Anda di halaman 1dari 25

1

PRAKTIK KLINIK

JURNAL READING TENTANG PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL

DISUSUN OLEH
NAMA : TRI RETNOWATI
NIM : 2010106059

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2020
2

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIK KLINIK KEBIDANAN


READING JURNAL TENTANG PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL
TAHUN AKADEMIK 2020/2021

Temanggung, Oktober 2020


Pembimbing Pendidikan Preceptor Mahasiswa

Sri wahtini, S.Si.T,. M.H.Kes Dwi Lestari K, Amd.Keb Tri Retnowati


3

KATA PENGANTAR

uji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan kesempatan pada penulis
untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat
menyelesaikan laporan jurnal reading tepat waktu.
Laporan ini disusun guna memenuhi tugas praktik profesi bidan pada stase keterampilan praktik
klinik kebidanan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Selain itu, penulis juga berharap agar
makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang pemeriksaan fisik ibu hamil.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada

1. Warsiti, M.Kep., Sp.Mat. selaku Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.


2. M. Ali Imron, S.Sos., M.Fis selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah
Yogyakarta.
3. Herlin Fitriani K, S.Si.T., M.Keb selaku Ketua Program Studi pendidikan Profesi Bidan
Program Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
4. Sri Wahtini, S.Si.T., M.H.Kes selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan
masukan kepada penulis selama penyusunan laporan.

Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang
ditekuni penulis. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah
membantu proses penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis
4

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................................................1
HALAMAN PENGESAHAN.........................................................................................................2
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................3
DAFTAR ISI...................................................................................................................................4
DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................................................5
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................6
A. Masalah Kasus...............................................................................................................................6
B. Skala...............................................................................................................................................6
C. Kronologi.......................................................................................................................................6
D. Solusi..............................................................................................................................................7

BAB II TINJAUAN TEORI............................................................................................................8


A. Logbook (Askeb Data Fokus)......................................................................................................8
B. Jurnal (Analisis Pico)....................................................................................................................8
C. Deskripsi......................................................................................................................................10
D. Teori Dari Pokok Bahasan.........................................................................................................10

BAB III PENUTUP.......................................................................................................................15


A. Kesimpulan..................................................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................16

LAMPIRAN..................................................................................................................................16
5

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Jurnal
6

BAB I

PENDAHULUAN

A. MASALAH KASUS
Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta
perubahan sosial didalam keluarga. Pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting
untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu
dengan kehamilan normal. (Sarwono, 2010)
Pada langkah pertama ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap
dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi pasien. Untuk memeperileh data,
dilakukan melalui anmnesis. Setelah data subjektif kita dapatkan, untuk melengkapi data
kita dalam menegakkan diagnosis, maka kita harus melakukaan pengkajian data objektif
melalui pemeriksaan inspeki, palpasi, auskultasi, dan perkusi yang dilakukan secara
berurutan.

B. SKALA
Angka kematian maternal dan perinatal merupakan indicator keberhasilan
pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan dan perinatal. Sampai saat ini
angka kematian maternal dan perinatal di Indonesia semakin menurun.
Kehamilan sebagai keadaan fisiologis dapat diikuti proses patologis yang
mengancam keadaan ibu dan janin sehingga para petugas kesehatan khususnya bidan
harus dapat mengenali perubahan yang mungkin terjadi, sehingga jika terjadi kelainan
yang ada bisa dikenali lebih dini untuk menyiapkan fisik maupun mental ibu serta
menyelamatkan ibu dan janin dalam kehamilan, persalinan maupun nifas.

C. KRONOLOGI
Asuhan kebidanan pada kehamilan memiliki beberapa langkah diantaranya
anamnesa, pemeriksaan fisik dan obstetric, pemeriksaan penunjang, analisa,
penatalaksanaan dan evaluasi. Dalam penegakan diagnosa perlu dilakukan semua langkah
dalam asuhan kebidanan yang telah disebutkan sebelumnya. Pemeriksaan fisik dan
7

pemeriksaan penunjang menjadi penting karena penegakan diagnosa tidak bisa jika hanya
berdasarkan daa subjektif dari pasien.

D. SOLUSI
Kehamilan trimester III merupakan periode yang cukup banyak terjadi perubahan
dan komplikasi. Dengan pemeriksaan antenatal terpadu dapat ditemukan ditemukan jika
ada kelainan yang menyertai sejak dini, sehingga dapat diperhitungkan dan disiapkan
langkah-langkah dalam pertolongan persalinannya. Janin dan ibu merupakan satu
kesatuan yang saling mempengaruhi, sehingga kesehatan ibu yang optimal akan
meningkatkan kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan janin.
8

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. LOGBOOK (ASKEB DATA FOKUS)


