Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Rekayasa – Jasa Nasihat dan


Konsultansi Rekayasa Teknik
TAHUN ANGGARAN 2022

A. LATAR BELAKANG
Program Perencanaan Rekayasa – Jasa Nasihat dan Konsultansi Rekayasa
Teknik merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menunjang
pencapaian sasaran Pembangunan Nasional, yang dilaksanakan Dinas
Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu Bidang Bina Marga, yang mempunyai
wewenang dan tanggung jawab dalam pembinaan Sarana Trasportasi.

Pembinaan Perencanaan Rekayasa – Jasa Nasihat dan Konsultansi


Rekayasa Teknik sangat terkait dengan pemerataan pembangunan
beserta hasil-hasilnya melalui Pembangunan Prasarana Jalan yang
bertujuan untuk meningkatkan Kondisi Jalan sesuai dengan tuntutan laju
pertumbuhan lalu lintas yang diakibatkan oleh
perkembangan/pertumbuhan ekonomi

Kebijakan pembinaan ke-bina margaan sejalan dengan kebijakan


pembangunan diarahkan untuk :
 Mempertahankan tingkat pelayanan prasarana ;
 Meningkatkan aksesibilitas daerah–daerah terisolir;
 Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan mempercepat
penanganan khusus;
 Mengharmoniskan keterpaduan sistem jaringan prasarana jalan
dengan kebijakan tata ruang wilayah yang merupakan acuan
pengembangan wilayah dan meningkatkan keterpaduannya dengan
sarana dan prasarana lainnya;
 Menumbuhkan sikap profesionalisme dan kemandirian institusi dan
SDM penyelenggaraan bidang jalan;
 Mendorong keterlibatan peran dunia usaha dan masyarakat
dalam penyelenggaraan dan penyediaan prasarana jalan;
 Meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian dan
pengembangan teknologi.

Jalan dan jembatan sebagai salah satu prasarana utama sektor


perhubungan mempunyai peranan dalam mendukung terwujudnya
sarana pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan
pembangunan sektor produksi dan jasa serta suatu wilayah sehingga
terwujud keselarasan pembagian dan kesesuaian pertumbuhan wilayah
regional, perkotaan dan perdesaan yang diselenggarakan secara holistis,
berkelanjutan, berwawasan lingkungan dan memberdayakan
masyarakat.
Dalam mendukung pengamanan sistem jaringan jalan dan jembatan
secara komprehensif, kegiatan monitoring kondisi jalan dan jembatan
yang upto-date dan memiliki kemampuan grafis dalam penyajiannya
sangat dibutuhkan dalam kerangka penyiapan solusi teknis dari
permasalahan jalan dan jembatan yang ada, agar jaringan jalan dan
jembatan dapat beroperasi secara optimal. Informasi ini dapat
menjadi masukan bagi pihak terkait lainnya di lingkungan Dinas
Pekerjaan Umum dalam rangka penyusunan rencana dan program
serta kegiatan pelaksanaan fisik jalan dan jembatan.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Kegiatan penanganan jalan dikategorikan dalam tiga jenis
program, yaitu:
a. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan;
b. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan;
c. Program Peningkatan Jalan dan Jembatan.
Mengingat alokasi biaya yang dapat disediakan sangat terbatas,
sehingga harus diprioritaskan pada program yang bermanfaat sebesar-
besarnya pada masyarakat dalam arti dapat menekan total
biaya transportasi.
Maksud dari pengembangan sistem ini adalah untuk memberikan
informasi tentang kondisi jalan dan jembatan bagi para pihak terkait
dengan jalan dan jembatan.
Tujuan dari pengembangan sistem ini adalah tersedianya sistem
informasi database jalan dan jembatan yang dapat menjadi acuan dan
dasar penetapan penanganan jalan dan jembatan secara cepat
dan tepat sehingga dapat mendukung peningkatan keamanan
sistem jaringan jalan dan jembatan yang ada.

