Anda di halaman 1dari 14

PENGEMBANGAN DAN INOVASI

PRODUK BARU

X-BDP
KELOMPOK 5
1. Muhamad Dandi
2. M. Dahlan Jaelani
3. Moh. Ridwan
4. Yudi Suryana
5. Adi Berkah Saputro
6. Siti Afnan Fahira
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas proposal yang berjudul “Pengembang dan Inovasi
Produk Baru” ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan proposal ini adalah untuk memenuhi tugas dari
Ibu/Bapak Guru pada mata pelajaran Marketing ini. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan tentang Pengembang dan Inovasi Produk Baru, bagi para pembaca dan
juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Siti Nurrohmah selaku guru dalam bidang
studi Marketing ini telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan
wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi
sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari, proposal yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan proposal
ini.

Cianjur, 29 Agustus 2021


DAFTAR ISI
i. Kata Pengantar
ii. Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN
 Latar Belakang
 Rumusan Masalah
 Tujuan

BAB II ISI
PENGEMBANG DAN INOVASI PRODUK BARU

 Pengertian Inovasi Produk


 Tujuan Melakukan Inovasi Produk
 Fungsi Inovasi Produk
 Manfaat Melakukan Inovasi Produk

PROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARU

 Pembentukan Ide
 Penyaringan Ide
 Pengembangan dan Pengujian Konsep
 Pengembangan Strategi Pemasaran
 Analisa bisnis
 Pengembangan produk
 Uji Pemasaran atau Uji Pasar
 Komersialisasi

PERENCANAAN STRATEGI PRODUK

 Analisis Situasi
 Penentuan Tujuan Produk
 Penentuan Sasaran Pasar
 Penentuan Anggaran
 Penetapan Strategi Produk
 Evaluasi Pelaksanaan Strategi

BAB III PENUTUP


 Kesimpulan
 Saran
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada awalnya manusia untuk memenuhi kebutuhan melakukan proses barter, pada
perkembangannya dilakukan dengan perdagangan menggunakan uang. Ketika proses
perdagangan sudah dilakukan para produsen berlomba lomba untuk menghasilkan produk
yang lebih unggul dibandingkan produsen lain agar jumlah penjualan meningkat. Ketika
perdagangan dunia makin berkembang dan terbentuknya perdagangan bebas maka persaingan
antar produsen semakin meningkat, produsen yang ikut serta dalam perdagangan bebas ini
bukan hanya pedagang lokal di suatu negara saja namun produsen yang berasal dari berbagai
negara ikut bersaing memasarkan produknya.

Dengan adanya perkembangan perdagangan yang pesat dibantu dengan perkembangan


ilmu dan teknologi, para produsen berlomba-lomba untuk menghasilkan produk yang lebih baik
sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar. Dengan menggunakan inovasi maka dapat
menjaring konsumen baru karena timbulnya kebutuhan baru yang sebelumnya belum ada. Hal
tersebut dapat terjadi karena ketika produk baru diluncurkan ke pasar, maka sebuah pasar baru
akan tercipta. Sebuah produk baru yang ada di pasar, akan membutuhkan tambahan komponen
yang sebelumnya tidak diperlukan sehingga timbul kebutuhan akan industri baru yang dapat
memenuhi komponen baru yang sebelumnya belum ada tersebut. Situasi tersebut dapat
mengakibatkan perubahan terhadap kebijakan organisasi dan pengembangan teknologi.

Rumusan Masalah
1. Pentingkah pengembangan dan inovasi produk baru ?
2. Bagaimana proses pengembangan produk baru ?
3. Bagaimana perencanaan strategi produk baru ?

Tujuan
1. Untuk mengetahui betapa pentingnya pengembangan dan inovasi produk baru.
2. Untuk mengetahui cara terbaik dalam melaksanakan pengembangan produk baru.
3. Untuk mengetahui bagaimana perencanaan strategi produk baru.
BAB II ISI
PENGEMBANG DAN INOVASI PRODUK BARU
Inovasi produk diperlukan sehingga bisa dikembangkan dengan memberikan banyak
sekali manfaat dan dampak positif yang akan dirasakan. Produk yang mengalami inovasi akan
mendapatkan apresiasi dari para pelanggan, sehingga dapat menarik lebih banyak konsumen
dan mendatangkan keuntungan yang berlipat.