Tanggal 13 Okt 2020 pukul 10.00 S : Ibu mengatakan datang ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya
IDENTITAS karena merasa kenceng-kenceng teratur sejak pagi subuh tadi. HPHT 14 Januari
Nama Ny. S 2020 HPL 21 Oktober 2020
Umur 28 tahun O : KU baik, composmentis, tekanan darah 110/80 mmHg nadi 80x/menit, suhu
Pekerjaan IRT 360C, napas 20x/menit
Pendidikan SMU TB : 152 cm, BB 65kg Lila 25 cm
Alamat Kampung Kaloran Hb : 11.5 gr%, HIV Non reaktif, Hepatitis Non Reaktif, Sifilis Negatif, GDS 110
G 1 P0 A0 AH 0 mg/dl
Pemeriksaan fisik :
Kepala : bersih, rambut hitam, tidak ada benjolan
Muka : tidak edema, lembab
Mata : sclera putih, konjungtiva merah muda
Leher : tidak ada pembesaran vena jugularis
Payudara : putting menonjol terdapat hiperpigmentasi areola
Abdomen : tidak ada bekas luka operasi SC
Ekstremitas : turgor baik, tidak pucat, kapilla refill <2 detik
Genetalia : mengeluarkan lendir dan darah
Pemeriksaan obstetric :
Menunjukkan leopold 1 teraba bokong TFU 2 jari dibawah procecus xifoideus
leopold 2 teraba punggung disebelah kanan dan bagian yang kecil kecil di
sebelah kiri, leopold 3 teraba kepala, leopold 4 sudah tidak dapat digoyangkan
(divergen)
TFU 30 cm, DJJ 140x/menit teratur TBJ 2945 gram
Pemeriksaan dalam :
Pemeriksaan dalam v/u tenang, posisi portio medial, serviks lunak, penipisan
9

25%, pembukaan 1 jari longgar, ketuban utuh, presentasi belakang kepala,


penurunan kepala hodge II, STLD +
A : Ny. S G1P0A0 usia 28 tahun usia kehamilan 38 minggu lebih 6 hari inpartu kala
1 fase laten
P : 1. Observasi persalinan
2. Memberi tahu ibu saat ada kontraksi untuk tarik napas panjang
3. Menganjurkan untuk tetap makan minum

B. JURNAL (ANALISIS PICO)


Jurnal Judul P I C O T
Dharmakarya Jurnal Skrening Kehamilan Sampel Ibu hamil dilakukan Tidak ada Terdapat 1 ibu hamil 2018
Aplikasi IPTEKS Untuk Sebagai Upaya sebanyak 34 skrening dimulai perbandingan dengan anemia, dua
Masyarakat Vol. 7 No. 4 Peningkatan orang ibu hamil dengan anamnesa, intervensi orang (6.0%) dengan
Desember 2018 : 285- Kesehatan Ibu Hamil pemeriksaan KEK karena ukuran
289 ISSN 1410-5675 antropometri, lingkar lengan<23.5
pemeriksaan tekanan cm, Sebanyak 33 ibu
darah, pemeriksaan hamil (97%) memiliki
fisik dan peneriksaan tekanan darah yang
obstetric, normal. Sebagian
pemeriksaan besar ibu hamil
laboratorium, memiliki pengetahuan
pemberian tablet Fe yang baik tentang
dan tambahan anemia dan KEK
makanan. sebanyak 15 ibu hami
Pemberian (44.1%) dan ada 17
pendidikan kesehatan ibu hamil (50%)
tentang anemia, ISK memiliki pengetahuan
dan tanda bahaya ibu yang kurang
hamil. mengenai ISK pada
ibu hamil.
10

C. DESKRIPSI
Penelitian ini merupakan penelitian pengabdian masyarakat partisipatif dengan
pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 34 ibu hamil, dilakukan skrining ibu
hamil. Diberikan asuhan kebidanan komprehensif dan diberikan edukasi mengenai
anemia, ISK dan tanda bahaya ibu hamil. Dilakukan pretest dan post test sebelum
dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan ada 1
orang ibu hamil mengalami anemia, 2 orang ibu hamil mengalami KEK.
Pengetahuan ibu hamil mengenai anemia sudah baik, namun pengetahuan ibu
hamil mengenai ISK masih rendah.

D. TEORI DARI POKOK BAHASAN


1. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik lengkap perlu dilakukan pada kunjungan awal wanita hamil
untuk memastikan apakah wanita hamil tersebut mempunyai abnormalitas medis
atau penyakit.
a. Pemeriksaan Umum :
 Keadaan Umum
 Kesadaran
 BB Sebelum /Saat ini
Berat badan ibu hamil perlu dikontrol secara teratur paling tidak setiap
kali kunjungan pemeriksaan kehamilan. Pada trimester pertama, biasanya
belum menunjukkan peningkatan bahkan kadang-kadang menurun, hal ini
dikarenakan adanya keluhan ibu berupa mual dan muntah yang dapat
mengganggu konsumsi nutrisi pada masa kehamilan trimester I. Selama
trimester kedua dan ketiga pertambahan berat badan kurang lebih ½ kg
perminggu. Pertambahan lebih dari ½ kg perminggu pada trimester ketiga
harus diwaspadai kemungkinan mengalami preeklamsi. Hingga akhir
kehamilan pertambahan berat badan yang normal sekitar 9 kg sampai
dengan 13,5 kg. Berat ini didapatkan dari berat badan janin dalam
kandungan, air ketuban dan plasenta. Jika berat badan ibu hamil lebih dari
batas normal kemungkinan janin besar, kehamilan hidramnion, kehamilan
ganda. (Baety,2012:3)
 TB
11

