Anda di halaman 1dari 34

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA KELUARGA TN.

N
DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI

Diajukan Sebagai Tugas Skill Lab

Mata Kuliah Keperawatan Keluarga

DISUSUN OLEH :

Desi Purnama Susanto (04021381821013)


Deah Karina Saputri (04021381821019)
Dian Putri Permatasari (04021381821014)
Fevi Apriana (04021381821022)
Fitri Hasanah Olivia (04021381821012)
Kike Pratiwi (04021381821020)
Niko Putra Dwi Payoka (04021381821021)
Rizky Dwi Putri (04021381821015)

Rizki Saputra (04021381821016)

Wiwin Wikayani (04021381821017)

Wesy (04021381821018)

DosenPembimbing :

Jaji,S.Kep., Ns., M.Kep

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2018


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas asuhan
keperawatan keluarga dengan judul “Asuhan Keperawatan Keluarga Pada
Keluarga Tn. N Dengan Penyakit Hipertensi”, berserta salam kami haturkan
untuk Nabi besar Muhammad SAW, Nabi yang telah membawa kita dari zaman
kebodohan ke zaman yang penuh ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.

Ucapan terima kasih juga kami haturkan kepada :

1. Bapak Jaji, S.Kep.,Ns.,M.Kep yang telah menjadi fasilitator kami dalam


pembuatan asuhan keperawatan ini.
2. Semua anggota kelompok yang telah bekerja sama dalam pembuatan tugas
ini.

Kami menyadari bahwa dalam proses penulisan tugas ini masih jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami
telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki
sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, masukan, saran, kritik,
dan usul yang sifatnya untuk perbaikan dari berbagai pihak khususnya Bapak/Ibu
dosen serta rekan – rekan sangat diharapkan untuk penyempurnaan asuhan
keperawatan ini. Semoga tuisan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Indralaya, Oktober 2018

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN.............................................................................. i

KATA PENGANTAR............................................................................ ii

DAFTAR ISI .......................................................................................... iii

A. Pengkajian ................................................................................... 1
B. Diagnosa Keperawatan ................................................................
C. Intervensi Keperawatan ...............................................................
D. Implementasi ................................................................................
E. Evaluasi .......................................................................................
F. Satuan Acara Penyuluhan ............................................................
G. Leaflet .........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
A. PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Pengkajian (tanggal) : Rabu, 19 Setember 2018


1. Data Umum
Keluarga Tn.N
a. Nama Kep. Klg : Tn.N
b. Usia : 55 Tahun
c. Pendidikan : DIII
d. Pekerjaan : Karyawan BUMN
e. Alamat : Baturaja
f. Komposisi Anggota Keluarga

No Nama Jenis Hubungan Umur Pendidikan Pekerjaan Status


Kelamin dengan Kesehatan
keluarga

1 Tn.N Lk KK 55 thn SLTA Karyawan Sakit

2 Ny.O Pr istri 53 thn SLTA IRT Sakit

3 An.Nr Pr Anak 27 thn S1 GURU Sehat

4 An. Nk Lk Anak 20 thn DIII Pelajar Sehat

Tabel 1.1 Tabel Komposisi anggota keluarga

Genogram

Skema 4.2.1 Genogram Keluarga Tn.N


Keterangan :

: Laki-laki : Hubungan suami istri

: Perempuan : Pasien

: Meninggal : Tinggal serumah

a. Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn.N yaitu keluarga besar ( Extendead family ) yang terdiri
atas, ayah, ibu, anak,menantu dan cucu.

b. Latar Belakang Suku


Tn.N adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan keduanya tinggal di
Sumatera Selatan, mereka berasal dari suku Sumatera.Bahasa yang diganakan
keluarga Tn.Y adalah bahasa Baturaja. Agama keluarga Tn.N adalah islam.
Tn.N dan keluarga melakan kegiatan keagamaan dengan menunaikan sholat 5
waktu lalu mengaji dan rutin mengikuti kehiatan majelis di masjid terdekat.

c. Status Sosial Ekonomi Keluarga


Keluarga mengatakan yang mencari uang adalah Tn.N dan Ny.O. Tn.N
bekerja sebagai karyawan BUMN dan Ny.O bekerja sebagai pedagang
dengan total pendapatan perbulan kurang lebih Rp 5.000.000. Dari hasil
pengkajian keluarga ini mempunyai barang seperti mobil, motor, TV, kipas
angin, lemari, kompor, dll. Keluarga mengatakan banyak keperluan yang
harus dibayar untuk keperluan kuliah anak serta harus membayar tagihan
PAM, listrik, dan kebutuhan makan.

d. Aktivitas Rekreasi Keluarga

a. Rekreasi yang digunakan di dalam rumah


Keluarga mengatakan untuk rekreasi yang digunakan di dalam rumah
seperti bermain bersama cucu serta menonton TV bersama pada malam
hari karena hanya waktu malam waktu berkumpul bisa di lakukan.
b. Rekreasi yang digunakan di luar rumah
Klien mengatakan untuk rekreasi di luar rumah mereka sangat jarang
untuk keluar bersama karena sibuk dan tidak memiliki waktu luang.

e. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

a. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini


Tahap perkembangan keluarga Tn.N merupakan tahap perkembangan
keluarga dengan anak meninggalkan rumah.

b. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


Keluarga mengatakan untuk saat ini tugas keluarga yang belum terpenuhi
adalah anak belum anak yang telah berkeluarga belum meninggalkan
rumah.

c. Riwayat Keluarga Inti


Tn.N Mempunyai riwayat Hipertensi dan gagal ginjal, serta Ny. O
mengalami rematik sekita 5 bulan terakhir. Jika terjadi serangan hipertensi
Tn,N sering merasakan nyeri di kepala bagian depan dengan skala nyeri 6,
anggota keluarga mampu untuk mengatasi keluhan dengan membawa
anggota keluarga yang sakit ke rumah sakit untuk berobat. Sedangkat
ketika Ny.O mengalami serangan nyeri rematik keluarga hanya
memberikan obat tradisional.

d. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Kelurga mengatakan memiliki riwayat penyakit hipertensi yang diturunkan
oleh sang kakek.

4. Lingkungan
a. Karakteristik Rumah :
Rumah Keluarga Tn.N berstatus kepemilikan rumah sendiri dengan luas
15x20 m2 , berlantai semen, bertype rumah semi permanen, menggunakan
PAM sebagai sumber air bersihnya, sumber air minum berasal dari air
mineral isi ulang, tempat BAB menggunakan kloset berbentuk leher angsa,
membuang sampah ditempat pembuangan sampah lalu di bakar,
menggunakan bak terbuka sebagai penampungan air bersihny, Mempunyai
banyak ventilasi di ruang tamu yang dibuka setiap pagi dan , Pencayahaan
di rumah Tn.Y terang.

b. Denah rumah

Gudang Dapur Ruang makan

wc

wc Kamar

kamar

wc Kamar

Ruang santai

wc

Ruang tamu
kamar

Skema 1.1. Denah Rumah Keluarga Tn.N

c. Karakteristik tetangga dan komunitas


Keluarga Tn.N tinggal di lingkungan yang kurang padat penduduk di
pinggiran kota. Jarak antar rumah sekitar 3-4 meter. Masyarakat disekitar
rumah Tn.N terlihat ramah dan mereka saling membantu. Fasilitas yang
ada di lingkungan sekitar tempat tinggal keluarga Tn.N antara lain
musolah, bidan.
d. Mobilitas Geografis Keluarga
Tn. N mengatakan asli padang dan istrinya asli muara enim mereka tinggal
di rumahnya sekitar 2 tahunan lebih sebelumnya tinggal di perumahan
milik pemerintah. Alat transportasi yang ada di sekitar rumah keluarga
Tn.N adalah ojek dan angkot. Dalam memenuhi aktivitas sehari-hari
keluarga Tn.N menggunakan sepeda mobil dan motor sebagai alat
transportasi keluarga.

e. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan masyarakat


Interaksi keluarga Tn. N dengan masyarakat terjalin baik. Keluarga Tn. N
sering berkumpul dengan tetangga. Jika terdapat tetangga sekitar yang
memerlukan bantuan maka masyarakat saling tolong-menolong.

f. Sistem pendukung Keluarga


Keluarga baik anak dan orangtua serta tetangga sekitar Tn.N merupakan
system pendukung keluarga yang utama. Untuk menunjang kesehatan,
keluarga memiliki kartu jaminan kesehatan dari pemerintah. Fasilitas
pelayanan kesehatan yang digunakan keluarga Tn.N adalah rumah sakit
Dr.Noesmir.

5. Struktur Keluarga

a. Pola Komunikasi Keluarga


Komunikasi yang digunakan dalam keluarga Tn. N yaitu komunikasi
terbuka, bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa daerah , jika ada
masalah maka akan didiskusikan bersama, tidak melibatkan orang lain. Tn.
N akan berbicara langsung bersama anak-anaknya beserta istrinya dan
memutuskan suatu masalah dengan keputusan bersama yang telah
didiskusikan sebelumnya.

b. Struktur Kekuatan Keluarga


Keluarga mengatakan bahwa yang dapat mengambil keputusan keluarga
adalah Tn.N selaku kepala keluarga dimana keputusan tersebut sudah
dibicarakan sebelumnya dengan istrinya. Keluarga mengatakan dalam
keluarga saling menghargai satu sama lain, saling membantu serta saling
mendukung.

c. Struktur Peran Keluarga


Keluarga Tn.N sebagai KK, Ny.O sebagai istri, An.Nr , An. Nk sebagai
anak pertama, dan kedua.

d. Nilai dan Norma Budaya


Keluarga Tn.N berpegang teguh pada nilai dan norma budaya yang
berlaku di daerah tempat tinggalnya.

