Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan


kesehatan masyarakat telah di bangun UPT Puskesmas. Puskesmas adalah
unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu.
Puskesmas berfungsi sebagai :
1. Pelaksana Upaya Kesehatan Masyarakat Tingkat Pertama di wilayah
kerjanya
2. Pelaksana Upaya Kesehatan Perorangan Tingkat Pertama di wilayah
kerjanya.
3. Sebagai tempat wahana pendidikan.
Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upaya
kesehatan, UPT Puskesmas dilengkapi dengan instrumen manajemen yang
terdiri dari :
1. Perencanaan tingkat Puskesmas
2. Lokakarya Mini Puskesmas
3. Penilaian Kinerja Puskesmas dan Manajemen Sumber Daya termasuk alat,
obat, keuangan dan Tenaga serta didukung dengan manajemen sistem
pencatatan dan pelaporan disebut Sistem Informasi Manajemen Puskesmas
(SIMPUS) dan upaya peningkatan mutu pelayanan (antara lain melalui
penerapan qualityassurance).
Mempertimbangkan rumusan pokok-pokok program dan program-
program unggulan sebagaimana disebutkan dalam Rencana Strategis
Kementerian Kesehatan dan program spesifik daerah, maka area program
yang akan menjadi prioritas di suatu daerah, perlu dirumuskan secara
spesifik oleh daerah sendiri demikian pula strategi dalam pencapaian
tujuannya, yang harus disesuaikan dengan masalah, kebutuhan serta potensi
setempat.
Puskesmas merupakan ujung tombak terdepan dalam pembangunan
kesehatan, mempunyai peran cukup besar dalam upaya mencapai
pembangunan kesehatan. Untuk mengetahui tingkat kinerja Puskesmas, perlu
diadakan Penilaian Kinerja Puskesmas.

1
B. Pengertian Penilaian Kinerja Puskesmas

Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) adalah suatu upaya untuk melakukan


penilaian hasil kerja/prestasi Puskesmas. Pelaksanaan penilaian dimulai dari
tingkat Puskesmas sebagai instrumen mawas diri karena setiap Puskesmas
melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri, kemudian Dinas Kesehatan
Kabupaten Way Kanan melakukan verifikasi hasilnya. Adapun aspek penilaian
meliputi hasil pencapaian cakupan dan manajemen kegiatan termasuk mutu
pelayanan atas perhitungan seluruh Puskesmas. Berdasarkan hasil verifikasi,
Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan bersama Puskesmas dapat
menetapkan Puskesmas kedalam kelompok (I, II, III) sesuai dengan
pencapaian kinerjanya. Pada setiap kelompok tersebut, Dinas Kesehatan
Kabupaten Way Kanan dapat melakukan analisa tingkat kinerja puskesmas
berdasarkan rincian nilainya, sehingga urutan pencapaian kinerjanya dapat
diketahui, serta dapat dilakukan pembinaan secara lebih mendalam dan
terfokus.
C. Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
a) Tujuan Umum
Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara optimal
dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan
kabupaten Way Kanan.
b) Tujuan Khusus
1) Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu
kegiatan serta manajemen puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
2) Mendapatkan masukan untuk penyusunan rencana kegiatan ditahun
yang akan datang.
3) Dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari penyebab
masalah di wilayah kerjanya berdasarkan kesenjangan pencapaian
kegiatan.
4) Dapat menetapkan tingkat urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan
segera pada tahun yang akan datang berdasarkan prioritasnya.
5) Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun berdasarkan
urutan peringkat kategori kelompok puskesmas.
2. Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas:
a) Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan
dibandingkan dengan target yang harus dicapai.
b) Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari

2
penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan di
wilayah kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan pencapaian kinerja
puskesmas (out put dan outcome)
c) Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan dapat
menetapkan tingkat urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera
pada tahun yang akan datang berdasarkan prioritasnya.
d) Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan dapat menetapkan dan
mendukung kebutuhan sumber daya puskesmas dan urgensi pembinaan
puskesmas.
D.RuangLingkup
Indikator dan penilaian kinerja puskesmas meliputi antara lain :
1. Pelayanan UKM Esensial Puskesmas
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Kesehatan Lingkungan
c. Upaya Pelayanan KIA–KB
d. Upaya Pelayanan Giz
e. Upaya Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular dan tidak
menular
2. Pelayanan UKM Pengembangan
a. Keperawatan Kesehatan Masyarakat
b. Upaya Kesehatan Jiwa
c. Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat
d. Upaya Kesehatan Tradisional
e. Upaya Kesehatan Olahraga
f. Upaya Kesehatan Kerja
g. Upaya Kesehatan Indera
h. Upaya Kesehatan Lanjut Usia
i. Upaya Kesehatan Matra
3. Pelayanan UKP
a. Pelayanan Rawat Jalan
b. Pelayanan Gawat Darurat
c. Pelayanan Kefarmasian
d. Pelayanan Laboratorium
e. Pelayanan Rawat Inap
4. Manajemen
a. Manajemen Umum
b. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat
c. Manajemen Peralatan
3
d. Manajemen Sarana Prasarana
e. Manajemen Keuangan BLUD
f. Manajemen Sumber Daya Manusia
g. Manajemen Pelayanan Kefarmasian
h. Manajemen Data dan Informasi
i. Manajemen Program UKM Esensial
j. Manajemen Program UKM Pengembangan
k. Manajemen UKP
l. Manajemen Mutu
5. Mutu
a. Survei Kesehatan Masyarakat
b. Survei Kepuasan Pasien
c. Penanganan Pengaduan Pasien
d. Sasaran Keselamatan Pasien
e. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Penilaian terhadap kegiatan upaya kesehatan wajib puskesmas yang telah


ditetapkan di tingkat kabupaten dan kegiatan upaya kesehatan pengembangan
dalam rangka penerapan dua fungsi puskesmas yang diselenggarakan melalui
pendekatan kesehatan masyarakat, dengan tetap mengacu pada kebijakan dan
strategi untuk mewujudkan visi dan misi Puskesmas
E. Visi, Misi, Tata Nilai, dan Motto Puskesmas Blambangan Umpu
1. Visi Terciptanya Pelayanan yang Berkalitas dan Profesional
2. Misi 1 Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat Secara
Optimal Dengan Menggunakan Nilai-Nilai Norma yang
Luhur,
2 Mewujudkan Pelayanan Bidang Kesehatan Yang
Bermutu dan dapat di Pertanggungjawabkan sesuai
Peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku,
3 Memberikan Pelayanan Terpadau dan Profesional
Kepada Seluruh Masyarakat,
3. Tata Nilai CAKEP
4. Motto Melayani Dengan Sehat

F. Gambaran Puskesmas Blambangan Umpu


4
1. Kondis iGeografis
Peta wilayah kerja serta fasilitas pelayanan Puskesmas Blambangan Umpu

Secara geografis, posisi Puskesmas Blambangan Umpu terletak pada -


4.55609O ”Lintang Utara dan 104.502569O ”Bujur Selatan dengan luas
wilayah kerja 228,18 Km2 serta batas wilayah kerja:
a) Sebelah Utara : Kecamatan Negeri Agung
b) Sebelah Selatan : Kecamatan Baradatu
c) Sebelah Timur : Kecamatan Kasui
d) Sebelah Barat : Kecamatan Way Tuba
Kecamatan Blambangan Umpu terletak di wilayah Timur Kabupaten Way
Kanan dengan jarak ± 2 km dari Pusat Kota Way Kanan. Puskesmas
Blambangan Umpu berjarak ± 15 km dari RS Rujukan, dan hal ini merupakan
suatu kemudahan bagi Puskesmas Blambangan Umpu dalam hal melakukan
pelayanan rujukan ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang lebih
tinggi.
Kecamatan Blambangan Umpu sendiri terdiri dari 26 Kampung, dan mempunyai 3
puskesmas yaitu

1) Puskesmas Blambangan Umpu


(wilayah kerja: 1 Kelurahan dan 11 Kampung)
2) Puskesmas Negeri baru
(wilayah kerja: 8 Kampung)
3) Puskesmas Bumi Baru
(wilayah kerja: 6 Kampung)

Tabel 1. Luas wilayah per Kampung dapat dilihat pada tabel berikut ini :

