Anda di halaman 1dari 50

PERAN TIM SATGAS

DALAM DUKUNGAN TEKNIS PEMANGKU KEPENTINGAN DI


KABUPATEN KUTAI TIMUR

TRI MURTI, SKM., MSc

Program Manajer Bidang Program dan Kegiatan PSS Prov Kaltim


BIODATA NARASUMBER :
Nama : Tri Murti, SKM., MSc
Jabatan : Program Manager Bidang Program dan Kegiatan
Instansi : Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur
TTL : Samarinda, 10 September 1988

Riwayat Pendidikan :
• S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman
• S2 Community Health, Universiti Putra Malaysia

Riwayat Pekerjaan :
1. Dosen Prodi Kesmas di Stikes Muhammadiyah Samarinda tahun 2011
2. Dosen Prodi Kesmas di Fakultas Kesehatan Masyarakat UNMUL tahun 2016 - 2017
3. Dosen Prodi ARS di Stikes Mutiara Mahakam dari 2021 s.d Sekarang
4. Data Manajer Satgas Covid Kota Samarinda 2021

Organisasi :
1. AIMI ( Asosiasi Ibu Menyusui Cabang Kalimantan Timur) Bidang SDM
INDIKATOR PREPRES 72 01

INDIKATOR RAN PASTI 02

N
SA
HA
03
INDIKATOR RAN PASTI PRORITAS YANG
PERLU DIKAWAL

BA
04

K
OUTPUT SATGAS STUNTING PROVINSI DAN

PI
KAB/KOTA MENGACU PADA PREPRES 72/2021 DAN

TO
RAN PASTI
INDIKATOR
PREPRES 72/2021
1
Peraturan Presiden Nomer 72 Tahun 2021 LAMPIRAN A : Target Antara PPS

Terdiri dari 32 Pasal  9 indikator layanan intervensi spesifik


11 indikator layanan intervensi sensitif
Pengertian TPK Secara Umum

LAMPIRAN B : Uraian Pilar Strategi PPS


 Pilar 1 : Peningkatan Komitmen & Visi Kepemimpinan di K/L, PemProv, Pemda Kab/Kota & PemDes
a. Meningkatkan komitmen PPS: 8 Output;
b. Meningkatkan kapasitas PemDes : 3 Output

 Pilar 2 : Peningkatan KPP dan pemberdayaan masyarakat


a. Melaksanakan kampanye KPPyang berkelanjutan : 4 Output (2 Output BKKBN)
b. Melakukan penguatan kapasitas institusi dalam KPP: 7 Output (2 Output BKKBN)
c. Melakukan penguatan peran organisasi keagamaan dalam KPP: 2 output

 Pilar 3 : Peningkatan konvergensi Intervensi Spesifik & Sensitif di K/L. PemProv, Pemda Kab/Kota dan
PemDes
a. Melaksanakan konvergensi dalam perencanaan dan penganggaran : 15 Output
b. Melaksanakan konvergensi dalam Upaya Penyiapan kehidupan berkeluarga : 7 Output (6 dari 7
BKKBN)

 Pilar 4 : Peningkatan ketahanan pangan & gizi pada tingkat individu, keluarga & masyarakat
a. Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi individu, keluarga masyarakat, termasuk dalam keadaan
bencana: 6 Output
b. Meningkatkan kualitas fortifikasi pangan 1 Output
 Pilar 5 : penguatan dan Pengembangan system, data, informasi, riset dan inovasi
a. Penguatan system pemantauan dan evaluasi terpadu : 8 Output
b. Mengembangkan system data dan informasi terpadu : 5 Output
c. Melakukan penguatan riset dan inovasi serta pengembangan pemanfaatannya : 1 Output
d. Mengembangkan sistem pengelolaan pengetahuan : 4 Output
PerPres 72/2021 : Lampiran A : Target Antara PPS
INDIKATOR PerPres 72/2021 dan Penguatan Output Pilar Strategi PPS

PILAR 1 : KEGIATAN : Output :


