Anda di halaman 1dari 10

PETUNJUK TEKNIS

PROGRAM PENINGKATAN PENCEGAHAN & PENGENDALIAN


PENYAKIT TIDAK MENULAR BOK 2022

I. LATAR BELAKANG

Kesehatan sebagai salah satu unsure kesejahteraan umum perlu diwujudkan sesuai dengan cita-cita
Bangsa Indonesia sebagai mana dimaksud dalam UUD 1945 melalui pembangunan nasional yang
berkesinambungan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat
dipengeruhi oleh tersedianya sumberdaya manusia yang sehat, terampil dan ahli, serta disusun dalam satu
program kesehatan dengan perencanaan terpadu yang didukung oleh data dan informasi epidemiologi yang
valid.
Tantangan Pemerintah dalam pembangunan bidang kesehatan dasawarsa terakhir ini adalah
terjadinya Transisi Epidemiologi, yaitu perubahan pola penyakit yang tadinya didominasi oleh penyakit
menular bergeser menjadi penyakit Tidak Menular (Non-communicable Diseases). Pertumbuhan penduduk,
peningkatan rata-rata Umur Harapan Hidup (UHH) dan sebagian penurunan Umur Harapan Hidup kelompok
usia tertentu dan Jenis Kelamin tertentu menyebabkan terjadinya pergeseran penyebab kematian dari kasus
Penyakit Menular menjadi Penyakit Tidak Menular (PTM). Menurut laporan WHO di dunia setiap tahun
terdapat 41 juta kematian oleh penyakit tidak menular dan terjadi pada usia muda dan produktif.
Sekitar 80 % Penyakit Tidak Menular diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan sisanya
disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan. Dari hasil Riskesdas tahun 2013 bahwa penyebab
kematian dan prevalensi PTM meningkat diantaranya penyakit stroke meningkat dari 8,3 per mil (Th.2007)
menjadi 12,1 per mil tahun 2013. Selain itu analisis awal dari sample Registration Survey 2014 yang
diselenggarakan oleh Litbangkes menunjukan pola yang serupa, dimana penyebab kematian tertinggi oleh
Stroke 21%,penyakit jantung 12,9 %, Diabetes Melitus 6,7% dan hipertensi dengan komplikasinya5,3%.
Penyakit Paru Kronik Obstruktif 3,7%, dinyatakan lebih lanjut bahwa prevalensi merokok 36,3%; dimana
prevalensi perokok laki-laki 68,8% dan perempuan 6,9%; kurang aktivitas fisik 26,1%, kurang konsumsi sayur
dan buah 93,6%, asupan makanan yang berisiko PTM seperti makanan manis 53,1%, makanan asin26,2%,
makanan tinggi lemak 40,7% makanan berpenyedap 77,3%.
Konsekuensi situasi begini adalah pembiayaan kesehatan menjadi lebih mahal, karena penyakit tidak
menular merupakan penyakit kronis dan memerlukan pengobatan terus menerus dan beban akan semakin
meningkat jika terjadi komplikasi penyakit, kecacatan dan kematian prematur. Menurut laporan
penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama 6(enam) bulan pada tahun 2014 menunjukan ada
7(tujuh) penyakit yang mendominasi pembiayaan, yakni : (1) Kanker, (2) Hemofilia, (3) Thalasemia, (4)
Diabetes, (5) Stroke dan Hipertensi, (6) Penyakit Jantung dan (7) Gagal Ginjal.

