Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

Mengembangkan Konsep dan Sistem Geometris

Disusun untuk memenuhi salah satu nilai Tugas Kelompok Mata Kuliah Pembelajaran
Matematika Lanjut di SD

Dosen Pengampu : Nursiwi Nugraheni, S. Si., M. Pd.

Disusun oleh :

Kelompok 2

1. Venny Aprilia (1401419006)


2. Siti Rahayu Novitasari (1401419007)
3. Linda Setianti (1401419008)
4. Mega Pratiwi (1401419010)

ROMBEL A

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TAHUN 2021
Kata Pengantar

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya lah
kami bisa menyelesaikan tugas makalah “Mengembangkan Konsep dan Sistem Geometris”.
Adapun tujuan kami membuat makalah ini untuk memenuhi tugas dari Dosen Pengampu Nursiwi
Nugraheni, S. Si., M. Pd pada mata kuliah Pembelajaran Matematika Lanjut di SD.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat masih banya kekurangan dan jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, mohon para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang
membangun agar bisa menyempurnakan makalah ini.

Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang berperan dalam
penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan juga
penulis.

Semarang, 15 Maret 2021

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Selama bertahun-tahun, instruksi geometri terbatas pada penamaan bentuk dan sudut
pengukuran. Saat ini, geometri memainkan peran sentral dalam matematika sekolah
dasar. Sistem metrik geografi dan pengertian spasial bermitra dengan sistem bilangan dan
pemikiran numerik sebagai dasar untuk matematika dasar dan yang lebih tinggi.
Geometri juga memiliki banyak aplikasi praktis. Banyak aktivitas sehari-hari
membutuhkan indra spasial untuk memberikan orientasi dengan lingkungan sekitar,
apakah menemukan sekumpulan kunci yang hilang, melakukan perjalanan ke toko bahan
makanan, atau berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain.
Orang menggunakan pengertian spasialnya untuk mengatur furnitur, mengemas
koper, dan memarkir mobil. Mereka juga menggunakan hubungan geometris untuk
mengukur jarak dan memperkirakan panjang dan luas. Pemikiran geometris dan visual
sangat penting dalam seni, arsitektur, desain, grafik, animasi, dan lusinan pengaturan
kejuruan dan rekreasi lainnya.
Siswa sering menghadapi masalah dalam mempelajari dan menyelesaikan soal
berbagai bidang matematika, termasuk geometri dan pengukuran. Dari sudut pandang
psikologi, geometri dan pengukuran merupakan penyajian abstraksi dari pengalaman
visual dan spa-sial, misalnya bidang, pola, pengukuran dan pemetaan. Dari sudut
pandang matematika, geometri menyediakan pendekatan-pendekatan untuk pemecahan
masalah, misalnya gambar-gambar, diagram, sistem koordinat, vektor, dan transformasi.
Materi seperti ini biasa-nya dilakukan melalui penurunan konsep-konsep dan “segudang”
rumus secara deduktif. Pengajaran tradisional melalui penurunan secara deduktif pada
konsep-konsep geometri dan pengukuran membuatnya menjadi salah satu pelajaran yang
sulit dan membosankan karena anak harus menghafal semua rumus pada semua bidang,
pola, pengukuran dan pemetaan.
Pengalaman yang kaya dalam geometri mengembangkan keterampilan pemecahan
masalah dan penalaran dan terhubung dengan banyak topik lain dalam matematika dan
dengan dunia nyata.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari geometri?
2. Bagaimana peran penting geometri dalam dunia anak dan dalam kurikulum sekolah
dasar dan menengah ?
3. Bagaimana pentingnya pengertian spasial dalam matematika dan tujuh
keterampilan itu mendefinisikan pengertian spasial ?
4. Bagaimana tahapan perkembangan pemahaman anak tentang geometri ?
5. Apa saja empat sistem geometri ?
6. Apa saja kegiatan dan bahan yang mengembangkan konsep geologi topologi?
7. Bagaimana kegiatan pembelajaran tentang titik, garis, sinar, dan ruas garis?
8. Bagaimana konsep tentang simetri, similarity, dan kongruensi?
9. Apa yang dimaksud dengan geometri transformasional?
10. Apa yang dimaksud dengan Teorema Pythagoras?

C. Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian geometri.
b. Untuk mengetahui peran penting geometri dalam dunia anak dan dalam kurikulum
sekolah dasar dan menengah.
c. Untuk mengetahui pentingnya pengertian spasial dalam matematika dan tujuh
keterampilan mendefinisikan pengertian spasial.
d. Untuk mengetahui tahapan perkembangan pemahaman anak tentang geometri.
e. Untuk mengetahui empat sistem geometri.
f. Untuk mengetahui kegiatan dan bahan yang mengembangkan konsep geologi
topologi.
g. Untuk mengetahui kegiatan pembelajaran tentang titik, garis, sinar, dan ruas garis.
h. Untuk mengetahui konsep tentang simetri, similarity, dan kongruensi.
i. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan geometri transformasional.
j. Untuk mengetahui apa yang dikasud dengan Teorema Pythagoras.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Geometri
Geometri adalah bagian dari segala hal yang dilakukan manusia. Untuk
mendeskripsikan dan memahami dunia dua dan tiga dimensi yang kita tinggali,
matematikawan telah mengembangkan beberapa sistem geometris yang berbeda.
Geometri membantu kita mewakili dan mendeskripsikan secara tertib dunia tempat
kita tinggal Anak-anak secara alami tertarik pada geometri dan menganggapnya menarik
dan memotivasi kemampuan spasial mereka sering kali melebihi keterampilan numerik
mereka, dan memanfaatkan kekuatan ini dapat menumbuhkan minat pada matematika
dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan bilangan (Dewan Nasional Guru
Matematika 1989, hlm.48

Menurut Clements Geometri membangun konsep dimulai dengan


mengidentifikasi bentuk-bentuk dan menyelidiki bangunan dan memisahkan gambar-
gambar seperti segi empat, lingkaran, segitiga. Secara Umum geometri adalah merupakan
suatu ilmu di dalam sistem matematika yang di dalamnya mempelajari garis, ruang, dan
volume yang bersifat abstrak dan berkaitan satu sama lain.
Jenis-jenis geometri diantaranya :

1. Geometri bidang yaitu mempelajari tentang garis, kurva, sudut, dan polygon
dalam bidang.
2. Geometri bangun ruang yaitu mempelajari tentang kerucut, bola silinder, dan
kurva polihedra dalam ruang tiga dimensi
3. Geometri diferensial yaitu aplikasi kalkulus dalam geometri untuk mempelajari
sifat-sifat lokal dari kurva
4. Geometri deskriptif yaitu teknik matematika yang digunakan untuk
mendeskripsikan hubungan geometris dari permukaan tiga dimensi pada suatu
permukaan bidang
5. Geometri analitik yaitu aplikasi metode aljabar pada geometri dimana garis-garis
dan kurva-kurva dinyatakan dalam persamaan aljabar.
B. Peran Penting Geometri
Menurut Baki (2014) geometri sangat penting diajarkan dari sekolah dasar, karena
banyak siswa yang masih kesulitan dalam mempelajari geometri. Pada tingkat Sekolah
Menengah Pertama, ada 42% materi yang diajarkan berupa materi geometri. Noparit
(2014) mengemukakan bahwa geometri memainkan peran penting dalam kurikulum
matematika sekolah. Geometri juga terkait dengan banyak bidang lain dalam matematika
seperti pengukuran, aljabar, kalkulus, dan trigonometri dan digunakan setiap hari oleh
arsitek, insinyur, fisikawan, surveyor tanah dan banyak lagi profesional (Russell, 2014).
Untuk memahami materi tentang geometri, siswa mengalami tahapan tingkat berpikir.
Tingkat berpikir siswa akan terbentuk dan terlihat dari hasil proses pembelajaran dengan
teori Van Hiele, dengan demikian siswa berada pada tahap yang mana pada teori Van
Hiele.