Pengertian Inovasi Produk


Inovasi produk dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan pelaku usaha pembuat
produk untuk memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan produk yang diproduksi
selama ini.

Produk yang dikembangkan tidak selalu dalam bentuk barang, tetapi bisa berupa
peningkatan pelayanan. Menurut UU nomor 19 tahun 2002 bahwa inovasi merupakan suatu
rangkaian pengembangan dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam
sebuah produk.

Inovasi suatu produk ini bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya adalah adanya
feedback dari pelanggan, kombinasi hal yang sebelumnya sudah ada, hingga penemuan baru.

Proses inovasi ini harus terus dilakukan sehingga produk menjadi terus berkembang,
memiliki peningkatan, hingga mencapai kesempurnaan, yang bisa dilakukan dengan cara
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tujuan Melakukan Inovasi Produk


Dalam kehidupan, suatu inovasi pada diri bertujuan untuk membuat manusia memiliki
kualitas yang meningkat sehingga memiliki banyak sekali kemampuan baru yang sebelumnya
tidak dimiliki.

Begitu pula pada sebuah produk, ada tujuan tertentu yang ingin dicapai ketika
melakukan inovasi pada produk tersebut. Beberapa tujuan melakukan inovasi pada sebuah
produk antara lain :

1. Meningkatkan Kualitas

Umumnya, tujuan untuk melakukan inovasi baik dalam bidang apapun adalah untuk
meningkatkan kualitas, termasuk juga berkaitan dengan barang.

Seiring dengan perkembangan waktu, barang yang diciptakan akan semakin usang
karena tidak bisa memenuhi kebutuhan pada masa sekarang. Sehingga barang tersebut
diberikan sebuah inovasi agar bisa memenuhi kebutuhan pada masa kini.

Alasan lainnya, karena produk yang mendapatkan inovasi diberikan tambahan fitur dan
kemampuan baru. Barang dengan fitur atau kemampuan baru dan sejenisnya akan
meningkatkan keunggulan dibandingkan barang yang sebelumnya.

Sehingga dengan kata lain, barang yang diberikan tambahan inovasi akan meningkatkan
keunggulan dan kualitasnya dibanding sebelumnya.
2. Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

Kebutuhan pelanggan sebagai seorang manusia tentu akan selalu ada. Para pelanggan
akan terus menuntut pemilik usaha untuk memperbaiki agar semua kebutuhan pelanggan
terpenuhi.

Tuntutan pelanggan ini akan memaksa pemilik usaha untuk melakukan inovasi pada
produknya. Salah satu yang nyata adalah salah satu produk layanan antar jemput yang biasa
digunakan oleh masyarakat.

Barang utama pada awalnya adalah layanan antar jemput dengan menggunakan motor,
tetapi kemudian pemilik usaha melakukan inovasi dan mengembangkannya untuk antar jemput
menggunakan mobil.

Lebih jauh, pemilik usaha juga melakukan inovasi dengan memberikan tambahan
layanan untuk pembelian makanan dan berbelanja. Inovasi tersebut dilakukan seiring dengan
kebutuhan masyarakat sebagai pelanggan yang semakin banyak.

3. Menciptakan Pasar Baru di Tengah Masyarakat

Tujuan lain dalam melakukan inovasi produk adalah untuk menciptakan pasar baru di
tengah masyarakat. Produk yang diberi inovasi memberikan fitur dan perkembangan terbaru
yang akan menarik minat masyarakat.

Sehingga masyarakat akan membeli produk terbaru tersebut. Terkadang inovasi juga
tidak selamanya memberikan perkembangan tetapi juga pengurangan fitur.

