Anda di halaman 1dari 29

UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA PERUSAHAAN MAN

UFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI 2020-2021)

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat

Untuk Menempuh Ujian Akhir Program Sarjana (S1)

Program Studi Manajemen STIE STAN – Indonesia Mandiri

Disusun Oleh :

Robby Gunawan

Nim. 372061025

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI STAN – INDONESIA MANDIRI

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

BANDUNG

2022

DAFTAR ISI

i
DAFTAR ISI........................................................................................................................................ii
BAB I....................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN................................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................................................1
1.2 Identifikasi Masalah............................................................................................................3
1.3 Tujuan Penelitian.................................................................................................................4
1.4 Kegunaan Penelitian............................................................................................................4
BAB II..................................................................................................................................................6
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORITIS, DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS......6
2.1 Tinjauan Pustaka.......................................................................................................................6
2.1.1 Bursa Efek Indonesia (BEI)...............................................................................................6
2.1.1.1 Sub Sektor BEI................................................................................................................6
2.1.2 Perusahaan Indonesia.........................................................................................................7
2.1.3 Corporate Social Responsibility (CSR)..............................................................................8
2.1.4 Ukuran Perusahaan............................................................................................................9
2.1.5 Manajemen Laba................................................................................................................9
2.2 Penelitian Sebelumnya..........................................................................................................9
2.3 Kerangka Teoritis....................................................................................................................11
2.4 Model Analisis dan Hipotesis..................................................................................................11
BAB III...............................................................................................................................................13
OBJEK DAN METODE PENELITIAN..........................................................................................13
a. Objek Penelitian....................................................................................................................13
b. Lokasi Penelitian....................................................................................................................13
c. Metode Penelitian..................................................................................................................14
a. Unit Analisis.......................................................................................................................14
b. Populasi dan Sampel..........................................................................................................14
c. Teknik Penentuan Sampel dan Penentun Ukuran Sampel.............................................15
d. Teknik Pengumpulan Data...............................................................................................16
e. Jenis dan Sumber Data......................................................................................................16
f. Operasionalisasi Variabel.................................................................................................16
g. Instrrumen Pengukuran....................................................................................................21
h. Teknik Analisis Deskriptif................................................................................................21
i. Pengujian Hipotesis...........................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................................25

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini isu permasalahan lingkungan hidup telah menjadi sorotan masyarakat dunia yang
menarik untuk dibahas. Beberapa bulan yang lalu di Indonesia terjadi bencana kabut asap yan
g cukup meresahkan masyarakat sekitar. Pencemaran lingkungan di Indonesia yang semakin
parah, merupakan dampak dari pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai dengan yang diteta
pkan. Beberapa perusahaan masih belum memikirkan mengenai dampak–dampak sosial yang
timbul akibat dari praktik industri yang menggunakan teknologi canggih serta bahan-bahan ki
mia berbahaya. Diantaranya adalah saat memperoleh bahan baku, proses produksi, dan hasil
produksi yang efeknya menyebabkan pencemaran lingkungan seperti pencemaran udara, air, l
imbah dan sebagainya.
Perusahaan didirikan dengan tujuan untuk memperoleh laba sebanyak-banyaknya. Pemili
k biasanya menyerahkan sumberdaya perusahaan yang ada untuk dikelola oleh manajemen.
Manajemen tersebut nantinya bertanggung jawab kepada pemilik untuk melaporkan kegiatan
pengelolaan sumberdaya perusahaan melalui sebuah laporan keuangan. Laporan keuangan ter
sebut mencerminkan hasil kinerja manajemen dalam mengelola perusahaan. Didalam perusah
aan, menurut Sumomba et all (2010) manajemen sebagai pihak internal perusahaan memiliki
kepentingan melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas laba. Kualitas laba perlu diperhat
ikan karena laba merupakan parameter penting yang digunakan untuk mengukur kinerja man
ajemen.
Menurut Aditama (2014) manajemen laba merupakan aktivitas manajerial untuk “mempe
ngaruhi” laporan keuangan baik dengan cara memanipulasi data atau informasi keuangan per
usahaan maupun dengan cara pemilihan metode akuntansi yang diterima dalam prinsip akunt
ansi berterima umum, yang pada akhirnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan perusaha
an. Upaya untuk merekayasa informasi melalui praktik manajemen laba telah menjadi faktor
utama yang menyebabkan laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai fundamental suatu
perusahaan (Astutik, 2015).
Menurut Wardani dan Kusuma (2012) ada dua cara dalam mengelola laba, pertama adala
h dengan memanipulasi akrual tanpa mempengaruhi aliran kas (manajemen laba akrual), dan
kedua dengan aktivitas nyata yang mempengaruhi aliran kas perusahaan (manajemen laba rii
l). Pengelolaan laba yang dilakukan sebuah perusahaan selain kedua cara tersebut juga dapat

1
bersifat oportunistik maupun efisien (informatif). Jika pengelolaan laba bersifat oportunistik
maka keputusan-keputusan yang diambil oleh manajer akan menguntungkan pihak manajer s
endiri, sedangkan jika pengelolaan laba bersifat efisien (informatif) maka keputusan manajer
cenderung menguntungkan pihak pemegang saham (Yudanto dan Ratnaningsih, 2012).
Salah satu faktor penyebab adanya praktik manajemen laba di dalam perusahaan menurut
teori agensi adalah karena terdapat perbedaan kepentingan antara pihak yang terkait (pemilik
perusahaan, manajemen, dan pemerintah). Selain faktor tersebut, manajemen laba juga bisa di
pengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor pertama yang bisa mempengaruhi manajemen laba ad
alah Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. Dalam m
enjalankan usahanya, perusahaan memiliki tanggung jawab eksternal berupa Corporate Socia
l Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial. Kegiatan CSR ini merupakan kewajiban p
erusahaan yang diatur dalam undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas d
an peraturan pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial perusahaan.
Perusahaan yang melakukan kegiatan CSR dan mengungkapkannya dalam laporan keuan
gan memperoleh manfaat berupa citra positif dari masyarakat maupun investor. Citra positif d
ari kegiatan dan pelaporan CSR tersebut dapat menjadi peluang bagi manajemen untuk melak
ukan tindakan manajemen laba karena secara tidak langsung investor maupun pengguna lapor
an keuangan lainnya telah memberikan penilaian yang baik pada perusahaan. Sejalan dengan
pernyataan Kusuma et all (2014), kegiatan CSR ini dimanfaatkan manajemen sebagai tameng
atau strategi mempertahankan diri (entrenchment strategy) dari tindakannya dalam mengelola
laba perusahaan agar reputasi perusahaan tetap terjaga baik dan melindungi karir manajer sec
ara pribadi. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Fauziah (2013), Suryani (2014), dan Pra
witaningrum (2015) menyatakan bahwa CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ma
najemen laba. Hasil berbeda ditemukan pada penelitian yang dilakukan oleh Ricardo et all (2
015), dan Prasetya et all (2015), yang menyatakan bahwa CSR berpengaruh negatif pada man
ajemen laba.
Faktor kedua yang bisa mempengaruhi manajemen laba adalah ukuran perusahaan. Menu
rut Desmiyawati et all (2009) ukuran perusahaan adalah suatu skala yang dapat diklasifikasik
an menurut besar kecilnya perusahaan. Perusahaan yang besar cenderung lebih diperhatikan o
leh pihak-pihak eksternal sehingga manajemen akan lebih berhati-hati dalam mengelola keua
ngannya. Besarnya perhatian pihak luar tersebut membuat manajemen berpikir dua kali untuk
melakukan manajemen laba. Jao (2011), dan Prasetya et all (2015) menyatakan bahwa ukura
n perusahaan berpengaruh negatif pada manajemen laba. Hasil tersebut bertolak belakang den