6. Fungsi Keluarga

a. Fungsi Afektif
Keluarga Tn.N saling memberikan perhatian, kasih sayang dan menjaga
kepentingan bersama. Tn.N juga mendukung apa yang dilakukan anaknya
selama tidak melanggar etika dan sopan santun serta menerapkan sistem
demokrasi dalam mengatasi masalah keluarga.

b. Fungsi Sosialisasi
Tn. N mengatakan bahwa cara menanamkan hubungan interaksi sosial
pada keluarganya dengan tetangga dan masyarakat sekitar yaitu dengan
menganjurkan anak-anaknya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan di
lingkungan sekitar misalnya dalam acara perkumpulan dengan masyarakat,
selalu rajin mengikuti kerja bakti yang diadakan oleh rt, dan sering
membantu apabila ada acara yang diadakan pada lingkungan masyarakat

c. Fungsi Perawatan Keluarga


Keluarga melaksanakan fungsi keperawatan keluarga dengan 5 tugas
keluarga :

1) Mengenal masalah

Dari pengkajian diketahui bahwa keluarga mampu mengenali masalah


mengenai penyakit hipertensi Dan rematik yang diderita oleh Tn.N dan
Ny.O untuk mengatasi hipertensi yang diderita keluarga langsung
membawa penderita ke pelayan kesehatan jika terjadi serangan. Sedangkan
untuk penyakit rematik yang diderita oleh Ny.O keluarga tidak mengetahui
terapi apa yang cocok untuk penyakit tersebut dan hanya mengandalkan
obat tradisional berupa jamu-jamuan.

2) Mengambil keputusan

Keluarga sudah mampu mengambil keputusan untuk mengatasi masalah


kesehatan Tn.N dengan membawanya ke pusat pelayanan kesehatan tetapi
untuk mengatasi masalah yang diderita oleh Ny.O keluarga masih belum
mampu mengatasinya.

3) Merawat anggota keluarga yang sakit

Keluarga tidak mampu merawat penyakit yang diderita oleh Tn. N dan Ny.
O yang mengalami hipertensi dan rematik hal ini dibuktikan dengan
kondisi keluarga yang tidak mengetahui cara merawat penderita yang
sering kambuh seperti nyeri kepala dan nyeri sendi.

4) Memelihara/Memodifikasi Lingkungan

Keluarga mengatakan kondisi kebersihan rumah keluarga Tn.N bersih,


lantai tidak licin, penenmpatan perabotan tertata rapi, kondisi dalam rumah
lampu terang, jendela sering di buka.

5) Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

Keluarga Tn. N jarang memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada hal


inidibuktikan Ny.O masih menggunakan obat tradisional dalam mengatasi
keluhannya.

7. Stress dan Koping Keluarga

1. Stressor

1) Jangka Pendek
Keluarga mengatakan Tn.N rutin mengonsumsi obat berupa
amlodipine untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Dan Ny.O
masih sering mengkonsumsi obat tradisional.

2) Jangka Panjang
Keluarga mengatakan ada masalah yang dirasakan dalam waktu 5
bulan ini yaitu penyakit rematik yang diderita Ny.O yang sering
terjadi nyeri tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Sedangkan
dalam waktu 10 tahun terakhir tn.n menderita penyakit hipertensi yang
diturunkan dari ayah Tn.N.

2. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah


Keluarga Tn. N mengatakan bahwa apabila ada masalah yang dirasakan
sangat berat maka akan didiskusikan atau dimusyawarakan agar
mendapatkan solusinya.

3. Strategi Koping yang Digunakan


Keluarga Tn.N dan Anggota keluarga selalu bermusyawarah untuk
menyelesaikan masalah yang ada.

4. Strategi Adaptasi Disfungsional


Dari hasil pengkajian didapatkan cara keluarga dalam mengatasi masalah
maladaktif seperti menganjurkan istirahat jika mengalami keletihan

.
8. Pemeriksaan Fisik
Tabel 1.2 Pemeriksaan Fisik
Keluarga Tn.N
Pemeriksaan Fisik Tn. N Ny. O Nn. N Tn. Nk

Keadaan Umum : TD 160/90 TD 130/100 TD 120/80 TD 110/80


TTV mmHg, nadi mmHg, nadi mmHg, nadi mmHg, nadi
98x/m, suhu 80x/m, suhu 82 x/m, 80 x/m, suhu
37,0ºc, RR 22x/m 36,4ºc, RR suhu 36,7ºc, 36,5ºc, RR
20x/m RR 18x/m 20x/m