Contoh paling nyata adalah produk telepon seluler atau smartphone. Pemilik usaha
mengurangi beberapa fitur seperti kualitas kamera atau kapasitas memori, sehingga
memunculkan sebuah produk baru dengan harga yang lebih murah.

Dengan produk baru tersebut akan menciptakan pasar baru yang mengincar harga yang
lebih murah dengan produk yang tidak jauh berbeda kualitasnya.

4. Mengembangkan dan Mengaplikasikan Pengetahuan dan Wawasan

Inovasi pada sebuah produk juga bertujuan untuk mengembangkan dan


mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki oleh pemilik usaha. Dalam menciptakan inovasi
pada sebuah produk, dibutuhkan wawasan yang luas dan terkini sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan.

Kemudian pemilik usaha berusaha bagaimana mengaplikasikan pengetahuan yang


dimiliki untuk diaplikasikan pada produk yang dibuatnya.

Agar bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuan terkini pada sebuah produk, seorang
pemilik usaha harus meningkatkan wawasan dengan banyak belajar.

Pemilik usaha yang terus belajar tentang ilmu pengetahuan dan mengembangkan
wawasannya akan mampu menginovasi produk yang dimilikinya. Sehingga dapat menciptakan
sebuah produk baru yang menggunakan ilmu pengetahuan terkini.
5. Mengganti Produk atau Layanan

Sering dijumpai beberapa pemilik usaha menarik atau menghentikan produk atau
layanan yang sudah usang dari pasaran, salah satunya adalah pemilik usaha mobil.

Usaha menghentikan produksi atau menarik barang yang sudah ada di pasaran
bertujuan untuk memberikan inovasi dengan cara mengganti barang tersebut dengan barang
yang lebih baik.

Barang yang sudah usang dihentikan produksinya karena sudah tidak sesuai dengan
kondisi terkini. Selain itu, produk yang sudah usang juga sudah tidak bisa dikembangkan lagi.

Sehingga satu-satunya cara dalam berinovasi adalah dengan mengganti produk atau
layanannya. Tentu saja dengan tidak menghilangkan fungsi utama dari produk yang sudah
usang tersebut.

6. Meningkatkan Efisiensi Produk

Inovasi pada sebuah produk juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensinya. Barang
yang mengalami inovasi akan dapat melakukan tugasnya dengan tepat sasaran tanpa perlu
membuang waktu lebih banyak.

Sama halnya pada produk berupa aplikasi layanan antar jemput. Pada aplikasi tersebut
yang semula hanya bisa digunakan untuk memesan layanan antar jemput, kini berkembang
dengan pesat.

Ada banyak fitur yang dimiliki oleh aplikasi tersebut termasuk layanan pembelian dan
antar makanan, bahkan berbelanja. Inovasi dalam bentuk produk jasa ini membuat aplikasi
tersebut semakin efisien digunakan oleh pelanggan.

Pelanggan cukup membutuhkan satu aplikasi saja agar bisa melakukan berbagai hal,
sehingga pelanggan dapat menghemat waktu.

Fungsi Inovasi Produk


Pemilik usaha dituntut untuk selalu melakukan inovasi pada produk-produknya. Hal ini
karena inovasi pada barang dapat berfungsi sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk
menarik semakin banyak pelanggan.

Inovasi yang diterapkan pada sebuah produk dapat menarik minat masyarakat untuk
mencoba menggunakan barang tersebut.

Inovasi juga berfungsi agar pemilik usaha tidak tergulung oleh arus perkembangan yang
ada saat ini. Perkembangan zaman akan menuntut pemilik usaha untuk terus berinovasi
sehingga dapat terus bertahan.

Berbagai produk yang tidak bisa berinovasi menurut perkembangan zaman akan
perlahan ditinggalkan oleh para pelanggan dan mati. Contohnya adalah telepon rumah yang
tergeser oleh telepon seluler.
Manfaat Melakukan Inovasi Produk
Melakukan inovasi pada barang yang diciptakan akan membuat bisnis semakin
kompetitif sehingga secara tidak langsung akan bermanfaat pada nilai perusahaan pembuatnya.