1
Penyakit PTM ini berkontribusi pada kunjungan rawat jalan tingkat lanjut sebesar 8% dengan
menghabiskan biaya JKN sebesar 30% (Rp. 1,2 trilyun). Sedangkan kunjungan rawat inap tingkat lanjut
adalah sebesar 28 % dengan menghabiskan biaya sebesar 35% (Rp. 4,24 trilyun). Meningkatnya kasus PTM
dan proyeksi beban penyakit maupun beban biaya diharapkan dihadapi dengan tepat dan benar, oleh karena
itu upaya promosi dan pencegahan di hulu (masyarakat) perlu lebih ditingkatkan agar beban pembiayaan di
hilir (RS) dapat berkurang, yaitu dengan Upaya Promotif-Preventif dalam Pembangunan Kesehatan :
“Gerakan Masyarakat Sehat”.
Upaya pengendalian penyakit menular (PTM) dan faktor risikonya memerlukan suatu kerjasama
dengan berbagai pihak dengan didukung oleh sumber daya yang memadai, periode 2015 - 2019 pemerintah
menfokuskan Indonesia Sehat dengan mewujudkan : (1) Paradigma Sehat, (2) Penguatan Pelayanan
Kesehatan, dan (3) Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kegiatan ini didukung dengan pendekatan pada PTM Utama dan faktor risikonya, di tingkat komunitas/
masyarakat diperkuat dengan pembentukan Posbindu PTM guna melakukan deteksi dini (pengukuran)dan
monitoring faktor risiko PTM, penyuluhan untuk menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta implementasi
perilaku CERDIK dan pelaksanaan Perda KTR no. 5 tahun 2016..
Untuk pembangunan Kesehatan kedepan di Kabupaten Karawang, maka ditetapkan Visi Dinas
Kesehatan Kabupaten Karawang yaitu ;“ KARAWANG SEHAT DAN MANDIRI ". Pernyataan visi tersebut
mengandung dua makna yaitu masyarakat Karawang yang sehat dan mandiri. Masyarakat Karawang yang
sehat adalah gambaran masyarakat Karawang masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan
kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Sedangkan mandiri mengandung pengertian masyarakat yang menyadari, mau dan mampu untuk mengenali,
mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi, sehingga dapat bebas dari gangguan
kesehatan.
Untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian penyakit Tidak Menular harus dilakukan dari
berbagai sisi, yaitu mulai di masyarakat dengan Meningkatnya / berjalannya Posbindu PTM.
Untuk mendapatkan gambaran tentang sejauhmana kegiatan pembangunan kesehatan yang sudah
dilaksanakan di Kabupaten Karawang serta indikator-indikator apa saja yang sudah tercapai, terutama yang
sudah dilaksanakan oleh masing-masing bidang maka harus dilakukan monitoring dan evaluasi program dan
anggaran kesehatan.

II. MAKSUD DAN TUJUAN


a. Maksud
Maksud dari kegiatan ini adalah adanya kegiatan untuk mendukung Program Peningkatan pencegahan
dan pengendalian penyakit Tidak Menular secara dini di masyarakat dengan Meningkatnya / berjalannya
Posbindu dan SPM tercapai dengan anggaran BOK di Dinas Kesehatan

2
b. Tujuan
Tujuan dari kegiatan yang bersumber dari BOK, diharapkan
1. Cakupan pelayanan Hipertensi 100 %
2. Cakupan pelayanan DM 100 %
3. Cakupan pelayanan usia produktif (15 – 59 tahun) 100 %
4. Jumlah desa dengan Posbindu 100 %
5. Wanita Usia Subur/WUS (30 – 50 tahun) diperiksa IVA 100 %.
6. Pasien dengan Gangguan Jiwa tertangani dan ODGJ berat bebas pasung 100%.
7. Terdeteksi / dilayani kasus katarak minimal 80 %
III. SASARAN
Sasaran dari kegiatan program peningkatan pencegahan dan pengendalian PTM bersumber BOK adalah
sebagai berikut :
a. Petugas PTM di Puskesmas
b. Kader posbindu
c. Masyarakat/penduduk usia 15 – 59 tahun diKabupaten Karawang
d. Penderita/Pasien Hipertensi, DM, ODGJ di Kabupaten Karawang
e. Anak Sekolah (SD,SLTP dan SLTA) di Kabupaten Karawang
f. WUS usia 30 – 50 tahun di Kabupaten Karawang.
g. Masyarakat/penduduk usia 46 tahun ke atas (deteksi dini Katarak).
III. SUB KEGIATAN
Kegiatan program peningkatan pencegahan & pengendalian Penyakit Tidak Menular BOK terdiri dari beberapa
sub kegiatan yaitu sebagai berikut :
1. Pembentukan Posbindu/Peningkatan Kapasitas Kader PTM.
Maksud kegiatan :
Terbentuknya / Aktip kembali Posbindu PTM di setiap desa dengan minimal 5 kader aktip.
Sasaran :
Kelurahan / Desa atau Dukuh yang belum memiliki Posbindu PTM.
Output kegiatan :
Setiap Desa memilki kader posbindu minimal 5 orang yang berkompeten membantu pelaksanaan deteksi
dini faktor risiko PTM di posbindu
Tekhnis Pelaksanaan :
Dilaksanakan di desa atau diluar puskesmas, setiap pertemuan pelatihan diikuti oleh maksimal 20 orang
per desa.
Anggaran :
a. Makan : 25 or x .... ds x Rp. 30.000,-
b. Snack : 25 or x .... ds X Rp. 15.000,-
c. Transport petugas puskesmas : 2 or x … ds

