Anda di halaman 1dari 6

JANS HENDRY / TE UGM

Pengaruh Jumlah Antenna Doppler (menghitung pergeseran sudut antenna)

Gambar di bawah menunjukkan salah satu bentuk konfigurasi antenna dipole dengan menggunakan 8 buah antena. Pada tugas ini, yang akan diuji adalah performance dari 4 antena dan 8 antena. Performance diukur dari seberapa besar pergeseran sudut sumber antenna yang berhasil disimulasikan terhadap pergeseran sebenarnya. Simulasi menggunakan matlab.

A. Program utama Program utama ini diperuntukkan untuk menghasilkan input dari 4 antena dan 8 antena. Lalu isyarat input tersebut akan menjadi masukan untuk fungsi-fungsi yang sudah dibuat untuk 4 dan 8 antena. Fungsi masing-masing mereka dipisahkan untuk memudahkan dalam mempelajari lebih lanjut. Berikut ini program utama nya (main program):
t=1:1/360:2; %% definisi untuk 4 antena bipolar M=4; for p=0:M-1 a(:,p+1)=(1+2.5*rand)*(1*sin(2*pi*1*(t)+2*pi/M*p))'; end %% definisi untuk 8 antena bipolar M2=8; for p=0:M2-1 bb(:,p+1)=(1+2.5*rand)*(1*sin(2*pi*1*t+2*pi/M2*p))'; end

JANS HENDRY / TE UGM


%% menampilkan keluaran figure(1); for b=1:90 subplot(2,1,1) ad=[a(1,:) a(1,:) a(1,:) a(1,:) a(1,:) a(1,:) a(1,:) a(1,:)]; adl=(1:length(a(1,:))*8)*360/M; plot(adl, ad,'r','linewidth',3); hold on ad2=[a(b,:) a(b,:) a(b,:) a(b,:) a(b,:) a(b,:) a(b,:) a(b,:)]; plot(adl,ad2,'b','linewidth',3); grid title('4 Antenna Dipole dan Sensitifitas Beda','fontsize',16) xlabel('Sudut [degree]','fontsize',16) ylabel('Amplitudo','fontsize',16) hold off subplot(2,1,2) bd=[bb(1,:) bb(1,:) bb(1,:) bb(1,:) bb(1,:) bb(1,:) bb(1,:) bb(1,:)]; bdl=(1:length(bb(1,:))*8)*360/M2 ; plot(bdl,bd,'r','linewidth',3); hold on bd2=[bb(b,:) bb(b,:) bb(b,:) bb(b,:) bb(b,:) bb(b,:) bb(b,:) bb(b,:)]; plot(bdl,bd2,'linewidth',3); grid title('8 Antenna Dipole dan Sensitifitas Beda','fontsize',16) xlabel('Sudut [degree]','fontsize',16) ylabel('Amplitudo','fontsize',16) hold off pause(0.001) end %% memanggil fungsi untuk 4 antena dipol4(adl,ad,ad2); %% memanggil fungsi untuk 8 antena dipol8(bdl,bd,bd2);

khusus untuk program utama di atas akan menghasilkan:

JANS HENDRY / TE UGM

B. Antenna dipole 4 antena Dalam program ini, isyarat yang digunakan sebagai masukan adalah isyarat dengan 8 gelombang. Dalam matlab, programnya disimpan sebagai fungsi dengan nama dipol4.m Programnya adalah sebagai berikut:
function dipol4(adl,ad,ad2) n=8; % untuk antena referensi inter_a1=interp1(adl,ad,1:n*360); figure; subplot(221); stem(inter_a1); title('Isyarat asli 4 antena (referensi)'); grid on; % untuk antena yang digeser inter_a2=interp1(adl,ad2,1:n*360); subplot(222); stem(inter_a2); title('Isyarat 4 antena dengan sumber bergeser'); grid on; % menghitung koefisien filter digital hamming n_samp=length(inter_a1); fi=500; fs=fi*n_samp; fp1=499; fp2=501; w1=2*(fp1/fs); w2=2*(fp2/fs); filter=fir1(12,[w1 w2]); %% konvolusi filter dengan isyarat input antena 4 dipole % untuk antena referensi konv_a1=conv(filter,inter_a1); subplot(223); stem(konv_a1); title('Isyarat Setelah di Bandpass (Referensi)'); grid on; % untuk antena yang digeser konv_a2=conv(filter,inter_a2); subplot(224); stem(konv_a2); title('Isyarat Setelah di Bandpass (pergeseran)'); grid on; %% pergeseran sudut untuk antena dipole 4 disp('antena dipole 4'); disp('==============='); [barN1,kolN1]=find(not(isnan(konv_a1)));

