhadap laporan
yang telah dibuat
(Akuntabilitas)
Memahami isi laporan
(Kompeten)

31
B. Jadwal Rencana Aktualisasi
Jadawal rencana aktualisasi berisi tentang rencana pelaksanaan aktualisasi yang akan dilakukan selama masa habituasi.
Aktualisasi dilaksanakan secara terstruktur melalui pembelajaran di tempat kerja asal peserta mulai dari tanggal 28 April 2022
sampai dengan tanggal 17 Juni 2022

Tabel 3.2 Jadwal Rencana Aktualisasi


No Kegiatan Rencana Pelaksanaan Aktualisasi
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7
1. Melapor kepada mentor mengenai rencana kegiatan aktualisasi;

2. Membuat rancangan media lembar balik;

3. Membuat media lembar balik;

4. Memperlihatkan hasil cetakan lembar balik kepada atasan

5. Melakukan sosialisasi penggunaan media lembar balik

6. Membuat laporan akhir aktualisasi

32
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan LAN Nomor 01 tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Negeri
Pegawai Sipil

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi


Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang jabatan fungsional
perawat dan angka kreditnya

Perubahan Rencana Strategis (RENSTRA) RSJ Prof. HB. Saanin Padang 2016-
2021 Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018
Bustavidia. 2022. Buku Pedoman Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Tahun
2022.Padang : BPSDM Sumatera Barat
Stuart.Gail.W. 2016. Keperawatan Kesehatan Jiwa : Indonesia: Elsever.
Yusuf, AH. 2015. Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa : Jakarta Selatan :
Salemba Medika.
Suryanto, Adi dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Manajemen ASN.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Amelia, Rizki dkk. 2021. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : SMART ASN.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Widodo, Tri dkk. 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Habituasi. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Adiyat M, Andi dkk. 2021. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS
Berorientasi Pelayanan. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia
Handoko, Ramah dkk. 2021. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Akuntabel.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Jalis, Ahmad dkk. 2021. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Kompeten. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Sembodo, Jarot dkk. 2021. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Harmonis.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Rahmanendra, Dwi dkk. 2021. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Loyal. Jakarta
: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia

33
Suwarno, Yogi dkk. 2021. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Adaptif.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
Atmojo S, Tri dkk. 2021. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS : Kolaboratif.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia

34

Anda mungkin juga menyukai