Anda di halaman 1dari 8

STUDI KOMPARASI MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI

JURUSAN AKUNTANSI DAN JURUSAN PEMASARAN

Eka Dwi Yanti, Junaidi, Bambang


Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak
Email :Ekadwiyanti02@gmail.com

Abstract
The title of this research was comparative study on entrepreneurship interest on students in
accounting major and marketing major grade XI at SMK Negeri 3 Pontianak. The problem
in this research was whether there were entrepreneurship interest on students of accounting
major and students of marketing major at SMK Negeri 3 Pontianak. The method in this
research was descriptive comparative with the form of research ex post facto. The sample of
this research was 60 students. The data obtained by using direct communication techniques
by interviewing the teacher who taught entrepreneurship major. The direct communication
techniques by using questionnaire and dokumenter study techniques with the data or
documents. Based on the data analysis, the t result showed that the value of tcount < t table
(0,050 < 2,001) with significance (0,960 > 0,05) in hence, Ho was accepted and Ha was
rejected. Thus, it can be conlcuded that there is no entrepreneurship interest differences on
the students of accounting and markering major in grade XI at SMK Negeri 3 Pontianak.

Keywords: Entreprenuership Interest, The Students of Entrepreneurship, The Student of


Marketing Major

PENDAHULUAN dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan


Pendidikan merupakan suatu upaya untuk Kebudayaan mengadakan mata pelajaran
memberikan pengetahuan, wawasan, Prakarya dan Kewirausahaan untuk
keterampilan dan keahlian tertentu pada menghadapi persaingan hidup yang semakin
individu. Pendidikan diharapkan dapat ketat sehingga dapat mengasah kemampuan
mengembangkan wawasan anak sehingga untuk mengembangkan potensi dalam
dapat membawa kemajuan individu, berkreatifitas dan berinovasi. Dengan adanya
masyarakat dan Negara. Sekolah sebagai salah mata pelajaran ini, diharapkan agar dapat
satu sarana pendidikan formal memiliki fungsi menumbuhkan semangat berwirausaha siswa
serta tugas penting dalam tercapainya tujuan sejak dini, dan dapat menumbuhkan inisiatif
pendidikan. Kurikulum 2013 bertujuan untuk peserta didik untuk berwirausaha.Sehingga
mempersiapkan manusia Indonesia agar dengan adanya bekal tersebut, ketika keluar
memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dari lembaga pendidikan maka diharapkan
dan warga negara yang beriman, produktif, peserta didik tidak hanya mengandalkan
kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada,
berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, tetapi dapat membuka lapangan pekerjaan
berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. sendiri. Menurut Alma (2013: 5)
Siswa dipersiapkan untuk menghadapi “Wirausahawan adalah seorang inovator,
tantangan hidup selanjutnya. Oleh karena itu, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk
sekolah sangat berpengaruh terhadap melihat peluang-peluang, mempunyai
perkembangan siswa. semangat, kemampuan dan pikiran untuk
Di era globalisasi ini, kreatifitas dan menaklukan cara berpikir lamban dan malas”.
inovasi sangat penting sehingga pemerintah Tingkat pengangguran di Indonesia dikatakan

