Anda di halaman 1dari 19

E-BOOK

PROSES ADMINISTRASI

IZIN PERKAWINAN & PERCERAIAN


Daftar Isi

Pendahuluan 02

Landasan Hukum 03
Proses Administrasi Izin Perkawinan dan Perceraian

I. Perkawinan 04
Laporan Perkawinan Pertama 04
Izin Perkawinan Lebih Dari Seorang 05

II. Perceraian 07
Pegawai Negeri Sipil sebagai Pihak Tergugat 07
Pegawai Negeri Sipil sebagai Pihak Penggugat 09
Alur Proses Administrasi Izin Perceraian 11

III. Laporan Perceraian 12


Pembagian Gaji PNS Pria Setelah 13


Perceraian

IV. Hukuman Disiplin 14


Bagi PNS yang Melanggar Peraturan Izin Perkawinan

dan Perceraian

IV. Hidup Bersama di Luar Ikatan 16


Perkawinan yang Sah

Pendahuluan

Perkawinan bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan


kekal, maka perceraian sejauh mungkin dihindarkan dan hanya
dapat dilakukan dalam hal-hal yang sangat terpaksa. Perceraian
bagi Pegawai Negeri Sipil hanya dapat dilakukan apabila ada
alasan-alasan tertentu sesuai peraturan perundang-undangan.
Sehingga sejauh mungkin perceraian agar dihindari atau menjadi
pilihan terakhir dalam penyelesaian permasalahan keluarga.

Pegawai Negeri Sipil merupakan teladan bagi masyarakat dalam


tingkah laku, tindakan dan ketaatan kepada peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Untuk dapat melaksanakan
kewajiban tersebut, maka kehidupan Pegawai Negeri Sipil harus
ditunjang oleh kehidupan berkeluarga yang serasi, sehingga
setiap Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan tugasnya tidak
akan banyak terganggu oleh masalah-masalah dalam
keluarganya.

Sehubungan dengan keteladanan yang harus diberikan oleh


Pegawai Negeri Sipil, maka Pegawai Negeri Sipil dibebankan
ketentuan disiplin yang tinggi. Untuk melakukan perkawinan dan
perceraian Pegawai Negeri Sipil harus memperoleh izin terlebih
dahulu dari Pejabat yang bersangkutan. Pegawai Negeri Sipil pria
yang akan beristri lebih dari seorang dan Pegawai Negeri Sipil
baik pria maupun wanita yang akan melakukan perceraian
diharuskan memperoleh izin terlebih dahulu dari Pejabat yang
berwenang. Sedangkan Pegawai Negeri Sipil wanita tidak
diizinkan untuk menjadi isteri kedua/ketiga/keempat. Selain itu
seorang wanita yang berkedudukan sebagai istri
kedua/ketiga/keempat juga dilarang menjadi Pegawai Negeri
Sipil.

02
Landasan Hukum
Proses Administrasi
Izin Perkawinan dan Perceraian

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 10


TAHUN 1983
Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi
Pegawai Negeri Sipil

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 45


TAHUN 1990
Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan
Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil

SURAT EDARAN KEPALA BAKN NOMOR


08/SE/1983
Tentang Ijin Perkawinan dan
Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil

SURAT EDARAN KEPALA BAKN NOMOR


48/SE/1990
Petunjuk Pelaksanaan PP Nomor 45 Tahun 1990 Tentang
Perubahan Atas PP Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Ijin
Perkawinan dan Perceraian Pegawai Negeri Sipil

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 94


TAHUN 2021
Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil
I. Perkawinan

Laporan Perkawinan Pertama

Pegawai Negeri Sipil yang telah melangsungkan perkawinan


pertama wajib mengirimkan laporan perkawinan secara tertulis
kepada Pejabat melalui saluran hirarki. Laporan perkawinan
tersebut harus dikirimkan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun
terhitung mulai tanggal perkawinan itu dilangsungkan.

Hal ini juga berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil yang menjadi
duda/janda yang melangsungkan perkawinan lagi.

