Anda di halaman 1dari 10

SIKAP YANG HARUS DIMILIKI UMAT ISLAM

KHUTBAH PERTAMA

ِ ‫ال َّساَل ُم َع َل ْي ُك ْم َو َرحْ َم ُة‬


‫هللا َو َب َر َكا ُته‬
‫ َأ ْش َه ُد َأنْ اَل إل َه إاَّل‬.‫َّاب ِري َْن َوال َّشاك ِِري َْن َج َزا ًء َم ْوفُ ْورً ا‬ ِ ‫هلل الّ ِذيْ َو َعدَ لِلص‬ ِ ‫ْال َحمْ ُد‬
‫ث ِإ َلى َكا َّف ِة‬ ُ ‫ْك َل ُه َوَأنَّ َسيِّدَ َنا م َُح َّم ًدا َع ْب ُدهُ َو َرس ُْولُ ُه ْال َم ْبع ُْو‬
َ ‫هللا َوحْ دَ هُ اَل َش ِري‬ َ
‫ص ِّل َع َلى َس ِّي ِد َنا َو َم ْو َل َنا َو َح ِبي ِْب َنا َو َش ِف ْي ِع َنا‬ َ ‫ اللهم‬.‫ْال َخ ْل ِق َشا ِه ًدا َو ُم َب ِّشرً ا َو َن ِذيْرً ا‬
‫ َيا َمعْ َش َر ْالمُسْ لِ ِمي َْن‬:‫ َأمَّا َبعْ ُد‬.‫صحْ ِب ِه َو َسلَّ ْم َتسْ لِ ْيمًا َك ِثيْرً ا‬ َ ‫م َُح َّم ٍد َو َع َلى آلِ ِه َو‬
َ ‫ َو َمنْ َي َّت ِق‬:‫ َفِإ َّن ُه َقا َل فيِ ِك َت ِاب ِه ْال َك ِري ِْم‬.ِ‫اع ِته‬
‫هللا‬ َ ‫هللا َو َط‬ َ ‫ُأ ْوصِ ْي ُك ْم َوِإي‬
ِ ‫َّاي ِب َت ْق َوى‬
ُ ‫ َيجْ َع ْل َل ُه َم ْخ َرجً ا َو َيرْ ُز ْق ُه ِمنْ َحي‬.
ْ‫ْث اَل َيحْ َتسِ ب‬
Hadirin Jama’ah Jum’ah Yang Dirahmati Alloh …..

Dari mimbar khutbah ini, terlebih dahulu saya berwasiat kepada


diri saya pribadi dan hadirin sekalian, marilah kita meneguhkan
hati untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh
SWT yaitu melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi
larangan-laranganNya.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Yang Dirahmati Alloh …..

Tidak ada satupun manusia yang selama hidupnya selalu


menemui apa yang diingini, selalu mendapatkan semua yang
diharapkan dan segala cita-citanya menjadi nyata. Dalam setiap
hidup manusia pasti ada suka dan duka. Sedih dan bahagia
datang silih berganti. Maka sabar dan syukur adalah dua sikap
yang harus dimiliki setiap diri agar bisa menjalani hidup dengan
baik demi meraih ridho Allah SWT.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Yang Dirahmati Alloh …..

Setiap manusia dalam hidupnya ada kalanya menemui sesuatu


yang cocok dengan keinginannya, ada kalanya pula menemui hal-
hal yang tak diinginkannya bahkan ia benci. Dua keadaan itu
mengharuskan kita bersikap sabar.
Kesehatan, keselamatan, harta, pangkat dan segala kenikmatan
dunia adalah hal-hal yang pasti kita inginkan. Namun, justru
keadaan-keadaan inilah yang lebih membutuhkan sikap sabar.
Kita harus bisa menahan diri agar tidak terjerumus dalam
kenikmatan-kenikmatan fatamorgana dunia yang akan
menghantarkan kita pada kehancuran. Alloh berfirman dalam Al
Quran surat al Munafiqun ayat 9 :
(‫ِين آ َم ُنو ْا اَل ُت ۡل ِه ُكمۡ َأ ۡم ٰ َولُ ُكمۡ َوٓاَل َأ ۡو ٰ َل ُد ُكمۡ َعن ذ ِۡك ِر ٱهَّلل ِۚ َو َمن َي ۡف َع ۡل ٰ َذل َِك‬
َ ‫ٰ َٓيَأ ُّي َها ٱلَّذ‬
ٓ
9( ‫ُون‬ َ ‫َفُأ ْو ٰ َل‬
َ ‫ِئك ُه ُم ۡٱل ٰ َخسِ ر‬
Artinya: Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-
anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang
berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
Selanjutnya, sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan dan
watak manusia yaitu menjalani taat dan menjauhi maksiat. Setiap
hamba harus terus bersabar dalam ketaatan melaksanakan
perintah Alloh dan menjauhi larangannya.