Kepala

a. Bentuk Simetris, kulit Simetris, kulit Simetris, Simetris,


b. Kebersihan kepala bersih, kepala bersih, kulit kepala kulit kepala
c. Keadaan tidak ada benjolan tidak ada bersih, tidak bersih, tidak
rambut dan lesi, rambut benjolan dan ada benjolan ada benjolan
d. Warna rambut sedikit beruban, lesi, rambut dan lesi, dan lesi,
e. Skala Nyeri - P: Banyak sedikit rambut rambut hitam
menkonsumsi beruban hitam
makanan
Berlemak
- Q: Nyeri terasa
seperti tertimpa
benda berat
- R: Kepala
- S: Skala nyeri 4
- T: Lamanya
nyeri tidak tentu
Mata

a. Simetris/ Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,


Asimetris konjungtiva tidak konjungtiva konjungtiva konjungtiva
b. Konjungtiva anemis, sklera tidak anemis, tidak tidak anemis,
anemis/ Tidak tidak ikterik, sklera tidak anemis, sklera tidak
Anemis kondisi mata baik. ikterik, kondisi sklera tidak ikterik,
c. Sklera Fungsi mata baik. ikterik, kondisi mata
ikterik/tidak pengelihatan baik. Fungsi kondisi baik. Fungsi
d. Kornea pengelihatan mata baik. pengelihatan
e. Kondisi Mata baik. Fungsi baik.
pengelihatan
baik.

Hidung

a. Kebersihan Bersih,fungsi Bersih, tidak Bersih, tidak Bersih, tidak


b. Fungsi penciuman baik, ada sekret, ada sekret, ada sekret,
penciuman tidak ada sekret, tidak ada tidak ada tidak ada
c. Sekret Ada/ tidak ada tanda-tanda tanda-tanda tanda-tanda
tidak pernafasan cuping peradangan peradangan peradangan
d. Pernafasan hidung
cuping hidung

Telinga

a. Kebersihan Bersih, simetris, Bersih, Bersih, Bersih,


b. Simetris/ tidak ada simetris, tidak simetris, simetris,
Asimetris serumen, fungsi ada serumen, tidak ada tidak ada
c. Serumen Ada/ pendengaran baik. fungsi serumen, serumen,
tidak pendengaran fungsi fungsi
d. Fungsi baik. pendengaran pendengaran
pendengaran baik. baik.

Mulut
a. Bentuk Normal, bersih, Normal, Normal, Normal,
b. Kebersihan lembab, tidak ada bersih, bersih, bersih,
c. Lidah kesulitan untuk lembab, tidak lembab, lembab, tidak
d. Gigi menelan ada kesulitan tidak ada ada kesulitan
e. Mukosa bibir untuk menelan kesulitan untuk
f. Produksi untuk menelan
saliva menelan

Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada


pembesaran pembesaran pembesaran pembesaran
kelenjar limfe dan kelenjar limfe kelenjar kelenjar limfe
tiroid dan tiroid limfe dan dan tiroid
tiroid

Thoraks Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada Bentuk dada


simetris, bunyi simetris, bunyi simetris, simetris,
nafas reguler, nafas reguler, bunyi nafas bunyi nafas
ronchi ada dan ronchi dan reguler, reguler,
wheezing tidak wheezing tidak ronchi dan ronchi dan
ada ada wheezing wheezing
tidak ada tidak ada

Jantung Tidak ada bunyi Tidak ada Tidak ada Tidak ada
bunyi
tambahan bunyi bunyi
tambahan
tambahan tambahan

Abdomen Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada


pembesaran, tidak pembesaran, pembesaran, pembesaran,
a. Inspeksi
ada nyeri tekan, tidak ada nyeri tidak ada tidak ada
b. Auskultasi
tidak ada tekan, tidak nyeri tekan, nyeri tekan,
c. Perkusi
pembesaran ada tidak ada tidak ada
d. Palpasi
hepar. pembesaran pembesaran pembesaran
hepar. hepar. hepar.

Ekstremitas Atas & Pergerakan Pergerakan Pergerakan Pergerakan


Bawah : normal tidak ada normal tidak normal tidak normal tidak
gangguan, tidak ada gangguan, ada ada
ada luka lutut sering gangguan, gangguan,
terasa nyeri tidak ada tidak ada
ketika luka luka
melakukan
aktivitas
berlebihan.

Genitalia Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada


keluhan keluhan keluhan keluhan

9. Analisa Data

Data Etiologi Masalah

DS: Ketidakmampuan Nyeri


- Tn. N kadang mengeluh nyeri pada keluarga Kepala Pada
bagian kepala memanfaatkan Tn. N
- Tn. N mengatakan apabila tekanan fasilitas pelayanan
darahnya naik, meyebabkan ia sulit kesehatan
tidur dan merasa berat di tengkuk
- Tn.N mengatakan ketika nyeri kepala
nya muncul, ia hanya menkonsumsi
obat dan lalu beristirahat.
- Tn. N mengatakan hampir tidak pernah
berobat ke puskesmas, kecuali kalau
sudah parah maka ia akan pergi ke
rumah sakit.
- Keluarga dan Ny. O mengatakan tidak
rutin mengecek tekanan darahnya dan
hanya mengkonsumsi obat dari apotek.
DO:

- P: Sulit tidur semalam


- Q: Nyeri terasa seperti tertusuk-tusuk
- R: Kepala
- S: Skala nyeri 5
- T: Lamanya nyeri tidak tentu
TTV
- TD:170/100 mmHg
- Nadi:90x/m
- RR:24x/m
- Suhu: 36.5ºc
- Terapi farmakologi Amlodipine 5mg
- Keluarga Tn. N mengatakan tidak
menyukai berobat ke puskesmas apabila
sudah parah baru dibawa ke rumah
sakit.
DS : Ketidakmampuan Nyeri lutut
keluarga dalam pada Ny.O
- Ny.O mengatakan sekarang sering nyeri
merawat anggota
sendi lutut setiap melakukan aktivitas
keluarga yang sakit
berlebihan
- Ny. O mengatakan saat nyeri sendi
lututnya datang, klien hanya
mengoleskan balsem
- Ny.O mengatakan bahwa ia tahu dirinya
menderita penyakit rematik sejak 5
bulan yang lalu
- Ny.O mengatakan dirinya masih
bingung mengenai cara perawatan
penyakitnya.
DO :

- TTV
TD : 120/90 mmHg, N : 80x/m, RR : 18
x/m, T : 36,7ºc
- P : nyeri akut
Q : tertusuk-tusuk
R : di Sendi lutut
S : Skala nyeri 3
T : saat aktivitas berlebihan
DS: Ketidakmampuan Kurangnya
keluarga merawat pengetahuan
- Ny. O mengatakan tidak tahu penyebab
anggota keluarga tentang
rematik dan bertanya mengapa nyeri
yang sakit penyakit
lututnya semakin meningkat apabila
pada
setelah melakukan aktivitas berat.
keluarga
- Ny. O mengatakan hanya mengoleskan
balsem pada lututnya yang nyeri
- Tn. N mengatakan tidak mengetahui
penyebab mudah merasa lelah yang
dialaminya
- Keluarga mengatakan apabila penyakit
Ny. O kambuh hanya beristirahat dan
diurut saja.
DO:

- Ny. O dan Keluarga terlihat bingung


dan tidak melakukan apa-apa saat Ny.
O merasakan nyeri lutut.
- Keluarga tidak bisa menjawab
pertanyaan tentang pengertian
penyakit, pencegahan, perawatan dan
pengobatan rematik
DS: Ketidakmampuan Resiko
keluarga merawat kekambuhan
- Tn. N mengatakan masih sering
anggota keluarga pada Tn. N
mengkonsumsi makanan yang asin dan
yang sakit.
berlemak namun rutin minum obat.
- Tn. N mengatakan sering melakukan
aktivitas fisik diluar rumah
- Tn. N mengatakan pola tidur nya tidak
teratur.
DO:

- Keluarga mengatakan belum mengerti


lebih dalam mengenai hipertensi.
- Keluarga tampak tidak mengetahui diet
hipertensi yang harus konsumsi oleh
Tn.N

10. Skala Prioritas Masalah


Masalah keperawatan I
Nyeri Kepala pada Tn. N berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
memanfaatkan fasilitas kesehatan
Tabel 1.3
Skala Prioritas Masalah Keperawatan I
No Kriteria Skor Bobot Pembenaran

1 Sifat masalah: 3/3 1 Nyeri kepala yang


Tidak atau kurang dirasakan oleh Tn.N
sehat sering dirasakan dan
membuatnya tidak
nyaman

2 Kemungkinan ½ 2 Tn.N banyak melakukan


masalah dapat aktifitas di luar rumah,
diubah: pola makan dan pola
Sebagian tidur tidak teratur
sehingga nyeri sering
dirasakan. Mereka juga
tidak mau menggunakan
fasilitas kesehatan.

3 Potensial masalah 3/3 1 Keluarga memiliki


untuk dicegah: kemauan untuk
Tinggi menyelesaikan masalah
kesehatan Tn. N

4 Menonjolnya 2/2 1 Nyeri kadang terjadi


masalah: pada Tn.N
Ada masalah dan
harus segera
ditangani
Total 4
Masalah keperawatan II
Nyeri lutut pada Ny. O berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga
dalam merawat anggota keluarga yang sakit
Tabel 1.4
Skala Prioritas Masalah Keperawatan II
No. Kriteria Skor Bobot Pembenaran

1 Sifat masalah: 3/3 1 Nyeri lutut sering terjadi dan


Tidak atau kurang Ny. O beserta keluarga sudah
sehat mengetahui tentang
penyakitnya.

2 Kemungkinan ½ 2 Kemungkinan masalah dapat


masalah dapat diubah sebagian, karena Ny.
diubah: O banyak melakukan
Sebagian aktivitas diluar rumah
ditambah dengan pola makan
yang tidak dijaga untuk
penderita rhematoid.

