Anda di halaman 1dari 3

Tugas Mata Kuliah Analisa Laporan Keuangan

Nama : Muhammad Musa NIM : 40701028 Kelas : AMZ 07

STEI SEBI (AMZ) 2007

Tugas Mata Kuliah Analisa Laporan Keuangan Laporan keuangan lembaga nirlaba berbeda dengan laporan keuangan lembaga bisnis, hal ini dsebabkan perbedaan tujuan dari kedua lembaga tersebut dan perbadaan aktivitas. Sehingga dalam analisa keuangan lembaga nirlaba menfokuskan kepada pertanyaan tentang berapa anggaran dan berapa realisasinya. Akan tetapi analisis yang sering diterapkan pada lembaga bisnis juga sangat penting untuk diterapkan lembaga nirlaba untuk mengetahui bagaimana kemampuan lembaga dalam membiayai aktivitasnya kedepan dan mengetahui kebelangsungan dari lembaga nirlaba itu sendiri. Akan tetapi karena laporan keuangan antara lembaga bisnis berbeda dengan lembaga nirlaba maka analisisnya pun ada sedikit berbeda tentunya disesuaikan antara aktivitas lembaga dengan maksud dari perhitungan analisis dari laporan keuangan. Disini akan dicoba analisis laporan keuangan yakni analisis rasio keuangan antara dua buah lembaga nirlaba yaitu Yayasan Rumah Zakat Indonesia dan Yayasan Aksi Cepat Tanggap mana diantara keduanya yang lebih baik dari sisi keuangannya. Karena ini menyangkut masalah kemampuan lembaga maka tidak semua data yang ada dilaporan keuangan akan digunakan tapi perhitungan ini hanya melibatkan dana yang menjadi hak lembaga yang akan digunakan dalam operasionalnya.

Analisis rasio keuangan Rasio keuangan 1. Likuiditas lembaga Rasio lancar = aktiva lancar kewajiban lancar 2. Profitabilitas operasi Tingkat pengembalian = perolehan amil dari penerimaan penggunaan dana amil amil perputaran total aktiva = total penerimaan total aktiva 22,78 perputaran aktiva tetap bersih = total penerimaan aktiva tetap 16,72 RZI 51,53 ACT 62,95

0,85

1,06

2,71

3,95

3. Keputusan pendanaan Rasio utang = total utang Total aktiva Rasio zakat = dana zakat Total aktiva Rasio infak/shadaqoh = dana infak Total aktiva Rasio dana = dana amil amil(lembaga) total aktiva

0,15 0,0006 0,70 0,13

0,02 0,05 0,66 0,24

Analisis: 1. Berdasarkan rasio lancar dapat dilihat bahwasanya keuangan ACT lebih likuid dari keuangan RZI, dimana ACT mempunyai Rp 62,95 untuk setiap Rp 1 kewajiban lancar, sementara RZI hanya punya Rp 51,53 untuk setiap Rp 1 kewajiban lancar. 2. Berdasarkan tingkat pengembalian dari penerimaan amil dapat dilihat bahwa ACT mampu mengembalikan Rp 1,06 dari setiap Rp 1 yang digunakan dalam aktivitas operasi lembaga yang artinya setiap Rp 1 penggunaan dana menghasilkan Rp 0,6 (surplus). Sedangkan RZI hanya mampu mengembalikan Rp 0,85 untuk setiap Rp 1 penggunaan dana yang artinya untuk setiap Rp 1 penggunaan dana RZI mengalami defisit/pengurangan dana sebesar Rp 0,25, hal ini dapat dilihat pada laporan perubahan dana dimana ternyata penerimaan RZI defisit sebanyak Rp 315.767.506. 3. kemudian dilihat dari perputaran aktiva tetapnya ternyata ACT menghasilkan penerimaan sebesar sekitar Rp 3,95 per Rp 1 aset sedangkan RZI mengahsilkan Rp 2,71 per Rp 1 aset. Ini menunjukkan bhwa ACT lebih efisien dalam menggunakan aktiva dibandingkan dengan RZI. 4. Selanjutnya, berdasarkan pada perputaran aktiva tetap RZI lebih efisien dari pada ACT yaitu 22,78 banding 16,72. 5. Berdasarkan rasio utang ACT menggunakan lebih sedikit utang dalam mendanai aktivanya dari pada RZI. ACT mendanai aktivanya menggunakan dana zakat lebih banyak dibanding RZI. Sedangkan pada rasio infak RZI mendanai aktivanya dengan dana infak lebih banyak dari ACT. Kemudian berdasarkan rasio dana amil dapat dilihat bahwa aktiva ACT didanai dengan dana amil lebih besar dari RZI.