Laporan perkawinan dibuat menurut contoh sebagai berikut :


a. Pegawai Negeri Sipil yang melangsungkan perkawinan
pertama. KLIK DISINI
b. Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi duda/janda
yang melangsungkan perkawinan lagi. KLIK DISINI

Laporan perkawinan tersebut dilampiri dengan :


a. Salinan sah surat nikah / akta perkawinan
b. Pas foto istri / suami

04
I. Perkawinan

Izin Perkawinan Lebih Dari Seorang

PNS pria yang akan beristri lebih dari seorang wajib memperoleh ijin tertulis
lebih dahulu dari Pejabat. Ijin untuk beristri lebih dari seorang hanya dapat
diberikan oleh pejabat apabila memenuhi sekurang-kurangnya satu syarat
alternatif dan ketiga syarat kumulatif, yaitu :

Syarat Alternatif
Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri dalam arti bahwa istri menderita
penyakit jasmaniah atau rohaniah sedemikian rupa yang sukar disembuhkan, sehingga ia
tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai istri, baik kewajiban secara biologis maupun
kewajibannya lainnya, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter pemerintah.
Istri mendapat cacat badan atau penyakit lain yang tidak dapat disembuhkan, dalam arti
bahwa istri menderita penyakit badan yang menyeluruh yang dibuktikan dengan surat
keterangan dokter Pemerintah; atau
Istri tidak dapat melahirkan keturunan setelah menikah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh)
tahun yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter Pemerintah.

Syarat Kumulatif
Ada persetujuan tertulis yang dibuat secara ikhlas oleh istri PNS yang bersangkutan.
Apabila istri PNS pria yang bersangkutan lebih dari seorang, maka semua istri-
istrinya itu membuat surat persetujuan secara tertulis secara ikhlas. Surat
persetujuan tersebut disahkan oleh atasan PNS yang bersangkutan serendah-
rendahnya pejabat eselon IV.
PNS pria yang bersangkutan mempunyai penghasilan yang cukup untuk membiayai
lebih dari seorang istri dan anak-anaknya yang dibuktikan dengan surat keterangan
pajak penghasilan, dan
Ada jaminan tertulis dari PNS pria yang bersangkutan bahwa ia akan berlaku adil
terhadap istri-istri dan anak-anaknya yang dibuat menurut contoh berikut.
KLIK DISINI.

Surat permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang dibuat menurut
contoh sebagai berikut. KLIK DISINI. dilengkapi dengan salah satu atau
lebih bahan bukti.
05
Setiap atasan yang menerima permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang, wajib
memberikan pertimbangan dan menyampaikannya kepada Pejabat melalui saluran hirarki
selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat permintaan
ijin itu. Selanjutnya, setiap pejabat harus mengambil keputusan selambat-lambatnya 3 (tiga)
bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat permintaan ijin itu.

Sebelum mengambil keputusan, Pejabat berusaha lebih dahulu memberikan nasehat


kepada PNS dan calon istri yang bersangkutan, dengan maksud agar niat untuk beristri lebih
dari seorang sejauh mungkin dihindarkan. Apabila tempat PNS yang bersangkutan atau
tempat calon istri berjauhan dari tempat kedudukan pejabat, maka Pejabat dapat
menginstruksikan kepada pejabat lain dalam lingkungannya untuk memberikan nasehat
tersebut. Apabila nasehat tersebut tidak berhasil, maka pejabat mengambil keputusan atas
permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang.

Permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang ditolak apabila :


Bertentangan dengan ajaran/peraturan agama yang dianutnya/kepercayaan
terhadap tuhan Yang Maha Esa yang dihayatinya.
Tidak memenuhi salah satu syarat alternatif dan semua syarat kumulatif
Bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Alasan-alasan yang dikemukakan untuk beristri lebih dari seorang bertentangan
dengan akal sehat; dan atau
Ada kemungkinan mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan, yang dinyatakan dalam
surat keterangan atasan langsung PNS ybs, serendah-rendahnya pejabat eselon IV atau
yang setingkat dengan itu, yang dibuat menurut contoh sebagai berikut. KLIK DISINI.

Permintaan ijin untuk beristri lebih dari seorang dapat disetujui apabila :
Tidak bertentangan dengan ajaran/peraturan agama yang dianutnya/kepercayaan terhadap
tuhan Yang Maha Esa yang dihayatinya.
Memenuhi salah satu syarat alternatif dan semua syarat kumulatif
Tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Alasan-alasan yang dikemukakan untuk beristri lebih dari seorang tidak bertentangan dengan
akal sehat; dan atau
Tidak ada kemungkinan mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan, yang dinyatakan dalam
surat keterangan atasan langsung PNS ybs,serendah-rendahnya pejabat eselon IV atau yang
setingkat dengan itu, yang dibuat menurut contoh sebagai berikut. KLIK DISINI.

