Anda di halaman 1dari 15

43

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian

Objek penelian memiliki beberapa pengertian menurut banyak ahli, menurut Sugiyono

(2014) objek penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau

kegiatan mempunyai variasi tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulan. Sedangkan pendapat kedua tentang pengertian objek

penelitian disampaikan oleh Supriati. Supriati (2012) menjelaskan bahwa objek di dalam

riset adalah variabel yang diteliti oleh peneliti di tempat riset dilakukan. Sehingga peneliti

perlu menentukan satu variabel dan kemudian dilakukan penelitian di objek yang sudah

ditentukan. Dalam penelitian ini terdapat 2 variable yang digunakan yaitu variabel

independent atau sering disebut variable bebas. Variabel bebas berarti variabel yang

memiliki pengaruh atas perubahan yang terjadi pada variabel lainnya. Suatu perubahan

yang terjadi pada suatu variabel dianggap disebabkan oleh variabel bebas ini. Kemudian

variable dependent atau variable terikat. Berkebalikan dengan variabel bebas, variabel

terikat berarti variabel yang dipengaruhi oleh variabel lainnya. Variabel ini

keberadaannya dianggap merupakan suatu akibat dari adanya variabel bebas.

Dalam penelitian ini variable bebas (X) yaitu terdiri dari X1: Corporate Social

Responsibility (CSR), serta X2: Ukuran Perusahaan yang dapat mempengaruhi variable

terikat (Y) yaitu manajemen Laba Perusahaan.

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian akan dilakukan dengan menggunakan studi empiris pada perusahan

manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2021. BEI
43
44

adalah lembaga resmi dari pemerintah Indonesia yang memfasilitasi segala kegiatan jual

beli saham perusahaan go public. Di dalamnya tercatat 108 perusahaan yang menjadi

anggota bursa. Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai salah satu regulator dan

penyelenggara perdagangan di Pasar Modal Indonesia menyediakan berbagai solusi

produk Data Pasar yang dikembangkan untuk memberikan informasi kepada publik agar

dapat membuat keputusan yang tepat.

Bursa Efek Indonesia telah ada sejak zaman masa kolonial Belanda tahun 1912. Di

Batavia, pemerintah Hindia Belanda mendirikan pasar modal dalam memenuhi kebutuhan

VOC. Tetapi akibat dari perang dunia I dan II, pasar modal tersebut vakum. Setelah

kemerdekaan Indonesia, pasar modal kembali didirikan oleh pemerintah Indonesia ketika

masa presiden Soeharto dengan nama Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 2007, Bursa Efek

Jakarta melakukan merger dengan Bursa Efek Surabaya dan berubah nama menjadi Bursa

Efek Indonesia (BEI).

Maka untuk mempermudah peneliti memperoleh data, lokasi penelitian ini dilakukan

pada perusahaan-perusahaan besar, namun peneliti lebih memfokuskan pada

perusahaan-perusahaan yang terdaftar Bursa Efek Indonesia (BEI) mempublikasikan

Coporate Social Responsibility selama 4 tahun berturut-turut yakni dari tahun 2018

sampai dengan tahun 2021,melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia di www.idx.co.id

dan melalui Website masing-masing perusahaan.

3.3 Metode Penelitian

Menurut Sugiyono, (2013:2) mendefinisikan metode penelitian pada dasarnya

merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan yang bersifat

penemuan, pembuktian, dan pengembangan suatu pengetahuan sehingga hasilnya dapat

digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Jenis metode


44
45

yang digunakan adalah metode deskriftif dan verifikatif melalui pendekatan metode

kuantitatif.

Menurut Sugiyono, (2005:21) menyatakan bahwa metode deskriftif adalah suatu

metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisi suatu hasil penelitian

tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Sedangkan metode

verifikatif menurut Sugiyono, (2012:8) diartikan sebagai penelitian yang dilakukan

terhadap populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah

ditetapkan.

Metode dengan pendekatan kuantitatif adalah metode yang memperoleh data yang

berbentuk angka yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.

Metode kuantitatif disebut juga metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat

positivme. Metode ini juga dikenal sebagai metode ilmiah atau metode scientific karena

memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional dan

sistematis.