C. Bentuk-Bentuk Bangun Geometri


Bentuk dari geometri yaitu bangun datar dan bangun ruang. Berikut merupakan bentuk-
bentuk dari geometri :
1. Bangun datar
Bangun datar adalah nama bagi kelompok bangun-bangun dua dimensi, di antaranya:
a. Persegi

b. Persegi panjang
c. Segitiga siku-siku

d. Segitiga sama kaki dan sama sisi

e. Jajaran genjang
f. Trapesium

g. Layang-layang dan belah ketupat

h. Lingkaran

2. Bangun Ruang
Bangun ruang adalah nama bagi bangunan-bangunan tiga dimensi atau bangunan yang
mempunyai ruang yang dibatasi oleh sisi-sisinya, di antaranya:

a. Kubus
b. Balok

c. Limas

d. Prisma
e. Tabung

f. Kerucut

g. Bola

D. Poligon
 Pengertian Poligon
Polygon adalah rangkaian titik-titik secara berurutan, sebagai kerangka dasar pemetaan.
Untuk kepentingan kerangka dasar, titik-titik poligon tersebut harus diketahui atau
ditentukan posisinya atau koordinatnya. Bentuk poligon adalah bentuk tertutup dengan
sisi yang terdiri dari garis lurus.

1. Ciri-ciri bentuk poligon

a. Memiliki bentuk yang tertutup

b. Sisi ter diri dari garis lurus

 Macam-macam Poligon
Poligon dapat dibelakang berdasarkan dari bentuk dan titik ikatnya seperti yang kita
kenal dalam geometri. Penggolongan jenis poligon dapat dilakukan berdasarkan dasar
yang digunakan dalam penggolongan tersebut. Dalam tulisan ini poligon digolongkan
hanya berdasarkan bentuk dan besarnya sudut saja. Berdasarkan bentuknya poligon
dibedakan menjadi poligon beraturan dan poligon tidak beraturan. Sedangkan
berdasarkan besar sudutnya poligon dibedakan menjadi poligon convex dan poligon
concave. Berikut ini penjelasan mengenai jenis poligon berdasarkan bentuk dan besar
sudutnya.
a. Poligon beraturan
Poligon beraturan mempunyai seluruh sisi dan sudut yang sama besar.

b. Poligon tidak beraturan


Poligon Tidak Beraturan mempunyai panjang sisi dan besar sudut yang tidak sama.

c. Poligon convex
Poligon Convex mempunyai setiap sudut yang kurang dari 180°.

d. Poligon concave
Poligon concave mempunyi salah satu sudutnya lebih besar dari 180°.

2. Contoh soal evaluasi


1. Gambar manakah yang merupakan bentuk Poligon?
2. Berapakah jumlah Poligon pada gambar di bawah ini?

E. Pengertian Spasial dalam Matematika


Pengertian spasial, juga disebut persepsi spasial atau visualisasi spasial, membantu
siswa memahami hubungan antara objek dan lokasinya dalam dunia tiga dimensi. Ini juga
membantu mereka untuk menyesuaikan diri dalam dunia tiga dimensi mereka. Pengertian
spasial adalah kemampuan untuk mempersepsikan objek dalam hubungannya dengan
satu sama lain dan dengan diri sendiri, kemampuan untuk mengubah orientasi suatu objek
secara mental dalam hubungannya dengan objek lain atau dengan diri sendiri.
Pengertian spasial adalah perasaan intuitif untuk lingkungan seseorang dan objek di
dalamnya. Untuk mengembangkan pengertian spasial, anak harus memiliki banyak
pengalaman yang berfokus pada hubungan geometris arah, orientasi, dan perspektif objek
dalam ruang, bentuk dan ukuran relatif dari sosok dan objek, dan bagaimana perubahan
bentuk berkaitan dengan perubahan ukuran ( Dewan Nasional Guru Matematika ematika,
1989, p.49)
Salah satu dari delapan kecerdasan ganda yang dikemukakan oleh Howard Gardner
(1982) adalah kemampuan spasial yang dimiliki semua orang dan dapat dikembangkan
melalui pengalaman. Nyatanya, banyak ilmuwan besar, ahli matematika, dan penemu -
termasuk Einstein - melaporkan bahwa mereka melihat bagaimana sesuatu bekerja
sebelum mereka mampu menjelaskan atau mendemonstrasikan penemuan mereka.