2
gan penelitian yang dilakukan oleh Desmiyawati et all (2009:9) yang menyatakan bahwa uku
ran perusahaan berpengaruh positif terhadap menajemen laba.
Sebelumnya telah ada penelitian yang telah dilakukan yaitu dengan judul “Pengaruh Tax
Planning, Ukuran Perusahaan, dan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Manaje
men Laba pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di
BEI Tahun 2012-2016” dalam penelitian ini peneliti lebih menekankan pada tiga vaiabel yan
g berpengaruh pada manajemen laba dalam perusahaan manufaktur sub sector makanan dan
minuman. Peneliti menggunakan metode bersifat hubungan kuasalitas dengan pendekatan ku
antitatif. Dengan hasil yang diperoleh yaitu Ukuran perusahaan merupakan nilai yang menunj
ukkan besar kecilnya perusahaan yang dapat dilihat berdasarkan total asset, total penjualan, m
aupun kapitalisasi pasar (Ningsaptiti, 2010). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran
perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa semakin besar ukuran perusahaan justru membuat mereka lebih membatasi diri dari m
elakukan tindakan manajemen laba. Kemudian Corporate social responsibility (CSR) merupa
kan suatu bentuk komitmen perusahaan kepada stakeholder-nya dalam mempertanggungjawa
bkan dampak dari aktivitas operasi perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CSR
berpengaruh positif terhadap manajemen laba.
Masih banyaknya simpang siur mngenai penelitian yang telah diuraikan maka peneliti ing
in membuat penelitian mengenai Pengaruh Hubungan Corporate Social Responsibility (CS
R) Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba Perusahaan Manufaktur Yang Terdaf
tar Di Bursa Efek Indonesia. Peneliti ingin membuktikan data yang lebih valid dibandingkan
dengan penelitian terdahulu mengenai pengaruh hubungan antara CSR dan ukuran perusahaa
n terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. P
erusahan yang dipilih merupakan semua perusahaan yang telah terdaftar dari berbagai sub sek
tor yang ada di BEI. Dalam penelitian ini manajemen laba diproksikan dengan menggunkan d
iscretionary accrual (DAC) yang merupakan perhitungan model Jones modifikasian (modifie
d jones model). Alasan pemilihan model ini adalah karena model ini mengasumsikan bahwa
manipulasi dapat dilakukan pada pendapatan dan memperhitungkan pendapatan sebagai akru
al diskresioner, sehingga dianggap lebih baik dalam mengukur mendeteksi manajemen laba.

1.2 Identifikasi Masalah

Penelitian ini memiliki identifikasi masalah yanga akan diuraikan degan pertanyaan seba
gai berikut :

3
1. Apakah yang dimaksud dengan Corporate Social Responsibility (CSR)?
2. Apakah yang dimaksud dengan ukuran perusahaan?
3. Apakah yang dimaksud dengan manajemen laba suatu perusahaan?
4. Bagaimana pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap manajemen lab
a di perusahaan?
5. Bagaimana pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen laba di perusahaan?
6. Apakah terdapat pengaruh hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dan ukur
an perusahaan terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bur
sa Efek Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini memiliki tujuan penelitian yang diharapkan mampu menjawab pertanyaan
yang diuraikan dalam identifikasi masalah, yaitu :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Corporate Social Responsibility (CSR).
2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan ukuran perusahaan.
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen laba suatu perusahaan.
4. Mengetahui pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap manajemen la
ba di perusahaan.
5. Mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen laba di perusahaan.
6. Menganalisa pengaruh hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dan ukuran
perusahaan terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.

1.4 Kegunaan Penelitian

Penelitian yang baik harus memiliki manfaat kepada pemakai hasil penelitian. Kegunaan
penelitian dapat berbentuk kegunaan teoritis dan praktis.

a. Kegunaan teoritis yaitu mampu memberikan sumbangan pemikiran maupun mampu d


ijadikan sebagai salah satu acuan (referensi) bagi penulis yang akan mendatang menge
nai pengaruh hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dan ukuran perusahaa
n terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indo
nesia.
b. Kegunaan praktis penulisan ini diharapkan menambah wawasan bagi penulis dan pem
baca mengenai hal pengaruh hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dan uk

4
uran perusahaan terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di B
ursa Efek Indonesia dan dapat dijadikan informasi bagi pengambilan keputusan.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORITIS, DAN PENGEMBANGAN


HIPOTESIS

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.1 Bursa Efek Indonesia (BEI)


Bursa Efek Indonesia (selanjutnya disebut dengan BEI) untuk memastikan bahwa sem
ua transaksi di bursa berjalan dengan baik. Sehingga, BEI memiliki juga peran yang penting d
alam mengawasi perdagangan waran di bursa. Tugas pengawasan kegiatan yang dilakukan di
pasar modal adalah tugas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akan tetapi BEI sebagai pihak y
ang menfasilitasi transaksi efek yang terjadi di Indonesia juga bertugas melakukan pengawas
an. Dalam Undang-Undang Pasar Modal tidak disebutkan secara eksplisit dasar hukum BEI
melakukan pengawasan terhadap kegiatan pasar modal, sehingga hal ini membuat tidak jelas
mengenai dasar hukumnya (Dewi., Ketut. 2018)

