Anda di halaman 1dari 6

5

AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAN FRAKSI HASIL


FERMENTASI FUNGI ENDOFIT GENUS Cephalosporium sp. DIISOLASI
DARI DAUN MENIRAN (Phyllantus niruri Linn.)

CYTOTOXIC ACTIVITY OF FERMENTATION EXTRACT AND FRACTION


ENDOPHYTIC FUNGI GENUS Cephalosporium sp ISOLATED FROM
MENIRAN LEAF (Phyllantus niruri Linn.)

Rollando
Info Artikel Abstrak
Latar Belakang: Mikroba endofit merupakan mikroba yang hidup berkoloni
Sejarah Artikel: dalam jaringan tumbuhan yang dapat memproduksi senyawa bioaktif yang sama
Diterima 4 April 2016 bahkan identik dengan senyawa yang dihasilkan tumbuhan inangnya. Tujuan:
Disetujui 12 Mei 2016 Mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak etil asetat, fraksi n-heksana, fraksi dietil
Dipublikasikan 16 Juni eter, dan fraksi etanol hasil fermentasi fungi endofit genus Cephalosporium sp
2016 yang diisolasi dari tumbuhan meniran dilakukan terhadap sel kanker jenis T47D
dan sel normal jenis Vero secara in vitro. Metode: Fungi endofit diisolasi dari
daun meniran dan dilakukan analisis morfologi, fungi genus Cephalosporium sp
Kata Kunci:
dikembangbiakkan dengan media potatoes dextrose broth. Pemisahan ekstrak
Fungi endofit, dan miselium dilakukan dengan cara disaring. Ekstraksi menggunakan metode
Cephalosporium sp, ekstraksi cair-cair dan pemisahan fraksi menggunakan metode kromatografi
sitotoksik, sel T47D, kolom menggunakan pelarut dengan kepolaran bertingkat. Hasil: Fraksi etanol
Sel Vero mempunyai aktivitas sitotoksik tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 15,47±0,71
µg/mL dan memiliki nilai selectivity index antara sel kanker jenis T47D dan sel
Keywords: normal Vero memenuhi syarat >3 dengan nilai sebesar 23,31. Simpulan dan
Endophytic fungi, saran: Fraksi etanol mempunyai aktivitas sitotoksik yang poten dan memiliki
Cephalosporium sp, nilai selectivity index antara sel kanker payudara jenis T47D dan sel normal
cytotoxic, T47D cell Vero memenuhi syarat >3. Isolasi dan identifikasi senyawa aktif di dalam fraksi
line, Vero Cell Line etanol diperlukan untuk mengetahui senyawa yang mempunyai aktivitas
sitotoksik secara spesifik.

Abstract
Background: Microbes endophytic can form a living microbes colonize the
plant tissues can produce the same bioactive compounds even identical
compound produced by host plants. Objective: Determine in vitro cytotoxic
activity of the ethyl acetate extract, fraction of n-hexane, diethyl ether, and
ethanol genus Cephalosporium sp endophytic fungi isolated from meniran
against cancer cell lines T47D and normal cells type Vero. Methods:
Endophyte fungi was isolated from meniran leaves and has been morphology
analyzed, fungi from genus chephalosporium was growth using potatoes
dextrose broth medium. Extract and micelium separation was conducted by
using column chromatography method and graded polarity solvent. Result:
Ethanol fraction was highest cytotoxic activity with IC50 values of 15,47±0,71
µg/mL and selectivity index value between T47D cell line and Vero cell line
qualify >3 with a value of 23,31. Conclusion and suggestion: Ethanol fraction
was highest cytotoxic activity and selectivity index value between T47D cell line
and Vero cell line qualify >3 with a value of 23,31. Isolation and identification
of active compounds in the ethanol fraction required to determine the
compounds that have specifically cytotoxic activity.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


Korespondensi :
Dosen Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung Malang. E-mail: rollando2008@gmail.com
6

Rollando | Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Dan …..