Del Grande dan Mor row (1989, hlm. 1-3) mengidentifikasi tujuh keterampilan yang
berkontribusi pada pengertian spasial

1) Koordinasi mata-motorik adalah kemampuan mengkoordinasikan mata dengan


bagian tubuh lainnya dalam berbagai aktivitas.
2) Gambar-dasar persepsi adalah tindakan visual untuk mengidentifikasi sosok
dengan latar belakang yang kompleks.
3) Keteguhan persepsi adalah kemampuan untuk mengenali sosok atau objek dalam
ruang, tanpa memandang ukuran, posisi, atau orientasinya.
4) Persepsi posisi-dalam-ruang adalah kemampuan untuk menghubungkan suatu
objek dalam ruang dengan diri sendiri.
5) Persepsi hubungan spasial adalah kemampuan untuk melihat dua atau lebih objek
dalam hubungannya dengan diri sendiri atau dalam hubungannya satu sama lain
6) Diskriminasi visual adalah kemampuan untuk membedakan persamaan dan
perbedaan antara atau antar objek.
7) Memori visual adalah kemampuan untuk mengingat objek yang tidak lagi terlihat

F. Tahapan Perkembangan Pemahaman Anak Tentang Geometri


Pierre Marie van Hiele-Geldof dan Dina van Hiele (suami dan istri yang merupakan
guru sekolah menengah dan matematikawan Belanda) menghabiskan waktu bertahun-
tahun untuk menyelidiki dan menjelaskan bagaimana anak-anak mengembangkan
pemahaman mereka tentang geometri Euclidean (Fuys & Tischler, 1988, hlm.7) .
Mereka menyimpulkan bahwa individu melewati lima tahap pemahaman geometris:
Tahap 0 : Visualisasi-mengenali dan memberi nama file angka.
Tahap 1 : Analisis-mendeskripsikan atribut angka.
Tahap 2 : Informal mengklasifikasikan deduksi dan menggeneralisasi angka-
angka berdasarkan atributnya.
Tahap 3 : Bukti pengembangan deduksi menggunakan postu tanggal dan definisi
Tahap 4 : Ketelitian dalam berbagai geometris sistem.
Tahap pertama (visualisasi) dimulai pada tahun-tahun awal anak dan berlanjut hingga
kelas dasar. Anak-anak mengenali dan memberi label pada figur bidang umum seperti
lingkaran, kotak, segitiga, dan persegi panjang. Mereka mengenali benda padat sederhana
seperti kubus, bola, piramida, dan kerucut dan menamainya dengan label tersebut atau
dengan nama yang kurang formal seperti kotak dan bola. Pada tahap ini anak mulai
berkembang dan sebelum masuk sekolah.

Kemajuan dari satu tingkat [van Hiele] ke tingkat berikutnya lebih bergantung pada
instruksi daripada pada usia atau kematangan biologis, dan jenis pengalaman
instruksional dapat mempengaruhi kemajuan (atau kekurangannya). (Taylor et al, 1991,
hlm.9)

Pada tahap kedua (analisis), siswa menjadi lebih ahli dalam mendeskripsikan atribut
bentuk dua dan tiga dimensi. Bahasa yang mereka gunakan adalah campuran dari
terminologi matematika dan kata benda dan kata sifat yang kurang tepat. Segitiga
memiliki tiga sisi dan tiga titik, atau sudut. Bola adalah sebuah "bola" dan berbentuk
bulat seluruhnya - tetapi kerucut berbentuk bulat dan datar di salah satu ujungnya dan
"runcing" (atau memiliki "titik bulat") di ujung lainnya. Kotak memiliki sudut "lurus".
Guru menerima bahasa anak-anak tetapi secara konsisten menggunakan terminologi yang
benar sebagai tanggapan
Guru : Bola juga disebut bola.
Guru : Keenam permukaan kubus ini adalah persegi. Guru: Sudut-sudut segitiga
disebut sudut.
Guru: Ini adalah sudut 90 derajat dan disebut sudut siku-siku.
Anak-anak belajar untuk mengidentifikasi karakteristik unik dari semua bidang dan
bangun padat melalui pekerjaan dengan berbagai situasi dan bahan geometris.
Tahap ketiga van Hiele (deduksi informal) dimulai di kelas menengah, sebagai anak
kelas dan mengatur gambar dua dan tiga dimensi sesuai dengan karakteristik mereka.
Perdebatan tentang apakah persegi adalah persegi panjang atau persegi panjang adalah
persegi sangat berharga dalam memperjelas hubungan antara persegi dan persegi
panjang. (Persegi adalah persegi panjang khusus karena memiliki semua karakteristik
persegi panjang ditambah empat sisi yang kongruen.) Saat mereka dewasa, anak-anak
belajar bahwa semua sosok bersisi empat adalah segiempat meskipun penampilannya
berbeda. Segi empat dapat berupa biasa (bujur sangkar) atau tidak beraturan (semua segi
empat lainnya). Anak-anak menemukan bahwa bentuk tertentu pas dari sisi ke sisi untuk
membuat desain dan yang lainnya tidak. Pertanyaan dan permasalahan yang dihadapi di
sekolah dasar memberikan latar belakang untuk pembelajaran geometri deduktif yang
lebih formal di sekolah menengah pertama dan atas dan seterusnya, yang dilakukan pada
tahap van Hiele keempat dan kelima.
Tahap keempat (deduksi) dan tahap kelima (rigor) terjadi setelah sekolah dasar.
Sebuah kursus geometri sekolah menengah umum dirancang untuk sepenuhnya
mengembangkan kemampuan deduksi siswa dengan bukti teorema-bukti geometri
Euclidean.
Tahap terakhir dari ketelitian menggambarkan pemikiran geometri yang diperlukan
untuk kursus geometri tingkat pascasarjana.