Berkaitan dengan kmeungkinan panggul sempit, bila tinggi kurang dari


150 cm. (Manuaba,2001:183)
 LILA
Pentingnya dilakukan pengukuran LILA pada ibu hamil dapat digunakan
untuk memberi gambaran tentang status gizi ibu hamil, apakah ibu
tersebut mengalami KEP atau tidak.(Baety,2012:3)
 Tanda Vital
Tekanan Darah :
Tekanan darah pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140 mmHg sistolik
atau 90 mmHg diastolik. Perubahan 30 mmHg sistolik dan 15 mmHg
diastolik di atas tekanan darah sebelum hamil, menandakan toxemia
gravidarum (keracunan kehamilan). (Hani dkk,2010:91)
Nadi : Peningkatan denyut nadi dapat menunjukan infeksi,
syok, ansietas, atau dehidrasi
Suhu/ T : Peningkatan suhu menunjukan proses ineksi atau
dehidrasi.
RR : Peningkatan frekuensi pernafasan dapat menunjukan
syok atau ansietas. (Varney,2007:693).
b. Status Present
Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara pandang tetapi sekaligus dengan
rabaan, pemeriksaan diawali dari :
Kepala : mesocephal, rambut hitam, kulit rambut bersih
Muka : simetris pucat, oedema
Kelopak Mata : bengkak/tidak (Apabila kelopak mata seudah bengkak,
kemungkinan terjadi pre eklamsi berat)
Conjungtiva : merah muda, pucat
Sklera : putih/kuning
Hidung : simetris, nafas cuping hidung, polip
Mulut : simetris, bibir kering/tidak, lidah stomatitis/tidak
Gigi : caries denti
Telinga : simetris, lecet
Leher : pergerakan, pembengkakan kelenjar tiroid/tidak, pembesaran
vena jugularis
12

Dada : simetris, datar, retraksi dinding dada


Payudara : membesar, kebersihan, putting menonjol/datar
Abdomen : perut tampak membesar, linea, bekas luka operasi
Kulit : turgor kulit, warna
Punggung : lordosis/kifosis/skoliosis
Vulva : odema/tidak, varises/tidak
Anus : hemoroid
Ekstremitas : simetris, sama panjang/tidak
(Baety,2012:4-5)
Reflek Patela
Hiperrefleksia (3+ dan 4+) merupakan salah satu tanda preeklamsi
berat. Klonus biasanya terlihat menjelang eklamsia atau pada
eklamsia aktual. (Varney,2007:693).
c. Status Obstetrik
Pemeriksaan obstetrik digunakan untuk mengetahui kondisi pasien berkaitan
dengan kehamilan/persalinan. Pemeriksaan meliputi :
1. Inspeksi/Periksa Pandang
Periksa pandang dimulai semenjak bertemu dengan pasien.Diperhatikan
bagaimana sikap tubuh dan cara berjalannya, apakah cenderung
membungkuk, berjalan pincang, atau yang lainnya.
Periksa pandang meliputi :
Muka : closma gravidarum, oedema, pucat
Mammae : puting susu menonjol, hiperpigmentasi areola,
kolostrum
Abdomen :menegang/mengendur, , striae dan linea gravidarum, ada
tidaknya bekas luka operasi
Vulva : perdarahan, cairan keputihan, tanda chadwick
(Baety,2012:5)
2. Palpasi
Leopold I : untuk menentukan tuanya usia kehamilan dan bagian janin
yang terdapat di daerah fundus uteri
Leopold II : untuk menentukan letak punggung janin (pada letak
membujur) dan kepala janin (pada letak melintang).
13

Leopold III : Untuk menentukan bagian janin yang berada di bawah rahim,
menentukan bagian terbawah tersebut sudah masuk atau masih
goyang
Leopold IV : Untuk menentukan bagian terbawah janin apa dan berapa jauh
sudah masuk pintu atas panggul.
(Mochtar,1998:50-
51)
TFU : Apabila usia kehamilan di bawah 24 minggu pengukuran
dilakukan dengan jari, tetapi apabila kehamilan di atas 24 minggu memakai
pengukuran Mc. Donald yaitu dengan cara mengukur tinggi fundus memakai
cm dari atas simpisis ke fundus uteri kemudian ditentukan sesuai rumusnya.
(Depkes RI,2001 dalam Rukiyah, 2009:7)

Tinggi Fundus

Usia kehamilan Menggunakan


Dalam cm
Penunjuk badan

12 minggu Teraba di atas


-
simpisis pubis

16 minggu Di tengah antara


- simpisis pubis dan
umbilikus

20 minggu 20 cm (±2 cm) Pada umbilikus

22-27 minggu Usia kehamilan


dalam minggu = cm -
(±2 cm)

28 minggu 28 cm (± 2 cm) Di tengah, antara


umbilikus dan
prosesus sifoideus

29-35 minggu Usia kehamilan


dalam minggu = cm -
(±2cm)
14

36 minggu 36 minggu (±2 cm) Pada prosesus


sifoideus.