3
d. Transport peserta : 20 or x …. ds
Fasilitator : Petugas PTM/dokter Puskesmas, Jika diperlukan mengundang petugas Kabupaten
Pertanggungjawaban : Daftar hadir, Foto kegiatan, Notulen/Hasil kegiatan, KAK/TOR kegiatan, Jadwal
undangan, Tanda terima transport petugas dan peserta, Nota dan Kuitansi Konsumsi.
2. Gebyar Pelayanan deteksi dini FR-PTM Tk.Kec/Puskesmas (hari besar)
Maksud kegiatan :
Meningkatkan Cakupan pelayanan Penjaringan / deteksi dini faktor risiko PTM masyarakat usia produktif.
Sasaran :
Masyarakat/penduduk usia 15 – 59 tahun minimal 85 orang
Output kegiatan :
Cakupan peIayanan masyarakat/penduduk usia produktif mencapai > 95%, tinggi dan merata di suluruh
desa di wilayah puskesmas.
Anggaran :
a. Makan : 25 or x 2 kali/kegt x Rp. 30.000,-
b. Snack : 100 or x 2 kali x Rp. 15.000,-
c. Transport petugas puskesmas : 5 or x 2 kali/kegt
d. Transport peserta : 5 or x 2 kali/kegt
Tekhnis Pelaksanaan :
Dilaksanakan di Kecamatan atau desa, diluar puskesmas,dalam momen2 tertentu misal hari Hipertensi atau
hari DM dsb. Setiap Gebyar/ Pelayanan diikuti minimal 85 orang.
Fasilitator : Petugas PTM / dokter Puskesmas, Petg.Gizi, Promkes dan Kader PTM
Pertanggungjawaban : Daftar hadir, daftar hasil pemeriksaan, daftra transpot, Foto kegiatan, Notulen/Hasil
kegiatan, KAK/TOR kegiatan.

3. Penjaringan/Pengukuran & Pemeriksaan Faktor Risiko PTM di Posbindu


a. Maksud kegiatan
Mengukur atau memeriksa tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut dan bila perlu
pemeriksaan GSD, kolesterol total pada klien setiap bulan diposbindu/desa.
b. Sasaran
Klien atau masyarakat usia 15 – 59 tahun di desa
c. Output Kegiatan
Tersedia data atau diketahuinya Faktor risiko PTM setiap warga di desa.
d. Anggaran
- Transport petugas ( 2 orang)
- Transport kader (5 orang)
e. Teknis Pelaksanaan
Pelayanan pemeriksaan/ pengukuran faktor risiko PTM di posbindu desa sebulan sekali.

4
f. Petugas
- Petugas PTM puskesmas/ bidan/ Promkes
- Kader terlatih PTM ( 5 orang)
g. Pertanggungjawaban : Hasil pemeriksaan per klien, Foto kegiatan, jadwal kegiatan.