3 Potensial masalah 3/3 1 Ny. O dan Keluarga memiliki


untuk dicegah: kemauan dan kooperatif
Tinggi dalam menyelesaikan
masalah yang terjadi pada
Ny.O

4 Menonjolnya 2/2 1 Keluarga Tn.N dan Ny.O


masalah: merasakan ada masalah yang
Ada masalah, dan terjadi.
harus segera
ditangani

Total 4

Masalah keperawatan III


Kurangnya pengetahuan tentang penyakit pada keluarga berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

Tabel 1.5
Skala Prioritas Masalah Keperawatan III
No. Kriteria Skor Bobot Pembenaran

1 Sifat masalah: 3/3 1 Kurangnya pengetahuan pada


Tidak atau kurang keluarga Tn.N dan Ny.O
sehat tentang penyakit yang di
derita

2 Kemungkinan 1/2 2 Masalah dapat diubah dengan


masalah dapat memberikan penyuluhan
diubah: kesehatan mengenai
Hanya sebagian penanganan yang tepat jika
klien mengalami
kekambuhan

3 Potensial masalah 3/3 1 Keluarga memiliki kemauan


untuk dicegah: dan kooperatif dalam
Tinggi menyelesaikan masalah yang
terjadi pada Tn.N dan Ny.O

4 Menonjolnya 1/2 1 Keluarga Tn.N dan Ny.O


masalah: merasa nyeri lebih berat
Ada masalah dirasakan oleh keluarga
namun tidak perlu
segera ditangani

Total 3 1/2

Masalah keperawatan IV
Resiko kekambuhan pada Tn. N berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
Tabel 1.6
Skala Prioritas Masalah Keperawatan IV
No. Kriteria Skor Bobot Pembenaran

1 Sifat masalah: 2/3 1 Resiko kekambuhan pada


Resiko Tn.N timbul karena Tn. N
sering melakukan aktivitas
berat berlebih, pola tidur dan
pola makan yang tidak
teratur.

2 Kemungkinan 1/2 2 Tn. N banyak melakukan


masalah dapat aktivitas dluar rumah
diubah: dikarenakan pekerjaannya
Sebagian sehingga resiko kekambuhan
meningkat.

3 Potensial masalah 3/3 1 Tn. N dan Keluarga memiliki


untuk dicegah: kemauan dan kooperatif
Tinggi dalam menyelesaikan
masalah yang terjadi pada
Tn.N

4 Menonjolnya 1/2 1 Resiko kekambuhan yang


masalah: muncul pada Tn.N
Ada masalah, merupakan masalah yang
tetapi tidak perlu harus diwaspadai.
segera ditangani

Total 3 1/6

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Dari skoring masalah keluarga Tn. N dapat disusun prioritas diagnosa
keperawatan sebagai berikut :

1. Nyeri Kepala pada Tn. N berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga


memanfaatkan fasilitas kesehatan.

2. Nyeri lutut pada Ny. O berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga


dalam merawat anggota keluarga yang sakit

3. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit pada keluarga berhubungan


dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

4. Resiko kekambuhan pada Tn. N berhubungan dengan ketidakmampuan


keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
C. INTERVENSI KEPERAWATAN
Tabel 1.7
Perencanaan Keperawatan

Diagnosa Tujuan Evaluasi


No Intervensi
Keperawatan Umum Khusus Kriteria Standar

1 Nyeri kepala Setelah Setelah 3x Kognitif - Hipertensi adalah 1. Kaji tanda-tanda vital
berhubungan dilakukan kunjungan rumah tekanan darah 2. Kaji nyeri secara kompherensif
dengan 3x keluarga mampu: abnormal yang 3. Observasi reaksi non verbal
ketidakmampuan kunjungan paling tidak diukur dari ketidaknyamanan
- Merawat anggota
keluarga rumah pada tiga kali 4. Ajarkan pada keluarga teknik
keluarga yang sakit
memanfaatkan masalah kesempatan berbeda relaksasi dan distraksi untuk
fasilitas kesehatan nyeri dapat - Mampu menyebut- dan bernilai 140/90 mengurangi nyeri
diatasi kan kembali hal- mmHg atau lebih 5. Berikan penjelasan kepada
keluarga hal yang telah - Gejala penyakit klien dan keluarga mengenai
didiskusikan hipertensi yakni pengertian, tanda dan gejala
pusing, mudah hipertensi
- Mampu melaku-
marah, sukar tidur, 6. Berikan penjelasan tentang
kan teknik relak-
sesak nafas, rasa perawatan nyeri kepala pada
sasi dan distraksi berat di tengkuk, penderita hipertensi
untuk mengatasi mudah lelah, mata 7. Anjurkan pada klien dan
nyeri berkunang-kunang. keluarga untuk terus
- Pengobatan melakukan gaya hidup yang
- Keluarga mampu
Afektif hipertensi dapat baik guna mengontrol tekanan
menciptakan
dilakukan dengan darah
lingkungan yang
Psikomotor pemberian obat- 8. Ajarkan kepada keluarga
nyaman untuk
obatan dan mengatur tentang cara tradisional
mengatasi nyeri
gaya hidup menurunkan tekanan darah
- keluarga mampu - Keluarga mau yaitu dengan meminum
memanfaatkan mengikuti saran perasan air mentimun atau
fasiliatas perawat rebusan daun salam
pelayanan - Keluarga mampu 9. Jelaskan kepada keluarga
kesehatan dengan melakukan teknik tentang tindakan yang bisa
baik. distraksi dan dilakukan di rumah untuk
relaksasi mengurangi nyeri seperti
- Keluarga mampu ciptakan lingkungan yang
menciptakan nyaman.
lingkungan yang 10. Anjurkan klien beristirahat
nyaman. 11. Berikan pemahaman
- Keluarga mau kepada klien dan keluarga
memanfaatkan untuk memanfaatkan fasilitas
fasilitas pelayanan pelayanan kesehatan terdekat
kesehatan untuk meningkatkan status
kesehatan klien dan keluarga.
12. Berikan kesempatan pada
klien dan keluarga untuk
mengulangi apa yang telah
didiskusikan
13. Beri pujian kepada
keluarga atas pernyataan dan
tindakan yang benar
14. Anjurkan keluarga untuk
melakukan tindakan yang telah
diajarkan jika nyeri muncul
15. Berikan kesempatan kepada
keluarga untuk bertanya
16. Anjurkan keluarga untuk
kembali menggunakan fasilitas
kesehatan guna mengurangi
nyeri kepala
17. Kolaborasi dengan tenaga
kesehatan lain di puskesmas
untuk mengurangi nyeri kepala
18. Pantau pengobatan klien dan
anjurkan klien untuk teratur
menggunakan terapi
farmakologi.