G. Empat Sistem Geometri


Sistem-sistem ini di sekolah dasar tidaklah bagus, tetapi anak-anak belajar dasar sebagai
bagian dari setidaknya empat sistem geometris yang berbeda:
1. Geometri topologi mendeskripsikan lokasi objek dalam hubungannya satu sama lain.
Pengalaman geometris pertama seorang anak bersifat topologis, menurut Piaget.
Seorang anak memandang segala sesuatu dalam kaitannya dengan lokasinya sendiri
atau perspektif pribadinya. Dengan berpindah-pindah dan menemukan benda-benda
di lingkungan mereka, anak-anak mengembangkan pemahaman mental dan kosakata
yang luas untuk benda-benda di ruang-jauh dan dekat, di atas dan di bawah, sebelum
dan di belakang, pertama dan terakhir.
2. Geometri euclidean, geometri yang dipelajari secara eksklusif oleh sebagian besar
siswa di SMA, adalah geometri bentuk dan benda dalam ruang dua dan tiga dimensi.
Dalam geometri Euclidean siswa mempelajari ciri-ciri benda: titik dan garis,
lingkaran dan bola, segitiga dan piramida, persegi dan kubus, persegi panjang dan
prisma, dan banyak bentuk datar dan bangun padat lainnya. Karakteristik ini dan
hubungan di antara mereka diorganisasikan ke dalam sistem aturan dan rumus
sederhana.
3. Geometri koordinat menerapkan sistem grid pada ruang dua atau tiga dimensi yang
memiliki banyak kegunaan sederhana dan kompleks. Sistem grid pada peta kota
menunjukkan bahwa bangunan tertentu dapat ditempatkan pada grid K-10. Sistem
grid yang digunakan oleh trollers lalu lintas udara memungkinkan mereka untuk
menemukan dan memberikan informasi untuk pendaratan dan keberangkatan
pesawat.
4. Geometri transformasi terkadang disebut geometri gerak, atau geometri slide, flips,
dan belokan. Saat objek dan bentuk dipindahkan atau diubah dengan cara digeser,
dibalik, atau diputar, keduanya dapat digabungkan dengan berbagai cara. Frank Lloyd
Wright, arsitek Amerika yang hebat, membayangkan semua bangunan sebagai
kombinasi dan penataan ulang blok bangunan sederhana yang ia mainkan sebagai
seorang anak. Memindahkan sosok dalam geometri transformasi mungkin tampak
mengubah penampilannya, tetapi itu tidak akan mengubah karakteristik dasarnya.
Seekor layang-layang bisa dilihat di langit, di tanah, dari keduanya sisi, duduk di
ujung atau di sisinya, tetapi masih layang-layang, dan tidak ada karakteristik-panjang,
lebar, bentuk-yang berubah.