Meningkatkan Komitmen 1. Peningkatan Komitmen PPS 1. Terselenggara rapat tahunan dihadiri oleh pimpinan
dan Visi kepemimpinan 2. Peningkatan kapasitas tinggi tingkat pusat, prov & kab/kota
di K/L, Pemerintah Prov, PEMDES 2. Terselenggara rapat di tingkat kab/kota
Kab/Kota & Pemerintah 3. Terselenggara rembuk stunting
Desa. 4. Tersedianya kebijakan/peraturan bupati/wali kota
Pendampingantentang
Kepadakewenangan desa/kel dlm PPS
BUMIL
5. Tersedia bidan desa/kel sesuai kebutuhan
6. Jumlah desa/kel bebas stunting
7. Presentasi pemerintah daerah prov yg meningkatkan
alokasi APBD untuk PPS
8. Presentasi pemerintah daerah kab/kota yg
meningkatkan alokasi APBD untuk PPS
9. Jumlah pemdes yg mendapatkan peningkatan
kapasitas dlm PPS
10. Jumlah pendampingan Porgram Keluarga Harapan
(PKH) yg terlatih modul kesh & gizi
11. Presentase desa/kel yg kader pembangunan manusia
mendapatkan binaan dari pemerintah daerah kab/kota
PILAR 2 : KEGIATAN : Output :
1. Melaksanakan 1. Terlaksananya kampanye nasional pencegahan Stunting.
kampanye dan 2. Persentase keluarga yang stop Buang Air Besar Sembarang (BABS)
komunikasi 3. Persentase keluarga yang melaksanakan PHBS
4. Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang memperoleh
perubahan perilaku
imuninasi lengkap
yang berkelanjutan 5. Jumlah kab/kota yg memiliki 20 tenaga pelatiha berjenjang tingkata dasar
2. melakukan simulasi pelatihan penangan stunting bagri guru PAUD
penguatan kapasitas 6. Persentase desa/kelurahan yg memiliki guru PAUD terlatih pengasuhan
institusi dalam stunting
komunikasi 7. Persentase lembaga PAUD yang mengembangjan PAUD Holistig
perubahan perilaku 8. Terpenuhi Standar pelayanan pemantauan tumbuh kembang di Posyandu.
untuk penurunan 9. Persentase desa/kelurahan yang melakukan Bina Keluarga Balita (BKB)
tentang 1000 HPK
Stunting
10. Persentase kemlompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program
3. melakukan Keluarga Harapan (PKH) yang mengikuti pertemuan peningkatan
penguatan peran kemampuan keluarga (P2K2) dengan modul kesehatan dan gizi.
organisasi 11. Persentase Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja dan Bina Keluarga
keagamaan dalam Remaja (BKR) yang melaksanakan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi
komunikasi remaja
perubahan perilaku 12. Terlaksana Forum komunikasi perubahan perlaku dlm penurunan stunting
untuk penurunan lintas agama
13. Persentase Catin mendapat bimbingan perkawinan dengan materi
Stunting.
stunting
PILAR 3 : KEGIATAN : Output :
1. Melaksanakan 1. Jumlah prov dan kab/kota yg mengintergrasikan program dan kegiatan PPS dlm dokumen
konvergensi dan perencanaan dan penganggaran (RPJPD, RPJMD, Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi, Rencana
perencanaan dan kerja pemerintahan daerah, serta APBD dan Rencana Kerja dan Anggaran daerah)
penganggaran 2. Presentasi Kabupaten/Kota melaksanakan aksi konvergensi PPS
serta pelaksanaan 3. Persentase desa/kelurahan yg mengintergrasikan program dan kegiatan PPS dlm Dokumen
kegiatan u/ perencanaan dan penganggaran desa/ kel
meningkatkan 4. Persentase desa/kelurahan yang meningkatkan alokasi dana desa/kel untuk intervensi spesifik dan
jenis, cakupan, intervensi sensitif dlm PPS
dan kualitas 5. Presentase desa/kelurahan yg melakukan konvergensi PPS
intervensi gisi 6. Presentase desa/kelurahan yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
tingkat pusat dan 7. Presentase calon pengantin/calon ibu yg menerima tablet tambah darah
daerah. 8. Presentase ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yg menerima tambahan asupan gizi
2. Melaksanakan 9. Presentase ibu hamil yang menerima Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 Tablet selama masa
