Anda di halaman 1dari 6

Tugas disusun oleh :

Dewi Ratna Delima Sitanggang / NIP : 199610032022032001

Ringkasan (Modul 1)
Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara

I. Wawasan Kebangsaan
A. Pengertian Wawasan Kebangsaan
Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang atau sudut pandang bangsa
Indonesia untuk mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi
oleh jati diri bangsa dan kesadaran bangsa terhadap sistem nasional yang
bersumber dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal
Ika, untuk memecahkan masalah yang dihadapi bangsa dan Negara agar tercipta
masyarakat yang aman, adil, makmur, dan sejahtera.
B. Konsensus Dasar
1. Pancasila
Pancasila pertama kali disampaikan oleh Ir. Soekarno di depan siding
BPUPKI pada tanggak 1 Juni 1945. Bung Karno menyatakan bahwa
Pancasila merupakan suatu fundamen, filsafat, landasan atau dasar bagi
Negara. Pancasila juga berfungsi sebagai landasan kokoh tegaknya
Negara dan bangsa, sebagai ideology nasional dan sebagai wawasan
pokok bangsa dalam mencapai cita-cita nasional.

2. Undang-Undang Dasar 1945


Sejarah Kemerdekaan Indonesia membuktikan bahwa salah satu gagasan
dasar dalam membangun sokoguru Negara Indonesia adalah
konstitusionalisme dan paham Negara hukum. Undang-undang Dasar
memiliki fungsi khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sehingga
penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang agar hak-
hak warga Indonesia bias terlindungi.

3. Bhinneka Tunggal Ika


Pengertian Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan
bidang kepercayaan juga anekaragam agama dan kepercayaan di
kalangan masyarakat Majapahit. Sesuai makna semboyan Bhinneka
Tunggal Ika yang dapat diuraikan BhinnaIka-Tunggal-Ia berarti berbeda-
beda tetapi pada hakekatnya satu. Sebab meskipun secara
keseluruhannya memiliki perbedaan tetapi pada hakekatnya satu, satu
bangsa dan negara Republik Indonesia.

4. Negara Kesatuan Republik Indonesia


Tujuan dari NKRI yaitu
- Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia
- Memajukan kesejahteraan umum;
- Mencerdaskan kehidupan bangsa; dan
- Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Tugas disusun oleh :
Dewi Ratna Delima Sitanggang / NIP : 199610032022032001

C. Lambang-Lambang Negara
1. Bendera Negara
Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Sang Merah Putih.
Bendera 17 Pusaka Sang Saka Merah Putih disimpan dan dipelihara di
Monumen Nasional Jakarta.
2. Bahasa Negara
Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Bahasa Indonesia
adalah bahasa resmi nasional yang di gunakan di seluruh wilayah NKRI.
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan
nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana
komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah.
3. Lambang Negara
Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut
Lambang Negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka
Tunggal Ika.
4. Lagu Kebangsaaan
Lagu Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Indonesia
Raya.

II.Nilai-nilai Bela Negara


A. Pengertian Bela Negara
Bela Negara adalah tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan warga
negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga
kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara
yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa
Indonesia dan Negara dari berbagai Ancaman.
B. Nilai-Nilai Bela Negara
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2019 tentang
Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara Pasal 7 Ayat
(3), nilai dasar Bela Negara :
1. Cinta Tanah Air
2. Sadar Berbangsa dan Bernegara
3. Setia pada Pancasila sebagai Ideologi Negara
4. Rela berkorban untuk bangsa dan Negara
5. Kemampuan Awal Bela Negara
Tugas disusun oleh :
Dewi Ratna Delima Sitanggang / NIP : 199610032022032001

Ringkasan Modul 2
Analisis Isu Kontemporer
I. Perubahan Lingkungan Strategis
A. Konsep Perubahan
Perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dan menjadi bagian dari
perjalanan peradaban manusia. Sehingga bias dikatakan Perubahan itu
bersifat Mutlak.
B. Perubahan Lingkungan Strategis
Menurut Urie Brofenbrenner, lingkungan strategis dapat berubah dipengaruhi 5
level yaitu: individu, keluarga, masyarakat atau budaya, Nasional, dan Dunia
C. Modal Insani Dalam Menghadapi Perubahan
Modal insani yang dimaksud, disini istilah modal atau capital dalam konsep
modal manusia. Ada 6 komponen dari Modal Manusia, yaitu:
- Model Intelektual
- Model Emosional
- Model Sosial
- Model Ketabahan
- Model Etika/Moral
- Modal Kesehatan Fisik/Jasmani