C. STANDAR TEKNIS DAN REFERENSI HUKUM

1. STANDAR TEKNIS
Dalam hal melaksanakan Pekerjaan Updating Penguatan
Database Dan Survey Kondisi Jalan, daftar referensi seperti
tersebut di bawah ini ditetapkan dan dipakai sebagai dasar
perencanaan, referensi dimaksud adalah :
a. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2011
tentang Pedoman Teknis Sistem Pengelolaan Database Jalan
Provinsi dan Kabupaten/Kota
b. Tata Cara Survey Inventarisasi Jalan dan Jembatan Kota, No.
16/T/BNTK/1990
c. Petunjuk / Tata Cara Standar lainnya yang berhubungan.

Selain memperhatikan stándar teknis, juga harus memperhatikan


Kriteria Umum Bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan
Kompleksitas Bangunan, yaitu : Persyaratan Peruntukan dan
Intensitas, Persyaratan Struktur, Persyaratan Transportasi.

2. STUDI-STUDI TERDAHULU
Study yang pernah dilakukan pada masing-masing lokasi meliputi
survey permulaan, penentuan lokasi, inventarisasi bangunan yang
telah ada dan perencanaan teknis.

3. REFERENSI HUKUM
Dasar hukum pelaksanaan kegiatan Updating Penguatan
Database Dan Survey Kondisi Kabupaten Lebong adalah sebagai
berikut :
1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang
Pembentukan Kabupaten Lebong;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah
diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 59);
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004
tentang Jalan;
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009
tentang Lalulintas Dan Angkutan Jalan;
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun
2006 tentang Jalan;
6. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 376/KPTS/M/2004
Tahun 2004 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional;
7. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 630/KPTS/M/2009
Tahun 2004 tentang Penetapan Ruas Ruas Jalan Dalam
Jaringan Primer Menurut Peranannya Sebagai Jalan Arteri,
Jalan Kolektor 1, Jalan Kolektor 2, dan Jalan Kolektor 3;
8. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 78/PRT/M/2005
tentang Leger Jalan;
9. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2010
tentang Tata Cara Jalan dan Persyaratan Laik Fungsi Jalan;
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2010
tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-
bagian Jalan dilaksanakan bagi para Penyelenggara Jalan;
11. Peraturan Daerah Kabupaten Lebong Tata ruang dan
wilayah.