5
LUAS WILAYAH JUMLAH KAMPUNG JARAK KE
NO NAMA KAMPUNG/ PUSKESMAS
KELURAHAN (km2) (km)
Kelurahan Kampung

1 Blambangan Umpu 60,00 √ 1


2 Lemabsung 16,00 2


3 Umpu Bhakti 10,02 3,2


4 Umpu Kencana 10,05 11


5 Karang Umpu 25,00 18


6 Sidoarjo 5,75 16


7 Bumiratu 8,25 20


8 Sriwijaya 6,68 22


9 Bratayudha 6,07 28


10 Sri Rejeki 10,67 23


11 Gedung batin 60,00 31


12 Gedung riang 6,05 40

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa wilayahnya paling luas


adalah Kelurahan Blambangan Umpu dan Kampung Gedung Batin sedangkan
luas wilayah terkecil adalah Kampung Sidoarjo Kampung yang jaraknya
terjauh dari Puskesmas adalah Kampung Gedung Riang sedangkan yang
terdekat adalah Kelurahan Blambangan Umpu
2. Kondisi Demografis
Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Blambangan Umpu tahun
2020 adalah 29.761jiwa, dengan rincian per Kelurahan dan Kampung
seperti dapat dilihat dalam tabel data jumlah penduduk berikut :
Tabel 2. Data jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Blambangan umpu tahun
2020

JUMLAH PENDUDUK
NO NAMA KAMPUNG L P TOTAL

1 Blmbangan Umpu 2.816 2.726 5.542

2 Lembasung 2.014 2.104 4.118

3 Umpu Bhakti 1.509 1.478 2.987

4 Umpu Kencana 808 781 1.589

5 Karang Umpu 1.320 1.561 2.881

6 Sidoarjo 1.153 1.106 2.259

6
7 Sri rejeki 1.153 1.130 2.283

8 Bumiratu 1.261 1.122 2.383

9 Bratayudha 872 901 1.773

10 Sriwijaya 779 799 1.578

11 Gedung Batin 686 660 1.346

12 Gedung Riang 505 517 1.022

Jumlah 14.876 14.885 29.761u

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa penduduk jenis kelamin


Laki-laki lebih banyak dibanding dengan jenis kelamin Pria. Adapun distribusi
penduduk terbanyak terdapat pada Kelurahan Blambangan Umpu
3. Sarana Pelayanan Kesehatan
Secara umum jumlah sarana pelayanan kesehatan yang berada di wilayah
kerja Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020 dapat dilihat pada tabel
berikut:

Tabel 3. Jenis sarana fasilitas kesehatan.

NO JENIS SARANA YAN KES JUMLAH KETERANGAN


1 RSU Pemerintah 0

2 RSU Swasta 0

3 RS Khusus Swasta 0

4 Klinik Swasta 3

5 Puskesmas 1

6 Pustu 3

7 Ponkestren 2

8 Pusling 1

9 Poskesdes 1

10 Apotek 1

11 Dokter Umum Praktek Swasta 6

12 Dokter Gigi Praktek Swasta 0

13 Bidan Praktek Mandiri 10

14 Posyandu 16

15 Rumah Bersalin 0

Total 44
Sumber data: Data Profil Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020

7
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa, sarana kesehatan
terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Blambangan Umpu adalah Upaya
Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yaitu Posyandu, diikuti Bidan Praktek
Mandiri (BPM),dan Dokter Praktek Swasta
4. Ketenagaan
Kualifikasi ketenagaan berdasarkan tingkat pendidikan dan status
kepegawaian di Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020 beserta
jaringannya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4. Tingkat pendidikan.


Status Kepegawaian
No. Pendidikan
PNS P T T KONTRAK TKS
1 Dokter Umum 2 4 0 0

2 Dokter Gigi 0 0 0 0

3 SKM 0 0 1 0

4 S1 Keperawatan 3 0 0 2

5 Akper 9 0 0 1

6 SPK 3 0 0 0

7 AKL 1 0 1 0

8 D3 Perawat Gigi 1 0 0 0

9 AKZI 0 0 1 0

10 S1 / D4 Kebidanan 4 0 0 0

11 AKBID 14 0 0 19

12 D1 1 0 0 0

13 Analis Kesehatan 1 0 0 0

14 D3 Farmasi 1 0 0 0

15 SM Farmasi 0 0 0 1

16 D3 Akupunktur 0 0 0 0

17 Sarjana Umum 0 0 1 1

18 SLTA 2 0 1u 4

19 SLTP 0 0 0 2

JUMLAH 42 4 4 30
Sumber data: Data Kepegawaian Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa, ketenagaan di


Puskesmas Blambangan Umpu sebagian besar berstatus Pegawai Negeri Sipil
kontrak, berpendidikan D3 dan berprofesi sebagai Bidan. Dan pada saat ini
Puskesmas Blambangan Umpu Belum memiliki tenaga Apoteker, Analis
Kesehatan,Dokter Gigi dan Petugas Rekam Medik

8
5. Sarana dan Prasarana Penunjang
Bangunan gedung Puskesmas Blambangan Umpu terdiri dari 1 lantai,
terbagi atas :
Tabel 5. Ruangan Puskesmas.

NO NAMA RUANG Ada / Tidak

1 Ruangan Kepala Puskesmas Ada

2 Ruangan Administrasi Kantor Ada

3 Ruangan Rapat Ada

4 Ruagan pendaftaran dan rekam medic Ada

5 Ruangan Tunggu Ada

6 Ruangan Pemeriksaan Umum Ada

7 Ruangan Tindakan Ada

8 Ruang UGD Ada

9 Ruang Perawatan Laki-laki Ada

10 Ruang Perawatan Perempuan Ada

11 Ruang Perawatan Anak Ada

12 Ruang Isolasi Ada

13 Ruangan KIA KB Ada

14 Ruangan Kesehatan Gigi dan Mulut Ada

15 Ruangan Promosi Kesehatan Ada

16 Ruangan ASI Ada

17 Ruang Farmasi Ada

18 Ruangan persalinan Ada

19 Ruangan rawat paska persalinan Ada

20 Laboratorium Ada

21 Ruangan sterilisasi Ada

22 Ruangan penyelenggaraan makanan Ada

23 Kamar Mandi 4 (petugas dan pasien)

24 Gudang Umum Ada

25 Rumah Dinas 4

26 Garasi Ada
Sumber data : Data Inventaris Barang Puskesmas Blambangan Umpu 2020

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa, ruang pelayanan rawat


jalan adalah Belum memenuhi jumlah ruang Belum terdapat ruangan
pemeriksaan Khusu menurut PMK No 43 Tahun 2019 Tentang Puskesmas
Karena .Tata letak ruang pelayanan pada bangunan Puskesma Blambangan
Umpu belum memperhatikan kelompok zona infeksius dan noninfeksius.
9
Pencahayaan dan penghawaan untuk semua bangunan Puskesmas
dirasa Sudah maksimal, karena setiap ruangan telah tersedia lampu
penerang di semua ruangan pada saat pelayanan.
Dalam rangka pelaksanaan program di Puskesmas beserta jaringannya
dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang yang dapat dilihat pada tabel
sebagai berikut :

Tabel 6. Jenis sarana penunjang

Jumlah Sarana Penunjang


Jenis Sarana
No Penunjang
Kurang Cukup Lebih

1 Obat obatan √

2 Laboratorium √

3 Sterilisator √

4 Alkes lainnya √

5 Genset √

6 Pusling √
Sumber data : Data Inventaris Barang Puskesmas Blambangan Umpu,
Berdasarkan PMK No 43 Tahun 2019, maka sarana penunjang yang
sama sekali belum terpenuhi adalah : Alkes Pusling

