Anda di halaman 1dari 136

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

PENINGKATAN PROMOSI PROGRAM POSBINDU DALAM UPAYA


PENGENDALIAN DINI FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK
MENULAR DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TUANGILA
KABUPATEN BUTON

Disusun Oleh :

LISTYANI, AMK
NDH : 25

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II


ANGKATAN XII TAHUN 2020

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KENDARI
2020
1
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

PENINGKATAN PROMOSI PROGRAM POSBINDU DALAM UPAYA


PENGENDALIAN DINI FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK
MENULAR DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TUANGILA
KABUPATEN BUTON

Disusun Oleh :

LISTYANI, AMK
NDH : 25

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II


ANGKATAN XII TAHUN 2020

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KENDARI
2020
2
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Chairil Anwar No. 8 APuwatuTlp. 3124061 Fax. 3125905

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

PENINGKATAN PROMOSI PROGRAM POSBINDU DALAM UPAYA


PENGENDALIAN DINI FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI
WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TUANGILA
KABUPATEN BUTON

Oleh :

LISTYANI, AMK
NDH : 25

Telah diterima dan diperbaiki sesuai masukan Penguji, Coach dan Mentor
pada Seminar/ Evaluasi Rancangan Aktualisasi yang diselenggarakan
Pada tanggal : 06 Oktober 2020
Kendari, 06 Oktober 2020
PENGUJI PEMBIMBING MENTOR

ABDUL KAHAR MUZAKIR S,SE.,M.Si Ir.Hj IKAH ATIKAH, MP MUALIMIN BANISI,SKM


NIP. 19680903 199603 1 006 NIP. 19640507 199203 2 008 NIP. 19801123 200604 1 015

Mengetahui :
KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI TENGGARA,

SYAHRUDDIN NURDIN, S.E.


Pembina Utama Muda, Gol. IV/c
NIP. 19660621 199012 1 001

3
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Chairil Anwar No. 8 APuwatuTlp. 3124061 Fax. 3125905

LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

PENINGKATAN PROMOSI PROGRAM POSBINDU DALAM UPAYA


PENGENDALIAN DINI FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI
WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TUANGILA
KABUPATEN BUTON

Oleh :

LISTYANI, AMK
NDH : 25

Telah disetuju untuk diseminarkan tanggal: 06 Oktober 2020


Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara

COACH, MENTOR,

Ir.Hj IKAH ATIKAH, MP MUALIMIN BANISI,SKM


NIP. 19640507 199203 2 008 NIP. 19801123 200604 1 015

Mengetahui :

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI SULAWESI TENGGARA,

SYAHRUDDIN NURDIN, S.E.


Pembina Utama Muda, Gol. IV/c
NIP. 19660621 199012 1 001

4
PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jalan Chairil Anwar No. 8 APuwatuTlp. 3124061 Fax. 3125905

LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI
NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

PENINGKATAN PROMOSI PROGRAM POSBINDU DALAM UPAYA


PENGENDALIAN DINI FAKTOR RESIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI
WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TUANGILA
KABUPATEN BUTON

Oleh :

LISTYANI, AMK
NDH : 25

Telah disetuju untuk diseminarkan tanggal: 06 Oktober 2020


Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara

COACH, MENTOR,

Ir.Hj IKAH ATIKAH, MP MUALIMIN BANISI,SKM


NIP. 19640507 199203 2 008 NIP. 19801123 200604 1 015

5
KATA PENGANTAR

Allhamdullilah Rabbil „Alamin. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan segenap kekuatan, kesehatan, keteguhan, dan kesabaran serta semua nikmat
taat terhingga. Sehingga Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara yang
berjudul “ Peningkatan Promosi Program Posbindu dalam Upaya Pengendalian Dini Faktor
Resiko Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja Puskesmas Tuangila “ dapat di selesaikan
dengan lancar dan baik.
Tujuan dari pembuatan Laporan Aktualisasi ini adalah sebagai bagian dari tugas dalam
Pelaksanaan Pelatihan Dasar CPNS Pemerintah Kabupaten Buton Golongan II Angkatan XII.
Aktualisasi secara substansi di maksud untuk meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara
dengan sikap prilaku ASN dan Nilai Dasar ASN yang terdiri dari : Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA).
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan Aktualisasi ini dapat selesai karena adanya
bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
menyampaikan rasa terima kasih dan penghargan sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Allah SWT yang telah menciptakan dan memberi karunia samudera nikmat sehingga
penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanan aktualisasi ini;
2. Baginda Rasullulah SAW atas tuntunan jalan penerangannya hingga akhir zaman;
3. Bapak Bupati Buton yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada kami untuk
mengikuti Pendidikan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2020;
4. Bapak Syahruddin Nurdin, S.E. selaku Kepala BPSDM Prov.SULTRA beserta jajarannya
selaku penyelenggara Latihan Dasar CPNS;
5. Bapak Abdul Kahar Muzakir S,SE.,M.Si selaku penguji; dan Ibu Ir. Hj. Ikah Atikah, MP
selaku coach yang telah meluangkan waktu tenaga dan pikiran serta motivasi dalam setiap
proses coaching;
6. Bapak Mualimin Banisi,SKM sebagai kepala puskesmas yang telah memberikan motivasi,
dukungan dan bimbingan serta arahan pembuatan laporan aktualisasi;

6
7. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dan memberikan pengarahan terkait materi
ANEKA untuk dapat di internalisasikan dan diaktualisasikan di instansi;
8. Seluruh panitia, dan binsuh yang telah membantu dan memfasilitasi kegiatan latsar;
9. Keluarga Besar Peserta Latsar Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Utara dan Kabupaten
Muna;
10. Seluruh Keluarga Besar saya, terutama Orang tua, saudara yang selalu mendukung dan
mendoakan sepenuh hati demi terciptanya Laporan Aktualisasi ini;
11. Teman-teman peserta Latihan Dasar CPNS yang senantiasa berbagi ilmu juga pengalaman
serta seluruh pihak terkait yang turut memberi sumbangsih dalam proses penyelesaian
laporan ini;

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Aktualisaisi ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu dengan lapang dada penulis menerima kritik dan saran yang
konstruktif demi penyempurnaan Rancangan Aktualisasi ini. Sehingga Laporan Aktualisasi ini
dapat di jadikan dasar dalam pelaksanan dan pelaporan aktualisasi dengan nilai-nilai dasar ASN,
serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang membutuhkan.
Akhirnya penulis mengucapkan terimah kasih atas segala kebaikan dan bantuan yang di
berikan. Mudah-mudahan mendapat balasan yang setimpal dari sang pencipta

Kendari, 06 Oktober 2020

LISTYANI, AMK
NIP. 19910922 201903 2 024

7
DAFTAR ISI

COVER JUDUL

HALAMAN ........................................................................................................ i

HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………..iii

KATA PENGANTAR ........................................................................................ iv

DAFTAR ISI ...................................................................................................... vi

DAFTAR TABEL ..............................................................................................viii

DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................ix

DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………….x

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .................................................................................... 1


B. Tujuan.................................................................................................. 3
1. Tujuan Umum …………………………………………………....3
2. Tujuan Khusus ……………………………………………………3
C. Manfaat................................................................................................. 3
1. Manfaat untuk Penulis ………………………………………….. 3
2. Manfaat untuk Organisasi………………………………………. 3
3. Manfaat untuk Masyarakat……………………………………….3
D. Ruang Lingkup kegiatan Aktualisasi .................................................. 3
E. Waktu dan Tempat Pelaksanaan…………………………………….4

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI……………………………………..5

A. DESKRIPSI ORGANISASI…………………………………………. 5

1. Profil Organisasi ............................................................................. 5


2. Visi Misi Organisasi ....................................................................... 7
3. Tugas Pokok (Uraian Tugass perawat terampil) ............................ 8

B. STRUKTUR ORGANISASI…………………………………………10

1. Profil Staf Puskesmas ……………………………………………..11


2. Sarana dan Prasarana……………………………………………... 14

8
C. NILAI-NILAI DASAR ASN

1. Akuntabilitas .................................................................................. 15
2. Nasionalisme ................................................................................. 19
3. Etika Publik ................................................................................... 21
4. Komitmen Mutu ............................................................................. 23
5. Anti Korupsi ................................................................................... 24

C. KEDUDUKAN DAN PERAN ASN DALAM NKRI

1. Manajemen ASN……………………………………………….... 27
2. Pelayanan Publik……………………………………………..……28
3. Whole Of Government (WoG)…………………………………….28

D. IDENTIFIKASI ISU DAN DAMPAKNYA


1. Identifikasi Isu ……………………………………………………. 29
2. Penetapan Isu…………………………………………………….... 30
3. Analisis Dampak Isu………………………………………………. 32
4. Kegiatan Terpilih Sebagai Pemecahan Isu………………………… 32

E. RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI………………….. 33

BAB III CAPAIAN AKTUALISASI

A. Kendala dan Antisipasi………………………………………….….. 49


B. Hasil Aktualisasi ………………………………………………….51

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………………….... 90
B. Rencana Tindak Lanjut…………………………………………….. 90
C. Saran……………………………………………………………….. 91

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..92

9
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Data Geografis wilayah kerja UPTD Puskesmas Tuangila ………………. 6

Tabel 2.2 Data Demografi wilayah kerja UPTD Puskesmas Tuangila …………….... 6
Tabel 2.3 Jumlah Tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Tuangila ………………….. 9

Tabel 2.4 Sarana dan Prasarana…………………………………………………….… 13

Tabel 2.5 Identifikasi Isu .....................................................................................……..29

Tabel 2.6 Tapisan Isu ...........................................................................................….….31

Tabel 2.7 Hasil Analisis ……………………………………………………………... 31

Tabel 2.8 Rancangan Aktualisasi…………………………………………………….. 33

Tabel 3.1 Upaya Antisipasi yang Dilaksanakan Dalam Menghadapi Kendala ……… 49

Tabel 3.2 Capaian Pelaksanaan Aktualisasi ………………………………………..... 51

Tabel 3.3 Hasil pelaksanaan aktualisasi ……………………………………………...57

10
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.Struktur Organisasi Puskesmas…………………………………….. 11

11
DAFTAR LAMPIRAN

No. Teks

1 Rancangan Aktualisasi

2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi

3 Strategi Pembimbingan Mentor

4 Strategi Pembimbingan Coach

5 Rencana Aksi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar

6 Bukti Lampiran Kegiatan

12
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Profesi PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau ASN (Aparatur Sipil Negara) saat ini masih
menjadi profesi yang impikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak banyak yang
mengetahui apa sebenarnya amanah negara yang harus dilaksanakan oleh seorang ASN. Mereka
hanya melaksanakan tugas sehari-hari ditempat kerja tanpa banyak memikirkan tugas
mereka sebenarnya yaitu pelaksana kebijakan, perekat dan pemersatu bangsa, serta yang tidak
kalah pentingnya adalah menjadi pelayan publik. Dalam rangka mewujudkan cita-cita dan
tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-
Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, maka sangat diperlukan Aparatur Sipil Negara
(ASN) yang berintegritas 9 tinggi, profesional, netral, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam UU ASN No.5 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN)
adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian
kerja yang bekerja pada instansi pemerintahan. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang
selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu
jabatan pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan
perundang-undangan. UU ini sendiri mengedepankan penguatan nilai-nilai dan pembangunan
karakter dalam mencetak PNS. Oleh karena itu, PNS tidak hanya memahami nilai-nilai dasar
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi),
namun PNS juga harus dapat menginternalisasi nilai ANEKA tersebut di unit kerjanya masing-
masing.

Fungsi pegawai ASN adalah sebagai pelaksana kebijakan public, pelayan public, perekat
dan pemersatu bangsa. Pegawai ASN berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan

13
kebijakan dan pelayanan public yang professional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari
praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan merupakan penunjang


keberhasilan pelaksanaan program kesehatan nasional di Indonesia. Puskesmas berada pada
tingkat dasar dalam organisasi kesehatan dimana tenaga kesehatan bekerja sama untuk mencapai
tujuan pembangunan kesehatan. Puskesmas juga merupakan pelaksana kebijakan publik
sekaligus sebagai pelayan public.

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu atau masalah kesehatan dunia dan
indonesia yang sampai saat ini masih menjadi perhatian dalam Dunia kesehatan karena penyakit
ini merupakan salah satu dari penyebab kematian ( Jansje, Ticoalu & samodra, 2012). Buku
Epidemiologi Penyakit Tidak Menular mengemukakan bahwa yang tergolong ke dalam PTM
antara lain adalah Penyakit kardiovaskuler ( jantung, atherosklerosis,hipertensi,penyaki jantung
koroner dan stroke ), Diabetes melitus serta kanker.

PTM merupakan penyebab utama kematian di semua daerah terkecuali afrika ,tetapi
proyeksi saat ini menunjukkan bahwa padaa tahun 2020 peningkatan terbesar kematian PTM
akan terjadi di afrika. Sejauh ini PTM merupakan penyebab utama kematian di dunia, mewakili
63% dari semua kematian tahunan. Penyakit Tidak Menular (PTM) membunuh lebih dari 36 juta
orang setiap tahun, sekitar 80%dari semua kematian PTM terjadi di negara berpenghasilan
rendah dan menengah.

Berdasarkan data yang terdapat di Puskesmas Tuangila, penyakit Hipertensi masuk dalam
kasus 10 besar penyakit terbanyak, hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular ini
menjadi suatu masalah sehingga muncul isu-isu, rendahnya promosi program posbindu dalam
upaya pengendalian dini faktor resiko penyakit tidak menular, Kurangnya pengetahuan kader
dalam melakukan tugasnya sebagai kader Posbindu PTM, Belum optimalnya penggunaan alat
perlindungan diri oleh perawat, berdasarkan hasil analisis APKL yang saya lakukan maka
diperoleh rengking tertinggi yaitu isu tentang rendahnya promosi program posbindu dalam
upaya pengendalian dini faktor resiko penyakit tidak menular. Oleh sebab itu saya mengangkat
judul rancangan Peningkatan Promosi Program Posbindu dalam Upaya Pengendalian Dini Faktor
Resiko Penyakit Tidak Menular.

14
B. Tujuan

1. Tujuan umum laporan aktualisasi ini adalah:


Teraktualisasinya nilai-nilai dasar ASN, kedudukan dan peran ASN dalam pelaksanaan
tugas sehari-hari sebagai perawat terutama dalam pelaksaan tahapan-tahapan kegiatan
dalam pelaksanaan aktualisasi ini.
2. Tujuan khusus
Terwujudnya upaya pengendalian dini faktor resiko penyakit tidak menular di Posbindu
wilayah kerja Puskesmas Tuangila
C. Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh adalah:

a. Manfaat Untuk Penulis


Penulis mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN kepada diri sendiri maupun
dalam unit kerja sesuai dengan kegiatan serta menguasai bidang dan tugasnya
sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara professional sebagai pelayan
masyarakat.
b. Manfaat untuk Organisasi
Unit organisasi dalam pencapaian visi, misi, tujuan organisasi serta memperkuat nilai
organisasi.
c. Manfaat untuk masyarakat
Memberikan perubahan dan perbaikan yang berdampak positif bagi masyarakat,
masyarakat mampu memahami, pencegahan dan pengendalian faktor resiko dini
penyakit tidak menular.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Aktualisasi ini adalah dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar


(ANEKA), Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi dengan
fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan public, perekat dan pemersatu bangsa.
Peningkatan promosi program posbindu dalam upaya pengendalian dini faktor resiko penyakit
tidak menular di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tuangila dengan cara meminta dukungan dari
pihak-pihak terkait, membuat bahan-bahan promosi seperti baleho tentang pentingnya kesehatan

15
bagi masyarakat dalam mengikuti Posbindu, melakukan pemasangan baleho di balai desa,
melaksanakan kegiatan Posbindu (pemeriksaan fisik seperti menggukur tekanan darah, timbang
BB, mengukur TB, menggukur LP, serta melakukan pengecekan gula darah, asam urat serta
cholesterol) dan melakukan evaluasi pelaksanaan Posbindu.

E. Waktu Dan Tempat

1. Waktu Pelaksanaan kegiatan aktualisasi lapangan (off class) ini dilaksanakan berdasarkan
kalender Latihan Dasar CPNS Golongan II lingkup Pemerintah Kabupaten Buton yaitu
dimulai tanggal 31 Agustus – 03 Oktober.
2. Tempat Lokasi pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini bertempat di UPTD Puskesmas
Tuangila, Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton.

BAB II

16
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi
a. Kedudukan organisasi
Berdasarkan PERMENKES No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat menyatakan bahwa kedudukan puskesmas, yaitu :
1) sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam sistem kesehataan nasional,
khususnya subsistem upaya kesehatan;
2) Unit pelaksanaa Teknis Dinas Kesehatan yang bertanggung jawab
menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan kabupaten/ kota,dan;
3) Dalam sistem pemerintah daerah memiliki jalur koordinasi horizontal dengan
pelayanan kesehatan primer.
Puskesmas Tuangila Wilayah Kecamatan Kapontori terletak di sebelah utara
Kabupaten Buton. Puskesmas Tuangila merupakan Puskesmas satelit dari puskesmas
wilayah kecamatan Kapontori berdiri pada awal tahun 2013.
Wilayah kerja Puskesmas Tuangila terdiri dari lima ( 5 ) desa, yaitu Desa Bukit
Asri, Wakuli, Tuangila, Tumada dan Todanga. Puskesmas sudah memiliki sarana
transportasi Ambulance yang dimanfaatkan untuk keperluan operasional Puskesmas.

