Anda di halaman 1dari 9

Lampiran 1.

Perhitungan Intensitas Hujan (Metode Kirpich) dan Debit Sungai (Metode


Rasional)

A. SDAS Bali Sebelum Kegiatan

Diketahui :

 Luas SDAS (hasil perhitungan dengan menggunakan WDT (Watershed Deleniation


Tools) = 86,971 km2
 Nilai koefisien C (U.S. Forest Service (1980 dalam Asdak, 2010) = 0,43
 Nilai Intensitas Hujan (I) diperoleh dari rumus sebagai berikut :
2 /3
P ( 24 )
I= x
24 t .......................................................................... (1)

( )
0 .77
L
Tc=0. 0195 menit
√S …………………….........…………… (2)

ΔH
S=
L ………………………………….........………………… (3)

dengan :

I = intensitas hujan (mm/jam)


P = hujan harian (mm)
t = periode hujan yang besarnya = waktu konsentrasi (Tc) jam.
Tc = waktu konsentrasi (jam)
L = panjang perjalanan/lintasan sungai (m)
S = kemiringan sungai (gradien sungai dalam %)
∆H = beda tinggi antara titik terjauh (paling atas) dari DAS sampai dengan outlet yang
dimaksud (m)

 Dari rumus diperoleh t = Tc, dengan demikian Tc (rumus 2), dimana diketahui:
- L = 5546,7 m ; S = ∆H (H2 –H1) dengan H2=5 m dan H1=75 m berarti :
ΔH 75−5
S= S=
- L = 5546,7 = 0,0126 ===> √0,0126 = 0,1123
-
 Dengan menggunakan rumus 2 dengan nilai Hujan Maksimum sebesar 608 mm,
diperoleh :
( )
0 .77
L
Tc=0. 0195 menit
- √S
( )
0.77
5546,7
- Tc=0.0195 menit
0,1123
- Tc = 0,0195 x 4111,47
- Tc = 4810,42 mm/menit

2 /3
P ( 24 )
I= x
 24 t

608
- I= x ¿¿
24
- I = 25,33 x 0,089
- I = 2,26 mm/jam

 Debit SDAS Bali sebelum kegiatan diketahui dengan menggunakan rumus sbb:

- Qp=0 . 278. C . I . A …………......………..………….. (4)


- Dimana diketahui: C = 0,13; I = 2,26 mm/jam dan A = 644 km2, maka besarnya
Q yaitu:

- Qp=0 . 278. C . I . A
= 0,278 x 0,13 x 2,26 x 644
= 50,526 m3/det

B. SDAS Bali Setelah Kegiatan

Diketahui :

 Luas SDAS (hasil perhitungan dengan menggunakan WDT (Watershed Deleniation


Tools) = 86,971 km2
 Nilai koefisien C (U.S. Forest Service (1980 dalam Asdak, 2010) = 0,43
 Nilai Intensitas Hujan (I) diperoleh dari rumus sebagai berikut :
2 /3
P ( 24 )
I= x
24 t .......................................................................... (1)

( )
0 .77
L
Tc=0. 0195 menit
√S …………………….........…………… (2)

ΔH
S=
L ………………………………….........………………… (3)

dengan :

I = intensitas hujan (mm/jam)


P = hujan harian (mm)
t = periode hujan yang besarnya = waktu konsentrasi (Tc) jam.
Tc = waktu konsentrasi (jam)
L = panjang perjalanan/lintasan sungai (m)
S = kemiringan sungai (gradien sungai dalam %)
∆H = beda tinggi antara titik terjauh (paling atas) dari DAS sampai dengan outlet yang
dimaksud (m)

 Dari rumus diperoleh t = Tc, dengan demikian Tc (rumus 2), dimana diketahui:
- L = 5546,7 m ; S = ∆H (H2 –H1) dengan H2=5 m dan H1=75 m berarti :
ΔH 75−5
S= S=
- L = 5546,7 = 0,0126 ===> √0,0148 = 0,12199
-
 Dengan menggunakan rumus 2 dengan nilai Hujan Maksimum sebesar 608 mm,
diperoleh :

( )
0 .77
L
Tc=0. 0195 menit
- √S
( )
0.77
5546,7
- Tc=0.0195 menit
0,12199
- Tc = 0,0195 x 3766,24
- Tc = 4406,5046 mm/menit

