Anda di halaman 1dari 2

Mawar berdarah

Wahai sang dewa penguasa .

Tidak adakan sedikit perasaan cintamu pada sang mawar.

Mengapa selalu saja kau tanam duri duri halus di dasar hati sang mawar.

Tidak berartikah dia sama sekali dihidupmu

Taukah kau sang dewa penguasa.

Tangisan dihatinya setiap saat karena tinkahmu.

Aliran kesedihn selalu mengenang dikisi kisi jiwanya.

Dia, sang mawar sudah tidak menangis mengeluarkan air mata.

Tapi tangisan itu sudah menjadi alira darah segar didalam hatinya.

Mawarpun hanya mencoba menanti agar cinta yang enar benar cinta akan tumbuh di hatimu.

Selayaknya orang orang yang benar benar mencintai.

Wahai sang dewa penguas tampa kau sadari kau sudah membuat luka dan derita berkepanjangan pada
sang mawar.

Maaf, aku hanya ingin berkata hargailah dia walau sedikitpun.

Mawar yang selalu berpapasasn dengan kepiluan hatinya.

Menangis didalamm batin tampa ada yang tau.

Karena tingkahmu yang semau maunya pada diri snag mawar.

Terjaga dalam hadirmu.

Menanti cinta yang abadi darimu wahai sang dewa penguasa.


Mawar dan hati yang berdarah.

7 Sepember 2021