D. SASARAN
Sasaran yang hendak dicapai sebagai hasil dari layanan jasa
konsultansi ini adalah sebagai berikut :
Tersusunnya pola jaringan jalan Kabupaten Lebong;
1. Tersedianya pola penanganan skala prioritas sistem program
Pembangunan, Peningkatan dan Pemeliharaan/Rehabilitasi Jalan
dan Jembatan berdasarkan kebutuhan Kabupaten Lebong;
2. Sistem informasi database jaringan jalan dan jembatan dengan
kemampuan penyajian grafis;
3. Kemampuan import dan export database data sheet file.
4. Menetapkan status dan fungsi jalan Kabupaten Lebong
5. Menetapkan Garis Sempadan Bangunan dan Garis Sempadan
Saluran untuk seluruh ruas jalan Kabupaten Lebong
6. Menentukan rencana pembangunan jalan
7. Menentukan prioritas program tahunan pembangunan jalan yang
dijabarkan setiap 5 tahun selama 20 tahun
8. Menyusun Rencana Induk Jaringan Jalan
E. SUMBER PENDANAAN
Untukpelaksanaan kegiatan ini disiapkan pagu dana sebesar
Rp. 490.880.000,00 (Empat Ratus Sembilan Puluh Juta Delapan Ratus
Delapan Puluh Ribu Rupiah) melalui APBD Kabupaten Lebong Tahun
Anggaran 2022.
F. Nama dan Organisasi pejabat Pembuat Komitmen
 Nama PPK : HARIS SANTOSO, ST
 Proyek/Satuan Kerja : DPUPR-Hub Bina Marga Kabupaten Lebong
G. LINGKUP KEGIATAN
Maksud dari kegiatan ini adalah membuat dasar Sistem Database
Jalan dan Jembatan di Kabupaten Lebong berdasarkan kondisi di
lapangan saat ini, yang dapat dikembangkan lagi oleh dinas-dinas
terkait di kemudian hari. Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan tersebut adalah sebaga iberikut :
 Melakukan pengumpulan data pendukung lainnya, seperti
topografi, kependudukan, potensi wilayah dan Rencana Tata Ruang
Wilayah Sistem Informasi/Database Jalan dan Jembatan se-
Kabupaten Lebong Berbasis GIS;
 Melaksanakan pengumpulan data bangunan jembatan yang
mencakup kondisi umum dan properties jembatan;
 Melakukan pengumpulan data jaringan jalan dan pembuatan peta
jaringan jalan;
 Melaksanakan survey lapangan
 Survey Inventarisasi Jaringan Jalan (SIJ)
 Survey Kondisi Jalan (SKJ)
 Survey kondisi Jembatan
 Melakukan analisa dan evaluasi data untuk mengetahui pola
jaringan jalan dan jembatan, meliputi bangkitan dan tarikan, yang
ada dan akan ada;
 Melakukan atau melaksanakan mapping untuk digunakan sebagai
basis dari database jalan dan jembatan;
 Menyusun atau membuat program atau routine sebagai sarana
interface untuk pemasukkan atau input data secara digital;
 Melakukan penyusunan perangkat lunak untuk aplikasi Jatingan
Jalan dan Jembatan berupa Sistem Informasi Geografis yang
terintegrasi dan mudah di operasikan (userfriendly)
 Menampilkan data-data lengkap jalan dan jembatan (panjang,
lebar, nomor ruas, kondisi jalan, penanganan yang sudah dilakukan,
dst)
 Menampilkan skala prioritas penanganan
 Melakukan pemasukan data secara manual;
 Pembuatan Manual Operasi dan Manual Program Jaringan Jalan dan
Jembatan.
 Melakukan penyusunan dokumen lingkungan.

Database konstruksi ini meliputi sekurang–kurangnya :


 Seluruh ruas jalan hasil survey terkini;
 Seluruh bangunan jembatan hasil survey terkini;
 Berisikan paling tidak informasi antara lain :
 Petasistem jaringan jalan nasional, provinsi, dan kabupaten di
Wilayah Sistem Informasi/Data Base Jalan dan Jembatan se
Kabupaten Lebong Berbasis GIS
 Data teknis ruas jalan
 Data kondisi fisik ruas jalan dan bangunan jembatan dan
dirinci sesuai dengan nomenklatur yang ada yaitu ke dalam
kategori baik, sedang, rusak ringan, dan rusakberat dsb
 Data Lalu Lintas;
 Sistem database harus dapat menampilkan semua informasi
yaitu, statusjalan, jenis jembatan, tahun, serta sistem
pencarian data secara otomatis, mudah dancepat;
 Sistem harus dilengkapi kemampuan query sesuai dengan
keinginan pengguna;
 Penampilan image komputer secara umum dapat
menyajikan Peta Sistem Jaringan Jalan Nasional berikut entity
jembatan dan bangunan pelengkap.

Pemahaman mengenai pengelolaan data antara lain pencarian data,


penambahan data, perubahan data, penghapusan data, penampilan
data dan mencetak data. Pihak Konsultan untuk kegiatan
training/pelatihan ini diharuskan menggunakan modul pelatihan yang
sesuai dengan petunjuk/manual Aplikasi Database SIG atau GIS
Jalan dan Jembatan, dan training/pelatihan ini diadakan dalam
jangka waktu minimal 3 (tiga) hari kerja. Tempat penyelenggaraan
training/pelatihan ini dilingkungan Pemerintah Sistem Informasi/Database
Jalan dan Jembatan se-Kabupaten Lebong Berbasis GIS.