BAB II
PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA

10
Penilaian Kinerja Puskesmas adalah Penilaian yang dilakukan oleh
tenaga Puskesmas sebagai instrument mawas diri untuk mengukur tingkat
capaian kinerja Puskesmas. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Puskesmas meliputi
serangkaian kegiatan sebagai berikut :
1. Pengumpulan data
2. Pengolahan Data, meliputi pengisian dan penghitungan capaian hasil PKP
3. Penyajian data PKP bulanan dan tiga bulanan dalam bentuk grafik sarang
laba –laba
4. Analisa kinerja yang meliputi indetifikasi masalah, menentukan prioritas
masalah, menganalisis penyebab masalah, menentukan alternative
pemecahan masalah.
5. Pelaporan hasil kinerja Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten Way
Kanan.
Teknis pelaksanaan penilaian kinerja Puskesmas Blambangan Umpu tahun
2020, sebagaimana berikut di bawah ini:
1. Pengumpulan Data.
a) Pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukkan data hasil
kegiatan puskesmas tahun 2020 (Januari s.d Juni 2020) dengan variabel
dan sub variabel yang terdapat dalam formulir penilaian kinerja
puskesmas tahun2020.
b) Data yang diperoleh dari data program UKM esensial, UKM
pengembangan, UKP, serta data manajemen dan mutu puskesmas.
2.Pengolahan Data.
Setelah proses pengumpulan data selesai, dilanjutkan dengan penghitungan
sebagaimana berikut di bawah ini :
a) Penilaian Cakupan Kegiatan Pelayanan Kesehatan
1) 1an Sasaran adalah 1an kegiatan program seperti orang, ibu hamil,
bayi, balita dan lainnya sesuai dengan NSPK masing – masing program
2) Target Sasaran (TS) adalah jumlah dari sasaran yang akan diberikan
pelayanan Oleh Puskesmas, dihitung berdasarkan factor koreksi
kondisi geografis, jumlah sumber daya, target indicator kinerja dan
pencapaian terdahulu. TS = TxS
3) Total sasaran (ToS) adalah sasaran target keseluruhan (100%)
4) Pencapaian (P) diisi dengan hasil yang dicapai masing – masing
kegiatan selama kurun waktu tertentu
5) % Cakupan diperoleh dengan menghitung pencapian hasil kegiatan
6) Cakupan riil (CR) adalah dengan menghitung P : ToS x100%

11
7) % Cakupan variable (CV) = P : TS x100%
8) Total nilai kinerja Puskesmas adalah jumlaah nilai upaya Puskesmas
9) Analisa adalah evaluasi terhadap capaian target
10) Rekomendasi / Tindak lanjut adalah tindak lanjut dari capaian
kinerja yang tidak terpenuhi target.
b) Penilaian Kegiatan ManajemenPuskesmas
Penilaian kinerja ditetapkan menggunakan nilai ambang untuk
tingkat kelompok Puskesmas, yaitu :
1) Rata rata nilai UKM Esensial, UKM Pengembangan, UKP dan Mutu
Kelompok I (kinerja baik) : Tingkat pencapaian hasil ≥ 91 %
Kelompok II (kinerja cukup) : Tingkat pencapaian hasil 81–90 %
Kelompok III (kinerja rendah) : Tingkat pencapaian hasil ˂ 81%
2) Manajemen Puskesmas
Baik : Nila rata – rata >8,5
Cukup : Nilai 5,5 – 8,4
Kurang : Nilai <5
Dinas Kesehatan Kabupaten untuk mengetahui tingkat kinerja
Puskesmas di wilayahnya, maka kinerja Puskesmas akan dikelompokkan
menjadi tiga kelompok Puskesmas :
1. Kelompok I : Puskesmas dengan tingkat kinerja baik
2. Kelompok II : Puskesmas dengan tingkat kinerja cukup
3. Kelompk III : Puskesmas dengan tingkat kinerja Kurang

BAB III

12
HASIL KINERJA PUSKESMAS BLAMBANGAN UMPU
TAHUN 2020

Hasil Kinerja Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020 dapat kami sajikan
sebagai berikut:

A. Hasil kinerja Pelayanan Kesehatan


1. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)Esensial
Tabel 1. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial
Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020

KOMPONEN UKM ESSENSIAL HASI TINGKAT


NO KETERANGAN
CAKUPAN (%) KINERJA

1 Upaya Promosi Kesehatan 91.61 Baik Baik ≥ 91

2 Upaya Kesehatan Lingkungan 98.13 Baik Cukup ≥81-90

3 94,30 Baik Kurang ≤ 81


Upaya Kesehatan Ibu-Anak & KB

4 Upaya Pelayanan Gizi 82,76 Cukup

Upaya Pencegahan &


5 70,49 Kurang
Pengendalian Penyakit (P2)

Rata-rata Kinerja 81,87 Cukup

Cakupan nilai rata-rata UKM Esensial adalah 81,4 dengan kategori cukup,
dimana cakupan tertinggi dicapai oleh Upaya Kesehaan Lingkungan dengan
nilai rata-rata 97,29, sedangkan terendah adalah Upaya Kesehatan Ibu-anak
dan KB dengan Nilai rata rata 82,76
2. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)Pengembangan
Tabel 2. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan
Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020
KOMPONEN UKM HASIL CAKUPAN TINGKAT
NO PENGEMBANGAN (%) KINERJA KETERANGAN
Upaya Keperawatan Kesh. Baik ≥ 91
1 70,02 Kurang
Masyarakat (Perkesmas)
2 Upaya Kesehatan Jiwa 94,56 Baik Cukup ≥ 81-90

Upaya Kesehatan Gigi Masy. Kurang ≤ 81


3 79,17 Kurang
(UKGM)
4 Upaya Kesehatan Tradisional 38,89 Kurang  

5 Upaya Kesehatan Olah raga 82,24 Cukup  

6 Upaya Kesehatan Indra 88,74 Cukup

7 Upaya Kesehatan Lansia 87,26 Cukup  

8 Upaya Kesehatan Kerja 0 Kurang  

9 Upaya Kesehatan Matra 100 Baik  

Rata-rata Kinerja 72,21 Kurang


Cakupan nilai rata-rata UKM Pengembangan adalah 71,21 (kategori kurang),
dimana cakupan tertinggi dicapai oleh Upaya Kesehatan Matradengan masing-
13
masing nilai rata-rata 100, sedangkan terendah adalah Upaya Kesehatan
Tradisonal dengan nilai rata-rata 38,89 (kategori kurang).
B. Hasil Kinerja Usaha Perorangan
Tabel 3. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan
Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020

KOMPONEN MANAJEMEN CAKUPAN TINGKAT


NO KETERANGAN
PUSKESMAS KEGIATAN KINERJA

1 Pelayanan Non Rawatt Inap 88.16 Cukup  

2 Pelayanan Gawat Darurat Inap 86.75 Cukup  

3 Pelayanan Kefarmasian 86.72 Cukup  

4 Pelayanan Laboratorium 100 Baik  

5 Pelayanan Rawat Inap 100 Baik  

  Total 92.33 Baik  

Cakupan nilai rata-rata Kinerja UKP adalah 92,33 (kategori Baik) dimana
cakupan tertinggi dicapai oleh Pelayanan Laboratorium dan Rawat Inap
masing-masing nilai rata-rata 100, sedangkan terendah adalah Pelayanan
Kefarmasian dengan nilai rata-rata 86,72 (kategori Cukup).
C. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen
Tabel 4 .Pencapaian Kinerja Manajemen Puskesmas Blambangan Umpu Tahun 2020
KOMPONEN MANAJEMEN CAKUPAN TINGKAT
NO KET
PUSKESMAS KEGIATAN KINERJA
1 Manajemen Umum 9.14 Baik Baik ≥ 8,5
Manajemen Pemberdayaan 7 Cukup Cukup ≥
2
Masyarakat 5,5–8,4
7 Cukup Kurang ≤
3 Manajemen Peralatan
5,5
4 Manajemen Sarana Prasarana 7 Cukup
5 Manajemen Keuangan 10 Baik
Manajemen Sumber Daya 8.5 Cukup
6
Manusia
Manajemen Pelayanan 8 Cukup
7
Kefarmasian
8 Manajemen Data dan Informasi 7 Cukup
Manajemen Program UKM 8 Cukup
9
esensial
Manajemen Program
10 8 Cukup
UKM Pengebang.
11 Manajemen Program UKP 7.75 Cukup
12 Manajemen Mutu 7.43 Cukup
8.11 Cukup
Rata-rata
Jadi hasil Kinerja Manajemen Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2020
adalah 8.13 (Katagori Cukup).
D. Hasil Kinerja Mutu
Tabel 5 Hasil Pencapaian Kinerja Mutu Puskesmas Blambangan Umpu Tahun 2020
No JENIS KEGIATAN Nilai rata- Tingkat

14
rata Kinerja

1 Indeks Kepuasan Masyarakat 95.31 Baik

2 Survei Kepuasan Pasien 85 Cukup

Standar jumlah dan kualitas tenaga di


3 86.54 Cukup
Puskesmas

4.. Standar ruang pelayanan Puskesmas 100 Baik

5 Standar peralatan kesehatan di Puskesmas 87.50 Cukup

6 Sasaran keselamatan pasien 96.31 Baik

7 PPI 96.33 Baik

Rata-rata nilai 92.43 Baik

Dengan melihat tabel diatas hasil Kinerja Mutu Puskesmas Blambangan Umpu
tahun 2020 adalah 92,43 (Kategori Bai), dimana program Standar Ruangan
Pelayanan Puskesmas yang mencapai nilai rata-rata 100 sedang IKM
95,31,Sasaran Keselamatan Pasien 96,31 dan PPI 96,33 (katogari Baik)
sedangkan untik kinerja dalam Katagori Cukup Survei Kepuasan Pasien
dengan Nilai rata rata 85, Standar jumlah dan kualitas tenaga di Puskesmas
86,48 dan standar perlatan 87,50 Masyarakat dengan cakupan nilai 77
(kategori kurang).

