Anda di halaman 1dari 3

PENDALAMAN MATERI

(Lembar Kerja Resume Modul)

A. Judul Modul : ariyah, jual beli khiyar , riba


B. Kegiatan Belajar : ‘Ariyah (KB 1)

C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN


1 Konsep (Beberapa istilah A. Pengertian dan Hukum ‘Ariyah
dan definisi) di KB
Mazhab Hanafiyah memiliki dua pengertian : Memilikkan
manfaat pada orang lain tanpa harus ada ganti
rugi.Mengijinkan mendapat manfaat dari hak milik orang lain.
Menurut Malikiyah, ‘ariyah juga memiliki dua pendapat :
Memilikkan berbagai manfaat dari suatu benda tanpa harus
ada ganti rugi,“Memilikkan manfaat dalam tempo tertentu
tanpa ada ganti rugi,
Menurut Syafi’iyah, ‘ariyah juga memiliki dua
pendapat. :Memberikan manfaat (kepada orang lain) dengan
mengembalikan atas pemiliknya, Mengijinkan mendapat
manfaat dari barang yang memiliki manfaat dengan catatan
wujud barang tersebut tetap demi bisa mengembalikannya.
Menurut Hanabilah, ‘ariyah juga memiliki dua pendapat. :
Membolehkan mendapat manfaat atas sebuah barang yang
termasuk dari harta kekayaan. Membolehkan (seseorang
mendapat) manfaat tanpa ada keharusan ganti.

hukum ‘ariyah adalah wajib : QS. Al Maidah : 2 HR.


Bukhari
‘ariyah (pinjam meminjam) adalah bentuk darisikap dan
perilaku tolong menolong.

B. Rukun dan Syarat ‘Ariyah - Ahli al-Tabarru, yakni


memiliki hak penuh untuk
memberikan izin
- . Mukhtar, yakni tidak
dalam keadaan dipaksa oleh
pihak lain.

1. Mu’ir ( pihak yang


meminjamkan)
-Sah mendapat hak
penggunaan barang setelah
melalui akad tabarru’.
- Mua’yan, yakni jelas dan
tertentu

2. Musta’ir ( pihak
yang meminjam)
3. Musta’ar (barang . Berpotensi dimanfaatkan
b.Manfaat barang merupakan milik
yang dipinjamkan) pihak mu’ir
C. Syar’i, yaitu pemanfaatannya sudah
legal secara agama
D.Maqsudah, yaitu manfaat barang
memiliki nilai ekonomis
E. Pemanfaatannya tidak
berkonsekuensi mengurangi fisik barang

C. Macam-macam ‘Ariyah dan Tanggung Jawab Atasnya

1. ‘Ariyah Muqayyadah adalah bentuk pinjam-meminjam


barang yang bersifat terikat dengan batasan-batasan
tertentu . Contoh, mobil hanya boleh dipinjam sehari dalam
radius 100 kilometer. Batasan waktu dan jarak tempuh untuk
mobil ini harus ditaati oleh peminjam barang.
dalam konteks ‘ariyah muqayyadah, musta’ir hanya boleh
memakai barang sesuai ijin mu’ir
2. ‘Ariyah muthlaqah adalah bentuk pinjam-meminjam
barang yang tidak dibatasi oleh ketentuan apapun.
A menyerahkan mobil pada B tanpa ada kesepakatan berupa
pembatasan apapun, maka B berhak menggunakan mobil
berapa hari pun dan sejauh mana pun. ‘Ariyah muthlaqah ini
sering terjadi di kalangan mu’ir atau musta’ir yang sudah
saling percaya satu sama lain.

Tanggung Jawab atas Barang Pinjaman

A boleh memakai mobil milik B dengan catatan jika hilang


atau rusak, baik lalai atau sengaja, maka wajib ganti. Ini
sudah masuk kategori muqayyadah.

Pertentangan Perspektif Antara Mu’ir dan Musta’ir


Penyelesaian konflik sosial dapat dilihat dari dua sudut
pandang ini. Misalnya, jika seseorang yang bernama (A)
meminjam suatu barang terhadap orang yang bernama (B),
maka (A) boleh menarik barang itu kapan saja dan di mana
saja. Demikian pula (B) boleh mengembalikannya kapan saja
dan di mana saja. Hal ini tidaklah menimbulkan konflik sosial
jika (A) dan (B) sudah sama-sama mengerti. Tetapi, jika (A)
dan (B) terjadi konflik atau permusuhan sebelum barang
digunakan maka mereka sebagai mu’ir dan musta’ir akan
memperebutkan barang pinjaman. A pasti ngotot untuk
menarik barang dari B, sedangkan B ngotot untuk tidak
mengembalikan barang dengan alasan belum
memanfaatkannya sedikitpun. Mazhab Malikiyah dapat
1. Pertentangan klaim antara mu’ir dan musta’ir
Daftar materi pada KB
2 2. Pertentangan Perspektif Antara Mu’ir dan Musta’ir
yang sulit dipahami
3. Konsekuensi Hukum ‘Ariyah

klaim dari mu’ir adalah klaim yang dimenangkan dengan


Daftar materi yang sering catatan, mu’ir wajib bersumpah atas pernyataannya. Mu’ir
3 mengalami miskonsepsi harus bersumpah bahwa barang miliknya belum dikembalikan.
dalam pembelajaran Setelah bersumpah selesai, maka klaimnya adalah klaim yang
harus dimenangkan.