Luas wilayah kerja Puskesmas Tuangila 174,36 km2, dengan batas-batas


wilayah sebagai berikut :
1) Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton Utara
2) Sebelah Selatan berbatasan dengan selat Kapontori
3) Sebelah Barat berbatasan dengan selat Buton
4) Sebelah Timur berbatasan dengan desa Wa Ondo Wolio Kecamatan Kapontori

No. Nama Desa Luas Wilayah Jumlah Jarak ke Puskesmas

17
(km) Dusun km Waktu tempuh
1. Bukit Asri 21,7 2 5 10 menit
2. Wakuli 19 2 4 8 menit
3. Tuangila 12,5 2 0 0 menit
4. Tumada 68 3 13 25 menit
5. Todanga 53,16 2 17 35 menit
Tabel 2.1 Data Geografis wilayah kerja Puskesmas Tuangila
b. Keadaan Demografis
Adapun jumlah penduduk diwilayah Puskesmas Tuangila adalah sebanyak 2909
jiwa, dengan jumlah KK sebanyak 708, yang terdiri dari laki-laki sebanyak 1.510 jiwa
dan perempuan sebanyak 1.399 jiwa. Adapun sebaran penduduk wilayah kerja
Puskesmas Tuangila sebagai berikut :
No Kelompok Umur Jumlah Penduduk
( Tahun )
Laki-laki perempuan Laki-laki + perempuan

1 2 3 4 5= (3+4)

1. 0-4 152 130 282

2. 5-9 167 160 327

3. 10-14 177 142 319

4. 15-19 152 150 302

5. 20-24 122 117 239

6. 25-29 121 105 226

7. 30-34 107 114 221

8. 35-39 101 92 193

9. 40-44 108 86 194

18
10. 45-49 65 81 146

11. 50-54 63 69 132

12. 55-59 55 51 106

13. 60-64 44 38 82

14. 65-69 33 19 52

15. 70-74 26 19 45

16. 75+ 17 26 43

JUMLAH 1.510 1.399 2.909

Tabel 2.2 Data Demografi wilayah kerja Puskesmas Tuangila


2. Visi, Misi dan Nilai Organisasi
1. Visi Puskesmas Tuangila
Menjadi Puskesmas Yang Memberikan Pelayanan Prima Di Tahun 2022
2. Misi Puskesmas Tuangila
Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan
untuk mewujudkan visi. Misi yang dibangun dalam Rencana Strategi Puskesmas
Tuangila 2019-2022 adalah sebagai berikut
1) Meningkatkan Kemandirian Masyarakat dalam Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat
melalui pendekatan keluarga
2) Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan sesuai standar serta terjangkau
oleh masyarakat
3) Meningkatkan Sumber Daya Masyarakat Kesehatan yang berkualitas
4) Melaksanakan tata kelola Puskesmas Melalui Perbaikan Manajemen secara
Akuntabel

3. TATA NILAI :

19
Tata Nilai Puskesmas Tuangila:“SABAR”
Guna mewujudkan visi dan misi rencana strategis pembangunan kesehatan
Puskesmas Tuangila menganut dan menjunjung tinggi tata nilai yaitu :
S : Santun
Dalam memberikan pelayanan selalu menerapkan 3 S , Senyum,Sapa dan salam
A : Aman
Dalam memberikan pelayanan selalu mengutamakan keamanan baik untuk diri
petugas,pasien dan lingkungan kerja.
B : Bersih
Bersih dalam melakukan pelayanan dengan menerapkan Hand Hygiene
A : Aktif
Terciptanya komunikasi yang aktif kepada pasien maupun antar sesama petugas
R: Rapi
Petugas berpenampilan yang rapi dalam melayani pasien
3. Tugas dan Fungsi Organisasi
Puskesmas adalaah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung
memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah
tertentu. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 Pasal 4
mengutarakan bahwa Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan
untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka
mendukung terwujudnya kecamatan sehat. Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan strata
pertama,Puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu sebagai pusat pelayanan kesehatan
masyarakat, penggerak pembangunan dan pusat pemberdayan. Puskesmas juga harus
memberikan pelayanan preventi,promotif,kuratif, sampai dengan rehabilitative baik
melalui upaya kesehatan perorangan (UKP), maupun upaya kesehatan masyrakat (UKM).

4. Tugas pokok dan Fungsi Perawat

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi


Birokrasi Republik Indonesia No 35 tahun 2019 tentang tugas pokok dan fungsi perawat
terampil adalah sebaagai berikut:

20
Pasal 8 (1) Uraian kegiatan tugas jabatan fungsional Perawat kategori keterampilan
sesuai jenjang jabatan, ditetapkan dalam butir kegiatan sebagai berikut:

Perawat Terampil, meliputi:

1. melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu;


2. melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan;
3. melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka
melakukan upaya promotif;
4. memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/ pelindung fisik pada pasien
untuk mencegah risiko cedera pada individu dalam rangka upaya preventif;
5. memberikan oksigenasi sederhana;
6. memberikan tindakan keperawatan pada kondisi gawat darurat/ bencana/ kritikal;
7. memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman serta bebas risiko
penularan infeksi;
8. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana pada area medikal
bedah;
9. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area anak;
10. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area maternitas;
11. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area komunitas;
12. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang sederhana di area jiwa;
13. melakukan tindakan terapi komplementer/ holistik;
14. melakukan tindakan keperawatan pada pasien dengan intervensi pembedahan pada
tahap pre/ intra/post operasi;
15. memberikan perawatan pada pasien dalam rangka melakukan perawatan paliatif;
16. memberikan dukungan/fasilitasi kebutuhan spiritual pada kondisi
kehilangan/berduka/ menjelang ajal dalam pelayanan keperawatan;
17. melakukan perawatan luka; dan 18. melakukan dokumentasi tindakan
keperawatan;

21
22
B. STRUKTUR ORGANISASI
PEMERINTAH KABUPATEN BUTON
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS TUANGILA
WILAYAH KECAMATAN KAPONTORI
Jln. Poros Baubau-Todanga, Desa Tuangila, No Telp:-, Kode Pos 93755
email: puskesmastuangila@gmail.com

Kepala Puskesmas
MUALIMIN BANISI, SKM

Penanggung Jawab Tata Usaha


Nurtia, SKM
Penanggung Jawab
Penanggung Jawab Jaringan dan Jejaring Penanggung Jawab UKM Penanggung Jawab
UKP, Kefarmasian dan
Puskesmas Pengembangan UKM Esensial Siste m Informasi
Lab. Kepegawaian
Ke se hatan
Indri Lisa M arnelia M , AM .Keb drg. Risca Alfina M uh. Idham, SKM , M .Kes M uh. Idham, SKM , M .Kes
Nurtia, SKM M ualimin Banisi, SKM

Rumah Tangga Keuangan


Pustu Poskesdes Poli Umum Kesehatan Jiwa Promkes & UKS
Nurtia, SKM
Bidan Desa Bidan Desa Nur Asiah Anwar, AM K M uh. Idham, SKM , M .Kes
dr. Eko W ahyuddin S

UKGS Kesehatan Lingkungan


De sa Bukit Asri De sa Todanga Desa Wakuli Desa Tumada Poli Gigi
Bendahara JKN Bendahara BOK
Fatima, A.Md.Keb Ayu Karmila, A.Md.Keb Muliyatni Hakmah, AM.Keb M arwia, Amd.Keb
drg. Risca Alfina drg. Risca Alfina M ualimin Banisi, SKM
Muliyatni Hakmah, AM.Keb Thamrin, AM G

Poli KIA/KB Kestrad Komplementer KIA/KB


Bendahara Jampersal Bendahara Barang
Indri Lisa M arnelia M , Indri Lisa M arnelia M ,
M uh. Idham, SKM , M .Kes
AM .Keb AM .Keb Indri L.M Muskita, AM.Keb Afriadin Risaid, A.M d.Kep

UGD Kesehatan Olahraga Gizi


Bendahara OP Bendahara Penerimaan
dr. Eko W ahyuddin S Nurtia, SKM Siti W ajrih
Nurtia, SKM Dewi M arhani, A.M d.Farm
Penceg. & Pengend.
Pe layanan Gizi Kesehatan Kerja Penyakit
Thamrin AM G Rahmatia Saila, AMK M ualiman Banisi

Sistem Kewaspadaan Dini


Kefarmasian Laboratorium
dan Penanggulangan KLB
Sunarmi, A.M d.Keb
Dewi M arhani, A.M d.Farm Aris Budiman, AMAK

Gudang Obat MTBS Ditetapkan di Takimpo

Dewi M arhani, A.M d.Farm Listyani, AMK

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Puskesmas

23
1. Profil Staf UPTD Puskesmas Tuangila
Jumlah staf UPTD Puskesmas Tuangila terdiri dari PNS, Nusantara Sehat Individu
(NSI), PTT Daerah, dan Tenaga Kontrak Sukarela dapat dilihat pada table berikut ini.
Tabel 2.3
Data Tenaga Kesehatan Di UPTD Puskesmas Tuangila Tahun 2020

Status Tupoksi
(PNS/PTT/PTT
No Nama Tenaga Kesehatan Ket.
Daerah/Magang (Utama dan Tambahan)

Sukarela/NS)
Utama Tambahan
Kepala P. Progam
1 Mualimin Banisi, SKM PNS
Pukesmas Kesling

2 dr. Eko Wahyuddin Setiawan PTT Dokter Umum

3 drg Risca Alfina PTT Dokter gigi

P. Progam
4 Mualiman Banisi PNS Perawat
Imunisasi

KTU, P. Program
5 Nurtia, SKM PNS Perawat Kesjaor,
Bendahara OP
Bidan Bidan Desa
6 Indri Lisa M, A.Md.Keb PNS
Koordinator Tuangila
P. Program
7 Muhammad Idham, SKM, M.M PNS Perawat Promkes dan
Posbindu
Bidan Desa
8 Ayu Karmila, A.Md.Keb PNS Bidan
Todanga
Bidan Desa
9 Mulyatni Hatma, A.Md.Keb PNS Bidan Wakuli,
Bendahara JKN
Bidan Desa
10 Marwiah , A.Md.Keb PNS Bidan
Tumada
P. Program Gizi,
11 Tamrin, AMG PNS Gizi
Bendahara BOK

Petugas SIK, P.
Program
12 Siti Wajrih PNS Perawat
Kestrad, Prog.
Kesker
Bendahara
Asisten Retribusi
13 Dewi Marhani, A.md Farm PNS
Apoteker P. Gudang obat
P. Apotik
P. Rekam Medis
14 Listyani,AMK PNS Perawat P. Program
MTBS

15 Sawaluddin, AMK PTT Daerah perawat P. program Kusta

16 Ahlun Nazar Kamaruddin, AMK PTT Daerah Perawat P. Program. TB

17 Rifan, A.md. Kep PTT Daerah Perawat P. Program ISPA

Bendahara
Barang,
18 Afriaddin Risaid, Amd.Kep PTT Daerah Perawat
Pendamping
Jurim
Pendamping
20 Arisna, A.md.Kep PTT Daerah Perawat
Kesjaor

21 Rasmawati, A..md Kep PTT Daerah perawat Pendamping gizi

P. program
22 Siti Muslimah, A.Md.Keb PTT Daerah Bidan
cacing
Bidan
23 Risna , A.Md.Keb PTT Daerah Bidan pendamping Desa
Wakuli
Bidan
24 Rita putriyani, A, Amd. Keb PTT Daerah Bidan pendamping desa
Todanga

Bidan Desa Bukit


25 Fatimah, Amd Keb PTT Daerah Bidan
Asri

Pendamping
26 Wd Murni,SKM Kontrak BOK Administrasi
Promkes

27 Jamria Samsul. Amd. Keb PTT Daerah Bidan -

28 Sufiana, Amd. Keb PTT Daerah Bidan

29 Efi Novianti Amd. Keb PTT Daerah Bidan -

30 Rosma Amd. Keb PTT Daerah Bidan -

31 Fitria Ande, Amd Kep PTT Daerah Perawat p. Care

32 Sunarmi, Amd Keb PTT Daerah Bidan -

33 Rahmatia Saila, Amd. Kep NSI Perawat P. ProgramDiare


34 Nur Asiah Anwar,AMK NSI Perawat P. Program HIV
35 Harmulina, AMK NSI Perawat Surveilens
Pendamping Prog.
36 Sitti Rosnah, AMKL NSI Kesling
Kesling
37 Aris Budiman, AMAK NSI Analis P. Laboratorium
38 Yeni Dasilva, Amd. Keb PTT Daerah Bidan -
39 Selvi Amd, Keb PTT Daerah Bidan -
40 Nur Yatika Adam, S. ST PTT Daerah Bidan -
41 Febrianti Adam, Amd. Keb PTT Daerah Bidan -
42 Igiarti , SKM Tenaga Magang Administrasi -
43 Pelin satu, Amd. Keb Tenaga Magang Bidan -
44 Minarni, S.St Tenaga Magang Bidan -
Sumber : Data Puskesmas Tahun 2020
2. Sarana dan Prasarana
UPTD Puskesmas Tuangila berada di Desa Tuangila Kecamatan Kapontori Kab.
Buton dengan data prasarana terdiri dari 2 gedung, gedung pertama (ruang pelayanan
UKP) dan gedung ke dua ( kantor dan ruang pelayanan UKM) yang tertera pada table
berikut.
Tabel 2.4
Sarana dan Prasarana UPTD Puskesmas Tuangila
Kondisi
No Jenis Prasarana Jumlah Ket
Baik Kurang Baik Rusak Berat
1 Ruang Poli Umum 1 √
2 Ruang Poli Gigi 1 √
3 Ruang Streilisasi 1 √
4 Ruang Apotik 1 √
5 Ruang KIA 1 √
7 Ruang Lab 1 √
8 Ruang Tindakan 1 √
9 Ruang Persalinan 1 √
10 Ruang Loket 1 √
11 Ruang Imunisasi 1 √
12 Ruang PTM 1 √
13 Ruang Gudang Obat 1 √
14 Ruang tata Usaha 1 √
15 Ruang Gizi 1 √
16 Ruang Rapat 1 √
17 Ruang P2M 1 √
18 Ruang Promkesling 1 √
19 Ruang Perencanaan 1 √
20 Ruang Ka. Puskesmas 1 √

B. Nilai – Nilai Dasar ASN


Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) No. 12 Tahun
2018 tentang Pendidikan LATSAR CPNS yang diharapkan mampu menginternalisasikan
nilai-nilai dasar PNS dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan dan aktualisasi pada
tempat tugas, sehingga peserta diklat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Nilai-
nilai dasar PNS yang merupakan seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam
menjalankan profesi PNS adalah sebagai berikut:
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang Pegawai Negeri
Sipil adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik antara lain:
a. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan
antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan pribadi.
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan
PNS dalam politik praktis.
c. Memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan publik.
d. Menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintah.
Akuntabilitas terdiri dari beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut terdiri dari:
a. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan (Accountability is a relationship)
Hubungan yang dimaksud adalah hubungan dua pihak antara
individu/kelompok/institusi dengan negara dan masyarakat. Pemberi kewenangan
bertanggungjawab memberikan arahan yang memadai, bimbingan, dan mengalokasikan
sumber daya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Di lain sisi,
individu/kelompok/institusi bertanggung jawab untuk memenuhi semua kewajibannya.
Oleh sebab itu, dalam akuntabilitas, hubungan yang terjadi adalah hubungan yang
bertanggung jawab antara kedua belah pihak.
b. Akuntabilitas berorientasi pada hasil (Accountability is results-oriented)
Hasil yang diharapkan dari akuntabilitas adalah perilaku aparat pemerintah yang
bertanggung jawab, adil dan inovatif. Dalam konteks ini, setiap
individu/kelompok/institusi dituntut untuk bertanggung jawab dalam menjalankan tugas
dan kewajibannya, serta selalu bertindak dan berupaya untuk memberikan kontribusi
untuk mencapai hasil yang maksimal.
c. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan (Accountability requiers reporting)
Laporan kinerja adalah perwujudan dari akuntabilitas. Dengan memberikan laporan
kinerja berarti mampu menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang telah dicapai oleh
individu/kelompok/institusi, serta mampu memberikan bukti nyata dari hasil dan proses
yang telah dilakukan. Dalam dunia birokrasi, bentuk akuntabilitas setiap individu
berwujud suatu laporan yang didasarkan pada kontrak kerja, sedangkan untuk institusi
adalah LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah).
d. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi (Accountability is meaningless without
consequences)
Akuntabilitas adalah kewajiban. Kewajiban menunjukkan tanggung jawab, dan
tanggung jawab menghasilkan konsekuensi. Konsekuensi tersebut dapat berupa
penghargaan atau sanksi.
e. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability improves performance)
Tujuan utama dari akuntabilitas adalah untuk memperbaiki kinerja PNS dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pendekatan akuntabilitas yang
bersifat proaktif (proactive accountability), akuntabilitas dimaknai sebagai sebuah
hubungan dan proses yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sejak awal, penempatan sumber daya yang tepat, dan evaluasi kinerja. Dalam hal ini
proses setiap individu/kelompok/institusi akan diminta pertanggungjawaban secara aktif
yang terlibat dalam proses evaluasi dan berfokus peningkatan kinerja.
Bovens menyatakan bahwa akuntabilitas public memiliki tiga fungsi utama yaitu:
a. Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi);
b. Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional);
c. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).
Akuntabilitas publik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu akuntabilitas vertikal (vertical
accountability) dan akuntabilitas horizontal (horizontal accountability). Akuntabilitas vertikal
adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi.
Akuntabilitas vertikal membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke bawah”
kepada publik. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada
masyarakat luas. Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat pemerintah untuk melaporkan “ke
samping” kepada para pejabat lainnya dan lembaga negara. Selain itu, menurut LAN RI,
akuntabilitas terdiri dari 5 tingkatan sebagai berikut:
a. Akuntabilitas Personal (Personal Accountability)
Akuntabilitas personal mengacu pada nilai-nilai yang ada pada diri seseorang seperti
kejujuran, integritas, moral dan etika.
b. Akuntabilitas Individu
Akuntabilitas individu mengacu pada hubungan antara individu dan lingkungan kerjanya,
yaitu antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan. Pemberi kewenangan
bertanggung jawab untuk memberikan arahan yang memadai, bimbingan, dan sumber daya
serta menghilangkan hambatan kinerja, sedangkan PNS sebagai aparatur negara
bertanggung jawab untuk memenuhi tanggung jawabnya.
c. Akuntabilitas Kelompok
Kinerja sebuah institusi biasanya dilakukan atas kerjasama kelompok. Dalam kaitannya
dengan akuntabilitas kelompok, maka pembagian kewenangan dan semangat kerjasama
yang tinggi antar berbagai kelompok yang ada dalam sebuah institusi memainkan peranan
yang penting dalam tercapainya kinerja organisasi yang diharapkan.
d. Akuntabilitas Organisasi
Akuntabilitas organisasi mengacu pada hasil pelaporan kinerja yang telah dicapai, baik
pelaporan yang dilakukan oleh individu terhadap organisasi/institusi maupun kinerja
organisasi kepada stakeholders lainnya.
e. Akuntabilitas Stakeholder
Stakeholder yang dimaksud adalah masyarakat umum, pengguna layanan, dan pembayar
pajak yang memberikan masukan, saran, dan kritik terhadap kinerjanya. Jadi akuntabilitas
stakeholder adalah tanggungjawab organisasi pemerintah untuk mewujudkan pelayanan
dan kinerja yang adil, responsif dan bermartabat.
Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sektor publik yang akuntabel, maka
mekanisme akuntabilitas harus mengandung dimensi:
a. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability for probity and legality).
Akuntabilitas hukum terkait dengan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang
diterapkan.
b. Akuntabilitas proses (process accountability).
Akuntabilitas ini diterjemahkan melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif,
dan murah. Pengawasan dan pemeriksaan akuntabilitas proses dilakukan untuk
menghindari terjadinya kolusi, korupsi dan nepotisme.
c. Akuntabilitas program (program accountability).
Akuntabilitas ini dapat memberikan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat
tercapai, dan apakah ada alternatif program lain yang memberikan hasil maksimal dengan
biaya minimal.
d. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability).
Akuntabilitas ini terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah atas kebijakan yang
diambil terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas.
Dalam pengambilan keputusan yang akuntabel, seorang PNS mengambil langkah-
langkah sebagai berikut:
a. Memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan tidak biasa.
b. Bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip due process.
c. Akuntabel dan transparan.
d. Melakukan pekerjaan secara penuh, efektif, dan efisien.
e. Berperilaku sesuai dengan standar sektor etika publik sesuai dengan organisasinya.
f. Mendeklarasikan secara terbuka bila terjadi adanya potensi konflik kepentingan.
Upaya menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel antara lain:
a. Kepemimpinan (memberikan contoh pada orang lain, adanya komitmen yang tinggi dalam
melakukan pekerjaan);
b. Transparansi (mendorong komunikasi dan kerjasama, meningkatkan kepercayaan dan
keyakinan kepada pimpinan);
c. Integritas (kewajiban untuk mematuhi undang – undang, kontrak, kebajikan, dan peraturan
yang berlaku);
d. Tanggung jawab/Responsibilitas (terbagi atas responsibilitas perseorangan dan
responsibilitas institusi);
e. Keadilan (ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi);
f. Kepercayaan (lingkungan akuntabilitas akan lahir dari hal – hal yang dapat dipercaya);
g. Keseimbangan (keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan
kapasitas);
h. Kejelasan (mengetahui kewenangan dan tanggungjawab); dan
i. Konsistensi (konsistensi menjamin kestabilan).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas merupakan
kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai oleh PNS.

2. Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya
sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinism).
Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang
wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Secara politis
nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa
dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Dalam UU No. 5 tahun 2014
tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah menjalankan kebijakan publik. Kebijakan
publik diharapkan dapat dilakukan dengan integritas tinggi dalam melayani publik
sehingga dalam menjadi pelayan publik yang profesional. ASN adalah aparat pelaksana
yang melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan
kebijakan publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan. Setiap individu harus
mempunyai sikap nasionalisme namung harus tetap mengembangkan sikap saling
menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain. Pilar kebangsaan
yang tertuang dalam Pancasila, adalah:
a. Sila I Prinsip Ketuhanan
Bangsa Indonesia memiliki agama yang berlandaskan Ketuhanan yang berkebudayaan
dengan sikap religius, lapang, dan toleransi.
b. Sila II Prinsip Kemanusiaan
Bangsa Indonesia memiliki rasa berperikemanusiaan dan berperikeadilan dengan sikap
humanis tenggang rasa, dan persamaan derajat.
c. Sila III Prinsip Kebangsaan
Bangsa masyarakat Indonesia mampu mengembangkan persatuan dari aneka perbedaan
melalui sikap cinta tanah air, gotong royong, dan tidak diskriminatif.
d. Sila IV Prinsip Demokrasi
Bangsa Indonesia memilki sikap musyawarah mufakat dalam setiap menghadapi
tantangan dengan memiliki rasa kekeluargan, menghargai, dan bijaksana.
e. Sila V Prinsip Kesejahteraan
Bangsa Indonesia mampu mengembangkan partisipasi dan emansipasi kesejahteraan
dan pemerataan pembangunan melalui sikap adil, kerja keras, dan tolong menolong.
Adapun indikator-indikator yang terkandung dalam nasionalisme yaitu:
a. Taqwa
Sila pertama Pancasila yang menitikberatkan pada ketaatan umat beragama dalam
menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan dalam agamanya. Contoh
praktis lainnya adalah mengucapkan doa setiap memulai dan mengakhiri suatu
pekerjaan, bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah, menyesal setiap membuat
kesalahan dan segera mohon ampun kepada Tuhan, menolak setiap ajakan untuk
melakukan perbuatan tercela, dan lainnya.
b. Demokratis
Merupakan pengamalan sila keempat Pancasila, yaitu suatu kondisi dimana individu
memiliki kebebasan untuk mengutarakan kehendak dan pendapat, serta menghormati
adanya perbedaan pendapat.
c. Adil
Adil berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan
tulus. Secara terminologis adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi, dan
ketidakjujuran. Adil merupakan bentuk pengamalan Pancasila sila kelima. Sikap adil
berarti memperlakukan setiap orang dengan tidak memihak atau berat sebelah, baik itu
masyarakat maupun rekan kerja. Adil juga dapat berupa tindakan tidak diskriminasi,
yaitu setiap perilaku untuk tidak membatasi, tidak melecehkan, atau tidak mengucilkan
berdasarkan pada pembedaan agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status
sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa dan keyakinan politik
d. Cinta tanah air atau pengabdian
Merupakan bentuk loyalitas warga negara terhadap NKRI dengan mementingkan
kepentingan negara di atas kepentingan pribadi.
e. Gotong royong
Merupakan bentuk kerja sama yang saling membantu demi kepentingan umum, bersama
membantu orang lain, bersama membela kebenaran, dan bekerja giat dalam kelompok
kerja.
f. Menghargai
Merupakan tindakan tidak mencela hasil karya orang lain dan mengapresiasi (memberi
pujian ataupun mengucapkan terimakasih) atas pemberian ataupun bantuan orang lain.
g. Rela berkorban
Merupakan sikap yang mencerminkan adanya kesediaan memberikan sesuatu yang
dimiliki untuk orang lain, suatu kelompok kerja atau negara, walaupun akan
menimbulkan kehilangan atau penderitaan terhadap diri sendiri.
3. Etika Publik
Etika publik adalah ukuran baik atau buruknya perilaku, tindakan dan keputusan
yang berpedoman kepada kode etik yang berlaku. Etika publik merupakan etika yang harus
dimiliki setiap Aparatur Sipil Negara sehingga dalam melaksanakan tugas pelayanan
publik kepada masyarakat dapat berjalan secara maksimal, sehingga terjadi hubungan
yang harmonis antara Pegawai Negeri Sipil dengan masyarakat. Pegawai Negeri Sipil
harus selalu mengedepankan profesionalisme, tanggung jawab, ketelitian, kedisiplinan,
jujur, menghormati hak-hak masyarakat dan memberi informasi yang benar dalam
pelaksanaan pelayananan publik. Apabila Pegawai Negeri Sipil tidak mempunyai etika
dalam melaksanakan pekerjaaan maka kepercayaan publik akan menurun dan hilang
sehingga etika menjadi kunci dalam setiap melaksanakan pekerjaan. Dalam melaksanakan
tugasnya, ASN memiliki kode etik yang mengatur tingkah laku mereka, diantaranya:
a. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.
b. Melaksanakan tugas dengan cermat dan disiplin.
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa tekanan.
d. Melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
e. Melaksanakan tugas sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh
tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika
pemerintahan.
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan
efisien.
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugas.
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau
orang lain.
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN.
l. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin pegawai
ASN.
Selain itu, terdapat nilai-nilai dasar etika publik yang tercantum dalam
undangundang ASN, diantaranya:
a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara pancasila.
b. Setia dan mempertahankan UUD 1945.
c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif.
f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur.
g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik.
h. Memilik kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah.
i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya
guna, berhasil guna, dan santun.
j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
k. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama.
l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat
sistem karir.
Secara singkat, indikator-indikator yang mencerminkan etika publik, sebagai berikut:
a. Profesional; yaitu mengerjakan suatu pekerjaan sesuai dengan keahlian atau kompetensi
yang dimiliki;
b. Teliti; yaitu melakukan pekerjaan dengan cermat dan mampu memandang potensi
permasalahan kerja yang berkaitan dengan pelayan publik serta menemukan pemecahan
yang sesuai;
c. Menghargai komunikasi; yaitu dicerminkan oleh sikap mendengarkan saat orang lain
berbicara, tidak memotong pembicaraan dan tidak menentang atasan di depan khalayak
ramai;
d. Sopan santun, yaitu suatu etika atau norma terhadap tingkah laku dalam kehidupan
sehari-hari, termasuk dalam bekerja; dan
e. Ramah; yaitu sikap bersahabat dan merasa senang saat berjumpa dengan orang lain,
baik itu rekan kerja ataupun atasan.
4. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang
tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Aspek utama yang
menjadi target stakeholder adalah layanan yang komitmen pada mutu melalui
penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, inovatif dan berorientasi mutu.
a. Efektif
Efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik
menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja sedangkan efektivitas organisasi berarti
sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai
apapun yang coba dikerjakannya. Efektivitas organisasi berarti memberikan barang atau
jasa yang dihargai oleh pelanggan.
b. Efisien
Efisien adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan atau tingkat
ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan
sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya sedangkan efisiensi organisasi adalah
jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Efisiensi
organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, uang, dan manusia yang
dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah keluaran tertentu.Efisensi dapat dihitung
sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.
c. Inovasi
Inovasi adalah cara utama dimana suatu organisasi beradaptasi terhadap perubahan di
pasar, teknologi dan persaingan.
d. Mutu
Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yag diberikan kepada pelanggan
sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan melampaui harapannya. Mutu
merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.
Nilai-nilai dasar orientasi mutu dalam memberikan layanan prima sekurang -
kurangnya akan mencakup hal-hal berikut:
a. Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customer/clients.
b. Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara agar
customer/clients tetap setia.
c. Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi tanpa cacat, tanpa kesalahan, dan
tidak ada pemborosan.
d. Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan pergeseran tuntutan
kebutuhan customer/clients mauun perkembangan teknologi.
e. Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan.
f. Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara, antara lain
pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi dan benchmark.

5. Anti Korupsi
Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti kerusakan atau
kebobrokan. Dalam bahasa Yunani coruptio artinya perbuatan yang tidak baik, buruk,
curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma
agama, material, mental dan umum. Anti korupsi adalah tindakan atau gerakan yang
dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma–
norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan negara atau masyarakat
baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ada 7 jenis korupsi menurut Syed Husin Alatas yaitu :
a. Korupsi Transaktif yaitu ditandai adanya kesepakatan timbal balik kedua pihak yang
sama-sama aktif demi keuntungan bersama;
b. Korupsi Ekstroaktif yaitu ditandai adanya tekanan kepada pihak pemberi untuk
menyuap demi kepentingan keselamatan diri dan koleganya;
c. Korupsi Investif yaitu penawaran barang/jasa yang keuntungannya diharapkan dimasa
datang;
d. Korupsi Nepotistik yaitu ditandai dengan perlakuan khusus kepada kerabatnya dalam
suatu kedudukan;
e. Korupsi Autogenik yaitu korupsi yang dilakukan individu dengan memanfaatkan
kelebihan pemahaman dan pengetahuannya sendiri;
f. Korupsi Suportif yaitu tindakan korupsi untuk melindungi tindak korupsi lainnya;
g. Korupsi Defensif yaitu korupsi yang terpaksa dilakukan untuk mempertahankan diri
dari pemerasan.
Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU 20/2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana
korupsi yang terdiri dari : (1) kerugian keuangan negara; (2) suap-menyuap; (3)
pemerasan; (4) perbuatan curang; (5) penggelapan dalam jabatan; (6) benturan kepentingan
dalam pengadaan; dan (7) gratifikasi. Menanamkan sikap sadar anti korupsi merupakan
salah satu cara untuk menjauhkan diri kita dari korupsi.
Penyimpangan secara sosial terjadi ketika manusia menyimpang atau lupa pada
perjanjian mereka dengan Tuhannya, pada saat di alam Roh. Individu yang memiliki
spiritual accountability akan selalu ingat pada perjanjian dengan Tuhannya tersebut, yang
pada dasarnya :
a. Merupakan tujuan hidup
b. Kesadaran bahwa hidup mereka harus dipertanggungjawabkan
Tuhan yang menciptakan kehidupan, memberikan amanah pada manusia dan
meminta pertanggungjawaban sebaliknya manusia yang diciptakan harus amanah mengatur
bumi dan segala isinya serta memberikan pertanggungjawaban. Spiritual Accountability
yang baik akan menghasilkan niat baik, yang akan menghasilkan visi dan misi yang baik,
selanjutnya akan diterjemahkan dalam usaha yang terbaik untuk mendapatkan hasil
terbaik.
Tunas integritas merupakan pribadi yang memiliki komitmen integritas yang tinggi
dan bersedia untuk membangun sistem integritas organisasi maupun bangsa. Peran tunas
integritas yaitu:
a. Menjadi jembatan masa depan kesuksesan organisasi, mereka menjadi kumpulan orang
yang selalu terdepan untuk memastikan tujuan organisasi.
b. Membangun sistem integritas, berpartisipasi aktif dalam pembangunan sistem integritas
hingga semua peluang korupsi dan berbagai penyimpangan lainnya dapat ditutupi.
c. Mempengaruhi orang lain, khususnya mitra kerja untuk berintegritas tinggi
Indikator-indikator yang dapat mencerminkan anti korupsi, sebagai berikut:
a. Kejujuran, merupakan sikap yang melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang
sebenarnya. Dalam suatu organisasi atau pekerjaan, seseorang akan dituntut untuk selalu
melakukan kejujuran dalam setiap tindakannya agar tidak merugikan organisasi.
b. Peduli, yaitu suatu sikap untuk memiliki rasa empati terhadap orang lain. Dengan sikap
peduli, seseorang dapat membatasi keinginan atau kepentingannya sendiri, sehingga ia
dapat memprioritaskan kebutuhan orang lain.
b. Mandiri, yaitu membentuk karakter yang kuat pada diri seseorang sehingga menjadi
tidak bergantung terlalu banyak pada orang lain. Pribadi yang mandiri tidak akan
menjalin hubungan dengan pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab demi mencapai
keuntungan sesaat. Kaitannya dengan nilai dasar profesi PNS, misalnya adalah dengan
mengerjakan pekerjaan individu secara mandiri dan tidak melimpahkannya kepada
orang lain.
c. Disiplin, yaitu bekerja dengan taat/patuh terhadap segala peraturan/tata tertib yang
berlaku, seperti hadir dan pulang pada waktu yang telah ditentukan, tidak menggunakan
waktu bekerja untuk urusan pribadi dan lain sebagainya. Disiplin mengajarkan
seseorang untuk melakukan segala sesuatu sesuai aturan (SOP/Standard Operating
Procedure) dan tidak melakukan berbagai bentuk kecurangan untuk menghindari aturan.
d. Tanggung jawab, menggambarkan bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan
yang telah dilakukan, karena adanya tuntutan untuk bertanggungjawab atas keputusan
yang telah dibuat.
e. Kerja keras adalah kegiatan yang dikerjakan secara sungguh- sungguh tanpa mengenal
lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan atau
memperhatikan kualitas hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan. Kerja keras dapat
diartikan bekerja mempunyai sifat yang bersungguhsungguh untuk mencapai sasaran
yang ingin dicapai dengan memanfaatkan waktu optimal sehingga kadang-kadang tidak
mengenal waktu, jarak, dan kesulitan yang dihadapainya. Ciri-ciri bekerja keras adalah
bersemangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal.merupakan
hal yang penting dalam rangka tercapainya target dari suatu pekerjaan. Jika target dapat
tercapai, peluang untuk korupsi secara materiil maupun non materiil (waktu) menjadi
lebih kecil.
f. Sederhana, yaitu suatu sikap untuk hidup berkecukupan dengan hal-hal yang memang
menjadi kebutuhan, bukan oleh keinginan. Dengan sikap ini, seseorang tidak
menunjukkan gaya hidup secara berlebihan, seperti hedonisme, berfoya-foya dll.
g. Berani, yaitu berani untuk melaporkan pada atasan atau pihak yang berwenang jika
mengetahui ada pegawai yang melakukan kesalahan. Bisa juga berarti berani untuk
menolak sesuatu yang salah atau tidak sesuai dengan SOP, berani menolak gratifikasi
dan berani menolak ajakan dari siapapun untuk melakukan praktek korupsi.
h. Adil, berarti memperlakukan setiap orang dengan tidak memihak atau berat sebelah,
baik itu masyarakat maupun rekan kerja

C. Kedudukan dan Peran ASN


Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ASN memiliki kedudukan dan Peran,
kedudukan dan peran tersebut dijelaskan di dalam materi Manajemen ASN, Pelayanan Publik
dan Whole Of Government sebagai berikut:
1. Manajamen ASN
Untuk mewujudkan birokrasi yang professional dalam menghadapi tantangan-
tantangan tersebut, pemerintah melalui UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara telah bertekad untuk mengelola aparatur sipil negara menjadi semakin
professional, di materi ini dibahas mengenai :
a. Kedudukan ASN
b. Peran ASN
c. Hak dan Kewajiban ASN
d. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN
e. Konsep Sistem Merit dalam pengelolaan ASN
f. Kelembagaan dan jaminan sistem merit dalam pengelolaan ASN
g. Mekanisme Pengelolaan ASN

