Anda di halaman 1dari 7

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/341767790

Basis Data Sistem Pendukung Keputusan oleh Heny Pratiwi

Article · May 2020

CITATIONS READS

0 2,437

1 author:

Heny Pratiwi
STMIK Widya Cipta Dharma
20 PUBLICATIONS   71 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Sistem Pendukung Keputusan View project

All content following this page was uploaded by Heny Pratiwi on 31 May 2020.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Basis Data Sistem Pendukung Keputusan
oleh Heny Pratiwi

Basisdata merupakan kumpulan data yang saling berhubungan dan diorganisasikan untuk

memenuhi kebutuhan struktur organisasi yang dapat digunakan baik pada single user dan multiuser.

Untuk sistem pendukung keputusan yang besar basisdatanya tersimpan dalam datawarehouse. Data

dalam basisdata sistem pendukung keputusan berasaldari sumber data internal dan data eksternal.

Data internal diperoleh dari sistem proses transaksi perusahaan atau organisasi sedangkan

Data eksternal diperoleh dari luar organisasi. Ekstraksi digunakan untuk membangun basisdata atau

data warehouse sebagai sebuah sistem pendukung keputusan yang perlu mengambil data dari

berbagai sumber. Operasi ini disebut ekstraksi, meliputi import file, meringkas, menyaring dan

mengkondensasi data yang menghasilkan laporan dari data yang ada di basisdata. Proses ekstraksi

dikelola dalam DBMS (Database Management System).

Sistem Manajemen Basisdata

Database adalah Kumpulan data yang saling terkait dan diorganisasikan untuk memenuhi

kebutuhan serta struktur sebuah organisasi dan dapat digunakan oleh lebih dari satu orang untuk lebih

dari satu aplikasi. Ada beberapa konfigurasi yang mungkin dibuat untuk suatu database.

Pada banyak contoh DSS, data ditempatkan dari data warehouse atau sistem database

mainframe legacy melalui sebuah server Web database. Untuk aplikasi DSS lainnya, akan disusun

database khusus jika memang diperlukan. Beberapa database dapat digunakan dalam satu aplikasi

DSS, tergantung pada sumber data.

Data pada database DSS diekstrak dari sumber data internal dan eksternal, juga dari data

personal milik satu atau lebih pengguna. Hasil ekstraksi ditempatkan pada database aplikasi khusus

atau data warehouse perusahaan jika ada. Jika data ditempatkan pada data warehouse perusahaan,

maka hasil ekstraksi tersebut dapat digunakan untuk aplikasi lain.

Sumber Data:

Data Internal berasal dari sistem pemrosesan transaksi dalam organisasi.


Contoh : kenaikan jabatan pegawai, upah gaji karyawan, jadwal pemeliharaan mesin dan

alokasi anggaran, rencana rekrutmen masa mendatang.

Data internal dapat dibuat untuk tersedia melalui browser pada sebuah intranet.

Data Eksternal merupakan data yang berasal dari luar organisasi, harus dimonitor dan

diambil untuk meyakinkan bahwa data penting tidak terabaikan. Data eksternal diperoleh dari luar

organisasi, misalnya data industri, data penelitian pasar, data sensus, data ketenagakerjaan regional,

peraturan pemerintah, tarif pajak atau data perekonomian nasional yang dapat diperoleh lewat internet

atau komputerisasi online.

Meliputi data industri, data riset pemasaran, regulasi pemerintah, jadwal tarif pajak, data

ekonomi nasional, ddan lain-lain.

Data dapat berasal dari lembaga pemerintah, asosiasi perdagangan, perusahaan riset pasar,

usaha-usaha yang dilakukan sendiri oleh organisasi untuk mengumpulkan data eksternal.

Seperti data internal, data eksternal juga bisa disimpan dalam database atau diakses langsung

ketika database digunakan.

Data Ekstraksi

Data ekstraksi merupakan penggabungan dari data internal dan data eksternal. Proses data

ekstraksi akan menghasilkan basisdata sistem pendukung keputusan. Data ekstraksi meliputi: import

file, meringkas, menyaring dan mengkondensasi data yang menghasilkan laporan dari data yang ada

di basisdata. Proses ekstraksi dikelola dalam DBMS (Database Management System).

Untuk membuat sebuah database DSS atau data warehouse, diperlukan capture data dari

beberapa sumber. Operasi inilah yang disebut dengan ekstraksi. Pada dasarnya ekstraksi berisi file-file

penting, rangkuman, filtrasi standarisasi dan kondensasi data. Ekstraksi juga terjadi ketika pengguna

menghasilkan laporan-laporan dari data di dalam database DSS.

Proses ekstraksi sering dikelola oleh DBMS dan para profesional yang biasanya menstruktur

proses ini, sehingga para pengguna tidak perlu menghadapi detail-detail yang rumit.

Kemudian perlu pula dibuat sebuah query yang pasti untuk beberapa tabel data yang

berhubungan berupa beberapa database independen. Bagian-bagian yang diekstrak harus


“dikoneksikan ulang” sehingga dihasilkan sebuah database DSS yang berguna dalam pembuatan

keputusan.

DBMS merupakan Data yang dibuat, diakses, dan diperbaharui oleh sebuah DBMS.

Kebanyakan DSS dibuat dengan sebuah DBMS relasional komersial standar yang memberikan

berbagai kapabilitas. Kekuatan riil dari sebuah DSS terjadi ketika data diintegrasikan dengan model-

modelnya.