2 Nyeri lutut Setelah Setelah 3 hari Kognitif 1. Klien memahami 1.  Monitor nyeri : lokasi,
berhubungan dilakukan 3 kunjungan rumah mekanisme nyeri karakteristik, durasi, frekuensi,
dengan hari keluarga mampu: yang terjadi keparahan dan faktor
ketidakmampuan kunjungan - mengetahui dan 2. klien mengetahui presipitasi
keluarga merawat rumah mempraktekkan dan dapat 1. Observasi respon nonverbal
anggota keluarga keluarga cara- cara yang memperagakan klien saat nyeri terjadi
yang sakit. mampu telah diajarkan teknik distraksi dan 2. Gunakan komunikasi
merawat untuk mengatasi relaksasi terapeutik untuk mengetahui
anggota nyeri yang 3. klien tidak banyak
keluarga timbul. mengeluh tentang pengalaman nyeri klien
dan nyeri - Mengidentifikasi nyerinya 3. Libatkan orang terdekat klien
dapat aktivitas yang Afektif (keluarga) untuk pemberian
diatasi mampu dilakukan support system
- Merawat anggota 4. Beri pendidikan kesehatan
keluarga yang Psikomotor pada keluarga untuk mengatasi
mengalami nyeri nyeri sendi yaitu dengan
pada lutut/ membuat ramuan herbal yang
rhematoid terbuat dari jahe
5. Beri kesempatan klien untuk
mengulangi cara pembuatan
ramuan herbal
6. Beri reinforcement atas upaya
klien..

3. Kurangnya Setelah Setelah 3 hari Respon/ 1. Keluarga dapat 1. Nilai tingkat pengetahuan
pengetahuan dilakukan 3 kunjungan rumah verbal menjelaskan keluarga yang berhubungan
tentang penyakit hari keluarga mampu: tentang pengertian, dengan penyakit yang diderita
pada keluarga kunjungan - mengetahui dan Pengetahua- penyebab, tanda oleh anggota keluarga
berhubungan rumah , memahami tentang n dan gejala, serta 2. Jelaskan pengertian penyakit
dengan defiseinsi penyakit yang penatalaksanaan 3. Jelaskan tanda dan gejala yang
ketidakmampuan pengetahua diderita dari masing- Sikap pada penyakit muncul dari penyakit yang
keluarga merawat n pada masing anggota remathoid dan dialami
anggota keluarga keluarga keluarga Tindakan/ hipertensi. 4. Jelaskan penalaksanaan atau
yang sakit. dapat psikomotor 2. Keluarga dapat hal-hal yang harus dihindari
teratasi melakukan 5. Beri kesempatan klien untuk
perawatan dengan mengulangi pembahasan yang
mengontrol telah diberikan
makanan-makanan 6. Beri reinforcement atas upaya
yang harus pemahaman informasi dan
dihindari usaha mobilisasi yang
dilakukan