BEI sebagai lembaga penyelenggara kegiatan pasar modal juga memiliki tugas untuk
memastikan bahwa kegiatan yang terjadi di bursa berjalan dengan baik.Tugas pengawasan OJ
K sangat jelas diatur didalam undang-undang, tetapi didalam Undang-Undang Nomor 8 Tahu
n 1995 tentang Pasar Modal (selanjutnya disebut Undang-Undang Pasar Modal) tidak jelas m
enyebutkan bahwa bursa efek memiliki fungsi mengawasi kegiatannya dan di dalam penjelas
annya pun hanya menyebutkan BEI didalam mengawasi anggota bursa efek bukan mengawas
i mengenaiperdagangannya. Pasal 9 Undang-Undang Pasar Modal menyebutkan mengenai ke
wajiban menetapkan peraturan yang salah satunya megenai perdagangan. Jika dilihat pada ket
entuan Pasal 12 Undang-Undang Pasar Modal, menentukan bahwa bursa efek harus melakuk
an pemeriksaan terhadap kegiatannya dengan membentuk satuan pemeriksa (Dewi., Ketut. 20
18)

2.1.1.1 Sub Sektor BEI


Persentase Perubahan Konsumsi Masyarakat atas 5 barang konsumsi tertinggi adalah
produk kesehatan, bahan makanan, pulsa/paket data, makanan dan minuman jadi. Di mana 3
barang konsumsi tersebut merupakan output dari perusahaan sektor industri barang konsumsi.
Perusahaan sektor industri yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) merupakan salah sat
u sub bagian dari sektor manufaktur. Pada sektor industri barang konsumsi (Consumer Goods

6
Industry), terdapat beberapa sub sektor, yaitu sub sektor makanan & minuman, sub sektor rok
ok, sub sektor peralatan rumah tangga, sub sektor kosmetik & keperluan rumah tangga, sub s
ektor farmasi, dan sub sektor lainnya. Produkproduk dari perusahaan manufaktur sektor indus
tri barang konsumsi sering digunakan dan dinikmati dalam kehidupan sehari-hari (Herninta.,
Rini. 2021)

Bursa Efek Indonesia (BEI), ada tiga indeks sektoral yang menopang pergerakan IHS
G dalam sepekan, yakni sektor industri dasar yang tumbuh 11,39%, sektor manufaktur denga
n pertumbuhan 6,01%, dan sektor barang konsumsi (consumer goods) yang menguat 5,46% d
alam sepekan. Sub sektor industri makanan & minuman ini juga sering menjadi tumpuan dan
memberi kontribusi terbesar dalam pertumbuhan sektor industri manufaktur serta terhadap pe
rtumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini membuat industri makanan dan minuman dianggap
memiliki prospek yang cerah di masa depan karena kebutuhan makanan dan minuman dalam
kehidupan begitu besar (Herninta., Rini. 2021)

2.1.2 Perusahaan Indonesia


Perusahaan merupakan bentuk badan usaha modern yang menunjang bisnis dan usaha
dagang. Dalam perusahaan terdapat berbagai organisasi dan manajemen guna efektifitas dan
efisiensi kerja guna memperoleh laba yang lebih menguntungkan. Dalam bentuknya perusaha
an modern terdapat berbagai macam istilah hal ini menunjukkan jumlah saham dan liabilitas
yang ada pada perusahaan itu. Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengola
h sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujua
n untuk memperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Perusah
aan bertugas mengolah sumber-sumber ekonomi atau sering disebut juga faktor-faktor produk
si. Sumber-sumber ekonomi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam : manusia (men), uang
(money), material (materials), metode (methods). Sedangkan kewirausahaan adalah suatu pro
fesi yang timbul karena interaksi antar ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh dari pendidika
n formal dengan seni yang hanya dapat digali dari rangkaian kerja yang diberikan dalam prak
tek (Ihsan, N. 2013)

Pengertian dan definisi tentang perusahaan yang dikemukakan oleh para ahli namun s
ecara ringkas dapat dikatakan bahwa perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang me
ngolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, denga
n tujuan untuk memperoleh keuntungan dan dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Perusa
haan didirikan tentu mempunyai tujuan yang telah ditentukan, sebab tujuan merupakan titik t

7
olak bagi segala pemikiran dalam perusahaan dan tujuan juga memberikan arah bagi kegiatan
dan cara mengukur cara efektivitas kegiatan perusahaan. Sering dikatakan bahwa, tujuan peru
sahaan pada umumnya adalah untuk memuaskan kebutuhan dari konsumen dengan nilainilai t
ertentu.Sebenarnya, pertimbangan terakhir mengenai atau barang jasa apa yang harus dibuat
oleh perusahaan adalah terletak pada konsumen. Konsumen akan memberikan pertimbangan
mengenai seberapa jauh kebutuhannya telah dapat dipenuhi dengan pembelian barang dan jas
a tersebut (Ihsan, N. 2013)

2.1.3 Corporate Social Responsibility (CSR)


Awal mula munculnya konsep Corporate Social Responsibility (CSR) adalah adanya
ketidakpercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Perusahaan disini tidak terbatas pada pers
eroan terbatas, tetapi juga kegiatan usaha yang ada, baik berbadan hukum maupun tidak berb
adan hukum. CSR ke dalam tiga fokus: 3P, singkatan dari profit, planet dan people. Perusaha
an yang baik tidak hanya memburu keuntungan ekonomi belaka (profit) melainkan pula mem
iliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (planet) dan kesejahteraan masyarakat (peop
le). CSR telah diatur secara tegas di Indonesia yaitu pada Undang-Undang Nomor 40 tahun 2
007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman
Modal, dan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor Per-5/MBU/2007 t
entang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan, khus
us untuk perusahaan-perusahaan BUMN. Setelah itu tanggung jawab sosial perusahaan dicant
umkan lagi dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Nayengg
ita, dkk. 2019)

CSR merupakan komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal
dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, komun
itas lokal, dan komunitas luas. Konsep CSR melibatkan tanggung jawab kemitraan antara pe
merintah, perusahaan, dan komunitas masyarakat setempat yang bersifat aktif dan dinamis. T
erdapat dua jenis konsep CSR, yaitu dalam pengertian luas dan dalam pengertian sempit. CS
R dalam pengertian luas, berkaitan erat dengan tujuan mencapai kegiatan ekonomi berkelanju
tan (sustainable economic activity). Keberlanjutan kegiatan ekonomi bukan hanya terkait soal
tanggungjawab sosial tetapi juga menyangkut akuntabilitas (accountability) perusahaan terha
dap masyarakat dan bangsa serta dunia internasional. CSR merupakan bentuk kerjasama antar
a perusahaan (tidak hanya Perseroan Terbatas) dengan segala hal (stake-holders) yang secara
langsung maupun tidak langsung berinteraksi dengan perusahaan untuk tetap menjamin keber
adaan dan kelangsungan hidup usaha (sustainability) perusahaan tersebut. Pengertian tersebut