15
BAB IV
ANALISIS HASIL KINERJA

A. Perbandingan Hasil Kinerja Tahun 2019 dengan Tahun 2020


1. Hasil Kinerja Kegiatan (UKM Esensial dan UKM Pengembangan)
Puskesmas Blambangan Umpu tahun 2019 dan tahun 2020

a) UKM ESENSIAL PUSKESMAS BLAMBANGAN UMPU TAHUN 2019-2020

s
ke
r om
P 100
98.78
91.61

g
50 lin
s
100 Ke
P 2P 90 98.13
70.49

0 2019
2020

82.76 66.39
95
99.78
B
_K
IA
I K
IZ
G

Dari grafik diatas dapat dilihat bawah kinerja Promgram UKM Esensial
pada semester 1 tahun 2020 Upaya Kesehalan Lingkungan yang memperoleh
kinerja katagori Baik dengan nilai rata-rata 93,18 dan Upaya Promosi
Kesehatan dengan Nilia rata-rata 91,61,sedangkan Katagori Cukup Upaya KIA-
KB dengan nilai rata-rata 82,53,Katagori Kurang adalah Pelayana Gizi dengan
nilai rata rata 66,62 dan P2P dengan nilai rata rata 68,79.
Kemudian dapat kita jabarkan lagi ke dalam pencapaian kinerja per
program seperti dijelaskan dalam grafik-grafik berikut.

16
PROMOSI KESESEHATAN

120

100 97.88 100 100 100 98


100
100 100 100
89 94.44
92.26
80
78.88
75

60

2019
2020
40

20

0
at i s
h ns BM ZA a ga ke ng
S e v e
U
K AF Si m ba
n ter N a
Pr
o em
na In es ng
a D
t pe
Ta

Cakupan program promosi kesehatan seperti digambarkan pada grafik diatas


dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Subvariabel tatanan sehat terjadidimana tahun 2019 capaiannya adalah
100, sedangkan pada semestrer 1 pada tahun 2020 tercapai 100 dari
semua tatanan yangkaji.
b. Nilai kinerja intervensi/penyuluhan pada semua tatanan tahun 2019
tercapai 89 sedangkan tahun di semester 1 2020 menurun menjadi 78,88
c. Pengembangan UKBM tahun 2019 mempreroleh nilai kenerja sebesar 97,88
dan semester 1 tahun 2020 memproleh nilai kinerja 92.26
d. Penyuluhan napza tahun 2019 dan dan Semester 1i tahun 2020 sama-sama
mencapai 100.
e. Pengembangan Kampung Siaga tahun 2019 100, sedangkan pada semester
1 tahun 2020 tercapai 100.
f. Promosi kesehatan tahun 2019 memperoleh nila kinerja 100 dan semester 1
94,44 tahun 2020 adalah 100.
g. Program pengembangan tahun 2019 memperoleh nilai 98 sedangkan pada
semester dan tahun 2020 memperoleh nilai 75

17
KESEHATAN LINGKUNGAN
102

100 100 100 100 100


100
100 100 100
99.56
98.82
98

96

94
93
2019
92 2020

90 90.4091419850217

88

86

84
Pen Air Makmin Per Sadaris TTU Yankesling STBM

Cakupan program kesehatan lingkungan sesuai grafik diatas dapat diuraikan


bahwa :

a. Kinerja kegiatan penyehatan air pada tahun 2019 tercapai nilai 100 padai
semester 1 tahun 2020.telah mencapai nilai 99,5
b. Kegiatan penyehatan makanan dan minuman mencapai nilai 100 tahun
2019 sedangkana pada semester 1 tahun 2020 Nilai kinerja 100
c. Kegiatan perumahan-sanitasi dasar pada tahun 2019 memperoleh nilai 93
pada semester 1 tahun 2020 telah mencapai nilia 90.
d. Kegiatan pembinaan TTU tahun ditahun 2019 dengan memperoleh nilai
sebesar 93 sedangkan pada semester 1 tahun 2020 telah mempreroleh nilai
kinerja 70,1
e. Kegiatan klinik sanitasi memperoleh nilai 100 di tahun 2019, demikian
pula dsemester 1 tahun 2020 memperoleh nilai 98,82
f. Kegiatan STBM mencapai nilai 100 tahun 2019, sedangkan di semester 1
tahun 2020 telah menapai nilai 100

18
KIA-KB

120

100 97 95.67 97 97
93 94.3031288058574
90.8333333333333

81.52
80

65.27

60
2019
2020

40

20

0
0
Kes.Ibu Kes. Bayi Kes ABPRAS Kes AUS & KB
Remaja

Dari grafik diatas menunjukkan bahwa :


a. Nilai kinerja kegiatan kesehatan ibu Pada di semester tahun 2019 tercapai
97, sedangkan semester 1 tahun 2020 dengan capaian nilai kinerja 82,52
b. Kegiatan kesehatan bayi pada semester 1 tahun 2020 mempreroleh nilai
65,27 dibandingkan dengan di tahun 2019 dengan nilai yakni 93.
c. Kegiatan kesehatan balita-anak pra sekolah dengan nilai 95,67 pada
ditahun 2019 dan sedangkan di semester 1 tahun 2020 memperoleh nilai
kineja 90,83
d. Demikian pula kegiatan kesehatan anak usia sekolah (AUS) dan remaja
pada tahun 2019 nilai 97 sedang pada semester 1 tahun 2020 memperoleh
0 disebakan kegiatan belum terlaksana adapun kegiatan akan
dilaksanakan pada bualn agustus 2020
e. Kegiatan keluarga berencana mencapai 97 tahun 2019, dan semester 1
tahun 2020 memperoleh nilai kinerja 94,30

19
PELAYANAN GIZI

120

100 97
94
91
87.04 85.2000380315992

80

66.67
2019
60
2020

40

20

0
Pel. Gizi Masyarakat Pel.Penggulangan Pemantauan Status
Gizi Masyarakat Gizi

Dari grafik diatas dapat diuraikan bahwa:


a. Nilai kinerja kegiatan pelayanan gizi masyarakat pada tahun 2019
memperoleh nilai kinerja mencapai nilai 94 sedangkan di semester 1 tahun
2020 memperoleh nilai 87,04
b. Kegaitan penanggulangan gangguan gizi tahun 2019 memperoleh capaian
kineja denangan niali 91 pada semester di tahun 2020 meperoleh nilai
kineha 66,67
c. Sedangkan kegiatan pemantauan status gizi yang mengalami penurunan
pada tahun 2020 nilai 97 dan pada pada semester 1 tahun 2020
memperoleh nilai 85,20
Sedangkan uraian capaian upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit
ditunjukkan dalam grafik berikut:

20
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT (P2P)

120

100 100 100 100 100 100


100
91 100.00 90.21 88.9 100.00 100.00 99.28

80 84.16
81.28

67.76 69.64
60 64.88
2019
2020
40

20 15

8.33 0
0
Diare ISPA Kusta TB PMS & DBD 0.00 Rabies Imu-
Malari SE PTM
Paru HIV/ a nisasi
AIDS