3.3.1 Unit Analisis

Unit analisis dalam penelitian adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai

subjek penelitian. Dalam pengertian yang lain, Unit analisis diartikan sebagai sesuatu

yang berkaitan dengan fokus/ komponen yang diteliti. Unit analisis ini dilakukan oleh

peneliti agar validitas dan reabilitas penelitian dapat terjaga. Karena terkadang peneliti

masih bingung membedakan antara objek penelitian, subjek penelitian dan sumber data.

Unit analisis suatu penelitian dapat berupa individu, kelompok, organisasi, benda,

wilayah dan waktu tertentu sesuai dengan pokus permasalahannya. Dalam penelitian ini

menggunakan unit analisis berupa waktu.

45
46

Unit analisis yang berupa waktu adalah dimensi waktu yang relevan dengan

persoalan yang diangkat. Judul penelitian ini adalah Pengaruh Hubungan Corporate

Social Responsibility (CSR) Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba

Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Studi Empiris Pada

Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI 2018-2021). Waktu antara tahun 2018

sampai dengan tahun 2021 tersebut dibedakan berdasarkan jumlah banyak perusahaan

yang terdafta .melalui Laporan Tahunan (Annual Report) dan Laporan Berkelanjutan

(Sustainibility Report) yang bersumber dari www.idx.co.id dan pada website masing-

masing perusahaan tersebut.

3.3.2 Populasi dan Sampel

3.3.2.1 Populasi

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang

mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016). Sedangkan menurut

Burham Bungin (2013) populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari

objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala,

peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber

data penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018 sampai dengan 2021.

46
47

Tabel 3.1

Daftar Populasi Perusahaan terdaftar di BEI selama periode 2018-

2021

No Kode Nama Perusahaan

1. AALI Astra Agro Lestari Tbk.

2. ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk.

3. ADRO Adaro Energy Tbk.

4. AKRA AKR Corporindo Tbk.

5. ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk.

6. ASII Astra Internasional Tbk.

7. ASRI Alam Sutera Realty Tbk.

8. BBCA Bank Central Asia Tbk.

9. BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

10. BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

11. BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

12. BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk.

13. BHIT Bhakti Investama Tbk.

14. BKSL Sentul City Tbk.

15. BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk.

47
48

16. BMTR Global Mediacom Tbk.

17. BSDE Bumi Serpong Damai Tbk.

18. BUMI Bumi Resources Tbk.

19. BWPT BW Plantation Tbk.

20. CPIN Chareon Pokpon Indonesia Tbk.

21. CITRA Ciputra Development Tbk.

22. ELSA Elnusa Tbk.

23. EXCL XL Axiata Tbk.

24. GGRM Gudang Garam Tbk.

25. GIAA Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

26. HRUM Harum Energy Tbk.

27. HSMP H.M Sampoerna Tbk

28. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

29. IMAS Indomobil Sukses Internasional Tbk.

Internastional Nickel Indonesia Tbk/Vale Indonesia


30. INCO

Tbk.

31. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.

32. INDY Indika Energy Tbk.

33. INTP Indocement Tunggal Perkasa Tbk.

34. ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk.

35. JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk.

36 KLBF Kalbe Farma Tbk.

37. LPKR Lippo Karawaci Tbk.


48
49

38. LPPF Matahari Departmen Store Tbk.

39. LSIP London Sumatera Indonesia Tbk

40. MAIN Melindo Feedmill Tbk.

41. MAPI MITRA Adi Perkasa Tbk.

42. MLPL Multipolar Tbk.

43. MNCN Media Nusantara Citra Tbk.

44. MPPA Matahari Putra Prima Tbk.

45. MYRX Hanson International Tbk.

46. PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

49. PWON Pakuwon Jati Tbk.

50. SCMA Surya Citra Media Tbk.

51. SILO Siloam International Hospital Tbk

52. SMCB Holcim Indonesia Tbk.

53. SMGR Semen Gresik (Persero) Tbk.

54. SMRA Summarecon Agung Tbk.

55. SSIA Surya Semesta Internusa Tbk.

56. SRIL Sri Rejeki Isman Tbk.

57. SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk.

58. TAXI Express Transido Utama Tbk.

59. TBIG Tower Bersama Infrastructure Tbk.

60. TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

61. UNTR United Tractors Tbk.

49
50

62. UNVR Unilever Indonesia Tbk.

63. VIVA Visi Media Tbk.

64 WIKA Wijaya Karya Tbk.

65. WKST Waskita Karya Tbk.

66. WTON Wijaya Karya Beton Tbk.

Sumber : Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id) 2018- 2021.