2. Pelayanan Publik
Pelayanan Publik dijelaskan sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang
dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan di lingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan
masyarakat. Prinsip-prinsip pelayanan publik antara lain :
a. Partisipatif
b. Transparan
c. Responsif
d. Tidak diskriminatif
e. Mudah dan Murah
f. Efektif dan Efisien
g. Aksesibel
h. Akuntabel
i. Berkeadilan

3. Whole Of Government
Whole of government (WoG) adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan
sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.
Pendekatan WoG dapat dilihat dan dibedakan berdasarkan perbedaan kategori
hubungan antara kelembagaan yang terlibat sebagai berikut:
a. Koordinasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
1) Penyertaan, yaitu pengembangan strategi dengan mempertimbangkan dampak;
2) Dialog atau pertukaran informasi;
3) Joint planning, yaitu perencanaan bersama untuk kerja sama sementara.
b. Integrasi, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
1) Joint working, atau kolaborasi sementara;
2) Joint ventrure, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada pekerjaan besar
yang menjadi urusan utama salah satu peserta kerjasama;
3) Satelit, yaitu entitas yang terpisah, dimiliki bersama, dibentuk sebagai mekanisme
integratif.
c. Kedekatan dan pelibatan, yang tipe hubungannya dapat dibagi lagi menjadi:
1) Aliansi strategis, yaitu perencanaan jangka panjang, kerjasama pada isu besar yang
menjadi urusan utama salah satu peserta kerjasama;
2) Union, berupa Unifikasi resmi, identitas masing-masing masih nampak; merger,
yaitu penggabungan ke dalam struktur baru (LAN, 2017)

D. Identifikasi Isu dan Dampaknya


1. Identifikasi Isu
Sebelum penetapan judul rancangan aktualisasi terlebih dahulu dilakukan indentifikasi
dan penetapan isu berdasarkan observasi penulis selama bertugas di Puskesmas Tuangila.
Setelah menemukan isu-isu, tahap selanjutnya adalah mengindentifikasi isu tersebut terkait
kondisi saat ini dan kondisi yang di harapkan penulis. Dari hasil indentifikasi isu tersebut akan
menghasilkan isu yang layak dan di jadikan rancangan aktualisasi. Beberapa isu berikut di
temukan oleh penulis dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai perawat yang melaksanakan
pelayanan kesehatan UKP dan UKM di puskesmas.
Indentifikasi isu berdasarkan tugas dan fungsi yang bermasalah dapat di llihat pada tabel
2.5

NO Uraian tugas/pekerjaan Keadaan yang Keadaan saat Rumusan isu/


diharapkan ini Masalah
1. Peningkatan promosi Masyarakat Masyarakat Rendahnya promosi
program posbindu dalam mengikuti kegiatan masih banyak program posbindu
upaya pengendalian dini Posbindu sehingga yang tidak dalam upaya
faktor resiko penyakit tidak mampu mencegah mengikuti pengendalian dini
menular faktor resiko PTM kegiatan faktor resiko
serta meningkatkan posbindu PTM penyakit tidak
kualitas hidup sehat menular
2. Melakukan pembinaan Kader mampu Sebagian kader Kurangnya
kepada kader posbindu memahami tugasnya sudah pengetahuan dalam
PTM dalam melaksanakan memahami melaksanakan
kegiatan posbindu tugas yang di tugasnya sebagai
PTM lakukan dalam kader posbindu PTM
melakukan
kegiatan
posbindu PTM
3. Memfasilitasi penggunaan Penggunaan alat Masih ada Belum optimalnya
perlindungan diri dalam pelindung diri yang sebagian pengunaan alat
upaya prefentif efektif pada pasien perawat yang pelindung diri oleh
tidak perawat
mengunakan
alat pelindung
diri
Tabel 2.5 Indentifikasi Isu

2. Penetapan Isu

Tehnik analisis sebagai pisau pemangkas yang di gunakan untuk memprioritaskan isu
yang akan ditindaklanjuti yaitu metode analisa APKL. Dengan cara menentukan tingkat
Aktualisasi, Problematik, kekhalayakan dan Layak-nya . Selanjutnya menentukan skala nilai 1-
5. isu yang memiliki total skor tertinggi setelah perengkingan merupakan isu prioritas.
 Aktual : Benar-benar terjadi, sedang hangat dibicarakan
 Problematik : Isu memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu di carikan
solusinya sesegera mungkin
 Kekhalayakan : Isu menyangkut hajat hidup orang
 Kelayakan : masuk akal, realistis, relevan untuk di munculkan inisiatif pemecahan masalah

Tabel 2.6 Analisis Tapisan Isu Metode APKL


No ISU TERIDENTIFIKASI Kriteria Skor Total Rangking
A P K L

1 Rendahnya program posbindu


dalam upaya pengendalian dini
4 4 4 3 15 I
faktor resiko penyakit tidak
menular

2 Kurangnya pengetahuan dalam


melakukan tugasnya sebagai
2 3 3 2 10 III
kader Posbindu PTM

3 Belum optimalnya
penggunaan alat
3 3 3 3 12 II
perlindungan diri oleh perawat

keterangan

Skala Keterangan

5 Sangat ( Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Kelayakan )

4 Aktual, Kekhalayakan,problematik, kelayakan

3 Cukup ( Aktual, Kekhalayakan, Problematik, Kelayakan )

2 Tidak ( Aktual, Kekhalayakan, problematik, Kelayakan )

1 Sangat Tidak (Aktual, kekhalayakan, Problematik, Kelayakan )

Tabel 2.7 sumber data : hasil analisis (2009). Tabel

Berdasarkan skoring dari skala likert pada analisis tapisan isu metode APKL di atas di
dapatkan hasil isu prioritas yang memiliki peringkat teratas adalah “Rendahnya promosi
program posbindu dalam upaya pengendalian dini faktor resiko penyakit tidak menular”

3. Analisis Dampak Isu


Dampak yang mungkin terjadi apabila isu “ Rendahnya promosi program posbindu
dalam upaya pengendalian dini faktor resiko penyakit tidak menular “ ini tidak di tuntaskan
melalui solusi pemecahan isu, antara lain :

 Kecenderungan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular pada masyarakat


 Gaya hidup dan pola makan yang buruk dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian.

Gagasan pemecahan Isu


Peningkatan promosi program posbindu dalam upaya pengendalian dini faktor resiko
penyakit tidak menular di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tuangila

4. Kegiatan Terpilih Sebagai Pemecah Isu


Adapun kegiatan terpilih untuk memecahkan permasalahan/ isu prioritas adalah sebagai
berikut :
1. Meminta dukungan dari pihak terkait
2. Membuat bahan-bahan promosi seperti baleho
3. melakukan pemasangan baleho
4. melaksanakan Posbindu (pemeriksaan fisik seperti menggukur tekanan darah, timbang BB,
mengukur TB, menggukur LP, serta melakukan pengecekan gula darah, asam urat serta
cholesterol).
5. Evaluasi pelaksanaan Posbindu.
No. Kegiatan Tahap Output/ Hasil Nilai- Nilai Kontribusi Keterkaitan
Kegiatan Dasar terhadap dengan Nilai -
Nilai Organisasi
Visi Misi
Organisasi

1 2 3 4 6 6 7

1. Meminta a) Melakukan Adanya bukti Akuntabilitas Visi: menjadi Aktif:


dukungan konsultasi foto konsultasi :dengan rasa Puskesmas Terciptanya
dari pihak dengan dengan atasan, tanggung jawab yang komunikasi yang
terkait atasan dan dokumen dalam memberikan aktif kepada
surat persetujuan melakukan pelayanan pasien maupun
dari atasan konsultasi prima tahun antar sesama
dengan atasan 2022 petugas

Nasionalisme 1.
: Misi nomor 4
dalam 2. Melaksanakan
melaksanankan tata kelola
konsultasi Puskesmas
dengan atasan Melalui
mengunakan Perbaikan
bahasa Manajemen
Indonesia yang secara
baik dan benar Akuntabel

Etika public :
Bersikap sopan
dan santun
dalam
melakukann
konsultasi
dengan atasan

Komitmen
Mutu :teliti
dalam
melakukan
konsultasi
Anti korupsi :
berkata jujur
kepada atasan

b) Berkoordinas Terlaksananya Akuntabilitas :


i dengan koordinasi mendengarkan
programmer dengan arahan dengan
posbindu programmer penuh rasa
untuk posbindu tanggung jawab
mendapatkan
Nasionalisme :
dukungan
menggunakan
bahasa
Indonesia yang
baik dan benar
dalam
berkoordinasi
dengan
programmer

Etika public :
Bersikap sopan
dan santun
dalam
berkoordinasi

Komitmen
Mutu :teliti
dalam
melakukan
kordinasi

Anti korupsi :
Jujur

c) Mencatat Adanya catatan Akuntabilitas :


hasil hasil konsultasi tanggung jawab
konsultasi dan koordinasi dalam
dan mendengarkan
koordinasi arahan dari
atasan dan
programer

Nasionalisme :
menulis dengan
baik dan benar
menggunakan
Bahasa
Indonesia

Etika Publik :
hasil catatan
tepat dan akurat

Komitmen
Mutu
:efektifitas

Anti Korupsi
:jujur dan dapat
di pertanggung
jawabkan

No. Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil Nilai- Nilai Kontribusi Keterkaitan
Dasar terhadap dengan Nilai -
Nilai Organisasi
Visi Misi
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7
2. Membuat a. merancang Adanya Akuntabilitas: Visi: menjadi A : Aman
baleho desain baleho rancangan desain membuat Puskesmas Dalam
baleho desain dengan yang memberikan
penuh rasa memberikan pelayanan selalu
tanggung pelayanan mengutamakan
jawab prima tahun keamanan baik
2022 untuk diri
Nasionalisme: petugas,pasien dan
Misi nomor 2
merancang lingkungan kerja.
desain Memberikan
menggunakan pelayanan
Bahasa kesehatan yang
Indonesia yang bermutu dan
baik dan benar sesuai standar
serta terjangkau
Etika Publik : oleh masyarakat
merancang
desain dengan
teliti, tepat dan
akurat

Komitmen
mutu :
inovasi, efektif
dan efisien

Anti Korupsi:
kerja keras,
dan penuh
tanggung
jawab
b.) Meminta Adanya Akuntabilitas
persetujuan persetujuan :dengan rasa
dengan dengan atasan tanggung
atasan jawab dalam
meminta
persetujuan
dengan atasan

Nasionalisme
: dalam
meminta
persetujuan
dengan atasan
mengunakan
bahasa
Indonesia yang
baik dan benar

Etika public :
Bersikap
sopan dan
santun dalam
meminta
persetujuan
dengan atasan

Komitmen
Mutu :teliti
dalam
meminta
persetujuan

Anti korupsi :
Jujur saat
meminta
persetujuan
dengan atasan
c.) Mencetak Adanya baleho Akuntabilitas
baleho yang sudah : bertanggung
tercetak jawab dalam
mencetak
baleho

Nasionalisme:
mencetak
baleho
menggunakan
Bahasa
Indonesia yang
baik dan benar

Etika Publik:
bersikap sopan
dan santun saat
mencetak
baleho

Komitmen
Mutu:
efektifitas dan
efisiensi

Anti Korupsi:
hemat dan
berkualitas
dalam
mencetak
baleho

No. Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil Nilai- Nilai Kontribusi Keterkaitan
Dasar terhadap dengan Nilai -
Nilai
Visi Misi
Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

3 Memasang 1. Menyiapkan Adanya alat Akuntabilitas:be Visi: menjadi Aman


Baleho alat dan bahan dan bahan rtanggung jawab Puskesmas yang Dalam
dalam memberikan memberikan
menyiapkan alat pelayanan prima pelayanan
dan bahan tahun 2022 selalu
mengutamakan
Nasionalisme: Misi nomor 1
keamanan
bahan dan alat
Meningkatkan baik untuk diri
merupakan
kemandirian petugas,pasien
produk Indonesia
masyarakat dalam dan lingkungan

Etika Publik: berprilaku hidup kerja.

profesionalisme bersih dan sehat


dalam melalui
menyiapkan alat pendekatan
dan bahan keluarga

Komitmen
Mutu: alat dan
bahan yang
disiapkan sesuai
dengan
kebutuhan
sehingga efektif

Anti Korupsi:
mandiri dalam
menyiapkan alat
dan bahan

2. Berkoordinasi Terlaksananya
Akuntabilitas :
dengan pihak koordinasi
mendengarkan
terkait (kepala dengan kepala
arahan dengan
desa) desa
penuh rasa
tanggung jawab

Nasionalisme :
menyampaikan
kegiatan
memasang baleho
menggunakan
bahasa Indonesia
yang baik dan
benar

Etika public :
Bersikap sopan
dan santun dalam
melakukann
kegiatan

Komitmen Mutu
:teliti dalam
melakukan
kegiatan

Anti korupsi :
jujur, sederhana

3. Memasang terpasangnya Akuntabilitas:tb


baleho baleho ertanggung jawab

Nasionalisme:m
enumbuhkan rasa
gotong royong
saat memasang
baleho

Etika Publik:
bersikap sopan
dan santun

Komitmen
Mutu:
efisiensi kinerja
untuk
terlaksananya
kegiatan

Anti korupsi:
peduli dan kerja
keras

4. Melakukan adanya bukti Akuntabilitas :


edukasi foto dan video edukasi yang
promosi pada saat melakukan diberikan dalam
kader dan promosi mempromosikan
masyarakat tentang program
tentang program Posbindu dapat di
Program posbindu pada pertanggungjawa
Posbindu kader dan bkan
masyarakat
Nasionalisme:
dalam melakukan
edukasi kepada
kader dan
masyarakat
menggunakan
Bahasa Indonesia
yang baik dan
benar

Etika Publik:
bersikap sopan
dan santun dalam
menyampaikan
edukasi

Komitmen
Mutu: tidak
mendiskriminasi,
teiti, serta
efektifitas dan
efisiensi.

Anti Korupsi:
berkata jujur,
sederhana, dan
dapat di
pertanggung
jawabkan.

No Kegiatan Tahap Kegiatan Output/ Hasil Nilai- Nilai Kontribusi terhadap Keterkaitan
Dasar dengan Nilai -
Visi Misi Organisasi
Nilai
Organisasi

1 2 3 4 5 6 7

4. Melaksanakan mempersiapkan Tersedianya Akuntabilitas Visi: menjadi Santun


Posbindu alat dan bahan alat dan bahan :bertanggung Puskesmas yang Dalam
untuk kegiatan jawab dalam memberikan memberikan
posbindu menyiapkan pelayanan prima pelayanan
alat dan bahan tahun 2022 selalu
menerapkan 3
Nasionalisme: Misi nomor 2
S,
bahan dan alat
Memberikan Senyum,Sapa
merupakan
pelayanan kesehatan dan salam
produk
yang bermutu dan
Indonesia Rapi
sesuai standar serta
Petugas
Etika Publik: terjangkau oleh
berpenampilan
profesionalism masyarakat
yang rapi
e dalam
dalam
menyiapkan
melayani
alat dan bahan
pasien

Komitmen
Mutu:
efektifitas
dalam
menyiapkan
alat dan bahan
sesuai dengan
yang di
butuhkan
dalam
pelaksanaan
kegiatan

Anti Korupsi:
mandiri dalam
menyiapkan
alat dan bahan
yang akan di
gunakan

melaksanakan Adanya bukti Akuntabilitas


pemeriksaan fisik foto dan video : bertanggung
seperti mengukur saat melakukan jawab dengan
TD,BB,LP,TB sertapemeriksaan fisik smua tindakan
mencek pada pengunjung yang
GDS,AU,CHOL yang datang dilakukan

Nasionalisme:
dalam
melaksanakan
pemeriksaan
fisik bersikap
adil dan tidak
diskriminasi

Etika Publik:
bersikap sopan
dan santun
saat
melakukan
kegiatan

Komitmen
Mutu:
integritas dan
profesionalism
e dalam
memberikan
pelayanan

Anti Korupsi:
adil dalam
melaksanakan
kegiatan
posbindu

Memberikan terlaksanannya Akuntabilitas


konseling/edukasi pemberian : bertanggung
pada pasien yang konseling jawab dalam
mengalami resiko kepada pasien memberikan
penyakit tidak yang edukasi
menular mengalami
Nasionalisme:
resiko PTM
dalam
memberikan
edukasi
menggunakan
Bahasa
Indonesia
yang baik dan
benar

Etika Publik:
bersikap sopan
dan santun
saat
memberikan
konseling
pada pasien
Komitmen
Mutu: efektif
dalam
memberikan
konseling
sesuai dengan
penyakit yang
di derita

Anti Korupsi:
jujur, mandiri,
dan dapat di
pertanggung
jawabkan

No. Kegiatan Tahap Output/ Hasil Nilai- Nilai Dasar Kontribusi terhadap Keterkaitan
Kegiatan visi dan Misi dengan Nilai -
Nilai Organisasi

5. Evaluasi 1. Mencatat hasil Adanya Akuntabilitas : Visi: menjadi Aktif


Pelaksanaan laporan catatan transparansi dalam Puskesmas yang Terciptanya
Posbindu kegiatan laporan mencatat laporan memberikan komunikasi yang
kegiatan dengan penuh pelayanan prima aktif kepada
tanggungjawab tahun 2022 pasien maupun
antar sesama
Nasionalisme:mengg
3. Misi nomor 4
petugas
unakan Bahasa 4. Melaksanakan tata
Indonesia yang baik kelola Puskesmas
dan benar Melalui Perbaikan
Manajemen secara
Etika Publik: akurat,
Akuntabel
catatan di tulis
dengan jelas dan
akurat

Komitmen
Mutu:efektifitas
dalam membuat
catatan laporan

Anti Korupsi:
menulis laporan
denga jujur

2. Melaporkan Terlaksanany Akuntabilitas :


hasil kepada a laporan bertanggung jawab
Programer hasil kepada dalam melaporkan
programer hasil pada programer

Nasionalisme:
menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik
dan benar saat
berkomunikasi

Etika Publik:
bersikap hormat pada
programmer saat
menyampaikan hasil

Komitmen Mutu:
efektif dalam
menyampaikan hasil
harus sesuai dengan
format

Anti Korupsi:
bersikap jujur saat
menyampaiakan hasil
pada programer

3. membuat Adanya Akuntabilitas :


laporan laporan kejelasan, laporan
rekapitulasi rekapitulasi rekap yang saya buat
pasien pasien
Nasionalisme: kerja
keras, dalam
membuat laporan

Etika Publik: dalam


membuat laporan
rekapitulasi saya
lakukan secara
profesional

Komitmen Mutu:
membuat laporan
sesuai dengan format
sehingga efektifif dan
efesiensi

Anti Korupsi: dalam


membuat laporan
rekapitulasi saya
bersikap jujur
sehaingga dapat di
pertanggung
jawabkan

Tabel 2.8 Rancangan Aktualisasi dan Habituasi


BAB III

CAPAIAN AKTUALISASI

A. Kendala dan Antisipasi

Kegiatan habituasi Laporan aktualisasi nilai – nilai dasar ASN dilaksanakan pada
tanggal 31 Agustus 2020 sampai dengan 3 Oktober 2020 di UPTD Puskesmas Tuangila
Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton. Dalam pelaksanaannya dimungkinkan terjadinya
kendala-kendala yang berisiko menghambat kegiatan yang telah direncanakan menjadi kurang
optimal. Oleh karena itu diperlukan antisipasi untuk menghadapi kendala-kendala tersebut,
sehingga dampak yang menghambat kegiatan tersebut dapat diminimalisir.Antisipasi dalam
menghadapi kendala-kendala selama aktualisasi dapat dijelaskan lebihlanjut pada tabel dibawah
ini:

Selama melaksanakan kegiatan aktualisasi, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh
penulis. Namun, penulis dikelilingi oleh teman-teman yang mampu memberikan saran, arahan,
dan masukan dalam menyelesaikan kendala termasuk memberikan berbagai upaya antisipasi
yang dapat dilakukan oleh penulis.Dan syukurnya, kendala-kendala tersebut dapat diatasi dan
diselesaikan dengan baik, sehingga kegiatan aktualisasi ini dapat terlaksana dengan baik.
Kendala dan upaya antisipasi selama pelaksanaan kegiatan aktualisasi dapat dilihat pada
Tabel 3.1 berikut ini.