Dan sabar tingkat tertinggi adalah sabar menghadapi musibah-


musibah seperti kematian, sakit, kecelakaan, hilangnya harta dan
lain sebagainya. Seorang hamba yang baik harus rela dengan
ketentuan Alloh dan meyakini bahwa segala yang dimilikinya
adalah titipan. Semuanya akan kembali kepada Alloh, Tuhan
Yang Maha Menciptakan. Dengan keyakinan seperti ini maka ia
akan tetap teguh dan kuat untuk melanjutkan langkah,
meneruskan hidupnya.

َّ ‫س َو‬ ِ ُ‫ال َواأل ْنف‬ ٍ ‫ُوع َو َن ْق‬ ْ ْ ُ


‫ت‬
ِ ‫الث َم َرا‬ ِ ‫األمْو‬
َ ‫ص م َِن‬ ِ ‫َو َل َن ْبل َو َّن ُك ْم ِب َشيْ ٍء م َِن ال َخ ْوفِ َوالج‬
‫صا َب ْت ُه ْم مُصِ ي َب ٌة َقالُوا ِإ َّنا هَّلِل ِ َوِإ َّنا ِإ َل ْي ِه‬َ ‫ِين ِإ َذا َأ‬
َ ‫) الَّذ‬١٥٥( ‫ين‬ ِ ‫َو َب ِّش ِر الص‬
َ ‫َّاب ِر‬
‫ِئك ُه ُم‬َ ‫ات ِمنْ َرب ِِّه ْم َو َرحْ َم ٌة َوُأو َل‬ ٌ ‫ص َل َو‬ َ ‫) ُأو َل‬١٥٦( ‫ُون‬
َ ‫ِئك َع َلي ِْه ْم‬ َ ‫َرا ِجع‬
١٥٧( ‫ون‬ َ ‫ْال ُم ْه َت ُد‬
Artinya: 155. Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. 156.
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
berkata, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya
Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. 157.
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari
Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat
petunjuk.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Yang Dirahmati Alloh …..

Alloh berfirman dalam Surat al-Baqarah ayat 172

(ُ‫ت َما َر َز ْق َنا ُك ْم َوا ْش ُكرُوا هَّلِل ِ ِإنْ ُك ْن ُت ْم ِإيَّاه‬ َ ‫يا َأ ُّي َها الَّذ‬
ِ ‫ِين آ َم ُنوا ُكلُوا ِمنْ َط ِّي َبا‬
٧( ‫ون‬ َ ‫َتعْ ُب ُد‬
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara
rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan
bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya
kamu menyembah”

Dalam Al Quran surat Ibrahim ayat 7 Allah juga berfirman:

‫َوِإ ْذ َتَأ َّذ َن َر ُّب ُك ْم َلِئنْ َش َكرْ ُت ْم َأَل ِزيدَ َّن ُك ْم َو َلِئنْ َك َفرْ ُت ْم ِإنَّ َع َذ ِابي َل َشدِي ٌد‬
“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan;
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

Dua ayat Al Quran ini mengandung perintah Allah SWT kepada


hamba-hambanya untuk bersyukur. Selanjutnya kita harus
pahami bahwa hakikat makna syukur terdiri dari tiga aspek yaitu
ilmu, hal dan amal. Maksud dari aspek ilmu adalah kita harus
mengetahui dan menyadari bahwa segala nikmat adalah dari
Alloh Yang Maha Memberi nikmat dan anugerah. Maksud dari
aspek hal adalah perasaan bahagia yang muncul dari pemberian
nikmat Allah kepada hambanya.

