Anda di halaman 1dari 4

Anisa Nur Fauziyyah, S.Tr.

Keb (NDH 24)


199509062022032016
UPTD Puskesmas Maja Majalengka
Latsar Angkatan 2 Kelompok 2

PENUGASAN AGENDA 2 HARI -1


BERAKHLAKOLOGI

1. Berorientasi Pelayanan
Sebagai CPNS yang berkerja dibidang jasa pelayanan sudah pasti bekerja harus
berorientasi kepada pelayanan. Kepuasan pasien menjadi hal yang utama. Meskipn saya
bekerja di Puskesmas Maja setelah mendapatkan SK CPNS belum lama, baru kurang lebih
satu bulan namun sudah terlihat praktek yang mencerminkan nilai Berorientasi pada
pelayanan salah satunya adalah dengan dibentuknya poli KB baru yang terpisah dari poli
KIA.
Sebelumnya di Puskesmas Maja pelayanan KB masih bergabung di poli KIA namun
terdapat keluhan dari pasien salah satunya adalah antrian yang menjadi panjang mengingat
tindakan KB memakan waktu banyak, selain itu waktu buka poli terbatas sehingga di hari-
hari tertentu terdapat antrian panjang poli KIA. Dari keadaan seperti itu setelah melakukan
diskusi akhirnya pelayanan KB menjadi terpisah di poli tersendiri dan dibuat waktu
pelayanan setiap hari dihari kerja.
Tindakan seperti ini merupakah salah satu penerapan nilai dari Berorientasi pada
Pelayanan dengan memahami kebutuhan masyarakat dan melakukan pelayanan dengan
cekatan dan efektif. Selain itu perilaku mau menerima masukan dan mencari alternatif
pemecahan masalah memang perlu dilakukan guna melakukan perbaikan tanpa henti demi
kebaikan pelayanan dan kepuasan masyarakat.
2. Akuntabel
Tindakan Akuntabel yang dilakukan di lingkungan Puskesmas sudah banyak dilakukan
salah satunya dengan selalu menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara
bertanggung jawab. Pada setiap unit di Puskesmas pasti memiliki barang milik negara yang
difungsikan sebagai alat untuk melakukan pelayanan kesehatan. Di Puskesmas, khusus nya
di ruang persalinan bentuk dari perilaku akuntabel adalah dengan menjaga dan
membersihkan kembali alat bekas pakai. Alat partus, doppler, tensimeter setelah
dipergunakan selalu disimpan dan dikembalikan ketempatnya. Terlebih alat bekas pakai
yang mengharuskan kembali dalam keadaan steril karyawan Puskesmas Maja sudah
melakukannya dengan baik. Memperhatikan proses pencucian, sterilisasi alat agar tidak
Anisa Nur Fauziyyah, S.Tr.Keb (NDH 24)
199509062022032016
UPTD Puskesmas Maja Majalengka
Latsar Angkatan 2 Kelompok 2