1
masih tinggi, hal ini disebabkan oleh kualitas Negeri 3 Pontianak berharap peserta didik
sumber daya manusia yang rendah.Selain itu lulusan dari jurusan akuntansi dapat bekerja
banyak orang yang berminat menjadi Pegawai dikantor sebagai tenaga pembukuan karena
Negeri Sipil (PNS) dibandingkan membuat sesuai dengan paket keahlian yang dipelajari
usaha sendiri. Hal ini karena minat dan siswa jurusan akuntansi yaitu : (1) Akuntansi
motivasi menjadi wirausaha rendah. perusahaan dagang. (2) Jasa dan manufaktur.
Menurut Alma (2013: 2) “Banyak faktor (3) Akuntansi keuangan. (4) Administrasi
psikologis yang membentuk sikap negatif pajak. (5) Komputer akuntansi. Begitu pula
masyarakat sehingga mereka kurang berminat dengan peserta didik lulusan dari jurusan
terhadap profesi wirausaha, antara lain sifat pemasaran, diharapkan lulusan dari jurusan
agresif, ekspansif, bersaing, egois, tidak jujur, pemasaran tersebut dapat menjadi seorang
kikir, sumber penghasilan tidak stabil, kurang marketing yang baik sesuai dengan keahlian
terhormat, pekerjaan rendah, dan sebagainya”. yang dipilihnya. Karena sesuai dengan paket
Seperti yang kita ketahui, banyak remaja yang keahlian yang dipelajari siswa jurusan
tidak percaya diri untuk terjun langsung ke pemasaran yaitu : (1) Prinsip-prinsip bisnis.
dunia usaha. Mereka lebih mengedepankan pengetahuan produk. (2) Penataan barang
gengsi atau rasa malu untuk berwirausaha. dagangan. (3) Komunikasi bisnis. (4)
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Administrasi barang. (5) Administrasi
adalah salah satu bentuk satuaan pendidikan transaksi. (5) Pelayanan penjualan. Akan
formal yang menyelenggarakan pendidikan tetapi banyak pula peserta didik dari jurusan
kejuruan pada jenjang pendidikan menengah tersebut yang belum mengembangkan potensi
sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk dirinya.
lain yang sederajat. Sebagaimana diamanatkan Menurut guru mata pelajaran
dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang kewirausahaan tidak semua lulusan dari
Sistem Pendidikan Nasional terdapat dalam sekolah tersebut yang langsung
pasal 15 yang berbunyi “Pendidikan kejuruan mengembangkan diri untuk langsung mengisi
merupakan pendidikan menengah yang lowongan pekerjaan sebagai tenaga kerja,
mempersiapkan peserta didik terutama untuk ataupun memilih untuk berwirausaha. Akan
bekerja dalam bidang tertentu”. Artinya tetapi ada yang lebih memilih untuk
sekolah menengah kejuruan bertujuan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Begitu pula
menyiapkan lulusannya terutama untuk untuk lulusan dari jurusan akuntansi dan
bekerja. pemasaran. Tidak ada perbedaan perlakuan
SMK Negeri 3 Pontianak merupakan antara siswa jurusan akuntansi dan siswa
salah satu Sekolah Menengah Kejuruan jurusan pemasaran dalam membekali
Ekonomi.Terdapat tiga jurusan di SMK Negeri pendidikan kewirausahaan, Mereka
3 Pontianak yaitu Jurusan Akuntansi, Jurusan mendapatkan materi prakarya dan
Administrasi Perkantoran dan Jurusan kewirausahaan yang sama, dua jam pelajaran
Pemasaran. SMK Negeri 3 berusaha ikut perminggu, diajarkan oleh guru yang sama,
berpartisipasi dalam menciptakan lulusan yang praktik yang sama dan dengan metode yang
tidak hanya siap bekerja, tapi juga membekali sama pula. Karena sesuai dengan Peraturan
siswanya dengan pengetahuan kewirausahaan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 24
agar dapat mendorong berkembangnya minat Tahun 2016 lampiran 49. Kompetensi dasar
berwirausaha dengan harapan ketika siswa untuk mata pelajaran kewirausahaan kelas XI
lulus tidak hanya terpaku pada ketersediaan sama (tidak ada perbedaan). Meskipun
lapangan pekerjaan yang ada, tetapi dapat mendapat perlakuan yang sama tidak menutup
menciptakan lapangan kerja sendiri. Hal ini kemungkinan terdapat perbedaan cara berpikir
berarti bahwa lulusan SMK dipersiapkan untuk mereka mengenai kewirausahaan. Berikut data
mengisi struktur tenanga kerja terampil pada jumlah seluruh siswa kelas XI jurusan
level menengah untuk mendukung akuntansi dan jurusan pemasaran di SMKN 3
perkembangan dunia usaha dan industri. SMK Pontianak