Dari grafik diatas dapat diuraikan :

a. Cakupan program yang mencapai target nilai 100 tahun 2019


Ispa,DBD,Rabies,Imunisasi pada semester 1 tahun 2020 yang mencapai
target adalah Program ISPA,DBD,Rabies
b. Program diare nilai kinerja tahun 2019 dengan niali 91sedang pada pada
semester 1 tahun 2020 memperoleh oleh nilai kinerja mencapai 81,85
c. Program TB Paru pada semester 1 tahun 2020 memperoleh kinerja 81,28
pada ahir tahun tahun 2019 memperoleh nilai kinerja 90,21
d. Program Kusta pada tahun 2019 memperoleh nilai 15 semester 1 di tahun
2020 memperoleh kinerja 8,33 disebabkan kegiatan sebatas sceering anak
sekolah
e. PMS dan HIV/AIDS tahun 2019 Memperoleh niali kinerja 88,9 sedang pada
semser 1 tahun 2020 memperoleh nili kinerja sebesar 67,76
f. Malaria memang tidak ada kasus lagi
g. .Pengamatan Penyakit (Surveillance Epidemiology) mengalami pada
semester 1 tahun 2020 hana memperoleh nilai 68,88 pada tahun 2019
mencapai nilai kinerja sebesar 100
h. Imunisasi pada tahun 2019 memperoleh nilai kinerja 100 pada semester 1
tahun 2020 mencapai 69,64
i. Sedangkan program PTM memperoleh nilai kinerja 99,28 pada semester 1
ditahun 2020 dari sedangkan pada tahun 2019 memperoleh nilai kinerja
21
b) UKM PENGEMBANG PUSKESMAS BLAMBANGAN UMPU TAHUN
2019-202

120

98.9 100 100 100


100
91 92.9 100.00
97.96
94.56
84
88.74 87.26
80
80.24 79.17 69

60

50.00
40 2019
2020

20

0
0
0.00
as a D ad rg
a
dr
a ia K ra
m sw M tr o n ns U
K at
es Ke G es s se a
sm
k K
.K Ke Ke
L
Pe
r U l Ke
Pe

Pencapaian kinerja UKM pengembangan yang mencapai hanya nilai


75,23 dari semua jumlah sub variable.Capain Sub Variabel UKM
Pengembangan pada semester 1 tahun 2020 Program Perkesmas hanya
memperoleh nilai kinerja sebesar 80,24 yang pada tahun 2019 memperoleh
nilai kineja 84 sedangkan Kesehatan jiwa pada tahun 2019 memperoleh nilai
kinerja 98,9 pada semester 1 tahun 2020 memperoleh nilai kinerja 94,56
untuk UKGMD pada semester 1 2020 memperoleh nilai kinerja 79,17
sedangkan pada tahun 2019 memperoleh nilai kinerja dengan katagori baik
(91).Untuk pelayanan Kesehatan Tradisonal memperoleh nilai kinerja pada
semester 1 tahun 2020 memperoleh nilai 69 dari nilai kinerja tahun 2019
sebesar 50,sedangkan untuk kesehatan dan olah raga Pada semestrer 1 tahun
2020 memperoleh nilai kinerja 97,96 pada tahun 2019 memperoleh nilai
kinerja 100 Kesehatan Indra 88,74,lansia 87,26 pada semester 1 tahun 2020
sedangkan serta kesehatan matra memperoleh nilai 100 pada semester 1 2020
sama capaian dengan tahun 2019 ,sedangkan untuk Usaha Kesehatan kerja
belum berjalan sehingga capaian pada 2019 dan semester 1 2020 belum
mempunyai nilai kinerja.
22
Adapun pencapaian upaya kesehatan pengembangan pada semester 1
tahun 2020 digambarkan pada grafik berikut :

Perkesmas
100
Kesmatra Keswa
94.56
100
70.02

50

UKK 79.17 UKGMD


0 0
2020

38.89
87.26
Lansia Pel. Kestrad
88.74 82.24

Kesendra Kesorga

2. Hasil Kenerja Program UKP


105
100 100 100
100.00 100
100.00
100

95
90
90 88.16
86.75 86.72 2019
85 2020

80
Pel Non Ranap Pel Gadar Pel.Kefarmasian Pel LAB Pel Ranap

Dari grafik diatas dapat diuraikan :


a. Pelayanan non rawat inap (rawat jalan) memperoleh nilai kinerja 100 pda
tahun pada semester 1 tahun 2020 memperoleh nilai kinerja 88,16
b. Pelayanan Gawat Darurat memperoleh Nilai kinerja 86,75 pada semester 1
tahun 2020 2019 memperoleh nilai kineja sebesar 100
c. Untuk pelayanan Kefarmasian pada tahun 2019 dengan nilai 100 pada
semester sattu tahun 2020 memperoleh nilai kinerja 86,72
d. Untuk Pelayana Laboratorium dan ranap meperoleh nilai kinerja yang sama
yaitun nilai 100 pada semester 1 tahun sama dengan capaian pada tahun
2019
23
B. PROGRAM UKP SEMESTER 1 TAHUN 2020

Pel Non Ranap


100

90
Pel Ranap 88.16 Pel Gadar
100

88.16
80
2020
88.16

100

Pel LAB Pel.Kefarmasian

3. Hasil Kinerja Manajemen

12

9.99 10
10
10 9 9 9
9.14285714285714 9.25
8 8 8 8 8
8 8.5
7 8 8 8 7.85714285714285
77.75
7 7 7
6

2019
4
2020

0
at n S i l g  
um ak ta RA ga
n
SD
M ian as sia an KP ut
u
m r la P n as r m n b U M
U ya ra SA ua rm fo es
e m m
as Pe Ke fa In nge ra
.M Ke & K M
P e r og
m ta .U M P
Pe Da UK

Terlihat bahwa pencapaian kinerja sebagian pada semester 1 tahun 2020


sebagian besar memperolh hasil dengan Katagori Cukup (5,5>8,4), tetapi dan
terlihat bahwa manjemen Data dan Informasi Peralatan dan Saprana dan dan
pemberdayaan masyarakat prasasarana memperoleh nilai terkecil yaitu 7
hasil ini disebabkan masih banyak susuanan dan kelangkapan belum
sempuran atau sesuai dengan ketentuan yang telah di tentukan. . Untuk
Manejemen yang lain memperoleh nilai cukup desebabkan karena masih
24
kelengkapan pelaporan belum dan syarat belum terpenuhi secara
maksimal.Tapi masih terdapat nilai kategori Baik yaitu manajemen umum
(9,14),Manajemen SDM dan Majemen Keuangan 10
Hasil kinerja Manjemen dapat dilihat pada semester 1 tahun 2020 dalam
tabel berikut

Umum
Mutu 10.00 Pem. Masyarakat
9.14
8.50
Program UKP  7.86 Peralatan
5.00
7.75 7.00

UKM Pengembang 8.00 0.00 7.00 SAPRAS


2020

8.00 10.00
7.00
. UKM esensial Keuangan
8.00 9.25

Data & Informasi SDM


Kefarmasian

1. Hasil Kinerja Mutu PelayananKesehatan

Variabel Pengukuran Kinerja Mutu di akur dengan 7 Variabel yaitu IKM,


kepuasan pasien, standar tenaga, standar ruang pelayanan, standar
peralatan, sasaran keselamatan pasien, serta PPI. Semester 1 Tahun 2020
Variabel yang memperoleh katagori baik dengan Nilai (>91) adalah IKM
(95,31),Sasaran Kepuasan Pasien (96,31) dan PPI (96,33) dan ruang
Pelayanan dengan nilai (100), Variebel yang memperoleh nilai cukup
Standar jumlah dan kualitas tenaga di Puskesmas (86,54),Survei Kepuasan
Pesien (85),Standar Peralatan Kesehatan (87,50).Variabel yang memperoleh
Katagori cukup disebabkan Seperti Standar jumlah kualitas tenaga belum
ada Tenaga Apoteker,Dokter Gigi dan petugas Rekam medik dan tenaga
Analis Kesehatan,sedang survei kepuasan Pasien belum dilaksankan dengan
maksimal dam dokem sering tidak dicatat,untuk standar peralatan
disebabkan karena peralatan yang ada saat ini merupakan alat lama dan
untuk ruang perawatan alat yang ada saat ini masih tidak standar

25
Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan
105

100
100 99 98.78 98.99
100 98

95 96.3333333333333
96.3059060281283
95.3125
91
90
87.9
87.5
85 86.5384615384612
85 2019
2020
80

75
at n n I
M M a a en PP
IK a k
SD an at si
ar y r al Pa
y la es
a s
.P
e Pe K
M R
ep r an
K Ss

Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Kesehatan dari 7 Variabel yang diukur maka
maka diperoleh hasil Bahwa Variabel dengan kataogori Baik yaitu, Ruang
Pelayanan (100) PPI (96,33),Sasaran Keselamatan Pasien (96,31) dan IKM
(95,31) Sedangkan Untuk Variabel SDM 86,54 dengan katagori Cukup
disebabkan oleh kurangnya tenaga kesehatan Dokter Gigi,Tenaga
Perkesmas dan Rekam medic,Peralatan 87,50 hal ini dikarenakan perlatan
yang ada saat ini masih kurang seperti belum cukupnya alat seterilisator
dan lain-lain,untuk Survei Kepuasan Masyarakat masih kurang tepat
waktu petugas piket datang pendafaran dan rekam medik dengan nilai (85)
HASIL KINERJA MUTU 2020
IKM
100.00
95
PPI Kep Masyarakat

96 80.00
85

60.00 2020
96 87
Ssran Kes Pasien SDM

88

100
Peralatan R.Pelayanan

26
Hasil Kinerja Blambangan Umpu SM 1 Tahun 2020

Tabel 6. Trend Pencapaian Kinerja Blambangan Umpu


Pencapaian
No Jenis Kegiatan Trend
Tahun Tahun 2020
2019 SM 1
1. Cakupan Pelayanan Kesehatan 87,63 83,143 ↓
2. Manajemen Puskesmas 9,21 8,13 ↓
3. Mutu Pelayanan Kesehatan 96.24 92,43 ↓

27
B. IDENTIFIKASI MASALAH DAN RENCANA TINDAKLANJUT

UPAYA
RERATA RERATA INTER-
No KESEHATAN & RENCANA TINDAK
PROGRAM UPAYA PRETASI ANALISA HAMBATAN
PROGRAM LANJUT
I. UKM ESENSIAL 81,87 Cukup
1. Intervensi/penyuluhan 1. Kegiatan sering Bersamaan 1. Koordinas Lintas Prgram
Pada Rumah Tangga 88% dengan Kegiatan 2. Membentuk PJ.UKK
TTU 92,9% Tempat Kerja Lain,Belum Semua Semua dan TIM
1 Upaya Promkes 91,61 Baik 2. Program Pengembang TTU Ber PHBS
UKK 0% Belum Semu TK tau ada
Priogram Intervensi
2. Belum Terbentuk TJ.UKK
dan TIM
1. SAB Memenuhi Persyaratan 1. Belum Semua SAB 1. Monitoring Evalusi dan
Kesehatan 98,69% memenuhi katagori Evaluasi
2. Pembinaan Sanitasi 2. Jadwal Belum 2. Melaksana kan sesuai
Upaya Kesehatan Perumahan 81% dilkasanakan tepat waktu jadwal
2 98,13 Baik
Lingkungan 3. Pemninaan TTU 97,6 3. idem 3. Idem
4. Pemb sanitasi 4. idem 4. Perencanaan tahun2019
perumahan24,5% 5. idem 5. Perencanaan tahun2019
5. Pemb. Sarana TTU85,7%
1. Pelayanan kesehatan 1. Sasaran SUPAS lebih 1. Peningkatan
untuk ibu hamil (K1),89,8 tinggi dari real, tetapi kerjasamaLinsek,
2. Pelayanan kesehatan semua kasus PWS Bumil, Bulin
terlaporkan. danBufas.
untuk ibu hamil (K4) 86,9
2. Sasaran SUPAS lebih 2. Peningkatan
3. Pelayanan Persalinan oleh tinggi dari real, tetapi kerjasamaLinsek,
tenaga kesehatan 86,4 semua kasus PWS dan validasi
Upaya kesehatan
3 65,02 Kurang 4. Pelayanan Persalinan oleh terlaporkan. databayi.
ibu dan anak
tenaga kesehatan di 3. Ada PUS yang 3. Peningkatan
fasilitas kesehatan 86 ingin kerjasamaLinsek,
5. Pelayanan Nifas oleh menambahanak. PWS dan validasi
tenaga kesehatan (KF) 86 dataKB.
6. Penanganan komplikasi
kebidanan (PK) 50,

28
7. Pelayanan Kesehatan 7. Idem 7. Idem
neonatus pertama ( KN1) 8. Idem 8. Idem
94 9. Idem 9. Idem
8. Pelayanan Kesehatan 10. Sering Tidak hadir 10. Melakuan Pemeriksaan
Neonatus 0 - 28 hari (KN dalam pelayanan Ulang
lengkap) 94 & 11. Idem 11. Dilaksana Bulan
9. Penanganan komplikasi 12. Belum Berjalan Agustus
neonates 7,7% Pelaksanaan Bulan 12. Idem
10. Pelayanan kesehatan Agusus 13. Idem
balita (0 - 59 bulan) 97,1% 13. Target sasasran 14. Idem
11. Pelayanan kesehatan Anak merupakan angka 15. Idem
pra sekolah (60 - 72 bulan SUPAS, semua sasaran
n 74 riil sudah
terlaporkanIdem
12. Kesehatan Anak Usia
Sekolah dan Remaja
14. Idem
15. Idem
13. Peserta KB baru 86,3%
14. PUS dengan 4 T ber KB
66,4%
15. Ibu Hamil Diperiksa HIV
1. Pemberian kapsul vitamin A 1. Masih Sering Ibu tidak 1. Penimbangan Kembali
dosis tinggi pada balita umur membawa anak saat 2. Idem
12-59 bulan 2 (dua) kali posyandu 3. Idem
setahun 86,5 % 2. Idem 4. Idem
Upaya perbaikan 2. Pemberian 90 tablet Besi pada 3. Idem 5. Koordinasi LS dan LP
4 82,76 Cukup
gizi ibu hamil 98,2% 4. Idem serta jaringan dan
3. Penimbangan balita D/S 96, 5. Tidak ditemukan kasus jejaring
4. Balita naik berat badannya Stunting
(N/D) 87
5. Balita pendek (Stunting ) 0%
Pencegahan dan
5 pengendalian 70,49 Kurang
penyakit
Cakupan pelayanan Diare balita Belum Semua penderita koordinasi dengan
Diare 84,16 Cukup jaringan
84,167% Terlacak

29
Cakupan penemuan penderita Keterlabatan dalam pelaporan Monitoring dan evaluasi
ISPA 100 Baik Pneumonia balita 100 setipa buln
1. Anak sekolah dijangkau 1.Belum AKTIV nya KBM 1.. Akan dilaksanakan
penyuluhan HIV/AIDS : disekolah setelah KBM aktiv
PMS, HIV/AIDS 67,76 Kurang 40,2% 2. Kurang Koordinasi 2.Koordinasi LS dan LP
2. Orang berisiko yang Terkena
PMS,HIV/AIDS diperiksa 95,
Masyarakat masih memandang Penyuluhan kelompok
DBD 100 Baik Tida ada Masalah
remeh (+) jentik masyarakat
1. Imunisasi DT,TT,Campak 1. Jadwal pada Belum 1. Segara Dilaksanakan
belum trerlaksana terlaksana 2. Monitoring Program
Imunisasi 69,64 Kurang
2. TT2 WUS 96, 2.WUS masih belum jarang
melakukan Imunisasi
Pencegahan dan
penggulangan 100 Baik Masih belum tersedia stok Uslulan pengadaan stok
Target Tercapai
Rabies Vaksin Anti Rabies
Pengamatan
Penyakit Semua Variabel Belum Menapai Semua loparan baru
64,88 Kurang Evaluasi Program
(Surveillance Target dilkasanakan sampai Juni
Epidemiology)
Pencegahan dan 1. Setiap WNI diskrining sesuai Masyarakat masih ada yang
pengendalian standar 97,8,% Belum pahama tentang
99,28 Cukup Koordinasi LP
penyakit tidak POSBINDU
Menular
UKM PENGEM-
II 75,23 Kurang
BANGAN
1. Rasio Kunjungan Rumah : 1. Pengimputan Data KS 1. Melakukan
93.86 Belum semua Pengimputan
Pelayanan
2. Keluraga Rawan Mendapat 2. Belum semua Keperawatan 2. Meningkatka
Keperawatan Kesehatan dan kurang atas indicator koordinasi
Keperawatan
1 Kesehatan 80,24 Kurang 66,26% 3. Frekuensi Kunjungan Lintas Program
3. Kenaikan KM keluarga:40% Rumah Masih Kurang dan jaringan
Masyarakat
(Perkesmas) 3. Menjadwalkan
kembali
Kunjungan
Rumah
2 Upaya Kesehatan 94.56 Baik 1. Kusus ODGJ dirujuk 81,63 1. Masih sering kali 1. Intevensi terhadap