mudah korosi dan menyimpan kembali ditempatnya. Sehingga kekayaan dan barang milik
negara terjaga dan saat digunakan dapat efektif dan efisien.
3. Kompeten
Poin kompeten sudah pasti harus dimiliki oleh setiap ASN termasuk CPNS didalamnya.
Kompeten terhadap profesi yang dijalani agar dapat mengerjakan tugas dengan kualitas
terbaik. Praktek kompeten di Puskesmas yang sudah dijalankan adalah dengan mempunyai
STR bagi tenaga medis di Puskesmas, karena STR dapat didapatkan apabila tenaga
kesehatan tersebut berhasil mengikuti ujian Kompetensi dan merupakan tanda petugas
kesehatan tersebut kompeten.
Selain itu praktek dari Kompeten ini adalah dengan terus mengikuti pelatihan dan
seminar yang biasanya diadakan oleh masing-masing organisasi profesinya. Bidan
diharapkan sudah mengikuti Pelatihan APN, Midwifery Update, CTU dll. Puskesmas pun
disini ikut memfasilitasi dan memberi izin bagi siapapun karyawannya yang meminta izin
untuk melakukan pelatihan.
4. Harmonis
Praktek harmonis yang saya rasakan di Puskesmas tempat bekerja adalah salah satunya
terbangunnya lingkungan kerja yang kondusif serta perilaku karyawan yang saling tolong
menolong.
Contoh praktek harmonis yang saya rasakan adalah sikap saling membantu apabila ada
rekannya yang tidak bisa masuk kerja saat shift siang atau malam selalu ada karyawang
lain yang bersedia menggantikannya.
5. Loyal
Di lingkungan kerja Puskesmas Maja terdapat satu Desa yang masih sulit terjamah
akses kendaraan. Hanya kendaraan tertentu seperti monil bak dan mobil ranger POLRI
yang mampu menembus medan. Jarak dari Puskesmas ke desa tersebut bisa sampai 2 jam
perjalanan. Namun pelayanan kesehatan tetap harus dilakukan tanpa membedakan dan
harus bersifat adil kepada seluruh lapisan masyarakat. Tentu pelayanan kesehatan tetap
berlangsung disana, ada 4 bidan desa yang ditempatkan di Desa tersebut, melihat kondisi
medan dan lokasi serta jarak tempuh mereka tetap menjalankan tugasnya dan Loyal
terhadap apa yang menjadi tanggungjawabnya. Hal tersebut dilakukan karen mereka
Anisa Nur Fauziyyah, S.Tr.Keb (NDH 24)
199509062022032016
UPTD Puskesmas Maja Majalengka
Latsar Angkatan 2 Kelompok 2

mengerti dan memahami bahwa nilai Loyal menjadi core values yang sama ditiap-tiap jiwa
ASN.

6. Adaptif
Penerimaan CPNS dilingkungan Kab. Majalengka tahun 2022 menyentuh angka 800
orang lebih. Menjadi hampir terbanyak di Provinsi Jawa Barat, di Puskesmas Maja sendiri
terdapat 44 CPNS baru dari berbagai macam kota/kab sampai provinsi. Demi
berlangsungnya keprofesionalan kerja tentunya masing-masing CPNS perlu memiliki sifat
Adaftif, tempat baru, lingkungan baru dan teman baru bukanlah menjadi halangan.
Prakteknya disetiap pelayanan yang diberikan petugas kesehatan yang baru maupun yang
lama sudah mampu menyesuaikan diri menghadapi perubahan baik itu perubahan tempat,
sistem kerja dan lingkungan yang baru. Sampai saat ini terlihat CPNS dan karyawan
Puskesmas sebelumnya cukup proaktif disetiap kegiatan bersama di Puskesmas.
Anisa Nur Fauziyyah, S.Tr.Keb (NDH 24)
199509062022032016
UPTD Puskesmas Maja Majalengka
Latsar Angkatan 2 Kelompok 2

7. Kolaboratif
Sikap kolaboratif sesungguhnya sudah selalu di praktekkan di Puskesmas. Banyak
sekali kegiatan yang harus dilakukan tapi tidak bisa berdiri sendiri, banyak lintas sektor
yang harus dihubungi guna keberhasilan penyelenggaraan suatu kegiatan. Salah satu
praktek si puskesmas yang menanamkan sikap Kolaboratif adalah pelaksanaan deteksi dini
PTM. Wilayah kerja yang luas, masyarakat yang banyak dan waktu tenaga kesehatan yang
terbatas menyebabkan perlunya kolaborasi dengan kader di Desa wilayah kerja Puskesmas
Maja. Bentuk pelatihan kader PTM adalah langkah awal kolaborasi, salah satu bentuk
pemanfaatan sumber daya yang ada untuk tujuan bersama. Puskesmas mendapat
keuntungan dari terbantunya kegiatan oleh kader PTM, dan masyarakat mendapatkan
pelayanan yang merata ditiap desa nya.