Anda di halaman 1dari 7

4.4.

Rencana Strategi

No Masalah Tujuan Uraian Kegiatan Indikator keberhasilan Waktu PJ

1. M1 (Ketenagakerjaan)

1. Jumlah perawat masih 1. Jumlah perawat 1.a. Memodifikasi dan memanfaatkan 1.a. Pemenuhan kebutuhan dasar Tanti Herawati,
belum sebanding sebanding dengan tenaga yang telah ada di ruangan pasien terpenuhi dan pasien SST
dengan jumlah pasien. jumlah pasien. untuk tindakan non invasive menyatakan puas dengan
misalnya POS atau pembantu pelayanan yang ada.
perawat maupun mahasiswa yang b. Beban kerja perawat tidak
praktek. terlalu tinggi karena ada
b. Mengatur dan menjadwalkan tenaga yang membantu.
perawat yang akan mengambil
cuti kecuali pada perawat yang
punya urusan mendadak,
sehingga tenaga yang ada di
ruangan mencukupi.

Keterangan jam kerja:


2. Kurang disiplinnya 2. Perawat menjadi 2.a. Kepala ruangan memotivasi 2.a. Perawat tiba di ruangan tepat
perawat ruangan. disiplin atau perawat untuk meningkatkan waktu sesuai shift. Shift Pagi =07.00-14.00
meningkatkan kinerjanya dan memberikan b. Kinerja perawat baik dan
kedisiplinannya penghargaan bagi perawat yang memuaskan (pasien Shift Siang =14.00-21.00 Tanti Herawati,
kompeten. menyatakan puas) akan SST
b. Kepala ruangan harus tegas dalam pelayanan yang diberikan. Shift Malam =21.00-07.00
memberi sanksi pada perawat
yang terlambat dan
mengingatkan agar tidak
mengulangi
ketidakdisiplinannya.

3. Rendahnya 3. Kebutuhan perawat 3.a. Kepala ruangan mengajukan 3.a. Pendapatan perawat Tanti Herawati,
kesejahteraan perawat terpenuhi dengan baik. permohonan kepada Rumah Sakit meningkat. SST
untuk meningkatkan intensif b. Perawat menyatakan
perawat atau tunjangan pokok kebutuhan dasarnya dapat
perawat. terpenuhi dengan baik.
b. Kepala ruangan memberikan
kesempatan pada perawat untuk
melakukan usaha informal legal di
ruangan misal :
- Bersama-sama menjual minuman
botol.
- Menjual snack atau air mineral
tanpa mengganggu kinerja
perawat ruangan dalam melayani
pasien.

2. M2
(Sarana & Prasarana)

1. Sarana dan prasarana 1. Sarana dan 1. Mensosialisasikan kepada semua


yang dimiliki ruangan prasarana ruangan perawat tentang ruangan dan alat-alat 1.a Nurse Station digunakan Tanti Herawati,
belum terpakai secara dapat dimanfaatkan yang masih belum difungsikan dengan sebagai ruang pertemuan SST
optimal. seoptimal mungkin. memberikan data tentang ruangan dan perawat, tidak digunakan
alat-alat yang belum digunakan secara untuk selain itu.
optimal b. Semua peralatan
perawatan dapat digunakan
dengan baik.

2. Jumlah peralatan tidak 2. Jumlah 2. Membuat rencana anggaran dana 2. Semua pasien mendapatkan Tergantung kebijakan Tanti Herawati,
sesuai dengan rasio peralatan tercukupi untuk menambah atau memperbaiki sarana dan prasarana institusi RS SST
pasien. sarana dan prasarana. perawatan yang sesuai.

3. M3 (Metode)

3.1 Penerapan Model

1. Kurangnya 1. Meningkatkan 1.a. Mendelegasikan perawat ruangan 1. Perawat menggunakan a. Minggu I & III Lya F. Amd.Keb.
kemampuan perawat kemampuan ke pelatihan maupun jenjang asuhan keperawatan TIM
dalam pelaksanaan perawat sesuai pendidikan yang lebih tinggi yang telah dipakai ruangan
model MAKP yang dengan model yang b. Diadakan diskusi rutin antara Karu dengan benar hal ini
telah ada. digunakan. dan anggotanya diobservasi dari pernyataan b. Diskusi tiap minggu hari
c. Adakan fasilitas penunjang seperti dan tindakan perawat akan ke- 3
buku maupun makalah tentang kemampuannya c. Minggu I
kasus-kasus yang ada di ruangan.