Penolakan permintaan ijin untuk

beristri lebih dari seorang, Pemberian ijin untuk beristri


dibuat menurut contoh sebagai lebih dari seorang dibuat
berikut. KLIK DISINI. menurut contoh sebagai

berikut. KLIK DISINI.


PNS pria yang telah mendapat ijin untuk beristri lebih dari seorang,
apabila telah melangsungkan perkawinan tersebut wajib
melaporkannya kepada Pejabat melalui saluran hirarki selambat-
lambatnya 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal perkawinan itu
dilangsungkan, yang dibuat menurut contoh sebagai berikut.
KLIK DISINI.

06
II. Perceraian

Pegawai Negeri Sipil sebagai Pihak Tergugat

PNS baik pria maupun wanita yang akan melakukan perceraian dan
berkedudukan sebagai tergugat, wajib memberitahukan secara tertulis
adanya gugatan dari suami atau istrinya melalui saluran hirarki kepada
Pejabat untuk mendapatkan Surat Keterangan, dalam waktu selambat-
lambatnya 6 (enam) hari kerja setelah ia menerima gugatan perceraian
yang dibuat menurut contoh sebagai berikut. KLIK DISINI.

Setiap atasan dan pejabat yang menerima surat pemberitahuan


adanya gugatan perceraian harus melaksanakan tugas dan
wewenangnya seperti dalam hal menerima permintaan ijin
perceraian, yaitu wajib merukunkan kembali kedua belah pihak dan
apabila perlu dapat memanggil atau meminta keterangan dari pihak-
pihak yang bersangkutan.

Pejabat harus memberikan Surat Keterangan untuk melakukan


perceraian kepada setiap Pegawai Negeri Sipil yang menyampaikan
surat pemberitahuan adanya gugatan, menurut contoh sebagai
berikut. KLIK DISINI.

Apabila dalam waktu yang telah ditentukan Pejabat tidak juga menetapkan
keputusan yang sifanya tidak mengabulkan atau tidak menolak permintaan
ijin untuk melakukan perceraian atau tidak memberikan surat keterangan
untuk melakukan perceraian kepada PNS yang bersangkutan, maka Pejabat
tersebut dianggap telah menolak permintaan ijin perceraian yang
disampaikan oleh PNS bawahannya. Apabila hal tersebut ternyata semata-
mata merupakan kelalaian dari Pejabat, maka pejabat yang bersangkutan
dikenakan hukuman disiplin

07
Kelengkapan Berkas Surat
Keterangan Cerai :

Surat Pengantar/Usul dari


unit kerja
Surat Laporan Gugatan dari
ybs (ASLI)
Relass Panggilan Pengadilan
Fotocopy Akta Nikah
Pembinaan dari Unit Kerja
Bukti lainnya *

* bila diperlukan/bila ada

08
II. Perceraian

Pegawai Negeri Sipil sebagai Pihak Penggugat

Pegawai Negeri Sipil yang akan melakukan perceraian, wajib memperoleh ijin tertulis lebih
dahulu dari pejabat. Pegawai Negeri Sipil hanya dapat melakukan perceraian apabila ada
alasan-alasan yang sah, yaitu salah satu atau lebih alasan sebagai berikut :

a. Salah satu pihak berbuat zinah, yang dibuktikan dengan :


Keputusan pengadilan;
Surat pernyataan dari sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi yang telah dewasa yang
melihat perzinahan itu. Surat pernyataan tersebut diketahui oleh pejabat yang berwajib
serendah-rendahnya Camat dan dibuat menurut contoh sebagai berikut. KLIK DISINI ; atau
Perzinahan itu diketahui oleh satu pihak (suami atau istri) dengan tertangkap tangan. Pihak
yang mengetahui secara tertangkap tangan itu membuat laporan yang menguraikan hal
ikhwal perzinahan itu, yang dibuat menurut contoh sebagai berikut. KLIK DISINI

b. Salah satu pihak menjadi pemabok, pemadat, atau penjudi yang sukar disembuhkan
yang dbuktikan dengan :
Surat Pernyataan dari 2 (dua) orang saksi yang telah dewasa yang mengetahui
perbuatan itu, yang diketahui oleh pejabat yang berwajib serendah-rendahnya Camat,
yang dibuat menurut contoh sebagai berikut. KLIK DISINI ; atau
Surat Keterangan dari dokter atau polisi yang menerangkan bahwa menurut hasil
pemeriksaan, yang bersangkutan telah menjadi pemabok, pemadat, atau penjudi yang
sukar disembuhkan / diperbaiki.

c. Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa ijin
pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuan/kemauannya,
yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari Kepala Kelurahan/Kepala Desa, yang
disahkan oleh pejabat yang berwajib serendah-rendahnya Camat.

d. Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih
berat secara terus-menerus setelah perkawinan berlangsung yang dibuktikan dengan
Keputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap

09
e. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang
membahayakan pihak lain yang dibuktikan dengan visum et repertum dari
dokter pemerintah.

f. Antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak
ada harapan untuk hidup rukun lagi dalam rumah tangga, yang dibuktikan dengan surat
pernyataan dari Kepala Kelurahan/Kepala Desa yang disahkan oleh Pejabat yang
berwajib serendah-rendahnya Camat.

Surat permintaan ijin perceraian tersebut dibuat


menurut contoh sebagai berikut. KLIK DISINI.
Permintaan ijin tersebut harus dilengkapi dengan salah satu atau lebih bahan pembuktian.
Setiap atasan yang menerima surat permintaan ijin perceraian harus berusaha dahulu
merukunkan kembali suami istri tersebut dengan cara memanggil mereka, baik bersama-sama
maupun sendiri-sendiri untuk diberikan nasehat. Apabila tempat suami istri yang
bersangkutan berjauhan dari tempat kedudukan Pejabat, maka pejabat dapat
menginstruksikan kepada pejabat lain dalam lingkungannya untuk melakukan usaha
merukunkan kembali suami istri itu. Apabila dipandang perlu, Pejabat dapat meminta
keterangan dari pihak lain yang dipandang mengetahui keadaan suami istri yang
bersangkutan.

Apabila usahanya tidak berhasil, maka ia meneruskan permintaan ijin perceraian itu kepada
pejabat melalui saluran hirarki dengan mempertimbangkan dengan seksama :
Alasan-alasan yang dikemukakan oleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan sebagai
tersebut dalam surat permintaan ijin perceraian dan lampiran-lampiranya.
Pertimbangan yang diberikan oleh atasan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.
Keterangan dari pihak lain yang dipandang mengetahui keadaan suami istri yang
mengajukan permintaan ijin perceraian tersebut, apabila ada.

Setiap atasan yang menerima surat permintaan ijin perceraian, wajib menyampaikannya
kepada Pejabat selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan melalui saluran hirarki, terhitung mulai
tanggal ia menerima surat permintaan ijin perceraian itu. Setiap pejabat harus mengambil
keputusan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat
permintaan ijin perceraian itu.

Surat keputusan penolakan Surat keputusan pemberian ijin


permintaan ijin perceraian perceraian dibuat menurut
dibuat menurut contoh berikut. contoh sebagai berikut.
KLIK DISINI.

KLIK DISINI. 10
Alur Proses Administrasi Izin Perceraian

1. Pegawai Negeri Sipil


mengajukan 2. Pemanggilan kedua
permohonan izin belah pihak atau
cerai kepada Atasan mediasi
pada Unit Kerja

3. Atasan Unit Kerja


4. Pembuatan Berita melakukan upaya
Acara Pemeriksaan merujukan kedua belah
pihak dan memeriksa alasan
(BAP) / Laporan Hasil
sebenarnya dari keinginan
Pemeriksaan perceraian tersebut
(Membentuk Tim Pemeriksa)

5. Unit Kerja 6. Unit Organisasi dapat


mengusulkan melakukan
permohonan izin cerai pemeriksaan atau
kepada Kepegawaian di mediasi kembali jika
Unit Organisasi diperlukan

8. BKO memeriksa 7. Unit Organisasi


kelengkapan administrasi, , mengusulkan permohonan
membuat konsep izin cerai izin cerai ke Biro
pengusulan ke Setjen dan Kepegawaian, Organisasi
Menteri, dan penerbitan dan Tata Laksana (BKO)
SK Izin Cerai