(Saifuddin,2006 dalam Rukiyah,2009:33)


Garis dasar janin baru dapat dipalpasi setelah minggu ke 12 saat dilakukan
pemeriksaan abdomen. Namun garis dasar ini juga bukan tanda diagnostik
yang pasti. Ballotement dapat dirasakan melalui abdomen pada waktu yang
hampir bersamaan. Pada tanda ini,tepukan tiba-tiba pada uterus dapat
menyebabkan janin tenggelam ke dalam cairan amnion untuk membalas
secara lembut jari-jari pemeriksa.(Varney,2007:498)
TBJ (Taksiran Berat Janin) gram
Rumus Johnson-Tausak : menentukan taksiran berat janin adalah :
BB = (Mc Donald-12)x155 (jika kepala janin belum masuk panggul)
(Mc Donald-11)x155 (jika kepala janin sudah masuk panggul)
(Rukiyah,2009:33)
3. Auskultasi :
Periksa dengar merupakan pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh tenaga
kesehatan untuk menilai kesejahteraan janin dalam kandungan dengan
menggunakan stetoskop atau bisa juga menggunakan doppler pada perut ibu.
Periksa dengar biasanya dimulai pada setiap pemeriksaan kehamilan trimester
II di mana denyut jantung janin bisa terdengar menggunakan lennec pada usis
kehamilan 20 minggu, tetapi bila menggunakan doppler, pada usia kehamilan
12 minggu DJJ sudah mulai dapat terdengar. Pemeriksaan DJJ harus
dilakukan 1 menit penuh, dengan nilai normal DJJ 120-160 x/menit.
(Baety,2012:19)
d. Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan laboratorium sederhana adlah suatu pemeriksaan yang dapat
dilakukan oleh tenaga kesehatan yang umum dan dikerjakan pada pemeriksaan
ibu hamil sebagai pemeriksaan penunjang untuk mendukung suatu diagnosa.
 Pemeriksaan Urine
Pemeriksaan urin ada 2 hal yang diperiksa yaitu kadar protein dan gula
dalam urine.
 Pemeriksaan Darah
15

Pemeriksaan darah yang dilakukan pada ibu hamil terutama adalah


pemeriksaan kadar Hb. Dilakukan ANC terpadu yaitu dilakukan
pemeriksaan oleh bidan, dokter umum, dokter gigi, gizi dan petugas
laboratorium. Pemeriksaan dalam darah dan dapat dilakukan di
Pukesmas/RS. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi faktor resiko
kehamilan. Bila kadar Hb ibu kurang dari 10g% berarti ibu dalam keadaan
anemia, terlebih bila kadar Hb tersebut kurang dari 8 g% berarti ibu
anemia berat. (Baety,2012:49-52)
16

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pemeriksaan pada ibu hamil baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan
penunjang sangat diperlukan untuk bisa menunjukkan kondisi ibu dan bisa
menegakkan diagnosa, promosi kesehatan mengenai kebidanan juga diperlukan.

B. SARAN
Sebagai bidan, harus lebih memperhatikan pada pemeriksaan ibu hamil.
Dengan adanya program ANC terpadu maka pencegahan komplikasi bisa lebih baik,
sehingga porsi pemeriksaan sebagai bidan agar lebih ditingkatkan lagi.
17

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati ER, dkk. (2009). Asuhan Kebidanan 1 (Kehamilan). Yogyakarta : Nuha Medika.
Astuti, Sri. Dkk. (2018). Skrening Kehamilan Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu
Hamil. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 7 No. 4 Desember 2018 : 285-
289
Baety, Aprilia Nurul. (2012). Kehamilan dan Persalinan Panduan Praktik Pemeriksaan.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Cunningham, F.G. (2013). Obstetri Williams. Jakarta : EGC.
Rukiyah, Ai Yeyeh, dkk. (2009). Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta: Trans Info
Media
Varney, Hellen, dkk. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC.
Wiknjosastro, Hanifa. (2009). Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo
18

Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat ISSN 1410 – 5675 V ol. 7, No. 4, Desember 2018: 285 - 289

SKRENING KEHAMILAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN


KESEHATAN IBU HAMIL DI DESA CIPACING, KECAMATAN
JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG

Sri Astuti, Didah, dan Neneng Martini

Prodi Kebidanan, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas


Kedokteran Universitas Padjadjaran E-mail:
sriastuti29a@gmail.com

ABSTRAK. Kematian ibu saat ini masih tinggi yang disebabkan oleh faktor usia, terlambat mengenali tanda bahaya,
terlambat dalam penanganan kedaruratan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, keterbatasan pengetahuan dan taraf
pendidikan. Oleh karena itu diperlukan skrening kehamilan yang merupakan pemeriksaan kehamilan untuk mengenali
secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang dapat terjadi selama kehamilan, dan memastikan kesehatan ibu
dan janin. Skrening sebagai upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk mencegah kesakitan dan kematian
ibu dan janin yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Tujuankegiatan adalah meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui
skrining kehamilan meliputi pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kadar Hb dan urine serta pendidikan kesehatan tentang
anemia dan Kekurangan Energi Kalori (KEK), Infeksi Saluran Kemih (ISK), dan tanda bahaya dalam kehamilan.
Metode penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan partisipasi masyarakat untuk mendapatkan
gambaran kesehatan dan pengetahuan ibu hamil tentang anemia pada kehamilan dan KEK, ISK dan tanda bahaya ibu
hamil. Sasaran adalah ibu hamil sejumlah 34 orang, tempat kegiatan di desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten
Sumedang pada tanggal Februari sd April 2018. Hasil pemeriksaan ibu hamil sebagian besar tidak anemia, ibuhamil
(KEK) 2 orang dan Hipertensi 1 orang, pemeriksaan protein urine 41%positif, glukosa urine 100% negatif. Setelah
dilakukan penyuluhan, pengetahuan tentang anemia baik (50%), tanda bahaya dalam kehamilan baik (97%), pengetahuan
yang kurang tentang ISK (50 %). Skrening ibu hamil dapat mendeteksi secara dini kesehatan ibu, mencegah dan
memberikan penanganan awal sehingga tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Promosi kesehatan memberikan gambaran
peningkatan pengetahuan ibu hamil

