Anda di halaman 1dari 18

PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN (PKK)

MENGHITUNG HARGA POKOK PRODUKSI

Materi Kelas XII

Sumber Materi :
Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk Kreatif dan
Kewirausahaan, Penerbit Andi
KOMPETENSI DASAR

3.8 Menghitung harga pokok produksi


4.8 Menentukan BEP dan keuntungan usaha

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
MENGHITUNG HARGA POKOK PRODUKSI

A. Menentukan Harga Pokok


B. Strategi Penentuan harga Dalam Bisnis Online
c. Analisa BEP dalam Bisnis Daring

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
Apersepsi

Menetapkan Harga Jual yang tepat


adalah merupakan salah satu kunci
sukses bagi pemilik bisnis, khususnya
bagi pengusaha kecil

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
A. MENENTUKAN HARGA PRODUK

Ada Perbedaan antara menentukan


harga jual produk toko offline dengan
toko online. Media yang digunakan
untuk berjualan juga sudah berbeda.
Berikut adalah cara menentukan
harga jual produk toko online :

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
Modal

Material / Bahan Baku

Pembayaran Tenaga Kerja


Berikut adalah
cara menentukan
harga jual produk Pengeluaran Lain-lain
toko online :

Kelebihan Produk

Persentase Profit

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
B. STRATEGI PENENTUAN HARGA DALAM BISNIS ONLINE

Harga ditetapkan berdasarkan biaya-


biaya yang dikeluarkan untuk setiap
satuan produk ditambah dengan
keuntungan atau laba yang dikehendaki

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
a. Penetapan Harga Jual Berdasar Biaya ( Cost Based Pricing)

a.Harga Biaya Plus ( Cost Plush Pricing Method)


Adalah dengan menghitung jumlah biaya
produksi, kemudian ditambahkan dengan nilai
keuntungan yang diinginkan (Margin)

HARGA JUAL = MODAL (BIAYA PRODUKSI) + LABA

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
Contoh :
Misal Anda memeliki usaha baju anak. Memproduksi 10
baju anak, biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku Ro.
500.000,-, biaya operasional untuk menghasilkan baju
(termasuk gaji karyawan, listrik dll) sebesar Rp. 500.000,-,
jadi total biaya Rp. 1.000.000,- Jika anda menginkan
keuntungan 30 % maka harga jual baju anak tersebut
adalah :

= Rp. 1.000.000,- + (30%) x Rp. 1.000.000,-)


= Rp. 1.300.000,- (Harga Jual 10 Baju anak)
Harga Jual Per baju adalah : Rp 1.300.000,- / 10
= Rp. 130.000,-

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
b. Harga Mark Up

HARGA JUAL = HARGA BELI + MARK UP


Contoh :
Anda berjualan jam tangan membeli dari
suplier seharga Rp. 500.000,- dengan mark
up Rp. 100.000,- ,
maka Harga Jual jam tangan tersebut
adalah Rp. 600.000,-

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
C. Harga Break Even

Menentukan harga jual


didasarkan pada
permintaan pasar dengan
masih memperhitungan
biaya

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
2. MENENTUKAN HARGA BERDASARKAN HARGA
KOMPETITOR

Strategi penetapan harga


digunakan untuk produk yang
standar dengan kondisi pasar di
mana penawaran satu jenis
barang dikuasai oleh beberapa
perusahaan,

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
3. Penetapan harga berdasarkan permintaan (demand-based
Pricing)

Penetapan harga jual ini berdasarkan


persepsi konsuen terhadap value yang
diterima (value Price), preceived quality, dan
sensitivitas harga.
Caranya adalah mintahah pernyataan
konsumen terhadap kualitas produk anda, di
mana konsumen merasa harga terlalu
mahal, merasa mahal, merasa murah dan
merasa terlalu murah

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
C. ANALISIS BEP DALAM BISNIS DARING

Break Even Point adalah suatu teknik analisis


untuk mempelajari hubungan antara biaya
tetap, atau suatu keadaan di mana dalam
suatu operasi perusahaan tidak
mendapatkan untung maupun rugi/impas

PENGHASILAN = TOTAL BIAYA

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
Asumsi dasar dalam analisis Break Event point adalah :
1. Biaya dapat diklasifikasi kedalam komponen biaya variabel dan biaya
tetap
2. Total biaya variabel berubah secara proporsional dengan volume
produksi, sedangkan total biaya variabel per unit konstan.
3. Total biaya tetap tidak mengalami perubahan sedangkan biaya total
perunit akan berubah karena adanya perubahan volume kegiatan
4. Harga jual perunit tidak akan berubah selama periode analisis
5. Perusahaan hanya menjual satu jenis produk
6. Kapasitas produksi relatif konstan
7. Harga faktor produksi relatif konstan
8. Efisiensi produksi tidak berubah
9. Perubahan pada persediaan awal dan akhir jumlahnya tidak berarti
10. Volume merupan satu satunya faktor yang mempengaruhi biaya

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
1. Manfaat BEP

1. Alat Perencanaan untuk menghasilkan laba

2. Mengevaluasi laba dari penjualan secara


keseluruhan

3. BEP mengganti sistem laporan yang tebal


dengan grafik yang mudah dibaca dan
dimengerti

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
2. Kelemahan BEP

Hanya ada satu jenis barang yang diproduksi


atau dijual

Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk


Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi
3. Metode Perhitungan BEP

a. Pendekatan Grafik
BEP terjadi pada titik persilangan antara garis pengahsilan penjualan
dan garis biaya total.

b. Pendekatan Persamaan
Rumus dari analisa BEP :
Y = cx – bx – a
Keterangan :
Y = Laba
C = Harga jual per unit
X = Jumlah Produk
B = biaya variabel satuan
A = biaya tetap total
Cx = hasil penjualan
Bx = biaya variabel total

C. Pendekatan Margin Konstribusi


BEP (unit) = Total biaya tetap/harga jual perunit – biaya variabel/unit
BEP (Rp) – Total biaya ttap/1 – Total biaya Variabel
Sumber Materi :Danang Setyabudi SE-Dr. Suranto, ST, MM, Produk
Kreatif dan Kewirausahaan, Penerbit Andi