Jurnal Wiyata, Vol. 3 No. 1 Tahun 2016

PENDAHULUAN endofit genus Cephalosporium sp. dari daun


Mikroba merupakan sumber senyawa meniran (Phyllantus niruri Linn.) dengan
bioaktif yang telah banyak diteliti memiliki melihat efek antikanker secara in vitro.
aktivitas farmakologi diantaranya sebagai
antibakteri, antivirus dan antikankanker. METODE PENELITIAN
Salah satu kelompok mikroba penghasil Fungi endofit yang dijadikan
senyawa bioaktif adalah mikroba endofit. mikroorganisme target telah berhasil diisolasi
Selain senyawa bioaktif baru, mikroba endofit dari daun meniran. Fungi endofit tersebut
dapat memproduksi senyawa bioaktif yang kemudian diidentifikasi di Laboratorium
sama bahkan identik dengan senyawa yang Mikologi, Fakultas Pertanian, Universitas
dihasilkan tumbuhan inangnya1. Gadjah Mada. Hasil analisis makroskopik dan
Pengembangan endofit sebagai mikroskopik menunjukan bahwa fungi endofit
sumber obat merupakan salah satu alternatif tersebut merupakan genus Cephalosporium
pengendalian non kimiawi yang terus sp.
dikembangkan dalam beberapa dekade Fungi endofit ditumbuhkan pada
terakhir. Mikroba endofit hidup bersimbiosis media potato dextrose agar (PDA) hingga
dengan tanaman di dalam jaringan tanaman, umur 9 hari. Selanjutnya, fungi ditumbuhkan
mikroba tersebut mampu menghasilkan suatu pada media cair potato dextrose broth (PDB)
agen biologis yang dapat memerangi dengan waktu fermentasi selama 10 hari.
penyakit2. Miselium fungi dan media cair PDB hasil
Fungi endofit dapat menghasilkan fermentasi dipisahkan dengan cara disaring.
senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, Filtrat media kemudian dipartisi
fenolik dan terpenoid3. Mikroba endofit dapat menggunakan corong pisah dengan pelarut
menghasilkan senyawa bioaktif yang etil asetat. Filtrat etil asetat diupakan
karakternya mirip atau sama dengan inangnya pelarutnya dengan penguap putar vakum
dikarenakan adanya adaptasi lingkungan hingga didapatkan ekstrak kasar. Ekstrak
hidup endofit pada inang, pengaruh kasar pisahkan lagi menggunakan metode
lingkungan hidup dan interaksi genetik antar kromatografi kolom menggunakan pelarut
keduanya4. Sebagai contoh adalah fungi bertingkat yaitu, n-heksana, dietil eter, dan
endofit Diaporthe phaseolorum yang etanol. Filtrat n-heksana, dietil eter, dan
menghasilkan senyawa antibakteri, yaitu etanol diuapkan pelarutnya hingga diperoleh
asam 3-hidroksipropanoat yang dapat juga fraksi n-heksana, dietil eter, dan etanol.
dihasilkan pada daun tumbuhan inangnya Ekstrak kasar etil asetat, fraksi n-heksana,
yaitu Lagunacularia racemosa5. Senyawa fraksi dietil eter, dan fraksi etanol digunakan
piperin yang aktif terhadap bakteri untuk uji sitotoksik.
Mycobacterium tuberculosis dan Uji antikanker dilakukan terhadap sel
Mycobacterium smegmetis dihasilkan oleh kanker payudara jenis T47D dan sel normal
fungi endofit Periconia sp. dan tumbuhan jenis Vero. Uji sitotoksisitas menggunakan
Piper longum Lour. sebagai tumbuhan inang6. metode MTT (3-(4,5-Dimethylthiazol-2-yl)-
Penelitian ini diharapkan dapat 2,5-diphenyltetrazolium bromide). Sel kanker
memberikan informasi ilmiah tentang payudara T47D ditumbuhkan dengan media
pengaruh ekstrak etil asetat, fraksi heksan, kultur RPMI, sel normal Vero dalam media
dietil eter, dan etanol hasil fermentasi fungi kultur M199, masing-masing berisi FBS 10%,

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


7

Rollando | Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Dan …..


