Anda di halaman 1dari 116

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

PRAKTEK KLINIK KOMUNITAS


DI DESA DAMARWULAN KECAMATAN KEPUNG
KEBUPATEN KEDIRI

Disusun dalam Rangka


Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kebidanan Komunitas

OLEH KELOMPOK 3 :

1. ANISA’ FITRIANINGRUM 7. PASIH PAULINA


2. DIAN FERLIYA ANGGRAENI 8. PUTRI MEGA JAYANTI
3. ELYSA FITRI 9. REFITA SETYAFANI PUTRI
4. FEPY SISILIAY 10. RISKA PRESTI OKTAVIANI
5. NOOR EKA SETIYANI 11. ZAI’MATUN NISWAH
6. NUR LAILI ROHMAH

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG


PARE- KEDIRI
TAHUN2019
DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK :

KETUA : Pasih Paulina (161402024)

WAKIL : Elysa Fitri (161402010)

SEKRETARIS : Nur Laili Rohmah (161402023)

BENDAHARA : Refita Setyafani Putri (161402026)

INVENTARIS : Anisa’ Fitrianingrum (161402002)

ANGGOTA : 1. Dian Ferliya Anggraeni (161402006)

2. Fepy Sisiliay (161402011)

3. Noor Eka Setiyani (161402021)

4. Putri Mega Jayanti (161402025)

5. Riska Presty Oktaviani (161402028)

6. Za’imatun Niswah (161402036)

i
Kamis
27 Juni 2019

ii
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyusun laporan hasil
kegiatan praktik klinik komunitas mahasiswa Akademi Kebidanan Pamenang di Desa
Damar Wulan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.
Dalam menyusun laporan ini masih banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan
saran yang membangun sangat kami harapkan untuk menyempurnakan laporan ini,
semua tidak lepas dari bimbingan berbagai pihak, baik secara moral material maupun
spiritual. Untuk itu kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri beserta staf
2. Kepala Puskesmas Keling Kecamatan Kepung beserta staf
3. Kepala Desa Damarwulan, perangkat desa dan masyarakat Desa Damarwulan
4. Bidan Koordinator wilayah Kepumg
5. Bidan Desa Damarwulan
6. Teman-teman sejawat
Semua pihak penulis yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah
banyak memberikan bantuan dan pembuatan penyusunan laporan kegiatan ini,
sehingga laporan ini dapat tersusun dengan baik.
Kami menyadari selama pembuatan laporan ini masih sangat jauh dari
sempurna, maka kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun kami.

Kediri, Januari 2019

Penulis

iii
DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................................................


Daftar Anggota Kelompok .............................................................................. i
Lembar Pengesahan ........................................................................................ ii
Kata Pengantar ................................................................................................ iii
Daftar Isi .......................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang ........................................................................................... 1
B. Tujuan ......................................................................................................... 1
BAB II ANALISA SITUASI ........................................................................ 2
A. Data Umum ................................................................................................ 2
B. Data Khusus................................................................................................. 7
BAB III MENENTUKAN MASALAH, PRIORITAS MASALAH DAN
PEMECAHAN MASALAH ...................................................................... 20
A. Analisa Data dan Penyebab ......................................................................... 20
B. Menentukan Prioritas Masalah ................................................................... 21
BAB IV KEGIATAN YANG DILAKUKAN ............................................... 29

BAB V MONITORING DAN EVALUASI .................................................. 30


BAB VI FAKTOR PENUNJANG DAN FAKTOR PENGHAMBAT ...... 37
BAB VII PENUTUP ....................................................................................... 42
A. Kesimpulan ................................................................................................. 42
B. Saran ........................................................................................................... 42
SATUAN ACARA PENYULUHAN ............................................................ 43

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat salah satunya
dapat dicapai dengan tersedianya/terjangkauanya fasilitas pelayanan kesehatan
yang bermutu.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka program pendidikan kesehatan yang
dilaksanakan oleh Akademi Kebidanan Pamenang memiliki program praktek
kebidanan komunitas yang ditempatkan di Desa Damarwulan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat dan diselenggarakan secara menyeluruh, berjenjang, dan
terpadu dengan perencanaan (Plan of Action) yang benar-benar terencana secara
matang dengan mempertimbangkan dengan pelaksanaan program pada tahun
sebelumnya.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ada beberapa capaian program
pelayanan kesehatan yang mengalami penurunan sehingga diperlukan
perencanaan yang lain, sistematis, dan inovatif sehingga diharapkan mampu
memperbaiki dan meningkatkan program-program pada tahun mendatang.
Harapan kami, dengan disetujuinya POA ini dapat meningkatkan upaya
kesehatan di Desa Damarwulan dan manyelesaikan masalah yang selama ini
terhambat karena tidak adanya dana.
Untuk mengetahui seberapa besar pencapaian tujuan tersebut maka harus ada
penjabaran hasil kegiatan berupa POA di Desa Damarwulan sehingga dari POA
tersebut dalam diketahui seberapa besar pencapaian program serta seberapa besar
kesenjangan antara tujuan dengan kenyataan yang dicapai.

B. Tujuan dan Manfaat


1. Bagi Mahasiswa Kelompok Kebidanan Komunitas
a. Mampu memenuhi tugas praktik kebidanan komunitas sehingga bisa
menyalurkan ilmu dalam masyarakat setempat.
b. Mengetahui masalah-masalah yang ada di Desa Damarwulan.
c. Mengetahui alternatif-alternatif pemecahan masalah di wilayah Desa
Damarwulan.
d. Mampu membuat perencanaan kegiatan sebagai dasar dalam
pelaksanaan kegiatan pemecahan masalah di wilayah Desa Damarwulan.
2. Bagi Desa Damarwulan
a. Mengetahui masalah-masalah yang ada di Desa Damarwulan.
b. Mengetahui alternatif-alternatif pemecahan masalah di wilayah Desa
Damarwulan.

1
BAB II
ANALISA SITUASI

PENGUMPULAN DATA DESA


Desa : Damarwulan
Type Desa : Desa Siaga Pratama
Kecamatan : Kepung
Kabupaten : Kediri
Propinsi : Jawa Timur
1. Data Umum :
(a) Jumlah Penduduk : 10.299 Orang
(b) Jumlah Keluarga : 3287KK
(c) Jumlah RT : 35
(d) Jumlah RW :9
(e) Luas Wilayah : 694,86 Hektar
(f) Batas Wilayah
Sebelah Utara : Desa Klampiasan, Kecamatan Kandangan
Sebelah Selatan : Desa Brumbung, Kecamatan Kepung
Sebelah Timur : Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan
Sebelah Barat : Desa Keling, Kecamatan Kepung
(g) Jarak ke Puskesmas : 4 km
(h) Waktu Tempuh ke Puskesmas
Mobil : 10 menit
Sepeda Motor : 7 menit
Jalan Kaki : 49 menit
Sumber : googlemap

2
Tabel A.1.1. Distribusi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin
Kelompok Jenis kelamin Jumlah Persentase
No
Umur L P
1 0-12 bulan 85 89 174 1,69 %
2. 1-5 tahun 363 339 702 6,82 %
3. 6-10 tahun 372 402 774 7,52 %
4. 11-15 tahun 391 362 753 7,31 %
5. 16-20 tahun 479 424 903 8,77 %
6. 21-25 tahun 454 402 856 8,31 %
7. 26-30 tahun 490 412 902 8,76 %
8. 31-35 tahun 465 369 834 8,09 %
9. 36-40 tahun 419 390 809 7,86 %
10. 41-45 tahun 385 340 725 7,04 %
11. 46-50 tahun 369 375 744 7,22 %
12. 51-55 tahun 339 297 636 6,17 %
13. 56-60 tahun 244 238 482 4,68 %
14. 61-65 tahun 179 148 327 3,18 %
15. 66-70 tahun 127 111 238 2,31 %
16. 71-75 tahun 100 96 196 1,90 %
17. > 75 tahun 155 89 244 2,37 %
TOTAL 5416 4883 10.299 100 %

3
Tabel A.1.2. Distribusi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
Jenis
No Tingkat Pendidikan kelamin Jumlah Persentase
L P
1. Usia 3-6 tahun yang belum 72 42 114 1,11 %
masuk TK
2. Usia 3-6 tahun yang sedang TK/ 184 154 338 3,28 %
Play Group
3. Usia 7-18 tahun yang sedang 735 728 1463 14,21 %
sekolah
4. Usia 18-56 tahun yang tidak 231 342 573 5,56 %
pernah sekolah
5. Usia 18-56 tahun pernah SD tapi 211 250 461 4,48 %
tidak tamat
6. Tamat SD / Sederajat 391 343 734 7,13 %
9. Tamat SMP / Sederajat 1280 1241 2521 24,48 %
10. Tamat SMA / Sederajat 917 725 1642 15,94 %
11. Tamat D1 / Sederajat 92 86 178 1,73 %
12. Tamat D2 / Sederajat 0 43 43 0,42 %
13. Tamat D3 / Sederajat 368 343 711 6,90 %
14. Tamat S1 / Sederajat 452 414 866 8,41 %
15. Tamat S2 / Sederajat 184 0 184 1,79 %
16. Tamat S3 / Sederajat 138 43 181 1,75 %
17. Tamat SLB A 92 43 135 1,31 %
18. Tamat SLB B 23 0 23 0,22 %
19. Tamat SLB C 46 86 132 1,28 %
TOTAL 5416 4883 10.299 100 %

4
Tabel A.1.3. Distribusi Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Jenis Kelamin Persentase
No Mata Pencaharian Jumlah
L P
1. Petani 1372 667 2039 29,15%
2. Buruh Tani 1087 345 1432 20,47%
3. Buruh Migran 627 329 956 13,67%
4. Pegawai Negeri Sipil 325 373 698 10%
5. Peternak 98 78 176 2,51 %
6. Dokter Swasta 8 0 8 0,11 %
7. Bidan Swasta 0 6 6 0,08 %
8. Pedagang Keliling 273 452 1025 14,65 %
9. Pengrajin industri rumah 357 298 655 9,36%
tangga lainnya
TOTAL 4447 2548 6995 100 %

5
Tabel A.1.4. Distribusi Penduduk Menurut Agama
Jenis Kelamin
No Agama Jumlah Persentase
L P
1. Islam 4763 4345 9108 88,44 %
2. Kristen 378 365 743 7,21%
3. Katolik 275 173 448 4,35%
TOTAL 5416 4883 10.299 100 %

6
2. Data Khusus ( Januari s/d Desember 2018)
(a) Jumlah Kematian Umum : 75 orang
(b) Jumlah Kematian Bayi : 2 orang (prematur, IUFD)
(c) Jumlah Kematian Ibu :0
(d) Jumlah Kelahiran Hidup : 217 orang
(e) Jumlah Kelahiran dengan BBLR : 3 orang
(f) Jumlah Balita kurang Gizi (BGM) : 73 orang
(g) Urutan 10 (sepuluh) penyakit terbanyak di desa :
1) I10 (Penyakit Hipertensi Primer) : 291 orang
2) J20 (Bronkhitis Akut) : 231 orang
3) K29 (Gastritis Dan Duodenitis) : 218 orang
4) M06 (Rematik Arthritis Lain) : 217 orang
5) J10 (Influenza) : 208 orang
6) J00 (Commond Cold) : 118 orang
7) J04 (Laringitis dan Trakeitis akut) : 110 orang
8) L20 (Dermatitis Atopik,Eksim, Neurodermatitis : 90 orang
9) F20 (Schisofrenik : 76 orang
10) TB Paru, Bta (+) : 72 orang
3. Data Sanitasi
(a) Jumlah KK dengan rumah sehat : 2108 KK
(b) Jumlah KK yang mempergunakan sumber air bersih :
Sumur bor : 285
Sumur pompa tangan : 13
Sumur gali : 1.810
(c) Jumlah KK yang memakai jamban :1824 rumah
Sharing : > 72 rumah
OD (sungai) : 333 rumah
(d) Angka Bebas Jentik : 315 rumah
4. Data Penduduk Sasaran (tahun 2018)
(a) Ibu Hamil : 248 orang
(b) Ibu Nifas* : 235 orang
(c) PUS* : 3074 orang
(d) Peserta KB Aktif* : 5845 orang
(e) Bayi (0-11 bln)* : 235 orang
(f) Batita (12-35 bln)* : 895 orang
(g) Balita (36-59)* : 1120 orang

7
(h) Anak Pra Sekolah* : 224 orang
(i) Anak SD Kelas I : 162 orang
(j) Anak SD Kelas VI : 479 0rang
(k) Usia Lanjut ( 60 tahun ke atas ) : 1095 orang
5. Data Sasaran Yang Dilayani Bulan Januari sampai dengan Desember 2018
a. KIA :
Tabel 1.1. Pencapaian Pelayanan KIA (Indikator Kesehatan Ibu)
Jumlah Target Pencapaian
No. Sasaran Kesenjangan
Sasaran (%) Jumlah %
1 K1 248 100 % 226 91,13 % -8.87
2 K4 248 100 % 217 87,50 % -12.5
3 Deteksi Resiko
Tinggi oleh 50 20 % 24 48 % +28
masyarakat
4 Ibu Hamil Risti /
Komplikasi yang 50 80 % 39 78 % -2
ditangani kebidanan
5 Persalinan Nakes di
235 100 % 235 100 % 0
Fasilitas Kesehatan
6 Pelayanan Ibu Nifas 235 100 % 207 88,09 % -11.91

Data primer ibu hamil bulan januari 2019


Jumlah ibu hamil bulan januari 2019 = 44 orang
Kehamilan resiko rendah (skor 2) = 28 orang
Kehamilan resiko tinggi (skor 6-10) = 14 orang
Kehamilan resiko sangat tinggi (skor > 12) = 2 orang
Jumlah. = 44 orang

8
Penyebab kehamilan resiko tinggi di desa Damarwulan antara lain
Terlalu banyak anak
Jarak anak <2 tahun
Usia >35 tahun
TB <145 cm
Riwayat SC
Pernah persalinan dengan infus
Perdarahan pada saat kehamilan
Penyebab kehamilan resiko sangat tinggi di desa Damarwulan antara lain
Abortus dan preeklampsi
Riwayat SC
persalinan dengan vakum
Hasil pendataan ibu nifas bulan januari 2019 :
Dusun Suwaru : 2 orang (di Rs)
Dusun Damarwulan : 1 orang (di Puskesmas Poned Kandangan)
Dusun Bulurejo : 2 orang (di bidan Swasta dan di RS)
Dusun Kemirahan : 2 orang (di BPM wilayah)
Tabel 1. Pencapaian Pelayanan KIA (Indikator Kesehatan Anak)
Kese
Pencapaian
Sasaran njang
No Sasaran Tar Bulan lalu Bulan an
Kumul
L P get Jan-Nov ini
L P L P L P L+P %
1 KN 1 murni 113 112 95 103 104 9 8 112 112 224 100% +5
%
2 KN Lengkap 113 112 95 98 99 8 8 106 107 213 90% -5
%

3 Neonatal 16 18 80 12 15 0 0 12 15 27 79,41 +59,4


Komplikasi % % 1
yang ditangani
4 Cakupan 113 112 95 101 104 8 9 109 113 222 98,67 +3,67
Kunjungan Bayi %
(Paripurna)
5 Cakupan Anak 423 472 85 407 447 7 8 414 455 869 97,09 +12,0
Balita % % 9
(paripurna)
6 Cakupan Anak 112 112 81 86 92 4 5 90 97 187 83,48 +2,48
Pra Sekolah % %
(Paripurna)
7 Pelayanan
Balita Sakit
a. B
Cakupan 423 472 - 45 47 1 3 46 50 96 10,7
balita Sakit
Di MTBS

b. 423 C 472 - 272 285 18 22 290 307 597 66,7


Cakupan
MTBS

9
6. Data Persalinan Menurut Penolong dan Tempat persalinan
a. Distribusi Frekuensi Persalinan Menurut Penolong persalinan mulai bulan
Januari sampai bulan Desember 2018
Penolong
No Jumlah Persentase
Persalinan
1. Dokter 108 45,96%
2. Bidan 127 54,04%
TOTAL 235 100%

b. Distribusi Frekuensi Persalinan Menurut Tempat Persalinan mulai bulan


Januari sampai bulan Desember 2018
No Penolong Persalinan Jumlah Persentase
1. Rumah Sakit 108 45,96 %
2. Puskesmas poned 0 0
3. Polindes 0 0
4. BPM wilayah 14 5,96 %
5. BPM swasta 113 48,08%
TOTAL 235 100%

c. Data Primer Persalinan Bulan Januari – Desember 2018 di Desa


Damarwulan yang tercatat di BPM Wilayah
1. Januari : 2 orang
2. Februari : - orang
3. Maret : 2 orang
4. April : 1 orang
5. Mei : 1 orang
6. Juni : 2 orang
7. Juli : - orang
8. Agustus : 1 orang