4. Resiko Setelah Setelah 3 hari Kognitif 1. Klien mengathui 1. Berikan pendidikan kesehatan
kekambuhan pada dilakukan 3 kunjungan rumah dan memahami mengenai hipertensi
Tn. N hari keluarga mampu: Afektif penyebab 2. Berikan pendidikan kesehatan
berhubungan kunjungan kekambuhan mengenai akibat lanjut dari
- Mengetahui
dengan rumah penyakit hipertensi
penyebab resiko
ketidakmampuan keluarga 2. klien dan keluarga 3. Lakukan demonstrasi cara
keluarga merawat mampu kekambuhan pada Psikomotor mengetahui hal-hal pembuatan obat tradisional
anggota keluarga merawat penderita hipertensi yang harus dari mentimum dan belimbing
yang sakit. anggota dilakukan untuk 4. Anjurkan untuk mengurangi
- Keluarga mampu
keluarga mengurangi konsumsi makanan berlemak,
meningkatkan
yang sakit terjadinya resiko asin serta menghindari stress
pengawasan pada
dan kekambuhan pada 5. Anjurkan untuk menjaga
anggota keluarga
kekambuha penderita aktivitas agar tidak berlebihan
yang sakit
n pada Tn. hipertensi. dan melakukan istirahat yang
N tidak - Keluarga mampu cukup.
terjadi. menciptakan 6. Anjurkan untuk menjaga pola
lingkungan yang tidur dan pola makan yang
aman dan nyaman teratur
7. Observasi tanda-tanda vital
serta kolaborasi dengan ahli
gizi tentang diit untuk
penderita hipertensi
8. Jelaskan lingkungan yang tepat
bagi penderita hipertensi, dan
pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan
9. Anjurkan untuk memanfaatkan
fasilitas kesehatan apabila
terjadi kekambuhan berulang
dan memeriksakan tekanan
darah minimal seminggu
sekali.
D. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Implementasi atau pelaksanaan merupakan salah satu tahap dari


proses keperawatan keluarga dimana perawat mendapatkan kesempatan
untuk membangkitkan minat keluarga dalam mengadakan perbaikan ke
arah perilaku hidup sehat. Adanya kesulitan, kebingungan, serta
ketidakmampuan yang dihadapi keluarga harus dijadikan perhatian. Oleh
karena itu diharapkan perawat dapat memberikan kekuatan dan membantu
mengembangkan potensi-potensi yang ada, sehingga keluarga mempunyai
kepercayaan diri dan mandiri dalam menyelesaikan masalah (Harmoko,
2012).
Menurut Padila (2012) implementasi adalah rangkaian tindakan
perawat pada keluarga berdasarkan perencanaan sebelumya. Tindakan
yang mencakup perawatan terhadap keluarga adalah sebagai berikut:

a. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenal


masalah dan kebutuhan kesehatan.
b. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang
tepat.
c. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang
sakit.
d. Membantu keluarga menemukan cara bagaimana melakukan
perubahan terhadap lingkungan keluarga.
e. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
ada.

E. EVALUASI

Sesuai dengan rencana tindakan yang telah diberikan, tahap


penilaian diberikan untuk melihat keberhasilannya. Bila tidak/belum
berhasil, maka perlu disusun rencana baru yang sesuai. Semua tindakan
keperawatan mungkin tidak dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan
keluarga, oleh karena itu, kunjungan dapat dilaksanakan secara bertahap
sesuai dengan waktu dan kesediaan keluarga (Harmoko, 2012).
Menurut Padila (2012) untuk penilaian keberhasilan tindakan, maka
selanjutnya dilakukan evaluasi. Tindakan keperawatan keluarga mungkin
saja tidak dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan, untuk itu dilakukan
secara bertahap, semikian halnya dengan evaluasi. Evaluasi dilaksanakan
dengan menggunakan pendekan SOAP (Subyektif, Obyektif, Analisa,
Planning).
S : Hal-hal yang dikemukakan keluarga.
O : Hal-hal yang ditemukan perawat yang dapat diukur.
A : Analisa hasil yang telah dicapai mengacu pada tujuan dan
diagnosa.
P : Perencanaan yang akan datang setelah melihat respon keluarga.

Menurut Harmoko (2012) evaluasi proses keperawatan ada dua yaitu


evaluasi kuantitatif dan evaluasi kualitatif.

a. Evaluasi Kuantitatif
Evaluasi kuantitatif dilaksanakan dalam kuantitas, jumlah pelayanan,
atau kegiatan yang telah dikerjakan. Evaluasi kuantitatif sering
digunakan dengan evaluasi kualitatif. Pada evaluasi kualitatif jumlah
kegiatan dianggap dapat memberikan hasil yang memuaskan.

b. Evaluasi Kualitatif
Evaluasi kualitatif merupakan evaluasi mutu yang dapat difokuskan
pada salah satu dari tiga dimensi yang terkait.
1) Struktur atau sumber
Evaluasi struktur atau sumber terkait dengan tenaga manusia
atau bahan-bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan
kegiatan.
1) Proses
Evaluasi proses berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang
dilakukan untuk mencapai tujuan.
2) Hasil
Evaluasi ini difokuskan kepada bertambahnya kesanggupan
keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA

Harmoko. (2012). Asuhan Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muhlisin, A. (2012). Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Nurarif, A. H., & Kusuma, H (Ed). (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan


Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA (North American Nursing
Diagnosis Association) NIC-NOC. Yogyakarta: Mediaction Publishing.

Padila. (2012). Buku Ajar Keperawatan Keluarga. Yogyakarta: Nuha Medika.

Padila. (2013). Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.