Tabel 3.1 Upaya Antisipasi yang Dilaksanakan Dalam Menghadapi Kendala

No Uraian kegiatan/tahap kegiatan Kendala Antisipasi

1. Meminta dukungan dari pihak Tidak ada kendala dalam Tidak ada
terkait kegiatan ini antisipasi dalam
kegiatan ini
- Melakukan konsultasi
dengan atasan
- Berkoordinasi dengan
programmer posbindu
2. Membuat baleho - Tidak ada jaringan untuk - Merancang
merancang desain pembuatan desain di
- Merancang desain baleho
baleho tempat signal
- Meminta persetujuan
- Tidak ada tempat percetakan yaitu di baubau
dengan atasan
baleho di Tuangila untuk
- Mencetak baleho
mengambil
gambar tentang
posbindu
- Mencetak
baleho di
Baubau

3. Memasang baleho Tidak ada kendala dalam Tidak ada


kegiatan ini antisipasi dalam
- Menyiapkan alat dan bahan
kegiatan ini
- Berkoordinasi dengan
pihak terkait ( kepala desa)
- Memasang baleho
- Melakukan edukasi
promosi pada kader dan
masyarakat tentang
program posbindu

4. Melaksanakan Posbindu - Dalam memberikan edukasi Mengunakan


pada pasien yang mengalami Bahasa Indonesia
- Menyiapkan alat dan bahan
resiko PTM terkadang tidak yang Baik dan
- Melaksanakan pemeriksaan
mengerti dengan penjelasan Benar dalam
fisik ( TD, BB, LP, TB,
yang di berikan memberikan
GDS, AU dan CHOL)
penjelasan serta
- Memberikan
mudah di
konseling/edukasi pasien
mengerti oleh
yang mengalami resiko
pasien
penyakit tidak menular
5. Evaluasi pelaksanaan Tidak ada kendala dalam Tidak ada
Posbindu kegiatan ini antisipasi dalam
kegiatan ini

Tabel 3.1 Kendala dan Antisipasi

B. Hasil Aktualisasi

Dalam pelaksanaan aktualisasi sejak tanggal 31 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 2
Oktober 2020 ditempat tugas di pelaksanaan Posbindu UPTD Puskesmas Tuanggila off
campus diperoleh hasil pelaksanaan kegiatan beserta tahapan kegiatan sebagai berikut:

1. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

Kegiatan aktualisasi yang dirancang oleh penulis terdiri atas lima kegiatan utama .Lima
kegiatan ini telah dilaksanakan dengan baik oleh penulis dan tujuan yang ingin dicapai oleh
penulis dapat dikatakan telah tercapai. Dampak dan manfaat dari setiap kegiatan yang
dilaksanakan.oleh penulis disajikan secara jelas pada Tabel 3.2 berikut ini.

Tabel 3.2 Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

Uraian
Waktu Keterangan/
No Kegiatan/ Tahap Output Nilai-Nilai Dasar
Evidence
Pelaksanaan
1 Kegiatan
2 3 4 5 6
1 Meminta dukungan dari pihak terkait
1 Tahap terlaksananya Akuntabilitas : Selasa, 01 Terlaksana/
Kegiatan 1 Konsultasi - transparansi September Foto dan surat
Melakukan Dengan Nasionalisme : 2020 persetujuan
konsultasi Atasan - Menggunakan Yang telah
konsultas
Dengan atasan Adanya surat Bahasa Indonesia Ditandatangani
Persetujuan (Sila ke-3)
Etika Publik :
- sopan santun
Komitmen Mutu :
efektif dan efisien
Anti Korupsi : jujur
2 Tahap Terlaksana Akuntabilitas : Selasa, 01 Terlaksana/
Kegiatan 2 Koordinasi - Tanggung jawab September Foto, dan surat

- Efektif
berkoordinasi Dengan Nasionalisme : 2020 persetujuan
dengan Programmer - musyawarah Dari programer
programer Posbindu Mufakat (sila 4) Yang telah
posbindu Adanya surat Etika Publik : Di tandatangani
Persetujuan - bersikap hormat
Komitmen mutu :
- Efektif dan efisien
Anti korupsi :
- berani

3 Tahap Tersedianya Akuntabilitas : Selasa, 01 Terlaksana/


Kegiatan 3 Catatan - kejelasan September Foto dan hasil
Mencatat hasil Hasil Nasionalisme : 2020 Catatan saat
Konsultasi dan Konsultasi - amanah Konsultasi dan
koordinasi Koordinasi - tanggung jawab Koordinasi yang
dan
Etika Publik : Telah
professional
Ditandatangani
Komitmen Mutu :
efektif dan efisensi
Anti Korupsi : jujur
2 Membuat Baleho
1 Tahap Tersedianya Akuntabilitas : Jumat, 04 Terlaksana/
Kegiatan 1 Rancangan - Tanggung jawab September Foto desain
merancang Baleho Nasionalisme : 2020 rancangan
rancangan
Desain baleho - Bahasa Indonesia baleho
Yang baik dan benar baleho
(Sila ke-3)
Etika Publik : teliti,
tepat dan akurat
Komitmen mutu :
inovasi
Anti korupsi : jujur
dan tanggung jawab
2 Tahap Adanya Akuntabilitas : Senin, 07 Terlaksana/
Kegiatan 2 Dokumen - tanggung jawab September Foto dan
meminta Persetujuan Nasionalisme : 2020 surat
persetujuan - Musyawarah persetujuan
Dari atasan (Sila ke-4)
Etika Publik :
bersikap hormat
Komitmen mutu :
efektif
Anti Korupsi : jujur

3 Tahap Adanya Akuntabilitas : Selasa, 08 Terlaksana/


Kegiatan 3 Baleho - kejelasan September Foto baleho
mencetak Yang telah Nasionalisme : 2020 Yang telah
baleho Di cetak - Bahasa Indonesia Di cetak
yang baik dan benar
(Sila ke-3)
Etika Publik :
- efektif
Komitmen mutu :
- Standar mutu
Anti korupsi :
Hemat dan
berkualitas

3 Memasang Baleho
1 Tahap Tersedia Akuntabilitas : Rabu, 09 Terlaksana/
Kegiatan 1 alat dan - Tanggung jawab September Foto alat dan
Menyiapkan alat Bahan Nasionalisme : 2020 bahan
dan bahan - bahan produk
Indonesia ( cinta
tanah air)
Etika Publik :
- profesional
Komitmen mutu :
- efektif dan efisiensi
Anti korupsi :
- Mandiri

2 Tahap Terlaksana Akuntabilitas : kamis, 10 Terlaksana/


Kegiatan 2 Koordinasi - tanggung jawab September Foto,
berkoordinasi Tersedia Nasionalisme : 2020 berkoordinasi
berkoordinasi
print out
Dengan pihak- Surat tugas - bahasa indonesia Dengan Kepala
pihak terkait ( yang baik dan benar Desa. Foto
Kepala Desa) (Sila ke-3) surat tugas
Etika Publik : yang
- sopan dan santun ditandatangani
Komitmen mutu : oleh Kepala
- efektifitas dan Desa
efisiensi
Anti korupsi :
- jujur

3 Tahap Terpasangnya Akuntabilitas : Kamis, 10-11 Terlaksana/


Kegiatan 3 Baleho - Tanggung jawab September Foto saat
memasang Nasionalisme : 2020 Pemasangan
baleho - gotong royong baleho
(Sila ke-4)
Etika Publik :
komunikasi
Komitmen mutu :
- Efektif
Anti korupsi :
- jujur dan sederhana
4 Tahap Kegiatan Di lakukannya Akuntabilitas : Jumat, 11 Terlaksana/ foto
4 edukasi -Tanggung jawab September saat melakukan
Melakukan promosi pada Nasionalisme: 2020 edukasi
edukasi promosi kader dan -bahasa Indonesia Promosi pada
pada kader dan masyarakat yang baik dan benar Kader dan
masyarakat Etika Publik : Masyarakat
Sopan santun
Komitmen Mutu :
Efektif
Anti Korupsi :
Jujur dan sederhana

4 Melaksanakan Posbindu
1 Tahap Tersedia Akuntabilitas : Jumat, 11 Terlaksana/
Kegiatan 1 Alat dan - Tanggung jawab September Foto, saat
Menyiapkan Bahan Nasionalisme : 2020 Menyiapkan
Alat dan bahan - Kerja keras Alat dan bahan
alat
(Sila ke-5)
Etika Publik :
- profesionalisme
Komitmen mutu :
- efektifitas dan
efisiensi
Anti korupsi :
- mandiri

2 Tahap Terlaksana Akuntabilitas : Jumat , 11-25 Terlaksana/


Kegiatan 2 Pemeriksaan - Tanggung jawab September Foto saat
melaksanakan Fisik Nasionalisme : 2020 melakukan
melakukadan
Pemeriksaan - Bahasa Indonesia Pemeriksaan
Fisik ( TD, BB, Yang baik dan benar Fisik
daftardalam
LP, TB, GDS, Etika Publik : pelaksaan
AU dan CHOL) - sopan santun posbindu serta
Komitmen mutu : foto
- integritas dan dokumentasi
profesional buku catatan
Anti korupsi : kunjungan
- adil Posbindu

3 Tahap Di berikannya Akuntabilitas : Jumat, 11 Terlaksana/


Kegiatan 3 Konseling - Tanggung jawab September Foto Dan vidio
memberikan Edukasi Nasionalisme : 2020 Saat
konseling - Bahasa Indonesia memberikan
Dan edukasi pada Yang baik dan benar senin, 21 edukasi
Pasien yang (Sila ke-3) September Pada pasien
Mengalami resiko Etika Publik : 2020 Yang mengalami
PTM - sopan santun resiko PTM
Komitmen mutu :
- efektif
Anti korupsi :
- Jujur dan
Tanggung jawab

5 Evaluasi Pelaksanaan Posbindu


1 Tahap Tersedia Akuntabilitas : Jumat, 25 Terlaksana/
Kegiatan 1 Catatan - transparansi September Foto Dan Hasil
mencatat Pelaporan Nasionalisme : 2020 Pelaporan
hasil Faktor resiko - musyawarah Faktor resiko
laporan PTM (Sila ke-4) PTM
Etika Publik :
- akurat
Komitmen mutu :
- efektif
Anti korupsi :
-jujur
2 Tahap Tersedia Akuntabilitas : Senin, 28 Terlaksana/
Kegiatan 2 Laporan hasil - Tanggung jawab September Foto dan
Melaporkan hasil Nasionalisme : 2020 Video saat
videodan
Pada programer - Menghargai melaporkan
Pendapat Tandacapaian
Hasil
(Sila ke-4) Yang telah di
Etika Publik : sopan
tandatangani
- Santun
Komitmen mutu :
- integritas dan
profesional
Anti korupsi :
- adil

3 Tahap Tersedia Akuntabilitas : Rabu , 30 Terlaksana/


Kegiatan 3 Laporan - tanggung jawab September Foto dan hasil
membuat Rekapitulasi Nasionalisme : 2020 rekapitulasi
laporan - Kerja keras Yang telah
rekapitulasi (Sila ke-5) Di tandatangani
Etika Publik :
- Profesional
Komitmen mutu :
- Efisien
Anti korupsi :
- Jujur dan tanggung
jawab

Tabel 3.2 Capaian Pelaksanaan Aktualisasi

Hasil Aktualisasi

Selama pelaksanaan aktualisasi telah dilaksanakan secara keseluruhan sesuai dengan


jadwal pelaksanaan yang dimulai pada tanggal 31 Agustus 2020 sampai dengan tanggal
03 Oktoberber 2020. Hasil pelaksanaan aktualisasi dimaksud, sebagaimana disajikan pada
Tabel 3.3 berikut ini.
Judul kegiatan Meminta dukungan Dari pihak terkait
No 1
Tanggal 01 September 2020 – 04 September 2020
pelaksanaan
kegiatan
Output Adanya dukungan dari pihak terkait
Daftar lampiran 1. Foto Dokumentasi saat konsultasi dengan atasan
Bukti 2. Surat persetujuan melaksanakan aktualisasi
Kegiatan/eviden 3. Foto Dokumentasi saat berkoordinasi dengan Programer
ce 4. Surat persetujuan
5. Foto catatan hasil konsultasi dan Koordinasi
Tahap kegiatan Melakukan Konsultasi pada atasan
1
Waktu : selasa, 01 September 2020

Output : terlaksananya Konsultasi dengan atasan

tersedianya surat persetujuan yang telah di tandatangani

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


transparansi. Dalam menyampaikan kegiatan yang akan
dilaksanakan, saya menjelaskan secara transparan mengenai
kegiatan yang akan dilaksanakan dengan tujuan membangun
kepercayaan atasan sehingga atasan dapat memberikan dukungan.
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
menggunakan bahasa Indonesia, bahwa dalam berkonsultasi
kepada atasan saya menggunakan bahasa Indonesia yang baik
dan benar.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah sopan
santun. Dalam meminta dukungan kepada atasan, saya bersikap
sopan dan santun mulai dari masuk menemui atasan hingga
berbicara kepada atasan.
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
efektif dan efisien. Dalam meminta dukungan kepada atasan, saya
menyampaikan informasi secara efektif tanpa ada pembahasan di
luar materi kegiatan yang diusulkan sehingga dapat
mengefisienkan waktu pertemuan.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah jujur,
bahwa dalam meminta dukungan kepada atasan, saya bersikap
jujur terkait hambatan dan dampak yang mungkin dapat
ditimbulkan dari kegiatan yang akan saya laksanakan.

Tahap Kegiatan Berkoordinasi dengan Programer Posbindu


2
Waktu : Selasa, 01 September 2020

Output : terlaksanannya koordinasi dengan programmer, adanya surat


persetujuan yang telah di tanda tangani
Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah tanggung


jawab, bahwa pada saat berkoordinasi dengan programer, saya
menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini dengan jelas dan
penuh tanggung jawab sehingga mendapatkan dukungan dari
programmer posbindu sehingga kegiatan ini berjalan sesuai
dengan yang diharapkan .
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
musyawarah mufakat, bahwa dalam melakukan kordinasi sebagai
pelaksana kegiatan harus menerima saran yang diberikan oleh
programer dan tidak boleh memaksakan kehendak terhadap
keputusan pemegang program.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah bersikap
hormat, dalam melakukan kordinasi pada programer , saya
menghormati saran yang diberikan oleh pemegang program
posbindu PTM.
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
efektif dan efisien, bahwa dalam melakukan kordinasi saya
mendengarkan dan memahami semua saran dari programer
sehingga kordinasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah berani,
bahwa dalam melakukan kordinasi kepada Progamer Posbindu
PTM, saya berani mengemukakan gagasan dan berani
bertanggung jawab terhadap gagasan yang saya usulkan.

Tahap Kegiatan Mencatat Hasil Konsultasi dan Koordinasi


3
Waktu : selasa, 01 September 2020

Output : adanya catatan hasil konsultasi dan koordinasi yang telah di


tandatangani

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabiltas : nilai akuntabilitas yang terkandung ialah kejelasan,


bahwa dalam menulis hasil konsultasi dengan atasan dan kordinasi
dengan programmer Posbindu PTM harus jelas dan sesuai dengan
arahan dan saran dari pimpinan
 Nasionalisme : nilai nasionalisme yang terkandung ialah amanah,
bahwa catatan hasil konsultasi dan koordinasi dengan pimpinan
dan pemegang program saya menulis sesuai dengan arahan dan
saran yang telah di berikan
 Etika Publik : nilai Etika Publik yang terkandung didalamnya ialah
tanggung jawab, bahwa dalam mencatat hasil konsultasi dan
koordinasi dapat di pertanggung jawabkan
 Komitmen Mutu :Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
efektif dan efisien, bahwa dalam melakukan konsultasi dan
kordinasi saya mendengarkan dan memahami serta menulis semua
saran dari pimpinan dan programer sehingga konsultasi dan
kordinasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah jujur,
bahwa dalam mencatat hasil konsultasi dan kordinasi kepada
atasan, saya menulis dengan jujur sesuai dengan arahan yang telah
di berikan atasan dan pemegang program Posbindu PTM.