2
Tabel 1. Jumlah Siswa Jurusan Akuntansi dan Jurusan Pemasaran

Jurusan Kelas Jumlah Siswa


Ak 1 38
Ak 2 39
Akuntansi
Ak 3 40
Ak 4 38
Jumlah 155
Pm 1 38
Pemasaran
Pm 2 36
Jumlah 74
Total 229
Sumber: Guru Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan

Menurut Slameto (2015: 180) “Minat Alma (2013: 7) “Dalam aspek lain keberanian
adalah suatu rasa lebih suka dan rasa membentuk kewirausahaan didorong oleh guru
ketertarikan pada suatu hal atau aktifitas tanpa sekolah, sekolah yang memberikan mata
ada yang menyuruh”. Syah (2013: 152) pelajaran kewirausahaan yang praktis dan
menyatakan bahwa “Minat berarti menarik dapat membangkitkan minat untuk
kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau berwirausaha”.
keinginan yang besar terhadap sesuatu”. Dari beberapa pendapat diatas maka yang
Menurut Daryanto dan Chyono (2013: 12) dimaksud dengan minat berwirausaha adalah
menyatakan bahwa “Wirausaha adalah orang ketertarikan atau keinginan seseorang untuk
yang memiliki kemampuan menggunakan menciptakan hal baru, berkreasi dan berinovasi
kesempatan bisnis, memberdayakan sumber dengan memanfaatkan sumber daya yang ada
daya yang ada dengan suatu tindakan yang tepat agar dapat membuat sumber daya tersebut
dan sikap yang optimis untuk meraih menjadi suatu barang yang bernilai, guna
keuntungan”. Menurut Alma (2013: 24) memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga siswa
mengatakan bahwa “Wirausaha adalah orang yang memiliki minat berwirausaha akan
yang melihat adanya peluang kemudian memiliki ciri sebagai berikut : (1) Percaya diri.
menciptakan sebuah organisasi untuk seorang wirausaha haruslah memiliki
memanfaatkan peluang tersebut”. Menurut ahli kepercayaan diri. (2) Berorientasi pada tugas dan
ekonomi (dalam Suryana 2013:12) hasil. Siswa yang berorientasi pada hasil selalu
”Wirausahawan adalah orang yang semangat dalam mencapai prestasinya. Mereka
mengkombinasikan faktor-faktor seperti sumber selalu mempunyai inisiatif, tekun serta bekerja
daya alam, tenaga kerja atau sumber daya keras. (3) Berani mengambil resiko. seorang
manusia (SDM), material, dan peralatan wirausaha adalah orang yang menyukai
lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tantangan, dengan melakukan inovasi baru
tinggi dari sebelumnya”. pastinya ia telah memikirkan resiko yang dapat
Minat berwirausaha merupakan terjadi apabila melakukan pekerjaan tersebut. (4)
kecenderungan hati dengan menimbulkan Kepemimpinan. Seorang wirausahawan yang
ketertarikan pada diri seseorang dengan kegiatan berhasil selalu memiliki sifat kepemimpinan.
wirausaha dan keinginan untuk mempelajari Sifat kepemimpinan dalam diri setiap individu
lebih lanjut dengan sumber daya dan memanglah berbeda-beda. (5) Keorisinilan. yang
kesempatan bisnis yang ada untuk memenuhi dimaksud dengan orisinil adalah seorang
kebutuhan hidup (Larasati, 2016). Menurut wirausaha harus memiliki ide, pendapat dan