H. TENAGA AHLI
Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan ini, maka dibutuhkan
beberapa tenaga ahli yang memiliki sertifikat keahlian, dengan jumlah
dan kualifikasi berikut :

1. Ketua Tim / Team Leader


Mempunyai latar belakang pendidikan S-1 Teknik Sipil. Mempunyai
pengalaman minimum 3 (tiga) tahun dalam bidang teknik jalan dan
jembatan dan pernah sebagai Ketua Tim, berserifikat keahlian Ahli
Jalan Madya.
Tugas dan tanggung jawab adalah :
 Menyusun dan menyiapkan rencana kerja kegiatan
 Mengkoordinasi kegiatan dan memberikan arahan kepada
para tenaga ahli
 Melakukan koordinasi dengan pengguna jasa
 Mengkoordinasi para tenaga ahli dalam rapat-rapat
pembahasan teknis
 Mempresentasikan hasil pekerjaan mulai konsep awal sampai
konsepakhir laporan termasuk peragaan program komputernya
 Bersama dengan Sistem Analis menyiapkan Manual
Operasiona lSistem Informasi Database Jalan dan Jembatan
 Mempunyai kewenangan penuh dalam menetapkan keputusan
yangbersifat teknis
 Bertanggung jawab penuh di bidang teknis atas
pelaksanaan kegiatan pembuatan Sistem Informasi Database Jalan
dan Jembatan

2. Tenaga Ahli Jembatan


Mempunyai latar belakang pendidikan S-1 Teknik Sipil. Mempunyai
pengalaman kerja di bidang jalan dan jembatan minimal selama 2
(dua) tahun bersertifikat keahlian Ahli Jembatan Muda.
Tugas dan tanggung jawab adalah :
 Melakukan penelaahan sistem survey pemeriksaan kondisi
jembatan yang telah dikembangkan
 Melakukan pengumpulan data bangunan jembatan baik dalam
bentuk softcopy maupun hardcopy
 Menyusun rencana skala prioritas penanganan jembatan
 Melakukan koordinasi dengan Tenaga Ahli lainnya terhadap
hasil kajian dan evaluasi penyusunan informasi database jembatan
 Dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Ketua Tim

3. Ahli Transportasi
Mempunyai latar belakang pendidikan S-1 Teknik Sipil. Mempunyai
sertifikat Ahli Jalan Muda pengalaman kerja di bidang perencanaan
jaringan jalan minimal selama 2 (dua) tahun.
Tugas dan tanggung jawab adalah :
 Melakukan penelaahansistemsurvey pemeriksaan kondisi jaringan
jalan yang telah dikembangkan
 Melakukan pengumpulan data jaringan jalan baik dalam
bentuk softcopy maupun hardcopy
 Menyusun rencana skala prioritas penanganan jaringan jalan
 Melakukan koordinasi dengan Tenaga Ahli lainnya terhadap
hasilkajian dan evaluasi penyusunan informasi database jalan
dan jembatan
 Dalam melaksanakan tugas bertanggung jawab kepada Ketua Tim
4. Ahli Geodesi
Persyaratan Minimal berpendidikan Sarjana Teknik (S-1) Jurusan Teknik Sipil
Lulusan Universitas / Perguruan Tinggi negeri atau swasta yang telah
diakreditasi yang berpengalaman professional dalam pelaksanaan
pekerjaan di bidang perencanaan dan pengukuran bangunan jalan dan
jembatan sekurang-kurangya minimal 2 (dua) Tahun, serta bersertifikasi
Ahli Muda di Bidang Geodesi.

5. Supporting Staff (Tenaga Pendukung)


1. Surveyor (4 orang), D3/S0, STM, Pengalaman > 3 Tahun
2. CAD Operator (1 orang) S1/STM Pengalaman > 3 tahun
3. Operator Komputer (1 orang), SLTA Sederajat