Dan maksud dari aspek amal adalah melaksanakan sesuatu yang


dikehendaki dan dicintai Allah Sang Pemberi nikmat. Aspek amal
ini berkaitan dengan hati, lisan dan anggota badan. Hati harus
meniatkan pemanfaatan anugerah-anugerah itu untuk kebaikan.
Lisan harus mengungkapkan syukur dan puja-puji kepada Allah.
Dan anggota badan harus mempergunakan segala nikmat dan
anugerah di jalan yang diridhoi dan dicintai Allah SWT.
Penting untuk diperhatikan bahwa seseorang yang
mempergunakan nikmat dan anugerah Allah di jalan yang tidak
diridhoi dan dicintaiNya maka berarti ia telah kufur nikmat.

Demikian pula jika ia tidak mempergunakan anugerah-anugerah


Allah itu, membiarkan potensi-potensi diri dan hidupnya
terbengkalai, tersia-sia tiada guna.

Semoga kita senantiasa dibimbing oleh Allah untuk


mengingatNya, mensyukuri segala nikmat dan anugerahNya, dan
diberi taufiq dan pertolongan untuk melaksanakan penghambaan
yang terbaik kepadaNya.

َ ‫ش ْك ِر‬
َ ‫ك َوحُسْ ِن عِ َبادَ ت‬
‫ِك‬ َ ‫اَللَّ ُه َّم َأعِ ِّنيْ َع َلى ذ ِْك ِر‬
ُ ‫ك َو‬
“Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut
namaMu, syukur kepadaMu dan ibadah yang baik kepadaMu.”
KHUTBAH KEDUA
Hadirin Jama’ah Jum’ah Yang Dirahmati Alloh …..

Hidup adalah ujian. Alloh berfirman dalam Al Quran surat al Insan


ayat 2 :

‫) ِإ َّنا َخ َل ْق َنا‬١( ‫ان ِحينٌ م َِن ال َّدهْ ِر َل ْم َي ُكنْ َش ْيًئ ا َم ْذ ُكورً ا‬ ِ ‫َه ْل َأ َتى َع َلى اإل ْن َس‬
‫)ِإ َّنا َهدَ ْي َناهُ الس َِّبي َل‬٢( ‫اج َن ْب َتلِي ِه َف َج َع ْل َناهُ َسمِيعًا بَصِ يرً ا‬ ‫ْ َأ‬ َ ‫اإل ْن َس‬
ٍ ‫ان ِمنْ ُنط َف ٍة مْ َش‬
٣( ‫ِإمَّا َشا ِكرً ا َوِإمَّا َكفُورً ا‬
Artinya: 1. Bukankah pernah datang kepada manusia satu waktu
dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat
disebut? 2. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari
setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya
(dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia
mendengar dan melihat. 3. Sungguh, Kami telah menunjukkan
kepadanya jalan yang lurus ; ada yang bersyukur dan ada pula
yang kufur.

Allah juga berfirman dalam surat al Mulk ayat 1 dan 2 :

َ ‫) الَّذِي َخ َل َق ْال َم ْو‬١( ‫ك َوه َُو َع َلى ُك ِّل َشيْ ٍء َقدِي ٌر‬
(‫ت‬ ُ ‫ك الَّذِي ِب َي ِد ِه ْالم ُْل‬ َ ‫ار‬ َ ‫َت َب‬
٢( ‫َو ْال َح َيا َة لِ َي ْبلُ َو ُك ْم َأ ُّي ُك ْم َأحْ َسنُ َع َمال َوه َُو ْال َع ِزي ُز ْال َغفُو ُر‬
Artinya: 1. Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan,
dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 2. Yang menciptakan
mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang
lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
Ayat-ayat Al Quran ini memberi pengertian kepada kita bahwa
apapun yang diberikan kepada kita adalah ujian dan cobaan. Saat
hidup kita bahagia dan tercukupi, itu berarti kita sedang diuji,
bisakah kita bersyukur kepada Dzat Yang Maha Memberi Nikmat.
Lalu bisakah kita mempergunakan anugerah-anugerahNya
dengan baik dan benar. Adapun saat kita berduka atau hidup
dalam kekurangan, itu juga artinya kita sedang diuji, bisakah kita
bersabar menghadapi cobaan.

Jadi pada hakikatnya, nikmat dan musibah, semua itu adalah


ujian. Karena itulah, apapun dan bagaimanapun yang terjadi di
hari-hari kehidupan dunia yang fana ini, jangan sampai kita lupa
kepada Tuhan kita, Tuhan semesta alam, Alloh SWT. Dengan
senantiasa mengingatNya, hati kita akan menjadi tenang dan
tentram. Agar kita selalu mendapatkan petunjuk dan
bimbinganNya untuk meraih kehidupan yang baik di dunia dan di
akhirat yakni surgaNya, kehidupan yang dirahmati dan abadi.

