Anda di halaman 1dari 7

1.

Anatomi vestibuler Alat vestibuler terletak di telinga dalam (labirin) yang terlindung oleh tulang yang paling keras yang dimiliki tubuh. Labirin terdiri atas : 1. labirin tulang terdiri dari - cochlea - vestibularis - canalis semicircularis 2. labirin membrane y terletak dalam labirin tulang y bentuknya hampir menurut bentuk labirin tulang y terdapat endolimfa berat jenis cairan endolimfa lebih tinggi daripada cairan perilimfa terdiri dari ductus cochlearis : di dalam cochlea saculus dan utriculus : di dalam vestibularis duktus semisirkularis : di dalam canalis semicircularis.

Antara labirin membrane dan labirin tulang terdapat perilimfa. Ujung saraf vestibuler berada dalam labirin membrane yang terapung dalam perilimfe, yang berada dalam labirin tulang. Setiap labirin terdiri dari 3 kanalis semisirkularis (KSS) : 1. KSS horizontal (lateral) 2. KSS anterior (superior) 3. KSS posterior (inferior) Selain 3 kanalis tsb terdapat pula utrikulus dan sakulus. Letak geografi alat-alat keseimbangan terhadap kepala (bidang horizontal kepala) maupun terhadap permukaan bumi : bidang horizontal kepala ialah bidang yang melalui kedua sisi inferior orbita dan kedua tengah-tengah liang telinga luar kanan dan kiri. Bidang yang melalui kedua KSS horizontal membentuk 30 dengan bidang horizontal kepala dengan kedua ampula kanalis semi sirkularis berada pada daerah lateral atas dan depan dari titik perpotongan ketiga bidang kanalis semi-sirkularis. Letak bidang kss horizontal tegak lurus terhadap kedua bidang vertical (bidang vertical adalah dua bidang yang masing-masing melalui kss anterior dan kss posterior), sedang kedua bidang vertical tersebut juga saling tegak lurus, sehingga ketiga bidang tersebut seperti letak dinding sebuah kubus (saling tegak lurus). 2. Fisiologi keseimbangan Labirin terdiri dari :

1. labirin statis y utrikulus y sakulus yang merupakan pelebaran labirin membrane yang terdapat dalam vestibulum labirin tulang. Pada setiap pelebarannya terdapat macula utrikulus yang didalamnya terdapat sel sel reseptor keseimbangan. 2. labirin kinetic terdiri dari 3 kanalis semisirkularis, dimana tiap kanalis terdapat pelebaran yang berhubungan dengan utrikulus, disebut ampula. Di dalamnya terdapat Krista ampularis yang terdiri dari sel-sel reseptor keseimbangan dan seluruhnya tertutup oleh suatu substansi gelatin yang disebut kupula. Keseimbangan dan orientasi tubuh seseorang terhadap lingkungan disekitarnya tergantung pada input sensorik dari reseptor vestibuler di labirin, organ visual dan proprioseptif. Gabungan informasi ketiga reseptor sensorik tersebut akan diolah di SSP, sehingga menggambarkan keadaan posisi tubuh pada saat itu. Gerakan atau perubahan kepala dan tubuh akan menimbulkan perpindahan cairan endolimfa di labrin dan selanjutnya silia sel rambut akan menekuk. Tekukan silia menyebabkan permeabilitas membrane sel berubah, sehingga ion kalsium akan msuk ke dalam sel yang menyebabkan terjadinya proses depolarisasi dan akan merangsang penglepasan neurotransmitter eksitator yang selanjutnya akan meneruskan impuls sensoris melalui saraf aferen ke pusat keseimbangan di otak. Sewaktu berkas silia terdorong kea rah berlawanan, maka terjadi hiperpolarisasi. Organ vestibuler berfungsi sebagai transduser yang mengubah energi mekanik akibat rangsangan otolit dan gerakan endolimfa di dalam kanalis semisirkularis menjadi energi biolistrik, sehingga dapat memberi informasi mengenai perubahan posisi tubuhakibat percepatan linier atau percepatan sudut. Dengan demikian dapat memberi informasi mengenai semua gerak tubuh yang sedang berlangsung. System vestibuler berhubungan dengan system tubuh yang lain, sehingga kelainanya dapat menimbulkan gejala pada system tubuh bersangkutan. Gejala yang timbul dapat berupa vertigo, rasa mual dan muntah. Pada jantung berupa bradikardi atau takikardi dan pada kulit reaksinya berkeringat dingin.