8
sama dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan, yaitu merupakan komitmen perseroan u
ntuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas
kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat,
maupun masyarakat pada umumnya (Nayenggita, dkk. 2019)

2.1.4 Ukuran Perusahaan


Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan sebagai besar ke
cilnya perusahaan dengan berbagai cara antara lain dengan total aset perusahaan, log size, nil
ai pasar saham, dan lain-lain. Selain itu, ukuran perusahaan juga dapat digambarkan melalui t
otal aktiva, jumlah penjualan, rata-rata penjualan aset dan rata-rata total aktiva perusahaan. u
kuran perusahaan adalah peningkatan dari kenyataan bahwa perusahaan besar akan memiliki
kapitalisasi pasar yang besar, nilai buku yang besar dan laba yang tinggi. Sedangkan pada per
usahaan kecil akan memiliki kapitalisasi pasar yang kecil, nilai buku yang kecil dan laba yan
g rendah. Tingkat kepercayaan investor juga dapat di ukur melalui ukuran perusahaan. Semak
in besar perusahaan, maka semakin di kenal oleh masyarakat yang artinya semakin mudah un
tuk mendapatkan informasi yang akan meningkatkan nilai perusahaan. Bahkan perusahaan be
sar yang memiliki total aktiva yang tinggi akan membuat investor tertarik untuk menanamkan
modalnya pada perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan dapat di ukur dengan menggunakan l
ogaritma natural dari total aset perusahaan (Novi, Putu. 2016)

2.1.5 Manajemen Laba


Manajemen laba merupakan suatu tindakan yang dilaksanakan dari pilihan beberapa k
ebijakan akuntansi yang ada di perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen laba
bisa terjadi karena laporan keuangan disusun berdasarkan basis akrual. Manajemen laba bisa t
erjadi saat manajer memakai penilaian pada pelaporan keuangan, sehingga menyesatkan penil
aian bagi stakeholder tentang kinerja suatu perusahaan. Dilakukannya manajemen laba yang a
da di dalam laporan keuangan dengan mempermainkan komponen yang akrual, dikatakan akr
ual karena sesuai dengan harapan orang-orang yang melakukan transaksi di dalam menyusun
laporan keuangan. Perusahaan melakukan manajemen laba agar sebuah laporan keuangan di
dalam perusahaan terlihat lebih baik. Karena investor yang memiliki kecenderungan untuk m
elihat sebuah laporan keuangan di dalam menilai atau mengukur suatu perusahaan (Permatasa
ri., Rosa. 2021)

2.2 Penelitian Sebelumnya


Menurut penelitian (Alexander., Agustin. 2020) yang berjudul “Pengaruh Corporate S
ocial Responsibility Reporting Terhadap Manajemen Laba”. Menunjukkan hasil penelitian ya

9
itu CSR berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Hasil penelitian menunjukan bahwa p
engungkapan CSR dapat mengurangi praktik manajemen laba karena semakin transparannya
informasi yang diberikan oleh perusahaan kepada pemangku kepentingan.

Menurut penelitian (Triyana, dkk. 2020) yang berjudul "Pengaruh Pengungkapan Cor
porate Social Responsibility (CSR), Free Cash Flow, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Man
ajemen Laba". Menunjukkan hasil penelitian yaitu Corporate social responsibility (CSR), free
cash flow dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap manajemen laba. Arti
nya variasi dari manajemen laba dipengaruhi oleh Corporate social responsibility (CSR), free
cash flow dan ukuran perusahaan.

Menurut penelitian (Wardani., Desifa. 2018) yang berjudul "Pengaruh Tax Planning,
Ukuran Perusahaan, Corporate Social Responsibility (Csr) Terhadap Manajemen Laba". Men
unjukkan hasil penelitian yaitu Berdasarkan hasil dari olah data yang dilakukan menggunaka
n regresi linier berganda didapatkan hasil sebagai berikut: a) Tax planning (perencanaan paja
k) tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba., b) Ukuran perusahaan berpengaruh ne
gatif terhadap manajemen laba., dan c) Corporate social responsibility (CSR) memiliki penga
ruh positif terhadap manajemen laba.

Menurut penelitian (Asmedi., Rizky. 2021) yang berjudul "Pengaruh Corporate Social
Responsibility, Beban Pajak Tangguhan Dan Tax Planning Terhadap Manajemen Laba". Men
unjukkan hasil penelitian yaitu Untuk itu hipotesis pertama (H1) yang menyatakan bahwa ber
pengaruh variabel independen corporate social responsibility(X1), beban pajak tangguhan (X
2) dan tax planning (X3) secara simultan terhadap variabel dependen manajemen laba (Y) pa
da perusahaan manufaktur sektor industri dan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek I
ndonesia (BEI) periode tahun 2014-2018. Untuk itu hipotesis kedua (H2) yang menyatakan b
ahwa tidak berpengaruh variabel independen corporate social responsibility (X1) signifikan te
rhadap variabel dependen manajemen laba (Y) pada perusahaan manufaktur sektor industri b
arang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2014-2018.

Menurut penelitian (Evadewi., Wahyu. 2014) yang berjudul "Pengaruh Pengungkapan


Corporate Social Responsibility Terhadap Earnings Management :A Political Cost Perspectiv
e". Menunjukkan hasil penelitian yaitu bahwa pengungkapan CSR berpengaruh signfikan da
n positif terhadap manajemen laba dalam industri manufaktur dimana tingkat political cost re
ndah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak informasi kegiatan CSR yang diungkapka
n perusahaan, maka semakin tinggi tingkat kecenderungan melakukan manajemen laba. Kuali

10
tas laba yang semakin buruk karena meningkatnya pengungkapan informasi tanggung jawab
sosial perusahaan kepada stakeholder membuat perusahaan merekayasa laporan keuangannya.

2.3 Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis adalah konsep-konsep yang sebenarnya merupakan abstraksi dari ha


sil pemikiran atau kerangka dan acuan yang pada dasarnya bertujuan mengadakan kesimpula
n terhadap dimensi-dimensi. Setiap penelitian selalu disertai dengan pemikiran-pemikiran teo
ritis, dalam hal ini karena adanya hubungan timbal balik yang erat antara teori dengan kegiata
n pengumpulan, pengolahan, analisis, dan kostruksi.

CORPORATE SOC
IAL RESPONSIBIL
ITY (X1)

MANAJEMEN LA
BA (Y)
UKURAN PERUSA
HAAN (X2)

2.4 Model Analisis dan Hipotesis

Analisis deskriptif adalah model analisis data kuantitatif yang lebih sering dipakai unt
uk menganalisa data dalam jumlah yang besar. Model analisis data ini tergolong yang paling
mendasar dalam menggambarkan data secara umum. Model analisis data kuantitatif selanjutn
ya disebut dengan analisis regresi. Model ini mempunyai tujuan untuk menganalisa adanya p
engaruh antara satu variabel dengan variabel yang lain dengan menggunakan bantuan persam
aan regresi. Analisis regresi cukup sering dijadikan sebagai model analisis data kuantitatif ter
utama dalam bidang teknik dan ekonomi.