4. Peningkatan Kapasitas Kader IVA & Sadari


a. Maksud kegiatan :
Meningkatkan kualitas pengetahuan kader IVA supaya mampu menggerakan masyarakat untuk
periksa IVA dan Sadanis.
b. Sasaran
Kader IVA diwilayah puskesmas 20 orang.
c. Output Kegiatan
Menambah pengetahuan kader sehingga dapat meningkatkan capaian program pelayanan IVA dan
Sadanis.
d. Anggaran
- Makan petugas/peserta : 30 or x .. dus x Rp. 30.000,-
- Snack petugas/peserta : 30 org x ...dus x Rp.15.000,-
- Transport kader IVA : 20 or x ... hr x Rp. 40.00,-
e. Teknis Pelaksanaan
Pertemuan didalam gedung dengan memberi materi kanker dan pelayanan IVA dan Sadari.
f. Pelaksana
Petugas terlatih IVA (bidan & dokter).
g. Pertanggungjawaban : Daftar hadir peserta, Foto kegiatan, KAK/TOR kegiatan, jadwal acara.
5. Monitoring Pelaksanaan UBM/ KTR di Sekolah
a. Maksud kegiatan
Mengetahui Implementasi/monitoring terlaksananya KTR disekolah.
b. Sasaran
Lingkungan sekolah dan Siswa/siswi, guru perokok.
c. Output Kegiatan
Sekolah benar bebas asap rokok dan guru, siswa/siswi berhenti merokok
d. Anggaran
Transport petugas : 2 or x .. sekolah x 2 kali x Rp.50.000,-
e. Tekhnis Pelaksanaan
Monitoring atau bintek dan menjaring guru, mengukur kandungan CO paru siswa/siswi perokok
dilakukan 2 kali pertahun.
f. Pelaksana
Petugas PTM, promkes, dokter puskesmas.

5
g. Pertanggungjawaban : Daftar bintek, Foto kegiatan, kegiatan, KAK/TOR kegiatan, hasil pengukuran
CO paru.

6. Pelayanaan IVA Luar Gedung


a. Maksud kegiatan
Pemeriksaan IVA di masyarakat/di desa/di posbindu tidak di dalam puskesmas.
b. Sasaran
Wanita usia subur / sudah menikah usian 30 – 50 tahun
c. Output Kegiatan
Semua WUS usia 30 – 50 tahun telah diperiksa IVA dan Sadanis
d. Anggaran
- Transport petugas : 3 or x .... desa x 6 kali x Rp. 50.000,-
- Transport kader IVA : 5 or x ... desa x 6 kali x Rp.40.00,-
e. Tekhnis Pelaksanaan
Petugas mengujungi/melayani pemeriksaan IVA di posbindu atau Polindes.
f. Pelaksana
Bidan dan dokter terlatih IVA / Sadanis
g. Pertanggungjawaban : Daftar klien, Foto kegiatan, KAK/TOR kegiatan, hasil pemeriksaan IVA dan
Sadanis.
7. Pengembangan/Pembentukan Desa Saking Cinta
a. Maksud kegiatan
Terbentuknya desa peduli pada kesehatan Reproduksi perempuan terutama masalah Kanker Leher
Rahim.
b. Sasaran
Desa atau RW.
c. Output Kegiatan
Tersedia tempat pemeriksaan IVA di desa dan masyarakat sangat peduli akan kesehatan perempuan.
d. Anggaran
- Makan petugas/peserta : 50 or x dus x Rp. 30.000,-
- Snack petugas/pesrta : 50 or x dus x Rp. 15.00,-
- Transport Petugas : 5 orang
e. Tekhnis Pelaksanaan
Dilaksanakan Sosialisasi deteksi dini Kanker Leher Rahim dengan metode IVA tes, penandatanganan
MOU/ kesepatanan dan seremonial gunting pita/lepas atau pecah balon.
f. Pelaksana
Camat, Kepala Puskesmas, Lurah/ Kades
g. Pertanggungjawaban : Daftar hadir, Foto kegiatan, Notulen/Hasil kegiatan, KAK/TOR kegiatan,