3.2.2.2 Sampel

Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Dengan kata lain,

sejumlah, tapi tidak semua. Sampel adalah subkelompok atau sebagian dari populasi.

Dengan mempelajari sampel, peneliti akan mampu menarik kesimpulan yang dapat

digeneralisasikan terhadap populasi penelitian. Menurut Sugiyono (2014) sampel adalah

sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Berdasarkan

pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sampel merupakan sebagian atau wakil

dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang diteliti penentuan jumlah

sampel yang akan diolah dari jumlah populasi yang banyak, memerlukan teknik sampling

yang tepat.

50
51

Untuk itu sampel yang diambil dari populasi adalah yang memenuhi kriteria Bila

diambil dari seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode

tahun 2018-2021 dengan sampel sebanyak 13 perusahaan.

Tabel 3.2

Daftar Sampel Perusahaan yang secara berturut-turut terdaftar di BEI

selama periode 2018-2021

No. Kode Nama Perusahaan

1. AALI Astra Agro Lestari Tbk.

2. AKRA AKR Corporindo Tbk.

3. ASII Astra Internasional Tbk.

4. BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

5. BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

6. INTP Indocement Tunggal Perkasa Tbk.

7. JSMR Jasa marga (Persero) Tbk.

8. PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

9. SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk.

10. PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk.

11. TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

12. UNTR United Tractors Tbk.

13. UNVR Unilever Indonesia Tbk.

51
52

Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampling

purposive adalah teknik penentuan sampel dengan menggunakan pertimbangan atau kriteria

tertentu (Sugiyono, 2013). Adapun kriteria sampel pada penelitian ini adalah:

- Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2020 – 2021.

- Perusahaan manufaktur yang mempublikasikan laporan keuangan perusahaan per 31

Desember 2020 sampai dengan laporan keuangan tahunan perusahaan per 31 Desember

2021 yang telah diaudit.

- Perusahaan manufaktur yang mengungkapkan Corporate Social Responsibility (CSR) di

laporan keuangannya.

- Perusahaan manufaktur yang memiliki laba positif dalam laporan keuangannya.

- Memiliki data lengkap yang berkaitan dengan variabel dalam penelitian ini.

3.3.3 Teknik Penentuan Sampel dan Penentun Ukuran Sampel

Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang

merupakan sebagian dari populasi tersebut, kemudian diteliti dan hasil penelitian

(kesimpulan) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi). Dalam penelitian ini Teknik

penentuan sampel dilakukan dengan cara non-probability. Teknik pengambilan sampel ini

bukan proses seleksi tetap atau standar. Dalam teknik yang satu ini, tidak semua elemen

populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan dalam sampel. Teknik

penentuan sampel dilakukan secara Purposive sampling, kelebihan dari purposive sampling

yaitu waktu dan juga biaya yang digunakan lebih efektif. Sedangkan, kelemahannya ketika

seorang peneliti salah memilih subjek yang representatif.

52
53

Penentuan ukuran sampel dilakukan dengan hubungan kausalitas dan pendekatan

dilakukan secara kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) hubungan kausalitas adalah

hubungan yang bersifat sebab akibat antara variabel independen (variabel yang

mempengaruhi atau bebas) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi atau terikat).

3.3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka

dan dokumentasi. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan lalu mengolah literatur

seperti jurnal, buku, dan sumber lain yang berkaitan dengan topik penelitian ini.

Sedangkan dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data berupa laporan keuangan

yang menjadi sampel penelitian.

Menurut Sugiyono (2013:224), teknik pengumpulan data merupakan langkah

yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah

mendapatkan data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi

pustaka. Metode studi pustaka (Library Research), yaitu teknik/metode pengumpulan

data dengan melakukan telaah pustaka, eksplorasi dan mengkaji berbagai sumber

seperti buku, jurnal, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian.