Manfaat kegiatan Manfaat terhadap pencapaian, visi, misi Organisasi


terhadap
Meminta dukungan dari pihak terkait merupakan usaha untuk
pencapaian, visi,
memberikan pelayanan yang maksimal dan profesional ke pasien,
misi dan tugas
sehingga pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima.Sebagai
organisasi
pelaksana pelayanan kesehatan strata pertama, yang prima tahun 2022.
Seuai dengan misi organisasi no. 4 yaitu Melaksanakan tata kelola
Puskesmas Melalui Perbaikan Manajemen secara Akuntabel

Manfaat Kegiatan terhadap Tugas Organisasi:

Puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu sebagai pusat pelayanan


kesehatan masyarakat, penggerak pembangunan dan pusat pemberdayan.
Puskesmas juga harus memberikan pelayanan preventi,promotif,kuratif,
sampai dengan rehabilitative baik melalui upaya kesehatan perorangan
(UKP), maupun upaya kesehatan masyrakat (UKM).

Konstribusi dalam melakukan kegiatan ini saya lakukan dua aktualisasi yaitu
terhadap nilai- melakukan konsultasi dengan atasan dan berkoordinasi dengan
nilai pencapaian programmer Posbindu yang sesuai dengan tata nilai organisasi yaitu
organisasi Aktif: Terciptanya komunikasi yang aktif kepada sesama petugas

Analisis Dampak 1. Dampak Positif :


Dengan dilakukannya kegiatan konsultasi dengan atasan untuk
membuka komitmen dengan atasan sehingga memperoleh
informasi dan manfaat tentang kegiatan yang akan di lakukan dan
menyamakan persepsi dan di perolehnya dukungan dari kepala
puskesmas serta programmer posbindu.

2. dampak Negatif :
Jika konsultasi kepada atasan tidak dilakukan dan tidak
berdasarkan nilai-nilai ANEKA, maka kegiatan yang dilaksanakan
dapat dikatakan sebagai kegiatan yang ilegal dan saat terjadi
masalah dalam melaksanakan kegiatan, mentor tidak dapat
bertanggung jawab. Maka tidak ada dukungan penuh dari
mentor/pimpinan atas
pelaksanaan aktualisasi ini. Hal tersebut berdampak kepada
pimpinan tidak turut bertanggung jawab atas masalah yang
mungkin muncul, penulis tidak mendapatkan arahan dan
bimbingan yang dibutuhkan, serta kegiatan yang direncanakan
belum tentu dinilai efektif karena tidak adanya konsultasi

Judul kegiatan Membuat Baleho


No 2
Tanggal 04 September 2020 – 08 September 2020
pelaksanaan
kegiatan
Output Adanya Baleho
Daftar lampiran 1. Foto Dokumentasi rancangan desain Baleho
Bukti 2. Foto Dokumentasi saat meminta persetujuan
Kegiatan/eviden 3. Surat persetujuaan dari atasan
ce 4. Foto dokumentasi memperlihatkan rancangan desain
5. Foto baleho yang sudah dicetak
Tahap kegiatan Merancang desain Baleho
1 Waktu : jumat , 04 September 2020

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


tanggung jawab. Dalam merancang desain baleho saya
membuatnya dengan penuh rasa tanggung jawab dan dirancang
sesuai dengan kebutuhan.
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
menggunakan bahasa Indonesia, bahwa dalam rancangan desain
baleho yang di gunakan didalamnya adalah Bahasa Indonesia
yang baik dan benar sehingga mudah di mengerti oleh
masyarakat yang membacanya.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah teliti,tepat
dan akurat. Dalam merancang desain baleho saya membuat
dengan teliti, tepat dan akurat sesuai dengan Promosi untuk
program Posbindu agar masyarakat yang membacanya tertarik
dan berminat untuk mengikuti Posbindu PTM.
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
inovasi serta efektif dan efisien. Dalam membuat desain, saya
berinovasi agar mampu manarik minat masyarakat untuk datang
berkunjung ke Posbindu untuk memeriksakan kesehatannya
secara berkala,.efektif dan efisien agar tepat guna dan tidak ada
pemborosaan sehingga efisien dalam penggunaannya.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah jujur dan
tanggung jawab, bahwa dalam membuat rancangan desain
baleho, saya bersikap jujur tidak memonopoli untuk menghemat
anggaran, serta dapat di pertanggung jawabkan.
Tahap Kegiatan Meminta Persetujuan dengan atasan
2
Waktu : Senin, 07 September 2020

Output : adanya persetujuan dari atasan

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


tanggung jawab, bahwa pada saat meminta persetujuan dengan
atasan, saya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan
membuat baleho ini dengan jelas dan penuh tanggung jawab
sehingga mendapatkan arahan dan masukan saat membuat
baleho.
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
musyawarah mufakat, bahwa dalam melakukan konsultasi
dengan atasan harus dengan musyawarah mufakat agar tercapai
hasil yang diharapakan dalam membuat baleho.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah bersikap
hormat, dalam melakukan konsultasi dalam meminta persetujuan
dari atasan, saya menghormati saran,masukan serta arahan
yangdiberikan oleh atasan.
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
efektif dan efisien, bahwa dalam meminta persetujuan dari atasan
saya mendengarkan dan memahami semua saran dari atasan
sehingga persetujuan dapat berlangsung secara efektif dan
efisien.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah jujur,
bahwa dalam meminta persetujuan atasan, saya berkata jujur
mengemukakan gagasan dan berani bertanggung jawab terhadap
gagasan ide yang saya usulkan dalam pembuatan baleho.

Tahap Kegiatan Mencetak Baleho


3
Waktu : selasa, 01 September 2020

Output : adanya baleho yang telah tercetak

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabiltas : nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


kejelasan, bahwa dalam mencetak baleho harus jelas kata,
manfaat dan tujuan nya sehingga mudah di mengerti masyarakat
 Nasionalisme : nilai nasionalisme yang terkandung ialah
menggunakan Bahasa Indonesia, dalam mencetak baleho saya
menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga
mudah di pahami.
 Etika Publik :Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah efektif
dan efisien, bahwa dalam mencetak baleho saya lakukan dengan
efektif sehingga dapat mengefisiensikan waktu.
 Komitmen mutu: Nilai Komitmen Mutu yang terkandung ialah
mutu, bahwa dalam mencetak baleho saya menggunakan bahan
yang bermutu sehingga awet dan terjaga serta tahan lama.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah hemat
dan berkualitas, bahwa dalam mencetak baleho saya lakukan
dengan teliti sehingga tidak ada kesalahan, yang dapat
menghemat dan tidak membuang waktu dan yang pasti
menggunakan bahan yang berkualitas
Manfaat kegiatan Manfaat terhadap pencapaian, visi, misi Organisasi
terhadap
Membuat baleho merupakan salah satu alat Promosi program
pencapaian, visi,
posbindu dalam upaya pengendalian dini factor resiko penyakit tidak
misi dan tugas
menular. Usaha untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan
organisasi
profesional ke pasien, sehingga pasien mendapatkan pelayanan
kesehatan yang prima. Sesuai dengan misi nomor dua yaitu
Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan sesuai standar
serta terjangkau oleh masyarakat

Manfaat Kegiatan terhadap Tugas Organisasi:

Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan strata pertama,Puskesmas


mempunyai 3 fungsi yaitu salah satunya sebagai upaya kesehatan
masyarakat (UKM).

Konstribusi dalam melakukan kegiatan ini saya melakukan lakukan tiga aktualisasi
terhadap nilai- yaitu merancang desain baleho, meminta persetujuan dengan atasan
nilai pencapaian serta mencetak baleho yang sesuai dengan nilai-nilai pencapaian
organisasi organisasi yaitu A : Aman
Dalam memberikan pelayanan selalu mengutamakan keamanan baik
untuk diri petugas,pasien dan lingkungan kerja.

Analisis Dampak 1. Dampak Positif :

Dengan dilakukannya kegiatan membuat baleho sebagai salah


satu bahan Promosi Program Posbindu dalam upaya pengendalian
dini faktor resiko penyakit tidak menular di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Tuangila sehingga dapat menarik minat masyarakat
untuk datang ke Posbindu secara periodic untuk memeriksakan
kesehatannya serta meminta persetujuan dengan atasan untuk
membuka komitmen dengan atasan sehingga memperoleh
informasi dan manfaat tentang kegiatan yang akan di lakukan dan
menyamakan persepsi dan di perolehnya dukungan dari kepala
puskesmas serta programmer posbindu.

2. dampak Negatif :
Jika membuat baleho tidak dilakukan dan tidak berdasarkan
nilai-nilai ANEKA, maka kegiatan yang dilaksanakan tidak dapat
di katakan sebagai salah satu upaya promosi program Posbindu.
Hal tersebut berdampak kepada pimpinan tidak turut
bertanggung jawab atas masalah yang mungkin muncul, penulis
tidak mendapatkan arahan dan bimbingan yang dibutuhkan, serta
kegiatan yang direncanakan belum tentu dinilai efektif karena
tidak adanya persetujuan saat membuat baleho

Judul kegiatan Memasang Baleho


No 3
Tanggal 09 September 2020 – 11 September 2020
pelaksanaan
kegiatan
Output Terpasangnya Baleho
Daftar lampiran 1. Foto Dokumentasi menyiapkan alat dan bahan
Bukti 2. Foto dokumentasi saat berkoordinasi
Kegiatan/eviden 3. Surat tugas dari atasan yang di tanda tangani kepala desa

ce 4. Foto pemasangan baleho


5. Foto dokumentasi saat melakukan edukasi promosi pada kader
dan masyarakat
Tahap kegiatan Menyiapakan Alat dan Bahan
1 Waktu : Rabu , 09 September 2020

Output : tersedianya alat dan bahan

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:


 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah
tanggung jawab. Dalam menyiapkan alat dan bahan saya
siapkan dengan penuh rasa tanggung jawab dan sesuai dengan
kebutuhan dalam pemasangan baleho.
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
menggunakan bahan-bahan produk Indonesia, bahwa dalam
menyiapkan alat dan bahan yang di gunakan adalah produk
local, sebagai bukti kecintaan terhadap tanah air.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah
profesional. Dalam menyiapkan alat dan bahan saya bekerja
secara professional sehingga tidak ada kekurangan dalam
menyiapkan alat saat pemasangan baleho
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
efektifitas dan efisiensi. Dalam menyiapkan alat dan bahan saya
efektifkan agar tepat guna dan tidak ada pemborosaan sehingga
efisien dalam penggunaannya.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah mandiri,
bahwa dalam menyiapkan alat dan bahan saya mandiri dan kerja
keras agar alat dan bahan yang di gunakan berkualitas.

Tahap Kegiatan Berkoordinasi Dengan Pihak Terkait( Kepala Desa)


2
Waktu : kamis , 10 September 2020

Output : adanya surat tugas yang telah di tandatangani oleh Kepala


Desa
Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


tanggung jawab, bahwa pada saat berkoordinasi dengan kepala
desa dalam pemasangan baleho, saya menyampaikan maksud
dan tujuan kegiatan pemasangan baleho ini dengan jelas dan
penuh tanggung jawab sehingga mendapatkan arahan dan
masukan serta dukungan saat pemasangan baleho.
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
berbahasa Indonesia yang baik dan benar.bahwa dalam
berkoordinasi dengan kepala desa saya menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar sehingga mendapatkan
persetujuan dalam pemasangan baleho di balai desa.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah sopan
santun. Dalam meminta dukungan dan persetujuan kepada
kepala desa, saya bersikap sopan dan santun mulai dari masuk
menemui kepala desa hingga berbicara kepada kepala desa.
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
efektif dan efisien, bahwa dalam berkoordinasi dengankepala
desa saya mendengarkan dan memahami semua saran dari
kepala desasehingga persetujuan dapat berlangsungsecara
efektif dan efisien.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah jujur,
bahwa dalam meminta berkoordinasi dengan kepala desa, saya
berkata jujur mengemukakan gagasan dan berani bertanggung
jawab terhadap gagasan ide yang saya usulkan dalam
pemasangan baleho

Tahap Kegiatan Memasang Baleho


3
Waktu : kamis, 10 September 2020 dan Jumat, 11 September 2020

Output : terpasangnya Baleho

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:


 Akuntabiltas : nilai akuntabilitas yang terkandung ialah
tanggung jawab,bahwa dalam pemasangan baleho yang akan
saya lakukan adalah dengan penuh tanggung jawab atas segala
kegiatan ini.
 Nasionalisme : nilai nasionalisme yang terkandung ialah gotong
royong. Dalam pemasangan baleho saya bersama masyarakat
bergotong royong memasang baleho di samping balai desa.
 Etika Publik :Nilai etika public yang terkandung ialah
komunikasi, bahwa dalam pemasangan baleho saya lakukan
komunikasi dengan masyarakat sehingga kegiatan pemasangan
baleho dapat terlaksana dengan baik sesuai yang di harapkan.
 Komitmen mutu: Nilai Komitmen Mutu yang terkandung ialah
efektif dan efisien, bahwa dalam pemasangan baleho saya
lakukan dengan efektif sehingga dapat mengefisiensikan waktu.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah peduli
dan kerja keras,bahwa dalam pemasangan baleho saya bersikap
peduli terhadap masyarakat yang sudah membantu bekerja keras
dan bekerja sama untuk menyelesaikan kegiatan pemasangan
baleho sehingga terpasang dengan baik.

Tahap Kegiatan Melakukan edukasi Promosi pada kader dan masyarakat tentang
4 program Posbindu

Waktu : jumat, 11 September 2020

Output : terlaksananya edukasi promosi pada kader dan masyarakat

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:


 Akuntabiltas : nilai akuntabilitas yang terkandung ialah
tanggung jawab,bahwa dalam melakukan edukasi dan promosi
kepada kader dan masyarakat tentang program posbindu saya
bertanggung jawab atas segala penyampaian edukasi promosi
yang saya lakukan pada masyarakat dan kader.
 Nasionalisme : nilai nasionalisme yang terkandung ialah Bahasa
Indonesia. Dalam menyampaikan edukasi promosi kepada kader
dan masyarakat saya menggunakan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar sehingga mudah di mengerti oleh kader dan
masyarakat.
 Etika Publik :Nilai etika public yang terkandung ialah sopan
santun, bahwa dalam melakukan edukasi promosi kepada kader
dan masyarakat saya bertutur kata yang baik serta bersikap
sopan dan santun sehingga dalam bermasyarakat kita harus
saling menghormati dan menghargai.
 Komitmen mutu: Nilai Komitmen Mutu yang terkandung ialah
efektif dan efisien, bahwa dalam melakukan edukasi promosi
tentang pengendalian dini factor resiko penyakit tidak menular
saya lakukan dengan efektif sehingga dapat mengefisiensikan
waktu.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah
jujur,sederhana dan tanggung jawab. Bahwa dalam
melakukan edukasi promosi tentang Posbindu kepada kader dan
masyarakat saya berkata jujur dan apa adanya, bersikap
sederhana serta dapat di pertanggung jawabkan. Sehingga
masyarakat berminat untuk datang kePosbindu dalam upaya
pengendalian dini factor resiko penyakit tidak menular.
Manfaat kegiatan Manfaat terhadap pencapaian, visi, misi Organisasi
terhadap
Memasang baleho merupakan salah satu kegiatan untuk Promosi
pencapaian, visi,
program posbindu dalam upaya pengendalian dini factor resiko
misi dan tugas
penyakit tidak menular. Usaha untuk memberikan pelayanan yang
organisasi
maksimal dan profesional ke pasien, sehingga pasien mendapatkan
pelayanan kesehatan yang prima. Sesuai dengan misi nomor 1
Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam berprilaku hidup bersih
dan sehat melalui pendekaan keluarga
Manfaat Kegiatan terhadap Tugas Organisasi:

Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan strata


pertama,Puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu salah satunya sebagai
upaya kesehatan masyarakat (UKM).

Konstribusi dalam melakukan kegiatan ini saya melakukan lakukan empat


terhadap nilai- aktualisasi yaitu menyiapkan alat dan bahan, berkoordinasi dengan
nilai pencapaian pihak terkait, memasang baleho dan melakukan edukasi promosi pada
organisasi kader dan masyarakat tentang program Posbindu yang sesuai dengan
nilai-nilai pencapaian organisasi yaitu A : Aman
Dalam memberikan pelayanan selalu mengutamakan keamanan baik
untuk diri petugas,pasien dan lingkungan kerja.

Analisis Dampak 1. Dampak Positif :

Dengan dilakukannya kegiatan pemasangan baleho sebagai salah


satu bahan Promosi Program Posbindu dalam upaya
pengendalian dini faktor resiko penyakit tidak menular di
wilayah kerja UPTD Puskesmas Tuangila sehingga dapat
menarik minat masyarakat untuk datang ke Posbindu secara
periodic untuk memeriksakan kesehatannya secara berkala.