3. Patofisiologi gangguan keseimbangan 4. Beda vertigo dengan nistagmus Vertigo :  Perasaan berputar  Vertigo adalah sensasi berputar atau berpusing yang merupakan suatu gejala, penderita merasakan benda-benda di sekitarnya bergerak-gerak memutar atau bergerak naik-turun karena gangguan pada sistem keseimbangan Nistagmus

gerak bola mata kian kemari yang terdiri dari dua fase, yaitu fase larnbat dan fase cepat. Fase lambat merupakan reaksi sistem vestibuler terhadap rangsangan, sedangkan fase cepat merupakan reaksi kompensasinya. 5. Hubungan vertigo dengan labirintis 6. Penyebab vertigo selain labirintis a. Infeksi virus pada alat keseimbangan di telinga dalam b. Radang/infeksi saraf keseimbangan (vestibular neuritis),biasanya terjadi serangan vertigo berulang beberapa jam atau beberapa hari setelah serangan pertamanya,seringkali disertai perasaan cemas,seringkali dialami setelah infeksi virus sebelumnya,tidak disertai gangguan maupun penurunan pendengaran. c. Benign paroxysmal positional vertigo,yang berhubungan dengan perubahan posisi kepala maupun badan,seringkali disertai mual dan muntah,membaik setelah beberapa hari kemudian disertai badan merasa limbung/goyang,bisa diderita setelah mengalami cedera kepala,tanpa disertai gangguan ataupun penurunan pendengaran,jenis vertigo ini cenderung membaik secara spontan setelah beberapa minggu atau bulan,tetapi kebanyakan penderita mengalami serangan vertigo beberapa bulan atau tahun kemudian. d. Iskhemia/penurunan suplai darah pada daerah vertebrobasiler e. Gangguan fungsi saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dan tenggorok (tuba auditoria) f. Penyakit Menier yang ditandai vertigo,gangguan pendengaran (tinnitus : sensasi /suara berdenging),penurunan pendengaran,seringkali berhubungan denga rasa n tertekan pada telinga,serangan vertigo dapat mulai 1-24 jam,tetapi seringkali disertai gangguan keseimbangan permanen/menetap dan telinga serasa berdenging yang bisa semakin terasa memberat,penurunan pendengaran pada jenis ini bisa membaik,tetapi bisa juga permanent g. Radang/infeksi telinga tengah menahun (congek)

7. Macam2 vertigo Vertigo sentral  Kausa : infeksi, neoplasma, trauma, intoksikasi, radang  Mulainya pelan  Kontinyu dan berlangsung lama  Tidak berpengaruh  thd perubahan sikap  Tidak disertai tinitus dan KP  Nistagmus horisontal dan vertikal  Disertai tanda-tanda pato SSP + Vertigo perifer
   

Kausa : kelainan mata, propioseptif , keln. telinga Mulainya mendadak, episodik Berlangsung singkat (menit jam) MENGHEBAT pd perub. Sikap

 Tinitus dan KP +  Nistagmus horisontal  Tanpa tanda2 keterlibatan SSP Macam-macam menurut kejadiannya  Vertigo spontan timbul tanpa pemberian rangsangan. Timbul karena penyakitnya sendiri. (Penyakit meniere o/k tekanan endolimfa meninggi)  Vertigo posisi o/k perubahan posisi kepala Timbul karena perangsangan canalis semi cirkularis oleh debris/kelainan cervical  Vertigo kalori o/k pemeriksaan kalori. Untuk membedakan benar/tidak vertigo yang dimaksud.

8. Patogenesis labirintis Patofisiologi Otitis media supuratif kronis terutama yang dengan kolesteatoma, dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian vestibuler labirin, sehingga terbentuk fistula. Pada keadaan ini infeksi dapat masuk, sehingga terjadi labirinitis dan akhirnya akan terjadi komplikasi tuli total atau meningitis. Labirinitis terjadi oleh karena penyebaran infeksi ke ruang perilimfa. Terdapat dua bentuk labirinitis, yaitu labirinitis serosa dan labirinitis supuratif. Labirinitis serosa dapat berbentuk labirinitis serosa difus dan labirinitis serosa sirkumskripta. Labirinitis supuratif dibagi dalam bentuk labirinitis supuratif akut difus dan labirinitis supuratif kronik difus. Pada labirinitis serosa toksin menyebabkan disfungsi labirin tanpa invasi sel radang, sedangkan pada labirinitis supuratif, sel radang menginvasi labirin, sehingga terjadi kerusakan yang ireversibel, seperti fibrosis dan osifikasi.

9. Hubungan gangguan N.VII dengan keseimbangan 10. Topografi daerah atik dan N VIII 11. DD PENYAKIT MENIERE PATOFISIOLOGI Gejala klinis penyakit Meniere, disebabkan adanya hidrops endolimfa pada koklea dan vestibulum. Hidrops yang terjadi mendadak dan hilang timbul diduga disebabkan oleh : 1. 2. 3. 4. meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteria brkurangnya tekanan osmotic di dalam kapiler meningkatnya tekanan osmotic ruang ekstrakapiler jalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat, sehingga terjadi penimbunan cairan endolimfa.

