Anda di halaman 1dari 4

Nama : Arum Setyaningsih, S.Kep.,Ns.

NIP : 199404052022032005
Unit Kerja : RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
Kelompok :C
No Absen : 06
Angkatan Latsar : 10

TUGAS INDIVIDU MEMBUAT IDENTIFIKASI DAN DESKRIPSI ISU


IMPLEMENTASI MANAJEMEN ASN DAN SMART ASN

1. Identifikasi Isu Terkait Manajemen ASN dan SMART ASN Di RSUP dr. Soeradji
Tirtonegoro Klaten
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peserta Pelatihan Latsar CPNS 2022 saat bekerja di
Bangsal Anak RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten terdapat 3 isu aktual terkait manajemen
ASN antara lain :
a. Kurang lengkapnya pengisian berkas rekam medik di Bangsal Anak RSUP dr. Soeradji
Tirtonegoro Klaten.
b. Sumber Daya Manusia yang masih kurang khususnya perawat bangsal anak RSUP dr. Soeradji
Tirtonegoro Klaten.
c. Kurang optimalnya pemantauan cairan infus yang diberikan kepada pasien.

2. Deskripsi Isu Terkait Manajemen ASN dan SMART ASN di RSUP dr. Soeradji
Tirtonegoro Klaten.
a. Kurang lengkapnya pengisian berkas rekam medik di Bangsal Anak RSUP dr. Soeradji
Tirtonegoro Klaten.
Kelengkapan dokumen rekam medis merupakan hal yang sangat penting karena
berpengaruh terhadap proses pelayanan yang dilakukan oleh petugas medis dan mempengaruhi
kualitas dari pelayanan suatu rumah sakit tersebut. Dokumen rekam medis dikatakan lengkap
apabila memenuhi indikator dalam kelengkapan pengisian, keakuratan, tepat waktu, sehingga
dapat dipercaya dan lengkap maka perlu dilakukan tinjauan kelengkapannya. Dari beberapa
rekam medis asessmen awal anak pada bagian status nutrisi anak perawat tidak mengisi BB
(Berat Badan), Tinggi Badan (TB), LLA (Lingkar lengan atas), Lingkar perut, Lingkar dada
dan IMT (Indek Massa Tubuh), ketidaklengkapan juga terdapat pada tanda-tangan pemberi
informasi pada lembar edukasi.
b. Sumber Daya Manusia yang masih kurang khususnya perawat bangsal anak RSUP dr.
Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Sumber daya manusia keperawatan merupakan faktor terpenting dalam pelayanan di
rumah sakit, karena hampir di setiap negara 80% pelayanan kesehatan diberikan oleh perawat
Dalam memperbaiki pelayanan kesehatan yang berfokus pada kepuasan pasien selama
penanganan, dibutuhkan tenaga kesehatan yang berkemampuan tinggi yang dapat saling
bekoordinasi, dukungan pegawai rumah sakit, serta dukungan infrastruktur. Manusia menjadi
salah satu sumber daya yang penting di RS yang mampu mengaplikasikan fungsi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan serta pengendalian terhadap berbagai tugas manajemen sumber
daya manusia (SDM). RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten memiliki bangsal anak yang
terdiri dari Bangsal Anak kelas 1 & 2 kapasitas bed 12 (Bangsal Kenanga), Bangsal Anak
kelas 3 kapasitas bed 19 (Bangsal Menur), Bangsal Anak VIP kapasitas bed 3, dan Ruangan
Thalasemia Anak kapasitas bed 3. Dalam pelayanannya perawat yang bertugas shif total 4-5
perawat yang masing-masing akan dibagi untuk menghandle bangsal tersebut. Dengan jumlah
pasien yang selalu full dan perawat yang jaga terbatas tentunya akan menyebabkan rawan
complain dari pasien dan keluarga pasien karena pelayanan yang diberikan kurang prima.

c. Kurang optimalnya pemantauan cairan infus yang diberikan kepada pasien di Bangsal
Anak RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro
Infus merupakan metode pemberian cairan dan obat yang dilakukan melalui pembuluh
darah. Cairan yang diberikan melalui infus dapat berfungsi sebagai caiaran pemeliharaan
(maintenance) ataupun cairan resusitasi. Cairan infus akan diberikan Ketika pasien melakukan
perawatan di Rumah Sakit. Dalam prakteknya masih ditemukan pemantauan cairan infus yang
tidak optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya alat-alat medis seperti infus pump di
bangsal anak, keluarga pasien yang kurang kooperatif saat dilibatkan dalam pemantauan cairan
infus serta beban kerja perawat yang tinggi.
No Isu Aktual Data dan Fakta Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan PIhak yang Terdampak
1. Kurang lengkapnya pengisian Terdapat beberapa rekam medis a. Terhambatnya proses klaim ASN, Institusi dan
berkas rekam medik di Bangsal yang tidak lengkap dalam pengisian asuransi yang diajukan dan Masyarakat
Anak RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro khusunya pada bagian status nutrisi terhambatnya proses tertib
Klaten. anak. Data seperti BB, TB, LLA, administrasi. Kualitas rekam medis
LP, LD dan IMT tidak diisikan sangat penting karena ikut
secara lengkap. Selain itu pada menentukkan mutu pelayanan yang
bagian lembar edukasi masih belum ada di rumah sakit.
diisi secara lengkap terkait edukasi b. Akan menghambat screening
yang diberikan serta masih terdapat kejadian stunting pada anak.
tanda-tangan baik dari penerima c. Akan menghambat penyediaan
informasi maupun dari pemberi informasi medis.
informasi. d. Akan mengalami kesulitan dalam
melakukan evaluasi terkait
pelayanan medis.
e. Serta menghambat sebagai bukti di
pengadilan apabila diperlukan
2. Sumber Daya Manusia yang masih Berdasarkan hasil wawancara a. Asuhan keperawatan yang ASN, Instansi, Masyarakat
kurang khususnya perawat bangsal perawat merasa kewalahan dalam diberikan menjadi tidak optimal. (pasien)
anak RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro memberikan pelayanan saat kondisi b. Resiko terjadinya human error
Klaten. bangsal full pasien.Terdapat karena beban kerja yang tinggi
beberapa pasien yang mengisi
angket kepuasan merasa tidak puas c. Rasiko menimbulkan complain dan
akan pelayanan yang diberikan konflik antara pemberi asuhan dan
penerima asuhan

3. Kurang optimalnya pemantauan Terdapat beberapa kejadian cairan a. Resiko terjadinya kelebihan volume ASN, Instansi, Masyarakat
cairan infus yang diberikan kepada infus yang telah habis dan pihak cairan pasien (pasien)
pasien di Bangsal Anak RSUP dr. keluarga tidak melaporkan kepada b. Resiko terjadinya penggantian
Soeradji Tirtonegoro perawat sehingga infus pasien akses intravena berulang.
tersumbat dan harus diganti dengan c. Resiko terjadinya infeksi pada
pemasangan infus yang baru. pasien

Anda mungkin juga menyukai