10
9. September : 1 orang
10. Oktober : 2 orang
11. November : 1 orang
12. Desember : 1 orang
d. Data Primer Persalinan Bulan Januari 2019 di Desa Damarwulan
1. Dusun Suwaru : 2 orang (di Rs)
2. Dusun Damarwulan : 1 orang (di Puskesmas Poned Kandangan)
3. Dusun Bulurejo : 2 orang (di bidan Swasta dan di RS)
4. Dusun Kemirahan : 2 orang (di BPM wilayah)
Hasil pendataan indikator kesehatan anak bulan januari 2019
Bayi lahir hidup
1. Bulurej =2
2. Swaru dan sidodadi =1
3. Damarwulan =0
4. Jatirejo =1
5. Kemirahan =2
Bayi lahir mati =0
e. Distribusi Frekuensi Persalinan yang di tolong oleh Nakes mulai bulan
Januari sampai bulan Desember 2018
Jumlah persalinan yang ditolong
No. Bulan Presentase
Nakes
1 Januari 18 7,65 %
2 Februari 18 7,65%
3 Maret 19 8,08%
4 April 20 8,51%
5 Mei 20 8,51%
6 Juni 21 8,94%
7 Juli 18 7,65%
8 Agustus 22 9,36%
9 September 25 10,6%
10 Oktober 19 8,08%
11 November 18 7,65%
12 Desember 17 7,23
Total 235 100%

11
f. KB :
 Jumlah WUS : 3074 orang
 Jumlah PUS : 2744 orang
 Target PUS (Pasangan Usia Subur) : 70 %
 Target PPM (Prakiraan Permintaan Masyarakat) : 10% dari ibu
bersalin (10/100 x 235 =23,5)

Tabel 1.3 PWS KB


Pencapaian
No Target
Indikator Sasaran Bulan Bulan Kumul
. (%) %
Lalu Ini Jan-Des
A Jumlah peserta KB baru 248 10 176 3 179 6,52
B Jumlah peserta KB aktif 2744 70 1573 3 1575 57,40
1. Jumlah peserta IUD - 45 - 45 1,63
2. Jumlah peserta MOP - - - 0 -
3. Jumlah peserta MOW - 97 1 98 3,57
4. Jumlah peserta implant - 271 - 271 9,87
5. Jumlah peserta suntik - 810 2 812 29,6
6. Jumlah peserta pil - 313 - 313 11,4
7. Jumlah peserta - 36 - 36 1,32
kondom
C Jumlah peserta KB aktif 1575 70 656 48 704 44,70
dibina
D Jumlah orang yang 1575 12,5 70 0 70 4,44
mengalami efek samping
E Jumlah orang yang 0 3,5 0 0 0 0
mengalami komplikasi
F Jumlah orang yang 0 0,2 0 0 0 0
mengalami kegagalan
G Jumlah orang yang 1575 20 170 0 170 10,79
mengalami Drop out
H Peserta KB Pasca Salin 248 60 125 0 125 50,40

12
 Jumlah PUS yang tidak KB
Alasan tidak KB : Ingin Hamil : 110 orang
Sedang hamil : 248 orang
 Jumlah peserta yang dilayani Polindes : 27 orang
Jumlah peserta KB baru yang dilayani :0
Jumlah peserta KB aktif yang dilayani : 27 orang
Jumlah peserta KB yang dibina / dilayani : 27 orang
 Jumlah Kb peserta yang dilayanani di BPM selama tahun 2018 : 677
orang
Jumlah peserta KB baru yang dilayani :205 orang
Jumlah peserta KB aktif yang dilayani :472 orang
Jumlah peserta KB yang dibina/dilayani :472 orang
Jumlah peserta KB yang dilayani BPM Januari 2019 : 49 orang
 Jumlah peserta yang dilayani di puskesmas
Jumlah peserta KB baru yang di layani : 1.254 orang
Jumlah peserta KB aktif yang dilayani : 74.053 orang
Jumlah peserta Kb yang dibina/dilayani : 3.230 orang

13
c. Imunisasi
Tabel 1.4. Pencapaian Pelayanan Imunisasi Balita
Jumlah Target Pencapaian
No Jenis Imunisasi Kesenjangan Keterangan
Sasaran (%) Jumlah %
1 BCG 229 95 % 227 99,1 4,1 lebih
2 HbO 229 95 % 204 89,1 5,9 kurang
3 DPT-HB-HiB 1 229 95 % 223 98,2 3,2 lebih
4 DPT-HB-HiB 2 229 95 % 223 98,2 3,2 lebih
5 DPT-HB-HiB 3 229 95 % 223 98,2 3,2 lebih
6 POLIO 1 229 95 % 227 99,1 4,1 lebih
7 POLIO 2 229 95 % 223 98,2 3,2 lebih
8 POLIO 3 229 95 % 223 98,2 3,2 lebih
9 POLIO 4 229 95 % 223 98,2 3,2 lebih
10 IPV 229 95 % 222 97,8 2,8 lebih
11 CAMPAK 229 95 % 223 97,4 2,4 lebih
12 DPT-HB-HiB lanjutan 455 95 % 244 53,6 41,4 Kurang
13 Campak Lanjutan 455 95 % 499 109 14 Lebih
Sumber : Target UCI tahun 2018

Diagram Batang Pencapaian Pelayanan Imunisasi Balita

14
d. Gizi BALITA
Jumlah Balita (S) : 1136
Jumlah Balita yang terdaftar dan memiliki KMS (K) : 980
Jumlah Balita yang datang dan Ditimbang bulan ini (D) : 829
Jumlah Balita yang naik berat badannya (N) : 568

Tabel 1.6 PWS Gizi Pada Balita


Jumlah Pencapaian Kesenjangan
Indikator Target (%)
sasaran Jumlah Dalam (%)
a. Hasil Penimbangan
K/S 86 100 % 74 86.04 % -13.96
D/S 73 80 % 53 73% -7
D/K 84 80 % 71 84,6% + 4,6
N/D 68 60 % 63 93,7% + 33,7
BGM/D 9 >1,8/D 73 - -
b. Vitamin A
Bayi 227 85 % 245 107.9 % +22.9
Balita 681 47 % 729 107 % + 60
c. ASI 228 47 % 227 99. 56% + 52.56
Eksklusif
d. BBLR 0 0 3 - -

Diagram Batang PWS Gizi Pada Balita Menurut Hasil Penimbangan

Hasil pendataan anak BGM bulan januari 2019


1. Bulurejo = 0
2. Swaru dan sidodadi = 0
3. Damarwulan =0

15
4. Jatirejo = 1
5. Kemirahan = 3
Hasil pendataan anak BGK bulan januari 2019
1. Bulurejo = 6
2. Swaru dan sidodadi = 9
3. Damarwulan = 6
4. Jatirejo = 2
5. Kemirahan = 5
Data hasil survey
Jumlah Target Pencapaian Kesenjangan Ket
SASARAN
Sasaran (%) Jumlah %
Ibu Hamil KEK 248 <5% 31 12,5 +7,5 Plus
Ibu hamil dengan Fe-3 248 95% 217 87,5 -7,5 Kurang
Ibu nifas dengan Vit. A 248 85% 211 85,08 +0,08 plus

Keadaan Gizi
 Jumlah ibu hamil dengan Hb < 11 gr % : 16
( TM I 5, TM II 5, TM III 6 )
 Jumlah ibu hamil trimester III < 45 kg :0
 Jumlah ibu hamil trimester III dengan LILA < 23,5 cm : 31
( damarwulan 8, bulurejo 7, kemirahan 6, suwaru 8, sidodadi 2 )
 Jumlah bayi / balita dengan BB di bawah garis merah tahun 2018
: 73
Data Primer tahun 2019 :

16
Balita BGM : 4 orang ( 3 Kemirahan, 1 Damarwulan)
Balita di garis Kuning : 28 orang ( 5 kemirahan, 6 bulurejo, 5
Damarwulan, 2 jatirejo, 1 sidodadi, 9 suwaru )
 Jumlah bayi / balita BGM dengan komplikasi :2
Sembuh : 0 Mati : 0
7. Data Sumber Daya
a. Sarana Pendidikan :
 Jumlah TK : 10 jumlah murid : 426
 Jumlah SD / sederajat : 7 jumlah murid :1072
 Jumlah SLTP / sederajat : 3 jumlah murid : 333
 Jumlah SMU / sederajat : 2 jumlah murid : 300
b. Sarana Ibadah :
 Jumlah Masjid : 8
 Jumlah Mushola : 32
 Jumlah Gereja :0
 Jumlah Pura :0
c. SDM Kesehatan
1. Jumlah kader juru pemantau jentik : 40
2. Jumlah dukun bayi – terlatih : tidak ada
- tidak terlatih :3
3. PPKBD (Petugas Pelayanan Keluarga Berencana Desa ) :1
4. Sub PPKBD : 16
d. Sarana Kesehatan
1. Poskesdes : ada
2. Posyandu
a. Jumlah posyandu balita : 8 pos
Jumlah kader : 40
Strata posyandu : Purnama 7, Madya 1
Sumber dana : ADD (Anggaran Dana Desa)
b. Posyandu Lansia
Jumlah : 2 pos
Jumlah Kader : 6 orang
Sumber dana : ADD (Anggaran Dana Desa)
g. Posbindu:
Jumlah : 1 pos
Jumlah kader : 5 orang
Sumber dana : ADD + Swadaya masyarakat

17
A. Taman posyandu:
Jumlah taman posyandu : 1 pos
Jumlah kader tapos : 5 orang
3. Polindes
a. Struktur Polindes : Pemerintah desa
b. Bangunan
Jumlah ruangan :2
Ukuran : 10x12 m
Ventilasi : Cukup
Sumber Anggaran : ADD (Anggaran Dana Desa)
c. Pemanfaatan Fungsi Polindes (Januari-Desember 2018)
Jumlah kunjungan Bumil (Jan-Des) : 74 orang
Persalinan : tidak ada
Bayi dan balita sakit : 177 anak
Pasien Umum : 178 orang
KB : 27 orang
d. Jasa Pelayanan
Gratis : 728 orang
Bayar : 524 orang
e. MOU dengan desa : ada
4. Kriteria Desa Siaga :
1) Memiliki Yankes Dasar ( di desa yang tidak memiliki akses ke
Puskesmas/ PUSTU, dikembangkan POSKESDES)
(YA / TIDAK)
2) Memiliki berbagai UKBM sesuai kebutuhan masysarakat setempat
( Posyandu, dll)
(YA / TIDAK)
3) Memiliki sistem surveilance (Penyakit dan faktor – faktor resiko
berbasis masyarakat)
(YA / TIDAK)
4) Memiliki sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan
kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat)
(YA / TIDAK)
5) Memiliki sistem pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat
(YA / TIDAK)
6) Memiliki lingkungan yang sehat (YA / TIDAK)

18
7) Masyarakatnya berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (YA / TIDAK)

Lingkarilah pada kriteria Desa Siaga berikut, yang sesuai dengan


kondisi wilayah Saudara :
a.Desa Siaga Mandiri b. Desa Siaga Purnama
c. Desa Siaga Madya
d. Desa Siaga Pratama

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi


(P4K)
1) Masyarakat mampu dan mau melaksanakan petunjuk yang ada dalam
buku KIA?
( ya / tidak )
2) Pelaksanaan notifikasi (penandaan dengan menempelkan stiker
dirumah Ibu hamil (terlaksana / belum )
3) Pelayanan kegawatdaruratan
a. Tersedianya ambulan desa ( ada/tidak)
b. Adanya calon donor darah ( ada/tidak)
c. Adanya Tabulin ( ada/tidak)
d. Adanya Dasolin ( ada/tidak)
4) Apakah kader sudah mendapatkan sosialisasi dalam pelaksanaan
P4K? (ya/ tidak)
5) Pemanfaatan P4K
(pernah / belum)

19
BAB III
MENENTUKAN MASALAH, PRIORITAS MASALAH DAN PEMECAHAN
MASALAH

A. ANALISA DATA DAN PENYEBAB


Tabel hasil laporan KIA Desa Damarwulan UPTD Puskesmas Keling Tahun 2018

No. Identifikasi Data Analisa Data Penyebab


1. Terdapat Ibu hamil Kurangnya pencapaian ibu - Banyaknya anggapan ibu
dengan resiko hamil resti komplikasi yang bahwa kehamilannya baik-
tinggi/komplikasi yang ditangani baik saja
ditangani dengan jumlah - Adanya kesenjangan hak
39 orang (15,6%) dari perempuan untuk
sasaran 50 orang, menentukan keputusan
sehingga terjadi - Mempunyai penyakit
kesenjangan 4,4 % tertentu
2. Terdapat BGM dengan Kurangnya pengetahuan - Kurangnya kesadaran ibu
jumlah 73 orang, ibu tentang nutrisi yang akan pentingnya gizi dan
dengan komplikasi 2 benar dan rendahnya nutrisi pada balita
orang penghasilan orangtua - Balita menderita penyakit
lain seperti TBC dan epilepsi
- Konsumsi makanan PMT-P
yang tidak adekuat
- Penghasilan pas-pasan
3. Terdapat capaian KB Kurangnya capaian KB - Kurangnya kesadaran dan
dengan jumlah minat ibu untuk berKB dan
pencapaian 1575 (57,40 adanya kegagalan dalam
%) dari 2744 sasaran berKB
sehingga masih terjadi - Penghasilan pas-pasan
kesenjangan sebanyak - Adanya larangan dari suami
12,6 % untuk berKB
- Memiliki perasaan takut
apabila menggunakan KB
4. Terdapat capaian K4 Kurangnya capaian K4 - Ibu merasa dirinya sehat
sebesar 217 orang pada ibu hamil sehingga tidak periksa
(87.50 % ) dengan - Kurangnya motivasi untuk
sasaran 248 orang, periksa
sehingga terjadi - Banyaknya ibu yang bekerja
kesenjangan 12,5 % - Banyaknya ibu yang
berkeinginan untuk bersalin
di daerah lain

5. Capaian anak balita Kurangnya capaian anak - Tidak ada yang


yang datang ke balita yang ditimbang mengantarkan ke posyandu
posyandu untuk timbang - Banyaknya ibu yang bekerja
mencapai 73% (67 - Ibu tidak tega saat anaknya
orang) dengan sasaran rewel sebelum atau sesudah
73 orang, sehingga mendapatkan imunisasi
terjadi kesenjangan 7 %

20
B. MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH
Menggunakan metode USG, sebagai berikut :
NO Masalah U S G Jumlah Prioritas
1 Ibu hamil dengan risiko tinggi 4 5 5 14 1
2. Terdapat balita yang berat 4 4 4 12 2
badannya dibawah garis merah
sebanyak 73 orang dan BGM
dengan komplikasi sebanyak 2
orang
3 KB 4 3 4 11 3
4 Kurangnya capaian K4 3 4 3 10 4
5 Kurangnya capaian anak balita ke 3 3 3 9 5
posyandu

Keterangan penilaian USG:


5: sangat besar
4: besar
3. sedang
2: kecil
1: sangat kecil

Keterangan hasil USG


1. Ibu hamil dengan risiko tinggi
U :4
Alasan : masalah ini berbahaya dan harus ditangani segera, jika
tidak maka dapat menimbulkan komplikasi
S :5
Alasan : jika terjadi komplikasi maka dapat menganggu
kesehatan ibu dan bayi
G :5
Alasan : komplikasi yang tidak mendapat penanganan yang
baik sejak awal, maka dapat menyebabkan kematian ibu dan
bayi

2. Balita dibawah garis merah :


U :4
Alasan : Karena jika gizi buruk dapat menyebabkan komplikasi
sehingga akan semakin memperparah kondisi balita.
S :4
Alasan : Karena jika tidak tertangani dengan segera dapat
memperburuk gizi balita
G :4
Alasan : Jika balita BGM berada di lingkungan yang berisiko
maka balita rentan tertular penyakit dan akan memperburuk
kondisinya

21
3. KB
U :4
Alasan : jika ibu yang sudah memiliki banyak anak dan tidak
mau KB maka akan meningkatkan angka kelahiran dan angka
kematian pada ibu dan anak.
S :3
Alasan : Dapat menyebabkan kehamilan risiko tinggi,
permasalahan ekonomi, dan kekerasan pada anak.
G :4
Alasan : dapat memberikan dampak seperti masalah ekonomi
dan pendidikan.