3
kreatifitas tersendiri. (6) Berorientasi pada masa dihitung menggunakan rumus slovin, yang
depan. Seorang wirausaha dituntut harus menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak
menyusun rencana dan strategi dimasa depan 60 siswa. Yang terdiri dari 16 siswa kelas XI Ak
agar mereka mengetahui dengan jelas tahapan III, 15 siswa kelas XI Ak IV, 15 siswa kelas XI
yang akan dilaksanakan. Pm I dan 14 siswa kelas XI Pm II. Teknik
Berdasarkan pemaparan latar belakang di pengambilan sampel menggunakan teknik
atas, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut random sampling.
perbedaan minat berwirausaha siswa SMK
Negeri 3 Pontianak antara jurusan akuntansi dan Teknik dan Alat Pengumpulan Data
jurusan pemasaran. Maka peneliti tertarik untuk Teknik pengumpulan data yang digunakan
melakukan penelitian dengan judul “Studi dalam penelitian ini antara lain: (1) teknik
Komparasi Minat Berwirausaha Siswa kelas XI komunikasi langsung dengan alat pengumpulan
Jurusan Akuntansi dan Jurusan Pemasaran di data berupa wawancara kepada guru mata
SMK Negeri 3 Pontianak”. pelajaran kewirausahaan. (2) teknik komunikasi
tidak langsung, degan alat pengumpulan data
METODE PENELITIAN berupa angket atau kuesioner yang disebarkan
Metode penelitian yang digunakan dalam kepada siswa yang menjadi sampel dalam
penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif penelitian ini. Angket dalam penelitian ini
komparatif. Hal tersebut dikarenakan peneliti menggunakan skala likert dengan skor satu
ingin melihat keadaan sekarang berdasarkan sampai dengan empat. (3) teknik studi
fakta-fakta bagaimana minat berwirausaha siswa dokumenter dengan alat pengumpulan data
jurusan akuntansi dan jurusan pemasaran. Dan berupa data-data atau dokumen.
bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat
perbedaan minat berwirausaha siswa jurusan Pengujian Instrumen Penelitian
akuntansi dan siswa jurusan pemasaran kelas XI Instrumen penelitian pada umumnya perlu
di SMK Negeri 3 Pontianak. Bentuk penelitian mempunyai dua syarat penting, yaitu valid dan
yang digunakan adalah ex post facto. Peneliti reliabel. Pengujian ini bertujuan untuk
memilih bentuk penelitian ex post facto mengetahui apakah instrumen yang digunakan
dikarenakan peristiwa yang dipermasalahkan valid atau reliabel. Uji validitas data dapat
telah terjadi. Sehingga peneliti tidak melakukan diukur dengan membandingkan rhitung dengan
perlakuan dalam membandingkan variabelnya. rtabel, jika rhitung > rtabel, maka pernyataan atau
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu indikator tersebut valid, jika rhitung< rtabel, maka
minat berwirausaha. Dengan indikator : (1) pernyataan atau indikator tersebut tidak valid.
Percaya diri (2) Berorientasi pada tugas dan Hasil uji validitas dapat diketahui bahwa dari 30
hasil (3) Berani mengambil resiko (4) item terdapat 27 item pernyataan yang valid,
Kepemimpinan (5) Keorisinilan (6) Berorientasi kemudian terdapat 3 item pernyataan yang tidak
pada masa depan. valid. Pernyataan yang valid seluruhnya akan
digunakan untuk memperoleh data. Sedangkan
Populasi dan Sampel penyataan yang tidak valid tidak digunakan
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 3 karena indikator pada pernyataan yang tidak
Pontianak. Siswa kelas XI Akuntansi III , valid dapat terwakili oleh pernyataan-pernyataan
Akuntansi IV dan siswa kelas XI Pemasaran I, yang valid.
Pemasaran II menjadi populasi dalam penelitian Perhitungan reliabilitas dalam penelitian ini
ini dengan jumlah 152 siswa. Alasan peneliti dihitung menggunakan prorgam SPSS dengan
hanya mengambil empat kelas tersebut menjadi uji statistik Cronbach’s Alpha (α). Suatu
objek dalam penelitian ini karena ke empat kelas variabel dikatakan reliabel, jika memberikan
tersebut mendapatkan pendidikan kewirausahaan nilai Cronbach’s Alpha > 0,6. Setelah
dari guru yang sama, Serta sama-sama melakukan perhitungan uji coba dari 27 item
mendapatkan dua jam mata pelajaran prakarya pernyataan valid tersebut diperoleh hasil sebesar
dan kewirausahaan perminggu dengan materi 0,861 sehingga pernyataan tersebut dianggap
yang sama dan metode yang sama pula. Setelah reliabel.
4
Teknik Analisis Data Teknik komparasi digunakan untuk
Teknik analisis data yang digunakan dalam mengetahui apakah terdapat perbedaan minat
penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif berwirausaha siswa kelas XI jurusan akuntansi
persentase dan komparasi minat berwirausaha dan jurusan pemasaran di SMK Negeri 3
siswa. Analisis deskriptif bertujuan untuk Pontianak. Pengujian komparasi dalam
menjawab sub masalah pertama dan kedua, yaitu penelitian ini menggunakan SPSS versi 18.
bagaimana minat berwirausaha siswa jurusan Sedangkan uji prasyarat analisis yang digunakan
akuntansi dan bagaimana minat berwirausaha yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan T-test
siswa jurusan pemasaran kelas XI di SMK independent.
Negeri 3 Pontianak. Cara untuk menghitung
persentase jawaban setiap sub indikator dari HASIL DAN PEMBAHASAN
total 60 angket yang disebarkan kepada Berdasarkan penelitian yang telah
responden menurut Bungin (2013:181) sebagai dilaksanakan, dengan pengambilan data berupa
berikut : angket yang ditujukan kepada 60 siswa kelas XI,
N = Fx yang terdiri dari 31 siswa dari jurusan akuntansi
N dan 29 siswa dari jurusan pemasaran. Hasil
Keterangan : minat berwirausaha siswa kelas XI jurusan
N = Jumlah kejadian akuntansi yang diperoleh berdasarkan persentase
Fx = Frekuensi individu tiap-tiap indikator pada sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Persentase Indikator Minat Berwirausaha Siswa Jurusan Akuntansi