2.a. Diadakannya evaluasi pemahaman


2. Hanya sedikit perawat tentang kebutuhan pasien 2. Perawat memahami Setiap Minggu pada hari ke-
perawat yang 2. Semua secara holistic kebutuhan holistic pasien dan 5 Lya F. Amd.Keb.
mengetahui perawat mengetahui b. Adanya seminar/pelatihan tentang perntaan yang dikemukaan
kebutuhan kebutuhan kebutuhan dasar perawatan manusia dari pasien tentang
perawatan pasien perawatan yang yang diikuti oleh perawat ruangan kepuasannya
secara pasien butuhkan yang belum memahami hal
komperehensif. secara holistic tersebut.
c. Sosialisasi model yang saat ini
digunakan kepada semua perawat
dengan pemahaman KDM pasien
yang lebih diutamakan.

3. Membentuk rincian dan


pembagian kerja antara masing-
masing perawat dan
disosialisasikan

3. Kurangnya jumlah 3. Adanya 3. Adanya tambahan Minggu ke-2 Tanti


tenaga yang tambahan tenaga Perlu dikoordinasikan dengan bagian tenaga keperawatan Herawati,SST.
membantu keperawatan maupu kepegawaian (HRD)
optimalisasi POS
penerapan model
yang digunakan.

3.2 Dokumentasi
Keperawatan

1. Pemahaman dan 1. Semua 1.a. Terus dilakukan sosialisasi format 1.a. Format pendoku-mentasian Minggu ke 3 - Lya F.,
pengaplikasian perawat mengerti dan latihan-latihan keperawatan terisi dengan AMd.Keb.
perawat tentang dan bisa pendokumentasian yang benar dan baik dan benar oleh semua - Wulandari,
format mengaplikasikan tepat terhadap semua perawat perawat ruangan AMd.Kep
pendokumentasian format pendoku- b. Kepala ruangan memberikan b. Meningkatnya keinginan - Novy W.,
kurang benar dan mentasian motivasi dan dukungan kepada perawat untuk terus belajar Amd.Kep.
kurang tepat. keperawatan semua perawat agar mampu dan melakukan
dengan benar dan melakukan dokumentasi pendokumentasian
tepat keperawatan dengan benar keperawatan yang benar dan
tepat

- Lya F.,
2. Kurang 2.a. Kepala ruangan melakukan supervisi 2.a. Penilaian pendokumentasian Setiap minggu pada hari ke- AMd.Keb.
disiplinnya perawat 2. Meningkatkan dan menganalisa terhadap hasil keperawatan didasarkan pada 5 - Wulandari,
dalam melakukan kedisiplinan pendoku-mentasian asuhan masalah keperawatan klien, AMd.Kep
dokumentasi yang perawat dalam keperawatan yang dilakukan oleh serta pendoku-mentasian - Novy W.,
komprehensif melakukan perawat setiap dilakukan timbang keperawatan segera dilakukan Amd.Kep.
pendokumentasian terima serta memberikan masukan setelah melakukan tindakan
keperawatan secara yang positif pada perawat sehingga respon klien dapat
komprehensif terpantau pada lembar
evaluasi

