Anda di halaman 1dari 10

1.

Variabel Dependent (Y)

Varibel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat

karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variable dependent

(Y) adalah manajemen laba perusahaan. Dalam penelitian ini manajemen laba

diproksikan dengan menggunkan discretionary accrual (DAC) yang merupakan

perhitungan model Jones modifikasian. Alasan pemilihan model ini adalah karena

model ini mengasumsikan bahwa manipulasi dapat dilakukan pada pendapatan dan

memperhitungkan pendapatan sebagai akrual diskresioner, sehingga dianggap lebih

baik dalam mengukur mendeteksi manajemen laba. Ada empat langkah untuk

mengitung nilai discretionary accrual (DAC), yaitu sebagai berikut:

a. Menghitung nilai total akrual dengan menggunakan pendekatan arus kas (cash

flow approach):

TACit = NIit – CFOit

Keterangan:

TACit = Total akrual perusahaan i pada tahun t.

NIit = Laba bersih setelah pajak perusahaan i pada tahun t.

CFOit = Arus kas operasi perusahaan i pada tahun t.

b. Mencari nilai koefisien β1, β2, dan β3 dengan teknik regresi:

TACit/TAit – 1 = β1 (1 / TAit – 1) + β2 ((∆REVit - ∆RECit)/ TAit – 1)) + β3 (PPEit / TAit –

1) + εit

Keterangan:

TACit = Total akrual perusahaan pada tahun t

TAit – 1 = Total aset perusahaan pada akhir tahun t-1

∆REVit = Perubahan total pendapatan pada tahun t.

∆RECit = Perubahan total piutang bersih pada tahun t.


PPEit = Property, Plant, and Equipment perusahaan pada tahun t/aset tetap perusahaan i pada

tahun t.

εit = Error item.

c. Menghitung Nondiscretionary Accruals (NDAC):

Perhitungan nondiscretionary Accruals (NDAC) dilakukan dengan memasukkan nilai

koefisien β1, β2, dan β3 yang diperoleh dari regresi. Perhitungan dilakukan untuk seluruh

sampel perusahaan pada masing-masing periode (Arief, 2014:32). Rumusnya adalah sebagai

berikut:

NDACit = β1 (1 / TAit-1) + β2 ((ΔREVit - ΔRECit ) / TAit-1) + β3 (PPEit / TAit-1) + εit

d. Menghitung discretionary accruals

Discretionay accrual merupakan perbedaan antara total akrual dengan nondiscretionary

accrual. Setelah didapatkan hasil dari perhitungan nondiscretionary accruals, maka untuk

menghitung discretionary accruals dapat dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai

berikut:

DAC = (TAC/TAit-1) - NDAC


Tabel 1. Operasionalisasi Variabel

No. Variabel Penelitian Definisi Variabel Indikator

1. Manajemen Laba Dalam penelitian ini manajemen 1. Menghitung nilai

laba diproksikan dengan total akrual dengan


(Y)
menggunkan discretionary menggunakan

accrual (DAC) yang merupakan pendekatan arus

perhitungan model Jones kas (cash flow

modifikasian. approach)

2. Mencari nilai

koefisien β1, β2,

dan β3 dengan

teknik regresi

3. Perhitungan

nondiscretionary

Accruals (NDAC)

dilakukan dengan

memasukkan nilai

koefisien β1, β2,

dan β3 yang

diperoleh dari

regresi.

4. Discretionay

accrual merupakan

perbedaan antara

total akrual dengan


No. Variabel Penelitian Definisi Variabel Indikator

nondiscretionary

accrual.

2. Corporate Social Mengelompokkan informasi Penghitungan CSR untuk

Responsibility (CSR) pengungkapan CSR kedalam 3 memperoleh keseluruhan

(tiga) kategori pengungkapan skor pada setiap


(X1)
yaitu: (1) Ekonomi, yang terdiri perusahaan dilakukan

dari 4 aspek (kinerja ekonomi, dengan menggunakan

keberadaan dipasar, dampak pendekatan dikotomi.

ekonomi tidak langsung, dan

praktik pengadaan), (2)

Lingkungan, yang terdiri dari 11

aspek (bahan, energi,

keanekaragaman hayati, emisi,

efluen & limbah, produk & jasa,

kepatuhan, transportasi, lain-

lain, assesmen pemasok atas

lingkungan, dan mekanisme

pengaduan masalah

lingkungan), dan (3) Sosial

dengan 3 sub-kategori (praktek

ketenagakerjaan & kenyamanan

bekerja, HAM, dan masyarakat).

Masing-masing kategori
No. Variabel Penelitian Definisi Variabel Indikator

tersebut memiliki item-item

yang keseluruhannya berjumlah

91 item.

3. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan merupakan Total aset dipilih sebagai

besar kecilnya perusahaan yang proksi karena total aset


(X2)
dapat dilihat/diukur dari total dinilai lebih stabil daripada

aset maupun total penjualan. proksi lain yang digunakan

dalam mengukur ukuran

perusahaan. Total aset

disini ditransformasikan

kedalam logaritma natural.

a. Instrrumen Pengukuran

Instrumen pengumpulan data atau instrumen penelitian adalah suatu instrumen yang harus

dibuat sebelum melakukan pengumpulan informasi di lapangan. Instrumen yang dimaksud

adalah alat ukur untuk mengukur penelitian yang dilakukan. Menurut Sugiyono (2012),

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun

sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Dalam

penelitian ini pendekatan yang dilakukan secara kuantitatif. . Untuk pengukuran yang bersifat

kuantitatif (misalnya dividen) tidak menjadi masalah karena sudah menjadi standar umum.