II.Isu-Isu Kontemporer
Saat ini konsep negara, bangsa dan nasionalisme dalam konteks Indonesia
sedang berhadapan dengan dilema antara globalisasi dan etnik nasionalisme
yang harus disadari sebagai perubahan lingkungan strategis. Globalisasi
dengan pasar bebas sebenarnya adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dan
bentuk dari konsekuensi logis dari interaksi peradaban dan bangsa. Fenomena
ini menuntut setiap PNS mengenal dan memahami secara kritis terkait isu-isu
strategis kontemporer. Isu-isu tersebut yaitu:
1. Korupsi
2. Narkoba
3. Terorisme dan Radikalisme
4. Money Laundry
5. Proxy War
6. Kejahatan Mass Communication

III. Teknik Analisis Isu


A. Isu Kritikal
Isu kritikal secara umum terbagi ke dalam tiga kelompok berbeda
berdasarkan tingkat urgensinya, yaitu Isu saat ini (current issue), Isu
berkembang (emerging issue), dan Isu potensial. Terdapat 3 (tiga)
kemampuan yang dapat mempengaruhi dalam mengidentifikasi dan/atau
menetapkan isu, yaitu kemampuan Enviromental Scanning, Problem
Solving, dan berpikir Analysis.

B. Teknik Tapisan Isu


Dalam proses penetapan isu yang berkualitasl, sebaiknya Anda
menggunakan kemampuan berpikir kiritis yang ditandai dengan
penggunaan alat bantu penetapan kriteria kualitas salah satu nya
Tugas disusun oleh :
Dewi Ratna Delima Sitanggang / NIP : 199610032022032001

menggunakan Teknik Tapisan dengan menetapkan rentang penilaian pada


kriteria;
1. Aktual
Aktual artinya isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dalam masyarakat.
2. Kekhalayakan
Kekhalayakan artinya Isu tersebut menyangkut hajat hidup orang
banyak.
3. Problematik
Problematik artinya Isu tersebut memiliki dimensi masalah yang
kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya secara
komperehensif
4. Kelayakan
Kelayakan artinya Isu tersebut masuk akal, realistis, relevan, dan dapat
dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya
Alat bantu tapisan lainnya misalnya menggunakan kriteria;
1. Urgency
Urgency yaitu seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis
dan ditindaklanjuti.
2. Seriousness
Seriousness yaitu seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang akan ditimbulkan.
3. Growth
Growth yaitu seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut
jika tidak ditangani segera.

C. Teknik Analisis Isu


Alat bantu untuk menganalisis Isu ada beberapa, yaitu;
1. Mind Mapping
Mind mapping adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan
menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk
membentuk kesan
2. Fishbone Diagram
Fishbone diagram akan mengidentifikasi berbagai sebab potensial dari
satu efek atau masalah, dan menganalisis masalah tersebut melalui sesi
brainstorming.
3. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah suatu metoda analisis yang digunakan untuk
menentukan dan mengevaluasi, mengklarifikasi dan memvalidasi
perencanaan yang telah disusun, sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai. Analisis SWOT bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor
secara sistematis untuk merumuskan suatu strategi.

D. Analisis Kesenjangan atau Gap Analysis


Gap Analysis adalah perbandingan kinerja aktual dengan kinerja potensial
atau yang diharapkan. Metode ini merupakan alat evaluasi bisnis yang
menitikberatkan pada kesenjangan kinerja perusahaan saat ini dengan
kinerja yang sudah ditargetkan sebelumnya.
Tugas disusun oleh :
Dewi Ratna Delima Sitanggang / NIP : 199610032022032001

Ringkasan Modul 3
Kesiapsiagaan Bela Negara

I. Konsep Kesiapsiagaan Bela Negara


A. Konsep Kesiapsiagaan Bela Negara
Kesiapsiagaan merupakan suatu keadaan siap siaga yang dimiliki oleh
seseorang baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi
situasi kerja yang beragam. Konsep bela negara menurut kamus besar
bahasa Indonesia berasal dari kata bela yang artinya menjaga baik-baik,
memelihara, merawat, menolong serta melepaskan dari bahaya.
Maka, Kesiapsiagaan Bela Negara adalah suatu keadaan siap siaga yang
dimiliki oleh seseorang baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam
menghadapi situasi kerja yang beragam yang dilakukan berdasarkan
kebulatan sikap dan tekad secara ikhlas dan sadar disertai kerelaan
berkorban sepenuh jiwa raga yang dilandasi oleh kecintaan terhadap Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI
1945 untuk menjaga, merawat, dan menjamin kelangsungan hidup
berbangsa dan bernegara.
B. Kesiapsiagaan Bela Negara dalam Latsar CPNS
Dalam modul ini, kesiapsiagaan yang dimaksud adalah kesiapsiagan Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam berbagai bentuk pemahaman konsep
yang disertai latihan dan aktvitas baik fisik maupun mental untuk mendukung
pencapaian tujuan dari Bela Negara dalam mengisi dan menjutkan cita cita
kemerdekaan. Adapun berbagai bentuk kesiapsiagaan dimaksud adalah
kemampuan setiap CPNS untuk memahami dan melaksanakan kegiatan olah
rasa, olah pikir, dan olah tindak dalam pelaksanaan kegiatan keprotokolan
yang di dalamya meliputi pengaturan tata tempat, tata upacara (termasuk
kemampuan baris berbaris dalam pelaksaan tata upacara sipil dan kegiatan
apel), tata tempat, dan tata penghormatan yang berlaku di Indonesia sesuai
peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
C. Manfaat Kesiapsiagaan Bela Negara
Apabila kegiatan kesiapsiagaan bela negara dilakukan dengan baik, maka
dapat diambil manfaatnya antara lain:
1. Membentuk sikap disiplin waktu, aktivitas, dan pengaturan kegiatan lain.
2. Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan
seperjuangan.
3. Membentuk mental dan fisik yang tangguh.
4. Menanamkan rasa kecintaan pada bangsa dan patriotisme sesuai dengan
kemampuan diri.