konvergensi dalam kehamilan.
upaya penyiapan 10. Presentase bayi usia kurang dari 6 bulan mendapatkan ASI Ekslusif
kehidupan 11. Presentase anaka usia 6-23 bulan yang mendapatkan MP-ASI
bekeluarga 12. Presentase anak berusia dibawah 5 tahun gizi buruk yg mendapatkan tatalaksana gizi buruk
13. Presentase anak berusia dibawah 5 tahun gizi kurang mendapatkan tamabhan asupan gizi
14. Presentase kab/kota yg mengintervensi keamanan pangan untuk mendukung PPS
15. Presentase Kab/kota yg mendapatkan fasilitas sebagai daerah ramah perempuan dan anak dlm PPS
16. Cakupan pendampingan keluarga beresiko stunting
17. Cakupan PUS yg menerima pendampingan kespro dan edukasi gizi sejak 3 bln pranikah
18. Presentase remaja putri yang menerima lay pemeriksaan status anemia (HB)
19. Tersedia data surveilans keluarga beresiko stunting
20. Presentase Kab/Kota dengan Age Spesific Fertility Rate/ASFR (15-19) paling sedikit 18 per 1000
21. Pelayanan keluarga berencana pasca persalinan
22. Pelayanan unmet need ply keleuarga berencana
PILAR 4 : KEGIATAN : Output :
1. Memenuhi 1. Keluarga beresiko stunting yang mendapatkan manafaat sumber daya
kebutuhan pekarangan u/ peningkatan asupan gizi
pangan dan 2. Presentase keluaraga beresiko stunting yang mendapatkan promosi
gizi individu, peningkatan komsumsi ikan dalam negeri
keluarga, 3. Presentase Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu
dan masy menyususi, dan anak berusia dibawah 2 thn yg menerima variasi
termasuk bantuan pangan selain beras dan telur
dlm keadaan 4. Cakupan PUS dengan status miskin dan penyandang masalah
bencana kesejahteraan sosial yang menerima bantuan tunai bersyarat
2. Meningkatka 5. Cakupan PUS dengan status miskin dan penyandang masalah
n kualitas kesejahteraan sosial yang menerima bantuan pangan nontunai
fortofikasi 6. Cakupan PUS fakir miskin dan orang tidak mampu yang menajdi
pangan Penrima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan
7. Presentase pengawas produk pangan fortifikasi yang ditindaklanjutin
oleh pelaku usaha
PILAR 5 : KEGIATAN : Output :
1. Melakukan 1. Presentase Pemerintahan Daerah Provinsi dan Kab/Kota yg memiliki kinerja baik dalam
penguatan konvergensi PPS
sistem 2. Presentase Pemerintahan Desa yang memiliki kinerja baik dalam konvergensi PPS
pemantauan 3. Publikasi data stunting tingkat Kab/Kota
dan evaluasi 4. Terselenggara pemantauan dan evaluasi strategi nasional PPS
terpadu PSS 5. Terselenggara Pemantauan Evaluasi PPS di daerah Provinsi /Kab Kota/ Desa
2. Pengembangan 6. Terselenggara Audit anak berusia diabwah 2 tahun stunting
Sistem data dan 7. Tersedia sistemd ana trasnfer ke daerah dan dana desa/kel yang mendukung PPS
Informasi 8. Tersedia sistem dana dan informasi terpadu untuk PPS
terpadu 9. Tersedia data beresiko stunting yang termuktahirkan melalui Sistem Informasi Keluarga
3. Melakukan (SIGA)
penguatan riset 10. Tersedia sistem skrining dan konseling PUS siap nikah
dan inovasi 11. Presentase Kab/kota yang mengimplementasikan sistem data surveilans gizi ekeltronik
serta dalam pemantauan intervnesi gizi untuk PPS
pengembangan 12. Presentase kab/kota yang menerima pendampingan percepatan penurunan stunting
pemnafaatan melalui Tri dharma Perguruan Tinggi
hasil riset dan 13. Tersusun plaftfom berbagai pengetahuan untuk PPS
inovasi 14. Tersusun sistem penghargaan bagi daerah dalam PPS
4. Mengembangka 15. Tersedia sistem intervensi finansial bagi daerah yang di nilai berkinerja baik dalan PPS
n sistem 16. Tersusun kajian anggaran dan belanja pemerintah untuk PPS
pengolahan
pengetahuan
PerPres 72/2021 Pasal 11 : PemDes mengoptimalkan
program dan kegiatan pembangunan Desa dalam
mendukung PPS