Perusahaan atau pemilik usaha yang membuat suatu produk yang terus berinovasi akan
mampu mengalahkan pesaing-pesaingnya. Perusahaan yang terus berkembang dengan
melakukan inovasi juga akan semakin dikenal oleh masyarakat.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan telepon seluler yang melakukan inovasi produk
dengan meningkatkan kualitas kamera. Kamera pada telepon seluler menjadi hal yang penting
saat ini, terutama ketika media sosial terus berkembang.

Dengan mengikuti perkembangan tersebut, telepon seluler dengan kemampuan kamera


yang baik akan semakin diminati oleh masyarakat. Sehingga secara tidak langsung nilai
perusahaan di mata masyarakat juga meningkat.

PROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARU


Bagaimana Tahapan dalam Melakukan Pengembangan Produk? Ada banyak hal yang
harus dilakukan pada suatu produk sebelum diperkenalkan ke pasar, dan itu adalah proses
pengembangan produk. Ini dimulai dengan peluang pasar yang membentuk dasar ide produk,
dan mengubah peluang pasar ini menjadi produk yang sukses adalah inti dari pengembangan
produk baru.

Sayangnya, tidak semua orang berhasil melakukannya, dan 95% produk baru gagal.
Tetapi sebagian besar dari produk baru ini gagal karena para pengembang meremehkan
pentingnya proses pengembangan produk baru dan mencoba mengambil jalan pintas.

Produk baru tidak selalu tentang mengembangkan produk baru ke dunia. Faktanya,
menurut Kotler, hanya 10% dari semua produk baru yang benar-benar inovatif dan unik di
dunia.

Mengupgrade produk yang sudah ada dan meluncurkannya kembali sebagai produk
baru, menambahkan produk baru ke dalam bauran produk yang ada, dan lainlain semuanya
merupakan praktik penting bagi perusahaan karena mereka beroperasi dalam lingkungan
bisnis yang dinamis di mana kebutuhan dan selera pelanggan, teknologi, dan siklus hidup
produk selalu ada perubahan.

Tetapi apa pun jenis produk baru yang dikembangkan perusahaan, prosesnya dapat
dengan mudah dipecah menjadi delapan tahap, yaitu:

1. Pembentukan Ide

Ide membentuk tulang punggung pengembangan produk baru. Mereka berasal dari
peluang pasar dan bisa jadi tidak terhitung banyaknya. Tahap ini melibatkan pembuatan
kumpulan ide yang besar dari sumber internal dan eksternal dengan menggunakan berbagai
teknik.
Ide Produk Baru Dari Sumber Internal

 Riset dan Pengembangan: Departemen R&D adalah departemen formal bisnis yang
mencakup para ahli dengan tanggung jawab tunggal untuk melakukan riset dan analisis
pasar serta menghasilkan ide-ide baru.
 Karyawan: Karyawan adalah orang-orang yang bekerja erat dengan produk dan
pelanggan. Menurut penelitian, hampir 45% dari semua ide produk baru berasal dari
karyawan.

Ide Produk Baru Dari Sumber Eksternal

 Pelanggan: Pelanggan adalah sumber terpenting untuk mendapatkan ide


pengembangan produk baru. Kebutuhan, keinginan, dan harapan mereka membentuk
dasar dari peluang pasar, dan seringkali mereka tahu apa yang mereka inginkan. Survei,
forum pelanggan adalah sumber ide pengembangan produk baru yang sangat baik.
 Saluran Distribusi: Karena distributor bekerja erat dengan pelanggan, mereka lebih
memahami apa yang sebenarnya diminta oleh pelanggan. Mereka sering memberikan
ide untuk kemungkinan produk baru dan juga dapat membantu perusahaan dengan
informasi pasar seperti konsep, teknik, teknologi, dan material baru.
 Pesaing: Analisis pesaing adalah cara yang bagus untuk menganalisis bagaimana pasar
menilai pemain yang ada dan apa yang hilang di pasar. Informasi ini selanjutnya
digunakan untuk mengembangkan produk baru.
 Lainnya: Sumber pembangkit gagasan lainnya termasuk konsultan, komunitas, lembaga
pemerintah, firma riset pasar, laboratorium komersial, dll.