Cara menyusun instrumen penelitian menurut Sugiyono (2012) yaitu dengan menetapkan

variabel-variabel penelitian untuk diteliti. Dari variabel-variabel tersebut diberikan definisi

operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur.


b. Teknik Analisis Deskriptif

Menurut Sugiyono (2014) metode analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk

menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah

terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk

umum atau generalisasi.

Dalam menganalisis data,penulis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, yaitu

cara penulisan yang mengumpulkan,mengklarifikasikan data-data serta selanjutnya

menganalisa data sedemikian rupa dihubungkan dengan teori-teori yang Dalam menganalisis

data,penulis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, yaitu cara penulisan yang

mengumpulkan,mengklarifikasikan data-data serta selanjutnya menganalisa data sedemikian

rupa dihubungkan dengan teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang dibahas untuk

mengambil kesimpulan.

Penelitian ini menggunakan analisis data regresi berganda. Analisis regresi berganda

digunakan karena dalam penelitian ini terdapat lebih dari dua variabel independen. Untuk

mempermudah pengolahan data, digunakan alat bantu berupa SPSS 16.0 for windows. Rumus

analisis regresi adalah sebagai berikut:

Y = α + β1X1 - β2X2 + e

Keterangan:

Y = Manajemen laba

α = konstanta

β1, β2 = Koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas


X1 = Corporate Social Responsibility (CSR)

X2 = Ukuran perusahaan

e = error

untuk melengkapi data hasil penelitian, maka penulis akan melakukan beberapa uji untuk

membuktikan bahwa data yang diterima valid,yaitu sebegai berikut :

1. Uji Normalitas

Normalitas data merupakan syarat pokok dalam analisis data. Tujuan dari uji normalitas

adalah untuk mengetahui apabila data terdistribusi normal, maka data tersebut dianggap dapat

mewakili suatu populasi (Yanto, 2016). Sedangkan uji normalitas bertujuan untuk

mengetahui apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki

distribusi normal. Pada penelitian ini, uji normalitas yang digunakan mengacu pada

Kolmogorov- Smirnov Test. Hipotesis yang dibuat berdasarkan Kolmogorov- Smirnov Test

meliputi H0 dan Ha. H0 yang dimaksud adalah data residual berdistribusi normal. Sementara

Ha yang dimaksud adalah data residual tidak berdistribusi normal.

Menurut Ghozali, uji normalitas dilakukan dengan meliihat nilai 2-tailed significant. Jika data

memiliki tingkat signifikansi lebih dari atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan

bahwa H0 diterima sehingga data dikatakan berdistribusi normal.

2. Uji Multikolinearitas

Uji asumsi jenis ini bertujuan untuk mengertahui ada tidaknya satu atau lebih

variabel bebas yang mempunyai hubungan dengan variabel bebas lainnya. Variabel
bebas mengalami multikolinieratis jika 𝑎ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑎 dan 𝑉𝐼𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑉𝐼𝐹

(Sunyoto, 2016).

3. Uji Heteroskedastisidas

Dalam persamaan regresi berganda perlu juga diuji mengenai sama atau tidak

varians dari residual dari observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika

residualnya mempunyai varians yang tidak sama/ berbeda disebut terjadi

heteroskedastisitas (Sunyoto, 2016:92). Uji heteroskedastisitas juga dapat

menggunakan uji korelasi ranking Spearmen. Pengujian ini akan menggunakan

distribusi “t” dengan membandingkan nilai 𝑡 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Jika 𝑡 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡

𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka H0 ditolak artinya model regeresi mengalami heteroskedastisitas

c. Pengujian Hipotesis

Dari hasil analisis data menggunakan regresi linier berganda, maka dapat diketahui hasil

dari Uji Signifikansi Individu (Uji t), Uji Signifikansi Simultan (Uji F), dan Uji Koefisien

Determinasi (R2 ).

Dalam analisis data regresi linier berganda terdapat istilah koefisien determinasi (R2 ).

Koefisien determinasi adalah suatu indikator yang digunakan untuk menggambarkan berapa

banyak variasi yang dijelaskan dalam model. Berdasarkan nilai R 2 dapat diketahui tingkat

signifikansi atau kesesuaian hubungan antara vari- abel bebas dan variabel tak bebas dalam

regresi linier berganda.

Rumus pada penentuan koefisien determinasi (R2 ):


Untuk melihat apakah pengaruh secara parsial mempunyai arti yang signifikan atau

tidak, maka perlu dilakukan uji t dengan rumus:

Adapun langkah-langkah pengujian ini adalah:

1. Memformulasikan hipotesis nihil (Ho) dan Hipotesis alternatif (Ha).

2. Menentukan taraf signifikan α = 0,05 dan derajat (db) = (n-k-1), dimana n adalah observasi

dan k adalah jumlah variabel dengan uji dua ekor (two tailed test).

3. Menghitung nilai dengan rumus.

4. Membandingkan thitung dengan koefisien probabilitas.

Untuk melihat apakah pengaruh secara simultan mempunyai arti yang signifikan atau tidak,

maka perlu dilakukan uji f dengan rumus:

Keterangan:

k = variabel penelitian

n = jumlah data