Jurnal Wiyata, Vol. 3 No. 1 Tahun 2016

penisilin-streptomisin 1%, dan fungizon Tabel 1. Hasil uji sitotoksik ekstrak dan
0,5%. Konsentrasi larutan uji yang digunakan fraksi
adalah 7,81 ; 15,62 ; 31,25 ; 62,5 ; 125 ; 250 ;
Perlakuan IC50 IC50 Selectivity
500 µg/ml. Viabilitas sel ditentukan dengan T47D Vero index (SI)
absorbansi pada λ 595 nm menggunakan (µg/ml) (µg/ml)
ELISA reader. Data absorbansi perlakuan Ekstrak 139,43 398,98± 2,86
dikonversi ke dalam persen viabilitas dan etil asetat ±1,23 0,98
digunakan untuk menghitung IC50. Selectivity Fraksi n- 67,91± 156,23± 2,30
heksan 0,12 0,34
Index (SI) merupakan hasil bagi antara IC50 Fraksi 34,68± 232,76± 6,71
sel Vero dan IC50 sel kanker payudara T47D. dietil eter 1,65 0,19
Fraksi 15,47± 360,54± 23,31
HASIL PENELITIAN etanol 0,71 0,65
Fungi endofit genus Cephalosporium Profil morfologi sel akibat perlakukan
sp. yang diisolasi dari daun meniran fraksi etanol diamati. Perlakuan fraksi etanol
(memiliki karakteristik yaitu koloni fungi menyebabkan perubahan morfologi pada sel
berwarna putih (Gambar 1). T47D yaitu inti sel mengerut, terlihat sel yang
mengalami kematian, dan jumlah sel
berkurang (Gambar 2a), sedangkan sel tanpa
perlakuan menunjukkan morfologi yang
normal (Gambar 2b).

(a) (b)
Gambar 1. Fungi Cephalosporium sp. umur 7
hari pada media PDA (a), Kultur
fungi Cephalosporium sp. hari ke-
10 pada media PDB (b) (a) (b)
Data tabel 1 menunjukan parameter Gambar 2. Pengamatan dilakukan di bawah
nilai IC50, bahwa fraksi etanol mempunyai mikroskop inverted dengan
aktivitas sitotoksik yang lebih poten dari pada pembesaran 100x. (a) kontrol sel
ekstrak etil asetat, fraksi n-heksan dan fraksi (tanpa perlakuan); (b) perlakuan
dietil eter terhadap sel T47D. Nilai IC50 yang fraksi etanol 15 µg/mL.
diperoleh pada perlakuan fraksi n-heksan, Morfologi sel T47D yang hidup
dietil eter dan etanol menunjukan bahwa ditunjukkan dengan gambar
semua fraksi poten sebagai agen sitotoksik panah ( ) dan sel yang
karena didapatkan nilai IC50 yang lebih kecil mengalami perubahan morfologi
dari 100 µg/mL.8 Pada perlakuan terhadap sel ditunjukkan dengan tanda panah
normal (Vero), ekstrak etil asetat mempunyai putus ( ).
nilai IC50 yang paling besar. Hal tersebut
Efek perlakuan fraksi etanol terhadap
menunjukan bahwa ekstrak etil asetat
viabilitas sel T47D ditunjukkan pada Gambar
mempunyai efek toksik yang kecil terhadap
3.
sel normal.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


8

Rollando | Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Dan …..


Jurnal Wiyata, Vol. 3 No. 1 Tahun 2016

Efek perlakuan fraksi etanol terhadap


viabilitas sel Vero ditunjukkan oleh Gambar
5.

