Program PPI RSU Cut Meutia 2019
Program PPI RSU Cut Meutia 2019
I. PENDAHULUAN
HAIs (Healthcare Assosiated Infections) adalah infeksi yang didapat
atau timbul pada waktu pasien dirawat di rumah sakit dimana pasien tidak
dalam masa inkubasi, juga terjadi pada petugas kesehatan. HAIs menjadi
persoalan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, dimana akan berdampak
turunnya mutu dari suatu fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk itu diperlukan
kerjasama dan komitmen dari seluruh anggota yang bekerja di fasilitas
pelayanan kesehatan dalam penerapan prinsip pencegahan dan pengendalian
infeksi (PPI) di RS, PPI difasilitas pelayanan kesehatan wajib dijalankan
secara konsiten untuk dapat mencegah dan mengurangi kejadian HAIs.
Data WHO menunjukan 3 – 21% atau rata-rata 9% kejadian infeksi dan
18% dari pasien yang terkena infeksi Rumah Sakit menderita lebih dari satu
jenis infeksi Rumah Sakit, terutama pada pasien yang kronis. Hal ini
merupakan hal yang serius jika tidak dikendalikan dengan baik dan benar.
Pencegahan dan Pengendalian infeksi adalah kualitas standar untuk meningkat
pelayanan kesehatan dan tindakan keselamatan kepada pasien, staff dan
pengunjung di tatanan pelayanan kesehatan. Dalam upaya pencegahan atau
meminimalkan timbulnya angka kejadian infeksi Rumah Sakit perlu tindakan
yang bertujuan mengawasi dan mengendalikan kejadian infeksi sehingga
diperlukan panduan pelaksanaan dalam bentuk tertulis yang dijalankan oleh
seluruh petugas terkait di lapangan sehingga terbentuk persamaan pemahaman
untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan program pengendalian
infeksi yang dikelola oleh Komite dan tim pengendalian infeksi (KPPIRS).
Selama tahun 2019 Kejadian HAIs yakni Plebitis 0,11‰, Infeksi Daerah
Operasi (IDO) sebanyak 0%, Decubitus ‰, Infeksi Aliran Darah Primer
( IADP ) 0‰, Ventilator Aquired Pneumonia (VAP) 0‰, Infeksi Saluran
Kemih ( ISK ) 0‰. Secara epidemiologi menurun dari tahun lalu. Yang dalam
kajian lebih lanjut disebabkan berbagai faktor antara lain; kondisi pasien
sendiri dan sudah membaiknya angka kepatuhan cuci tangan 95%, disamping
itu masih ada faktor lain sehingga perlu dilakukan upaya –upaya kontroling,
monitoring melalui akreditasi secara nasional , pelatihan yang dibuat didalam
program pencegahan dan pengendalian infeksi rumah sakit ditahun 2019
berdasarkan risk assesment .
3) Opportunity
Berlokasi di tempat yang strategis
Tersedia buku pedoman, kebijakan, dan SPO
4. Ruang lingkup kegiatan PPI mengacu kepada pengukuran resiko dari program yang
sudah berjalan di tahun sebelumnya sehingga terjadi peningkatan terhadap tujuan
yang akan dicapai, serta prioritas pelaksanaan program di Tahun 2019.
KETUA
WAKIL KETUA
SEKRETARIS
ANGGOTA
Tim PPI
Unit Terkait
IPCN IPCLN
Penjelasan :
1. KPPIRS melakukan koordinasi dengan Komite Mutu melalui Rapat Koordinasi setiap
bulan
2. Indikator Mutu KPPIRS dilaporkan ke Komite Mutu setiap bulan pada tanggal 5 setiap
bulannya
3. Setiap 3 bulan sekali KPPIRS melaporkan analisa Hasil indicator mutu KPPIRS ke
direktur dan ke unit kerja terkait
4. IPCLN unit kerja memberikan rekapan Surveilens infeksi setiap bulan ke KPPIRS
5. Instalasi/ bagian melaporkan rencana tindak lanjut ke KPPIRS per 3 bulan
- Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Umum Cut Meutia
Kabupaten Aceh Utara bertanggung jawab kepada Direktur rumah sakit dan
melaporkan indikator mutu PPI setiap bulan, dan analisis setiap triwulan, semester
dan tahunan.
- KPPIRS dalam melakukan rapat koordinasi setiap satu bulan sekali dengan anggota
dan Unit terkait jika diperlukan.
- KPPIRS berkoordinasi dengan komite Mutu melaporkan Key Performance Indicator
(KPI), setiap bulan.
B. Sekretaris
Sekretaris KPPIRS adalah perawat senior IPCN yang disegani, berminat, mampu
memimpin dan aktif.