Kelengkapan Berkas Izin Cerai :


9. SK izin cerai Surat Pengantar/Usul dari
ditanda-tangani dan unit kerja
Surat Permohonan
disampaikan kepada Izin/Gugat Cerai dari
ybs./pasangannya (ASLI)
PNS ybs melalui Unit SK Tim BAP
Organisasi Berita Acara Pemeriksaan
(ASLI)
Laporan Hasil Pemeriksaan
Fotocopy Akta Nikah
Salah satu alasan sah untuk
melakukan perceraian
(berdasarkan SE BAKN No.
8/SE/1983)
Surat Panggilan dari unit
kerja terkait sebagai bukti
pembinaan terhadap ybs.
Surat Pernyataan dari kedua
11 belah pihak *
Surat Bukti dari saksi *
* bila diperlukan/bila ada
III. Laporan Perceraian

PNS yang telah mendapat ijin untuk melakukan perceraian, apabila ia telah
melakukan perceraian itu, maka ia wajib melaporkannya kepada Pejabat melalui
saluran hirarki, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan, terhitung mulai tanggal
perceraian itu. Laporan perceraian itu dibuat menurut contoh sebagai berikut.
KLIK DISINI, dan dilampiri dengan salinan sah surat cerai/akta perceraian
beserta Surat Keterangan Izin Cerai/ SK Izin Cerai dan dibuat menurut ketentuan
sebagai berikut :

Apabila perceraian terjadi atas kehendak PNS pria, maka ia wajib menyerahkan
sebagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya,dengan
ketentuan sebagai berikut :

Apabila anak mengikuti bekas istri, maka pembagian gaji ditetapkan


sebagai berikut:
Sepertiga gaji untuk Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan.
Sepertiga gaji untuk bekas istrinya.
Sepertiga gaji untuk anaknya yang diterimakan kepada bekas istrinya.

Apabila perkawinan tidak menghasilkan anak, maka gaji dibagi dua,


yaitu setengah untuk Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan
dan setengah untuk bekas istrinya.

Apabila anak mengikuti Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan, maka
pembagian gaji ditetapkan sebagai berikut :
1. Sepertiga gaji untuk Pegawai Negeri Sipil pria yang bersangkutan.
2. Sepertiga gaji untuk bekas istrinya.
3. Sepertiga gaji untuk anaknya yang diterimakan kepada Pegawai
Negeri Sipil pria yang bersangkutan.

Apabila sebagian anak mengikuti Pegawai Negeri Sipil pria yang


bersangkutan dan sebagian lagi mengikuti bekas istri, maka
sepertiga gaji yang menjadi hak anak itu dibagi menurut jumlah anak.
12
Pembagian Gaji PNS Pria Setelah Perceraian

PNS pria yang telah melakukan perceraian, maka ia wajib menyerahkan


bagian gajinya untuk penghidupan bekas istri dan anak-anaknya. wajib
membuat pernyataan tertulis, menurut contoh sebagai berikut. KLIK DISINI.
Hak atas bagian gaji untuk bekas istri tersebut tidak diberikan, apabila
perceraian terjadi karena istri terbukti telah berzina dan atau istri terbukti
telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin
terhadap suami dan atau istri terbukti menjadi pemabuk, pemadat, dan
penjudi yang sukar disembuhkan dan atau istri terbukti telah meninggalkan
suami selama dua tahun berturut-turut tanpa ijin suami dan tanpa alasan
yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.

Meskipun perceraian terjadi atas kehendak istri yang bersangkutan, haknya


atas bagian gaji untuk bekas istri tetap diberikan apabila ternyata alasan istri
mengajukan gugatan cerai karena dimadu, dan atau karena suami terbukti
telah berzina, dan atau suami terbukti telah melakukan kekejaman atau
penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap istri, dan atau suami
terbukti telah menjadi pemabuk, pemadat, dan penjudi yang sukar
disembuhkan dan atau suami terbukti telah meninggalkan istri selama dua
tahun berturut-turut tanpa ijin istri dan tanpa alasan yang sah atau karena
hal lain di luar kemampuannya.

Yang dimaksud dengan gaji adalah penghasilan yang diterima oleh suami
dan tidak terbatas pada penghasilan suami pada waktu terjadinya perceraian.