H. Kegiatan dan Bahan yang Mengembangkan Konsep Geologi Topologi


Sebuah kurikulum matematika dasar yang menyeluruh mencakup kegiatan dari empat
sistem geometri yang berbeda anak-anak belajar tentang geometri topologis dengan
menemukan dan menggambarkan ruang yang mereka tinggal, menggunakan konsep
seperti kedekatan, pemagaran, ketertiban, dan pemisahan.
Kedekatan mengacu pada lokasi relatif objek dalam ruang seberapa dekat atau jauh satu
objek dari objek lainnya. Secara alami, anak kecil tertarik pada hal-hal yang dekat dengan
mereka karena mereka dapat menyentuh dan memanipulasi mereka. Hal-hal yang jauh
dari jangkauan mereka biasanya tidak terlalu menarik, kecuali jika anak melihat sesuatu
yang menarik perhatian, seperti bagian mengkilap dari ponsel yang berayun. Objek yang
tidak terlihat tidak ada dalam pikiran seorang anak pada tahap sensorimotor awal.
Secara bertahap, anak-anak mengenali bahwa objek yang tidak terlihat memang ada, dan
mereka dapat mengidentifikasi lokasi objek di luar angkasa. Pengalaman awal dengan
konsep spasial dan kosa kata seperti dekat, tar, dekat ke bawah, atas, bawah, atas, bawah,
samping, antara, samping, dan seterusnya berasal dari pengalaman sehari-hari anak-anak
dan kegiatan bermain bebas.
Orang tua dan guru membantu mengembangkan pemahaman spasial anak-anak dengan
menggunakan istilah geologi topologi yang terkait dengan pengalaman nyata yang
diambil dari pengaturan multikultural.
I. Titik, Garis, Sinar, dan Ruas Garis
Struktur dalam geometri terbentuk dari unsure-unsur yang tidak didefiniskan yaitu
titik, garis, dan bidang. Unsur-unsur yang didefinisikan yang dikembankan dari unsure
yang tidak didefinisikan seperti, sinar garis, segitiga, kubus, dan lain sebagainya.
Aksioma atau postulat yaitu anggapan dasar yang disepakati benar tanpa harus dibuktikan
serta teorema/rumus/dalil yaitu anggapan sementara yang kebenarannya harus dibuktikan
melalui proses pembuktian deduktif.
 Titik adalah konsep abstrak yang tidak berwujud atau tidak berbentuk, tidak
mempunyai ukuran, tidak mempunyai berat, atau tidak mempunyai panjang, lebar,
atau tinggi. Titik dapat digambarkan dengan sebuah noktah. Titik diberi nama
dengan menggunakan huruf kapital yang diletakan didekat titik tersebut.
 Garis adalah ide atau gagasan abstrak yang bentuknya lurus, memanjang ke dua
arah, tidak terbatas atau tidak bertitik akhir, dan tidak tebal. Garis dapat dimodelkan
dengan hasil goresan alat tulis pada bidang tulis, kertas, atau papan tulis dengan
bentuk yang lurus. Atau model garis dapat dibuat dengan menggambar bagian sisi
benda yang lurus, misalnya menggambar salah satu sisi penggaris kayu. Menamai
sebuah garis dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah hurup kecil pada salah
satu ujung garis atau dua hurup besar yang diletakan pada dua titik di garis tersebut.
Garis disebut juga sebagai unsur geometri satu dimensi. Karena garis adalah konsep
yang hanya memiliki unsur panjang saja (linier). Bidang diartikan sebagai
permukaan yang rata, meluas ke segala arah dengan tidak terbatas, dan tidak
memiliki tebal. Model bidang dapat digambarkan oleh bagian dari benda, misalnya
bagian permukaan kaca, permukaan daun pintu, lembaran kertas, atau dinding
tembok kelas yang rata. Atau bidang dapat diperoleh dengan cara mengiris tipistipis
permukaan benda sehingga diperoleh lembaran-lembaran tipis. Memberi nama
sebuah bidang dapat menggunakan sebuah hurup kecil atau hurup-hurup Yunani
seperti α (alpa), β (beta), γ (gamma) yang diletakan di daerah dalam bidang tersebut.

Atau menggunakan hurup-hurup besar yang disimpan di titik-titik sudut bidang


tersebut.
 Gabungan antara sebuah titik dengan himpunan titik-titik setengah garis dinamakan
sinar garis. Sinar garis adalah bagian dari garis yang memanjang ke satu arah
dengan panjang tidak terhingga. Memodelkan sebuah sinar garis dapat dilakukan
dengan membuat gambar sebuah titik sebagai titik pangkal dan dipanjangkan ke satu
arah. Memberi nama sebuah sinar garis biasanya menggunakan dua hurup kapital.
Hurup pertama diletakan pada pangkal sinar garis, dan hurup ke dua diletakan pada
salah satu titik di bagian yang memanjang dari sinar tersebut.
 Ruas garis adalah himpunan titik-titik dengan kedudukan memanjang dan posisi
lurus serta dibatasi oleh dua buah titik. Menamai sebuah ruas garis menggunakan dua
hurup besar yang diletakan di ujung-ujung ruas garis tersebut.