Pada pemeriksaan histopatologi tulang temporal, ditemukan pelebaran dan perubahan morfologi pada membrane Reissner. Terdapat penonjolan ke dalam skala vestibule, terutama di daerah apeks koklea Helikotrema. Sakulus juga mengalami pelebaran yang dapat menekan utrikulus. Pada awalnya pelebaran skala media dimulai dari daerah apeks koklea, kemudian dapat meluas

mengenai bagian tengah dan basal koklea. Hal ini yang dapat menjelaskan terjadinya tuli saraf nada rendah pada penyakit Meniere.

ETIOLOGI Penyebab pasti penyakit Meniere belum diketahui. Penambahan volume endolimfa diperkirakan oleh adanya gangguan biokimia cairan endolimfa dan gangguan klinik pada membrane labirin.

GEJALA KLINIS Terdapat trias atau syndrome Meniere yaitu : 1. vertigo 2. tinnitus 3. tuli saraf Serangan pertama sangat berat, yaitu vertigo disertai muntah. Setiap kali berusaha untuk berdiri dia merasa berputar, mual dn terus muntah lagi. Hal ini berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, meskipun keadaannya berangsur baik. Penyakit ini bisa sembuh tanpa obat dan gejala penyakit bisa hilang sama sekali. Pada serangan ke dua kalinya dan selanjutnya dirasakan lebih ringan, tidak seperti serangan yang pertama kali. Pada penyakit Meniere vertigonya periodic yang makin mereda pada serangan-serangan berikutnya. Pada setiap serangan biasanya disertai dengan gangguan pendengaran dan dalam keadaan tidak ada serangan, pendengaran dirasakan baik kembali. Gejala lain yang menyertai serangan adalah tinnitus, yang kadang-kadang menetap, meskipun di luar serangan. Gejala yang lain menjadi tanda khusus adalah perasaan penuh di dalam telinga. Dari keluhan vertigonya kita sudah dapat membedakan dengan penyakit yang lainnya yang juga mempunyai gejala vertigo, seperti penyakit Mniere, tumor N.VIII, sclerosis multiple, neuritis vestibuler atau Vertigo posisi paroksismal jinak (VPPJ). Pada tumor N.VIII serangan vertigo periodic, mula-mula lemah dan makin lama makin kuat. Pada sclerosis multiple, vertigo periodic, tetapi intensitas serangan sama pada tiap serangan. Pada neuritis vestibuler serangan vertigo tidak periodic dan makin lama makin menghilang. Penyakit ini diduga disebabkan virus. Biasanya penyakit ini timbul setelah menderita influenza. Vertigo hanya didapatkan pada permulaan penyakit. Penyakit ini akan sembh total bila tidak disertai dengan komplikasi. Vertigo posisi paroksismal jinak (VPPJ), keluhan vertigo dating secara tiba-tiba erutama pada perubahan posisi kepala dan keluhan vertigonya terasa sangat berat, kadang -kadang disertai mual sampai muntah, berlangsung tidak lama.

LABIRINTITIS 1. Etiologi y Otitis Media Kronik y Cholesteatoma y Mastoiditis y Trauma operasi telinga 2. Klasifikasi Labirinitis serosa Penyebab tersering absorbsi produk bakteri di telinga dan mastoid kedalam labirin. Dibagi menjadi :  Difus gejala & tanda : - vertigo spontan - nistagmus - mual - muntah - ataksia - tuli saraf  sirkumskripta y Bersifat terbatas y Sebabkan vertigo atau tuli saraf saja. Labirinitis supuratif Ditandai dengan  Tuli total pada telinga yang sakit  Vertigo berat  Mual  Muntah  Ataksia  Nitagmus kearah telingga yang sehat Dibagi menjadii :  Akut difus merupakan kelanjutan dari labirinitis serosa yang infeksinya masuk melalui tinkap lonjong.  Kronik difus Gejala Tuli total disisi yang sakit Vertigo spontan Nistagmus spontan ketelinga sehat menetap atau sampai labirin yang berfungsi dapat mengkompensasinya. Terapi lokal. Bila ada indikasi dapat dilakukan mastoidektomi.Bila dicurigai ada fokus infeksi di labirin atau di ospetrosus, dapat dilakukan drenase labirin dengan salah satu operasi labirinitis.

Bila dilakukan operasi tulang temporal, maka harus diberikan antibiotika sebelum dan sesudah operasi.

Labirinitis laten