Anda di halaman 1dari 3

MGMP Bahasa Indonesia 02 Agustus 2006

MGMP Bahasa Indonesia atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran adalah forum atau wadah
yang memfasilitasi berkumpulnya guru mata pelajaran yang sama untuk mengembangkan
profesionalitas kerja. Guru-guru yang bisa tergabung dalam adalah guru SMP Khusus Bahasa
Indonesia. Sebagai suatu organisasi yang legal, MGMP tentu harus memiliki dasar hukum
penyelenggaraan. Khusus untuk SMPN 2 Naringgul yang berada di Sub Rayon 10 Kabupaten
Cianjur penyelenggaraan MGMP Bahasa Indonesia masih ikut ke MGMP Kabupaten Cianjur
karena untuk Subrayon 10 belum terbentuk. Ketua MGMP bahasa Indonesia Kabupaten
Cianjur sekarang adalah bapak Dadang Sukandi. Pada awal terbentuknya MGMP ini
pengurus belum mengakomodir beberapa aspek dalam Standar Pengembangan. Pada Standar
Organisasi di antaranya belum ada visi dan misi, serta rencana kerja. Begitu pula dengan
materi kegiatan, pengurus baru sebagian mengakomodir kebutuhan guru. Sementara dalam
Standar Pengembangan masih banyak program seharusnya menjadi rujukan kegiatan

Peran MGMP guru-guru mata pelajaran khusunya Bahasa Indonesia yang sama dari berbagai
sekolah mendiskusikan tentang cara melaksanakan penyusunan dan pengembangan silabus,
rencana program pembelajaran , menyusun bahan ajar berbasis TIK, pendekatan, metode,
teknik atau strategi pembelajaran, evaluai belajar, materi dan media pembelajaran, sumber
belajar, KKM, pembelajaran remedial, soal tes untuk berbagai kebutuhan, menganalisis hasil
belajar, menyusun program dan pengayaan, dan membahas berbagai permasalahan serta
mencari alternatif solusi pembelajaran. MGMP tidak hanya membahas indikator tes tetapi
tidak membicarakan persoalan yang dihadapi oleh guru sebagai anggota itu sendiri dalam
kegiatan belajar mengajarnya. Pada beberapa kajian lainnya, capaian hasil belajar siswa
berkorelasi dengan kualitas guru yang menjadi kunci dalam setiap proses belajar mengajar.
selain kompetensi dasar siswa pada tiga bidang yang banyak dirilis lembaga itu, kualitas guru
adalah menjadi mutu belajar siswa

Kepramukaan 08 Februari 2006

Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana, yang artinya Rakyat Muda yang Suka
Berkarya. Pramuka merupakan organisasi atau gerakan kepanduan. Kepramukaan merupakan
wadah proses pendidikan non formal dalam pembentukan karakter generasi bangsa yang
dilaksanakan di Indonesia. Dalam dunia internasional, Pramuka disebut dengan istilah
“Kepanduan” (Boy Scout). Pada dasarnya kegiatan Kepramukaan memiliki tujuan untuk
melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya, baik
itu intelektual, spiritual, sosial, dan fisik. Dalam kegiatan pramuka di SMPN 2 Naringgul
selalu mengadakan kegiatan ekstrakulikuler yang diadakan pada setiap hari Sabtu, karena
pembelajaran diadakan hari senin sampai dengan jumat. Kegiatan kepramukan tersebut
melatih siswa siswi dalam pendalaman materi tentang pramuka atau latihan dalam baris
berbaris juga melaksanakan kegiatan ulang tahun pramuka seperti megadakan perkemahan
baik yang diadakan sekolah atau tingkan Sub rayon 10 Naringgul

Gerakan pramuka merupakan salah satu ekstrakurikuler unggulan di SMPN 2 Naringgul.


Ekstrakurikuler Pramuka SMPN 2 Naringgul telah mendapatkan prestasi pada ajang
kompetisi bergengsi tingkat kabupaten sampai dengan nasional. Sebagai salah satu organisasi
pendidikan non-formal, gerakan pramuka SMPN 2 Naringgul merupakan wadah
pembentukan karakter peserta didik. Gerakan Pramuka Pangkalan SMPN 2 Naringgul
memiliki Pembentukan karakter melalui pendidikan pramuka bagi peserta didik tidak terlepas
dari struktur kepengurusan yang terorganisir. Sehingga tujuan utama daam pembinaan dapat
tercapai dengan program kerja yang jelas. Dalam pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka
harus berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar Keimanan dan takwa terhadapa Tuhan Yang
Maha Esa, Rasa perduli akan tanah air dan bangsa, sesama manusia, dan alam sekitarnya,
Rasa perduli dan tanggungjawab terhadao diri sendiri, Patuh dan taat pada kode kehormatan
Pramuka, Dalam Pramuka terdapat kode-kode kehormatan yang harus dilaksanakan, yaitu
Satya (janji) dan Darma (ketentuan moral). Masing-masing tingkatan Pramuka memiliki
kode-kode kehormatan dalam pramuka itu sendiri.

Pembina OSIS 15 Juli 2015 - 22 Januari 2018

Deskripsi

Osis (Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah organisasi yang menaungi organisasi ekstra
lainya di dalam tingkat satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Osis adalah
satu-satunya organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib
membentuk Osis, yang tidak menjadi bagian atau alat dari organisasi lain yang ada di luar
sekolah.  Dalam hal ini osis dipandang sebagai suatu sistem yang ditandai ciri pokok :
berorientasi pada tujuan, memiliki susunan kehidupan kelompok, memiliki peranan,
terkoordinasi dan berkelanjutan dalam waktu tertentu dan salah satu dari empat jalur
pembinaan kesiswaan disamping ketiga jalur yang lain yakni latihan kepemimpinan,
ekstrakurikuler, dan wawasan wiyata mandala.

peran

Osis menjadi wadah tepat bagi siswa untuk belajar berorganisasi. Siswa yang terpilih menjadi
pengurus dan menjalankan Osis akan memetik banyak manfaat berorganisasi untuk
perkembangan berbagai kemampuan dan keterampilan berorganisasi.Organisasi kesiswaan di
sekolah dibina oleh guru. Organisasi ini akan mendapat arahan dan bimbingan pembina Osis
tentang bagaimana menjalankan organisasi, tugas dan tanggung jawab masing-masing
pengurus Osis. Sebagai Pembina OSIS di SMPN 2 naringgul saya mempunyai tugas seperti
Menyusun program kerja pembina Osis, Mengarahkan dan membimbing pengurus Osis
dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang diadakan Osis di lingkungan sekolah maupun di
luar lingkungan sekolah, Menghadiri kegiatan rapat Pengurus Osis maupun Perwakilan
Kelas, Membantu menangani siswa bermasalah bersama guru bimbingan dan
konseling,Mengevaluasi pelaksanaan program Osis, Memberikan laporan kepada sekolah
secara periodik tentang pelaksanaan kegiatan Osis baik secara tertulis maupun ucapan.