No Indikator Skor Persentase Kategori
1 Percaya diri 498 80,32% Tinggi
2 Berorientasi pada tugas dan hasil 606 81,45% Sangat tinggi
3 Berani mengambil resiko 364 73,38% Tinggi
4 Kepemimpinan 304 81,71% Sangat tinggi
5 Keorisinilan 318 85,81% Sangat tinggi
6 Berorientasi pada masa depan 610 81,98% Sangat tinggi
Sumber : Data olahan peneliti 2018

Hasil persentase tiap-tiap indikator pada yang terdiri dari 31 siswa dari jurusan akuntansi
variabel minat berwirausaha siswa jurusan dan 29 siswa dari jurusan pemasaran sebagai
pemasaran dengan pengambilan data berupa berikut:
angket yang ditujukan kepada 60 siswa kelas XI,

Tabel 3. Hasil persentase indikator minat berwirausaha siswa jurusan pemasaran


No Indikator Skor Persentase Kategori
1 Percaya diri 457 78,79% Tinggi
2 Berorientasi pada tugas dan hasil 587 84,33% Sangat tinggi
3 Berani mengambil resiko 369 79,52% Tinggi
4 Kepemimpinan 256 73,56% Tinggi
5 Keorisinilan 272 78,14% Tinggi
6 Berorientasi pada masa depan 589 84,62% Sangat tinggi
Sumber : Data olahan peneliti 2018

5
Untuk mengetahui apakah terdapat dilakukan Uji T-test independent yang dilakukan
perbedaan minat berwirausaha siswa kelas XI dengan menggunakan bantuan program SPSS 18
jurusan akuntansi dan jurusan pemasaran sebagai berikut :

Tabel 4. Group Statistic


Group Statistics
Jurusan N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Minat Berwirausaha Akuntansi 31 87,32 5,862 1,053
Pemasaran 29 87,24 6,749 1,253