Gambar 3. Efek perlakuan fraksi etanol


terhadap sel T47D. Nilai IC50
didapatkan dari perhitungan
regresi linier konsentrasi Gambar 5. Efek perlakuan fraksi etanol
dibandingkan dengan % terhadap sel Vero. Nilai IC50
viabilitas sel dengan taraf
didapatkan dari perhitungan
kepercayaan 95% (p<0,05).
regresi linier konsentrasi
Perlakuan fraksi etanol juga dibandingkan dengan %
menyebabkan sel Vero mengalami perubahan viabilitas sel dengan taraf
morfologi, yaitu sel mengecil dan membulat, kepercayaan 95% (p<0,05)
namun diperlukan konsentrasi yang lebih
tinggi untuk menghasilkan efek yang sama PEMBAHASAN
terhadap sel T47D, sedangkan sel tanpa Fungi endofit genus Cephalosporium
perlakuan menunjukkan morfologi yang sp. yang diisolasi dari daun meniran
normal (Gambar 4). (memiliki karakteristik yaitu koloni fungi
berwarna putih (Gambar 1). Genus
Cephalosporium sp. memiliki ciri-ciri, yaitu:
miselium yang memadat, tersusun atas
pigmen hifa yang berwarna gelap, dan
memproduksi sklerotia dengan bentuk tidak
seragam. Ciri-ciri tersebut sesuai dengan yang
(a) (b) dipaparkan oleh Sharma yang menunjukan
fungi genus Cephalosporium sp7.
Gambar 4. Efek perlakuan fraksi etanol Fraksi etanol mempunyai aktivitas
terhadap sel Vero. Pengamatan sitotoksik yang lebih poten dari pada
dilakukan di bawah mikroskop ekstrak etil asetat, fraksi n-heksan dan
inverted dengan pembesaran fraksi dietil eter terhadap sel T47D. Nilai
100x. (a) kontrol sel; (b) 500
IC50 yang diperoleh pada perlakuan fraksi
µg/mL. Perubahan morfologi
n-heksan, dietil eter dan etanol
sel Vero ditunjukkan dengan
gambar panah ( )
menunjukan bahwa semua fraksi poten
sebagai agen sitotoksik karena didapatkan
nilai IC50 yang lebih kecil dari 100
µg/mL8.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


9

Rollando | Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Dan …..


