Anda di halaman 1dari 11

E.1.

UMUM
Dalam penanganan tugas yang dibebankan pada Konsultan Supervisi, pendekatan
(approach) yang dilakukan disesuaikan dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang ada, di
mana Konsultan akan melaksanakan tugas pengawasan dan pengendalian ini secara
assistance concept. Dengan demikian, sifat dari tugas Konsultan Supervisi adalah
membantu Pemilik Proyek dalam mengawasi pelaksanaan Pembangunan Gedung
Perkantoran BPJN XIV Palu yang dilaksanakan oleh Kontraktor Pelaksana.
Jaminan kualitas (quality assurance) proyek merupakan susunan prosedur yang jelas
dan merupakan metoda kerja standar yang akan dilaksanakan oleh seluruh anggota Tim
Konsultan, Kontraktor Pelaksana, dan Pemilik Proyek untuk memastikan tercapainya
tingkat kualitas dan kuantitas dari pekerjaan dalam lingkup serta batasan yang telah
disetujui/disusun di semua aspek-aspek pelayanan.

E.2. URAIAN PENDEKATAN


E.2.1. Pendekatan Perundangan
Referensi hukum yang mendasari pelaksanaan kegiatan ini adalah:
1. Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun
2012;
3. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden
Nomor 54;
4. Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan peraturan
Presiden No.54 Tahun 2010 tentang pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
5. Peraturan Presiden RI Nomor 70 Tahun 2012 dan Perpres No 4 Tahun 2015
tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;
6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No : 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman
Teknis Pembangunan Gedung Negara
7. Permen PU No. 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan
Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan
8. Permen PU No. 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi
Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan
9. Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI) Tahun 1982
10. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia Tahun 1981
11. Peraturan Beton Bertulang di Indonesia

60
12. Standar dan Tata Cara Desain Konstruksi sebagaimana tertuang dalam
Spesifikasi Teknis;
13. SNI tentang Bahan dan Material yang masih berlaku.

E.2.2. Pendekatan Masalah


Secara umum permasalahan yang terjadi di lapangan sangat erat kaitannya
dengan kegiatan pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh Kontraktor
Pelaksana. Untuk mengantisipasi agar permasalahan yang timbul di lapangan
memberikan dampak negatif sekecil mungkin, maka konsultan akan melakukan
pendekatan-pendekatan sebagai berikut:
▪ Pengendalian Waktu
▪ Pengendalian Mutu
▪ Pengendalian Biaya
▪ Pengendalian Keselamatan kerja
▪ Pelaporan
▪ Hubungan dengan Pihak Terkait.

Uraian dari pendekatan yang dilakukan Konsultan untuk pelaksanaan pekerjaan


supervisi ini dijelaskan pada bagian-bagian berikut.
1. Pengendalian Waktu
Seluruh pekerjaan diharapkan berjalan sesuai dengan persyaratan/spesifikasi
yang ditentukan dan jadwal waktu yang telah ditetapkan dalam dokumen
kontrak. Konsultan akan mengendalikan waktu dengan metode tertentu,
sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai periode kontrak atau dengan
keterlambatan yang sekecil mungkin.
Hal ini harus ditempuh dengan langkah-langkah yang terencana baik dan
efektif mengenai penjabaran dokumen kontrak dan tentu saja dapat dipahami
dan dilaksanakan oleh Kontraktor.
Prosedur pengendalian waktu yang akan dilakukan Konsultan seperti terlihat
pada Gambar E.1.

61
Gambar E.1.
Prosedur Pengendalian Waktu

62
2. Pengendalian Mutu (Pola 3-2-5)
Untuk setiap mutu pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor,
Konsultan akan selalu mengawasi sehingga seluruh pekerjaan yang
dilaksanakan diharapkan sesuai dengan persyaratan/spesifikasi yang tercantum
dalam dokumen kontrak.
Untuk itu Konsultan akan menerapkan pola pengendalian mutu sebagaimana
dikenal di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
dengan istilah “Pola 3-2-5”, yang artinya bertahap 3 (tiga), berlingkup 2 (dua)
dan berstruktur 5 (lima). Pola tersebut dapat diuraikan lebih lanjut sebagai
berikut:
a. Tahapan Pengujian :
▪ Pengujian bahan baku
▪ Pengujian bahan olahan
▪ Pengujian bahan jadi
b. Lingkup Pengujian :
▪ Dimensi
▪ Kualitas
c. Struktur Pengujian :
▪ Jenis Pemeriksaan
▪ Metode Pemeriksaan
▪ Frekwensi Pemeriksaan
▪ Spesifikasi
▪ Toleransi Hasil Pekerjaan
Prosedur pengendalian mutu seperti terlihat pada Gambar E.2.