4. Kurangnya capaian K4
U :3
Alasan : Apabila K4 tidak dilakukan maka dampaknya tidak
langsung terjadi pada saat itu.
S :4
Alasan : tidak terdeteksinya masalah/komplikasi yang terjadi
jika ibu tidak melakukan K4
G :3
Alasan : Karena apabila pada K4 terdapat masalah dan masalah
tersebut berkembang yang nantinya menimbulkan komplikasi
sehingga penanganan tidak optimal
5. Kurangnya capaian anak balita ke posyandu
U :3
Alasan : jika tidak imunisasi maka imun atau kekebalannya
rendah dan akan menimbulkan penyakit.
S :3
Alasan : dampak yang diberikan jika tidak imunisasi tidak
secara langsung
G :3
Alasan : dapat menularkan penyakit kebalita lain.

22
PEMECAHAN MASALAH

Man
1) Kurangnya pengetahuan ibu
mengenai kehamilan resiko
tinggi
2) Ibu malas untuk periksa
kehamilan Method
3) Kurangnya kesiapan psikologis 1) Penyuluhan yang kurang
ibu untuk melahirkan secara informatif
normal 2) Adanya penyakit penyerta
(HIV, HbsAg, Syphilis)

P
Ibu Resti e
n
y
e
l
e
Environment Material Money s
1) Tidak ada dukungan 1) Tidak ada media 1) Tidak punya a
keluarga untuk yang digunakan biaya untuk i
periksa untuk periksa a
2) Sosial budaya dan menyampaikan n
agama lingkungan penyuluhan

23
Man
1) Pemahaman ibu tentang
KB
2) Kader kurang dalam
memberikan informasi
tentang KB Method
3) Masih adanya pemikiran 1) Ibu takut untuk KB,
banyak anak banyak rejeki karena :
4) Suami jauh Takut sakit saat
5) Malu saat membeli pemasangan
kondom Takut efek samping KB
2) Anggapan KB itu ribet
3) Ibu tidak mengetahui cara
KB

P
e
KB
n
y
e
l
e
s
Environment Material Money a
1) Adanya 1) Tidak 1) Pemikiran ibu i
kesenjangan nyaman kalau ber-KB a
gender(istri digunakan tidak bisa n
masih takut saat di melakukan
memutuskan gunakan pekerjaan
karena tidak ada beraktivitas berat
persetujuan dan 2) Tidak ada
suami) pemasanga biaya untuk
2) Adanya n kujungan KB
pandangan KB ulang
bisa
membahayakan
nyawa atau
mengganggu
kenyaman ibu
dan suami

24
Man Method
1) Kurangnya kesadaran untuk 1) Masih banyak ibu hamil yang
periksa diusia akhir kehamilan percaya dengan cara kerja
2) Anggapan bahwa tidak ada dukun
3) keadaan baik 2) Kurangnya penyuluhan tentang
4) Banyaknya ibu yang bekerja pentingnya kunjungan hamil
sehingga ibu tidak memiliki pada trimester ketiga
waktu untuk periksa hamil

Capaian P
K4 e
n
y
e
Environment Material Money l
1) Adanya adat istiadat 1) Kurngnya 1) Penghasilan e
tentang periksa hamil alat keluarga pas-pasan s
saat kehamilan sudah transportasi untuk mencukupi a
tua yang ada kebutuhan sehari- i
2) Kurangnya support dirumah hari. a
dari suami dan 2) Adanya anggapan n
keluarga untuk tentang mahalnya
mengantarkan ibu biaya periksa di
periksa tenaga kesehatan
3) Tidak atau belum
memiliki kartu
jaminan kesehatan

25
Man
1) Kurangnya kesadaran orang tua
tentang pentingnya kegiatan Method
posyandu 1) Ibu merasa takut karena :
2) Kurangnya pengetahuan orang Anaknya demam setelah
tua tentang pemantauan tumbuh mendapatkan imunisasi
kembang anak Anaknya rewel saat mengikuti
3) Kurangnya kesadaran ibu posyandu dan setelah
tentang pentingnya imunisasi mendapatkan imunisasi
secara tepat waktu 2) Ibu tidak memiliki banyak
4) Banyaknya ibu bekerja waktu untuk mengantri saat
mengikuti posyandu

P
Imunisasi e
n
y
e
l
e
Environment Material Money s
1) Masih ada persepsi 1) Transportasi Tidak ada masalah a
bahwa vaksin kurang i
imunisasi haram memadai a
2) Kurangnya support n
dari keluarga untuk
mengantarkan balita
mengikuti posyandu

26
RENCANA KEGIATAN YANG DILAKUKAN

Penanggu
Rencana Waktu
Rencana Kegiatan ng
No Masalah Tujuan Sasaran kegiatan Pelaksa
Jangka pendek Jawab
Jangka panjang naan
Kegiatan
1 Banyaknya Melakukan Ibu - Melakukan Meningkatkan Dian F 29
Ibu Hamil pemantauan hamil Konseling pada pelaksanaan Januari
Resti dan dengan ibu hamil resti program P4K, 2019
pendampingan KSPR - Melakukan kegiatannya :
pada ibu hamil >6 kunjungan - Stikerisasi
rumah - Perencanaan
- Melakukan kelas persalinan
ibu hamil - Dana
- Memotivasi ibu persalinan
untuk ANC (kotak amal)
Terpadu - Ambulan desa
- Calon
pendonor
darah
- KB pasca salin
2 Banyaknya Meningkatkan Balita - Penyuluhan gizi Taman gizi Fepy S 25
Balita berat badan BGM balita dan cara BGM, Januari
BGM balita pembuatan kegiatannya: 2019
makanan -Timbang BB
- Pemberian dan ukur TB
Modisco dan - kerja sama
PMT dengan petugas
gizi
- demo masak
-pemberian
PMT secara
rutin
3 Capaian Meningkatkan PUS - Penyuluhan KB Keluarga siaga Noor E 28
KB rendah akseptor Kb MKJP KB, Januari
- Pemberdayaan meningkatkan 2019
PUS capaian safari
KB

4 Cakupan Melakukan Ibu - Melakukan - Memantau Putri M 21


K4 Yang deteksi dini Hamil pendataan ibu ibu hamil Januari
rendah resiko pada TM III hamil untuk 2019
ibu hamil - Memberdayakan periksa
deteksi dini oleh secara rutin
masyarakat dan - Melakukan
kader penyuluhan
- Gempi Sayang pada CPW
Bumil (Gerakan dan CPP
masyarakat
peduli, sayang
dan cinta ibu
hamil).
Kegiatan :
- Gedor
pintu(kunjungan
ibu hamil yang
tidak mau
periksa)
- Gesit (gerakan

27
Penanggu
Rencana Waktu
Rencana Kegiatan ng
No Masalah Tujuan Sasaran kegiatan Pelaksa
Jangka pendek Jawab
Jangka panjang naan
Kegiatan
silaturahim ibu
hamil terpadu)
- Desa slogan
(pemasangan
slogan
”peduli,sayang
dan cinta ibu
hamil”)
- Reward kejutan
bagi kader yang
dapat
memotivasi ibu
hamil untuk
periksa
5 Capaian Meningkatkan Ibu dan - Melakukan - Ibu balita Rizka P 28
Balita yang capaian Balita Arisan balita cinta Januari
ikut imunisasi pada posyandu posyandu 2019
posyandu - Mengadakan Kegiatan :
rendah dan lomba di Tabungan
Imunisasi posyandu balita,
yang tidak - Mengadakan lomba balita
sesuai kelas tumbuh sehat
jadwal kembang dengan
memberikan
penyuluhan
kepada semua
ibu balita yang
datang dan
mengajak ibu
balita untuk
sharing
mengenai
tumbuh kembang
anaknya.

28
BAB IV
KEGIATAN YANG DILAKUKAN
No Waktu Pelaksanaan Jenis Kegiatan
1. Selasa-Jum’at Melakukan Survey Keluarga Sehat di Wilayah Desa
15-18 Januari 2019 Damarwulan
2. Kamis, 17 Januari 2019 Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
di Balai Desa Damarwulan
3. Minggu, 20 Januari 2019 PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di wilayah Desa
Damarwulan
4. Senin, 21 Januari 2019 Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
di Posyandu Dusun Jatirejo
5. Senin-Rabu Kunjungan Ibu Hamil dan Pemberian PMT
21-23 Januari 2019
6. Kamis, 24 Januari 2019 Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa di Balai Desa
Damarwulan
7. Jum’at-Minggu Kunjungan Balita BGM dan Pemberian PMT
25-27 Januari 2019
8. Senin, 28 Januari 2019 Penyuluhan Tumbuh Kembang Balita di Taman Posyandu
Desa Damarwulan
9. Senin, 28 Januari 2019 Penyuluhan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di
Taman Posyandu Desa Damarwulan
10. Senin, 28 Januari 2019 Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK
Kusuma Mulia
11. Senin, 28 Januari 2019 Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di
SDN Damarwulan 1
12. Selasa, 29 Januari 2019 Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di
Taman Posyandu Desa Damarwulan
13. Selasa, 29 Januari 2019 PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan Pembagian ikan
14. Selasa, 29 Januari 2019 Kelas Ibu Hamil di Balai Desa Damarwulan
15. Rabu, 30 Januari 2019 Pembinaan Kader Desa Damarwulan
16. Kamis, 31 Januari 2019 Kunjungan ibu nifas dan neonatus
17 Jumat, 1 Februari 2019 Melakukan kegiatan ASIK-DW (Anak Sehat, Ibu Kreatif -
Damarwulan)

29
BAB V
MONITORING DAN EVALUASI

1. Melakukan Survey Keluarga Sehat di Wilayah Desa Damarwulan


Sasaran : Semua warga Desa Damarwulan
Tempat : Rumah warga Desa Damarwulan
Tanggal : 15-18 Januari 2019
Diskripsi kegiatan :
Mahasiswa melakukan survey dengan caradoor to door pada semua warga Desa
Damarwulan. Pada saat survey, dilakukan pendataan, pemeriksaan, dan konseling
kesehatan.

2. Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa di Balai Desa Damarwulan


Sasaran : Bidan desa, perangkat desa, kader, dan masyarakat Desa
Damarwulan
Tempat : Balai Desa Damarwulan
Tanggal : 24 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan musyawarah dengan bidan desa, perangkat desa, kader,
dan masyarakat Desa Damarwulan yang bertujuan untuk menemukan
permasalahan yang ada di Desa Damarwulan sehingga dapat diatasi oleh
masyarakat itu sendiri. Ada beberapa saran dan pertanyaan yang diajukan oleh
perangkat desa, kader, atau masyarakat selama kegiatan ini berlangsung.

3. Gedor Pintu Bumil


Sasaran : Ibu hamil di wilayah Desa Damarwulan
Tempat : Rumah ibu hamil di wilayah Desa Damarwulan
Tanggal : 21-23 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :

30
Mahasiswa melakukan kunjungan door to door ke rumah ibu hamil di wilayah
Damarwulan. Kegiatan kunjungan ini meliputi pemeriksaan, konseling dan
pemberian PMT pada ibu hamil.

4. Kelas Ibu Hamil di Balai Desa Damarwulan


Sasaran : Ibu hamil di wilayah Desa Damarwulan
Tempat : Balai Desa Damarwulan
Tanggal : 29 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa menyelenggarakan kelas ibu hamil, meliputi senam ibu hamil, sharing
dan caring antar sesama ibu hamil tentang perencanaan kehamilan, masa nifas,
perencanaan KB, dan perawatan bayi baru lahir.

5. Kunjungan Balita BGM dan Pemberian PMT


Sasaran : Balita BGM di wilayah Desa Damarwulan
Tempat : Rumah balita BGM di wilayah Desa Damarwulan
Tanggal : 25-27 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan kunjungan door to door ke rumah balita BGM di wilayah
Damarwulan. Kegiatan kunjungan ini meliputi pemeriksaan, konseling dan
pemberian PMT pada BGM.

31
6. Penyuluhan Tumbuh Kembang Balita di Taman Posyandu Desa Damarwulan
Sasaran : Ibu balita
Tempat : Taman Posyandu Desa Damarwulan
Tanggal : 28 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan penyuluhan tentang deteksi dini penyimpangan tumbuh
kembang balita. Kegiatan ini diselingi dengan game agar balita tidak merasa
bosan saat penyuluhan berlangsung.

7. Melakukan kegiatan ASIK-DW (Anak Sehat, Ibu Kreatif - Damarwulan)


Sasaran : Ibu Balita di wilayah Posyandu Dusun Bulurejo Utara
Tempat : Posyandu Dusun Bulurejo Utara
Tanggal : 1 Februari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan penyuluhan tentang gizi balita, demo inovasi snack sehat
yang bergizi, sharing dan caring antar sesama ibu yang memiliki balita. Tujuan
dari kegiatan ini yaitu meningkatkan gizi balita serta menumbuhkan inovasi
dan kreativitas dalam mengolah bahan makanan yang mudah didapatkan, murah,
serta bergizi bagi balita.

8. Penyuluhan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Taman Posyandu


Desa Damarwulan
Sasaran : Ibu balita
Tempat : Taman Posyandu Desa Damarwulan
Tanggal : 28 Januari 2019

32
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan penyuluhan tentang metode kontrasepsi jangka panjang
(MKJP), meliputi pengertian dan jenis MKJP beserta efek sampingnya. Kegiatan
ini bertujuan untuk meningkatkan minat PUS untuk melakukan KB jangka
panjang.

9. Pembinaan Kader Desa Damarwulan


Sasaran : Kader di wilayah Desa Damarwulan
Tempat : Balai Desa Damarwulan
Tanggal : 30 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan penyuluhan terkait pengertian KSPR (Kartu Skor Poedji
Rohjati), tujuan dan fungsi KSPR (Kartu Skor Poedji Rohjati),
penjelasan efek kehamilan resiko tinggi, serta penjelasan pembagian kelompok
resiko.

10. Kunjungan ibu nifas dan neonatus


Sasaran : Ibu nifas di wilayah Desa Damarwulan
Tempat : Rumah ibu nifas
Tanggal : 31 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan kunjungan door to door ke rumah ibu nifas di wilayah
Damarwulan. Kegiatan kunjungan ini meliputi pemeriksaan, konseling dan
sharing tentang permasalahan yang biasanya terjadi saat masa nifas serta
perencanaan KB.

33
11. Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Balai Desa
Damarwulan
Sasaran : Ibu PKK dan Kader Posyandu
Tempat : Balai Desa Damarwulan
Tanggal : 17 Januari 2019
Diskripsi kegiatan :
Mahasiswa melakukan penyuluhan pencegahan DBD (Demam Berdarah Dangue)
dengan materi terkait pengertian, cara penularan DBD (Demam Berdarah
Dangue), tanda gejala, ciri-ciri nyamuk Aides Aygepti, penanganan awal, dan
pencegahan DBD (Demam Berdarah Dangue).

12. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di wilayah Desa Damarwulan


Sasaran : Warga desa Damarwulan
Tempat : Rumah warga desa Damarwulan
Tanggal : 20 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan kerja bakti bersama bapak camat, perangkat desa, bidan
desa, dan masyarakat sekitar. Selanjutnya mahasiswa bersama kader jumantik
memeriksa tempat penampungan air dan bak kamar mandi, jika terdapat jentik
nyamuk warga disarankan menguras dan memelihara ikan pemakan jentik.

13. Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Posyandu Dusun


Jatirejo
Sasaran : Ibu Balita Posyandu
Tempat : Posyandu Dusun Jatirejo
Tanggal : 21 Jnauari 2019

34
Deskripsi Kegiatan:
Mahasiswa melakukan penyuluhan pencegahan DBD (Demam Berdarah Dangue)
dengan materi terkait pengertian, cara penularan DBD (Demam
Berdarah Dangue), tanda gejala, ciri-ciri nyamuk Aides Aygepti, penanganan
awal, dan pencegahan DBD (Demam Berdarah Dangue).

14. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Kusuma Mulya
Suwaru
Sasaran : Semua Murid TK Kusuma Mulya Suwaru
Tempat : TK Kusuma Mulya Suwaru
Tanggal : 28 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan penyuluhan terkait PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)
dan mempraktekkan cuci tangan sambil bernyanyi. Selanjutnya semua murid
berburu jentik untuk memberantas jentik nyamuk.

15. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN Damarwulan 1
Sasaran : Kelas 5 dan Kelas 6 SDN Damarwulan 1
Tempat : SDN Damarwulan 1
Tanggal : 28 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan penyuluhan terkait PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)
dan mempraktekkan cuci tangan sambil bernyanyi.

35
16. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Taman Posyandu Desa
Damarwulan
Sasaran : Ibu dan Balita
Tempat : Balai Desa Damarwulan
Tanggal : 29 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa dan Guru Taman Posyandu melakukan senam bersama Balita,
selanjutnya memberikan penyuluhan kepada Ibu dan Balita tentang manfaat
pentingnya cuci tangan untuk kesehatan Balita.Dilanjutkan dengan demo cuci
tangan dari mahasiswa dan menyanyikan lagu cuci tangan yang diikuti oleh Guru
Taman Posyandu dan Balita. Kegiatan terakhir yaitu praktik cuci tangan yang
dilakukan oleh Balita.
17. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan Pembagian ikan
Sasaran : Ibu Balita dan Balita
Tempat : Balai Desa Damarwulan
Tanggal : 29 Januari 2019
Deskripsi Kegiatan :
Mahasiswa melakukan kerja bakti bersama Ibu Kepala Desa, Guru Taman
Posyandu, Ibu Balita dan Balita. Selanjutnya mahasiswa bersama Ibu Kepala
Desa, dan Guru Taman Posyandu memberikan ikan kepada Ibu Balita dan Balita
untuk dimasukkan ke dalam bak mandi dan tempat penampungan air.

36
BAB VI
FAKTOR PENUNJANG DAN FAKTOR PENGHAMBAT

1. Melakukan survey keluarga sehat di wilayah Desa Damarwulan


a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan dan peran dari kepala desa, ibu kepala desa, perangkat
desa, bidan desa, serta kader dalam pelaksanaan survey keluarga sehat
2) Kesediaan keluarga untuk dilakukan survey
3) Rumah warga yang mudah dijangkau oleh kendaraan
b. Faktor penghambat
1) Keluarga tidak sedang dirumah
2) Faktor alam, misalnya hujan
3) Ada anggota kelompok yang sakit sehingga menghambat proses survey
2. Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa di Balai Desa Damarwulan
a. Faktor penunjang
1) Dukungan dari bidan desa, kepala desa, perangkat desa, BPD, Linmas,
Babinsa, ibu PKK, kader, dan masyarakat dalam melaksanakan MMD
2) Peserta MMD antusias dalam bertanya dan kooperatif
3) Tersedianya media dan peralatan yang lengkap untuk menunjang kegiatan
a. Faktor penghambat
1) Sebagian masyarakat tidak hadir tepat waktu
2) Durasi waktu dalam pelaksanaan MMD melebihi jadwal yang telah
direncanakan
3) Sebagian undangan tidak hadir
3. Gedor Pintu Bumil
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan bidan desa dan kader untuk mengantarkan ke rumah ibu
hamil saat melakukan kunjungan ibu hamil
2) Masyarakat antusias dan senang ketika diberikan PMT
3) Tersedianya pasokan biskuit yang mencukupi kebutuhan
4) Sarana prasarana yang mendukung

b. Faktor penghambat
1) Cuaca yang tidak menentu
2) Keluarga tidak sedang dirumah
3) Jadwal pemberian PMT tidak sesuai dengan rencana kegiatan yang telah
disusun

37
4. Kelas Ibu Hamil di Balai Desa Damarwulan
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan bidan desa, kader, dan ibu hamil
2) Dukungan dari keluarga peserta
3) Peserta memperhatikan dan aktif bertanya
b. Faktor penghambat
1) Cuaca yang tidak menentu
2) Keluarga tidak sedang dirumah
5. Kunjungan Balita BGM dan Pemberian PMT
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan bidan desa, dan kader untuk mendampingi saat
melakukan kunjungan Balita
2) Ibu Balita antusias dan senang ketika diberikan PMT
3) Sarana prasarana yang memadai
4) Tersedianya PMT yang cukup dari pemerintah
b. Faktor penghambat
1) Cuaca yang tidak menentu
2) Keluarga tidak sedang dirumah
3) Kunjungan balita yang tidak terjadwal

6. Penyuluhan Tumbuh Kembang Balita di Taman Posyandu Desa Damarwulan


a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan guru Taman Posyandu dalam menyiapkan tempat
penyuluhan
2) Balita aktif saat acara “belajar sambil bermain”
3) Ibu balita kooperatif
4) Adanya kesiapan pemateri dalam memberikan materi

b. Faktor penghambat
1) Tempat yang terlalu luas
2) Sarana prasarana kurang memadai
3) Peserta kurang memperhatikan
4) Waktu penyuluhan kurang efektif
7. Melakukan kegiatan ASIK-DW (Anak Sehat, Ibu Kreatif - Damarwulan)
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan bidan desa, dan kader serta masyarakat yang antusias
dalam mengikuti kegiatan
2) Ibu-ibu balita antusias dalam mengikuti kegiatan

38
3) Ibu kooperatif
4) Penyaji materi dapat memberikan materi dengan baik
b. Faktor penghambat
1) Beberapa balita rewel dan ingin segera kembali ke rumah
2) Kurangnya persiapan dalam memberikan penyuluhan
3) Sarana prasarana kurang memadai
8. Penyuluhan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Taman Posyandu
Desa Damarwulan
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan guru Taman Posyandu untuk mengkondisikan waktu
penyuluhan
2) Tersedianya media yang menunjang penyuluhan
b. Faktor penghambat
1) Tempat yang terlalu luas
2) Waktu yang kurang efektif
3) Peserta kurang memperhatikan
4) Kurangnya kesiapan pemateri dalam memberikan penyuluhan
9. Pembinaan Kader Desa Damarwulan
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan bidan desa, dan ibu kader
2) Ibu kader memperhatikan dan aktif bertanya
b. Faktor penghambat
1) Waktu yang tidak sesuai dengan jadwal
10. Kunjungan ibu nifas dan neonatus
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan kader saat melakukan kunjungan ibu nifas dan neonatus
2) Masyarakat antusias dan senang ketika dikunjungi
b. Faktor penghambat
1) Cuaca yang tidak menentu
2) Keluarga tidak sedang dirumah
11. Penyuluhan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Balai Desa
Damarwulan
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan tenaga medis dari puskesmas, perangkat desa, ibu ketua
PKK, ibu PKK, dan bidan desa
2) Peserta penyuluhan memperhatikan dan aktif untuk bertanya
3) Sarana prasarana yang mendukung

39
b. Faktor penghambat
1) Waktu pelaksanaan tidak sesuai jadwal
2) Kurangnya kesiapan anggota kelompok dalam memberikan penyuluhan
12. Penyuluhan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Posyandu Dusun
Jatirejo
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan bidan desa dan kader
2) Peserta penyuluhan memperhatikan dan aktif untuk bertanya
3) Sarana prasarana yang mendukung
b. Faktor penghambat
1) Ada beberapa warga yang tidak mengikuti penyuluhan
2) Kegiatan tidak terjadwal
3) Kurangnya kesiapan pemateri dalam memberikan materi

13. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di wilayah Desa Damarwulan


a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan dari Bapak Camat, bidan desa, perangkat desa, kader,
dan masyarakat
2) Banyak masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan dengan bapak camat
dan perangkat desa
3) Banyak warga yang bersedia rumahnya di survey jentik
b. Faktor penghambat
1) Beberapa masyarakat tidak sedang dirumah dikarenakan sedang bekerja
14. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Kusuma Mulia
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan dari Kepala Sekolah dan guru untuk mengkondisikan
waktu penyuluhan
2) Tersedianya media yang menunjang penyuluhan
3) Anak-anak antusias memperhatikan saat materi diberikan dan ikut
berpartisipasi.
4) Tingginya kreatifitas kelompok dalam mengemas media penyuluhan
b. Faktor penghambat
a. Kurangnya jumlah dorprize yang dibagikan
b. Kurangnya dana untuk membeli dorprize

40
15. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN Damarwulan 1
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan dari Kepala Sekolah dan guru untuk mengkondisikan
waktu penyuluhan
2) Tersedianya media yang menunjang penyuluhan
3) Anak-anak antusias memperhatikan saat materi diberikan dan ikut
berpartisipasi.
b. Faktor penghambat
1) Kurangnya jumlah pemateri sehingga kurang terkoordinir
2) Kurangnya jumlah dorprize yang dibagikan
3) Kurangnya dana untuk membeli dorprize

16. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Taman Posyandu Desa
Damarwulan
a. Faktor penunjang
c. Adanya dukungan dari guru taman posyandu untuk mengkondisikan
waktu penyuluhan
d. Tersedianya media yang menunjang untuk praktek cuci tangan
b. Faktor penghambat
1) Anak-anak balita terlalu aktif
17. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan Pembagian ikan
a. Faktor penunjang
1) Adanya dukungan dari bidan desa, perangkat desa, ibu ketua PKK, ibu
PKK, guru tapos, anak tapos dan wali murid
2) Banyak balita dan ibu balita yang antusias mengikuti kegiatan
3) Warga antusias berpartisipasi dalam kerja bakti pemberantasan sarang
nyamuk
b. Faktor penghambat
1) Pembagian ikan kurang tertata
2) Jumlah ikan kurang
3) Banyak ikan yang mati

41
BAB VII
PENUTUP

a. Kesimpulan
Setelah pelaksanaan kebidanan komunitas mahasiswa kebidanan Stikes
Pamenang Pare Prodi D3 Kebidanan yang berlangsung dari tanggal 14 Januari
sampai 2 Februari 2019 di Desa DamarwulanKecamatan Kepung Kabupaten
Kediri dapat di ambil kesimpulan bahwa masalah kesehatan yang ada di Desa
Damarwulan adalah sebagai berikut :
Terdapat ibu hamil risiko tinggi sebanyak 39 orang, terdapat kesenjangan
capaian KB sebanyak 12,6 %. Terdapat BGM sebanyak 73 orang dengan 2
diantaranya mengalami komplikasi, terdapat kesenjangan capaian K$ sebanayk
12,5 %, dan terdapat kesenjangan capaian balita yang datang ke posyandu
sebanyak 7 %.
Setiap masalah yang ditemukan, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Seperti
masalah rendahnya akseptor KB dapat dipengaruhi oleh :
 PUS takut dengan efek samping alat kontrasepsi MKJP
 PUS tidak mendapat izin suami dalam penggunaan KB
 Banyak PUS yang ingin menambah keturunan
Dari masalah yang ditemukan diatas maka didapatkan alternatif pemecahan
masalah dengan mengadakan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk
mengurangi masalah kesehatan yang ada yang ditemukan dalam bentuk POA.
Pelaksanaan tiap program dilaksanakan sesuai dengan waktu yang direncanakan
b. Saran
1. Pada Maasyarakat
Dari seluruh kegiatan yang dilakukan baik fisik maupun non fisik diharapkan
dapat bermanfaat bagi masyarakat, di pertahankan dan dikembangkan
2. Instansi Pemerintahan
Mohon seluruh instansi dalam unit kerja baik lintas program maupun sektoral
untul selalu memberikan dukunan dan pengarahan pada masyarakat dalam
menngkatkan status kesehatan
3. Instansi Kesehatan
Mohon pihak puskesmas dapat menjadikan data-data yang telah kami peroleh
sebagai bahan acuan bagi pihak puskesmas.
4. Panitia Stikes Pamenang
Mohon disiapkan lokasi Kebidanan Komunitas yang dapat memenuhi target
yang diharapkan.

42
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PRAKTEK KLINIK KOMUNITAS DI DESA DAMARWULAN
KECAMATAN KEPUNG KABUPATEN KEDIRI

Oleh :

KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

43
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(KELAS IBU HAMIL)

Oleh :

KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

44
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Topik : Penyuluhan pada kelas ibu hamil


2. Sub Topik : Pengertian senam ibu hamil, tujuan dan manfaat senam
ibu hamil, gerakan pada senam ibu hamil
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan peserta dapat
memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
5. Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan Ibu hamil dapat memahami
pentingnya senam hamil dan mempratekkan senam hamil di rumah
6. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian MKJP
2) Prosedur pemasangan
3) Indikasi dan kontraindikasi
4) Keuntungan dan kerugian
5) Efek samping
6) Waktu pemasangan
7. Sasaran : ibu hamil
8. Hari/ tanggal : Selasa, 29 Januari 2019
9. Tempat : Balai Desa Damarwulan
10. Pukul : 10.00-11.00 WIB
11. Waktu/ Durasi : 60 Menit
12. Pelaksana : Mahasiswa Stikes Pamenang Prodi Kebidanan
13. Isi/ Materi : Pengertian, tujuan, manfaat, dan gerakan-gerakan
senam ibu hamil
14. Metode penyuluhan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
- Praktek
15. Media yang digunakan : a. SAP
b. lembar balik

45
16. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Sasaran Media
5 menit 4) Memberikan salam 5) Menjawab salam Lembar
pembukaan 6) Memperhatikan
sambutan
5) Memperkenalkan diri
15 menit b. Menjelaskan materi tentang: 7) Memperhatikan Ceramah dan
4) Pengertian senam hamil 8) Memperhatikan
Lembar balik
5) Cara-cara melakukan 9) Mengajukan
senam hamil pertanyaan
6) Cara-cara menyesuaikan 10) Menjawab
sikap tubuh saathamil.
c. Menjelaskan dan melakukan
demonstrasi senam hamil
bersama ibu hamil
d. Memberikan kesempatan
kepada ibu untuk bertanya
tentang materi yang
diberikan
e. Menjawab pertanyaan yang
dijawab
25 menit 1) Melakukan evaluasi dengan Ibu hamil dapat Demonstrasi
cara mempersilahkan salah
menjawab pertanyaan dan kamera
satu peserta untuk
menyebutkan langkah- yang diajukan dengan
langkah senam hamil
benar
2) Menutup kegiatan
penyuluhan

1) Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
8. Ibu hadir di tempat penyuluhan
9. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Balai
Desa Damarwulan
10. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumya
2. Evaluasi Proses
1) Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
2) Ibu meninggalkan tempat penyuluhan
3) Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan benar
3. Evaluasi Hasil
3) Ibu mengetahui tentang cara melakukan senam hamil
4) Ibu hadir disaat pertemuan

46
MATERI SENAM HAMIL

1) Pengertian Senam Ibu Hamil


Senam hamil adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara
fisik atau mental, pada persalinan cepat, aman, dan spontan.Bagi ibu hamil yang
baru pertama kali hamil (primigravida) atau sudah pernah hamil (multigravida),
sangat disarankan mengikuti program senam hamil demi kesehatan ibu dan janin.
2) Tujuan dan Manfaat Senam Hamil
3) Manfaat
1) Membantu proses kelahiran dengan cara menguatkan otot yang terkait.
2) Membantu meningkatkan stamina.
3) Membentuk dan mempertahakan postur tubuh agar tulang belakang
terhindar dari sakit.
4) Mencapai relaksasi untuk mendapatkan pola tidur yang baik serta
meningkatkan energi.
5) Melancarkan sirkulasi darah dan mencegah keram serta varises di kaki.
6) Melatih pernafasan (salah satu hal yang harus di kuasai ibu hamil).
7) Membantu proses pemulihan pasca persalinan lebih cepat.
8) meningkatkan kesiapan fisik dan mental calon ibu selama proses
persalinan.
4) Tujuan
a) Menguasai teknik pernapasan; latihan pernapasan sangat bermanfaat untuk
mendapatkan oksigen, sedangkan teknik pernapasan dilatih agar ibu siap
menghadapi persalinan.
b) Memperkuat elastisitas otot; memperkuat dan mempertahankan elastisitas
otot-otot dinding perut, sehingga dapat mencegah atau mengatasi keluhan
nyeri di bokong, di perut bagian bawah dan keluhan wasir.
c) Mengurangi keluhan; melatih sikap tubuh selama hamil sehingga
mengurangi keluhan yang timbul akibat perubahan bentuk tubuh.
d) Melatih relaksasi; proses relaksasi akan sempurna dengan melakukan
latihan kontraksi dan relaksasi yang diperlukan untuk mengatasi
ketegangan atau rasa sakit saat proses persalinan.
e) Menghindari kesulitan; senam ini membantu persalinan sehingga ibu dapat
melahirkan tanpa kesulitan, serta menjaga ibu dan bayi sehat setelah
melahirkan.