Kata kunci: ibu hamil, pengetahuan, skrening

ABSTRACT. High incidence of maternal deaths is related to the mother’s age, delayed recognition of warning signs,
delayed arrival to the health centers, lack of knowledge, and educational level. Therefore, pregnancy screening, which is a
pregnancy assessment to early detect an abnormality and complication that might happen throughout pregnancy, and to
ensure the mother’s and infant’s health. Screening also acts as a method of promotive, preventive, curative, and
rehabilitative to prevent morbidity and mortality in mother and children given by the health practitioners. The aim of
the activity is to improve health in pregnant women through pregnancy screenings including antenatal care, Hb level
measurement and urine examination, and health education about anemia and chronic energy deficiency (CED), urinary
tract infection (UTI), and warning signs in pregnancies. The method of this study was descriptive with a cross-sectional
approach and citizen’s participation in order to get the description about the health and knowledge of pregnant women
about anemia in pregnancy and CED, UTI, and warning signs of pregnancy. The target was 34 pregnant women, and it
was held in Cipacing village, Jatinangor sub-district, Sumedang regency on February until April 2018. The results show
that most of the pregnant women were not anemic, 2 people were CED and 1 was hypertensive, 41% of them were
positive in urine protein, and 100% of them were glucose negative. After being counseled, the knowledge regarding
anemia was good (50%), regarding warning signs in pregnancy was good (97%), and poor knowledge regarding UTI
(50%). Conclusion Pregnancy screening can early detect mother’s health, prevent and give early management so there
will be no further complications. Health promotion serves an increase in pregnant women’s knowledge.
Sri Astuti, Didah, dan Neneng Martini 28
Key words: pregnant women, knowledge, screening kualitas dan efektivitas dari pelayanan
PENDAHULUAN kesehatan. Terlambat kedua,
dipengaruhi oleh lama pengangkutan, kondisi jalan
Rasio kematian ibu, yang
dan biaya transportasi. Faktor yang mempengaruhi
diperkirakan sekitar 228 per100.000
terlambat ketiga adalah terlambat mendapatkan
kelahiran hidup, tetap tinggi di atas 200
pelayanan pertama kali di RS rujukan (Krisnadi,
selama dekade terakhir, meskipun telah
2014)
dilakukan upaya-upaya untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan ibu Kematian ibu juga disebabkan faktor dasar
dan setiap 1 jam satu perempuan antara lain keterbatasan pengetahuan, taraf
meninggal dunia ketika melahirkan atau pendidikan, status sosial ekonomi, dan pengambilan
karena sebab yang berhubungan dengan keputusan di tingkat rumah tangga. Meningkatkan
kehamilan. (Adik Wibowo, 2014; kesehatan ibu berarti meningkatkan terciptanya
Kemenkes, 2012). Penurunan Angka generasi penerus yang cerdas. Masih banyak ibu
Kematian Ibu (AK) merupakan salah hamil yang tidak memperhatikan asupan gizi,
satu target Millenium Development Goal sehingga anak yang dilahirkan berada dalam kondisi
(MDG) World Health Organization yang mengkhawatirkan.
(WHO) yaitu sebesar 75% pada tahun
Untuk mengatasi kematian ibu dan kematian
2015 (Krisnadi, 2018).
bayi diperlukan upaya inovatif dan kualitas pelayanan
Faktor yang menyebabkan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan
kematian ibu secara garis besar dapat peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai asuhan
dikelompokkan menjadi penyebab dalam kehamilan. Hasil Riset Kesehatan Dasar
langsung dan tidak langsung. Penyebab (Riskesdas) 2013 (Kemenkes, 2013), mengemukakan
langsung kematian ibu adalah faktor bahwa, cakupan pemeriksaan kehamilan pertama
yang berhubungan dengan komplikasi pada trimester pertama adalah 81,6 persen dan
kehamilan, persalinan dan nifas seperti frekuensi antenatal care (ANC) 1 kali pada trimester
perdarahan, pre eklampsia/ eklampsia, pertama, minimal 1 kali pada trimester kedua dan
infeksi, persalinan macet dan abortus. minimal 2 kali pada trimester3 sebesar70,4 persen.
Penyebab kematian tidak langsung Tenaga yang paling banyak memberikan pelayanan
kematian ibu adalah faktor yang ANC adalah bidan (88%) dan tempat pelayanan
memperberat keadaan ibu hamil seperti ANC paling banyak diberikan di praktek bidan
empat terlalu serta faktor yang (52,5%).
mempersulit proses penanganan
Berdasarkan wawancara dengan bidan desa
kedaruratan kehamilan, persalinan, dan
Cipacing, bahwa masih ditemukan ibu hamil dengan
nifas, seperti lebih kurang 65%
anemia dan kekurangan energi dan kalori yang
kehamilan yang terjadi berhubungan
diakibatkan kurangnya nutrisi. Kurangnya