63
Gambar E.2.
Bagan Alir Pengendalian Mutu

64
3. Pengendalian Biaya
Pengendalian biaya dengan cara mengarahkan Penyedia Jasa Konstruksi
(Kontraktor) dalam mengoptimalkan hasil kerja dari tenaga kerjanya dan
pendayagunaan peralatannya sehingga diperoleh hasil yang optimal dan tepat
waktu dengan biaya konstruksi tidak melebihi dari perkiraan biaya yang
tercantum dalam dokumen kontrak. Pengendalian yang biasa dijalankan yaitu
dengan seminimal mungkin adanya pekerjaan tambah dan disiplin dalam
pelaksanaan metode kerja.
Prosedur pengendalian biaya yang dikaitkan dengan progres fisik dan
kualitasnya dapat dilihat pada Gambar E.3.
a. Perubahan Pekerjaan (Contract Change Order)
Apabila ternyata perlu dilakukan penyesuaian terhadap kuantitas pekerjaan,
Konsultan bersama-sama dengan Kontraktor akan berkonsultasi kepada
Pemberi Tugas/Pemilik Proyek. Konsultan akan meneliti usulan Kontraktor
termasuk mengkaji harga satuan baru yang mungkin perlu diberlakukan
sehubungan tidak dapat di-cover dengan pay-item yang ada.
Prosedur pengajuan perubahan volume dan harga satuan baru dapat
dilihat pada Gambar E.4.
b. Sertifikat Pembayaran Bulanan (Monthly Payment Certificate)
Konsultan akan memeriksa setiap pengajuan pembayaran oleh Kontraktor
apakah volume pekerjaan yang dimintakan pembayarannya baik cara
perhitungan volume maupun kualitas hasil pekerjaannya sudah memenuhi
persyaratan/spesifikasi yang ditentukan atau belum.
Prosedur mengenai pengajuan pembayaran ini ditunjukkan dalam Gambar
E.5.

65
Gambar E.3.
Prosedur Pengendalian Biaya

66
Gambar E.4.
Prosedur Perubahan Volume dan Pay Item/Satuan (CCO)

67
Gambar E.5.
Prosedur Pembayaran Prestasi Kerja Kontraktor (Monthly Certificate/MC)

4. Pengendalian Keselamatan Kerja


Pengendalian keselamatan kerja yang berkaitan dengan keamanan dan
keselamatan kerja baik terhadap pekerja maupun publik (umum) merupakan
salah satu sasaran dari Manajemen Konstruksi. Untuk mencapai sasaran agar
pelaksanaan proyek berlangsung aman mulai dari pra pelaksanaan sampai akhir
pelaksanaan, maka prosedur pengendalian keamanan dan keselamatan kerja
yang akan diterapkan seperti terlihat pada Gambar E.6.

68
Gambar E.6.
Bagan Alir Pengendalian Keamanan dan Keselamatan Kerja

5. Pelaporan
Konsultan akan melaporkan secara lengkap dan kontinyu kepada Pemberi
Tugas/Pemilik Proyek tentang kemajuan pekerjaan dan permasalahan yang
dihadapi beserta rekomendasi pemecahannya dalam bentuk surat menyurat
dan laporan kemajuan pekerjaan bulanan.

69
6. Hubungan dengan Pihak Terkait
Selama pelaksanaan pekerjaan ini, Konsultan akan selalu berkoordinasi dengan
Pemberi Tugas/Pemilik Proyek serta menjalin hubungan yang baik dengan
instansi-instansi terkait dengan proyek ini.
Berpedoman pada langkah-langkah pendekatan tersebut di atas, Konsultan
berkeyakinan pekerjaan akan berjalan lancar, hasil pekerjaan akan baik dan
proyek akan selesai tepat pada waktunya.

70

Anda mungkin juga menyukai