2. dampak Negatif :
Jika pemasangan baleho tidak dilakukan dan tidak berdasarkan
nilai-nilai ANEKA, maka kegiatan yang dilaksanakan tidak
dapat di katakan sebagai salah satu upaya promosi program
Posbindu. Hal tersebut berdampak kepada pimpinan tidak turut
bertanggung jawab atas masalah yang mungkin muncul, penulis
tidak mendapatkan arahan dan bimbingan yang dibutuhkan,
serta kegiatan yang direncanakan belum tentu dinilai efektif
karena tidak adanya persetujuan saat pemasangan baleho

Judul kegiatan Melaksanakan Posbindu


No 4
Tanggal 11 September 2020 – 25 September 2020
pelaksanaan
kegiatan
Output Terlaksananya Posbindu
Daftar lampiran 1. Foto kegiatan pelaksaanaan Posbindu
Bukti 2. Dokumentasi saat pemeriksaan Fisik ( TD, BB, LP,TB dan GDS,
Kegiatan/evidenc AU dan CHOL)
e 3. Dokumentasi saat memberikan konseling edukasi pada pasien
yang mengalami resiko PTM

Tahap kegiatan 1 Menyiapakan Alat dan Bahan


Waktu : Jumat , 11 September 2020 dan 21 September 2020
Output : tersedianya alat dan bahan

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


tanggung jawab. Dalam menyiapkan alat dan bahan saya siapkan
dengan penuh rasa tanggung jawab dan sesuai dengan kebutuhan
dalam melakukan kegiatan posbindu.
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
menggunakan bahan-bahan produk Indonesia, bahwa dalam
menyiapkan alat dan bahan yang di gunakan adalah produk local,
sebagai bukti kecintaan terhadap tanah air.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah
profesional. Dalam menyiapkan alat dan bahan saya bekerja
secara professional sehingga tidak ada kekurangan dalam
menyiapkan alat saat melakukan kegiatan Posbindu
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
efektifitas dan efisiensi. Dalam menyiapkan alat dan bahan saya
efektifkan agar tepat guna dan tidak ada pemborosaan sehingga
efisien dalam penggunaannya.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah mandiri,
bahwa dalam menyiapkan alat dan bahan saya mandiri dan kerja
keras agar alat dan bahan yang di gunakan berkualitas dan tepat
guna

Tahap Kegiatan Melaksanakan Pemeriksaan Fisik ( TD, BB, LP, TB, serta mengecek
2 GDS, AU dan CHOL)

Waktu : jumat , 11 September 2020 dan senin, 21 September 2020

Output : terlaksanannya kegiatan pemeriksaan fisik ( TD, BB, LP, TB,


serta mengecek GDS, AU dan CHOL)
Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


tanggung jawab. Dalam melaksanakan kegiatan pemeriksaan
fisik seperti mengukur tekanan darah, berat badan, lingkar perut
serta mencek GDS,AU, dan CHOL saya lakukan dengan penuh
tanggung jawab demi terlaksananya kegiatan Posbindu sesuai
dengan yang di harapkan
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, di saat
melakukan pemeriksaan fisik saya menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar agar masyarakat memahami dan
mengerti dengan ucapan penjelasan yang saya berikan saat
melakukan kegiatan pemeriksaan fisik .
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah sopan dan
santun. Dalam melaksanakan pemeriksaan fisik saya bersikap
sopan dan santun pada semua peserta yang datang mengikuti
kegiatan Posbindu
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung ialah
integritas dan profesioanl . dalam melaksanakan kegiatan
pemeriksaan fisik fisik seperti mengukur tekanan darah, berat
badan, lingkar perut serta mencek GDS,AU, dan CHOL saya
melakukan dengan integritas dan secara professional. Sehingga
tidak terjadi hal- hal yang tidak memungkinkan. Agar
pelaksanaan Posbindu dapat berjalan sesuai dengan apa yang
diharapkan.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah adil.
Dalam melakukan pemeriksaan fisik seperti mengukur tekanan
darah, berat badan, lingkar perut serta mencek GDS,AU, dan
CHOL saya melakukan dengan adil tidak membeda-bedakan
status, golongan dan jabatan non deskriminasi. Saya lakukan
kegiatan pemeriksaan fisik seperti mengukur tekanan darah,
berat badan, lingkar perut serta mencek GDS,AU, dan CHOL
sesuai dengan nomor antrian peserta yang datang berkunjung

Tahap Kegiatan Memberikan Konseling / Edukasi pada Pasien yang mengalami Resiko
3 Penyakit Tidak Menular

Waktu : jumat, 1 September 2020 dan Senin, 21 September 2020

Output : diberikannya konseling/edukasi pada Pasien yang mengalami


Resiko Penyakit Tidak Menular

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabiltas : nilai akuntabilitas yang terkandung ialah tanggung


jawab,bahwa dalam pemasangan baleho yang akan saya lakukan
adalah dengan penuh tanggung jawab atas segala kegiatan ini.
 Nasionalisme : nilai nasionalisme yang terkandung ialah gotong
royong. Dalam pemasangan baleho saya bersama masyarakat
bergotong royong memasang baleho di samping balai desa.
 Etika Publik :Nilai etika public yang terkandung ialah
komunikasi, bahwa dalam pemasangan baleho saya lakukan
komunikasi dengan masyarakat sehingga kegiatan pemasangan
baleho dapat terlaksana dengan baik sesuai yang di harapkan.
 Komitmen mutu: Nilai Komitmen Mutu yang terkandung ialah
efektif dan efisien, bahwa dalam pemasangan baleho saya
lakukan dengan efektif sehingga dapat mengefisiensikan waktu.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah peduli
dan kerja keras,bahwa dalam pemasangan baleho saya bersikap
peduli terhadap masyarakat yang sudah membantu bekerja keras
dan bekerja sama untuk menyelesaikan kegiatan pemasangan
baleho sehingga terpasang dengan baik.
Manfaat kegiatan Manfaat terhadap pencapaian, visi, misi Organisasi
terhadap
Melaksanakan Posbindu merupakan salah satu kegiatan inti dari
pencapaian, visi,
upaya pengendalian dini factor resiko penyakit tidak menular. Usaha
misi dan tugas
untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan profesional ke
organisasi
pasien, sehingga pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima.
Sesuai dengan Misi organisasi nomor 2 Memberikan pelayanan
kesehatan yang bermutu dan sesuai standar serta terjangkau oleh
masyarakat.

Manfaat Kegiatan terhadap Tugas Organisasi:

Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan strata pertama,Puskesmas


mempunyai 3 fungsi yaitu salah satunya sebagai upaya kesehatan
masyarakat (UKM) dengan melaksanakan Posbindu

Konstribusi dalam melakukan kegiatan ini saya melakukan lakukan tiga aktualisasi
terhadap nilai-nilai yaitu menyiapkan alat dan bahan, Melaksanakan Pemeriksaan Fisik (
pencapaian TD, BB, LP, TB, serta mengecek GDS, AU dan CHOL), serta
organisasi memberikan konseling/edukasi pada pasien yang mengalami Resiko
Penyakit Tidak Menular yang sesuai dengan nilai-nilai pencapaian
organisasi yaitu Santun Dalam memberikan pelayanan selalu
menerapkan 3 S , Senyum,Sapa dan salam serta Rapi Petugas
berpenampilan yang rapi dalam melayani pasien

Analisis Dampak a. Dampak Positif


Dengan melakukan pemeriksan fisik ini maka masyarakat dapat
mengetahui tekanan darah ,berat badan, GDS, Kholestrol dan asam
urat dan bisa mengupayakan pengendalian atau pencegahan
penyakit tidak menular sedini mungkin.
b. Dampak Negatif
Jika tidak di lakukan kegiatan pemeriksan fisik maka masyarakat
tidak akan mengetahui tekanan darah normal, GDS,kholestrol dan
masyarakat tidak mengetahui apakah dirinya menderita penyakit
tidak menular

Judul kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Posbindu


No 5
Tanggal pelaksanaan 25 September 2020 – 30 September 2020
kegiatan

Output Laporan hasil


Daftar lampiran 1. pencatatan laporan hasil Posbindu yang telah di
Bukti tandatangani
Kegiatan/evidence 2. Foto buku catatan laporan posbindu
3. Dokumentasi saat melaporkan hasil pada programmer
4. Foto rekapitulasi kasus PTM yang telah di tandatangani
5. Foto perbandingan hasil jumlah capaian Posbindu
Maret dan September

Tahap kegiatan 1 Mencatat hasil Laporan


Waktu : Jumat , 25 September 2020

Output : adanya catatan hasil laporan

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


transparansi. Dalam mencatat hasil laporan selama
kegiatan posbindu secara transparansi dan saya
bertanggung jawab dalam penulisan laporan.
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
musyawarah, bahwa dalam mencatat laporan hasil saya
bermusyawarah dengan Programer tentang penulisan
laporan hasil.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah
akurat. Dalam menulis laporan hasil saya menulis secara
akurat dan tepat sehingga memudahkan untuk melihat
laporan hasil.
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung
ialah efektif dan efisien. Dalam menulis laporan saya
lakukan dengan efektif tanpa ada penulisan tambahan di
luar materi kegiatan yang diusulkan sehingga dapat
mengefisienkan waktu penulisan laporan.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah
jujur, bahwa dalam menulis laporan hasil saya tulis secara
jujur dan dapat di pertanggung jawabkan

Tahap Kegiatan 2 Melaporkan hasil kepada programer

Waktu : senin, 28 September 2020

Output : adanya hasil laporan

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabilitas : Nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


tanggung jawab, bahwa pada saat melaporkan hasil
kepada programmer saya menyampaikannya dengan jelas
dan penuh tanggung jawab sehingga mudah di mengerti
oleh programmer.
 Nasionalisme : Nilai nasionalisme yang terkandung ialah
Bahasa Indonesia . bahwa dalam menyampaikan hasil
laporan kepada programmer dengan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar sehingga mudah di pahami
oleh programmer.
 Etika Publik : Nilai etika publik yang terkandung ialah
bersikap hormat, dalam menyampaikan laporan hasil
kepada programmer saya bersikap hormat, saya
menghormati saran dan arahan yang diberikan oleh
pemegang program posbindu PTM.
 Komitmen mutu : Nilai komitmen mutu yang terkandung
ialah efektif dan efisien, bahwa dalam menyampaikan
laporan hasil saya menyampaikan dengan efektif sambil
mendengarkan dan memahami semua saran dari
programer sehingga menyampaiakan laporan hasil dapat
berlangsung secara efektif dan efisien.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah
jujur, bahwa dalam menyampaikan laporan hasil saya
berkata jujur dan saya lakukan dengan penuh tanggung
jawab

Tahap Kegiatan 3 Membuat Laporan rekapitulasi

Waktu : Rabu, 30 September 2020

Output : adanya laporan rekapitulasi

Deskripsi Nilai-Nilai Dasar dalam Pelaksanaan Kegiatan:

 Akuntabiltas : nilai akuntabilitas yang terkandung ialah


kejelasan, bahwa dalam membuat laporan rekapitulasi
hasil saya menulis dengan jelas dan mudah di mengerti
sehingga dapat di pertanggung jawabkan
 Nasionalisme : nilai nasionalisme yang terkandung ialah
jujur dan amanah, bahwa dalam membuat laporan
rekapitulasi saya membuat dengan jujur dan amanah.
 Etika Publik : Nilai Etika Publik yang terkandung di
dalamnya adalah professional, bahwa dalam membuat
laporan hasil rekapan saya bersikap professional berusaha
tidak terjadi kesalahan saat membuat laporan rekapan.
 Komitmen Mutu :Nilai komitmen mutu yang terkandung
ialah efektif dan efisien, bahwa dalam membuat laporan
rekapitulasi saya lakukan dengan efektif dan untuk
mengefisiensikan waktu saya membuat laporan
rekapitulasi.
 Anti korupsi : Nilai Anti korupsi yang terkandung ialah
jujur, bahwa dalam membuat laporan rekapitulasi hasil
jujur sesuai dengan arahan yang telah di berikan
pemegang program Posbindu PTM.

Manfaat kegiatan Manfaat terhadap pencapaian, visi, misi Organisasi


terhadap pencapaian,
Evaluasi pelaksanaan Posbindu merupakan kegiatan akhir
visi, misi dan tugas
dari aktualisasi dan habituasi dalam Peningkatan Promosi
organisasi
Program Posbindu dalam upaya pengendalian dini factor resiko
penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Tuangila
manfaat dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui hasil jumlah
peningkatan kunjungan dari kegiatan Posbindu setelah di
lakukan Promosi. Visi: menjadi Puskesmas yang memberikan
pelayanan prima tahun 2022 sesuai dengan Misi nomor 4
Melaksanakan tata kelola Puskesmas Melalui Perbaikan
Manajemen secara Akuntabel

Manfaat Kegiatan terhadap Tugas Organisasi:

Sebagai pelaksana pelayanan kesehatan strata


pertama,Puskesmas mempunyai 3 fungsi yaitu salah satunya
sebagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dengan
melaksanakan Posbindu

Konstribusi terhadap dalam melakukan kegiatan ini saya melakukan lakukan tiga
nilai-nilai pencapaian aktualisasi yaitu mencatat hasil laporan, kemudian saya
organisasi melaporkan hasilnya pada programmer, dan membuat laporan
rekapitulasi kunjungan Posbindu dalam upaya pengendalian dini
faktor Resiko Penyakit Tidak Menular yang sesuai dengan nilai-
nilai pencapaian organisasi yaitu Aktif
Terciptanya komunikasi yang aktif kepada pasien maupun antar
sesama petugas

Analisis Dampak a. Dampak Positif

Dengan melakukan evaluasi pelaksanaan Posbindu


berdasarkan nilai-nilai ANEKA ini dapat di ketahui jumlah
kunjungan yang datang, melihat jumlah peningkatan yang
ada untuk menilai keberhasilan dari Promosi yang di
jalankan.

b. Dampak Negatif

Jika tidak di lakukan kegiatan evaluasi pelaksanaan


Posbindu berdasarkan nilai-nilai ANEKA maka tidak dapat
di ketahui secara pasti jumlah kunjungan Posbindu di bulan
September ini
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil pelaksanan seluruh kegiatan aktualisai “ Peningkatan Promosi Program
Posbindu dalam Upaya Pengendalian Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular di
Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tuangila Kabupaten Buton. dengan menerapkan nilai-nilai
dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi (ANEKA),
maka penulis dapat menarik kesimpulan antara lain :
1. Teraktualisasinya nilai-nilai konsepsi dasar ( ANEKA ) dan kedudukan serta peran ASN
dalam pelaksanan tugas pokok penulis sebagai perawat terampil di Puskesmas Tuangila
2. Terwujudnya pengendalian faktor resiko penyakit tidak menular di puskesmas Tuangila
terutama pada wilayah kerjanya setelah di lakukan kegiatan peningkatan Promosi
Posbindu dalam upaya Pengendalian Dini Faktor Resiko penyakit tidak menular ,
pemeriksan fisik serta pemeriksaan GDS,cholesterol serta asam urat

B. Saran

Pelaksanan aktualisasi “Peningkatan Promosi Program Posbindu dalam Upaya


Pengendalian Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Tuangila ” dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN, maka langkah
pengendalian dini penyakit tidak menular berupa pemeriksan fisik seperti cek tekanan
darah,mengukur berat badan ,tinggi badan ,lingkar pinggang serta pemeriksan GDS, asam
urat, cholesterol bukan hanya bermanfaat saat proses penyelesaian rancangan kegiatan
aktualisaasi tetapi dapat di manfaatkan untuk jangka waktu panjang karena melihat manfaat
yang akan diperoleh masyarakat dalam wilayah kerja puskesmas Tuangila pada masa kini
dan masa yang akan datang.

C. Rencana Tindak Lanjut

Setalah pelaksanan aktualisasi “ Peningkatan Promosi Program Posbindu dalam Upaya


Pengendalian Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular di Wilayah Kerja UPTD
Puskesmas Tuangila ” maka rencana tindak lanjut yang akan di lakukan yaitu :
1. Dilakukan kegiatan pemeriksan fisik dan Pemeriksaan GDS, Asam urat, Cholestrol
setiap bulannya sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan
2. Selalu melakukan edukasi pada kader dan masyarakat setiap waktu Pelaksanaan
Posbindu tentang pentingnya Program Posbindu dalam Upaya Pengendalian Dini
Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular , sehingga yang datang dapat mengajak
keluarga dan tetangga untuk datang di Posbindu di bulan berikutnya
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Aktualisasi: Modul


Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017.

Akuntabilitas: Modul Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil


Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017.

Nasionalisme: Modul Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil


Golongan III. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Etika Publik: Modul


Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Komitmen Mutu:


Modul Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Anti Korupsi: Modul


Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta:
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Pelayan Publik:


Modul Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Manajemen Aparatur


Sipil Negara: Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan III . Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Whole of Goverment: Modul
Pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III. Jakarta: Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia, 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25

Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik Republik Indonesia, 2014. Undang-


Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Aparatur Sipil Negara

Direktorat jendral pencegahan dan pengendalian penyakit. 2019. Buku Pedoman


Manajemen Penyakit Tidak Menular
LAMPIRAN 1

RANCANGAN AKTUALISASI

Nama Peserta LISTYANI, AMK

Tugas jabatan (sesuai formasi) Perawat terampil

1. PROFIL LEMBAGA

A Nama Satuan Kerja UPTD Puskesmas Tuangila

B Visi Organisasi Menjadi Puskesmas Yang Memberikan Pelayanan


Prima Di Tahun 2022

C Misi Organisasi Misi yang dibangun dalam Rencana Strategi


Puskesmas Tuangila 2019-2022 adalah sebagai berikut

5) Meningkatkan Kemandirian Masyarakat dalam


Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui
pendekatan keluarga
6) Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu
dan sesuai standar serta terjangkau oleh masyarakat
7) Meningkatkan Sumber Daya Masyarakat
Kesehatan yang berkualitas
8) Melaksanakan tata kelola Puskesmas Melalui
Perbaikan Manajemen secara Akuntabel

D Struktur Organisasi Pada (Lampiran dalam bentuk bagan)


satuan Kerja

E Tugas Satuan Kerja Tugas:

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi


kesehatan fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga
membina peran serta masyarakat disamping
memberikan pelayanan secara menyeluruh dan
terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya
dalam bentuk kegiatan pokok. Fungsi:

Ada 3 fungsi pokok puskesmas, yaitu:

1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan


masyarakat di wilayahnya

2. Membina peran serta masyarakat di wilayah


kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan
untuk hidup sehat

3. Memberikan pelayanan kesehatan secara


menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di
wilayah kerjanya
F Tugas Kepala Puskesmas 1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu,
profesional, merata dan terjangkau oleh
masyarakat secara efisien dan efektif

2. Mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang


optimal.