Ayat-ayat ini juga hendaknya menyadarkan kita bahwa kenyataan


apapun, cobaan apapun dalam hidup, semestinya kita jadikan
pendorong untuk meningkatkan kualitas pribadi kita dan untuk
menjadikan hidup kita lebih bermanfaat, bermartabat dan
bermakna.

‫ت‬ ِ ‫ َو َن َف َعنِي َوإيَّا ُك ْم ِب َما ِف ْي ِه م َِن اآل َيا‬,‫آن ْالعَظِ ي ِْم‬ ِ ْ‫ك هّللا لِي َو َل ُك ْم فِي ْالقُر‬ َ ‫ار‬ َ ‫َب‬
‫ان َلفِي‬ َ ‫ ِإنَّ اِإْل ْن َس‬.‫ َو ْال َعصْ ِر‬.‫ان الرَّ ِجي ِْم‬ ِ ‫ْط‬ َ ‫ َأع ُْو ُذ ِباهّلل ِ م َِن ال َّشي‬.‫الذ ْك ِر ْال َح ِكيْم‬ِّ ‫َو‬
ِ
َ ‫ص ْوا ِب ْال َح ِّق َو َت َو‬
‫اص ْوا‬ َ ‫ت َو َت َوا‬ ِ ‫ ِإاَّل الّ ِذي َْن آ َم ُن ْوا َو َع ِملُ ْوا— الصَّال َِحا‬.‫ُخسْ ٍر‬
َ ‫ َأقُ ْو ُل َق ْولِي َه َذا َوَأسْ َت ْغ ِف ُر‬.‫صب ِْر‬
‫هللا لِي َو َل ُك ْم َفاسْ َت ْغ َفر ُْوا َر َّب ُك ْم ِإ َّن ُه ه َُو‬ َّ ‫ِبال‬
ْ
‫ال َغفُ ْو ُر الرَّ ِحي ِْم‬.
TINGKATKAN KEHARMONISAN DENGAN MASYARAKAT

KHUTBAH I

َّ ‫ و َف‬,‫واع ال َّن َع ِم و َل َطاِئفِ اِإْلحْ َسان‬ ‫َأ‬ ‫َّ َأ‬


‫ساِئر‬
ِ ‫ض َلنا َعلى‬ ِ ‫الحمد هلل الذِي ْن َع َم َع َليْنا ِب ْن‬
ُ‫ َأشهد َأنْ الِإل َه إاَّل هللا وَأشهد— َأنَّ َسيَّدَ نا محم ًدا عب ُده‬,‫وال َب َيان‬ ْ ‫َخ ْل ِق ِه ِب َتعْ لِيْم ْالع ِْلم‬
ِ ِ
َّ َ َ ً َ ً َ ِّ
ْ‫صالة كا ِملة َو َسل ْم َسالما تا ّما َعلى َس ِّي ِدنا م َُح َّم ٍد ال ِذي‬ ً َ َ ً َ َ ‫ص ِّل‬ َ ‫ الل ُه َّم‬. ‫ورسُولُ ُه‬
َّ َ
ُ‫ َو ُت َنا ُل ِب ِه الرَّ َغاِئب‬،ُ‫ضى ِب ِه ْال َح َواِئج‬ َ ‫ َو ُت ْق‬، ُ‫َت ْن َح ُّل ِب ِه ْال ُع َق ُد َو َت ْن َف ِر ُج ِب ِه ْال ُك َرب‬
‫ ِفيْ ُك ِّل‬،ِ‫صحْ ِبه‬ َ ‫ َو َع َلى آلِ ِه َو‬،‫ َويُسْ َتسْ َقى ْال َغ َما ُم ِب َوجْ ِه ِه ْال َك ِري ِْم‬،‫َوحُسْ نُ ْال َخ َوات ِِم‬
َ ‫س ِب َعدَ ِد ُك ِّل َمعْ لُ ْو ٍم َل‬
‫ك‬ ٍ ‫َلمْ َح ٍة َو َن َف‬
‫هللا ْال َعلِيِّ ْالعَظِ ي ِْم َف َق ْد قا َل هللا‬ ِ ‫تقوى‬ َ ‫هللا ُأوصِ ْي ُك ْم و َن ْفسِ ي ِب‬ ِ َ‫ َفيا عِ باد‬.‫أمَّا بع ُد‬
‫ون ِإ ْخ َوةٌ َفَأصْ لِحُوا َبي َْن َأ َخ َو ْي ُك ْم ۚ َوا َّتقُوا‬ َ ‫ ِإ َّن َما ْالمُْؤ ِم ُن‬: ‫ِتاب ِه ال َك ِري ِْم‬
ِ ‫تعالى في ك‬
َ ‫هَّللا َ َل َعلَّ ُك ْم ُترْ َحم‬
‫ُون‬
‫واهللا َح َّق ُتقا ِت ِه وال َتمُو ُتنَّ ِإاَّل وَأ ْن ُت ْم مُسْ لِم ُْو َن‬ َ ُ‫ ا َّتق‬.‫هللا‬ ِ َ‫ َفياعِ باد‬.
Hadirin Jama’ah Sidang Jum’at yang dirahmati Allah …