dengan 4 terlalu, terlalu muda (usia
pengetahuan ibu hamil mengenai anemia, KEK,
kurang dari 20 tahun, terlalu tua (usia
infeksi saluran kemih dan tanda bahaya pada ibu
lebih dari 35 tahun), terlalu sering
hamil. Sesuai dengan peran fungsi Puskesmas bahwa
melahirkan (jarak kehamilan kurang dari
Puskesmas sebagai pusat penggerak pembinaan
2 tahun), dan terlalu banyak (lebih dari 3
berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga
anak). Empat terlalu selain berpengaruh
dan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata
terhadap angka kematian ibu, juga
pertama. Namun kegiatan puskesmas kurang
mempunyai dampak terhadap kematian
berorientasi pada masalah dan kebutuhan masyarakat
bayi dan pertumbuhan kesehatan bayi
setempat, lebih berorientasi pada kuratif, keterlibatan
yang dilahirkan dan 3 terlambat yaitu
masyarakat belum dikembangkan secara optimal.
terlambat mengenali kehamilan dalam
Puskesmas wajib memberdayakan masyarakat agar
situasi gawat, jauh dari fasilitas
kesehatan, biaya, persepsi mengenai
Sri Astuti, Didah, dan Neneng Martini 28
berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap Hb dan urine (protein dan glukosa) serta
upaya kesehatan (Supari, 2007). pendidikan kesehatan tentang anemia dan KEK,
Infeksi Saluran Kemih (ISK), dan tanda bahaya
Menurut profil Kesehatan Indonesia
dalam kehamilan
(Kementrian Kesehatan RI, 2015), bahwa
sebesar 6,4% Puskesmas sudah cukup bidan,
dan 37,6% Puskesmas kekurangan bidan.
Berdasarkan regional, proporsi terbesar METODE
Puskesmas yang cukup dan berlebih jumlah
bidan terdapat di regional Sumatera (78,57%)
dan Jawa-Bali (70,11%). Rasio bidan 120 per
Metode pelaksanaan dalam kegiatan
100.000 penduduk. Provinsi dengan rasio
pengabdian pada masyarakat ini adalah
terendah yaitu Jawa Barat sebesar 20,78 per
partisipatif dan cross- sectional. Pelaksanaan
100.000 penduduk. Selain bidan, Puskesmas
kegiatan sebagai berikut:
membutuhkan tenaga kesehatan promotif dan
preventif lain seperti petugas gizi. a. Ibu hamil yang mengikuti skrening sebanyak 34
orang. Dilaksanakan pada bulan Februari sd. April
Upaya percepatan penurunan AKI dapat 2018 di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor
dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu Kabupaten Sumedang.
mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu b. Skrening (penapisan) ibu hamil dimulai dengan
anamnesis, pemeriksaan antropometri, pemeriksaan
yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan tekanan darah, pemeriksaan fisik dan obstetri,
ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga pemeriksaan laboratorium darah dan urine, pemberian
kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan tabet Fe dan makanan tambahan. Hasil pemeriksaan
kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dianalisis dengan distribusi frekuensi
c. Promosi kesehatan tentang anemia, ISK dan tanda
dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika
bahaya pada ibu hamil. Dilakukan pre test sebelum
terjadi komplikasi (Kementrian Kesehatan pemberian materi dan postes setelah penyuluhan
RI, 2015) menggunakan kuesioner yang yang telah diuji validitas
dan reliabilitasnya. Untuk mengetahui gambaran
Dari uraian permasalahan di atas, kami penge- tahuan data dianalisis dengan distribusi
tim dosen Prodi D4 Kebidanan bekerja sama frekuensi.
dengan PKM Jatinangor telah melakukan
pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan
untuk memberikan solusi bagi masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN
dalam menghadapi permasalahan kesehatan ibu
hamil yang ada. Upaya peningkatan kesehatan Hasil skrening kehamilan. Kegiatan
melalui penapisan (skrining) ibu hamil meliputi skrening (penapisan) kehamilan diikuti 34
pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kadar Hb ibu hamil.
dan urine (protein dan glukosa) serta Tabel 1 menunjukkan karakteristik ibu
pendidikan kesehatan tentang anemia dan hamil, di dapatkan usia ibu hamil terbanyak
KEK, Infeksi Saluran Kemih (ISK), dan tanda antara 20-35 tahun, paritas terbanyak memiliki
bahaya dalam kehamilan anak 2-4, dan usia kehamilan terbanyak di
Dari uraian permasalahan di atas, kami trimester 2
tim dosen Prodi D4 Kebidanan bekerja Tabel 2 menunjukkan bahwa terdapat ibu
sama dengan PKM Jatinangor telah dengan LILA normal (≥ 23,5 ) sebesar 94,0%,
melakukan pengabdian kepada masyarakat dan tekanan darah normal (97%).
yang bertujuan untuk memberikan solusi
bagi masyarakat dalam menghadapi
permasalahan kesehatan ibu hamil yang ada.
Upaya peningkatan kesehatan melalui
penapisan (skrining) ibu hamil meliputi
pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kadar
Sri Astuti, Didah, dan Neneng Martini 28