Kualifikasi
Posisi Tingkat Status Tenaga
Jurusan Keahlian Pengalaman
Pendidikan Ahli
Tenaga Ahli:
Team Leader S1 Teknik Ahli Teknik Jalan 3 Tahun
Sipil Madya
Ahli Jembatan S1 Teknik Ahli Teknik 2 Tahun
Sipil Jembatan Muda
Ahli Geodesi S1 Geodesi Ahli Geodesi Muda 2 Tahun
Ahli Transportasi S1 Teknik Ahli Teknik Jalan 2 Tahun
Sipil Muda
Tenaga Pendukung (jika ada):
Surveyor SLTA Semua Juru Ukur 3 Tahun
Sederajat Jurusan Kuantitas
Pekerjaan Jalan
dan Jembatan
Operator CAD SLTA Semua 3 Tahun
Sederajat Jurusan
Operator SLTA Semua - 1 Tahun
Komputer Sederajat Jurusan
I. LOKASI KEGIATAN
Lokasi kegiatan untuk mengumpulkan database jalan dan
jembatan yang dijadikan bahan up-date pada pekerjaan ini adalah
diseluruh wilayah Kabupaten Lebong.

J. JADWAL PELAKSANAAN
Waktu yang disediakan untuk pelaksanaan penyelesaian
pekerjaan ini adalah 3 (tiga) bulan, terhitung sejak dikeluarkannya
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh Pengguna Jasa.

K. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan layanan jasa
konsultasi ini adalah program aplikasi dan fasilitas pendukung yang
berisi database jalan dan jembatan yang selanjutnya entry data
dan operasionalnya dapat dilakukan oleh staf Dinas Pekerjaan Umum
Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Lebong.

L. LAPORAN
Tahap Laporan
 Laporan Pendahuluan, laporan pendauhuluan dibuat sebanyak 5
(lima) buku, diserahkan 1 (satu) bulan setelah Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK). Laporan Pendahuluan berisi antara lain :
 Metodologi dan Rencana Kerja
 Organisasi Pekerjaan
 Pemahaman KAK yang dituangkan dalam konsep awal
kerangka pemikiran penyelesaian pekerjaan ini termasuk aplikasi
dan saran.
 LaporanAntara, laporan antara dibuat sebanyak 5 (lima) buku,
diserah kan2 (dua) bulan setelah SPMK. Laporan Antara berisi
antaralain :
 Hasil penelaahan sistem database jalan dan sistem database
jembatan.
 Konsep awal Sistem Informasi Database Jalan dan Jembatan.
 Progres kegiatan dan rencana kegiatan selanjutnya.

 Laporan Akhir, laporan akhir dibuat sebanyak 5 (lima) buku,


diserahkan 3 (tiga) bulan setelah SPMK. LaporanAkhir berisi Sistem
Informasi Database Jalan dan Jembatan. Laporan Akhir berisi :
 Penyempurnaan laporan awal dan antara serta kegiatan
pemasukan data.
 Paket Software Sistem Informasi Database Jalan dan
Jembatan yang sudah terpasang pada komputer pemberi
pekerjaan.
 Manual Sistem Informasi Database Jalan dan Jembatan.

Seluruh Soft copy laporan diserahkan dalam Hardisk Eksternal sebanyak 1


(satu) buah.

M. Produksi Dalam Negeri


Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di
dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam
KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

N. Persyaratan Kerjasama
Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk
pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus
dipatuhi.
O. Alih Pengetahuan
Alih Pengetahuan Apabila dipandang perlu oleh Pejabat Pembuat
Komitmen, maka penyedia jasa harus mengadakan pelatihan, kursus
singkat, diskusi dan seminar terkait dengan substansi pelaksanaan
pekerjaan dalam rangka alih pengetahuan kepada staf di lingkungan
organisasi Pejabat Pembuat Komitmen.

Tubei, 09 Mei 2022


Mengetahui, Ditetapkan oleh
Pengguna Anggaran Kuasa Pengguna Anggaran/PPK
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan
Ruang dan Perhubungan Umum Penataan Ruang dan
Kab. Lebong Perhubungan Kab. Lebong

JONI PRAWINATA, SE, MM HARIS SANTOSO, ST


NIP. 19810629 200901 1 014 NIP. 19860216 200604 1 004

Anda mungkin juga menyukai