30
2. ODGJ Gannguan mental penolakan dari keluarga Keluarga dan
mendapat pelayanan untuk dirujuk Koordinasi LP
kesehatan sesuai Standar 2. Kurangnya Tenaga dan (Promkes dan
97,96 Fasilitas dalan jaringan
3. Kunjungan rumah pasien jiwa pelaksanaan Program 2. Koordinasi dengan
4. Setiap Orang Dengan 3. PJ.Keswa Rangkap Dinkes dan Kepala
Gangguan Jiwa ( ODGJ) sebagai dokter Poli Puskesmas
Jiwa Umum Pengadaab ala
ringan atau Ganguan Mental
4. Kurangnya Tenaga dan 3. Menambah dokter
Emosional (GME) mendapat
Fasilitas Penunjang sebagai pelaksana
pelayanan kesehatan sesuai dalam pelayanan dilapangan
standar 4. Koordinasi dengan
Dinkes dan Kepala
Puskesmas
Pengadaab alat
1. PAUD/TK yang mendapat 1. Belum aktivnya KBM 1. Koordinasi dengan
penyuluhan/ pemeriksaan dan Kegiatan UKGMD Pihak Sekolah
gigi dan mulut 75 Pj.Program Rangkap 2. Koordinasi denagan
Upaya Kesehatan 2. Kunjungan ke Posyandu Tugas di Poli Gigii dan Keuangan dan
3 79,17 Kurang
Gigi Masyarakat terkait kesehatan gigi dan Kegiatan UKGMD tidak Kepala Puskesmas
mulut 83,33 Masuk dan dan usulan
Perencanaan pengadaan Petugas
Pembiayaan BOK Poli Gigi
1. Kelompok Asuhan Mandiri Belum Semua Penyelegara
yang terbentuk 0% Tradisonal yang Memiliki Melakukan Koordinasi
Upaya Kesehatan 2. Kelompok Asuhan Mandiri STPT dengan Kampungb
4 50 Kurang
Tradisional yang terbentuk 0% serta jaringan
3. Panti Sehat berkelompok puskesmas
yang berijin 0%
Pengukuran kebugaran anak Ketidak hadiran siswa pada Penjadwalan ulang pada
Upaya Kesehatan sekolah 91,17 waktu pelaksanaan serta SM 2 dan koordinas
5 97,06 Baik
Olah Raga kegiatan KBM yang belum dengan pihak
aktiv sepenuhnya sekolah
Penemuan dan penanganan Kasus Sedikit
Upaya Kesehatan Evaluasi Pelayanan
6 88,74 Cukup Kasus refraksi. 10
Indra Kesendra
7 Upaya Kesehatan 87,26 Cukup WNI usia 87,26 mendapat 1. Lansia risti kadang tidak 1. Edukasi pada
Lansia skrining ada yang menganta keluarga tentang
2. Lansia lupa jadwal pentingnya

31
posyandu kesehatan lansia
PWS kurang optimal, 2. Sosialisasi jadwal
data dari Polindes, posyandu lansia
Pustu, Perkesmas belum 3. Mengingatkan
masuk kembali posyandu
bila jadwal sudah
dekat
4. Koordinasi linprog
(pustu, polindes,
perkesmas)
Upaya Kesehatan Belum Terlaksana Belum ada PJ.UKK dan tim
8 00 Kurang Menunjuk Pj.dan TIM
Kerja Pelaksana
Upaya Kesehatan Tidak ada masalah Masih Belun berjalan masksimal Monotoring dan
9 100 Baik
Matra dalam pelaksanaan evaluasi
III. UPAYA
KESEHATAN 92,36 Baik
PERORANGAN
1. Rasio gigi tetap yang 3. Alat Rusak dan Petugas 1. Usul Perbaikan dan
ditambal terhadap gigi rangkap Tugas penambahan petugas
tetap yang dicabut >1 0 4. Sering Terlamabat Bumil 2. Memberi
Pelayanan Non
1 88,16 Cukup 2. Bumil yang mendapat hadir pada saat Pelayana dan penjelasan/edukasi
Rawat Inap
pemeriksaan kesehatan Pj.Prigram rangkap Tugas di Usulan penambahan
gigi Poli gigi dan bendahara Tenaga
barang
Standar fasilitas, peralatan, Sebagian alat Pelayana sudah 1. Pengadaan Alat usulan
sarana, prasarana dan obat tidak layak Pakai dan belum Ke Dinlkes Kab.
Pelayanan Gawat memenugi standar
2 86,75 Cukup emergensi di UGDKelengkapan
Darurat
informed consent dalam 24 jam
setelah selesai pelayanan60,2%
Masih banyak obat yang Pengadaan obat sesuai
Pelayanan Kesesuaian item obat yang
3 86,72 Cukup belum tersedia dalam fornas
Kefarmasian tersedia dalam Fornas 62.11%
Fornas
Tidak tersedia darah kontrolPengusuan bahan
Pelayanan
4 100 Baik Target Tercapai sesuai kebutuhan kontrol pada awal tahun
Laboratorium
dengan
Pelayanan Rawat Masih Kurang Pemahaman BOR Mengadakan BIMTEK
5 100 Baik Target Tercpai
Inap alat Petugas

32
IV MANAJEMEN
8,7 Baik
PUSKESMAS
1. Pembinaan wilayah 1. Masih ada jadwal di 1. Pembinaan dilakukan minimal 2x dalam setahun
dan jaringan semester kedua yang dan melakukan tindak lanjut evaluasi di semester
Puskesmas 7% blm dilaksanakan kedua
2. Pembinaan 2. Belum Semua 2. Monitoring dan pembinaan
Manajemen dilakukan minimal Pj.Program
1 9,14 Baik
Umum 2x dalam setahun melaksanakan
dan melakukan Peloporan sesuai
tindak lanjut Ketentuan
evaluasi di semester
kedua 7%
Pertemuan dengan Belum dilakukan Akan Dilkasanakan Air Tahun
Manajemen masyarakat dalam Pertemuan dengan
2 Pemberdayaan 7 Cukup rangka pemberdayaan masyarakat LS
Masyarakat Individu, Keluarga dan
Kelompok 7%
1. Data peralatan 1. Belum dibuatevaluasi 1. Melengkapi data peralatan
belum adaevaluasi 2. Belum dibuatevaluasi 2. Membuat evaluasi rencana kalibrasi
2. Rencana perbaikan 3. Belumdilengkapi 3. Melengkapi jadwalpemeliharaan alat.
Manajemen belum ada
3 7 Cukup
Peralatan tindaklanjut
danevaluasi
3. Jadwal pemeliharaan
belumlengkap
Manajemen Data sarana prasana Belum dibuat evaluasi Membuat evaluasi sarana
4 sarana 7 Cukup belum ada prasarana
prasarana Evaluasi
Laporan Hasil Kegiatan Monev dan pembinaan
Manajemen
5 10 Baik Target Tercapai dari Kegiatan sering tidak
Keuangan
waktu
Manajemen Penilaian kinerja Belum ada penilaian Melengkapi dokumen
6 9.25 Baik kinerja untuk tenaga kerja
Sumberdaya pegawai

33
manusia
1. AA apoteker TTK 1. AA Merangkap Tugas 1. Peningkatan SDM ke jenjang lebih,tinggi Segera
belum mempunyai dan belum ada STR mengurus STR & SIP pengajuan tenaga
STR dan SIK apoteker
2. Gudang obat 2. Pintu teralis belum 2. Memperbaikl pintu teralis
3. Ada SOP ada 3. Membuat SOP Penerimaan
Penerimaan 3. Belum tersedia SOP 4. Membuat From Khusus
4. Form Permintaan penerimaan 5. Membuat SOP
dari sub unit 4. Belum Tersedianya 6. pengajuan tenaga apoteker
pelayanan From Khusu 7. Membua Etiket dan Evaluasi
5. Ada SOP 5. Belum Ada SOP 8. Membuat berita acara
Pengendalian obat Pengendalian obat .
dan BMHP dan BMHP
6. Dilakukan 6. Tidak ada apoteker
Manajemen pengkajian 7. Belum semua obat
7 Pelayanan 7 Cukup persyaratan Klinis ada etike
Kefarmasian resep 8. Belum ada berita
7. Semua obat acara penghapusan
masing-masingd
iberi etiket sesuai
dengan ketentuan
8. esep yang sudah
tersimpan > 5
tahun dapat
dimusnahkan
dengan disertai
dokumentasi dan
berita acara
pemusna-han
resep.