2. Penyaringan Ide

Sementara tujuan pembuatan ide adalah untuk menciptakan kumpulan ide yang besar,
tahap ini melibatkan evaluasi kumpulan dan membuang ide sebanyak mungkin dari
pertimbangan. Ini dilakukan dengan menentukan dan mengevaluasi gagasan ‘-

 Kompatibilitas: Kesesuaian gagasan dengan tujuan bisnis secara keseluruhan.


 Relevansi: Relevansi ide berdasarkan lingkungan bisnis saat ini dan yang diprediksi
serta tujuan organisasi.
 Asumsi: Validitas asumsi yang menjadi dasar ide.
 Kendala: Kendala internal dan eksternal yang menghambat tumbuhnya ide menjadi
kenyataan.
 Kelayakan: Kelayakan gagasan menurut sumber daya yang tersedia.
 Nilai: Perkiraan laba atas investasi dari gagasan tersebut.
 Risiko: Risiko internal atau eksternal yang dapat menghambat kemajuan gagasan.

Ada kemungkinan dua jenis kesalahan dalam proses pengembangan produk baru. Fase
penyaringan ide bertindak sebagai filter untuk mencegah bisnis dari mereka. Kesalahannya
adalah –

 Drop error – Menyingkirkan ide bagus.


 Go error – Maju dengan ide yang buruk.
3. Pengembangan dan Pengujian Konsep

Ide berbeda dari konsep. Sementara ide hanyalah konstruksi mental dari kemungkinan
atau peluang bisnis, konsep adalah ide yang telah melalui proses penyesuaian namun masih
konsisten.

Konsep adalah versi ide produk yang rapi yang mempertimbangkan –

 Potensi target audiens


 Penggunaan produk
 Proposisi nilai potensial

Misalnya, ide produk bisa menjadi pusat kebugaran. Namun konsep produknya adalah
pusat kebugaran yang berfokus pada penyediaan kelas Zumba untuk wanita pekerja secara
offline di pagi hari dan online di malam hari.

Langkah ini melibatkan pengembangan satu atau beberapa konsep berdasarkan ide
produk dan mengujinya untuk kelangsungan hidupnya.

Pengembangan Konsep

Mari kita ambil contoh mobil listrik sebagai ide produk.

Konsep produk yang mungkin untuk mobil listrik ini adalah –

 Konsep 1: Mobil listrik terjangkau yang berfokus pada pekerja yang bepergian setiap
hari. Mobil ini dapat diisi dayanya di rumah, tetapi tidak dapat digunakan untuk
perjalanan jarak jauh.
 Konsep 2: Mobil listrik harga menengah untuk generasi milenial yang peduli terhadap
lingkungan. Mobil itu terlihat sporty, dan tersedia tempat pengisian ulang.
 Konsep 3: SUV listrik berharga tinggi untuk individu berpenghasilan tinggi yang peduli
lingkungan.

Setelah konsep dikembangkan, itu diuji menggunakan beberapa metode dan proses seperti –

 Survei uji konsep: Target audiens yang direncanakan diminta untuk menjawab
beberapa pertanyaan terkait produk. Jawaban-jawaban ini selanjutnya dianalisis untuk
menguji kelangsungan konsep tersebut.
 Prototipe: Prototipe dikembangkan untuk memahami kelayakan produk dengan lebih
baik.

Menguji konsep yang berbeda memberikan gambaran yang jelas kepada manajemen
tentang konsep mana yang akan dibawa dan mana yang harus dibuang.

4. Pengembangan Strategi Pemasaran

Setelah konsep yang menjanjikan diselesaikan, langkah selanjutnya melibatkan


pengembangan strategi pemasaran untuk produk baru. Strategi pemasaran dibagi menjadi tiga
bagian:

Deskripsi rinci tentang struktur ukuran dan perilaku pasar sasaran, proposisi nilai yang
direncanakan, strategi pemosisian produk, dan ukuran penjualan, pangsa pasar, dan sasaran
laba untuk beberapa tahun pertama.