C. Anggota
Anggota KPPIRS terdiri dari :
1. Dokter SMF/ Bagian
2. IPCD
3. Bidang Keperawatan
4. IPCN
5. Laboratorium
6. Farmasi
7. Gizi
8. CSSD
9. K3RS
10. IPRS
11. IPSL
12. Instalasi Pemulasaraan Jenazah
13. Instalasi gizi
14. Instalasi Laundry
3. KETUA KOMITE
Kualifikasi
Pendidikan : Dokter Ahli atau Dokter Umum yang berminat dalam PPI
Pelatihan : Mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar PPI dan PPI lanjut
Memiliki kemampuan leadership
Wewenang :
1) Membuat rekomendasi kepada Unit pelaksana PPI
2) Menutup sementara suatu ruangan jika terjadi KLB
3) Membuka kembali ruangan setelah dinyatakan aman
4. WAKIL KETUA
Wewenang :
1. Membuat rekomendasi kepada Unit pelaksana PPI
2. Menutup sementara suatu ruangan jika terjadi KLB
3. Membuka kembali ruangan setelah dinyatakan aman
X. FOKUS PROGRAM
A. Surveilan HAIs (Infeksi daerah oprasi (IDO), Infeksi Saluran Kemih (ISK),
Pneumonia (VAP/HAP), Infeksi Aliran Darah Primer (IADP), Plebitis,
Dekubitus)
B. Kebersihan Tangan
C. Alat Pelindung Diri
D. Manajemen Limbah
E. Manajemen Linen
F. Kejadian tertusuk benda tajam
G. CSSD (Quality Control)
H. Kebersihan area perawatan
I. Penggunaan Antibiotika Rasional
J. Kesehatan Karyawan
K. Pendidikan dan Pelatihan
L. Kejadian Luar Biasa
M. Monitoring gizi
N. Monitoring laboratorium
O. Monitoring Farmasi
P. Monitoring kamar jenazah
Q. Monitoring kamar operasi
R. Kantin/kafetarian
S. Monitoring ICRA
Prioritas
(function/financial/
Clinical/ financial
Score
limbFunction/j
Potential
Loss of life/
Serious Loss
Prolonged
No
Moderate
Length of
financial
financial
Minimal
Clinical/
Risks/
Expect it
Maybe
Likely
legal
Never
stay
Solid
Poor
Good
Fair
Rare
none
Problems
A. Surveilens HAIs
1. VAP 1 1 1 1 25
2. IADP 1 1 1 1 24
3. IDO 1 1 1 1 23
4. ISK 1 1 2 2 22
5. Dekubitus 1 1 1 1 26
6.
Plebitis 2 2 2 8
17
B. Kewaspadaan Standar
9 Manajemen Limbah 3 1 1 3 21
10 Kejadian tertusuk 18
benda tajam 2 2 2 8
11 2
Gizi 4 2 4 32
12 Manajemen Linen 3
4 2 4 32
13 Kebersihan
permukaan
4 2 2 16 10
lingkungan
14 CSSD (kualitas
3 3 2 18 9
instrumen)
15
Pelatihan PPI 4 1 3 12 11
16 Kesehatan karyawan
4 2 3 24 8
17 Kejadian Luar Biasa
2 3 2 12 15
18 Penggunaan
Antibiotik Bijaksana 4 3 2 24 6
1. Memastikan
petugas
1. Melakukan
penggunakan
Mencegah pemasangan 1. Bulanan Tidak ada
APD yang tepat
keluarnya debu barrier dengan Komite PPI 2. Triwulan debu yang
Monitoring 2. Memastikan
1. 48 1 dari area benar K3 3. Semester keluar dari
ICRA barrier terpasang
renovasi dan 2. Penggunaan Managemen 4. Tahunan area
baik
bangunan APD yang pembangunan
3. Menjaga
sesuai
kebersihan area
sekitar
pembangunan.
1. Dapur tetap 1. Melakukan
1. Menjaga
bersih kebersihan dapur
kualitas
2. Penyimpanan secara
makanan
bahan makanan berkala/bila kotor
tetap sehat Kualitas
sesuai standar 2. Monitoring suhu 1. Bulanan
dan bersih Komite PPi makanan
3. Fasilitas tersedia penyimpanan 2. Triwulan
2. Gizi 32 2 2. Lingkungan Gizi gizi tetap
lengkap makanan dengan 3. Semester
penyimpanan, IPCN bersih dan
4. Pengelolahan, rutin 4. Tahunan
pengelolahan sehat.
pengangukutan 3. Audit gizi
dan penyajian
dan penyajian dilakukan oleh
makanan
makanan sesuai IPCN setiap
bersih
standar bulan
3. Kualitas linen 32 3 1. Kualitas 1. Tidak ada linen 1. Melakukan Komite PPI 1. Bulanan Kualitas
linen yang robek, pengecekan saat Petugas 2. Triwulan linen yang
terjamin bernoda, lusuh serah terima laundry 3. Semester bernoda
bau, basah dengan petugas 4. Tahunan sering
laundry temukan.