Y = a + bX

Dengan keterangan:

Y: Variabel dependen

X: Variabel independen

a: Konstanta (nilai dari Y jika X = 0)

11
b: Koefisien regresi

Hipotesis :

H0 : Adanya pengaruh hubungan corporate social responsibility (csr) dan ukuran peru
sahaan terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indones
ia

H1 : Tidak adanya hubungan corporate social responsibility (csr) dan ukuran perusaha
an terhadap manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

12
a. Objek Penelitian
Objek penelian memiliki beberapa pengertian menurut banyak ahli, menurut Sugiyono
(2014) objek penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegia
tan mempunyai variasi tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulan. Sedangkan pendapat kedua tentang pengertian objek penelitian disamp
aikan oleh Supriati. Supriati (2012) menjelaskan bahwa objek di dalam riset adalah variabe
l yang diteliti oleh peneliti di tempat riset dilakukan. Sehingga peneliti perlu menentukan s
atu variabel dan kemudian dilakukan penelitian di objek yang sudah ditentukan. Dalam pe
nelitian ini terdapat 2 variable yang digunakan yaitu variabel independent atau sering diseb
ut variable bebas. Variabel bebas berarti variabel yang memiliki pengaruh atas perubahan ya
ng terjadi pada variabel lainnya. Suatu perubahan yang terjadi pada suatu variabel dianggap d
isebabkan oleh variabel bebas ini. Kemudian variable dependent atau variable terikat. Berkeb
alikan dengan variabel bebas, variabel terikat berarti variabel yang dipengaruhi oleh variabel
lainnya. Variabel ini keberadaannya dianggap merupakan suatu akibat dari adanya variabel b
ebas.
Dalam penelitian ini variable bebas (X) yaitu terdiri dari X1: Corporate Social Responsibi
lity (CSR) ; serta X2: Ukuran Perusahaan yang dapat mempengaruhi variable terikat (Y) yaitu
manajemen Laba Perusahaan.

b. Lokasi Penelitian
Penelitian akan dilakukan dengan menggunakan studi empiris pada perusahan manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020-2022. BEI adalah lembaga res
mi dari pemerintah Indonesia yang memfasilitasi segala kegiatan jual beli saham perusahaan
go public. Di dalamnya tercatat 108 perusahaan yang menjadi anggota bursa. Bursa Efek Ind
onesia (BEI) sebagai salah satu regulator dan penyelenggara perdagangan di Pasar Modal Ind
onesia menyediakan berbagai solusi produk Data Pasar yang dikembangkan untuk memberik
an informasi kepada publik agar dapat membuat keputusan yang tepat.
Bursa Efek Indonesia telah ada sejak zaman masa kolonial Belanda tahun 1912. Di Batavi
a, pemerintah Hindia Belanda mendirikan pasar modal dalam memenuhi kebutuhan VOC. Te
tapi akibat dari perang dunia I dan II, pasar modal tersebut vakum. Setelah kemerdekaan Indo
nesia, pasar modal kembali didirikan oleh pemerintah Indonesia ketika masa presiden Soehart
o dengan nama Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 2007, Bursa Efek Jakarta melakukan merger d
engan Bursa Efek Surabaya dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

13
c. Metode Penelitian

a. Unit Analisis

Unit analisis dalam penelitian adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subj
ek penelitian. Dalam pengertian yang lain, Unit analisis diartikan sebagai sesuatu yang ber
kaitan dengan fokus/ komponen yang diteliti. Unit analisis ini dilakukan oleh peneliti agar
validitas dan reabilitas penelitian dapat terjaga. Karena terkadang peneliti masih bingung
membedakan antara objek penelitian, subjek penelitian dan sumber data.
Unit analisis suatu penelitian dapat berupa individu, kelompok, organisasi, benda, wila
yah dan waktu tertentu sesuai dengan pokus permasalahannya. Dalam penelitian ini meng
gunakan unit analisis berupa waktu.

Unit analisis yang berupa waktu adalah dimensi waktu yang relevan dengan persoalan y
ang diangkat. Judul penelitian ini adalah Pengaruh Hubungan Corporate Social Responsi
bility (Csr) Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba Perusahaan Manufaktur
Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yan
g Terdaftar di BEI 2020-2021). Waktu antara tahun 2020 sampai dengan tahun 2022 terse
but dibedakan berdasarkan jumlah banyak perusahaan yang terdaftar.

b. Populasi dan Sampel

1. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempun
yai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitiuntuk dipelajari dan ke
mudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016). Sedangkan menurut Burham Bungin (20
13) populasi penelitian merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang da
pat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, peristiwa, sikap hidup, dan s
ebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian. Populasi pada
penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
pada tahun 2020 sampai dengan 2021.

2. Sampel
Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Dengan kata lain, sej
umlah, tapi tidak semua. Sampel adalah subkelompok atau sebagian dari populasi. Dengan

14
mempelajari sampel, peneliti akan mampu menarik kesimpulan yang dapat digeneralisasik
an terhadap populasi penelitian. Menurut Sugiyono (2014) sampel adalah sebagian dari ju
mlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Berdasarkan pengertian di atas,
maka dapat disimpulkan bahwa sampel merupakan sebagian atau wakil dari jumlah dan k
arakteristik yang dimiliki oleh populasi yang diteliti penentuan jumlah sampel yang akan d
iolah dari jumlah populasi yang banyak, memerlukan teknik sampling yang tepat.
Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampling purposi
ve adalah teknik penentuan sampel dengan menggunakan pertimbangan atau kriteria terten
tu (Sugiyono, 2013). Adapun kriteria sampel pada penelitian ini adalah:
- Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2020 – 2021.
- Perusahaan manufaktur yang mempublikasikan laporan keuangan perusahaan per 31
Desember 2020 sampai dengan laporan keuangan tahunan perusahaan per 31 Desemb
er 2021 yang telah diaudit.
- Perusahaan manufaktur yang mengungkapkan Corporate Social Responsibility (CSR)
di laporan keuangannya.
- Perusahaan manufaktur yang memiliki laba positif dalam laporan keuangannya.
- Memiliki data lengkap yang berkaitan dengan variabel dalam penelitian ini.

c. Teknik Penentuan Sampel dan Penentun Ukuran Sampel

Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel dari populasi. Sampel yang mer
upakan sebagian dari populasi tersebut, kemudian diteliti dan hasil penelitian (kesimpul
an) kemudian dikenakan pada populasi (generalisasi). Dalam penelitian ini Teknik pene
ntuan sampel dilakukan dengan cara non-probability. Teknik pengambilan sampel ini b
ukan proses seleksi tetap atau standar. Dalam teknik yang satu ini, tidak semua elemen
populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan dalam sampel. Teknik pen
entuan sampel dilakukan secara Purposive sampling, kelebihan dari purposive sampling
yaitu waktu dan juga biaya yang digunakan lebih efektif. Sedangkan, kelemahannya ket
ika seorang peneliti salah memilih subjek yang representatif.