b. Kepala ruangan memberi-kan b. Meningkatnya minat semua


dukungan dan motivasi bagi semua perawat ruangan untuk
perawat serta reward bagi perawat melakukan pendokumentasian Setiap saat (insidental)
yang telah melakukan keperawatan secara lengkap
pendokumentasian keperawatan dan tepat waktu
secara lengkap dan tepat waktu
3.3 Ronde Keperawatan
1. Ronde keperawatan
belum terlaksana 1. Ronde keperawatan 1. Ronde keperawatan baiknya 1. a. Pasien menyatakan 15-45 menit setiap Minggu Tanti Herawati,
secara optimal atau dapat terlaksana dilaksanakan secara rutin dan telah kepuasannya dengan ke II dan IV: SST.
secara rutin karena dengan optimal dan ditetapkan jadwal tertentu agar pelayanan yang telah 1. 5 menit pra ronde
kesempatan perawat rutin sesuai dengan ronde lebih terjadwal dan masalah diberikan oleh perawat dan 2. 30 menit
yang terbatas. jadwal yang telah yang terjadi di ruangan dapat lebih dalam hal mengatasi pelaksanaan
ditetapkan oleh cepat teratasi, misalnya 2x dalam masalah keperawatan yang 3. 10 menit pasca
kepala ruangan. sebulan dan dilaksanakan minimal dialami pasien ronde
30 menit dan dipimpin oleh kepala b. Ronde keperawatan dapat
ruangan. terlaksana sesuai dengan
jadwal yang telah
ditetapkan dan dipimpin
2. Tim yang dibentuk 2. Tim atau perawat 2. Tim yang dibentuk harusnya tidak oleh kepala ruangan.
hanya cukup mampu yang terlibat dalam hanya cukup mampu saja tetapi
membantu dalam ronde keperawatan harus mampu dalam 2. Tim yang dibentuk dalam
pelaksanaan ronde mampu menyelesaikan tugas yang ada pelaksanaan ronde
keperawatan dan menyelesaikan dan khususnya yang berkaitan dengan keperawatan mampu
penyelesaian tugas mengatasi masalah ronde keperawatan, agar mengatasi masalah
yang berkaitan keperawatan pelaksanaan ronde lebih optimal keperawatan yang terjadi
dengan masalah yang sehingga ronde dan masalah keperawatan yang dan membantu dalam
dibahas dalam ronde keperawatan dapat terjadi di ruang rawat inap ibu dan pelaksanaan ronde
keperawatan. terlaksana dengan masalah yang perlu yang perhatian keperawatan agar lebih
baik. khusus di ruang rawat inap ibu optimal.
dapat segera teratasi

3. Pelatihan dan diskusi 3. Pelatihan dan 3. a. Pelatihan sebaiknya diikuti oleh 3. Pelatihan dan diskusi dapat
yang berkaitan diskusi dapat seluruh perawat agar perawat terlaksana dengan baik dan Tanti Herawati,
dengan masalah yang terlaksana dengan mengerti dan mampu mengatasi diikuti oleh semua perawat SST.
terjadi di ruangan baik, terjadwal dan masalah yang terjadi di ruangan. ruangan sehingga perawat
telah dilaksanakan semua perawat mengerti dan mampu Minggu II dan dilaksanakan
tetapi hanya diikuti diharapkan turut mengatasi masalah selama 30-60 menit.
oleh sebagian dari serta dalam keperawatan yang terjadi
perawat (sekitar pelatihan dan b. Pelatihan dan diskusi sebaiknya
54,5%). diskusi. dijadwalkan secara teratur agar
perawat dapat membagi waktu dan
kesempatan yang ada.
3.4 Sentralisasi Obat
1. Pelaksanaan 1. Optimalnya 1.a. Supervisi selalu mengontrol 1. Pelaksanaan sentralisai obat Desember 2014
sentralisasi obat pelaksanaan terlaksananya sentralisasi obat berjalan dengan pengawasan
belum optimal sentralisasi obat b. Pemahaman pentingnya supervisi secara optimal
sentralisasi obat oleh semua
perawat
2. Adanya format persetujuan
2. Selama ini belum ada 2. Adanya format 2.a. Mengadakan inventarisasi keperluan sentralisai obat Desember 2014
format persetujuan persetujuan penunjang sentralisasi obat
sentralisai obat untuk sentralisasi obat termasuk format persetujuan.
pasien. bagi pasien b. Pelatihan kemampuan komunikasi
kepada pasien dalam penyampain
persetujuan sentralisasi obat

3. Alat-alat kesehatan 3. Alat-alat kesehatan 3.a. Pengadaaan alat-alat penunjang 3. Adanya alat-alat bantu Tergantung kebijakan
hanya sebagian ada tercukupi kesehatan pasien kesehatan yang mencukupi institusi
dengan jumlah b. Lobi kepada pimpinan tentang
terbatas. penambahan alat-alat kesehatan

4. Teknik sentralisasi 4. Teknik sentralisasi 4. Membuat rincian teknis sentralisasi 4. Adanya lampiran teknis November 2014
obat belum jelas obat jelas. obat. sentralisasi obat

3.5 Supervisi
1. Supervisi sudah 1. Terciptanya a. Supervisor menetapkan kegiatan 1. Adanya uraian, program Minggu ke I dan II Tanti Herawati,
berjalan namun program kerja dan yang akan disupervisi dan kerja, dan tujuan tentag SST.
belum optimal, uraian yang jelas menetapkan tujuan yang jelas kegiatan supervisi yang baku
belum ada uraian sesuai standar yang untuk setiap supervisi. di ruangan.
yang jelas mengenai telah ditetapkan b. Supervisor menetapkan uraian 2. Kegiatan supervisi menjadi
supervisi. yang jelas tentang proses supervisi kegiatan pokok dan rutin
kepada seluruh perawat mulai dari dilakukan di ruangan.
persiapan hingga pembinaan (3F). 3. Seluruh staf keperawatan
c. Memasukkan kegiatan supervisi telah medapatkan pelatihan
dalam rencana kegiatan bulanan di dan sosialisasi tentang
ruangan tersebut. supervisi
d. Mengadakan kegiatan pelatihan
dan sosialisasi tentang supervisi
kepada seluruh perawat agar
memahami tentang supervisi.