47
3) Latihan pendahuluan senam hamil
1. Latihan I. Duduk tegak bersandar pada kedua lengan, kedua tungkai
diluruskan dan dibuka sedikit, seluruh tubuh lemas.
2. Latihan II. Duduk tegak, kedua kaki lurus dan rapat.
3. Latihan III. Duduk tegak, kedua tungkai kaki lurus, rapat, dan relaks.
4. Latihan IV. Duduk bersila dan tegak, kedua tangan diatas bahu dan kedua
lutut ditekuk.
5. Latihan V. Berbaring telentang, kedua lengan di samping badan, dan kedua
lutut di tekuk.
6. Latihan VI. Berbaring telentang, kedua lengan di samping badan, kedua
tungkai lurus dan enak.
7. Latihan VII. Putar panggul ke kiri sebanyak 4 kali dan ke kanan 4 kali dengan
menggerakkan panggul ke kiri, tekankan punggung ke kanan sambil
mengempiskan perut dan mengerutkan liang dubur. Gerakan panggul ke
kanan, angkat pinggang, gerakkan kembali panggul ke kiri dan seterusnya
sampai 4 kali gerakan memutar, kemudian lakukan hal tersebut ke arah kanan
sebanyak 4 kali.
4) Latihan inti
1. Latihan pembentukan sikap tubuh yang baik. Sikap tubuh yang baik akan
menyebabkan tulang panggul naik sehingga janin berada pada kedudukan
yang normal. Sebaliknya, sikap tubuh yang tidak baik menyebabkan tulang
panggul turun sehingga kedudukan janin kurang baik.
2. Latihan kontraksi dan latihan relaksasi untuk memperoleh dan mengatur sikap
tubuh yang relaks pada saat diperlukan.
3. Latihan pernafasan untuk menguasai berbagai teknik pernafasan.

48
49
50
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Tumbuh Kembang Balita

Oleh :
KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

51
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Pokok Bahasan : Tumbuh Kembang Balita


2. Sub Pokok : pengertian balita, perkembangan anak balita, stimulasi
tumbuh kembang anak, pembagian area perkembangan
anak, KPSP
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu Balita
dapat memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu Balita dapat memahami tumbuh
kembang pada balita.
5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian Balita
2) Perkembangan anak balita
3) Stimulasi tumbuh kembang anak
4) Pembagian area perkembangan anak
6. Sasaran : Ibu Balita dan Balita
7. Hari/ tanggal :Senin, 28 Januari 2019
8. Tempat : Taman Posyandu (Tapos Desa Damarwulan)
9. Pukul : 08.30-09.15
10. Waktu/ Durasi : 45 Menit
11. Pelaksana : a. Anisa’ Fitrianingrum
b. Nur Laili Rohmah
12. Isi/ Materi : Penyuluhan Tumbuh Kembang Balita
13. Metode Pendidikan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
14. Media yang digunakan : a. SAP
b. Leaflet
c. Lembar KPSP

52
15. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media dan Alat
Penyuluhan
Pendahuluan 1) Memberi salam, Memperhatikan Leafleat
memperkenalkan
(5 Menit) dan memberikan Lembar KPSP
diri dan membuka
penyuluhan. umpan balik
2) Menjelaskan
positif
materi secara
umum.
3) Menjelaskan
tentang TIU dan
TIK.
Pretest 1) Memberi Memberikan
pertanyaan (tanya
(10 menit) umpan balik
jawab) terkait
dengan materi positif
2) Bermain sambil
belajar
Penyajian 1) Menjelaskan Memperhatikan
Tumbuh kembang
(20 Menit)
balita
2) Beryanyi bersama
Penutup 1) Melakukan tanya Audiens aktif
jawab.
(10 Menit) bertanya
2) Membuat
kesimpulan.
3) Mengucapkan
salam.

16. Evaluasi Penyuluhan


a. Evaluasi struktur
1) Ibu Balita dan Balita hadir di tempat penyuluhan
2) Penyelenggaraan penyuluhan diadakan di Balai desa Damarwulan
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan diadakan sebelumnya
b. Evaluasi proses
1) Sebagian ibu antusias terhadap materi penyuluhan
2) Ibu dan Balita meninggalkan tempat penyuluhan
3) Ibu mengajukan pertanyaan
c. Evaluasi hasil
1) Ibu mengetahui tumbuh kembang anak
2) Ibu Balita dan balita hadir saat pertemuan

53
Materi Tumbuh Kembang Balita

1. Pengertian Anak Balita


Anak Balita sebagai masa emas atau "golden age" yaitu insan manusia
yang berusia 0-6 tahun (UU No. 20 Tahun 2003), meskipun sebagian pakar
menyebut anak balita adalah anak dalam rentang usia 0-8 tahun.
Kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan yang bersifat unik, artinya memiliki pola pertumbuhan dan
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan motorik kasar),
kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual),
sosio-emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi
yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang
sedang dilalui oleh anak tersebut.
Secara psikologis, rentang usia tersebut dibagi dalam 3 tahapan yaitu
masa sebelum lahir, masa bayi dan masa awal kanak-kanak. Pada ketiga
tahapan tersebut banyak terjadi perubahan yang mencolok, baik fisik
maupun psikologis, karena tekanan budaya dan harapan untuk menguasai
tugas-tugas perkembangan tertentu, yang akan mempengaruhi tumbuh
kembang anak. Pembagian menurut tahapan tersebut sangat tergantung pada
faktor sosial, yaitu tuntutan dan harapan untuk menguasai proses
perkembangan yang harus dilampaui anak dari lingkungannya.
Pada setiap tahap perkembangan, terdapat beberapa aspek fisik dan
psikologis yang terjadi, misalnya pada masa bayi secara umum menunjukkan
bahwa anak sangat tergantung pada orang dewasa, sedangkan saat anak
memasuki awal masa kanak-kanak, ketergantungan mulai berkurang dan ada
harapan serta perlakuan tertentu dari kelompok sosial serta mulai tumbuh
kemandirian, yang akan berakhir saat anak mulai masuk sekolah dasar.
Perkembangan pada setiap aspek memiliki tingkat dan kecepatan yang
berbeda-beda baik, tergantung dari faktor individu maupun lingkungan yang
menstimulirnya. Seluruh perkembangan ini akan dilampaui anak dan setiap
aspek perkembangannya tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait satu
sama lain.
Berdasarkan hal tersebut, maka tumbuh kembang anak serta
kemampuan mereka dapat diidentifikasi lebih awal, yang selanjutnya dapat
dikembangkan.Berbekal pemahaman tentang perkembangan anak balita

54
maka orang tua atau orang dewasa lainnya dapat mengetahui titik terpenting
untuk pengembangannya, dengan menitik beratkan pada masa belajar
anak.Dengan demikian pertumbuhan dan perkembangan anak balita tersebut
perlu diarahkan pada peletakan dasar-dasar yang tepat bagi pertumbuhan dan
perkembangan fisik, daya pikir, daya cipta, sosio-emosional, bahasa,
komunikasi yang seimbang sebagai dasar pembentukan pribadi.
2. Perkembangan Anak Balita
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Perkembangan kemampuan dasar anak-anak berkolerasi dengan
pertumbuhan dan mempunyai pola yang tetap dan berlangsung secara
berurutan.Dalam rangka merangsang tumbuh kembang anak secara optimal
maka pengembangannya harus dilakukan secara menyeluruh terhadap semua
aspek kemampuan yang sesuai dengan pembagian kelompok umur.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta
jaringan interselular.Berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh
sebagain atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan
berat.
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan
bahasa, serta sosialisai dan kemandirian.
Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan.Berbeda
dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan
susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya.
3. Stimulasi Tumbuh Kembang Anak
Sebelum mamahami tentang periode dan aspek perkembangan yang
berlangsung pada anak balita, maka penting dipahami beberapa prinsip
tentang stimulai tumbuh kembang.Stimulasi tumbuh kembang pada anak
balita merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak
tumbuh kembang secara optimal.Setiap anak perlu mendapat stimulasi
rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Stimulasi
tumbuh kembang anak dilakukan oleh orang tua, yang merupakan orang
terdekat dengan anak, pengganti ibu atau pengasuh anak, anggota keluarga
lain dan orang dewasa lainnya. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan
penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang
menetap.Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah
adalah kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak motorik halus,

55
kemampuan bicara dan bahasa serta kemampuan sosialisasi dan
kemandirian.
Berikut tahapan stimulasi sesuai usia si Kecil :
Usia 0 - 4 Bulan :
- Sering memeluk dan menimang
dengan penuh kasih sayang. Gantung
benda berwarna cerah yang bergerak
dan bisa dilihat oleh si Kecil. Ajak si
Kecil tersenyum, bicara, dan
mendengarkan musik.
Usia 4-6 Bulan :
- Sering tengkurapkan si Kecil.
Gerakkan benda ke kiri dan kanan, di
depan matanya. Perdengarkan
berbagai bunyi-bunyian. Beri mainan
benda yang besar dan berwarna.
Usia 6-12 Bulan:
- Ajari si Kecil untuk duduk, ajak
main ci-luk-ba, ajari memegang dan
makan biskuit, ajari memegang
benda kecil dengan 2 jari, aari berdiri
dan berjalan dengan berpegangan,
ajak bicara sesering mungkin, latih
mengucapkan ma.. ma.. pa.. pa, beri
mainan yang aman dipukul-pukul.
Usia 1 - 2 Tahun:
- Ajari berjalan di undakan/tangga,
ajak membersihkan meja dan
menyapu, ajak membereskan
mainan, ajari mencoret-coret di
kertas, ajari menyebut bagian
tubuhnya, bacakan cerita anak, ajak
bernyanyi, ajak bermain.
Usia 2 - 3 Tahun :
- Ajari berpakaian sendiri, ajak
melihat buku bergambar, bacakan
cerita anak, ajari makan di piringnya

56
sendiri, ajari cuci tangan, ajari buang
air besar dan kecil di tempatnya.
Usia 3 - 5 Tahun :
- Minta si Kecil menceritakan apa
yang ia lakukan, dengarkan ia ketika
bicara, jika ia gagap, ajari bicara
pelan-pelan, awasi si Kecil ketika
mencoba hal-hal baru.
4. Pembagian Area Perkembangan Si Kecil
Perkembangan si Kecil dibagi menjadi beberapa area yaitu: motorik
kasar (berjalan, berlari), motorik halus (menggambar), sensorik (melihat,
mendengar, dll.), bahasa (mengucapkan kata lalu kalimat), dan sosial
(bermain bersama, bermain bergantian). Pertumbuhan dan perkembangan
berbeda-beda timbulnya, namun tetap ada batasan waktu yang cukup luas
dimana masih dapat dikategorikan normal.
Untuk mendukung pertumbuhan si Kecil diperlukan kecukupan gizi
yang baik.Selain membantu pertumbuhan, dengan nutrisi dan kebiasaan
makan yang baik, penyakit seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan
obesitas dapat dicegah. Kurang nutrisi akan menyebabkan gangguan
perkembangan intelektual si Kecil.

57
58
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(Gizi Seimbang Pada Balita “ASIK-DW”)

Oleh :

KELOMPOK
DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

59
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Topik : Kegiatan Penyuluhan Gizi Balita “ASIK-DW” (Anak


Sehat, Ibu Kreatif Damarwulan)
2. Sub Topik : Peningkatan gizi seimbang pada balita
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu balita
dapat memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu balita dapat mengetahui tentang
gizi seimbang pada balita
5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian Gizi Seimbang Bagi Balita
2) Kriteria Gizi Seimbang Pada Balita
3) Penilaian Status Gizi Pada Balita
4) Faktor yang mempengaruhi gizi balita
5) Makanan yang sesuai untuk anak usia 1-5 tahun
6. Sasaran : Ibu Balita
7. Hari/ tanggal : Jumat, 1 Februaru 2019
8. Tempat : Taman Posyandu Bulurejo
9. Pukul : 09.00-10.00 WIB
10. Waktu/ Durasi : 60 Menit
11. Pelaksana : Mahasiswa Stikes Pamenang Prodi Kebidanan
12. Isi/ Materi : Gizi Seimbang pada balita
13. Metode penyuluhan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
- Game
14. Media yang digunakan : a. SAP
b. Leafleat
c. Produk olahan makanan dari labu

60
15. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan sasaran Media
10 1. Menyampaikan salam - Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri - Memperhatikan
menit Daftar
3. Memberikan sambutan dengan seksama
sambutan
30 1. Menjelaskan pengertian gizi Memperhatikan Leaflet
seimbang dan cara memantau status
menit dengan seksama
gizi balita
2. Menjelaskan kriteria gizi seimbang
dan akibat kurangnya gizi seimbang
pada balita
3. Menjelaskan faktor yang
mempengaruhi status gizi balita
4. Menjelaskan tentang makanan yang
sesuai dengan usia anak
15 1. Memberi kesempatan masyarakat -aktif menjawab Kamera
untuk bertanya tentang materi yang
menit pertanyaan
diberikan
2. Menjawab pertanyaan yang diajukan - mengajukan
3. Melaksanakan game dengan anak
pertanyaan
balita
4. Membagikan hadiah - anak balita aktif
mengikuti game dan
antusias
5 menit 1. Mengucapkan salam penutup dan Menjawab salam Kamera
terima kasih atas peran serta ibu
Ikut berpartisipasi
balita
2. Dokumentasi kegiatan untuk dokumentasi
kegiatan

A. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Ibu balita hadir di tempat penyuluhan tepat waktu
b. Penyelengaraan penyuluhan di adakan di Taman Posyandu Desa
Damarwulan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri
c. Kegiatan penyuluhan dikoordinasi sehari sebelum diadakan kegiatan
2. Evaluasi Proses
a. Ibu memperhatikan materi yang disampaikan
b. Ibu balita antusias bertanya dan menjawab pertanyaan
c. Ibu balita ada yang meninggalkan tempat penyuluhan dikarenakan ada
kepentingan lain
d. Balita antusias mengikuti game yang diadakan
e. Penyuluhan berjalan dengan lancar

61
3. Evaluasi Hasil
a. Ibu lebih paham tentang keutaman gizi seimbang pada balita
b. Ibu balita dapat memahami materi yang disampaikan dan bisa
menjawab pertanyaan yang diajukan
c. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan lancar

62
MATERI GIZI SEIMBANG PADA BALITA

1. Gizi Seimbang Bagi Balita


Gizi adalah zat-zat yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan proses didalam
tubuh. Gizi seimbang adalah komposisi atau zat-zat yang cukup atau ideal untuk
menjalankan proses didalam tubuh. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh,
terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan.Dimasa tumbuh
kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan makanan dengan
kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.Gizi yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh melalui makanan sehari-hari sehingga tubuh bisa aktif dan sehat
optimal, serta tak terganggu penyakit atau tubuh tetap sehat.
Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat
gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan
memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik,
kebersihan dan berat badan ideal.Gizi seimbang di Indonesia divisualisasikan
dalam bentuk tumpeng gizi seimbang (TGS) yang sesuai dengan budaya
Indonesia.
2. Kriteria gizi seimbang pada balita
a. Energi
Balita membutuhkan energi sebagai kalori untuk memungkinkan mereka
untuk beraktifitas serta untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh mereka.
b. Kalori
Anakbalita membutuhkan kalori yang cukup banyak disebabkan aktifitasnya
sangat aktif. Balita mendapatkan asupan kalori dari makanan yang
mengandung protein , lemak dan gula.
c. Protein
Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan dan perbaikan
jaringan tubuh, serta untuk membentuk enzim pencernaan dan zat kekebalan
yang berguna untuk melindungi tubuhnya. Sumber protein bisa berasal dari
ikan, susu, daging, telur dan kacang-kacangan.
d. Lemak
Beberapa lemak dalam makanan sangat penting dan menyediakan asam lemak
esensial yaitu jenis lemak yang tidak tersedia di dalam tubuh.Lemak dalam
makanan juga berfungsi untuk melarutkan vitamin larut lemak yaitu vitamin
A, D, E, dan K.
Sumber lemak dapat diperoleh dari mentega, susu, daging, ikan, minyak
nabati.