Penentuan ukuran sampel dilakukan dengan hubungan kausalitas dan pendekatan dila
kukan secara kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) hubungan kausalitas adalah hubungan
yang bersifat sebab akibat antara variabel independen (variabel yang mempengaruhi atau b
ebas) dan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi atau terikat).

15
d. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan
dokumentasi. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan lalu mengolah literatur sepe
rti jurnal, buku, dan sumber lain yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Sedangkan do
kumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data berupa laporan keuangan yang menjadi
sampel penelitian.

e. Jenis dan Sumber Data

Terdapat dua jenis sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer
adalah data yang langsung diperoleh dari pihak pertama/responden. Data sekunder dapat
berasal dari studi kepustakaan, arsip, media cetak, dsb. Penelitian ini menggunakan data se
kunder yang berasal dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengambil data dari situsnya
di www.idx.co.id.

f. Operasionalisasi Variabel

Menurut Sugiyono (2013), definisi operasional variable adalah suatu atribut atau sifat


atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapka
n oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Langkah penting dalam pengukuran variabel adalah mendefinisikanvariabel secara ope


rasional. Tujuan definisi variabel secara operasional adalah untuk memberikan gambaran b
agaimana suatu variabel akan diukur, jadi variable harus memiliki pengertian yang spesifi
k dan terukur.

1. Variabel Independen (X)


Menurut sugiyono (2014:59) Variabel independen sering disebut sebagai stimulus, pre
diktor, antecendent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variab
el bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya
atau timbulnya variabel dependen (terikat).

- Definisi Variabel Independen (X1)


Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen (X1) adalah Corporate Soci
al Responsibility (CSR) CSR dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Corporate
Social Responsibility Index (CSRI) yang mengacu pada pedoman instrumen Global Instru
ment Initiative (GRI) versi GRI-G4 yang mengelompokkan informasi pengungkapan CSR

16
kedalam 3 (tiga) kategori pengungkapan yaitu: (1) Ekonomi, yang terdiri dari 4 aspek (kin
erja ekonomi, keberadaan dipasar, dampak ekonomi tidak langsung, dan praktik pengadaa
n), (2) Lingkungan, yang terdiri dari 11 aspek (bahan, energi, keanekaragaman hayati, emi
si, efluen & limbah, produk & jasa, kepatuhan, transportasi, lain-lain, assesmen pemasok a
tas lingkungan, dan mekanisme pengaduan masalah lingkungan), dan (3) Sosial dengan 3 s
ub-kategori (praktek ketenagakerjaan & kenyamanan bekerja, HAM, dan masyarakat). Ma
sing-masing kategori tersebut memiliki item-item yang keseluruhannya berjumlah 91 item.
Penghitungan CSR untuk memperoleh keseluruhan skor pada setiap perusahaan dilak
ukan dengan menggunakan pendekatan dikotomi, yaitu setiap kategori informasi pengung
kapan CSR dalam instrumen penelitian diberi skor 1 jika kategori informasi yang diungka
pkan ada dalam laporan tahunan, dan nilai 0 jika kategori informasi tidak diungkapkan di
dalam laporan tahunan. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung pengukuran CSR:

Keterangan:
CSRIy : Corporate Sociel Responsibility Index perusahaan y.
∑Xky : total dari 1 = kategori informasi diungkapkan dalam laporan tahunan, 0 = kategori
informasi tidak diungkapkan.
Ny : jumlah item untuk perusahaan y.

- Definisi Variabel independen (X2)


Dalam penelitian ini yang menjadi X2 adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan mer
upakan besar kecilnya perusahaan yang dapat dilihat/diukur dari total aset maupun total pe
njualan. Dalam penelitan ini ukuran perusahaan diukur menggunakan total aset dan ditrans
formasikan kedalam logaritma karena total aset nilainya relatif lebih besar Total aset dipili
h sebagai proksi karena, total aset dinilai lebih stabil daripada proksi lain yang digunakan
dalam mengukur ukuran perusahaan. Total aset disini ditransformasikan kedalam logaritm
a natural. Berikut ini adalah rumusnya:

Size/ukuran perusahaan = Log (total asset)

2. Variabel Dependent (Y)


Varibel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena
adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variable dependent (Y) adalah

17
manajemen laba perusahaan. Dalam penelitian ini manajemen laba diproksikan dengan me
nggunkan discretionary accrual (DAC) yang merupakan perhitungan model Jones modifik
asian. Alasan pemilihan model ini adalah karena model ini mengasumsikan bahwa manipu
lasi dapat dilakukan pada pendapatan dan memperhitungkan pendapatan sebagai akrual dis
kresioner, sehingga dianggap lebih baik dalam mengukur mendeteksi manajemen laba. Ad
a empat langkah untuk mengitung nilai discretionary accrual (DAC), yaitu sebagai berikut:
a. Menghitung nilai total akrual dengan menggunakan pendekatan arus kas (cash fl
ow approach):
TACit = NIit – CFOit
Keterangan:
TACit = Total akrual perusahaan i pada tahun t.
NIit = Laba bersih setelah pajak perusahaan i pada tahun t.
CFOit = Arus kas operasi perusahaan i pada tahun t.
b. Mencari nilai koefisien β1, β2, dan β3 dengan teknik regresi:
TACit/TAit – 1 = β1 (1 / TAit – 1) + β2 ((∆REVit - ∆RECit)/ TAit – 1)) + β3 (PPEit /
TAit – 1) + εit
Keterangan:
TACit = Total akrual perusahaan pada tahun t
TAit – 1 = Total aset perusahaan pada akhir tahun t-1
∆REVit = Perubahan total pendapatan pada tahun t.
∆RECit = Perubahan total piutang bersih pada tahun t.
PPEit = Property, Plant, and Equipment perusahaan pada tahun t/aset tetap perusahaan
i pada tahun t.
εit = Error item.
c. Menghitung Nondiscretionary Accruals (NDAC):
Perhitungan nondiscretionary Accruals (NDAC) dilakukan dengan memasukkan nilai
koefisien β1, β2, dan β3 yang diperoleh dari regresi. Perhitungan dilakukan untuk selur
uh sampel perusahaan pada masing-masing periode (Arief, 2014:32). Rumusnya adala
h sebagai berikut:
NDACit = β1 (1 / TAit-1) + β2 ((ΔREVit - ΔRECit ) / TAit-1) + β3 (PPEit / TAit-1) +
εit
d. Menghitung discretionary accruals
Discretionay accrual merupakan perbedaan antara total akrual dengan nondiscretionary
accrual. Setelah didapatkan hasil dari perhitungan nondiscretionary accruals, maka unt