Tabel 5. T. test Independent


Independent Samples Test

Levene's
Test for
Equality of
Variances t-test for Equality of Means
Std. 95% Confidence
Mean Error Interval of the
Sig. (2- Differ Differ Difference
F Sig. T Df tailed) ence ence Lower Upper
Minat Equal variances ,441 ,509 ,050 58 ,960 ,081 1,629 -3,180 3,342
Berwira assumed
usaha Equal variances not ,050 55,614 ,961 ,081 1,637 -3,198 3,361
assumed

Berdasarkan tabel 4 dan 5 didapat nilai mengerjakan sampai tugas tersebut selesai. Dan
thitung < ttabel ( 0,050 < 2,001 ) dengan signifikansi ketika diberi tugas praktik, siswa selalu berusaha
(0,960 > 0,05) artinya tidak terdapat perbedaan mencari cara untuk menyelesaikan. Untuk
minat berwirausaha siswa jurusan akuntansi dan pengambilan resiko, siswa sudah mengetahui
jurusan pemasaran. Terlihat rata-rata minat setiap melakukan praktik ada resiko yang akan
berwirausaha siswa jurusan akuntansi sebesar mereka hadapi contohnya hasil praktik tersebut
87,32 dan rata-rata minat berwirausaha siswa gagal atau belum berhasil. Dalam mengkoordinir
jurusan pemasaran sebesar 87,24. Jadi dapat teman-teman yang lain, siswa dapat dikatakan
disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang sangat baik. Untuk membuat produk baru
signifikan minat berwirausaha siswa jurusan belum dilakukan siswa akan tetapi mereka sudah
akuntansi dan jurusan pemasaran. sering mengembangkan atau mengkombinasikan
produk-produk yang sudah ada agar berbeda
Hasil Wawancara dengan yang lain. Dalam melakukan pekerjaan,
Untuk memperkuat hasil pengolahan data, siswa selalu mempunyai tujuan kedepan.
peneliti juga melakukan wawancara langsung
kepada guru mata pelajaran kewirausahaan kelas Pembahasan
XI. Hasil wawancara yang peneliti dapatkan dari Berdasarkan hasil penelitian, menunjukan
guru mata pelajaran yang bersangkutan yaitu bahwa tidak terdapat perbedaan minat
Dalam praktiknya, siswa percaya diri terhadap berwirausaha siswa jurusan akuntansi dan
hasil kerjanya. Mereka terlihat sanggup untuk jurusan pemasaran. Hal tersebut dapat dilihat