Garis besar strategi penetapan harga, strategi distribusi, dan anggaran pemasaran yang
diperlukan untuk tahun pertama. Strategi bauran pemasaran dan penjualan jangka panjang
serta sasaran laba yang direncanakan.
5. Analisa bisnis

Setelah produk dan strategi pemasarannya diselesaikan, langkah selanjutnya


melibatkan evaluasi daya tarik bisnis dari produk yang diusulkan ini.

Langkah proses pengembangan produk baru ini melibatkan tinjauan dan analisis
penjualan, biaya, dan proyeksi keuntungan untuk produk baru.

Sederhananya, langkah ini mengevaluasi produk sebagai bisnis dengan meninjau:

 Biaya yang terlibat dalam produksi, pemasaran, dan penjualan.


 Penjualan yang diproyeksikan
 Keuntungan yang diproyeksikan

Analisis dilakukan baik dengan melakukan survei pasar, berkonsultasi dengan ahli, atau
dengan menganalisis sejarah dari produk serupa. Setelah selesai, analisis ini kemudian
dibandingkan dengan tujuan perusahaan, dan produk masuk ke tahap produksi hanya jika
faktor-faktor ini memenuhi tujuan.

6. Pengembangan produk

Sampai pada tahap ini, produk hanya ada sebagai deskripsi kata, gambar, atau prototipe.
Tetapi begitu analisis bisnis melakukan detailing pada produk, pekerjaan tersebut diserahkan
ke departemen penelitian dan pengembangan untuk pengembangan produk yang sebenarnya.

Mungkin perlu waktu berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan untuk


mengembangkan produk akhir saat produk melalui serangkaian fase pengujian (pengujian alfa
dan pengujian beta) untuk memvalidasi semua asumsi dan memasukkan semua yang dijanjikan
selama tahap sebelumnya.

Pengujian alfa adalah dengan menguji produk di dalam perusahaan untuk


memastikannya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pengujian beta melibatkan peluncuran MVP atau versi pengujian di pasar untuk
memvalidasi kesesuaian pasar produk. Namun, ini tidak melibatkan pengujian produk akhir
atau strategi pemasaran.

7. Uji Pemasaran atau Uji Pasar

Setelah pengembangan produk selesai, produk tersebut kemudian dilakuan dressed up


dengan identitas merek dan dirilis di segmen pasar yang dipilih sebagai uji coba untuk
pengujian.

Langkah ini melibatkan perusahaan untuk menguji produk akhir dan keseluruhan
strategi pemasaran dan brandingnya, termasuk

 Strategi penentuan posisi,


 Strategi penetapan harga,
 Strategi komunikasi,
 Strategi promosi, dan
 Strategi distribusi.
Produk dikembangkan dalam skala penuh hanya setelah uji pemasaran menunjukkan
hasil yang positif. Ada tiga jenis uji pasar:

Uji pasar standar

Ini adalah pasar dengan perwakilan kecil (misalnya, satu kota, bukan negara bagian
penuh) tempat perusahaan melakukan kampanye pemasaran penuh dan menggunakan audit
toko, survei pelanggan, survei distributor, dan metode lain untuk menganalisis kinerja.

Hasilnya digunakan untuk memprediksi performa kampanye skala penuh, menemukan


masalah yang belum terpecahkan, memanfaatkan peluang yang belum dimanfaatkan, dan
menyempurnakan program pemasaran.

Kerugian terbesar dari uji pasar standar adalah para pesaing mengetahui tentang
produk baru dan strategi pemasarannya sebelum peluncuran yang sebenarnya.

Uji pasar terkontrol

Ini adalah tempat pengujian buatan seperti panel toko yang telah setuju untuk
membawa produk baru dengan biaya tertentu.

Tempat pengujian buatan ini lebih murah daripada pengujian pasar standar dan
memberikan analisis yang lebih cepat (tentang produk dan pesaingnya). Namun, ada risiko
persaingan dalam mendapatkan akses ke produk baru.