Bendaharawan gaji wajib menyerakan secara langsung bagian gaji yang


menjadi hak bekas istri dan anak-anaknya sebagai akibat perceraian, tanpa
lebih dahulu menunggu pengambilan gaji dari Pegawai Negeri Sipil bekas
suami yang telah menceraikannya.

Bekas istri dapat mengambil bagian gaji yang menjadi haknya secara
langsung dari Bendaharawan gaji, atau dengan surat kuasa, atau dapat
meminta untuk dikirimkan kepadanya.

13
IV. Hukuman Disiplin
Bagi PNS yang Melanggar Peraturan
Izin Perkawinan dan Perceraian

Pegawai Negeri Sipil dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat


berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang
Disiplin Pegawai Negeri Sipil, apabila melakukan salah satu atau
lebih perbuatan sebagai berikut :

a. Tidak memberitahukan b. Melakukan perceraian tanpa


perkawinan pertamanya secara memperoleh ijin bagi yang
tertulis kepada Pejabat dalam berkedudukan sebagai penggugat
jangka waktu selambat- atau tanpa surat keterangan bagi
lambatnya satu tahun setelah yang berkedudukan sebagai
perkawinan dilangsungkan tergugat, terlebih dahulu dari
Pejabat

c. Beristri lebih dari d. Melakukan hidup bersama


seorang tanpa di luar ikatan perkawinan yang
memperoleh ijin terlebih sah dengan wanita yang bukan
dahulu dari pejabat istrinya atau dengan pria yang
bukan suaminya

e. Tidak melaporkan f. Tidak melaporkan


perceraiannya kepada Pejabat perkawinannya yang lebih dari
dalam jangka waktu selambat- seorang kepada Pejabat dalam
lambatnya satu bulan setelah jangka waktu selambat-
terjadinya perceraian lambatnya satu tahun setelah
perkawinan dilangsungkan

14
g. Setiap atasan yang tidak h. Pejabat yang tidak memberikan
memberikan pertimbangan keputusan terhadap permintaan
dan tidak meneruskan ijin perceraian atau tidak
permintaan ijin atau memberikan surat keterangan
pemberitahuan adanya atas pemberitahuan adanya
gugatan perceraian untuk gugatan perceraian, dan atau
melakukan perceraian, dan tidak memberikan keputusan
atau untuk beristri lebih dari terhadap permintaan ijin untuk
seorang dalam jangka waktu beristri lebih dari seorang dalam
selambat-lambatnya tiga jangka waktu selambat-lambatnya
bulan setelah ia menerima tiga bulan setelah ia menerima
permintaan ijin atau permintaan ijin atau
pemberitahuan adanya pemberitahuan adanya gugatan
gugatan perceraian perceraian.

i. Pejabat yang tidak melakukan pemeriksaan dalam hal


mengetahui adanya Pegawai Negeri Sipil dalam
lingkungannya yang melakukan hidup bersama di luar
ikatan perkawinan yang sah.

j. Pegawai Negeri Sipil wanita yang menjadi istri kedua/ketiga/keempat


dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian tidak dengan hormat sebagai
Pegawai Negeri Sipil.

k. Pegawai Negeri Sipil pria dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat
apabila menolak melaksanakan pembagian gaji dan atau tidak mau
menandatangani daftar gajinya sebagai akibat perceraian.

15
III. Hidup Bersama Diluar Ikatan
Perkawinan yang Sah

Pegawai Negeri Sipil dilarang hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang
sah. Yang dimaksud hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah adalah
melakukan hubungan sebagai suami istri dengan wanita yang bukan istrinya
atau dengan pria yang bukan suaminya yang seolah-olah merupakan suatu
rumah tangga. Setiap pejabat yang mengetahui atau menerima laporan adanya
Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungannya melakukan hidup bersama di luar
ikatan perkawinan yang sah, wajib memanggil Pegawai Negeri Sipil yang
bersangkutan untuk diperiksa. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Pejabat
atau Pejabat lain yang ditunjuk olehnya dan dituangkan dalam berita acara
pemeriksaan. Apabila dari hasil pemeriksaan itu ternyata bahwa Pegawai
Negeri Sipil yang bersangkutan memang benar melakukan hidup bersama di
luar ikatan perkawinan yang sah, maka Pegawai Negeri Sipil yang
bersangkutan dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

16
Gedung Utama Lantai 8
Jl. Pattimura 20, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan 12110