6
dari hasil persentase yang diperoleh kemudian 78,14%. Sehingga dapat diketahui persentase
diperkuat oleh hasil wawancara yang dilakukan indikator keorisinilan antara siswa jurusan
kepada guru mata pelajaran kewirausahaan kelas akuntansi dan siswa jurusan pemasaran berada
XI jurusan akuntansi dan jurusan pemasaran. dalam kategori yang berbeda. siswa dari jurusan
Persentase yang diperoleh sebagai berikut : (1) akuntansi memiliki sifat keorisinilan yang sangat
Persentase indikator percaya diri siswa jurusan tinggi, sedangkan siswa dari jurusan pemasaran
akuntansi dapat dikategorikan tinggi karena memiliki sifat keorisinilan yang tinggi. (6)
bernilai sebesar 80,32% sedangkan persentase Persentase indikator berorientasi pada masa
indikator percaya diri siswa jurusan pemasaran depan siswa jurusan akuntansi dapat
dikategorikan tinggi sebesar 78,79%. Sehingga dikategorikan sangat tinggi karena bernilai
dapat diketahui persentase indikator percaya diri sebesar 81,98%. Sedangkan persentase indikator
antara siswa jurusan akuntansi dan siswa jurusan siswa jurusan pemasaran dikategorikan sangat
pemasaran berada dalam kategori yang sama tinggi karena bernilai 84,62%. Sehingga dapat
yaitu tinggi. (2) Persentase indikator diketahui persentase indikator berorientasi pada
berorientasi pada tugas dan hasil siswa jurusan masa depan antara siswa jurusan akuntansi dan
akuntansi dapat dikategorikan sangat tinggi jurusan pemasaran berada dalam kategori yang
karena bernilai sebesar 81,45%, sedangkan sama yaitu sangat tinggi.
persentase indikator indikator berorientasi pada Adapun berdasarkan hasil uji t-test
tugas dan hasil siswa jurusan pemasaran independent menunjukan bahwa nilai thitung
dikategorikan sangat tinggi sebesar 84,33%. sebesar 0,050 sedangkan ttabel sebesar 2,001
Sehingga dapat diketahui persentase indikator artinya nilai thitung lebih kecil daripada ttabel,
berorientasi pada tugas dan hasil antara siswa dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,960
jurusan akuntansi dan jurusan pemasaran berada bernilai lebih besar dari 0,05 pada taraf
dalam kategori yang sama yaitu sangat tinggi. signifikansi 5%. Dengan rata-rata minat
(3) Persentase indikator berani mengambil berwirausaha siswa kelas XI jurusan akuntansi
resiko siswa jurusan akuntansi dapat sebesar 87,32 dan rata-rata minat berwirausaha
dikategorikan tinggi karena bernilai sebesar siswa kelas XI jurusan pemasaran sebesar 87,24.
73,38%. Sedangkan persentase indikator berani Sehingga dapat diketahui bahwa hasil ini
mengambil resiko siswa jurusan pemasaran menunjukan tidak terdapat perbedaan minat
dikategorikan tinggi karena bernilai 79,52%. berwirausaha siswa jurusan akuntansi dan
Sehingga dapat diketahui persentase indikator jurusan pemasaran.
berani mengambil resiko antara siswa jurusan Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor
akuntansi dan jurusan pemasaran berada dalam pemberi perlakuan (guru), faktor siswa, dan
kategori yang sama yaitu tinggi. (4) Persentase lingkungan. Dari faktor guru, siswa kelas XI
indikator kepemimpinan siswa jurusan akuntansi jurusan akuntansi maupun jurusan pemasaran di
dapat dikategorikan sangat tinggi karena bernilai SMK Negeri 3 Pontianak mendapatkan
81,71%. Sedangkan persentase indikator perlakuan yang sama, dengan jumlah jam mata
kepemimpinan siswa jurusan pemasaran pelajaran yang sama, metode yang sama dan
dikategorikan tinggi karena bernilai 73,56%. praktik yang sama. Dari faktor siswa, siswa
Sehingga dapat diketahui persentase indikator kelas XI jurusan akuntansi maupun jurusan
kepemimpinan antara siswa jurusan akuntansi pemasaran memiliki intelektual yang sama,
dan siswa jurusan pemasaran berada dalam sama-sama memiliki ketertarikan berwirausaha,
kategori yang berbeda. siswa dari jurusan dan sama-sama berasal dari SMP umum. Faktor
akuntansi memiliki sifat kepemimpinan yang lingkungan, dari lingkungan keluarga biasanya
sangat tinggi, sedangkan siswa dari jurusan anak dapat tertarik untuk berwirausaha karena
pemasaran memiliki sifat kepemimpinan yang latar belakang keluarga, dan motivasi/dorongan
tinggi. (5) Persentase indikator keorisinilan keluarga tersebut. Begitu pula pada lingkungan
siswa jurusan akuntansi dapat dikategorikan sekolah, mereka berada dilingkungan sekolah
sangat tinggi karena bernilai 85,81%. Sedangkan yang sama dan tingkatan kelas yang sama. Hal
indikator keorisinilan siswa jurusan pemasaran ini yang mendukung hasil hipotesis yang
dikategorikan tinggi karena bernilai sebesar menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan

7
minat berwirausaha siswa kelas XI jurusan dan jurusan pemasaran sama-sama berminat
akuntansi dan jurusan pemasaran di SMK untuk berwirausaha.
Negeri 3 Pontianak. Persentase deskriptif serta
perhitungan uji beda (T-test Independent ) juga Saran
diperkuat oleh hasil wawancara yang peneliti Berdasarkan hasil kesimpulan diatas maka
lakukan kepada guru mata pelajaran dapat di sarankan sebagai berikut : (1) Bagi
kewirausahaan. Berdasarkan hasil wawancara siswa sebaiknya dapat meningkatkan kreatifitas
tersebut, dikatakan bahwa secara umum minat agar dapat memiliki bekal keterampilan saat
berwirausaha siswa kelas XI jurusan akuntansi keluar dari lembaga pendidikan. (2) Berkaitan
dan jurusan pemasaran sangat tinggi, terlihat dengan minat berwirausaha siswa, pihak sekolah
dari antusias siswa dalam praktiknya. Siswa dari disarankan untuk meningkatkan atau menambah
jurusan akuntansi maupun pemasaran sudah alat-alat yang menunjang keberhasilan usaha
mencangkup pada enam indikator tersebut, yaitu siswa. Misalnya media cetak, untuk printing.
percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, Agar siswa yang sudah tertarik dalam praktik
berani mengambil resiko, kepemimpinan, usaha semakin berminat untuk berwirausaha dan
keorisinilan serta berorientasi pada masa depan. menambah kreatifitas siswa. (3) Bagi peneliti
selanjutnya disarankan untuk menambah jumlah
SIMPULAN DAN SARAN sampel agar penelitian semakin baik. Dan juga
Simpulan dapat mengembangkan penelitian dengan
Sesuai dengan hasil penelitian dan analisis melihat perbedaan minat berwirausaha siswa
yang dilakukan peneliti, maka ditarik sebelum dan sesudah mendapatkan pendidikan
kesimpulan yaitu : (1) Berdasarkan hasil kewirausahaan atau berdasarkan jenis kelamin.
perhitungan program SPSS mengenai minat
berwirausaha siswa kelas XI jurusan akuntansi DAFTAR RUJUKAN
yang diperoleh melalui 6 indikator dengan 27 Alma, Buchari. (2013). Kewirausahaan.
sub indikator menunjukan bahwa nilai mean Bandung: Alfabeta.
( rata-rata) minat berwirausaha siswa jurusan Bungin, Burhan. (2014). Metode Penelitian
akuntansi sebesar 87,32. (2) Berdasarkan hasil Kuantitatif. Jakarta: Kencana
perhitungan program SPSS mengenai minat Prenadamedia Group
berwirausaha siswa kelas XI jurusan pemasaran Daryanto.Cahyono.(2013)Kewirausahaan.Yog
yang diperoleh melalui 6 indikator dengan 27 yakarta: Gava Media.
sub indikator menunjukan bahwa nilai mean FKIP. (2017). Pedoman Penulisan Karya
( rata-rata) minat berwirausaha siswa jurusan Ilmiah. Pontianak
pemasaran sebesar 87,24. (3) Karena diperoleh Larasati, Isti Andini. (2016). Analisis
nilai thitung < ttabel ( 0,050 < 2,001 ) dengan Komparasi Minat Berwirausaha
signifikansi (0,960 > 0,05) maka Ho diterima Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi
dan Ha ditolak. Terlihat rata-rata minat Antara Kelas Pagi dan Kelas Sore.
berwirausaha siswa jurusan akuntansi sebesar Pontianak
87,32 dan rata-rata minat berwirausaha siswa Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor
jurusan pemasaran sebesar 87,24. Jadi dapat yang Mempengaruhinya (cetakan ke-6).
disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang Jakarta: PT. Rineka Cipta.
signifikan minat berwirausaha siswa kelas XI Suryana.(2013). Kewirausahaan Kiat dan
jurusan akuntansi dan jurusan pemasaran di Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba
SMK Negeri 3 Pontianak. Dan berdasarkan hasil Empat.
wawancara yang di dapat dari guru mata Syah, Muhibbin. (2013). Psikologi Belajar.
pelajaran kewirausahaan menunjukan bahwa Jakarta: Rajawali Pers.
secara umum siswa kelas XI jurusan akuntansi