Tabel 1. Karakteristik ibu hamil yang mengikuti


Tabel 6. Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya
penapisan
kehamilan
Frekuensi
Katagori
n %
Pre-test Post-test
PengetahuanUsia
n % n %
<20 tahun 1 3,0
20-35 tahun 29 85,0 Baik 31 91,0 33 97,0
>35 tahun 4 12,0 Cukup 2 6,0 0 0,0
Paritas kurang 1 3,0 1 3,0
0-1 11 32,0
2-3 22 65,0
≥4 1 1,0
Umur kehamilan
Pada tabel 3 di atas ibu hamil tidak
anemia (97%), terdapat ibu dengan protein
urine negatif 59%, glukosa urine seluruhnya
negatif (100%). Penyuluhan anemia, ISK dan
tanda bahaya pada ibu hamil.

Trimester 1 9 27,0
Berdasarkan tabel 4 di atas, gambara
pengetahuan ibu hamil tentang anemia setelah
Trimester 2 13 38,0
postes terdapat pening-katan, terbanyak
Trimester 3 12 35,0
mempunyai pengetahuan baik.
Tabel 5 menunjukkan, pengetahuan
Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LILA) tentang ISK terbanyak kurang sebelum dan
dan Tekanan Darah sesudah penyuluhan, walau- pun terdapat ibu
yang mempunyai pengetahuan baik.

Katagori
Frekuensi Tabel 6 didapatkangambaran hampir
n % seluruhnya ibu hamil mempunyai pengetahuan
LILA baik tentang tanda bahaya kehamilan pada
<23,5 2 6,0 pretes maupun postes
>23,5 32 94,0
Tekanan Darah
HASIL DAN PEMBAHASAN
Normal 33 97,0
Hipertensi 1 3,0
Hasil penapisan (skrening) masih terdapat
ibu hamil dengan usia berisiko yaitu kurang
Tabel 3. Hasil pemeriksaan kehamilan, Kadar Hb dan dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun, terdapat
pemeriksaan urine ibu hamil dengan paritas ≥4 (grande multi).
Hal ini juga telah diungkapkan pada uraian di
atas yang dirangkum menjadi 4 terlalu antara
frekuensi lain terlalu muda
Katagori
n % usia, terlalu tua usia terlalu banyak melahirkan
Anemia
ya (Budijanto, 1 3,0
tidak 33 97,0
Pemeriksaan kehamilan
2015). Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa usia ibu berhubungan
dengan kejadian prematuritas. Kehamilan remaja yang berusia < 16 tahun, terutama
yang secara riwayat ginekologis juga muda (remaja
Normal 32 94,0 Positif 14 41,0
Tidak normal (KEK) 2 6,0
Negatif 20 59,0
Pemeriksaan Urine
Glukosa Urine
protein
Sri Astuti, Didah, dan Neneng Martini 28
Positif 0 0,0
yang mendapatkan haid pertamanya < 2 tahun
Negatif 34 100,0 sebelum kehamilannya) akan meningkatkan
kejadian persalinan prematur pada usia kehamilan
< 33 minggu.Wanita usia
Tabel 4. Pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan KEK > 35 tahun juga meningkat risikonya untuk
mengalami persalinan prematur. Astolfi dan
Zonta (Krisnadi, 2018) mendapatkan 64%
peningkatan kejadian persalinan prematur pada
Pre-test Post-test
Pengetahuan
n % n % populasi wanita Itali yang berusia 35 tahun
Baik 15 44,1 17 50,0 atau lebih, terutama pada kehamilan pertama
Cukup 5 14,7 9 26,5
kurang 14 41,2 8 23,5
(primi tua)
Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin,
didapatkan ibu hamil anemia 1 dari 34orang
dan KEK 2 dari 34 orang yaitu dengan
pemeriksaan LILA < 23,5 cm. Data prevalensi
Tabel 5. Pengetahuan ibu hamil tentang Infeksi Saluran ibu hamil dengan anemia (Riskesdas, 2013)
Kemih (ISK) sebesar 37, 1%, hal ini berkaitan dengan asupan
zat gizi besi dari makanan baru terpenuhi
sekitar 40 % (Kemenkes RI, 2016). Dampak
anemia dan KEK selama hamil, dapat
Pre-test Post-test
Pengetahuan meningkatkan kelahiran BBLR, persalinan
n % n %
Baik 7 20,6 11 32,3 prematur, anemia berat, persalinan lama dan
Cukup 10 9,4 6 17.7 perdarahan pasca salin. Melalui pemeriksaan
kurang 17 50,0 17 50,0
kehamilan dapat dideteksi faktor risiko dan
masalah dapat dicegah dengan memberikan
intervensi dan rujukan, seperti hipertensi pada
ibu hamil, anemia dan KEK. Anemia ibu
hamil diberikan suplemen zat besi yang
tersedia di puskesmas yang berisi 60 mg besi
elemental dan 250 µg asamfolat. Pada ibu
hamil yang anemia dapat diberikan 3 kali
sehari. Dan bila dalam 90 hari ada perbaikan
dilanjutkan
Sri Astuti, Didah, dan Neneng Martini 29