18
uk menghitung discretionary accruals dapat dilakukan dengan menggunakan rumus se
bagai berikut:
DAC = (TAC/TAit-1) - NDAC

Tabel 1. Operasionalisasi Variabel

No. Variabel Penelitian Definisi Variabel Indikator

1. Manajemen Laba Dalam penelitian ini manajem 1. Menghitung nilai tot


en laba diproksikan dengan m al akrual dengan me
(Y)
enggunkan discretionary accru nggunakan pendekat
al (DAC) yang merupakan per an arus kas (cash flo
hitungan model Jones modifik w approach)
asian. 2. Mencari nilai koefisi
en β1, β2, dan β3 de
ngan teknik regresi
3. Perhitungan nondisc
retionary Accruals
(NDAC) dilakukan
dengan memasukka
n nilai koefisien β1,
β2, dan β3 yang dip
eroleh dari regresi.
4. Discretionay accrual
merupakan perbedaa
n antara total akrual
dengan nondiscretio
nary accrual.

2. Corporate Social Res Mengelompokkan informasi p Penghitungan CSR untuk


ponsibility (CSR) engungkapan CSR kedalam 3 memperoleh keseluruhan
(tiga) kategori pengungkapan skor pada setiap perusaha
(X1)
yaitu: (1) Ekonomi, yang terdi an dilakukan dengan men
ri dari 4 aspek (kinerja ekono ggunakan pendekatan dik
mi, keberadaan dipasar, dampa

19
k ekonomi tidak langsung, dan otomi.
praktik pengadaan), (2) Lingk
ungan, yang terdiri dari 11 asp
ek (bahan, energi, keanekaraga
man hayati, emisi, efluen & li
mbah, produk & jasa, kepatuh
an, transportasi, lain-lain, asse
smen pemasok atas lingkunga
n, dan mekanisme pengaduan
masalah lingkungan), dan (3)
Sosial dengan 3 sub-kategori
(praktek ketenagakerjaan & ke
nyamanan bekerja, HAM, dan
masyarakat). Masing-masing k
ategori tersebut memiliki item-
item yang keseluruhannya berj
umlah 91 item.

3. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan merupaka Total aset dipilih sebagai


n besar kecilnya perusahaan ya proksi karena total aset d
(X2)
ng dapat dilihat/diukur dari tot inilai lebih stabil daripad
al aset maupun total penjualan. a proksi lain yang diguna
kan dalam mengukur uku
ran perusahaan. Total ase
t disini ditransformasikan
kedalam logaritma natura
l.

g. Instrrumen Pengukuran

Instrumen pengumpulan data atau instrumen penelitian adalah suatu instrumen yang
harus dibuat sebelum melakukan pengumpulan informasi di lapangan. Instrumen yang
dimaksud adalah alat ukur untuk mengukur penelitian yang dilakukan. Menurut Sugiyono
(2012), Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam

20
maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitia
n. Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan secara kuantitatif. . Untuk pengukuran
yang bersifat kuantitatif (misalnya dividen) tidak menjadi masalah karena sudah menjadi
standar umum.

Cara menyusun instrumen penelitian menurut Sugiyono (2012) yaitu dengan menetapk
an variabel-variabel penelitian untuk diteliti. Dari variabel-variabel tersebut diberikan defi
nisi operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur.

h. Teknik Analisis Deskriptif

Menurut Sugiyono (2014) metode analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan u


ntuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah t
erkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk u
mum atau generalisasi.

Dalam menganalisis data,penulis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif,


yaitu cara penulisan yang mengumpulkan,mengklarifikasikan data-data serta selanjutnya me
nganalisa data sedemikian rupa dihubungkan dengan teori-teori yang Dalam menganalisis d
ata,penulis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, yaitu cara penulisan yang m
engumpulkan,mengklarifikasikan data-data serta selanjutnya menganalisa data sedemikian r
upa dihubungkan dengan teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang dibahas untuk me
ngambil kesimpulan.

Penelitian ini menggunakan analisis data regresi berganda. Analisis regresi berganda di
gunakan karena dalam penelitian ini terdapat lebih dari dua variabel independen. Untuk mem
permudah pengolahan data, digunakan alat bantu berupa SPSS 16.0 for windows. Rumus anal
isis regresi adalah sebagai berikut:

Y = α + β1X1 - β2X2 + e

Keterangan:

Y = Manajemen laba

α = konstanta

β1, β2 = Koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas

X1 = Corporate Social Responsibility (CSR)

21
X2 = Ukuran perusahaan

e = error

untuk melengkapi data hasil penelitian, maka penulis akan melakukan beberapa uji untuk me
mbuktikan bahwa data yang diterima valid,yaitu sebegai berikut :

1. Uji Normalitas
Normalitas data merupakan syarat pokok dalam analisis data. Tujuan dari uji
normalitas adalah untuk mengetahui apabila data terdistribusi normal, maka data tersebut
dianggap dapat mewakili suatu populasi (Yanto, 2016). Sedangkan uji normalitas bertujuan
untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki
distribusi normal. Pada penelitian ini, uji normalitas yang digunakan mengacu pada Kolmog
orov- Smirnov Test. Hipotesis yang dibuat berdasarkan Kolmogorov- Smirnov Test meliputi
H0 dan Ha. H0 yang dimaksud adalah data residual berdistribusi normal. Sementara Ha
yang dimaksud adalah data residual tidak berdistribusi normal.
Menurut Ghozali, uji normalitas dilakukan dengan meliihat nilai 2-tailed significant.
Jika data memiliki tingkat signifikansi lebih dari atau sama dengan 0,05 maka dapat
disimpulkan bahwa H0 diterima sehingga data dikatakan berdistribusi normal.
2. Uji Multikolinearitas
Uji asumsi jenis ini bertujuan untuk mengertahui ada tidaknya satu atau lebih variabel
bebas yang mempunyai hubungan dengan variabel bebas lainnya. Variabel bebas mengalam
i multikolinieratis jika 𝑎ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑎 dan 𝑉𝐼𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑉𝐼𝐹 (Sunyoto, 2016).
3. Uji Heteroskedastisidas
Dalam persamaan regresi berganda perlu juga diuji mengenai sama atau tidak varians
dari residual dari observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika residualnya mempun
yai varians yang tidak sama/ berbeda disebut terjadi heteroskedastisitas (Sunyoto, 2016:92).
Uji heteroskedastisitas juga dapat menggunakan uji korelasi ranking Spearmen. Pengujian i
ni akan menggunakan distribusi “t” dengan membandingkan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔
> 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka H0 ditolak artinya model regeresi mengalami heteroskedastisitas

i. Pengujian Hipotesis

Dari hasil analisis data menggunakan regresi linier berganda, maka dapat diketahui hasi
l dari Uji Signifikansi Individu (Uji t), Uji Signifikansi Simultan (Uji F), dan Uji Koefisien D
eterminasi (R2 ).

