Anda di halaman 1dari 2

Urolithiasis y Definisi : 1. Pembentukan batu saluran kemih 2.

Keadaan sakit yang disebabkan oleh adanya batu di saluran kemih Batu dapat ditemukan sepanjang traktus urinarius, terutama berasal dari ginjal, disebut kalkuli. y Klasifikasi : Berdasarkan lokasi terbentuknya dan letaknya o nephrolithiasis (batu ginjal) o ureterolithiasis (batu ureter) o cystolithiasis (batu vesica urinaria)

Ureterolithiasis y Definisi : - Pembentukan batu di ureter (Dorland) - Kalkulus atau batu di dalam ureter (Sue Hinchliff, 1999 Hal 451) y Etiologi : o Etiologi pembentukan batu meliputi idiopatik, gangguan aliran kemih, gangguan metabolisme, infeksi saluran kemih oleh mikroorganisme, dehidrasi, benda asing, jaringan mati dan faktor-faktor lain (www.detikhealth.com/konsultasi/ urologi/html, 07 Oktober 2003 Jam 09.00). o Batu ureter pada umumnya berasal dari batu ginjal yang turun ke ureter. Gerakan peristaltik ureter mencoba mendorong batu ke distal, sehingga akan menimbulkan kontraksi yang kuat. Batu dapat terbentuk di seluruh saluran kemih, terutama pada tempat-tempat yang sering mengalami hambatan aliran urin (stasis urin), yaitu pada system kalises ginjal atau buli buli. o Kecenderungan terjadinya batu menurut para penyidik mengikuti suatu tata cara tertentu yaitu: 1. Adanya supersaturasi dari zat pembentuk batu. 2. Adanya faktor yang menyebabkan kristalisasi zat tersebut 3. Adanya zat yang menyebab kristal berkumpul jadi satu. Dasar (R. Sjamsuhidajat, 1998 Hal. 1027). y Insidensi : o Jenis Kelamin data menunjukan bahwa batu saluran kencung banyak ditemukan pada pria. o Ras Batu saluran kencing banyak ditemukan di Afrika dan Asia sedangkan pada penduduk Amerika dan Eropa jarang. o Keturunan Ternyata keluarga batu saluran kencing lebih banyak mempunyai kesempatan untuk menderita batu saluran kencing dari pada orang lain. o Air minum Memperbanyak diuresis dengan cara banyak minum akan mengurangi kemungkinan trebentuknya batu sakuran kemih, sedangkan bila kurang minum menyebabkan kadar semua substansi dalam urin akan meningkat dan akan mempermudah pembentukan batu saluran kemih. o Pekerjaan pekerja-pekerja yang banyak bergerak misalya buruh dan petani akan mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadinya batu saluran kemih bila dibandingkan dengan pekerja yang lebih banyak duduk.

o Makanan Pada golongan masyarakat yang lebih banyak makanan protein hewani angka morbiditas batu saluran kemih berkurang. o Suhu Tempat yang bersuhu panas misalnya didaerah panas menyebakan banyak mengeluarkan keringat, akan mengurangi produksi urin dan mempermudah pembentukan batu sakuran kemih. Epidemiologi : o Penyakit ini dapat menyerang penduduk di seluruh dunia tidak terkecuali penduduk di negara Indonesia. Angka kejadian penyakit ini tidak sama di berbagai belahan bumi. Di negara-negara berkembang banyak dijumpai pasien batu buli-buli sedangkan di negara maju lebih banyak dijumpai penyakit batu saluran kemih bagian atas; hal ini karena adanya pengaruh status gizi dan aktivitas pasien sehari-hari. o Di Amerika Serikat 5 10% penduduknya menderita penyakit ini, sedangkan di seluruh dunia rata-rata terdapat 1 12 % penduduk menderita batu saluran kemih (Basuki, 2000 Hal. 62). Faktor risiko : o Faktor-faktor yang berperan dalam pembentukan batusaluran kemih dibagi atas 2 golongan : 1. Faktor Endogen : misalnya faktor genetik-familial pada hipersistinuria, hiperkalsuria primer dan hiperoksanuria primer. 2. Faktor Eksogen : misalnya faktor lingkungan, pekerjaan yang banyak mengeluarkan keringat misalnya buruh bangunan, makanan, infeksi, dan kejenuhan mineral di dalam air minum.

Dafpus : y Dorland y Purnomo, B. Basuki, Dasar-dasar Urolog , cetakan I, CV. Infomedika, Jakarta, 2000 y www.detikhealth.com/konsultasi/ urologi/html, 07 Oktober 2003 Jam 09.00 y Wim de Jong dan Sjamsuhidayat, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi, EGC, Jakarta, 1998