2 /3
P ( 24 )
I= x
 24 t

608
- I= x ¿¿
24
- I = 27,208 x 0,0944
- I = 2,57 mm/jam

 Debit SDAS Bali sebelum kegiatan diketahui dengan menggunakan rumus sbb:

- Qp=0 . 278. C . I . A …………......………..………….. (4)


- Dimana diketahui: C = 0,26; I = 2,57 mm/jam dan A = 644 km2, maka besarnya
Q yaitu:

- Qp=0 . 278. C . I . A
= 0,278 x 0,26 x 2,57 x 644
= 123,740 m3/det
Lampiran 2. Perhitungan Hidrograf Satuan Metode Nakayasu di Sub DAS Bali

Hidrograf satuan sintetis Nakayasu dikembangkan berdasarkan beberapa sungai di Jepang

(Soemarto, 1987). Penggunaan metode ini memerlukan beberapa karakteristik parameter daerah

alirannya, seperti :

a) Tenggang waktu dari permukaan hujan sampai puncak hidrograf


b) Tenggang waktu dari titik berat hujan sampai titik berat hidrograf .
c) Tenggang waktu hidrograf (time base of hydrograph)
d) Luas daerah aliran sungai
e) Panjang alur sungai utama terpanjang (length of the longest channel) Bentuk
persamaan HSS Nakayasu adalah:

CA. Ro
Qp = (5)
3,6(0,3Tp + T0,3 )

Dimana :
Qp = debit puncak banjir (m3/dt)
Ro = hujan satuan (mm)
T = tenggang waktu dari permulaan hujan sampai puncak banjir (jam)
T0,3 = waktu yang diperlukan oleh penurunan debit, dari puncak sampai 30%
dari debit puncak (jam)
CA = luas daerah pengaliran sampai outlet (km2)

Untuk menentukan Tp dan T0,3 digunakan pendekatan rumus sebagai berikut:

Tp = tg + 0,8 tr (6)

T0,3 = α tg (7)

tr = 0,5 tg sampai tg (8)

tg adalah time lag yaitu waktu antara hujan sampai debit puncak banjir (jam). tg
dihitung dengan ketentuan sebagai berikut :
a) sungai dengan panjang alur L > 15 km : tg = 0,4 + 0,058 L
b) sungai dengan panjang alur L < 15 km : tg = 0,21 L0,7
Perhitungan T0,3 menggunakan ketentuan:
α=2 pada daerah pengaliran biasa
α = 1,5 pada bagian naik hidrograf lambat, dan turun cepat
α=3 pada bagian naik hidrograf cepat, dan turun lambat
0.47 ( A . L0.25)

α= (9)
tg

Bentuk hidrograf satuan diberikan oleh persamaan berikut :

1) Pada waktu naik : 0 < t < Tp

Qa = (t/Tp)2,4 (10)

dimana Qa adalah limpasan sebelum mencapai debit puncak (m3/dt)


A. Hasil Perhitungan Hidrograf Satuan Nakayasu di Wilayah Studi

Lampiran 3. Perhitungan Laju Sedimentasi di Wilayah Studi


A. SDAS Bali Sebelum Kegiatan

Perhitungan besarnya debit sedimen harian menurut Suripin (2002) dengan rumus sebagai
berikut :

Qs = 0.0864 Cs Qw.........................................................................(5)

Dimana:

Qs = Debit sedimen harian (ton/hari)


Qw = Debit aliran harian (m3/det)
Cs = Konsentrasi sedimen layang (mg/l)
0.0864 = Konversi satuan dari kg/sekon ke ton/hari

Diketahui:
Qw = 50,53 m3/det
Cs = 41 mg/l

Qs = 0,0864 x Cs x Qw
= 0,0864 x 41 x 50,53 m3/det
= 178,15 ton/hari

B. SDAS Bali Setelah Kegiatan

Diketahui:
Qw = 123,74 m3/det
Cs = 41 mg/l

Qs = 0,0864 x Cs x Qw
= 0,0864 x 41 x 123,74 m3/det
= 436,307 ton/hari
Daftar Pustaka

Asdak, (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Air Sungai: Edisi Revisi
Kelima. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Yogyakarta.

Suripin. 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta: Penerbit
Andi.

Soemarto, CD. 1987. Hidrologi Teknik. Surabaya: Usaha Nasional.

https://www.aviso.altimetry.fr/en/data/data-access/las-live-access-server.html
(didownload tanggal 18 Juni 2022)