63
e. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi anak.Sumber karbohidrat
bagi balita dapat diperoleh dari roti, sereal, nasi, mie, kentang.
f. Vitamin dan mineral
Vitamin adalah zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang
sangat kecil untuk banyak proses penting yang dilakukan dalam tubuh.
Mineral adalah zat anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai
fungsi.
g. Zat besi
Usia balita membutuhkan zat besi yang berguna untuk penyerapan zat besi.
h. Kalsium
Balita juga membutuhkan asupan kalsium secara teratur sebagai pertumbuhan
tulang dan gigi balita. Kalsium dapat diperoleh dari susu.
3. Penilaian status gizi pada balita
Penilaian status gizi pada balita dapat dinilai dari status antropometri dengan
melihat :
 Menimbang berat badan balita dan menyesuaikan dengan usia balita
 Menimbang berat badan balita dan menyesuaikan dengan tinggi badan
4. Faktor yang mempengaruhi gizi balita
a. Faktor internal
 Usia
 Kondisi fisik
 Penyakit yang menyertai
b. Faktor eksternal
 Pendapatan
 Budaya
 Pendidikan orang tua
 Status pekerjaan ibu
 Jumlah anggota keluarga
5. Akibat gizi kurang seimbang pada balita
a. Mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan
b. Mengalami malnutrisi
c. Mengalami stunting
d. Daya tahan tubuh menurun
e. Perkembangan otak terganggu

64
6. Makanan anak usia 1-5 tahun
Pada anak usia 1-5 tahun sudah harus makan seperti pola makan keluarga
yaitu sarapan, makan siang, makan malam dan 2 kali selingan. Porsi makan pada
usia ini setengah dari porsi orang dewasa. Memasuki usia 1 tahun pertumbuhan
mulai lambat dan permasalahan mulai sulit makan muncul.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemberian makan anak usia 1-5
tahun :
 Selalu variasikan makanan yang diberikan meliputi makanan pokok, lauk
pauk, sayuran dan buah. Usahakan protein yang diberikan juga berganti
sehingga semua zat gizi terpenuhi.
 Variasikan cara mengolah sehingga semua bahan makanan dapat masuk.
 Berikan air putih setiap kali habis makan
 Hindari memberikan makanan selingan mendekati jam makan utama
 Ketika masuk usia 2 tahun jelaskan manfaat makanan yang harus dimakan
sehingga dapat mengurangi rasa tidak sukanya.

65
DAFTAR PUSTAKA

Dedeh Kurniasih, Hilman Hilmansyah, Marfuah Panji Astuti dan saeful imam. 2010.
Sehat Dan Bugar Berkat Gizi Seimbang, Nakita Dan Yayasan Institut
Danone.Penerbit PT Gramedia.Jakarta
Toeti Soenardi.2006.Hidup Sehat Gizi Seimbang Dalam Siklus Kehidupan
Manusia.Ranch Market.Penerbit PT Primamedia Pustaka. Jakarta

66
67
68
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(KB MKJP)

Oleh :
KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

69
SAP
( SATUAN ACARA PENYULUHAN )

1. Topik : Penyuluhan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (IUD)


2. Sub Topik : - pengertian MKJP, Prosedur pemasangan dan pasca
pemasangan, indikasi dan kontraindikasi, keuntungan
dan kerugian, efek samping, waktu pemasangan
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan peserta dapat
memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan akseptor KB dapat lebih memahami
tentang kontrasepsi jangka panjang
5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian MKJP
2) Prosedur pemasangan
3) Indikasi dan kontraindikasi
4) Keuntungan dan kerugian
5) Efek samping
6) Waktu pemasangan
6. Sasaran : wai murid Tapos
7. Hari/ tanggal : Senin, 28 Januari 2019
8. Tempat : Taman Posyandu Damarwulan
9. Pukul : 10.00-11.00 WIB
10. Waktu/ Durasi : 60 Menit
11. Pelaksana : Mahasiswa Stikes Pamenang Prodi Kebidanan
12. Isi/ Materi : pengertian, prosedur pemasangan dan pasca
pemasangan, indikasi dan kontraindikasi,
keuntungan dan kerugian, efek samping, waktu
13. Metode penyuluhan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
14. Media yang digunakan : a. SAP
b. APBK

70
15. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Sasaran Media
5 1. Membuka acara dengan 1. Menjawab salam
menit mengucapkan salam kepada
peserta
2. Menyampaikan topic, maksud 2. Mendengarkan penyuluh
dan tujuan penyuluhan
kepada peserta 3. Menyetujui
3. Kontrak waktu untuk kesepakatan waktu
kesepakatan pelaksanaan pelaksanaan penyuluhan
penyuluhan dengan peserta

20 Penyuluh menjelaskan tentang : Mendengarkan penyuluh Ceramah


menit1. 1. Pengertian IUD dan Jenis IUD. menyampaikan semua materi dan Lembar
2. 2. Prosedur Pemasangan dan sampai selesai balik
pasca pemasangan
3. 3. Indikasi dan kontraindikasi
IUD
4. 4. Keuntungan dan kerugian
IUD
5. 5. Efek samping IUD
6. 6. Waktu pemasangan IUD

15 1. 1. Tanya Jawab 1. Menanyakan yang belum


menit2. 2.Menyimpulkan dan jelas
mengklarifikasi materi 2. Menjawab pertanyaan
penyuluhan yang telah 3. Mendengarkan
disampaikan kepada peserta 4. Mendengarkan penyuluh
3. 3.Menutup acara dan menutup acara dan
mengucapkan salam serta menjawab salam
terimakasih kepada sasaran

16. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Ibu hadir di tempat penyuluhan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Balai
Desa Damarwulan
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumya
2. Evaluasi Proses
a. Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
b. Ibu meninggalkan tempat penyuluhan
c. Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan benar
3. Evaluasi Hasil
a. Ibu mengetahui tentang kontrasepsi IUD
b. Ibu hadir disaat pertemuan

71
MATERI PENYULUHAN KB MKJP

1. IUD (Intra Uterine Device) / AKDR


a. Pengertian
Menurut Jannah, Nurul, (2017: 167) Adalah alat kontrasepsiyang
disispkan ke dalam rahim, terbuat dari bahan sejenis plastik berwarna putih.
Adapula IUD yang sebagian plastiknya ditutupi tembaga dan bentuknya
bermacam-macam.
b. Jenis IUD/AKDR menurut Buku Panduan Pelayanan Kontrasepsi,2015 MK-
81 yaitu:
(1) AKDR CuT-380A
Kecil, kerangka dari plastik yang fleksibel, berbentuk huruf T diselubungi
oleh kawat halus yang terbuat dari tembaga (Cu).
(2) AKDR lain yang beredar di Indonesia ialah NOVA T (Schering)
c. Cara Pemasangan
Sebelum pemasangan, masa menstruasi terakhir diambil untuk
menyingkirkan kehamilan yang telah ada, dan test kehamilan bila dibutuhkan.
Wanita harus mengosongkan kandung kemih karena akan membuat
pemasangan lebih mudah meraba uterus pada abdomen dan lebih nyaman bagi
wanita. (Notoatmodjo, 2010).
Selama pemasangan IUD/AKDR, klien anda mungkin menggenggam
tangannya dan membuat dirinya merasa nyaman.Sebelum dipasang
pemeriksaan bimanual sangat diperlukan untuk memastikan ukuran, posisi
dan arah uterus dan huna memeriksa bahwa tidak ada nyeri
tekan.(Notoatmodjo, 2010).
Keterampilan dan pengalaman pemasangan akan membantu
mengurangi masalah efek samping. Namun bila wanita ingin mendapat
anestesi lokal guna mengurangi nyeri atau pernah mengalami pengalaman
masa lalui, amak AKDR dapat dipasang dengan memberikan gel lidokain atau
blok paraservikal. (Notoatmodjo, 2010).
Pemasangan AKDR dilakukan dengan suatu “tehnik tanpa sentuhan”
sehingga harus menggunakan sepasang sarung tangan bersih setelah
pemeriksaan bimanual.Spekulum steril dimasukan kedalam vagina dan letak
serviks dicari, spekulum ini dibersihkan dengan bol kapan steril dan larutan
antiseptik.Sonde uterus dimasukan kedalam uterus melalui saluran serviks
untuk mengukur panjang, arah, dan potensi uterus.Tindakan ini dapat

72
menyebabkan kram seperti nyeri menstruasi yang seharusnya berkurang saat
sonde uterus dikeluarkan.Serviks dapat distabilkan dengan korsep allis atau
tenakulum sehingga AKDR dapat dipasang lebih mudah, hal ini dapat
menyebabkan rasa tidak nyaman karena serviks sangta peka.Selanjutnya
AKDR dimasukan melalui canalis secvikasli kedalam uiterus.Benang AKDR
dipendekan saat telah berada diposisinya dan dilipat keatas kebelakang
serviks.Apabila ada masalah dengan pemasangan, klienharus dirujuk ke
spesialis AKDR.(Notoatmodjo, 2010).
Setelah pemasangan, anda harus menganjurkan klien berbaring
terlentang dan beristirahat.Analgetik dibutuhkan selama nyeri
menstruasi.Handuk santasi harus digunakan sejak awal guna mengurangi
resiko infeksi.Klien dapat mengalami pendarahan, ini adalah waktu yang baik
untuk mengingatkan tentang masalah awal dan kapan harus kembali. Anda
harus mengajariklien anda cara memeriksa benang AKDR dan menganjurkan
klien untuk melakukan hal ini setiap menstruasi. (Notoarmodjo, 2010).
d. Cara Kerja
1) Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopi.
2) Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri.
3) Mencegah sperma dan ovum bertemu.
4) Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.
e. Keuntungan IUD menurut Buku Panduan Pelayanan KB,2014 MK 81 sebagai
berikut :
1) Sebagai kontrasepsi kontrasepsi, efektivitasnya tinggi.
2) AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan.
3) Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu
diganti)
4) Tidak perlu mengingat-ingat.
5) Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
6) Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
7) Tidak mempengaruhi kualitas ASI.
8) Tidak ada interaksi dengan obat.
9) Membantu mencegah kehamilan ektopik.
f. Indikasi IUD menurut Buku Panduan Pelayanan KB,2014 MK 82 sebagai
berikut :
1) Usia reproduktif.
2) Keadaan nulipara.
3) Menginginkan kontrasepsi jangka panjang.

73
4) Menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi.
5) Setelah melahirkan dan tidak menyusui.
6) Setelah abortus atau tidak ada tanda infeksi.
7) Resiko rendah IMS.
8) Tidak menghendaki hormonal.
g. Kontraindikasi menurut Buku Panduan Pelayanan KB,2014 MK 83 sebagai
berikut :
1) Sedang hamil.
2) Perdarahan yang tidak tahu sebabnya.
3) Sedang menderita infeksi pada vagina.
4) Kelainan bawaan uterus abnormal.
5) Kanker alat genetalia.
6) Ukuran rongga rahim <5 cm.
h. Efek samping menurut Buku Panduan Pelayanan KB,2014 MK 81 sebagai
berikut :
1) Perubahan siklus haid.
2) Haid lebih lama dan banyak.
3) Perdarahan (spotting)
4) Saat haid lebih sakit.
i. Waktu Pemasangan
1) 2-4 hari setelah melahirkan
2) 40 hari setelah melahirkan
3) Setelah terjadinya keguguran
4) Hari ke 3 haid sampai hari ke 10 di hitung dari hari pertama haid
5) Menggantikan metode KB lainnya
6) Pada akhir masa menstruasi karena servik agak terbuka pada waktu ini
setelah menderita abortus (segera atau dalam waktu hari apabila tidak ada
gejala infeksi)
j. Petunjuk bagi klien menurut Buku Panduan Pelayanan KB,2014 MK 88
sebagai berikut :
1) Kembali memeriksakan diri setelah 4-6 minggu pemasangan.
2) Periksa benang secara rutin setelah haid.
3) Dilepas setalah 10 tahun pemasangan, tetapi dapat dilakukan lebih awal
apabila diinginkan.
4) Kembali ke klinik apabila benang tidak teraba, AKDR terlepas, adanya
infeksi, pengeluaran cairan vagina yang mencurigakan.

74
B. IMPLANT
1) Pengertian
Implant adalah alat kontrasepsi berupa kapsul kecil karet terbuat dari
silikon, berisi levonogestrel, terdiri 6 kapsul kecil dan panjang 3 cm sebesar
batang korek api yang disusukkan di bawah kulit lengan atas bagian dalam
oleh dokter atau bidan yang sudah terlatih. Lengan yang dipasang implant
biasanya lengan dari tangan yang tidak banyak digunakan beraktifitas
(Marmi, 2016 : 235).
2) Cara Kerja
a. Lendir serviks menjadi kental.
b. Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi
implantasi.
c. Mengurangi transportasi sperma.
d. Menekan ovulasi.
(Sulistyawati, 2014 : 81).
3) Keuntungan
a. Keuntungan dari segi kontrasepsi
Daya guna tinggi, pelindungan jangka panjang,
pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan, tidak
memerlukan pemeriksaan dalam, bebas dari pengaruh estrogen, tidak
mengganggu aktifitas seksual, tidak mengganggu produksi ASI, klien
hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan, dapat dicabut setiap saat
sesuai dengan kebutuhan (Sulistyawati, 2014 : 81).
b. Keuntungan dari segi nonkontrasepsi
Mengurangi nyeri haid, mengurangi jumlah darah haid,
mengurangi/memperbaiki anemia, melindungi terjadinya kanker
endometrium (Sulistyawati, 2014 : 81).
4) Kerugian
Tidak memberikan efek protektif terhadap penyakit menular seksual
termasuk AIDS, membutuhkan tindakan pembedahan minor untuk insersi
dan pencabutan, akseptor tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian
kontrasepsi ini sesuai keinginan, akan tetapi harus pergi ke klinik, secara
kosmetik susuk Norplant dapat terlihat dari luar, terjadi perubahan pola
darah haid (spotting), hypermenore atau meningkatnya jumlah darah haid,
Amenore (20%) untuk beberapa bulan atau tahun, pemasangan dan
pencabutan perlu palatihan (Prijatni dan Rahayu, 2016 : 178).

75
5) Indikasi
Menyukai metode yang tidak memerlukan tindakan setiap hari
sebelum senggama, misalnya keharusan minum pil, menghendaki metode
yang sangat efektif untuk jangka panjang, pasca persalinan dan tidak
menyusui, tidak menyukai metode kontrasepsi hormonal yang mengandung
estrogen, atas permintaan akseptor sendiri, pada pemeriksaan tidak ada
kontra Indikasi, telah memiliki anak atau belum, menyusui dan
membutuhkan kontrasesi, tidak menginginkan anak lagi dan tidak mau
steril, riwayat kehamilan ektopik (Prijatni dan Rahayu, 2016 : 179).
6) Kontraindikasi
Hamil atau diduga hamil, perempuan dengan perdarahan pervaginam
yang belum jelas penyebabnya, memiliki benjolan/kanker payudara atau
riwayat kanker payudara, perempuan yang tidak dapat menerima perubahan
pola haid yang terjadi, memiliki miom uterus dan kanker payudara,
mengalami gangguan toleransi glukosa (Sulistyawati, 2014 : 82).
7) Efek Samping
Perdarahan bercak (spotting), hipermenorea, nyeri kepala, perubahan
berat badan, nyeri payudara, perasaan mual, perubahan perasaan (mood)
(Sulistyawati, 2014 : 82).
8) Waktu Pemasangan
a. Selama haid (dalam waktu 7 hari pertama siklus haid).
b. Pascapersalinan (3-4 minggu), bila tidak menyusukan bayinya.
c. Pascakeguguran (segera atau dalam 7 hari pertama)
d. Sedang menyusukan bayinya secara ekslusif (lebih dari 6 minggu
pascapersalinan dan sebelum 6 bulan pascapersalinan.
(Affandi, 2016 : MK-68).
9) Keadaan yang mengharuskan ibu kembali ke klinik
a. Amenore yang disertai nyeri perut bagian bawah.
b. Perdarahan dengan jumlah yang banyak.
c. Rasa nyeri pada lengan.
d. Luka bekas insisi mengeluarkan darah atau nanah.
e. Ekspulsi dari batang implant.
f. Sakit kepala hebat atau penglihatan menjadi kabur.
(Sulistyawati, 2014 : 84).
10) Jadwal Kunjungan Ulang

76
Satu minggu setelah pemasangan, satu bulan setelah pemasangan, dan
bila sewaktu-waktu ada keluhan (Marmi, 2016 : 249).