34
Manajemen Memperbaiki sistem
sistem Pelopran belum berjalan
8 Data dan 7 Cukup Target belum tercapai manajemen dan melengkapi
dengan baik
informasi dokumen
1. Rancangan kegiatan yang 1. Belum semua Program 1. Semua Pj
digunakan sebagai acuan membuat kak Program .membuat KAK
Manajemen
pelaksanaan kegiatan 2. Belum semua Program RLT 2. Evaluasi dan pembinaan
Program
9 7 2. Data program, analisa pelaksanaan dan evaluasi
UKM
program UKMesensialn, rencana
Esensial
tindak lanjut, tindak lanjut dan
evaluasi
1. Rancangan kegiatan yang 1. Belum semua program 1.Evaluasi dan pembinaan
Manajemen digunakan sebagai acuan membuat KA 2.Semua program membuat
Program UKM pelaksanaan kegiatan 2. Belum semua program RTL
10 7
Pengembang 2. Analisa pelaksanaan program UKM membuat rencana tindak
an pengembangan dan rencana tindak lanjut
lanjutnya
1. SOP masing-masing pemeriksaan 1. SOP Belum Tersusun 1. Memperbaiki SOP
( medis, gawat darurat, tindakan, Sesuai standar 2. EValuasi dan pembinaan
keperawatan, kebidanan, farmasi, 2. Pecacatan dan pelaksanan 3. Membuat RTL
Manejemen gizi, laboratorium) Pelopran belum tepat
11 8 Cukup
Program UKP 2. Pencatatan dan Pelopran waktt
3. Tersedia data UKP, dianalisa 3. Belum semua unit
pelaksanaan program UKP, membuat rencana tindak
lanjut
1. Rencana kegiatan 1. Belum ada evaluasi TL 1. Membuat evaluasi TL
perbaikan/peningkatan mutu 2. Belum ada tindak lanjut 2. Idem
dan keselamatan pasien lengkap 3. Idem 3. Idem
dengan sumber dana dan 4. Belum berjalan dengan 4. Evalausi dan
sumber daya, jadwal audit maksimak pembinaan
internal,kerangka acuan 5. Belum ada evaluasi 5. Rvaluasi dan segara
kegiatan dan notulen serta membuat RTM
12 Manjemen Mutu 7,86 Cukup bukti pelaksanaan serta
evaluasinya
2. Pengelolaan risiko di Puskesma
3. .Pengelolaan Pengaduan
Pelanggans
4. Audit internal UKM, UKP,
manajemen dan mutu
5. Rapat Tinjauan Manajemen

35
V MUTU 92,43 Baik

Masih Seringnya Petugas Loket


Pembinaan Petugas
Survei Kepuasan dan RM Terlambat
1 95,31 Baik Target Belum tercapai
Masyarakat Alat lama dan semua set belum
terpenuhi

Survei kepuasan Belum dilakukan evalausi secara


2 85 Cukup Masih dibawah target Segera Melakukan Evaluasi
pasien menyeluruh

Standar jumlah
Belum Semua Tenaga Kesehatan Usulan pengadaan Nakes ke
dan kualitas
3 86,54 Cukup Target Belum tercapai ada Dinkes dan Bagian SDMK
tenaga di
Puskesmas
Standar ruang
Belum Belum Ruangan Sesuia
4 pelayanan 100 Baik Target Tercapai Usulan pengadaan Alat
Standar (Alat Kesehatan)
Puskesmas
Alat lama dan semua set belum
5 Standar peralatan 87,50 Cukup Target Belum tercapai Usulan pengadaan Alat
terpenuhi
1. Kepatuhan pelaksanaan SBAR
1. Masih Kurangnya
dan TBK di Unit Gawat
Kepatuhan Petugas dalam
Sasaran Darurat
pelaksanaan SBAR dan 1. Monev dan pembinaan
6 keselamatan 94,1 Baik 2. Penyimpanan dan pelabelan
TBK dalam melayani pasien 2. Usulan pengadaan Alat
pasien obat LASA dan high alert di
2. Masih Kurangnya sarana
ruang farmasi dan gudang
pada ruang obat
obat
3. Kepatuhan pelaksanaan SBAR 3. Kepatuhan petugas masih
dan TBK di Unit Gawat kurangTBK dalam melayani
1. Refreshing tentang Han
Darurat pasien
2. HygieneUsulan
4. Kepatuhan terhadap prosedur 4. Kepatuhan melakukan
pengadaan Alat
Bedah minor (compliance rate) asesmen jatuh pada pasien
di UGD dan Persalinan rawat inap dan rawat jalan
1. Masih ada petugas yang
1. Monev dan pembinaan
Pencegahan dan 1. KIE etika batuk tidak mengunakan masker
2. Monev dan pembinaan
7 pengendalian 92,43 Baik 2. Pembuangan jarum suntik 2. Masih sering ditemukan
berkala
infeksi (PPI) memenuhi standar Jarum suntik tempat
samapah

36
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Puskesmas Puskesmas Blambangan Umpu telah melaksanakan penilaian
kinerja SM 1 tahun 2020 dengan hasil sebagai berikut:
1. Kinerja UKM Esensial dengan nilai 91.61, kategori kinerja baik
2. Kinerja UKM Pengembangan dengan nilai 73,23 kategori kinerja
kurang.
3. Kinerja UKP dengan nilai 93,33 kategori kinerja baik.
4. Kinerja manajemen puskesmas dengan nilai 8,13 kategori Cukup.
5. Kinerja mutu dengan nilai 92,43 kategori baik.
Sesuai dengan gambaran diatas, maka hasil kinerja Puskesmas
Blambangan Umpu tahun 2020 dapat dikategorikan perjenis kegiatan
sebagai berikut :
1. Kategori Kinerja Baik
a. Upaya Promosi Kesehatan
b. Upaya Kesehatan Lingkungan
c. Upaya Kesehatan Jiwa
d. Upaya Kesehatan Olah Raga
e. Upaya Kesehatan Matra
f. Pelayanan Laboratorium
g. Pelayanan Rawat Inap
h. Manajemen Umum
i. Manajemen Keuangan
j. Manajemen Sumberdaya manusia
k. Survei Kepuasan Masyarakat
l. Standar ruang pelayanan
m. Sasaran keselamatan pasien
n. Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI
2. Kategori Kinerja Cukup
a. Upaya perbaikan gizi
b. Upaya Kesehatan Indra
c. Survei kepuasan pasien
d. Standar peralatan

37
e. Standar jumlah dan kualitas
f. Manjemen Mutu
g. Manjemen Kefarmasian
h. Manjeman Data dan informasi
i. Perdayaan Masyarakat
j. Manjemen Peralatan
k. Manajemen Sarana dan prasarana
l. Manajemen UKM Esensial
m. Manjemean UKM Pengembang
n. Manjemen UKP
o. Pelayanan Non Rawat Inap
p. Pelayanan Ke farmasian
q. Pelayanan Gawat Darurat
r. Upaya Kesehatan Indra
s. Upaya Kesehatan Lansia
3. Kategori Kinerja Kurang
a. Upaya kesehatan ibu dan anak
b. Upaya Pencegahan & Pengendalian Penyakit(P2)
c. Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
d. Upaya Kesehatan Tradional
e. Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Desa
f. Upaya Kesehatan Kerja
4. Untuk kinerja manajemen puskesmas yang termasuk kinerja Rata
Rata Cukup

B. Usul dan Saran


1. Monitoring dan evaluasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten
lebihdiaktifkan.
2. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor serta berbagai
upaya untuk lebih meningkatkan partisipasimasyarakat.
3. Kegiatan tahun mendatang, masing–masing program diharapkan dapat
meningkatkan hasil kinerjanya, terutama untuk program–program yang
hasil pencapaian kegiatannya masih di bawah targetsasaran.
4. Untuk lebih meningkatkan kualiatas pelayanan dan mengantisipasi
segala dampak pembangunan perlu dibuat upaya baru dalam
menanggulangi dan menghadapi masalah– masalah yang timbul.
5. Sumber daya kesehatan perlu terus ditingkatkan baik kualitas maupun

38
kuantitas, khususnya untuk tenaga yang berhubungan dengan
kesehatan lingkungan dan administrasi puskesmas.

Blambangan Umpu, Juli 2020


Kepala Puskesmas Blambangam Umpu

dr. INDRA JAYA PUTRA


NIP.19880630 201411 1 001

39