J. Konsep Tentang Simetri, Similarity dan Kongruensi


Konsep Simetri, Memperluas Konsep Simetri Pada tingkat sekolah dasar atas, siswa
memeriksa garis-garis simetri dalam gambar dan merepresentasikan simetri garis pada
bidang koordinat. Aktivitas situs web pendamping “Symmetry in Letters” meminta siswa
untuk mempertimbangkan huruf kapital blok dalam kaitannya dengan simbol garis dan
kemudian membentuk keseluruhan kata atau nama dengan simetri garis. Menggunakan
blok pola untuk mengembangkan kesan simetri garis yang kuat. Siswa dapat
memverifikasi simetri garis desain blok pola dengan menggunakan cermin yang tidak
dapat dipecahkan atau dengan mencerminkan satu-setengah dari desain ke setengah
lainnya dengan manipulatif refleksi.

Konsep Similarity dan Kongruensi, Kesesuaian dan Kesamaan Dua poligon adalah
kongruen jika salah satunya tepat di sisi lain. Jika semua titik pada satu ruas garis sama
persis dengan semua titik pada ruas lain, maka titik tersebut kongruen. Dua bidang atau
gambar ruang mana pun akan sesuai jika semua poin yang sesuai sama persis. Ketika
anak-anak mengatur balok dengan menumpuk balok yang ada di atas satu sama lain di
rak yang sama, mereka menunjukkan kesesuaian. Saat siswa menumpuk blok pola kuning
di sebuah menara, mereka menunjukkan bahwa semua blok kuning itu congruent. Ketika
siswa memisahkan blok pola ke dalam bentuknya masing-masing, mereka
mendemonstrasikan kesesuaian. Kesesuaian juga digunakan dalam pengukuran linier dan
luas. Lebar meja disesuaikan dengan 37 kubus sentimeter yang berbaris, dan luasnya
dapat diukur dengan menutupi bagian atasnya dengan kotak yang kongruen. Siswa dapat
menggunakan 37 kubus sentimeter yang berbeda untuk menemukan meja lain dengan
lebar yang sama dan menggunakan jumlah kotak kongruen yang sama untuk menemukan
meja dengan luas yang sama. Mengenali kesesuaian satuan panjang dan luas dalam
geometri adalah kunci sukses dalam pengukuran.

K. Geometri Transformasional
Dalam geometri transformasional mereka belajar bahwa berputar, membalik, dan
geser bentuk untuk posisi baru tidak mengubah karakteristik dasar mereka. Transformasi
geometri adalah suatu perubahan posisi (perpindahan) dari suatu posisi awal (x , y)
menuju ke posisi lain (x’ , y’). Transformasi geometri terbagi menjadi empat jenis, antara
lain:
 Translasi (pergeseran)
 Refleksi (pencerminan)
 Rotasi (perputaran)
 Dilatasi (perkalian)

L. Teorema Pythagoras
Rumus yang paling terkenal dalam semua matematika menggambarkan hubungan antara
panjang sisi dari segitiga kanan. Ini adalah teori Pythagoras, dinamai menurut ahli
matematika yunani Pythagoras. Teorema menyatakan bahwa jumlah dari kotak kaki dari
segitiga kanan adalah qual untuk persegi panjang hipoteruse. Menggunakan segitiga
kanan yang ditunjukkan di sini, teorema dapat diwakili dalam rumus akrab.
DAFTAR PUSTAKA

Kennedy, Leonard M.2008. Guiding Children’s Learning of Mathematic,Eleventh


Edition. California : Thomson Higher Education

Quiper. 2018. “Pelajari TPA Geometri Bangun Datar & Bangun Ruang untuk SBMPTN”,
https://www.quipper.com/id/blog/sbmptn/tpa-sbmptn/tpa-geometri-bangun-datar-
bangun-ruang/, diakses pada 15 Maret 2021 pukul 20.00