Ada ‘think thank’ yang mengoordinasikan (Ps.15-


TPPS, 17-peyiapan perumusan penyelesaian kendala),
mensinergikan, penyelenggaraan Percepatan
Penurunan Stunting berbasis bukti di tiap jenjang :
 Pusat
 Provinsi
 Kabupaten/Kota
 Desa/Kelurahan
 Keluarga

secara efektif, konvergen, dan terintegrasi


dengan melibatkan lintas sektor di tingkat pusat
dan daerah.
Tahapan Musrenbang & Pembiayaan Direncanakan Berdasarkan Program

Rembuk stunting Desa Rembuk stunting Rembuk stunting


Minggu ke 3 s/d ke 4 bulan
Kecamatan Kabupaten/Kota Intervensi dan Fasilitasi
Januari
Minggu ke 2 s/d ke 3 bulan Februari Minggu ke 3 s/d ke 4 bulan Maret dengan pendekatan HULU
:Fasilitasi perencanaan dan
penganggaran di tingkat desa
menunjang kegiatan
pencegahan dan
penanggulangan stunting
sesuai dengan sasaran yang
diharapkan (PMT, PAUD, dll,
berapa % menyasar kel
Musdes/MusrenbangDes : Usulan berisiko?)
yang dihasilkan dari hasil MMD
tingkat dusun yang dimuat dalam Program dan sasaran kebutuhan Pembahasan rancangan Penurunan Prevalensi
daftar usulan yang akan desa disampaikan pada saat Stunting
disampaikan pada saat musrenbang
renja dan penyusunan
musrenbang kecamatan dengan Kecamatan/Kabupaten/
tingkat desa sesuai dengan prioritas rancangan awal RKPD
skala prioritas dan masalah setiap
serta masalah yang dihadapi tiap desa untuk dimasukan dan dinput di Kota
dusun dalam penanganan dan SIPD kabupaten dan menjadi
intervensi penurunan stunting program unggulan tahun berjalan Apakah ada Forum Data di kabupaten yang reguler untuk
dalam intervensi sensitif dan spesifik mengupdate atau memperbaharui Data ?

Nakes, PLKB,TP-PKK, kader desa,


masyarakat Desa dengan Pemerintah Catatan
SIPD : Sistem Informasi Pembangunan D a e r a h → b a h a n pengambil keputusan
Desa dan BPD BPD : Badan Permusyawaratan Desa

Penyusunan perencanaan pembangunan desa tahun berikutnya


Contoh : Kendali Sasaran Prioritas Penurunan Stunting di Tingkat Desa
Kendali Sasaran Prioritas Penurunan Stunting di Tingkat Desa
Kendali Sasaran Prioritas Penurunan Stunting di Tingkat Desa
INDIKATOR RAN PASTI

2
REN

3 KLUSTER

47 KEGIATAN
8 KEGIATAN OPERASIONAL
PRIORITAS
90 INDIKATOR
KEBERHASILAN

Terdapat 20 indikator dalam stranas dan tambahan 11 indikator


dalam PerPres 72/2021 (4 spesifik, 7 sensitif) jika digabung
dengan stranas terdapat 31 i n d i c a t o r → 2 9 indikator- ada 3
indikator yang sudah masuk dalam stranas; masih dalam tahap
sinkronisasi dengan Setwapres, Bappenas,Kemendagri dan
kemendesa, karena akan berkaitan dengan cakupan layanan
3
INDIKATOR RAN PASTI PRIORITAS
YANG PERLU DIKAWAL
Sumber : Kebijakan Dana Desa Tahun 2022, KemendesaPDTT
Sumber : Kebijakan Dana Desa Tahun 2022, KemendesaPDTT
C. Program Prioritas Nasional Sesuai Kewenangan Desa

Lampiran PermenDesa PDTTNo.7/2021 Program Prioritas


Nasional Sesuai Kewenangan Desa BAB II Poin C. Hal 22
Satgas mengawal 37 indikator keluarga berisiko stunting dengan PJ PemDes
Terhadap Prioritas Penggunaan Dana Desa (DD)
Kemendes PDTT : monev penggunaan DD