DBMS merupakan sistem yang dipergunakan untuk mengintegrasikan beberapa file ke dalam

suatu basis data. Basisdata dibuat, diakses, dan diubah dengan DBMS dan kebanyakan sistem

pendukung keputusan dibuat dengan DBMS. Kekuatan sistem pendukung keputusan muncul ketika

basisdata terintegrasi dengan modelnya.

Kemampuan DBMS dalam sistem pendukung keputusan :

1. Menangkap atau ekstraksi data untuk dimasukkan dalam basisdata sistem pendukung

keputusan.

2. Mengupdate (menambah, menghapus, mengubah) data dan file.

3. Data terhubung dengan dari sumber yang berbeda.

4. Memperoleh kembali data dari basisdata untuk pelaporan

5. Memiliki pengamanan data dan kemampuan recovery secara menyeluruh.

Database

Pada banyak contoh Decision Support System (DSS), data ditempatkan dari data warehouse

atau sistem database mainframe legacy melalui sebuah server Web database. Untuk aplikasi DSS

lainnya, akan disusun sebuah database khusus jika memang diperlukan. Beberapa database dapat

digunakan dalam satu aplikasi DSS, tergantung pada sumber data.

Data pada database DSS akan diekstrak dari sumber data internal dan eksternal, juga dari data

personal milik satu atau lebih pengguna.


Hasil ekstraksi ditempatkan pada database aplikasi khusus atau data warehouse perusahaan

jika ada. Jika data ditempatkan pada data warehouse perusahaan, maka hasil ekstraksi tersebut dapat

digunakan untuk aplikasi lain.

Fasilitas Query

Fasilitas query memungkinkan untuk akses, manipulasi dan query data. Fasilitas query

menerima permintaan data dari komponen sistem pendukung keputusan, menentukan apakah

permintaan dapat dipenuhi, memformulasikan permintaan yang dirinci, dan memberikan kembali

kepada peminta. Fungsi penting sistem query sistem pendukung keputusan adalah menyeleksi dan

memanipulasi operasi-operasi.

Direktori Data

Direktori data adalah katalog dari semua data yang ada dalam basisdata. Direktori data berisi

definisi data dan gunanya terutama untuk menjawab pertanyaan mengenai data yang tersedia,

sumbernya dan arti sesungguhnya. Direktori khususnya diperuntukkan mendukung tahap kecerdasan

(intelligent phase) pada proses pembuatan keputusan yaitu membantu dalam mengamati data dan

mengenali masalah atau kesempatan.

Subsistem Manajemen Model

Subsistem manajemen model dari sistem pendukung keputusan terdiri dari basis model,

sistem manajemen basis model, model directory dan model eksekusi, integrasi dan pelaksanaan

model, seperti ditunjukkan pada gambar 1.6 berikut:


Gambar 1.6 Struktur Subsistem Manajemen Model

Basis Model

Basis model berisi model-model yang yang menyediakan kemampuan analisis pada sistem

pendukung keputusan. Hal yang membedakan sistem pendukung keputusan dari Computer

BasedInformation System adalah kemampuannya dalam mengubah,menggabungkan, menjalankan dan

memeriksa model. Model-model dalam model base dapat dipecah menjadi empat kategori utama

yaitu: adalah strategic model, tactical model, operational model, dan building block.

1. Strategic model, digunakan untuk membantu manajer perencanastrategik. Pengaruh yang

ditimbulkan keputusan-keputusan tersebut pada seluruh organisasi pada tahun-tahun yang

akan datang, seperti menentukan tujuan perusahaan, perencanaan merger dan akuisisi,

pemilihan lokasi pabrik, analisa dampak lingkungan dan pembelanjaan modal tak rutin.

Kebanyakan menggunakan data eksternal.

2. Tactical model, digunakan untuk mendukung manajemen tingkatmenengah dalam membantu

mengalokasikan dan mengontrol sumber daya yang dimiliki organisasi. Hal ini bermakna
tanggung jawab untuk melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya tujuan. Contoh

perencanaan kebutuhan tenaga kerja, perencanaan promosi penjualan, layout pabrik, dan

pembelanjaan rutin. Cakupan waktunya bervariasi antara 1 bulan hingga kurang dari 2 tahun.

Beberapa data eksternal dibutuhkan meski kebutuhan terbesarnya adalah data internal.

3. Operational model, digunakan untuk mendukung aktifitas kerjasehari-hari dalam organisasi,

yaitu tempat berlangsungnya operasi perusahaan atau bertanggung jawab menyelesaikan

rencana-rencana yang telah ditetapkan model-model sebelumnya. Contoh penjadwalan

produksi, kontrol persediaan. Model yang digunakan untuk membantu mengambil keputusan

manajer tingkat bawah dengan cakupan waktu harian hingga bulanan. Model ini biasanya

menggunakan data internal.

4. Model building block, digunakan untuk menentukan variabel,parameter dalam model dan

dapat digunakan sebagai analisis data, sebagai komponen dari model yang lebih besar.

Beberapa building block dalam sistem pendukung keputusan adalah perangkat lunak yang

dijual di pasaran.

Sistem Manajemen Basis Model

Merupakan sebuah perangkat lunak dengan fungsi sebagai pembuatan model, pembaruan

model, pengubahan model, dan manipulasi data. Sistem manajemen basis model mampu

menghubungkan model-model dengan jaringan yang sesuai lewat basisdata.

Kemampuan yang dimilikinya meliputi :

1. Kemampuan untuk menciptakan model-model baru secara cepat dan mudah.

2. Kemampuan untuk mengakses dan meng-integrasikan model-model keputusan.

3. Kemampuan untuk mengelola basis model dengan fungsi manajemen analog dan basisdata.

View publication stats