JANS HENDRY / TE UGM


kolN1=min(kolN1); [barN2,kolN2]=find(not(isnan(konv_a2))); kolN2=min(kolN2); % coradd1=xcorr(konv_a1(:,kolN1:length(konv_a1)),... konv_a1(:,kolN1:length(konv_a1))); coradd2=xcorr(konv_a1(:,kolN1:length(konv_a1)),... konv_a2(:,kolN2:length(konv_a2))); [m1,n1]=max(coradd1); [m2,n2]=max(coradd2); sudut4=abs(n1-n2); disp('Besar pergeseran sudut:'); disp(sudut4); end

khusus untuk fungsi ini hasil eksekusi nya adalah:

C. Antenna dipole 8 antena Untuk antenna 8 dipole juga yang digunakan adalah 8 isyarat (default). Program yang ditulis pada matlab disimpan dengan nama dipol8.m sebagai fungsi. Programnya adalah sebagai berikut:
function dipol8(bdl,bd,bd2) n=8; % untuk antena referensi inter_b1=interp1(bdl,bd,1:n*360); figure; subplot(221); stem(inter_b1); title('Isyarat asli 8 antena (referensi)'); grid on; % untuk antena yang digeser inter_b2=interp1(bdl,bd2,1:n*360); subplot(222); stem(inter_b2); title('Isyarat 8 antena dengan sumber bergeser'); grid on;

JANS HENDRY / TE UGM


% menghitung koefisien filter digital hamming n_samp=length(inter_b1); fi=500; fs=fi*n_samp; fp1=499; fp2=501; w1=2*(fp1/fs); w2=2*(fp2/fs); filter=fir1(12,[w1 w2]); %% konvolusi filter dengan isyarat input antena 8 dipole % untuk antena referensi konv_b1=conv(filter,inter_b1); subplot(223); stem(konv_b1); title('Isyarat Setelah di Bandpass (Referensi)'); grid on; % untuk antena yang digeser konv_b2=conv(filter,inter_b2); subplot(224); stem(konv_b2); title('Isyarat Setelah di Bandpass (pergeseran)'); grid on; %% pergeseran sudut untuk antena dipole 8 disp('antena dipole 8'); disp('==============='); [barN1,kolN1]=find(not(isnan(konv_b1))); kolN1=min(kolN1); [barN2,kolN2]=find(not(isnan(konv_b2))); kolN2=min(kolN2); % corbdd1=xcorr(konv_b1(:,kolN1:length(konv_b1)),... konv_b1(:,kolN1:length(konv_b1))); corbdd2=xcorr(konv_b1(:,kolN1:length(konv_b1)),... konv_b2(:,kolN2:length(konv_b2))); [m1,n1]=max(corbdd1); [m2,n2]=max(corbdd2); sudut8=abs(n1-n2); disp('Besar pergeseran sudut:'); disp(sudut8); end

hasil eksekusi untuk fungsi di atas adalah:

JANS HENDRY / TE UGM

Perlu diketahui bahwa isyarat masukan dari semua antenna telah di bandpass dengan frekuensi 500 Hz. Tapis yang digunakan adalah FIR Butterworth. Hasil eksekusi program yang menjadi perhatian utama terletak pada berapa besar pergeseran sudut antenna sumber yang terukur. Untuk itu digunakan metode cross correlation. Teknik yang digunakan di bawah ini adalah sama untuk kedua buah antenna. - Isyarat antenna di filter menggunakan bandpass filter. - Lalu masing-masing isyarat akan di autocorrelation. - Isyarat yang dimaksud adalah isyarat referensi dan yang telah digeser. - Kemudian untuk masing-masing isyarat hasil autocorrelation diambil nilai tertingginya. - Kemudian nilai tersebut dicari selisihnya, dan selisih itu akan menjadi besar sudut yang diinginkan. Hasil eksekusinya:

~~ TERIMA KASIH ~~