Di hari dan tempat yang mulia ini, marilah kita senantiasa


meningkatkan kwalitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah
Subhanahu wata’ala dengan berusaha menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Mari kita letakkan sesuatu pada tempat yang selayaknya dan


kerjakanlah sesuatu pada waktunya. Ketahuilah bahwa seorang
hamba dibangkitkan dalam keadaan bagaimana ia mati. Karena
itu janganlah kita mati kecuali dalam keadaan muslim. Sejalan
dengan firman Allah Swt :
‫ِين آ َم ُنوا ا َّتقُوا هَّللا َ َح َّق ُت َقا ِت ِه َواَل َتمُو ُتنَّ ِإاَّل َوَأن ُتم مُّسْ لِمُون‬
َ ‫َيا َأ ُّي َها الَّذ‬
Artinya :” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali
kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ( Q.S. al-
Imron : 102 ).

Rasulullah Saw. telah bersabda :

‫س بن مالِكٍ رضي هللا عنه َع ِن ال َّن ِبىِّ – صلى هللا عليه وسلم – َقا َل ال‬ ٍ ‫َعنْ َأ َن‬
)‫يُْؤ مِنُ َأ َح ُد ُك ْم َح َّتى ُيحِبَّ َألخِي ِه َما ُيحِبُّ لِ َن ْفسِ هِ( متفق عليه‬
Artinya : Dari Anasbin Malik r.a. bahwa Nabi SAW bersabda,
“Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sampai ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya
sendiri”( Mutaafaqun ‘alaih).

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia di sisi Allah …


Hadist ini cukup pendek, tapi makna dan cakupannya sangat luas.
Dapat kita ambil beberapa pelajaran yang sangat berharga. Di
antaranya pentingnya persatuan dan kasih sayang. Islam
bertujuan menciptakan manusia yang penuh keharmonisan dan
penuh kasih sayang. Setiap individu hendaknya berusaha
mendahulukan kemaslahatan umum dan kedamaian masyarakat
sehingga tercipta keadilan dan kedamaian. Semuanya tidak akan
terwujud kecuali jika individu yang ada dalam masyarakat
menghendaki kebaikan dan kebahagiaan kepada orang lain
seperti ia menghendaki untuk dirinya sendiri. Karena itu
Rasulullah Saw. menjadikan sikap ini erat kaitannya dengan
keimanan, bahkan menjadi konsistensi keimanan seseorang
dalam dimensi kemanusiaan.

Keimanan yang sempurna. Keimanan tidak akan kokoh dan


mengakar di hati kita sebagai umat muslim kecuali jika kita
menjadi manusia yang baik, menghindari egoisme, rasa dendam,
kebencian, dan kedengkian. Kita berusaha menghendaki
kebaikan dan kebahagiaan untuk orang lain sebagaimana
menghendaki kebaikan dan kebahagiaan untuk kita sendiri.
Peduli terhadap sesama manusia. Termasuk bentuk
kesempurnaan iman adalah kepedulian dan kecintaan terhadap
sesama manusia termasuk terhadap non-muslim. Mencintai
orang- orang non-muslim artinya mencintai mereka agar beriman
juga membenci kekafiran dan kefasikan yang mereka lakukan
sebagaiamana seorang muslim membenci kefasikan dan
kekafiran yang terjadi pada dirinya.

Berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. Berlomba- lomba


dalam kebaikan adalah merupakan sebagian dari kesempurnaan
iman. Karena itu seseorang yang ingin memiliki keimanan dan
ketakwaan seperti yang di miliki orang yang lebih saleh bukanlah
sesuatu yang salah dan juga bukan sifat dengki, bahkan sikap
seperti ini merupakan bukti keimanan seseorang dan termasuk
perbuatan yang di isyaratkan Allah dalam firman-Nya :

َ ‫س ْال ُم َت َنا ِفس‬ ٰ


‫ُون‬ ِ ‫َوفِي َذل َِك َف ْل َي َت َنا َف‬
Artinya : “dan untuk yang demikian itu hendaknya orang
berlomba-lomba.” ( Q.S. al-Muthoffifin : 26 ).
Keimanan menciptakan masyarakat yang bersih dan berwibawah.
Hadist yang berbunyi :

” ‫“ ال يُْؤ مِنُ َأ َح ُد ُك ْم َح َّتى ُيحِبَّ َألخِي ِه َما ُيحِبُّ لِ َن ْفسِ ِه‬


Mendorong setiap musim agar senantiasa berusaha membantu
orang lain untuk melakukan kebaikan. Karena hal ini merupakan
kebaikan dan bukti tanda keimanan. Dengan demikian akan
tercipta masyarakat yang bersih da berwibawah. Kebaikan akan
tersebar luas, kejahatan dan kedzaliman akan tersisih sehingga
terciptalah keharmonisan dalam setiap lini kehidupan. Mereka
seakan satu hati. Kebahagian saudaranya adalah kebahagiannya,
kesedihan saudaranya adalah kesedihannya juga. Masyarakat
yang seperti inilah yang seharuslah terbentuk dalam komunitas
muslim sebagaimana di sinyalir beliau Rasulullah Saw. dalam
hadistnya :

‫ ( َم َث ُل‬:‫صلَّى هَّللا ُ َع َل ْي ِه َو َسلَّ َم‬


َ ِ ‫ َقا َل َرسُو ُل هَّللا‬:‫ير َقا َل‬ ٍ ِ‫ْن بَش‬ ِ ‫َعن ال ُّنعْ َم‬
ِ ‫ان ب‬
ُ ‫ِين فِي َت َوا ِّد ِه ْم َو َت َرا ُحم ِِه ْم َو َت َع‬
ٌ‫اطف ِِه ْم َم َث ُل ْال َج َسدِ؛ ِإ َذا— ا ْش َت َكى ِم ْن ُه عُضْ و‬ َ ‫ْالمُْؤ ِمن‬
)‫دَاعى َل ُه َساِئ ُر ْال َج َس ِ—د ِبال َّس َه ِر َو ْال ُحمَّى ( متفق عليه‬ َ ‫َت‬
Artinya : “Riwayat dari Nu’man bin Basyir berkata, Rasulullah saw
bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam cinta
dan kasih sayang mereka dan saling mengasihinya adalah
laksana satu tubuh, jika satu anggota badan mengeluh sakit,
maka anggota tubuh yang lainnya pun ikut sakit, dan panas turut
merasakan sakitnya ”. (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …


Mudah-mudahan khutbah singkat ini bisa memberikan
kemanfaatan bagi kita semua, dan di jadikan nilai tambah dalam
rangka peningkatan kwalitas iman dan islam kita ke taraf yang
lebih baik. Semoga Allah berkenan menjadikan kita semuanya
menjadi orang-orang yang istiqomah iman, istiqomah dalam
tauhid istiqomah dalam amaliah.

‫ت‬ ِ ‫ِين َآ َم ُنوا َو َع ِملُوا— الصَّال َِحا‬ َ ‫) ِإاَّل الَّذ‬2( ‫ان َلفِي ُخسْ ٍر‬ َ ‫) ِإنَّ اِإْل ْن َس‬1( ‫َو ْال َعصْ ِر‬
‫ءان ْالعَظِ ِيم‬
ِ ْ‫ك هللاُ لِي و َل ُك ْم فِي ْالقُر‬ َ ‫بار‬
َ .‫صب ِْر‬ َ ‫اص ْوا— ِب ْال َح ِّق َو َت َو‬
َّ ‫اص ْوا— ِبال‬ َ ‫َو َت َو‬
‫هللا لِيْ و َل ُك ْم‬َ ‫ِيم َأقُ ُل َق ْولِي هذا َوَأسْ َتغ ِف ُر‬ ْ ِّ ِ ‫و َن َف َعنِي وِإيَّا ُك ْم م َِن اآْل يا‬
ِ ‫ت َوالذ ْك ِر ال َحك‬
‫ك َبرٌّ َرء ُْوفٌ َرحِي ٌم‬ ُ ِ‫ِيع ْالمٌسلِمِين فاسْ َت ْغ ِفر ُْوهُ ِإ َّنه تعالى َجوا ٌد َك ِري ٌم َمل‬ ِ ‫ول َِجم‬.
‫‪KHUTBAH II‬‬