22
Dalam analisis data regresi linier berganda terdapat istilah koefisien determinasi (R 2 ).
Koefisien determinasi adalah suatu indikator yang digunakan untuk menggambarkan berapa b
anyak variasi yang dijelaskan dalam model. Berdasarkan nilai R2 dapat diketahui tingkat signi
fikansi atau kesesuaian hubungan antara vari- abel bebas dan variabel tak bebas dalam regresi
linier berganda.

Rumus pada penentuan koefisien determinasi (R2 ):

Untuk melihat apakah pengaruh secara parsial mempunyai arti yang signifikan atau ti
dak, maka perlu dilakukan uji t dengan rumus:

Adapun langkah-langkah pengujian ini adalah:

1. Memformulasikan hipotesis nihil (Ho) dan Hipotesis alternatif (Ha).

2. Menentukan taraf signifikan α = 0,05 dan derajat (db) = (n-k-1), dimana n adalah observasi
dan k adalah jumlah variabel dengan uji dua ekor (two tailed test).

3. Menghitung nilai dengan rumus.

4. Membandingkan thitung dengan koefisien probabilitas.

Untuk melihat apakah pengaruh secara simultan mempunyai arti yang signifikan atau
tidak, maka perlu dilakukan uji f dengan rumus:

Keterangan:

k = variabel penelitian

23
n = jumlah data

DAFTAR PUSTAKA
Sumomba, Christina Ranty et al. 2010. “Pengaruh Beban Pajak Tangguhan dan Perencanaan
Pajak terhadap Manajemen Laba”. Kinerja, Vol. 16, No 2, h 103-115.

Aditama, F., A. Purwatiningsih. 2014. Pengaruh Perencanaan Pajak Terhadap Manajemen La


ba Pada Perusahaan Non Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Mod
us. Vol.26 (1): 33-50

Astutik, R. E., & Mildawati, T. (2016). Pengaruh Perencanaan Pajak dan Beban Pajak Tangg
uhan terhadap Manajemen Laba. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, Vol. 5, 10

Wardani, Dewi Kusuma., dan Kusuma, Indra Wijaya. “Is Earnings Management Information
al or Opportunistic? Evidence from ASEAN Countries”. Vol. 14, No. 1, h 61-75.

Yudanto, Danang Tri., dan Ratnaningsih, Dewi. 2012. “Pengaruh Struktur Kepemilikan Instit
usional dan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi terhadap Tipe Manajeme
n Laba Efisien atau Oportunistik (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar
di BEI)”.

24
Kusuma, Destia et al. 2014. “Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kin
erja Keuangan Perusahaan dengan Manajemen Laba Sebagai Variabel Pemoderasi”.
Diponegoro Journal Of Accounting, Vol. 3, No 1, h 1-13.

Fauziah, Fitri Ella. 2015. “Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Kualitas
Laba dengan Corporate Governance Sebagai Variabel Moderating”. Jurnal Akuntans
i & Auditing, Vol.11, No. 1, h 38 – 60.

Prasetya, Pria Juni et al. 2015. “Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Manajemen Laba den
gan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Intervening”.
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol. 14, No 1, h 511-538.

Desmiyawati et al. 2009. “Pengaruh Asimetri Informasi dan Ukuran Perusahaan terhadap Pra
ktik Manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek In
donesia”. Pekbis Jurnal, Vol.1, No.3, h 180-189.

Jao, Robert. 2011. “Corporate Governance, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap Mana
jemen Laba Perusahaan Manufaktur Indonesia.

Ningsaptiti, Restie. 2010. “Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Mekanisme Corporate
Governance terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaf
tar di Bursa Efek Indonesia 2006-2008)”. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Dip
onegoro.

Dewi., Ketut. 2018. Peran Bursa Efek Indonesia Terhadap Pengawasan Perdagangan Waran.
Ojs Unud. Vol 1(1): 1-16

Herninta., Rini. 2021. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor
Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajem
en Bisnis, Vol. 24 No. 1: 56-63

Ihsan,N. 2013. Tinjauan Mengenai Bentuk Bentuk Perusahaan Dalam Konsep Ekonomi Kon
vensional Dan Fiqh Islam. Jurnal Ekonomi Islam. Vol 3(1): 1-168

Nayenggita, Dkk. 2019. Praktik Corporate Social Responsibility (Csr) Di Indonesia. Jurnal P
ekerjaan Sosial. Vol. 2 No: 1: 61 – 66

Novi., Putu. 2016. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Dan Profitabilitas Terhadap Nilai
Perusahaan Pada Sektor Properti Dan Real Estate. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol.
5, No.9

25
Permatasari., Rosa. 2021. Manajemen Laba dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Akun
tansi Indonesia, Vol. 10 No. 1: Hal. 1 - 19

Alexander., Agustin. 2020. Pengaruh Corporate Social Responsibility Reporting Terhadap M


anajemen Laba. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. 22, No. 1: 105-112

Triyana, Dkk. 2020. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Csr), Free Cas
h Flow, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba. Jurnal Ekonomi Akunt
ansi Dan Manajemen. Vol.1 Issue 1

Wardani., Desifa. 2018. Pengaruh Tax Planning, Ukuran Perusahaan, Corporate Social Respo
nsibility (Csr) Terhadap Manajemen Laba. Jurnal Akuntansi Vol. 6 No. 1

Asmedi., Rizky. 2021. Pengaruh Corporate Social Responsibility, Beban Pajak


Tangguhan Dan Tax Planning Terhadap Manajemen Laba. Perwira Jour
nal Of Economics And Business (Pjeb). Volume 1 Nomor 2.

Evadewi., Wahyu. 2014. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap


Earnings Management :A Political Cost Perspective. Diponegoro Journal Of Accoun
ting. Volume 03 Nomor 02: 1-12

26