Melakukan
pengecekan Kondisi
Tercapainya 1. Bulanan
Kebersihan 1. Trolly laundry kebersihan Komite PPI transportasi
kebersihan 2. Triwulan
19. transportasi 8 19 sesuai standar transpotasi Laundry laundry dalam
transportasi 3. Semester
laundry 2. Trolly tertutup laundry sebelum keadaan bersih
laundry 4. Tahunan
serah terima linen dan tertutup
bersih
1. Kepatuhan
1. Sosialisasi
dalam
kepada seluru
pemakaian
petugas tentang
APD
Tercapainya/ SOP, Kebijakan Pasien, 1. Bulanan
Petugas sesuai
meningkatnya dan panduan Perawat, 2. Triwulan
menggunakan APD dengan
20. APD 6 20 angka kepatuhan pengunaan APD dokter, 3. Semester
sesuai indikasi indikasi
penggunaan 2. Pengusulan penunjang, 4. Tahunan
pemakaian APD 2. APD
APD > 85% kebutuhan APD pengunjung
tersedia di
3. Audit pengunaan
setiap unit
APD pada
sesuai
petugas
kebutuhan
21. Manajemen 3 Mencegah 1. Proses 1. Penyusunan SOP, Pasien, 1. Bulanan Kepatuhan
limbah terjadinya pembuangan Kebijakan, perawat dan 2. Triwulan dalam
1. Pelatihan ulang
PPI
2. Melakukan audit
3. Kepatuhan
bundles IADP saat
dalam
pemasangan CVC
pemakaian
oleh petugas yang
APD
Tercapainya mendampingi Pasien, 5. Bulanan
1. Menurunkan sesuai
kejadian IADP dokter operator Perawat, 6. Triwulan
kejadian IADP dengan
24. IADP 1 24 di bawah 3. Sosialisasi kepada dokter, 7. Semester
2. Terlaksananya indikasi
brenchmarking seluruh petugas penunjang, 8. Tahunan
bundles IADP 4. APD
1,5‰ tentang tanda- pengunjung
tersedia di
tanda terjadinya,
setiap unit
pencegahan dan
sesuai
pengendalian
kebutuhan
IADP
4. Audit bundles
1. Menurunkan 1. Bulanan
1. Audit Decubitus
Tercapainya angka kejadian 2. Triwulan
ke ruangan Angka
kejadian dekubitus 3. Semester
2. Sosialisasi di kejadian
Dekubitus di 2. Petugas 4. Tahunan
26. Dekubitus 1 26 ruangan tentang Perawat dekubitus
bawah memahami
pencegahan dan berkurang/
brenchmarking < tanda- tanda
pengendalian tidak terjadi
1.5 ‰ decubitus dan
Decubitus
pencegahannya
1. Pelatihan ulang
kepada perawat
2. Melakukan audit
Bundles HAP
Tercapainya 3. Sosialisasi ke
1. Menurunkan 9. Bulanan Angka
kejadian infeksi perawat tentang Pasien
kejadian HAP 10. Triwulan kejadian HAP
27. HAP 1 27 HAP dibawah tanda-tanda Perawat
2. Terlaksanaanya 11. Semester berkurang/tida
brenchmarking ≤ terjadinya HAP Dokter
bunles HAP 12. Tahunan k terjadi
1.5‰ dan pencegahan
serta
pengendaliannya
4. Audit bundles
HAP
N KEGIATAN/ BULAN
O PROGRAM Ja Fe Ma Ap Me Ju Ju Ag Se Ok No De
n b r r i n l s p t v s
Surveilan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
(VAP/HAP,
1 IDO, ISK,
IADP, Plebitis,
Dekubitus
Kebersihan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2
tangan
Alat Pelindung √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3
Diri (APD)
Manajemen v v √ v v √ v v √ v v √
4
limbah
Manajemen √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
5
linen
Kejadian √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
6 Terkena benda
tajam
CSSD (Quality √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
7
Control)
Kebersihan area √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
8
rumah sakit
Penggunaan √ √
9 Antibiotika
Rasional
Kesehatan √
10
karyawan
Pendidikan dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
11
Pelatihan
Mengetahui,
Ketua Komite PPI
Direktur Rumah Sakit Umum Cut Meutia Rumah Sakit Umum Cut Meutia
Kabupaten Aceh Utara Kabupaten Aceh Utara