6
8. Gebyar Pelayanan IVA di Puskesmas/ Kecamatan
a. Maksud kegiatan
Pemeriksaan IVA dan Sadanis secara masal pada momen – momen tertentu misal dalam rangka
peringatan Hari Kartini, Peringatan Hari Kemerdekaan atau Hari IBU dll.
b. Sasaran
WUS usia 30 – 50 tahun atau yang sudah menikah minimal 50 orang
c. Output Kegiatan
Semua WUS 30 – 50 tahun di periksa IVA dan Sadanis
d. Anggaran
- Makan petugas : 8 or x .. dus/kegt x Rp. 30.000,-
- Snack petugas/peserta : 50 or x .. dus/ket x Rp.15.000,-
- Transport petugas: 3 or x .. kegt x Rp. 50.000,-
- Transport kader : 5 or x .. ket x Rp.40.000,-
e. Tekhnis Pelaksanaan
Pemeriksaan IVA dan Sadanis secara masal di Puskesmas atau di Kecamatan
f. Pelaksana
Bidan dan dokter terlatih IVA dan Sadanis
g. Pertanggungjawaban : Daftar hadir, Foto kegiatan, Notulen/Hasil kegiatan pemeriksaan IVA dan
Sadanis, KAK/TOR kegiatan.
9. Sosialisasi/ Penyuluhan Kesehatan Jiwa, Napza dan Bebas Pasung
a. Maksud kegiatan
Penyampaian Informasi kesehatan jiwa, Dampak buruk Napza dan bebas pasung ODGJ berat serta
tersusunnya rencana kerja dan kegiatan Inovatif kesehatan jiwa,Napza dan bebas pasung ODGJ di
masyarakat.
b. Sasaran
TOMA, TOGA, Lintas Sektor, dsb
c. Output Kegiatan
Meredamnya isue negatif tentang kesehatan jiwa, Napza dan tidak ada lagi ODGJ di pasung
dimasyarakat.
d. Anggaran
Makan, Snack, Transport petugas dan Trasnport peserta
e. Tekhnis Pelaksanaan
Melakukan pertemuan sosialisasi di tingkat kecamatan dengan mengundang LS, TOMA, TOGA,
menyusun rencana kerja dan aksi kegiatan dimasyarakat untuk meningkatkan capaian pelayanan
kesehatan jiwa.
f. Pertanggungjawaban

7
Kuitansi makan dan snack, daftar hadir, daftar tansport peserta, foto kegiatan, TOR dan hasil kegiatan
dan undangan.
10. Penemuan Kasus Secara Dini ODGJ dan Napza.
a. Maksud kegiatan
Menerima Informasi dan melacak kasus masalah kesehatan jiwa dan Napza dari masyarakat.
b. Sasaran
Kasus/Pasien Kesehatan jiwa atau kasus Napza, dsb
c. Output Kegiatan
Pasien / kasus kesehatan jiwa, Napza di tangani.
d. Anggaran
Transport petugas dan Trasnport pendamping
e. Tekhnis Pelaksanaan
Melacak atau mengunjungi pasien atau klien kesehatan jiwa atau Napza yang dilaporkan oleh
masyarakat.
f. Pertanggungjawaban
Daftar tansport petugas dan pendamping, foto klien/pasien.
11. Kunjungan Rumah (Follow Up) Tatalaksana ODGJ Berat.
a. Maksud kegiatan
Melaksanakan kunjungan rumah/menemui pasien ODGJ berat setiap bulan sekali
b. Sasaran
Pasien ODGJ Berat dan Keluarganya
c. Output Kegiatan
Pasien ODGJ berat diperiksa dan rutin minum obat dan bebas pasung > 95%
d. Anggaran
Transport petugas dan kader : ... or x ... jmlh kasus

e. Tekhnis Pelaksanaan
Petugas menemui pasien ODGJ dan memeriksa keadaanya serta memastikan bahwa pasien minum
obat secara rutin.
f. Pelaksana
Perawat atau dokter
g. Pertanggungjawaban
Daftar tansport petugas dan kader/pendamping, foto klien/pasien.
12. Pendampingan Penderita Gangguan Jiwa dan Napza
a. Maksud kegiatan.
Melaksanakan atau melakukan rujukan pasien ODGJ atau kasus Napza.
b. Sasaran
Pasien ODGJ berat atau Pasien Napza
8
c. Output Kegiatan
Pasien ODGJ berat atau Kasus Napza di rujuk dan sampai di pelayanan yang lebih tinggi.
d. Anggaran
Perjadin
Transport petugas : ... or x ... jmlh rujuk
e. Tekhnis Pelaksanaan
Mengirim pasien ODGJ berat atau Kasus Napza ke RS yang lebih kompeten penanganan /pengobatan.
f. Pelaksana
Petugas atau Doter penanggungjawab
LSM atau aparat Non PNS

IV. BIAYA
BiayaKegiatan Program imunisasi Anggaran BOK Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2022.

VII. PENUTUP
Demikian Juknis ini disusun sebagai bahan acuan Kegiatan Program Peningkatan Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Tidak Menular bersumber dari dana BOK Tahun Anggaran 2022.

9
PETUNJUK TEKNIS
PENINGKATAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
PENYAKIT TIDAK MENULAR
DANA BOK TAHUN 2022

DINAS KESEHATAN KABUPATEN KARAWANG

10