Pusat BKKBN : mengawal indikator yang terdapat pada PerPres


72/2021 dan RAN PASTI

Kemendagri : nomenklatur anggaran di APBDes

DANA DESA
Melakukan pembinaan melalui
sosialisasi, pemantauan, dan
Bupati/Walikota
evaluasi Prioritas Penggunaan
Dana Desa secara berjenjang SATGAS berkolaborasi
Dinas PMD,Bappeda mengawal perencanaan
Daerah dan OPD Terkait pemanfaatan prioritas
DD Bersama TPPS
Kab/Kota ,TPP dan
Kecamatan (Camat) OPD/UPT terkait :
PermenDesa PDTTNo.7/2021 Pasal
misalnya membuat
5, 6, 7 dan penjelasan pada lampiran
Pemerintah Desa forum bersama
halaman 22
(Kades) : Musdes

*TPP : Tim Pendamping Professional


Satgas mengawal 37 indikator keluarga berisiko stunting dengan PJ PemDes
Dalam kegiatan Rembuk stunting Desa
Peran Satgas dalam RAN PASTI

1. Satgas mengawal (fungsi penguatan) Pemda sesuai


jenjang dalam mengawal indikator RAN PASTI
2. Penanggung Jawab indikator RAN PASTI
• Pemerintah Kab/Kota : 46
• Pemerintah Desa dan Kab/Kota : 26
• Pemerintah Desa :13
• BKKBN : 4
• Kemendagri : 1
Unit implementasi program PPS
Konsultasi, Fasilitasi, Koordinasi,
TOTAL : 90
Penguatan
1 DATA STUNTING
Analisis Situasi Penyampaian Layanan pada Rumah Tangga 1.000
HPK& Kelompok Sasaran BerisikoStunting
Bertujuan untuk:
• Mengidentifikasi permasalahan dalam manajemen layanan yang menyebabkan layanan
tidak diakses oleh rumah tangga 1.000 HPKdan kelompok sasaran berisiko stunting
• Merumuskan rekomendasi tindakan prioritas dalam perbaikan manajemen layanan agar
layanan tersedia dan mampu diakses oleh rumah tangga 1.000 HPKdan keluarga berisiko
stunting
• Memastikan penggunaan data rumah tangga 1.000 HPKdan kelompok sasaran berisiko
stunting dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan supervisi
penyelenggaraan layanan.

Analisis dilakukan melalui FGD dengan OPD penanggung jawab layanan di tingkat Kabupaten/Kota dan dengan pelaksana/tenaga
operasional.
Analisis Kebutuhan Penguatan Koordinasi Antar Program dan
Antara Kabupaten/Kota Dengan Kecamatan dan Desa
Bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan koordinasi dan rekomendasi
penguatan koordinasi antar lembaga atau antar tingkatan pemerintahan dalam
wilayah kabupaten/kota dalam meningkatkan integrasi layanan bagi rumah tangga
1.000 HPKdan kelompok sasaran berisiko stunting

Koordinasi yang dimaksud meliputi:


• Koordinasi di antara OPD-OPD penanggung jawabprogram/kegiatan
• Koordinasi antara upaya perubahan perilaku dengan upaya perbaikan
penyampaian layanan oleh penyedia layanan.
• Koordinasi antara Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa
4
SATGAS DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM
BERPERAN DALAM 4 FUNGSINYA :

Konsultasi Koordinasi

Fasilitasi Penguatan
DALAM HAL FUNGSI KOORDINASI
DAN KONSULTASI

1. Melakukan Koordinasi pada anggota PPS di tingkat provinsi untuk mendukung kegaitan stunting :
- Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim
- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kaltim
- Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim
- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim
- Bappeda Provinsi Kaltim
- Universitas Mulawarman (Fakultas Kesehatan Masyarakat UNMUL)
- TP-PKK Provinsi Kaltim
2. Memfasilitasi kegiatan RAKOR Bidang BIdang dalam TPPS Provinsi Kalimantan Timur
3. Melaksanakan Inventarisasi Program setiap anggota TPPS Provinsi Kalimantan Timur.
PENYEDIAAN SATU DATA STUNTING

s.id/dashboardkaltim
PENYEDIAAN SATU DATA STUNTING

sekrestunting.id--> SIPASTI
TARGET RENCANA KERJA DALAM PPS
AUDIT KASUS STUNTING
TINGKAT TINGKAT
KECAMATAN KECAMATAN

AKS
MINILOK
KECAMATAN

REMBUK
STUNTING
ELSIMIL

Rembuk Stunting
di Tingkat
Kab/Kota
Terima Kasih
KUTAI TIMUR, 6 JULI 2022