‫هلل َحمْ ًدا كما َأ َم َر‪.‬وَأ ْشه ُ—د َأنْ ال ِإ َل َه ِإالَّ هللاُ َوحْ دَ هُ ال َش ِر َ‬
‫يك َل ُه ِإرْ غامًا‬ ‫اَلحمْ ُد ِ‬
‫س‬ ‫لِ َمنْ َج َحدَ ِبه و َك َف َر‪ .‬وَأ ْش َه ُد َأنَّ َسيّدَ نا مح َّم ًدا َعب ُدهُ ورسُولُ ُه َس ِّي ُد اِإْل ْن ِ‬
‫وصحْ ِبه‬
‫ورسُولِك مح َّم ٍد وآلِه— َ‬ ‫ِك َ‬ ‫ص ِّل َو َسلِّ ْم على س ِّيدِنا على َع ْبد َ‬ ‫ْ‬
‫وال َب َش ِر‪.‬اللَّه َّم َ‬
‫ُأ‬
‫ت َعينٌ ِب َن َظ ٍر و ُذنٌ ِب َخ َب ٍر‪ ( .‬أمّا بع ُد ) ف َيآايُّهاال ّناسُ ا َّتقُوا َ‬
‫هللا‬ ‫ص َل ْ‬
‫َماا َّت َ‬

‫اع ِة‬‫الط َ‬ ‫ظوا على َّ‬ ‫ِش ما ظ َه َر ِم ْنها وما َب َط َن وحا َف ُ‬ ‫تعالى َو َذرُوا— ْال َفواح َ‬
‫مْر َبدَ َأ فِيه ِب َن ْفسِ ِه َو َث َّنى‬ ‫هللا َأ َم َر ُك ْم ِبَأ ٍ‬
‫ماع ِة ‪َ .‬واعْ َلمُوا َأنَّ َ‬ ‫والج َ‬ ‫َ‬ ‫ُور ْال ُجم َُع ِة‬ ‫َو ُحض ِ‬
‫ُصلُّ َ—‬
‫ون‬ ‫هللا َومالئك َت ُه ي َ‬ ‫ِب َمالئك ِة قُ ْدسِ هِ‪َ .‬فقا َل تعالى و َل ْم َي َز ْل قاِئالً َعلِيمًا‪ِ :‬إنَّ َ‬
‫وسلِّ ْم‬
‫ص ِّل َ‬ ‫وسلِّمُوا َتسْ لِ ْيمًا اللَّه َّم َ‬
‫صلُّوا َع َل ْي ِه َ‬ ‫ِين آ َم ُنوا َ‬ ‫على ال َّن ِبيِّ َيآ َأيّها الَّذ َ—‬
‫ْت على س ِّيدِنا ِإبراهِي َم وعلى‬ ‫صلَّي َ‬‫سي ِد َنا مح َّم ٍد َكما َ‬ ‫آل ِ‬ ‫على س ِّيدِنا مح َّم ٍد وعلى ِ‬
‫ض َع ِن ْال ُخ َل َفاء‬ ‫ك َحمِي ٌد َم ِجي ٌد‪ .‬اللَّه َّم َوارْ َ‬ ‫آل س ِّي ِد َنا ِإبراهِي َم في ْالعا َلم َ‬
‫ِين ِإ َّن َ‬ ‫ِ‬
‫ُمر و ع ُْث َ‬
‫مان‬ ‫ون َأبي َب ْك ٍر وع َ‬ ‫ض ْوا— ِب ْال َح ِّق َوكا ُنوا ِب ِه َيعْ ِدلُ َ‬ ‫ذين َق َ‬ ‫ِين الَّ َ‬ ‫الرّ اشِ د َ‬
‫ِّك َأجْ َم َ‬
‫عين‬ ‫ب َن ِبي َ‬ ‫ساِئر َأصْ حا ِ‬ ‫ِ‬ ‫وعنْ‬
‫ِرام َ‬ ‫ْ‬
‫ِين لِل َع ْش َر ِة الك ِ‬
‫الس َّت ِة ْال ُم َت ِّمم َ ْ‬
‫وعلِيٍّ َو َع ِن َ‬
‫وم ال ِّد ِ‬
‫ين‬ ‫سان ِإ َلى َي ِ‬ ‫ِين َو َمنْ َت ِب َع ُه ْم بِِإحْ ٍ‬ ‫ِين و َت ِابعِي ال َّت ِابع َ‬ ‫َ‪.‬و َع ِن ال َّت ِابع َ‬