Jurnal Wiyata, Vol. 3 No. 1 Tahun 2016

Prinsip metode MTT assay adalah terlepas dan membran lipid akan membulat
MTT direduksi menjadi garam formazan oleh dan sitoskeleton terpotong. Penurunan
enzim suksinat dehidrogenase yang terdapat viabilitas sel dan kepadatan sel terlihat pada
di dalam mitokondria sel hidup. Kemudian semakin tinggi dosis yang digunakan, serta
ditambahkan reagen stopper yang akan dengan perubahan morfologi yang mengalami
melisis membran sel dan melarutkan garam pengerutan merupakan penanda sel yang
formazan. Garam formazan yang terbentuk menuju kematian.
diukur dalam bentuk absorbansi. Semakin Faktor jumlah dan potensi senyawa
tinggi absorbansi, semakin banyak sel yang bioaktif yang kompleks dalam ekstrak dan
hidup (viabilitas sel tinggi). fraksi bisa menjadi penyebab efek
Beberapa kriteria dalam memilih sitotoksiknya rendah. Salah satu strategi
senyawa antikanker adalah dengan untuk mengatasi hal ini adalah dengan
memperhatikan potensi sitotoksik, melakukan fraksinasi dari ekstrak dan isolasi
selektivitasnya terhadap sel normal, dan senyawa dari fraksi. Senyawa yang
ketersediaan bahan baku. Potensi antikanker terkandung dalam fraksi lebih sedikit
dapat dilihat dari nilai IC50. Semakin kecil dibandingkan yang terkandung dalam ekstrak
nilai IC50 maka potensi sitotoksiknya semakin sehingga fraksi diharapkan memiliki efek
besar. Parameter nilai Selectivity index suatu sitotoksik dan selektivitas yang lebih baik
senyawa ditetapkan untuk mengetahui tingkat dibandingkan ekstraknya.
keamanan suatu senyawa antikanker terhadap
sel normal. Nilai Selectivity index diperoleh
SIMPULAN
dengan membagi nilai IC50 pada sel jenis
Vero dengan sel jenis T47D. Nilai selectivity Berdasarkan hasil penelitian
index yang disyaratkan adalah >3, yang disimpulkan bahwa fraksi etanol mempunyai
menandakan bahwa ekstrak atau fraksi aktivitas sitotoksik yang poten dengan nilai
mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel IC50 15,47±0,71 µg/mL dan memiliki nilai
kanker tanpa mempengaruhi sel normal, dan selectivity index antara sel kanker payudara
dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai agen jenis T47D dan sel normal Vero memenuhi
kemopreventif9. syarat >3 dengan nilai 23,31.
Fraksi etanol dan dietil eter lebih
selektif membunuh sel kanker payudara jenis SARAN
T47D dibandingkan fraksi n-heksan dan Diperlukan isolasi dan identifikasi
ekstrak etil asetat. Hal tersebut terlihat dari senyawa aktif di dalam fraksi etanol untuk
nilai Selectivity index fraksi dietil eter dan mengetahui senyawa yang mempunyai
fraksi etanol dengan nilai 6,71 dan 23,31. aktivitas sitotoksik secara spesifik.
Efek sitotoksis fraksi etanol terhadap sel Vero
REFERENSI
berdasarkan nilai IC50 dan profil morfologi sel
1. Selim, K. A., El-Beih, A. A., Abdel-
menunjukkan efek yang lebih rendah jika
Rahman, T. M., dan El-Diwany, A. I.,
dibandingkan dengan efeknya terhadap sel
2012. Biology of endophytic fungi. Curr.
T47D. Sel menunjukkan adanya perubahan
Res. Environ. Appl. Mycol. 2(1).
morfologi yang dimungkinkan karena protein
2. Wulandari, H., Zakiatulyaqin, dan
yang berperan dalam perlekatan sel tidak
Supriyanto. 2012. Isolasi dan Pengujian
mengalami polimerisasi sehingga ikatan sel
Bakteri Endofit dari Tanaman Lada (Piper

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555


10

Rollando | Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Dan …..


Jurnal Wiyata, Vol. 3 No. 1 Tahun 2016

nigrum L.) sebagai Antagonis Terhadap 6. Verma, V.C., Lobkovsky, E., Gange, A.C.,
Patogen Hawar Beludru (Septobasidium Singh, S.K., dan Prakash, S., 2011.
sp.). J. Perkebunan & Lahan Tropika 2. Piperine production by endophytic fungus
3. Pirttilä, A.M. dan Frank, A.C. 2011. Periconia sp. isolated from Piper longum
Endophytes of Forest Trees: Biology and L. The Journal of antibiotics 64.
Applications. Springer. 7. Sharma, O.P., 1898. Textbook of Fungi.
4. Cheplick, G.P. dan Faeth, S.H. 2009. Tata McGraw-Hill Education.
Ecology and Evolution of the Grass- 8. Suryanarayanan, T.S., Thirunavukkarasu,
Endophyte Symbiosis. Oxford University N., Govindarajulu, M.B., Sasse, F., Jansen,
Press. R., and Murali, T.S., 2009. Fungal
5. Sebastianes, F.L.S., Cabedo, N., El Aouad, Endophytes and Bioprospecting. Fungal
N., Valente, A.M.M.P., Lacava, P.T., Biology Reviews 23.
Azevedo, J.L., dkk. 2012. 3- 9. Prayong, P., Barusrux, S., and
hydroxypropionic acid as an antibacterial Weerapreeyakul, N., 2008. Cytotoxic
agent from endophytic fungi Diaporthe Activity Screening of Some Indigenous
phaseolorum. Current microbiology 65. Thai Plants. Fitoterapia 79.

P-ISSN 2355-6498 |E-ISSN 2442-6555