pemberian sampai dengan 42 hari dkk (Sumarni1, Rahma2, 2014), bahwa Ibu
pascasalin. Bila tidak ada perbaikan, rujuk yang berpengetahuan baik lebih banyak
klien kepusat pelayanan kesehatan yang memanfaatkan pelayanan antenatal, hal ini
lebih tinggi untuk mendapatkan penanganan disebabkan karena ibu yang
(Kementrian Kesehatan RI, 2014). berpengetahuan baik peduli dengan
kesehatannya dan terdapat perhatian
Gambaran pengetahuan ibu hamil
terhadap keadaan kehamilannya. yang
tentang anemia sebelum (pretes) dan
menyatakan bahwa ada hubungan
sesudah (postes) dilakukan penyu- luhan
pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda
baik. Kegiatan ini bermanfaat bahwa
bahaya kehamilan dengan kepatuhan
promosi kesehatan adalah upaya
pemeriksaan kehamilan.
meningkatkan pengetahuan masyarakat
melalui pembelajaran, dari dan oleh , untuk Saran untuk bidan desa Cipacing
dan bersama masyarakat agar mereka diharapkan mela- kukan tindak lanjut
dapat menolong diri sendiri dan sebagai intervensi jangka panjang dengan
mengembangkan kegiatan bersumber daya melakukan pemeriksaan ibu hamil dan
dari masyarakat(Supari, 2007) kadar Hb secara periodik sesuai umur
kehamilan dan kegiatan penyuluhan
Pengetahuan tentang anemia sangat
hendaknya dilakukan secara
penting untuk mencegah terjadinya anemia,
berkesinambungan baik saat kegiatan
Hasil ini sejalan dengan hasil pemeriksaan
pemeriksaan ibu hamil di Posyandu
kadar Hb, bahwa ibu yang mempunyai
maupun saat kunjungan.
pengetahuan yang baik dapat menurunkan
kejadian anemia. Selain itu pengetahuan
ibu hamil tentang anemia penting, seperti
hasil penelitian yang dikemukakan Rajeev
Kumar dkk (Yadav, Swamy, & Banjade,
2014), bahwa pengetahuan ibu hamil
tentang anemia, dapat mencegah anemia.
Pengetahuan tentang anemia berhubungan
secara bermakna dengan pendidikan ibu
hamil.
Pada kegiatan ini didapatkan data Gambar 1. Pemeriksaan urine ibu hamil
bahwa penge- tahuan ibu hamil tentang
ISK terbanyak kurang, hal ini sejalan
dengan penelitian Alvie dkk (Alvie Rizky
Gusrianty, Sri Astuti, Hartinah, 2015),
bahwa ibu hamil mengalami gejala ISK
karena pengetahuan yang kurang, sehingga
disarankan ibu hamil mengikuti
pendidikan/ penyuluhan kesehatan tentang
bahaya infeksi saluran kemih dan
mengurangi risiko terjadinya ISK
Pengetahuan ibu tentang tanda bahaya
dalam kehamilan hampir seluruhnya baik,
Gambar 2. Pengambilan darah untuk pemeriksaan
hal ini sejalan dengan penelitian Sumarni
Sri Astuti, Didah, dan Neneng Martini 29

Kesehatan Republik Indonesia (Vol.


51). https://doi.org/10.1037/0022-
DAFTAR PUSTAKA 3514.51.6.1173

Adik Wibowo. (2014). Kesehatan Krisnadi, S. R. (2014). Prenatal Care


Masyarakat Di Indonesia : (PNC) Yang Berkualitas. In
Konsep, Aplikasi dan Tantangan. H. G. Setiabidawan (Ed.) (pp.
Alvie Rizky Gusrianty, Sri Astuti, 13– 28). Bandung: Fakultas
Hartinah, A. I. S. (2015). Kedokteran Universitas
Angka Kejadian Gejala Padjadjaran.
Infeksi Saluran Kemih pada Krisnadi, S. R. (2018). Mengenal
Ibu Hamil di Desa Faktor Risiko Persalinan
Mekargalih Kecamatan Prematur Sebagai Upaya
Jatinangor Kabupaten Rasional Menurunkan
Sumedang Tahun 2014. Kejadian Persalinan Prematur.
Jurnal Sistem Kesehatan, 1 Akademia EDU.
nomor 3, 71–75.
Sumarni1, Rahma2, M. I. (2014).
Budijanto, D. (2015). Determinan ‘4 Hubungan Pengetahuan Dan
Terlalu’ masalah Kesehatan Sikap Ibu Hamil Tentang
Reproduksi Hubungannya Tanda Bahaya Kehamilan,
dengan penggunaan alat KB Persalinan Dan Nifas
saat ini di Indonesia. Buletin Terhadap Perilaku ANC
Jendela Data dan Informasi Puskesmas Latambaga
Kesehatan. Semester II tahun Kabupaten Kolaka,
2013. Kementrian Kesehatan Reprositor.
RI. Buletin Jendela Data Dan
Supari, S. F. (2007). Pedoman Pelaksanaan
Informasi Kesehatan,
Promosi Kesehatan di
Kemenkes RI, 2(1), 102–114. Puskesmas.Pdf. Pedoman
https://doi.org/2101018 Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di
Puskesmas.
Kemenkes. (2012). Gizi Ibu & Anak. Unicef
Indonesia, Oktober 20(Gizi Ibu & Yadav, R. K., Swamy, M. ., &
Anak).
Banjade, B. (2014).
Kemenkes. (2013). RISET KESEHATAN Knowledge and Practice of
DASAR 2013. Referensi. Anemia among pregnant
https://doi.org/1 Desember 2013
women attending antenatal
Kementrian Kesehatan RI. PMK no clinic in Dr. Prabhakar Kore
88 tahun 2014 tentang standar hospital, Karnataka-A Cross
tablet tambah darah bagi sectional study. IOSR Journal
wanita usia subur dan ibu of Dental and Medical
hamil, Kementerian Sciences, 13(4), 74–80.
Kesehatan Republik Indonesia https://doi. org/10.9790/0853-
§ (2014). 13477480
Kementrian Kesehatan RI. (2015). Profil
Kesehatan Indonesia. Kementerian
Sri Astuti, Didah, dan Neneng Martini 29