‫وم‬ ‫اللَّه َّم ال َتجْ َع ْل َأِل َح ٍد ِم ْن ُه ْم فِي ُع ُن ِق َنا َظاَل َمة و َنجِّ َنا ِب ُحب ِِّه ْم ِمنْ َأهْ ِ—‬
‫وال َي ِ‬
‫ِين‪ .‬ودَ مِّرْ َأعْ دا َء‬
‫ُسلمين وَأهْ لِكِ ْال َك َف َر َة وال ُم ْشرك َ‬
‫َ‬ ‫ْالقِيا َمةِ‪ .‬اللَّه َّم َأعِ َّز اِإْلسْ اَل َم والم‬
‫‪.‬ال ِّد ِ—‬
‫ين‬

‫ُورنا‪َ .‬واجْ َع ِل اللَّه َّم ِواَل َي َتنا فِي َمنْ خا َف َ‬ ‫ُأ‬ ‫َأ‬
‫ك‬ ‫اللَّه َّم آ ِم َّنا فِي ُد ْو ِرنا و صْ لِحْ وُ اَل َة م ِ‬
‫ت اَأْلحْ يا ِء ِم ْن ُه ْم‬ ‫منين والمُْؤ مِنا ِ‬ ‫ت والمُْؤ َ‬ ‫ِمين والمُسلما ِ‬ ‫اغ ِفرْ لِلمُسل َ‬ ‫اك‪ .‬اللَّه َّم ْ‬
‫َوا َّت َق َ‬
‫والزنا‬‫ِّ‬ ‫ِب ْالعَطِ يَّاتِ‪ .‬اللَّه َّم ْاد َفعْ َع َّنا ْال َباَل َء َ‬
‫والوبا َء‬ ‫ِك َيا َواه َ‬ ‫ت ِب َرحْ َمت َ‬ ‫واَأْلمْوا ِ‬
‫والزاَل ِز َل َوالم َِح َن َوسُو َء ال ِف َت ِن ما َظ َه َر ِم ْنها وما َب َط َن َعنْ َب َلدِنا َهذا خاص ًَّة‬ ‫َّ‬
‫‪.‬ربَّنا آتِنا في ال ّدنيا َح َس َن ًة‬ ‫ُسلمين عام ًَّة يا َربَّ ْال َعا َلم َ‬
‫ِين َ‬ ‫َ‬ ‫ساِئر ِباَل ِد ْالم‬
‫ِ‬ ‫وعنْ‬ ‫َ‬
‫هللا َيْأ ُم ُر ِب ْال َع ْد ِل واِإْلحْ سان‬ ‫هللا ! ِإنَّ َ‬ ‫ار‪ .‬عِ بادَ ِ‬ ‫اب ال َّن ِ‬ ‫َوفي اآلخرة َح َس َن ًة و ِق َنا َع َذ َ‬
‫وال ُم ْن َكر َو ْال َب ْغي َيع ُ‬
‫ِظ ُك ْم َل َعلَّ ُك ْم َت َذ َّكر ُْو َن‪.‬‬ ‫ِ‬ ‫وِإيتا َء ذِي ْالقُرْ َبى و َي ْن َهى َع ِن ْال َفحْ شا ِء ْ ِ‬
‫هللا العَظِ ْي َم َي ْذ ُكرْ ُك ْم َوا ْش ُكرُوهُ على ن َِع ِم ِه َي ِز ْد ُك ْم َواسْ َئ لُوهُ— ِمنْ َفضْ لِ ِه‬ ‫َف ْاذ ُكرُوا َ‬
‫هللا َع َّز َو َج َّل َأ ْك َب ُر‬
‫‪.‬يُعْ طِ ُك ْم َو َلذ ِْك ُر ِ‬

Anda mungkin juga menyukai