77
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pembinaan Kader

Oleh :
KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN

78
TAHUN 2019

SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Topik : Deteksi dini kehamilan Risti (Risiko Tinggi)


2. Sub Topik : KSPR (Kartu Skor Puji Rochjati)
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu
Kader dapat memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu Kader dapat melakukan Deteksi
dini kehamilan Risti (Risiko Tinggi) pada ibu hamil
5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian kehamilan
2) Definisi kehamilan resiko tinggi
3) KSPR
6. Sasaran : Ibu Kader Desa Damarwulan
7. Hari/ tanggal : Rabu, 30 Januari 2019
8. Tempat : Balai Desa Damarwulan
9. Pukul : 09.00-10.00 WIB
10. Waktu/ Durasi : 60 Menit
11. Pelaksana : a. Pasih Paulina
b. Elysa Fitri
12. Isi/ Materi : Deteksi Dini Resiko Tinggi pada ibu hamil dengan
KSPR
13. Metode Pendidikan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- tanya jawab dan diskusi
14. Media yang digunakan : a. SAP
b. lembar KSPR

79
15. Kegiatan Penyuluhan
No Tahap Metode Kegiatan Waktu Ket
Petugas Sasaran
1. Pembukaa Ceramah a. Salam pembuka a. Menjawab 5 menit
n b. Memperkenalka n diri Salam
c. Menanyakan pada b. Mendengarkan
peserta tentang c. Menjawab
pengetahuan tentang pertanyaan
KSPR (Kartu
Skor Poedji
Rochjati)

2 Penjela Ceramah a. Menjelaskan pengertian Mendengarkan dan 20 menit


san KSPR (Kartu memperhatikan.
materi Skor Poedji
Rochjati)
b. Menjelaskan tujuan
KSPR
(Kartu Skor
Poedji Rochjati)
c. Menjelaskan Manfaat
KSPR (Kartu
Skor Poedji Rochjati).
d. d. Menjelaskan cara
menggunakan KSPR
(Kartu
e. Skor Poedji
Rochjati)

3 Ta Diskusi a. Memberikan a. Mengajukan 20 menit


nya kesempatan kepada pertanyaan
- peserta untuk kepada
jaw mengajukan penyuluh
ab pertanyaan. berkaitan
b. Menjawab dengan diare.
pertanyaan b. Mendengarkan
dan
memperhatikan.

4. Um Ceramah Menanyakan kembali Menjawab 10 menit


pan- pada pertanyaan yang
bali peserta mengenai Isi diajukan penyuluh
k materi dengan tepat.

5. Penutup Ceramah a. Mengucap terima a. Mendengarkan 5 menit


kasih pada peserta. dan
b. Menyimpulkan isi memperhatikan
materi b. Menjawab
c. Salam penutup salam

80
16. Evaluasi Penyuluhan
a. Evaluasi struktur
1) Ibu Kader datang tepat waktu sesuai undangan
2) Penyelenggaraan penyuluhan diadakan di Balai desa Damarwulan
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan diadakan sebelumnya
b. Evaluasi proses
1) Ibu kader antusias terhadap materi penyuluhan dan menyimak dengan
baik
2) Ibu kader aktif bertanya
3) Media yang digunakan dalam penyuluhan kurang mendukung
dikarenakan kurangnya persiapan dari pemateri
c. Evaluasi hasil
Ibu kader mengetahui cara mendeteksi secara dini resiko tinggi pada ibu
hamil
d. Ibu kader dapat menjawab pertanyaan yang diberikan

81
MATERI

1. Kehamilan
a. Pengertian
Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai janin lahir,
lama hamil normal yaitu 280 hari atau 9 bulan 7 hari yang dihitung dari hari
pertama haid terakhir.
Sedangkan secara medis kehamilan dimulai dari proses pembuahan sel
telur wanita oleh spermatozoa dari pihak pria.
Untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan maternal selama
hamil maka ibu dianjurkan untuk mengunjungi bidan atau dokter sedini
mungkin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang disebut dengan
antenatal.
2. Definisi Kehamilan Risiko Tinggi
Kehamilan Risiko Tinggi adalah salah satu kehamilan yang di dalamnya
kehidupan atau kesehatan ibu atau janin dalam bahaya akibat gangguan
kehamilan yang kebetulan atau unik.. (Irene M. Bobak, add all, 1998)
3. KSPR (Kartu Skor Puji Rochjati)
Kartu skor poedji rochjati adalah alat sederhana dengan format yang
merupakan daftar faktor risiko dengan gambar yang cukup komunikatif, mudah
dimengerti, di terima dan digunakan oleh ibu hamil untuk sistem skoring dengan
nilai skor untuk tiap faktor risiko dan kode warna untuk pemetaan ibu resiko
tinggi.Sistem skoring didapatkan skor 2 sebagai skor awal untuk semua umur dan
paritas. (Prawirohardjo, Sarwono. 2014 : 29)
Kelompok Faktor Risiko (FR) berdasarkan kapan ditemukan, cara
pengenalan dan sifat risiko :
Kelompok FR 1 Dengan 7 terlalu dan 3 pernah, yaitu :
(Ada-Potensi-Gawat- Terlalu muda hamil ≤ 16 tahun
Obstetri/APGO) terlalu lambat hamil pertama
kawin ≥ 4 tahun
terlalu tua hamil pertama ≥ 35 tahun
terlalu cepat hamil lagi ≤ 2 tahun
terlalu lama hamil lagi ≥ 10 tahun
terlalu banyak anak 4 atau lebih
terlalu tua
umur ≥ 35 tahun
terlalu pendek ≤ 145 cm
pernah gagal kehamilan
pernah melahirkan dengan : (tarikan vakum, uri di rogoh, diberi
infuse/transfusi)
pernah operasi sesar
Kelompok FR 2 Penyakit ibu : (kurang darah, malaria, TBC paru, payah jantung,
(Ada-Gawat- diabetes, penyakit menular seksual)
Obstetri/AGO) Bengkak pada muka/tungkai dan tekanan darah tinggi

82
Hamil kembar 2 atau lebih
Hamil kembar air (hydramnion)
Bayi mati dalam kandungan
Kehamilan lebih bulan
Letak sungsang
Letak lintang
Kelompok FR 3 Perdarahan dalam kehamilan ini
(Ada-Gawat-darurat- Preeklamsia berat/kejang-kejang
obstetrik/AGDO)
Sumber : Prawirohardjo, Sarwono. 2014. Ilmu Kandungan. Jakarta : halaman 29-30.

Menurut buku KIA (2015:32) kelompok resiko bagi setiap kontak ada 3
kelompok resiko sebagai berikut:
a. Kehamilan Resiko Rendah (KRR) jumlah skor 2 dengan tanda kartu hijau
selama hamil tanpa FR. Persalinannya ditolong oleh bidan mandiri atau swasta.
b. Kehamilan Resiko Tinggi (KRT) jumlah skor 6-10, dengan kode warna
kuning. Persalinannya harus ditolong oleh bidan dan dokter di puskesmas.
c. Kehamilan Resiko Sangat Tinggi (KRST) jumlah skor >12, dengan kode
warna merah. Persalinannya di rumah sakit dan ditangani oleh Dokter Spesialis
Kandungan
Sistem Rujukan :
a. Rujukan Terencana
1. Rujukan Dini Berencana (RDB) untuk ibu dengan AGPO dan AGO.
2. Rujukan Dalam Rahim (RDR), bagi janin yang ada masalah.
b. Rujukan Tepat Waktu (RTW) untuk ibu dengan AGDO.
Pertolongan persalinan sesuai dengan skor KSPR yaitu :
a. Ibu hamil dengan skor 6 dianjurkan untuk bersalin ditolong oleh tenaga
kesehatan (Bidan)
b. Bila skor 12 atau lebih di anjurkan bersalin di RS / SpOG.

83
84
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(Pencegahan Demam Berdarah di Balai Desa Damarwulan)

Oleh :
KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

85
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Topik : Demam Berdarah Dangue (DBD)


2. Sub Topik : Pencegahan Demam Berdarah Dangue (DBD)
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu PKK
dapat memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu Balita dapat melakukan
pencegahan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD).
5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian Demam Berdarah Dangue (DBD)
2) Cara Penularan Demam Berdarah Dangue (DBD)
3) Ciri-ciri Nyamuk
4) Gejala dan Tanda Demam Berdarah Dangue (DBD)
5) Pencegahan Demam Berdarah Dangue (DBD)
6) Pengobatan Demam Berdarah Dangue (DBD)
6. Sasaran : Ibu PKK
7. Hari/ tanggal : Kamis, 17 Januari 2019
8. Tempat : Balai Desa Damarwulan
9. Pukul : 09.00-09.30 WIB
10. Waktu/ Durasi : 30 Menit
11. Pelaksana : a. Anisa’ Fitrianingrum
b. Dian Ferliya Anggraeni
12. Isi/ Materi : Pencegahan Demam Berdarah Dangue (DBD)
13. Metode Pendidikan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
14. Media yang digunakan : a. SAP
b. Leafleat

86
15. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media dan Alat
Penyuluhan
Pendahuluan 4) Memberi salam, Memperhatikan
(5 Menit) memperkenalkan diri dan dan memberikan
membuka penyuluhan. umpan balik SAP
5) Menjelaskan materi secara positif
umum.
6) Menjelaskan tentang TIU
dan TIK.

Pretest 3) Memberi pertanyaan (tanya Memberikan


(5 menit) jawab) terkait dengan umpan balik Leafleat
materi positif
Penyajian 3) Menjelaskan Demam Memperhatikan
(15 Menit) Berdarah Dangue (DBD)
Penutup 4) Melakukan tanya jawab. Audiens aktif Leafleat dan
(5 Menit) 5) Membuat kesimpulan. bertanya kamera
6) Mengucapkan salam.
7) dokumentasi

16. Evaluasi Penyuluhan


a. Evaluasi struktur
1) Ibu Balita dan Balita hadir di tempat penyuluhan
2) Penyelenggaraan penyuluhan diadakan di Balai desa Damarwulan
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan diadakan sebelumnya
b. Evaluasi proses
1) Sebagian ibu PKK antusias terhadap materi penyuluhan
2) Ibu PKK mengajukan pertanyaan
c. Evaluasi hasil
1) Ibu mengetahui Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dangue)
2) Ibu PKK hadir saat pertemuan

87
Materi Demam Berdarah Dengue (DBD)
1. Pengertian
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus dan ditularkan oleh nyamuk Aedesaegypti yang sering menimbulkan
wabah dan kematian dimana vaksin untuk mencegahnya belum ditemukan.
2. Cara Penularan
Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedesaegypti.Penularan
dapat terjadi bila ada tiga factor yang berperan yaitu manusia, virus dengue dan
nyamuk Aedesaegypti.
a. Bila nyamuk Aedesaegypti menggigit/mengisap darah manusia penderita
DBD, maka virus dengue ikut terhisap dan akan berkembangbiak dan
menyebar keseluruh tubuh nyamuk termasuk pada kelenjar liurnya.
b. Bila nyamuk menggigit/mengisap darah orang yang sehat maka virus tersebut
akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.
c. Jika orang yang ditularkan tidak memiliki kekebalan maka ia akan segera
menderita DBD dalam waktu 7 hari.
3. Ciri-ciri Nyamuk Aedesaegypti
Nyamuk berwarna hitam dengan bercak putih dipunggung. Hidup disekitar
rumah dan berkembangbiak di tempat penampungan air dan tidak beralaskan
tanah seperti bak mandi, tempayan, drum, vas bunga dan barang-barang yang
dapat menampung air seperti kaleng kosong, ban bekas, pot penanaman air,
tempat minuman burung dan lain-lain. Jarak terbang kira-kira 100 meter.Istirahat
di tempat gelap dan lembab.Menggigit manusia pada siang hari.
4. Gejala dan Tanda
Mendadak demam tanpa sebab yang jelas, berlangsung 2-7 hari. Tanda-tanda
perdarahan seperti bintik-bintik merah pada kulit seperti bekas digigit nyamuk
Kadang-kadang terjadi mimisan, muntah darah dan bab berdarah. Kadang-kadang
nyeri uluh hati karena perdarahan pada lambung.Bila sudah parah penderita
gelisah, ujung tangan dan kaki dingin, hal tersebut disebut dengan syok.
5. Pencegahan dan Pemberantasan
Pemberantasan nyamuk dewasa dilakukan dengan penyemprotan / pengasapan
/ fogging dengan menggunakan insektisida.Fogging dilakukan di dalam
maupundiluar rumah.Cara yang paling tepat dan sederhana dengan memberantas
jentik-jentik nyamuk Aedesaegypti di tempat berkembangbiaknya.Cara ini
dikenal dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) DBD secara teratur
sekurang-kurangnya seminggu sekali. PSN-DBD dapat dilakukan dengan cara :

88
a. Fisik
Cara ini dikenal dengan 3 M : menguras dan menyikat bak mandi, WC
dan lain-lain, menutup tempat penampungan air di rumah tangga seperti
tempayan, drum dan lain-lain, mengubur, menyingkirkan dan memusnakan
barang-baranag bekas seperti kaleng, ban, barang plastic dan lain-lain.
b. Kimia
Cara memberantas jentik dengan menaburkan bubuk abate pada tempat-
tempat penampungan air yang sulit dikuras dan didaerah yang air besih
nyasulit di dapat sehingga perlu penampung air hujan. Takaran yang dipakai
adalah 1 sendok makan peresuntuk 100 liter air.
c. Biologi
Cara memberantas jentik dengan cara memeliharaikan pemakan jentik
seperti ikan kepala timah, ikan gupi, ikan cupang/tempalo dan lain-lain.
6. Pengobatan
Beri minum sebanyak-banyaknya.Berikan kompres bila demam.Berikan obat
penurunpana smisalnya parasetamol sesuai dengan dosis.Harus segera di bawa
kepelayanan kesehatan. Laporkan segera ke Puskesmas terdekat untuk mendapat
upaya penanggulangan seperti fogging agar tidak terjadi penyebaran.