2. Supervisi di ruangan 2. Tersedianya format a. Mensosialisasikan kepada kepala Adanya format supervisi yang Minggu I
belum mempunyai supervisi yang baku ruangan dan seluruh staf baku di ruangan untuk setiap
format yang baku. di ruangan sesuai keperawatan tentang perlunya tindakan keperawatan.
standar format baku supervisi untuk setiap
keperawatan untuk tindakan keperawatan sesuai
setiap tindakan. standar keperawatan.
b. Membuat usulan format supervisi
yang baku untuk setiap tindakan
keperawatn di ruangan sesuai
dengan standar keperawatan.
c. Memberikan contoh penerapan
format baku untuk supervisi
kepada perawat di ruangan.
3.6 Timbang Terima
1. Perawat kurang Perawat dapat a. Perawat yang akan mengikuti a. Perawat sudah siap 15 menit Minggu ke 1 - Lya F.,
disiplin menggunakan waktu timbang terima harus siap sebelum timbang terima AMd.Keb.
seefektif mungkin maksimal 15 menit sebelum dilaksanakan - Wulandari,
timbang terima dimulai b. Pelanggaran maksimal 1 kali AMd.Kep
b. Jika terlambat lebih dari tiga kali dalam 1 minggu - Novy W.,
dalam sebulan,bonus akhir bulan Amd.Kep.
tidak akan diberikan pada perawat
yang bersangkutan

2. Perawat kesulitan Perawat lebih mudah a. Membuat polling tentang hal-hal Dokumentasi timbang terima Setiap timbang terima
mendokumentasikan mendokumentasikan yang dibutuhkan dalam kegiatan lengkap
timbang terima laporan timbang terima timbang terima
karena form nya b. Menyusun hasil polling untuk
kurang sistematis membuat form yang lebih
sistematis dan aplikatif

3. Dokumentasi Perawat dapat menyusun a. Perawat membiasakan diri untuk Rencana tindakan yang disusun
timbang terima masih rencana tindakan dengan mendokumentasikan setiap hasil tepat pada sasaran Setiap timbang terima
terbatas sehingga spesifik pemeriksaan
penyusunan rencana b. Perawat harus membuat rumusan
tindakan belum rencana tindakan dari hasil
spesifik pengkajian yang didapat
c. Perawat selalu mengevaluasi
perkembangan kondisi pasien
untuk merumuskan rencana
tindakan yang tepat
3.7 Discharge Planning
Discharge planning belum Terlaksananya discharge 1. Membuat perencanaan tentang 1. Perawat melakukan discharge Sesuai dengan respond an Tanti Herawati,
terlaksana sesuai dengan planning sesuai dengan discharge planning yang sesuai planning sesuai dengan kondisi pasien saat itu. SST.
standart yang baku. standard an dengan standar. perencanaan melaksanakan
meningkatkan 2. Membuat jadwal untuk melakukan discharge planning sesuai
kemampuan perawat discharge planning yang dilakukan standar.
dalam memberikan oleh perawat. 2. Pasien dan keluarga pasien
pendidikan kesehatan 3. Membuat brosur atau leaflet tentang mengerti dan memahami
(discharge planning) saat pengertian penyakit, pencegahan, penjelasan tentang
pasien akan pulang. perawatan, nutrisi, aktivitas dan penyakitnya, pencegahan,
istirahat. perawatan, nutrisi, aktivitas
4. Membuat rencana anggaran dana maupunistirahatnya sesuai
yang disediakan untuk mendukung dengan brosur yang sudah
pelaksanaan discharge planning diberikan.
seperti untuk membuat pster dan 3. Adanya brosur dan leaflet
leaflet. tentang penyakit yang di
5. Mendokumentasikan pelaksaan derita oleh masing-masing
discharge planning pasien.
4. Tercatatnya semua kegiatan
discharge planning yang
sudah dilakukan oleh para
perawat.

Anda mungkin juga menyukai