Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEBIDANAN PADA ABORTUS

INSIPIENS
No. Dokumen
No. Revisi
SPO TanggalTerbit
Halaman 1- 4

PUSKESMAS PUNGGUR
KABUPATEN
KUBU RAYA
SUMEDIONO,S.ST
NIP.19671226 198712 1003

1. Pengertian  Abortus Insipiens adalah perdarahan sedang hingga banyak yang


terjadi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu dimana
sebagian hasil konsepsi sudah keluar, servik terbuka dan tinggi
fundus uteri tidak sesuai dengan usia kehamilan. Menunjukkan
proses abortus sedang berlangsung.
 Asuhan Kebidanan pada abortus Insipiens adalah asuhan
kebidanan yang diberikan secara menyeluruh kepada ibu hamil
dengan abortus Insipiens.
2. Tujuan Untuk mencegah terjadinya perdarahan berlebihan sehingga
menghindari terjadinya syok.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Punggur Nomor tentang
Penyusunan Rencana Layanan Medis dan Pelayanan Terpadu
4. Referensi 1. Prawirohardjo, Sarwono.2000.Buku Acuan Nasional Pelayanan
Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta:YBP-SP.
2. Varney,H.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Edisi 4.Jakarta:EGC
5. Prosedur 1. Petugas memberikan informasi kepada ibu tentang tindakan /
pemeriksaan yang akan dilakukan.
2. Petugas mencuci tangan secara efektif.
3. Petugas melakukan anamnesa / pengkajian data subjektif secara
lengkap, yang meliputi :
1) Identitas klien
2) Alasan kunjungan dan keluhan utama
3) Riwayat kesehatan yang lalu, sekarang dan riwayat
kesehatan keluarga.
4) Riwayat Obstetri : riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang
lalu dan riwayat kehamilan sekarang
4. Petugas melakukan pemeriksaan umum meliputi
1) Keadaan umum.
2) kesadaran.
3) Mengukur tanda vital : tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan
4) Berat badan
5) Tinggi Badan
6) LILA
5. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, meliputi :
1) Rambut : kebersihan, mudah rontok / tidak.
2) Mata : edema, konjungtiva merah muda / pucat, sclera
ikterik / tidak, pandangan kabur / tidak.
3) Hidung : polip, edema mukosa, secret.
4) Mulut : gigi ( kebersihan, caries ), stomatitis, gingivitis, lidah,
tonsil/faring.
5) Telinga : simetris / tidak, serumen, tanda – tanda infeksi
termasuk pengeluaran secret.
6) Leher : pembesaran kelenjar limfe, pembesaran kelenjar tyroid,
pembesaran vena jugularis.
7) Dada dan mamae : sesak nafas, retraksi otot pernafasan,
pembesaran kelenjar limfe di ketiak, benjolan pada
mamae, nyeri tekan.
8) Abdomen : luka bekas operasi, pembesaran hepar, limpa, nyeri
daerah ginjal.
9) Ekstremitas
a) Atas : oedema, sianosis di bawah kuku, bekas – bekas
suntikan jarum.
b) Bawah : oedem, varises, sianosis di bawah kuku, human
sign.
10) Genetalia eksterna dan anus : ada tidaknya lecet, memar dan
lesi lain ( herpes, kondiloma / kutil) pada kulit
genetalia, edema vulva, abses kelenjar bartolini dan
skene, anus hemoroid.
6. Petugas melakukan pemeriksaan obstetric meliputi
1) Inspeksi
a) Muka : cloasma gravidarum
b) Mammae : tegang, hiperpigmentasi areola, papilla
menonjol / datar / masuk.
c) Abdomen : membesar sesuai umur kehamilan / tidak,
melintang / memanjang, lineanigra, linea alba,
striae livida, striae albicans.
d) Genetalia : pengeluaran pervaginam , catat karakteristiknya
( warna, bau)
2) Palpasi
a) Leopold I – IV
b) TFU
3) PemeriksaanDalam : vulva / uretra , porsio, pembukaan.
4) Perkusi : reflekpatela
7. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang jika diperlukan
meliputi pemeriksaan USG dan laboratorium.
8. Petugas melakukan identifikasi terhadap diagnosa yang benar
berdasarkan data – data yang telah dikumpulkan.
9. Petugas memberikan informasi kepada ibu dan keluarga tentang
hasil pemeriksaan yang telah dilakukan serta hasil identifikasi
diagnose abortus insipen pada ibu
10. Petugas merencanakan asuhan kebidanan pada ibu dengan
abortus insipien :
1) Menjelaskan kepada ibu dan keluarga bahwa abortus insipien
tidak dapat ditangani di Puskesmas Selo ibu harus dirujuk ke RS
PONEK atau RS sesuai pilihan keluarga.
2) Melakukan rujukan dengan penanganan perdarahan
( pasanginfus RL dan O2 bila pasien sesak nafas).
11. Petugas melakukan evaluasi apakah ibu dan keluarga sudah benar
– benar mengetahui tentang apa yang telah disampaikan oleh
petugas.
12. Petugasmelengkapidokumentasikebidanandanpencatatan
6. Unit terkait 1. Unit pendaftaran
2. Unit Pemeriksaan Umum
3. Unit Layanan KIA KB
4. Unit Layanan Laboratorium
5. Unit Layanan Rawat Inap
6. Unit Gawat Darurat

7. RekamanHistorisPerubahan
No Yang Dirubah Isi Perubahan Tgl.MulaiDiberlakukan