89
90
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(Pencegahan Demam Berdarah di Posyandu Dusun Jatirejo)

Oleh :
KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

91
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Topik : Demam Berdarah Dangue (DBD)


2. Sub Topik : Pencegahan Demam Berdarah Dangue (DBD)
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu Balita
dapat memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu Balita dapat melakukan
pencegahan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD).
5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian Demam Berdarah Dangue (DBD)
2) Cara Penularan Demam Berdarah Dangue (DBD)
3) Ciri-ciri Nyamuk
4) Gejala dan Tanda Demam Berdarah Dangue (DBD)
5) Pencegahan Demam Berdarah Dangue (DBD)
6) Pengobatan Demam Berdarah Dangue (DBD)
6. Sasaran : Ibu Balita Posyandu
7. Hari/ tanggal : senin, 21 Januari 2019
8. Tempat : Posyandu Dusun Jatirejo
9. Pukul : 09.00-09.30 WIB
10. Waktu/ Durasi : 30 Menit
11. Pelaksana : a. Noor Eka Setyani
b. Dian Ferliya A.
12. Isi/ Materi : Pencegahan Demam Berdarah Dangue (DBD)
13. Metode Pendidikan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
14. Media yang digunakan : a. SAP
b. Leafleat

92
15. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Media dan
Kegiatan Alat
Penyuluhan
Pendahuluan 7) Memberi salam, Memperhatikan
(5 Menit) memperkenalkan diri dan memberikan
dan membuka umpan balik SAP
penyuluhan. positif
8) Menjelaskan materi
secara umum.
9) Menjelaskan tentang
TIU dan TIK.
Pretest 4) Memberi pertanyaan Memberikan
(5 menit) (tanya jawab) terkait umpan balik Leafleat
dengan materi positif
Penyajian 4) Menjelaskan Demam Memperhatikan
(15 Menit) Berdarah Dangue (DBD)
Penutup 8) Melakukan tanya jawab. Audiens aktif Leafleat dan
(5 Menit) 9) Membuat kesimpulan. bertanya kamera
10) Mengucapkan salam.
11) dokumentasi

16. Evaluasi Penyuluhan


a. Evaluasi struktur
1) Ibu Balita dan Balita hadir di tempat penyuluhan
2) Penyelenggaraan penyuluhan diadakan di Balai desa Damarwulan
3) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan diadakan sebelumnya
b. Evaluasi proses
1) Sebagian ibu PKK antusias terhadap materi penyuluhan
2) Ibu PKK mengajukan pertanyaan
c. Evaluasi hasil
1) Ibu mengetahui Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dangue)
2) Ibu PKK hadir saat pertemuan

93
Materi Demam Berdarah Dengue (DBD)
1. Pengertian
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus dan ditularkan oleh nyamuk Aedesaegypti yang sering menimbulkan
wabah dan kematian dimana vaksin untuk mencegahnya belum ditemukan.
2. Cara Penularan
Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedesaegypti.Penularan
dapat terjadi bila ada tiga factor yang berperan yaitu manusia, virus dengue dan
nyamuk Aedesaegypti.
d. Bila nyamuk Aedesaegypti menggigit/mengisap darah manusia penderita
DBD, maka virus dengue ikut terhisap dan akan berkembangbiak dan
menyebar keseluruh tubuh nyamuk termasuk pada kelenjar liurnya.
e. Bila nyamuk menggigit/mengisap darah orang yang sehat maka virus tersebut
akan dipindahkan bersama air liur nyamuk.
f. Jika orang yang ditularkan tidak memiliki kekebalan maka ia akan segera
menderita DBD dalam waktu 7 hari.
3. Ciri-ciri Nyamuk Aedesaegypti
Nyamuk berwarna hitam dengan bercak putih dipunggung. Hidup disekitar
rumah dan berkembangbiak di tempat penampungan air dan tidak beralaskan
tanah seperti bak mandi, tempayan, drum, vas bunga dan barang-barang yang
dapat menampung air seperti kaleng kosong, ban bekas, pot penanaman air,
tempat minuman burung dan lain-lain. Jarak terbang kira-kira 100 meter.Istirahat
di tempat gelap dan lembab.Menggigit manusia pada siang hari.
4. Gejala dan Tanda
Mendadak demam tanpa sebab yang jelas, berlangsung 2-7 hari. Tanda-tanda
perdarahan seperti bintik-bintik merah pada kulit seperti bekas digigit nyamuk
Kadang-kadang terjadi mimisan, muntah darah dan bab berdarah. Kadang-kadang
nyeri uluh hati karena perdarahan pada lambung.Bila sudah parah penderita
gelisah, ujung tangan dan kaki dingin, hal tersebut disebut dengan syok.
5. Pencegahan dan Pemberantasan
Pemberantasan nyamuk dewasa dilakukan dengan penyemprotan / pengasapan
/ fogging dengan menggunakan insektisida.Fogging dilakukan di dalam
maupundiluar rumah.Cara yang paling tepat dan sederhana dengan memberantas
jentik-jentik nyamuk Aedesaegypti di tempat berkembangbiaknya.Cara ini
dikenal dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) DBD secara teratur
sekurang-kurangnya seminggu sekali. PSN-DBD dapat dilakukan dengan cara :

94
a. Fisik
Cara ini dikenal dengan 3 M : menguras dan menyikat bak mandi, WC
dan lain-lain, menutup tempat penampungan air di rumah tangga seperti
tempayan, drum dan lain-lain, mengubur, menyingkirkan dan memusnakan
barang-baranag bekas seperti kaleng, ban, barang plastic dan lain-lain.
b. Kimia
Cara memberantas jentik dengan menaburkan bubuk abate pada tempat-
tempat penampungan air yang sulit dikuras dan didaerah yang air besih
nyasulit di dapat sehingga perlu penampung air hujan. Takaran yang dipakai
adalah 1 sendok makan peresuntuk 100 liter air.
c. Biologi
Cara memberantas jentik dengan cara memeliharaikan pemakan jentik
seperti ikan kepala timah, ikan gupi, ikan cupang/tempalo dan lain-lain.
6. Pengobatan
Beri minum sebanyak-banyaknya.Berikan kompres bila demam.Berikan obat
penurunpana smisalnya parasetamol sesuai dengan dosis.Harus segera di bawa
kepelayanan kesehatan. Laporkan segera ke Puskesmas terdekat untuk mendapat
upaya penanggulangan seperti fogging agar tidak terjadi penyebaran.

95
7. Leaflet

96
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di TK Kusuma Mulya

Oleh :
KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

97
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Topik : Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di TK


Ksusma Mulya
2. Sub Topik : - Pengertian hidup bersih dan sehat
- Manfaat hidup bersih dan sehat
- Indikator perilaku hidup bersih dan sehat
- cara mencuci tangan yang benar
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu balita
dapat memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
5. Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan murid TK dan wali murid dapat
menerapkan pola hidup sehat dan bersih di rumah
6. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian hidup bersih dan sehat
2) Manfaat hidup bersih dan sehat
3) Indikator hidup bersih dan sehat
4) Mempraktekkan cuci tangan yang benar
7. Sasaran : Anak TK dan wali murid
8. Hari/ tanggal : Senin, 28 Januari 2019
9. Tempat : TK Kusuma Mulya
10. Pukul : 08.00-08.50 WIB
11. Waktu/ Durasi : 50 Menit
12. Pelaksana : Mahasiswa Stikes Pamenang Prodi Kebidanan
13. Isi/ Materi : pengertian,manfaat dan kriteria PHBS dan cuci
tangan yang benar
14. Metode penyuluhan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
- Game
15. Media yang digunakan : a. SAP
b. Audio

98
16. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan sasaran Media
5 menit 1. Memberikan salam - Menjawab salam
pembukaan - memperhatikan microfon
2. Memperkenalkan diri
15 menit 1. Mengatur posisi anak- - Anak-anak mengikuti - Audio
anak untuk persiapan instruksi untuk
senam berbaris
2. Melakukan senam - Anak-anak menirukan
bersama gerakan senam
15 menit 1. Memberikan instruksi - Anak-anak keluar dan Audio
anak-anak untuk ke membuat lingkaran
halaman besar
2. Memberitahu kepada - Memperhatikan
anak-anak tentang penjelasan yang
Perilaku Hidup Bersih diberikan
dan Sehat - Seluruh anak Tapos
3. Mengajak semua dan ibu Guru ikut
anak-anak untuk bernyanyi dan antusias
bernyanyi cuci tangan - Anak-anak tapos
4. Mengajak anak-anak antusias praktik cuci
untuk praktik cuci tangan
tangan satu persatu
10 menit 1. Pembagian ikan - Anak tapos senang Ikan
kepada anak tapos dengan pembagian
untuk mencegah ikan, dan semangat
terjadinya DBD dan untuk menaruh di bak
menganjurkan untuk kamar mandi
menaruh di kamar
mandi masing-masing
5 menit 1. Mengucapkan salam - Menjawab salam Kamera
penutup dan foto
bersama

17. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Anak Tapos dan Orangtua hadir di tempat penyuluhan
b. Penyuluhan di laksanakan di Tapos di Gedung Balai Desa Damarwulan
2. Evaluasi Proses
a. Anak-anak Tapos antusias praktik cuci tangan yang benar
b. Orangtua anak tapos antusias dalam mendengarkan penyuluhan mengenai
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
3. Evaluasi Hasil
a. Anak tapos mengetahui cara cuci tangan yang benar
b. Anak tapos mengetahui kapan harus cuci tangan
c. Orangtua anak tapos mengetahui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

99
Materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

1. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga
anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang
kesehatan.
2. Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
a. Manfaat
1) Keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit
2) Anak tumbuh sehat dan cerdas
3. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
a. Potong kuku secara teratur
b. Olahraga teratur
c. Menggunakan air bersih
d. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
e. Cuci tangan sebelum makan, sesudah makan, selesai bermain, selesai
bermain tanah dan memegang benda
f. Membuang sampah pada tempatnya
g. Makan makanan yang bergizi seperti sayuran dan buah-buahan
h. Minum air putih yang banyak

100
101
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SDN Damarwulan 1

Oleh :
KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

102
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Topik : Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di


Taman Posyandu Desa Damarwulan
2. Sub Topik :- Pengertian hidup bersih dan sehat
- Manfaat hidup bersih dan sehat
- Indikator perilaku hidup bersih dan sehat
- cara mencuci tangan yang benar
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu
balita dapat memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan anak Tapos dan wali murid dapat
menerapkan pola hidup sehat dan bersih di rumah
5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian hidup bersih dan sehat
2) Manfaat hidup bersih dan sehat
3) Indikator hidup bersih dan sehat
4) Mempraktekkan cuci tangan yang benar
6. Sasaran : Anak tapos dan wali murid
7. Hari/ tanggal : Selasa, 29 Januari 2019
8. Tempat : Taman Posyandu Damarwulan
9. Pukul : 08.00-08.50 WIB
10. Waktu/ Durasi : 50 Menit
11. Pelaksana : Mahasiswa Stikes Pamenang Prodi Kebidanan
12. Isi/ Materi : pengertian,manfaat dan kriteria PHBS dan cuci
tangan yang benar
13. Metode penyuluhan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
- Game
14. Media yang digunakan : a. SAP
b. Audio

103
15. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan sasaran Media
5 menit 1. Memberikan salam - Menjawab salam
pembukaan - memperhatikan microfon
2. Memperkenalkan diri
15 menit 1. Mengatur posisi anak- - Anak-anak mengikuti - Audio
anak untuk persiapan instruksi untuk berbaris
senam - Anak-anak menirukan
2. Melakukan senam gerakan senam
bersama
15 menit 1. Memberikan instruksi - Anak-anak keluar dan audio
anak-anak untuk ke membuat lingkaran besar
halaman - Memperhatikan
2. Memberitahu kepada penjelasan yang
anak-anak tentang diberikan
Perilaku Hidup Bersih - Seluruh anak Tapos dan
dan Sehat ibu Guru ikut bernyanyi
3. Mengajak semua anak- dan antusias
anak untuk bernyanyi - Anak-anak tapos
cuci tangan antusias praktik cuci
4. Mengajak anak-anak tangan
untuk praktik cuci
tangan satu persatu
10 menit 1. Pembagian ikan kepada - Anak tapos senang Ikan
anak tapos untukM dengan pembagian ikan,
mencegah terjadinya dan semangat untuk
DBD dan menaruh di bak kamar
menganjurkan untuk mandi
menaruh di kamar
mandi masing-masing
5 menit 2. Mengucapkan salam - Menjawab salam Kamera
penutup dan foto
bersama

16. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Anak Tapos dan Orangtua hadir di tempat penyuluhan
b. Penyuluhan di laksanakan di Tapos di Gedung Balai Desa Damarwulan
2. Evaluasi Proses
a. Anak-anak Tapos antusias praktik cuci tangan yang benar
b. Orangtua anak tapos antusias dalam mendengarkan penyuluhan mengenai
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
3. Evaluasi Hasil
a. Anak tapos mengetahui cara cuci tangan yang benar
b. Anak tapos mengetahui kapan harus cuci tangan
c. Orangtua anak tapos mengetahui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

104
Materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

1. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga
anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang
kesehatan.
2. Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
a. Manfaat
1) Keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit
2) Anak tumbuh sehat dan cerdas
3. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
a. Potong kuku secara teratur
b. Olahraga teratur
c. Menggunakan air bersih
d. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
e. Cuci tangan sebelum makan, sesudah makan, selesai bermain, selesai bermain
tanah dan memegang benda
f. Membuang sampah pada tempatnya
g. Makan makanan yang bergizi seperti sayuran dan buah-buahan
h. Minum air putih yang banyak

105
106
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
di Taman Posyandu Desa Damarwulan

Oleh :
KELOMPOK DAMARWULAN

AKADEMI KEBIDANAN PAMENANG PARE KEDIRI


PRODI D.III KEBIDANAN
TAHUN 2019

107
SAP
(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

1. Topik : Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di


Taman Posyandu Desa Damarwulan
2. Sub Topik : - pengertian hidup bersih dan sehat
- Manfaat hidup bersih dan sehat
- Indikator perilaku hidup bersih dan sehat
- cara mencuci tangan yang benar
3. Tujuan Pendidikan : Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ibu
balita dapat memahami tujuan umum dan khusus.
4. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan anak Tapos dan wali murid dapat
menerapkan pola hidup sehat dan bersih di rumah
5. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta dapat menjelaskan kembali
tentang :
1) Pengertian hidup bersih dan sehat
2) Manfaat hidup bersih dan sehat
3) Indikator hidup bersih dan sehat
4) Mempraktekkan cuci tangan yang benar
6. Sasaran : Anak tapos dan wali murid
7. Hari/ tanggal : Selasa, 29 Januari 2019
8. Tempat : Taman Posyandu Damarwulan
9. Pukul : 08.00-08.50 WIB
10. Waktu/ Durasi : 50 Menit
11. Pelaksana : Mahasiswa Stikes Pamenang Prodi Kebidanan
12. Isi/ Materi : pengertian,manfaat dan kriteria PHBS dan cuci
tangan yang benar
13. Metode penyuluhan : Metode yang digunakan yaitu
- Ceramah
- Simulasi, tanya jawab dan diskusi
- Game
14. Media yang digunakan : a. SAP
b. Audio

108
15. Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan sasaran Media
5 menit 1. Memberikan salam - Menjawab salam
pembukaan - memperhatikan microfon
2. Memperkenalkan diri
15 menit 1. Mengatur posisi anak- - Anak-anak mengikuti - Audio
anak untuk persiapan instruksi untuk
senam berbaris
2. Melakukan senam - Anak-anak menirukan
bersama gerakan senam
1. Memberikan instruksi a.- e Anak-anak keluar dan Audio
anak-anak untuk ke n membuat lingkaran
halaman i besar
2. Memberitahu kepada - t Memperhatikan
anak-anak tentang penjelasan yang
Perilaku Hidup Bersih diberikan
dan Sehat - Seluruh anak Tapos
3. Mengajak semua dan ibu Guru ikut
anak-anak untuk bernyanyi dan antusias
bernyanyi cuci tangan - Anak-anak tapos
4. Mengajak anak-anak antusias praktik cuci
untuk praktik cuci tangan
tangan satu persatu
10 menit 1. Pembagian ikan - Anak tapos senang Ikan
kepada anak tapos dengan pembagian
untuk mencegah ikan, dan semangat
terjadinya DBD dan untuk menaruh di bak
menganjurkan untuk kamar mandi
menaruh di kamar
mandi masing-masing
5 menit 1. Mengucapkan salam - Menjawab salam Kamera
penutup dan foto
bersama

16. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Anak Tapos dan Orangtua hadir di tempat penyuluhan
b. Penyuluhan di laksanakan di Tapos di Gedung Balai Desa Damarwulan
2. Evaluasi Proses
a. Anak-anak Tapos antusias praktik cuci tangan yang benar
b. Orangtua anak tapos antusias dalam mendengarkan penyuluhan mengenai
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
3. Evaluasi Hasil
a. Anak tapos mengetahui cara cuci tangan yang benar
b. Anak tapos mengetahui kapan harus cuci tangan
c. Orangtua anak tapos mengetahui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

109
Materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

1. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga
anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang
kesehatan.
2. Manfaat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
b. Manfaat
3) Keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit
4) Anak tumbuh sehat dan cerdas
3. Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
a. Potong kuku secara teratur
b. Olahraga teratur
c. Menggunakan air bersih
d. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun
e. Cuci tangan sebelum makan, sesudah makan, selesai bermain, selesai bermain
tanah dan memegang benda
f. Membuang sampah pada tempatnya
g. Makan makanan yang bergizi seperti sayuran dan buah-buahan
h. Minum air putih yang banyak

110
111