Uji pasar simulasi

Ini adalah peristiwa di mana perusahaan menciptakan lingkungan belanja dan


menganalisis perilaku pelanggan sehubungan dengan produk baru dan pesaingnya. Pasar uji ini
juga memungkinkan peneliti mewawancarai pelanggan.

8. Komersialisasi

Uji pemasaran memberi manajemen informasi yang diperlukan untuk membuat


keputusan akhir tentang peluncuran produk. Setelah keputusan akhir dibuat dan produk
diputuskan untuk diluncurkan di pasar, produk baru masuk ke tahap akhir komersialisasi atau
pengenalan, dan akhirnya diproduksi dalam jumlah yang dibutuhkan.

Tahap ini melibatkan biaya tertinggi sebagai.

 Unit manufaktur disewakan atau dibeli


 Kampanye periklanan dan komunikasi dijalankan
 Promosi penjualan dan upaya pemasaran lainnya dilakukan untuk mengembangkan
permintaan awal

Beberapa keputusan penting diambil selama tahap komersialisasi seperti :

 Waktu perkenalan: Waktu terbaik untuk meluncurkan produk.


 Pengenalan tempat: Keputusan tentang tempat. Haruskah itu diluncurkan di satu
pasar atau haruskah itu diluncurkan secara bersamaan di banyak pasar?
 Strategi masa depan: Apa yang harus menjadi strategi setelah produk diluncurkan di
pasar?
PERENCANAAN STRATEGI PRODUK
Perencanaan strategi produk meliputi beberapa langkah, yaitu:

1. Analisis Situasi

Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal maupun eksternal. Hal-hal yang
perlu dipertimbangkan antara lain apakah perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang
ditawarkan oleh lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki, seberapa besar
permintaan terhadap produk tertentu, dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk
memenuhi permintaan tersebut.

2. Penentuan Tujuan Produk

Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang dihasilkan perusahaan


dimaksudkan pula untuk memenuhi atau mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu
dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi
pencapaian tujuan perusahaan.

3. Penentuan Sasaran Pasar

Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan ataupun melakukan


segmentasi. Denga demikian alternatif yang dapat dipilih adalah produk standar, customized
product, maupun produk standar dengan modifikasi.

4. Penentuan Anggaran

Anggaran bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi sekaligus sebagai


pengendalian.

5. Penetapan Strategi Produk

Dalam tahap ini, alternatif - alternatif strategi produk dianalisis dan dinilai keunggulan
dan kelemahannya, kemudian dipilih yang paling baik dan layak untuk kemudian diterapkan.

6. Evaluasi Pelaksanaan Strategi

Langkah yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap pelaksanaan rencana
yang telah disusun.
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
Pembahasan diatas bisa diterapkan di dalam bisnis Anda agar tidak salah dalam
memilih barang atau produk, kualitas barang merupakan suatu hal yang banyak dan dibutuhkan
oleh pelanggan. Jika Anda menjual suatu barang dengan kualitas yang bagus dan pelayanan
yang ramah, pelanggan pasti akan menyukainya dan membeli kembali.

Dalam pencatatan stok barang juga hal yang penting dalam menjalankan bisnis, jika
bisnis Anda berkembang dengan baik, pencatatan stok barang dan penjualan Anda akan lebih
banyak dan akan sulit jika masih menggunakan pencatatan manual.

Oleh karena itu, gunakanlah software akuntansi yang memiliki fitur inventory yang
dapat mempermudah Anda dalam pencatatan stok barang dan penjualan. Accurate Online salah
satu software akuntansi yang memiliki fitur tersebut dan fitur lainnya seperti pencatatan
penjualan, multi cabang dan lainnya.

Jadi jika usaha Anda berjalan dengan sukses dan ingin membuka cabang, accurate online
siap untuk membantu Anda dalam pengelolaan stok barang, laba rugi perusahaan dan laporan
keuangannya.

Anda mungkin juga menyukai