II. Kemampuan Awal Bela Negara


A. Kesehatan Jasmani
Anda akan semakin tinggi. Kesehatan jasmani atau kesegaran jasmani
adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya
dalam batas fisiologi terhadap keadaan lingkungan (ketinggian, kelembapan
suhu, dan sebagainya) dan atau kerja fisik yang cukup efisien tanpa lelah
secara berlebihan. Kesehatan jasmani merupakan kesanggupan dan
kemampuan untuk melakukan kerja atau aktifitas, mempertinggi daya kerja
dengan tanpa mengalami kelelahan yang berarti atau berlebihan. Kesehatan
Tugas disusun oleh :
Dewi Ratna Delima Sitanggang / NIP : 199610032022032001

jasmani dapat terganggu bukan karena adanya penyakit yang betulbetul


mengenai jasmani itu, akan tetapi rasa sakinya dapat ditimbulkan akibat jiwa
yang tidak tenteram, penyakit yang seperti ini disebut psychosomatic.
B. Etika, Etiket, dan Moral
1. Etika
Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta dalam
Bertens, 2011), etika mempunyai arti sebagai: “ilmu pengetahuan tentang
asas-asas akhlak (moral)”.
2. Etiket
Etiket adalah sebagai bentuk aturan tertulis maupun tidak tertulis
mengenai aturan tata krama, sopan santun, dan tata cara pergaulan
dalam berhubungan sesama manusia dengan cara yang baik, patut, dan
pantas sehingga dapat diterima dan menimbulkan komunikasi, hubungan
baik, dan saling memahami antara satu dengan yang lain.
3. Moral
Moral adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
C. Kearifan Lokal
Kearifan lokal adalah hasil pemikiran dan perbuatan yang diperoleh manusia
di tempat ia hidup dengan lingkungan alam sekitarnya untuk memperoleh
kebaikan. Kearifan Lokal dapat berupa ucapan, cara, langkah kerja, alat,
bahan dan perlengkapan yang dibuat manusia setempat untuk menjalani
hidup di berbagai bidang kehidupan manusia. Kemudian Kearifan Lokal pun
dapat berupa karya terbarukan yang dihasilkan dari pelajaran warga setempat
terhadap bangsa lain di luar daerahnya.

III. Kegiatan Kesiapsiagaan Bela Negara


A. Peraturan Baris Berbaris
PBB bertujuan untuk mewujudkan disiplin yang prima, agar dapat menunjang
pelayanan yang prima pula, juga dapat membentuk sikap, pembentukan
disiplin, membina kebersamaan dan kesetiakawanan dan lain sebagainya.
B. Keprotokolan
Keprotokolan adalah pengaturan yang berisi norma-norma atau aturan-aturan
atau kebiasaan-kebiasaan mengenai tata cara agar suatu tujuan yang telah
disepakati dapat dicapai. Kewaspadaan Dini
Kemampuan kewaspadaan dini ialah kemampuan yang dikembangkan untuk
mendukung sinergisme penyelenggaraan pertahanan militer dan pertahanan
nirmiliter secara optimal, sehingga terwujud kepekaan, kesiagaan, dan
antisipasi setiap warga negara dalam menghadapi potensi ancaman.
C. Membangun Tim
Kemampuan dalam membangun tim bisa dibuat dengan melakukan beberapa
permainan yang bisa membuat sesame tim menjadi kompak.
D. Caraka Malam dan Api Semangat Bela Negara
Caraka “malam” atau jurit malam bertujuan untuk menanamkan disiplin,
keberanian, semangat serta loyalitas dan kemampuan peserta Latsar CPNS
dalam melaksanakan tugas dengan melewati barbagai bentuk godaan,
cobaan serta kemampuan memegang/penyimpanan rahasia organisasi dan
rahasia negara