3. Mendorong kemandirian masyarakat untuk


berprilaku sehat dan hidup dalam lingkungan
yang sehat dalam upaya kesehatan secara
komprehensif

4. Meningkatkan kualitas Sumber daya manusia,


sarana dan prasarana dalam pelayanan kesehatan

G Rincian Tugas dan Fungsi, Tugas dan Fungsi Perawat Terampil, meliputi:
dan atau Tugas Tambahan,
18. melakukan pengkajian keperawatan dasar pada
dan atau Kegiatan Inisiatif
individu;
Sendiri dengan Persetujuan
19. melakukan komunikasi terapeutik dalam
Atasan
pemberian asuhan keperawatan;
20. melaksanakan edukasi tentang perilaku hidup
bersih dan sehat dalam rangka melakukan upaya
promotif;
21. memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan/
pelindung fisik pada pasien untuk mencegah
risiko cedera pada individu dalam rangka upaya
preventif;
22. memberikan oksigenasi sederhana;
23. memberikan tindakan keperawatan pada kondisi
gawat darurat/ bencana/ kritikal;
24. memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang
dan aman serta bebas risiko penularan infeksi;
25. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang
sederhana pada area medikal bedah;
26. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang
sederhana di area anak;
27. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang
sederhana di area maternitas;
28. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang
sederhana di area komunitas;
29. melakukan intervensi keperawatan spesifik yang
sederhana di area jiwa;
30. melakukan tindakan terapi komplementer/
holistik;
31. melakukan tindakan keperawatan pada pasien
dengan intervensi pembedahan pada tahap pre/
intra/post operasi;
32. memberikan perawatan pada pasien dalam
rangka melakukan perawatan paliatif;
33. memberikan dukungan/fasilitasi kebutuhan
spiritual pada kondisi kehilangan/berduka/
menjelang ajal dalam pelayanan keperawatan;
34. melakukan perawatan luka; dan 18. melakukan
dokumentasi tindakan keperawatan;

H. Kegiatan Inisiatif Sendiri tugas Tambahan


dengan Persetujuan 1. programmer MTBS
Atasan 2. pendamping Program Posbindu
3. penanggung jawab Rekam Medis
2. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN
ALTERNATIF SOLUSI

NO URAIAN TUGAS PERMASALAHAN SOLUSI

(sesuai point 1.H)

1 Berdasarkan kegiatan inisiatif sendiri Rendahnya promosi peningkatan promosi


atas persetujuan atasan adalah : program posbindu program posbindu
Melakukan kegiatan peningkatan dalam upaya dalam upaya
promosi program posbindu dalam pengendalian dini faktor pengendalian dini
upaya pengendalian dini faktor resiko resiko penyakit tidak faktor resiko penyakit
penyakit tidak menular di wilayah kerja menular tidak menular dengan
UPTD Puskesmas Tuangila Kabuapten melakukan kegiatan
Buton pembuatan dan
pemasangan baleho
sebagai salah satu
bahan promosi,
sekaligus melakukan
edukasi dan promosi
pada kader dan
masyarakat tentang
pentingnya program
posbindu di wilayah
kerja UPTD
Puskesmas Tuangila
3. RENCANA KEGIATAN AKTUALISASI SESUAI NILAI-NILAI DASAR ASN

NO KEGIATAN YANG NILAI DASAR YANG AKAN


AKAN DILAKUKAN DIAKTUALISASIKAN DALAM KEGIATAN:
**AKUNTABILITAS, NASIONALISME, ETIKA
PUBLIK, KOMITMEN MUTU, ANTI KORUPSI
1. Meminta dukungan dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
pihak terkait Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi

2. Membuat baleho Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,


Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi

3. Memasang baleho Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,


Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi

4. Melaksanakan Posbindu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,


Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi

5. Evaluasi pelaksanaan Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,


Posbindu Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi

Tuangila, Oktober 2020

Menyetujui : Peserta Diklat


Mentor

(MUALIMIN BANISI, SKM) (LISTYANI, AMK)


NIP. 19801123 200604 1 015 NIP.19910922 201903 2 024
JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI dan HABITUASI

Hari Kerja
Nama
No SEPTEMBER
Kegiatan
31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 8 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Meminta
dukungan
1
dari pihak
terkait

Membuat
2
baleho

Pemasangan
3
baleho

Melaksanaka
4
n posbindu

Evaluasi
5 pelaksanaan
posbindu
LAMPIRAN 3

STRATEGI BIMBINGAN MENTOR

Nama Peserta Listyani, AMK

Satuan Kerja UPTD Puskesmas Tuangila

Tempat Aktualisasi UPTD Puskesmas Tuangila

No Tanggal/ Catatan bimbingan Hasil Capaian /Output Paraf Mentor


Waktu

1. Selasa, 01 Konsultasi terkait Persetujuan Kegiatan


September rencana aktualisasi yang aktualisasi
2020 akan dilakukan

Memperlihatkan jadwal
aktualisasi

2. Senin, 07 Memperlihatkan Adanya rancangan desain


September rancangan desain dalam Baleho
2020 meminta persetujuan
Surat persetujuan dari
membuat baleho
atasan untuk pembuatan
baleho

3. Kamis, 10 Meminta Surat tugas Adanya surat tugas dari


September yang berkoordinasi atasan untuk pemasangan
2020 dengan kepala Desa Baleho
dalam Pemasangan
Baleho

4. Jumat, 02 Konsultasi laporan Adanya laporan evaluasi


Oktober 2020 evaluasi

Tuangila, September 2020

Menyetujui : Peserta Diklat


Mentor

(MUALIMIN BANISI, SKM) (LISTYANI, AMK)


NIP. 19801123 200604 1 015 NIP.19910922 201903 2 024
LAMPIRAN 4

STRATEGI PEMBIMBINGAN DENGAN COACH

Nama Peserta Listyani, AMK

Satuan Kerja UPTD Puskesmas Tuangila

Tempat UPTD Puskesmas Tuangila


Aktualisasi

No Tanggal/ Catatan bimbingan Hasil Capaian Media komunikasi Paraf


Waktu /Output Coach
(telpon,sms,WA,
email)

1. Jumat, 28 -Tujuan harus sesuai -tujuan dibuat Telephone melalui


Agusutus dengan judul sesuai dengan WhatsApp
2020 judul
- ruang lingkup berisi
tentang gagasan -bagian ruang
pemecah isu lingkup
disesuaikan
-membuat jadwal
rancangan -Tersedianya
jadwal rancangan
2. Kamis, 01 Membuat laporan WhatsApp
Oktober aktualisasi sesuai masengger
2020 dengan yang di
arahkan

3. Senin, 05 -judul tulis miring jika Membuat Konsultasi langsung


Oktober pakai bahasa Asing kesimpulan (tatap muka)
2020 sesuai dari tujuan
-isi kesimpulan
menjawab dari tujuan

Lampiran harus -Menyinkronkan


sinkron dengan BAB 3
Output dengan
hasil aktualisasi
lampiran
-lampiran kegiatan di
-Membuat
buatkan daftar per
lampiran
tahap kegiatan
kegiatan per
-1 halaman boleh 3 tahap kegiatan
foto dokumentasi

Kendari, Oktober 2020

Menyetujui : Peserta Diklat


Coach.

(Ir. Hj. Ikah Atikah, M.P) (Listyani , AMK)


NIP. 19640507 199203 2 008 NIP.19910922 201903 2 024
LAMPIRAN 5
RENCANA AKSI NILAI-NILAI DASAR
No Kegiatan Nilai-Nilai Dasar Teknik Aktualisasi

1 2 3 4
1 Meminta dukungan AKUNTABILITAS; Melakukan konsultasi dengan
dari pihak terkait Indikator nilainya adalah pimpinan/mentor, dan
Tanggungjawab berkoordinasi dengan
NASIONALISME; programmer Posbindu dengan
Indikator nilainya adalah penuh tanggungjawab dalam
Bermusyawarah membahas kegiatan
ETIKA PUBLIK; aktualisasi, dan menarapkan
Indikator nilainya adalah sifat sopan dan santun ketika
sopan dan Santun bertemu pimpinan dan
KOMITMEN MUTU; melakukan konsultasi dan
Indikator Nilainya koordinasi secara efektif,
adalah Efektif dan jujur dan mandiri, maka
efisien secara lengkap melampirkan
ANTI KORUPSI; semua dokumen sebagai alat
Indikator nilainya adalah bukti dari meminta dukungan
Jujur dengan pihak terkait
2 Membuat Baleho AKUNTABILITAS; bertanggungjawab dan
Indikator nilainya adalah professional dalam
Tanggungjawab Melakukan pembuatan
NASIONALISME; Baleho, mulai dari merancang
Indikator nilainya adalah desain, bersikap hormat saat
menggunakan Bahasa meminta persetujuan dari
Indonesia yang baik dan atasan dan dalam
benar berkomunikasi dengan atasan
ETIKA PUBLIK; menggunakan Bahasa
Indikator nilainya adalah Indonesia yang baik dan
professional, bersikap benar oleh petugas saat
hormat meminta
KOMITMEN MUTU; persetujuan.merancang desain
Indikator Nilainya baleho dengan inovatif dan
adalah inovatif dan berdaya guna sehingga
berdaya guna menggunakan pembaharuan
ANTI KORUPSI; dalam peningkatan promosi
Indikator nilainya adalah program posbindu bagi
jujur dan tanggung jawab puskesmas serta selalu
bertindak jujur dalam
melakukan kegiatan, maka
secara lengkap melampirkan
semua dokumen/evidence
sebagai alat bukti adanya
baleho sebagai bahan promosi
3 Memasang Baleho AKUNTABILITAS; Memasang baleho dengan
Indikator nilainya adalah berkoordinasi dengan pihak-
tanggungjawab pihak terkait yaitu kepala
NASIONALISME; desa dengan penuh
Indikator nilainya adalah tanggungjawab dan bersama-
gotong royong sama melakukan gotong
ETIKA PUBLIK; royang dalam pemasangan
Indikator nilainya adalah baleho dengan bersikap sopan
sopan dan santun dan santun saat melakukan
KOMITMEN MUTU; edukasi promosi pada kader
Indikator Nilainya dan masyarakat yang
adalah efektif dan dilakukan secara efektif dan
efisien mengefisiensikan waktu
ANTI KORUPSI; pemasangan serta jujur dalam
Indikator nilainya adalah setiap melakukan tahapan
jujur kegiatan sehingga promosi
program posbindu dapat
berjalan sesuait dengan yang
diharapkan
4 Melaksanakan AKUNTABILITAS; Dalam melaksanakan
Posbindu Indikator nilainya adalah Posbindu, penulis melakukan
tanggungjawab kegiatan dengan penuh
NASIONALISME; tanggung jawab mulai dari
Indikator nilainya adalah menyiapksn alat dan bahan
bahasa Indonesia yang baik sampai berakhirnya kegiatan
dan benar posbindu. Melakukan
ETIKA PUBLIK; pemeriksaan fisik TD, BB,
Indikator nilainya adalah LP, TB, serta mencek GDS,
sikap sopan santun dan AU dan CHOL dilakukan
profesional dengan professional, saat ada
KOMITMEN MUTU; pengunjung yang mengalami
Indikator Nilainya resiko Penyakit tidak
adalah tepat dan Menular, penulis memberikan
efektif konseling edukasi kepada
ANTI KORUPSI; pasien dengan menggunakan
Indikator nilainya adalah Bahasa Indonesia yang baik
adil dan benar sehingga kegiatan
ini berjalan secara efektif .
dimana selama proses
kegiatan pelaksanaan
posbindu berlangsung di
lakukan secara adil tidak
mendiskriminasi pengunjung
yang datang dan Memeriksa
pasien sesuai dengan antrian
5 Evaluasi Pelaksaan AKUNTABILITAS; Melakukan evaluasi
Posbindu Indikator nilainya adalah pelaksanaan Posbindu
tanggungjawab penulis bertanggung jawab
NASIONALISME; dalam pencatatan dan
Indikator nilainya adalah pelaporan hasil selama
musyawarah pelaksanaan Posbindu,
ETIKA PUBLIK; dengan musyawarah serta
Indikator nilainya adalah penulis bersikap hormat saat
bersikap hormat melaporkan hasil rekapitulasi
KOMITMEN MUTU; jumlah kunjungan dengan
Indikator Nilainya melakukan kegiatan secara
adalah tepat dan tepat dan efektif sehingga
efektif dapat dilihat jumlah
ANTI KORUPSI; peningkatan pengunjung yang
Indikator nilainya adalah dating, penulis membuat hasil
jujur dan tanggungjawab perbandingan jumlah
kunjungan posbindu di bulan
Maret dan September dengan
jujur dan tanggung jawab
Tuangila, September 2020

Menyetujui : Peserta Diklat


Mentor

(MUALIMIN BANISI, SKM) (LISTYANI, AMK)


NIP. 19801123 200604 1 015 NIP.19910922 201903 2 024
Mengetahui :
Coach,

(Ir. Hj. Ikah Atikah, M.P)


NIP. 19640507 199203 2 008
KEGIATAN I
MEMINTA DUKUNGAN DARI PIHAK TERKAIT

No. TAHAP KEGIATAN BUKTI DOKUMENTASI/EVIDENCE

Melakukan konsultasi Foto Dokumentasi saat konsultasi dengan atasan


dengan atasan
1. Surat persetujuan melaksanakan aktualisasi

Berkoordinasi dengan Foto Dokumentasi saat berkoordinasi dengan Programer


Programer posbindu
2. Surat persetujuan

3. Catatan hasil konsultasi Foto catatan hasil konsultasi dan Koordinasi

dan koordinasi
KEGIATAN I

“ MEMINTA DUKUNGAN DARI PIHAK TERKAIT”

Tahap 1 : Melakukan konsultasi dengan atasan,

Waktu : Selasa, 01 September 2020

Tahap 2: berkoordinasi dengan Programer Posbindu

Waktu : Selasa, 01 September 2020


Tahap 3 : mencatat hasil Konsultasi dan Koordinasi

Waktu : Selasa, 01 September 2020


SURAT PERSETUJUAN
LAMPIRAN
KEGIATAN 2
MEMBUAT BALEHO

No. TAHAP KEGIATAN BUKTI DOKUMENTASI/EVIDENCE

Merancang desain baleho Dokumentasi rancangan desain Baleho

1.
Meminta persetujuan Surat persetujuan pembuatan baleho
dengan atasan
2. dokumentasi memperlihatkan rancangan desain

3. Mencetak Baleho Foto baleho yang sudah dicetak


KEGIATAN 2
MEMBUAT BALEHO
Tahap 1 : Merancang Desain Baleho

, Waktu : Jumat, 04 September 2020


Tahap 2 : meminta persetujuan dengan atasan

, Waktu : Senin, 07 September 2020


Tahap 3 : mencetak Baleho

, Waktu : Selasa, 08 September 2020


KEGIATAN 3
MEMASANG BALEHO

No Tahap Kegiatan Bukti Dokumentasi/evidence

1. Menyiapkan alat dan bahan Foto Dokumentasi menyiapkan alat dan bahan

2. Berkoordinasi dengan pihak terkait Foto dokumentasi saat berkoordinasi


( kepala desa)

Surat tugas dari atasan yang di tanda tangani


kepala desa

3. Memasang Baleho Foto pemasangan baleho

4. Melakukan edukasi promosi pada Foto dokumentasi saat melakukan edukasi


kader dan masyarakat tentang promosi pada kader dan masyarakat
program posbindu
KEGIATAN 3
MEMASANG BALEHO
Tahap 1 : Menyiapkan alat dan bahan

, Waktu : Rabu, 09 September 2020

Tahap 2 : berkoordinasi dengan pihak terkait ( Kepala Desa )

, Waktu : Kamis, 10 September 2020


SURAT TUGAS
Tahap 3 : Memasang baleho

, Waktu : Kamis, 10 September 2020 dan Jumat 11 September 2020

Tahap 4 : melakukan edukasi promosi pada kader dan masyarakat tentang program
posbindu

, Waktu : Jumat, 11 September 2020


KEGIATAN 4
PELAKSANAAN POSBINDU

No. Tahap Kegiatan Bukti Dokumentasi/ evidence

1. Menyiapkan alat dan bahan Foto dokumentasi saat menyiapkan alat dan
bahan

2. Melakukan Pemeriksaan Fisik ( Dokumentasi saat pemeriksaan Fisik ( TD, BB,


TD,BB,LP,TB dan GDS,AU serta LP,TB dan GDS, AU dan CHOL)
Chol)

3. Memberikan konseling edukasi Dokumentasi saat memberikan konseling


pada pasien yang mengalami edukasi pada pasien yang mengalami resiko
resiko PTM PTM
KEGIATAN 4
PELAKSANAAN POSBINDU

Tahap 1 : menyiapkan alat dan bahan

, Waktu : jumat 11 September 2020- 25 September 2020


Tahap 2 : Melakukan Pemeriksaan Fisik ( TD,BB,LP,TB dan GDS,AU serta Chol)
Waktu : jumat 11 September 2020- 25 September 2020

,
Tahap 3 : Memberikan konseling edukasi pada pasien yang mengalami resiko PTM
Waktu : jumat 11 September 2020- 25 September 2020
KEGIATAN 5
EVALUASI PELAKSANAAN POSBINDU

No. Tahap Kegiatan Bukti Dokumentasi / Evidence

1. Mencatat hasil laporan Foto buku catatan laporan posbindu

Pencatatan dan pelaporan factor resiko


PTM dari Posbindu

2. Melaporkan hasil kepada programer Dokumentasi saat melaporkan hasil pada


programmer

Hasil evaluasi pencapaian pelaksanaan


Posbindu

3. Membuat laporan rekapitulasi Hasil rekapitulasi kasus PTM


KEGIATAN 5
EVALUASI PELAKSANAAN POSBINDU

Tahap 1 : mencatat hasil laporan

, Waktu : jumat 25 September 2020


Pencatatan Laporan Faktor Resiko PTM

Tahap 2 : melaporkan hasil pada Programmer

, Waktu : Jumat, 25 September 2020


Tahap 3 : membuat laporan rekapitulasi

, Waktu : Rabu, 30 September 2020


Hasil evaluasi perbandingan jumlah kunjungan di Bulan Maret dan September