Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KELOMPOK KEPERAWATAN ANAK

PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN)

Dosen pengampu :
Bara Miradwiyana, SKp., MKM

Disusun oleh :
Afifah Delfia Putri (P17120120005)
Junilla Manisa Fidela (P17120120019)
Kiana Rani Nurwita (P17120120023)
Nada Sya’bany Al-Humairo (P17120120026)
Yumna Qurrota A’yun (P17120120039)

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES JAKARTA 1
JAKARTA 2022
A. KONSEP DASAR
1. Pengertian anak usia sekolah
2. Tugas perkembangan
3. Ciri-ciri pada masa anak usia sekolah
Menurut (Jannah, 2015) Label yang biasanya digunakan oleh orangtua untuk usia
kanak-kanak akhir adalah usia yang menyulitkan di mana anak tidak mau menuruti
perintah dan di mana anak banyak dipengaruhi oleh teman sebaya dan anggota
keluarga lain. Dalam keluarga yang terdiri dari anak laki-laki dan perempuan saling
mengejek dan sering terjadi pertengkaran dan sering terjadi serangan fisik. Adapun
label yang digunakan oleh para pendidik, usia kanak-kanak adalah adalah usia
sekolah. Masa ini para pendidik memandang sebagai periode kritis dalam dorongan
berprestasi, di mana anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses, tidak sukses,
atau sangat sukses. Sekali terbentuk kebiasaan untuk bekerja di bawah, diatas atau
sesuai dengan kemampuan cenderung menetap sampai dewasa.
Ahli psikologi menganggap usia kanak-kanak akhir adalah usia berkelompok
suatu masa dimana perhatian pertama anak tertuju pada keinginan diterima oleh
teman-teman sebaya sebagai anggota kelompok, terutama kelompok yang bergengsi
dalam pandangan teman-temannya. Para psikolog menemukan masa akhir kanak-
kanak adalah masa kreatif, masa dalam rentang kehidupan dimana akan menentukan
apakah anak-anak akan menjadi konformis atau pencipta karya yang baru dan
original. (Jannah, 2015)
4. Perkembangan anak usia sekolah
5. Peran perawat anak
B. PEMERIKSAAN FISIK ANAK USIA SEKOLAH
Daftar Pustaka

Jannah, M. (2015). Tugas-Tugas Perkembangan Pada Usia Kanak-Kanak. Gender Equality:


International Journal of Child and Gender Studies, 1(2), 89–91.

Anda mungkin juga menyukai