3.3.5 Jenis dan Sumber Data

Terdapat dua jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer

adalah data yang langsung diperoleh dari pihak pertama/responden. Data sekunder dapat

53
54

berasal dari studi kepustakaan, arsip, media cetak, dsb. Penelitian ini menggunakan data

sekunder yang berasal dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengambil data dari

situsnya di www.idx.co.id.

1. Data Primer (Primary)

Merupakan data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak

melalui perantara). Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk

menjawab pertanyaan penelitian. Data primer dapat berupa opini subjek (orang)

secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap sesuatu benda (fisik),

kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian.

2. Data Sekunder (Secondary)

Merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung

melalui media perantara (diperoleh atau dicatat oleh pihak lain). Data sekunder

umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip

(data dokumenter) yang dipublikasi dan yang tidak dipublikasi.

Sedangkan menurut Sugiyono (2008), mengatakan bahwa sumber data

sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada yang

mengumpulkan data.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan data sekunder yang diperoleh dari:

54
55

1. Laporan Tahunan (Annual Report) perusahaan yang terdapat di Bursa Efek

Indonesia (BEI) selama tahun 2018 sampai dengan tahun 2021, yang

didokumentasikan dalam www.idx.co.id.

2. Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) perusahaan melalu website masing-

masing perusahaan.

3.3.6 Operasionalisasi Variabel

Menurut Sugiyono (2013), definisi operasional variable adalah suatu atribut atau

sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Langkah penting dalam pengukuran variabel adalah mendefinisikanvariabel secara

operasional. Tujuan definisi variabel secara operasional adalah untuk memberikan

gambaran bagaimana suatu variabel akan diukur, jadi variable harus memiliki

pengertian yang spesifik dan terukur.

3.3.6.1 Variabel Independen (X)

Menurut sugiyono (2014:59) Variabel independen sering disebut sebagai stimulus,

prediktor, antecendent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas.

Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab

perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

- Definisi Variabel Independen (X1)

55
56

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen (X1) adalah Corporate

Social Responsibility (CSR) CSR dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan

Corporate Social Responsibility Index (CSRI) yang mengacu pada pedoman instrumen

Global Instrument Initiative (GRI) versi GRI-G4 yang mengelompokkan informasi

pengungkapan CSR kedalam 3 (tiga) kategori pengungkapan yaitu:

(1) Ekonomi, yang terdiri dari 4 aspek (kinerja ekonomi, keberadaan dipasar,

dampak ekonomi tidak langsung, dan praktik pengadaan),

(2) Lingkungan, yang terdiri dari 11 aspek (bahan, energi, keanekaragaman

hayati, emisi, efluen & limbah, produk & jasa, kepatuhan, transportasi, lain-lain,

assesmen pemasok atas lingkungan, dan mekanisme pengaduan masalah

lingkungan), dan

(3) Sosial dengan 3 sub-kategori (praktek ketenagakerjaan & kenyamanan

bekerja, HAM, dan masyarakat). Masing-masing kategori tersebut memiliki

item-item yang keseluruhannya berjumlah 91 item.

Penghitungan CSR untuk memperoleh keseluruhan skor pada setiap perusahaan

dilakukan dengan menggunakan pendekatan dikotomi, yaitu setiap kategori informasi

pengungkapan CSR dalam instrumen penelitian diberi skor 1 jika kategori informasi

yang diungkapkan ada dalam laporan tahunan, dan nilai 0 jika kategori informasi tidak

diungkapkan di dalam laporan tahunan. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung

pengukuran CSR:

Keterangan:

CSRIy : Corporate Sociel Responsibility Index perusahaan y.

56
57

∑Xky : total dari 1 = kategori informasi diungkapkan dalam laporan tahunan, 0 =

kategori informasi tidak diungkapkan.

Ny : jumlah item untuk perusahaan y.

o Definisi Variabel independen (X2)

Dalam penelitian ini yang menjadi X2 adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan

merupakan besar kecilnya perusahaan yang dapat dilihat/diukur dari total aset maupun

total penjualan. Dalam penelitan ini ukuran perusahaan diukur menggunakan total aset

dan ditransformasikan kedalam logaritma karena total aset nilainya relatif lebih besar

Total aset dipilih sebagai proksi karena, total aset dinilai lebih stabil daripada proksi lain

yang digunakan dalam mengukur ukuran perusahaan.

57